Anda di halaman 1dari 5

Lima Paradigma Administrasi Negara: #1 Dikhotomi Politik-

Administrasi

Leonard D. White (1891-1958)

Era paradigma I ditandai dengan dipublikasikannya buku yang ditulis oleh Frank J.


Goodnow dan Leonard D. White yang berjudul Politics Administration (1900), Goodnow berpendapat
bahwa ada dua fungsi yang berbeda dari pemerintah, yakni politik menurutnya harus berhubungan
dengan kebijakan atau berbagai masalah yang berhubungan dengan tujuan negara. Sedangkan
Administrasi harus berkaitan dengan pelaksanaan kebijakan tersebut. Dengan demikian yang
menjadi dasar pembeda adalah pemisahan kekuasaan. 

Penekanan paradigma I adalah pada lokus (tempat) di mana administrasi negara berada. Goodnow
dan para pengikutnya berpendapat administrasi negara seharusnya memfokuskan diri pada
birokrasi pemerintahan (ranah eksekutif).

Administrasi Negara mendapat perhatian serius dari para sarjana selama masa ini. Ilmu politik
lebih memperhatikan latihan bagi persiapan warga negara yang profesional seperti dalam hukum
dan jurnalisme, melatih tenaga-tenaga spesialis untuk posisi-posisi/jabatan pemerintahan, serta
pendidikan bagi pekerjaan penelitian. Dengan demikian, maka Administrasi Negara merupakan
bagian dari ilmu politik.

Administrasi Negara mendapat pengakuan akademis pada dekade 1920an, dimulai dari penerbitan
buku karya Leonard D. White, Introduction to the Study of Public Administration  pada 1926, buku ini
merupakan pelajaran pertama yang membahas secara menyeluruh bidang ilmu Administrasi
Negara.

1
Inti dari Paradigma I Dikotomi Politik - Administrasi, yaitu:

Dalam buku Politics and Administration dinyatakan dua fungsi pokok dari pemerintah yang berbeda: 

1. Fungsi politik yang melahirkan kebijaksanaan atau keinginan negara;


2. Fungsi Administrasi yang berhubungan dengan pelaksanaan kebijakan negara.
Penekanan pada paradigma ini terletak pada locus (tempat), menurut Goodnow Lokus berpusat
padaGovernment Bureucracy (birokrasi pemerintahan). Sedangkan focusnya yaitu metode atau kajian
apa yang akan dibahas dalam Administrasi Publik tidak dibahas secara eksplisit. 

Administrasi negara memperoleh legitimasi akademiknya lewat lahirnya buku Introduction To the


Study of Public Administration  karya Leonard D. White yang menyatakan dengan tegas bahwa politik
seharusnya tidak ikut mencampuria dministrasi, dan administrasi negara harus bersifat studi
ilimiah yang bersifat bebas nilai.

MAY

30

Model Humanis dalam Pemikiran Ilmu Administrasi Negara

Administrasi negara baru muncul mulai pada penghujung tahun-tahun 1960-an dan permulaan
tahun-tahun 1970-an sebagai suatu tanggapan atas beberapa rangsangan yang muncul dari berbagai
polemik dalam pemerintahan sebagai bentuk penerapan dari administrasi negara.

Administrasi negara merupakan suatu lapangan yang masih muda usianya, suatu lapangan yang
dipandang baru dan tersendiri. Model-model nilai administrasi negara yang baru digambarkan, baik
yang trikotomi maupun yang dikotomi adalah generalisasi kasar yang tidak terlepas dari kelemahan yang
lazim didapat karena kegagalan untuk menerangkan variasi yang luas. Menggambarkan administrasi
negara baru secara terperinci adalah suatu cara untuk mengisi generalisasi itu. Untuk dapat
menggambarkannya secara terperinci, maka dalam hal ini para ahli administarsi negara telah
menguraikannya dalam 5 model administrasi negara, ini digunakan untuk mengorganisir dan
mengkategorikan administrasi negara. Model-model itu diuraikan dari sudut teori; yakni, teori dalam arti
pengetahuan yang positif atau yang punya dasar empiris;  sekaligus dari segi perbandingan nilai-nilai
yang mendasari. Kelima model tersebut antara lain; model birokrasi klasik, model neobirokrasi, model
institusi, model hubungan kemanusiaan, dan model perilaku publik.

