Anda di halaman 1dari 6

.

         Salah satu sumber daya yang dimiliki oleh suatu organisasi baik itu organisasi
pemerintah maupun swasta  yang sangat vital adalah sumber daya manusia (SDM). 
Mengapa dapat dikatakan demikian? Karena sejak perusahaan melakukan perumusan
tujuan, perumusan strategi, sampai dengan penerapan strateginya, tidak akan  terlepas
dari aspek sumber daya manusianya. Karena pentingnya  aspek yang berhubungan
dengan manusia atau pegawai tersebut maka pimpinan perlu memperhatikan 
mengenai berbagai permasalahan yang ada kaitannya dengan bidang SDM maupun
hubungan kerja yaitu:

1.Meningkatnya tingkat pendidikan tenaga kerja.  Dampak dari hal tersebut adalah 
selain    meningkatnya kemampuan  pegawai, juga mengubah pengharapan dan
sikap para pegawai terutama yang masih muda.
2.Adanya harapan dari masyarakat luas ataupun dari pemerintah agar kesempatan
kerja lebih diperluas serta lebih memperhatikan perlunya penyelesaian  masalah
urbanisasi.
3.Semakin meningkatnya minat para wanita untuk terjun di dunia pekerjaan dan
bekerja di luar rumah, untuk membantu kondisi keuangan rumah tangga maupun
pengembangan pribadi wanita itu sendiri.
4.Semakin kuatnya tuntutan organisasi buruh serta karyawan dalam
memperjuangkan hak-hak  para pegawai perusahaan.
5.Bertambah banyak serta kompleknya peraturan pemerintah  baik pusat maupun
daerah menyangkut bisnis.
6.Adaptasi para pegawai terhadap perubahan sosial dan teknologi yang terjadi di
dalam maupun di luar perusahaan.

         Organisasi merupakan kumpulan manusia atau individu yang saling tergantung
satu dengan lainnya.  Seorang individu tidak dapat memenuhi  keperluannya sendiri

1
tetapi harus dipenuhi oleh individu lain atau dalam hal ini adalah organisasi
perusahaan. Stoner dan Wankel mengatakan bahwa sangat penting bagi organisasi
untuk memenuhi kebutuhan  pegawainya, dengan alasan:

a. Melalui organisasi, memungkinkan  seseorang untuk melakukan hal-hal yang


tidak mungkin dapat dilaksanakan sendiri oleh individu yang bersangkutan, karena
berbagai keterbatasan yang dimilikinya
b.Organisasi dapat bertindak sebagai media kesinambungan pengetahuan bagi
para pegawainya.  Organisasi mempunyai pengalaman dalam meningkatkan
pengetahuan melalui cara-cara atau teknik-teknik baru yang lebih praktis dan
efisien dalam melaksanakan kegiatan perusahaan, dan
c. Organisasi lebih memungkinkan dapat memberikan sarana pengembangan karir
bagi pegawai dibandingkan bentuk lainnya.

Oleh karena itu dengan tidak terpenuhinya kebutuhan individu dalam bekerja akan
mengakibatkan menurunnya motivasi kerja dan bahkan dapat mengakibatkan frutrasi,
stres yang mengarah kepada menurunnya produktivas perusahaan. Untuk
memperoleh  pegawai atau tenaga kerja perusahaan yang berkualitas maka dalam
perekrutan SDM perusahaan,  perlu dilakukan perencanaan SDM yang baik dan
matang sehingga benar-benar nantinya akan diperoleh SDM yang berkualitas.  Dengan
melakukan perencanaan tersebut diharapkan agar perusahaan terhindar dari
kekurangan SDM pada saat perusahaan membutuhkan ataupun sebaliknya,
perusahaan kelebihan SDM pada saat kurang dibutuhkan.  Perencanaan tenaga kerja
dapat diartikan sebagai suatu cara  untuk mencoba menentukan keperluan tenaga kerja
dalam suatu periode tertentu baik secara kuantitas ataupun kualitas dengan
menggunakan metode-metode tertentu.

         Kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan perusahaan dapat ditentukan melalui
suatu proses perencanaan yang dapat dilakukan dengan melalui beberapa cara, yaitu:

1.    Perencanaan dari atas ke bawah

2.    Perencanaan dari bawah ke atas

2
Id.1).  Perencanaan dari atas ke bawah:

          Yang dimaksud dengan model ini adalah jumlah tenaga kerja yang diperlukan
perusahaan ditetapkan sesuai dengan rencana jangka pendek, menengah, atau
rencana jangka panjang dari perusahaan tersebut.

Id.2).  Perencanaan dari bawah ke atas:

          Pertama-tama dibentuk kelompok kerja kecil yang menghitung taksiran


kebutuhan tenaga kerja pada masa yang akan datang untuk mencapai target
perusahaan yang telah ditentukan.  Untuk menentukan jumlah yang diperlukan
perusahaan, perlu dilakukan kesepakatan antara  perusahaan dengan bagian
yang memerlukan tenaga kerja baru. 

         Dalam mengembangkan ketenagakerjaan di perusahaan maka perusahaan harus


memperhatikan karir para pegawainya.  Pada umumnya setiap pegawai menginginkan
karir yang tinggi di perusahaan, sesuai dengan tingkat pendidikannya.  Seorang
pegawai yang telah bekerja pada umumnya telah merencanakan dan memperkirakan
bagaimana karir yang akan dicapainya pada masa mendatang.  Karir dapat dianggap
sebagai suatu urutan promosi atau perubahan ke jabatan yang menuntut tanggung
jawab dan wewenang yang lebih tinggi atau mutasi ke tempat lain yang dianggap lebih
baik posisi jabatannya selama kehidupan kerja seorang pegawai. Pengertian lain dari
karir adalah sebagai suatu rentetan sejarah pekerjaan  maupun jabatan yang disandang
seorang pegawai selama kurun waktu kerjanya.  Pimpinan perusahaan perlu
memperhatikan karir para pegawainya dengan memperhatikan beberapa aspek antara
lain:

 bagaimana menggali potensi yang ada pada beberapa pegawai.


 kemungkinan macetnya karir pegawai karena hambatan dalam unit atau
kelompoknya.
 bagaimana mencari keseimbangan potensi pegawai yang ada dalam untuk
masing-masing unit dalam perusahaan atau bagaimana mengurangi penimbunan

3
pegawai yang berpotensi yang terdapat dalam suatu unit tertentu dan memindahkan
ke unit lain.
 bagaimana pendayagunaan dan pengembangan seorang pegawai yang memiliki
potensi untuk dipromosikan.

        Pengertian karir terkadang tidak berbeda dengan promosi, dimana jika seorang
pegawai yang karena prestasinya  kemudian dia dipromosikan, maka artinya karir
pegawai tersebut akan meningkat.  Jadi sebenarnya  pemberian promosi dilakukan
untuk menghargai kinerja yang baik dari seorang pegawai yang berdampak pada
kenaikan gaji, pemberian gelar ataupun kewenangan dan tanggung jawab.

         Bagaimana agar pemberian promosi tersebut dapat berjalan dengan adil dan
bijaksana? Karena sebaliknya,  pimpinan perusahaan memberikan promosi kepada
seorang pegawai adalah dengan tujuan baik, tapi karena pelaksanaan mungkin tidak
tepat, maka ada kemungkinan justru akan berdampak negatif  kepada pegawai yang
bersangkutan atau kepada pegawai yang lain yang mungkin iri dan tidak senang
dengan pemberian promosi tersebut.  Pemberian promosi yang tidak tepat dapat
menyebabkan kegagalan bagi pegawai yang bersangkutan jika pegawai tersebut belum
siap menerima promosi. 

Kiat-kiat yang bagaimana yang sebaiknya dilakukan untuk melakukan promosi?


Dibawah ini beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam rangkan promosi:

1.Pemberian promosi sebaiknya tidak diobral atau sering diberikan, sehingga


kemudahan promosi akan menghilangkan makna positif  suatu promosi.
2.Pemberian promosi harus secara transparan dan dengan alasan yang benar,
sehingga pegawai itu sendiri serta pegawai yang lain merasa nyaman dengan
pelaksanaan promosi tersebut.  Pemberian promosi kepada seorang pegawai
secara  baik akan memperlihatkan kepada pegawai yang lain mengenai tanggung
jawab yang baru dari pegawai yang dipromosikan  serta bagaimana kriteria
seorang pegawai yang akan dipromosikan.