2
Salah satu model yang akan saya bahas disini adalah model hubungan kemanusiaan. Adapun
perbedaan antara model hubungan kemanusiaan dengan ke-empat model lainnya adalah sebagai
berikut:

TEORI DAN TEORITISI UNIT ANALISIS CIRI-CIRI NILAI YANG


DIMAKSIMALKA
N

Model birokrasi kalsik: Organisasi : Struktur,hirarki, Efisiensi,


pegendalian,otoritas,dikotom ekonomi, dan
Taylor, wilson, Kelompok i, kebijakan efektifitas
weber,gullick urwick produksi,instansi admiistrasi,rataiperintah,
pemerintah,biro,kelompo kesatuan perintah, rentag
k kerja kendali, pengangkatan atas
kemampuan, sentraliasasi

Model neo birokrasi : Keputusan Positivis logis,penelitian Rasionalitas,


operasi, analisa sistem,ilmu edisiensi,
Simon,cyert, manajemen, produktivitas ekonomi
march,gore

Model insttitusi : Keputusan : keputusan Empiris, positivis, birokrasi Ilmu analisa


lindbloom, j. tambahan, prilaku adalah cerminan netral tentang
Thompson, mosher, organisasi, perilaku kebudayaan, kompetisi, perilaku
blau, riggs individu, perbandingan tekhnologi, rasionalitas, organisasi,
perilaku organisasi, inkrementalisme, kekuasaan, inkrementalisme,
organisasi dan erilaku birokrasi pluralisme kritik
kebudayaan

Hubungan Individu dan kelompok Hub. Antar pribadi dan antar Kepuasan kerja,
kemanusiaan:mcgrego kerja : hub. Pengawas kelompok, komunikasi, perkembangan
r, argyris dan pekerja, daya guna sanksi, motivasi, perubahan, pribadi, harga
pengawas/pekerja, latihan, pembagian otoritas, diri individu
perubahan perilaku kebenaran prosedur,
konsensus

Model pilihan publik : Hub. Organisasi/klien dan Anti birokrasi, orientsi Pilihan atau
ostrom, buchanan, distribusi barang-barang pelayanan publik, kehendak warga
olson, oppenheimer masy. Umum: desentralisasi, hukum pasar negara,
desentralisasi struktur, kesempatan
sektor publik sebagai mempergunakan
pasar, besarnya pelayanan yang
kelompok klien dan sama, persaingan
distribusi pelayanan
publik

3
Adapun uraian secara terperinci tentang model hubungan kemanusiaan adalah sebagai berikut:

Model Hubungan Kemanusiaan

Model hubungan kemanusiaan merupakan suatu reaksi terhadap model-model birokrasi klasik


dan neobirokrasi. Penekanan atas pengendalian, struktur, efisiensi, ekonomi, dan rasionalitas dalam
teori birokrasi mengundang berkembangnya gerakan-gerakan hubungan kemanusiaan. Percobaan
Hawthon dan karya-karya Helton Mayo serta kolega-koleganya, gerakan hubungan kemanusiaan talah
berkembang menjadi teori bangunan teori yang amat empitis dan betul-betul berdasar penelitian.
Ada dua buah karya utama yang mempengaruhi  yaitu:

1.      The Human Organization: Its management and value karya Rensis Likert

2.      The Social Psychology of Organizations  karya Daniel Katz dan Robert Kahn.

Penerapan model kemanusiaan terwujud dalam dinamika kelompok, latihan kepekaan


(sensitiviti training), dan pengembangan organisasi. Nilai-nilai yang mendasari model hubungan
kemanusiaan yaitu:

a.      Partisipasi pekerja dan klien dalam pembuatan keputusan


b.      Pengurangan dalam diferensiasi status
c.       Pengurangan dalam persaingan antar perseorangan
d.      Penekanan pada keterbukaan, kejujuran, aktualisai diri, dan kepuasan umum pekerja.

Model birokrasi klasik dan neobirokrasi jelas merupakan pelukisan empiris yang jujur atas
administrasi negara. Akan tetapi ada cukup banyak pertanyaan mengenai dampak model hubungan
kemanusiaan terhadap administrasi pemerintahan, yaitu lambat dan sedikit. Namun dampak tersebut
tidak lantas membuat teori hubungan kemanusiaan menjadi tidak akurat, sebab penemuan-
penemuan tersebut lebih didasarkan atas percobaan dan tes ketimbang atas pengamatan terhadap
organisasi yang kompleks yang sedang berjalan. Selain itu, aliran hubungan kemanusiaan telah
menyodorkan  bukti  yang tidak bisa ditawar, bahwa dalam keadaan-keadaan tertentu pembagian
otoritas dan kepuasan pekerja masing-masing berkolerasi positif dengan produktivitas.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa fokus  dari model hubungan kemanusiaan ini


adalah terletak pada aspek kemanusiaan dan sosial psikologi dalam setiap jenis organisasi maupun
birokrasi.

Diposkan 30th May 2012 oleh Meilasari Dwi Rahayu

Label: ilmuku

  

4
5