4
3.Pemberian promosi harus terkait dengan tujuan perusahaan sehingga promosi
tersebut memang perlu diberikan kepada seorang pegawai.
4.Pimpinan perusahaan perlu memiliki data yang lengkap tentang pegawainya
sehingga pemberian promosi berlangsung dengan lancar dan dengan pedoman
serta aturan yang jelas.
5.Pimpinan harus mengetahui aspek psikologis dari pemberian promosi kepada
seorang karyawan, sehingga harus dipastikan kesiapan pegawai tersebut untuk
menerima promosi, yang berarti pegawai tersebut mengetahui mengenai tanggung
jawabnya yang baru serta harapan yang akan dipenuhinya nanti.
6.Pemberian promosi yang menyangkut pemindahan tempat atau lokasi kerja yang
baru tidak perlu dipermasalahkan perusahaan sejauh pemindahan tersebut
bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan dan ketrampilan pegawai.

         Suatu perusahaan tidak dapat berjalan jika tidak memiliki SDM yang ahli dalam
bidangnya atau dengan kata lain untuk mengerjakan suatu pekerjaan maka seorang
pegawai harus memiliki alat atau kemampuan.  Nah, bayangkan jika perusahaan
memiliki SDM tapi SDM tersebut tidak memiliki kemampuan yang diharapkan oleh
perusahaan, tentu perusahaan tersebut lama kelamaan dapat bangkrut.  Oleh karena
itu dalam suatu perusahaan, pelaksanaan training atau pelatihan sangat penting agar
kebutuhan SDM yang berkualitas dapat terpenuhi demi tercapainya tujuan perusahaan. 
Bagaimana perusahaan memberikan motivasi kepada pegawai dengan memberikan
apa yang diperlukan pegawai untuk meraih sukses, atau dengan kata lain apa yang
harus diperhatikan dalam melaksanakan kegiatan pelatihan?

1. Perlu dilakukan analisis tentang kebutuhan pelatihan


Analisis ini perlu dilakukan sehingga pelaksanaan pelatihan tidak sia-sia.  Tujan
apa yang hendak dicapai dalam pelatihan, serta materi yang bagaimana yang
diperlukan dan siapa saja yang memerlukan pelatihan, maka aspek-aspek ini
harus dianalisis terlebih dahulu.
2. Penentuan tempat pelatihan
Pelatihan dapat dilakukan di dua tempat yaitu pertama, pelatihan secara on-the
job training, pelatihan yang dilaksanakan di lokasi kerja di perusahaan.  Teknik

5
yang dapat digunakan misalnya dengan melakukan demonstrasi mapun praktek
kerja sehingga  kemampuan atau skill pegawai dapat berubah dan meningkat.
Kedua, pelatihan secara off-the job tranining. Yaitu pelatihan yang dilakukan di
luar perusahaan,  Teknik pelatihan yang dapat diikuti pegawai adalah dengan
mengikuti ceramah, studi kasus, permainan peran, dsb.
3. Evaluasi terhadap kegiatan pelatihan.
 

Barry (dalam buku Riset SDM dalam organisasi) menyarankan bentuk evaluasi yang
dilakukan terhadap pelaksanaan pelatihan yaitu:

1. Tingkat reaksi peserta. Bagaimana tanggapan peserta terhadap pelatihan yang


diikutinya,
2. Tingkat belajar. Bagaimana pelatihan dapat mengubah pengetahuan, keahlian
dan ketrampilan pegawai,
3. Tingkat tingkah laku.  Bagaimana perilaku pegawai setelah mengikuti pelatihan,
apakah perilakunya tetap saja atau ada perubahan?,
4. Tingkat organisasi. Bagaimana perusahaan dapat mengambil manfaat dari
pegawai yang mengikuti pelatihan tersebut, dan
5. Nilai akhir, bagaimana manfaat secara menyeluruh hasil pelatihan terhadap
pegawai.

[atas][latihan][home]