Anda di halaman 1dari 9

Nama : Achmad Rivaldy Ibrahim

NIM : 201810330311070

Kelompok :6

10 Tatalaksana Gizi Buruk Pada Anak

 Status Gizi
Status gizi anak balita diukur berdasarkan umur (U), berat badan (BB), dan
tinggi badan (TB). Berat badan anak balita ditimbang menggunakan
timbangan digital yang memiliki presisi 0,1kg, Panjang atau tinggi badan
diukur menggunakan alat ukur Panjang / tinggi dengan presisi 0,1cm. variable
BB dan TB/PB anak balita disajikan dalam bentuk tiga indeks antropometri
yaitu, BB/U , TB/U dan BB/TB.
Penentuan status gizi secara klinis dan antropometri (BB/TB-PB):

 Tatalaksana Gizi Buruk


3 fase dalam proses pelayanan gizi buruk :
1. Fase stabilisasi
2. Fase transisi
3. Fase rehabilitasi
Petugas Kesehatan harus terampil dan mengerti ketiga fase ini untuk memilih
langkah mana yang sesuai sebagai tatalaksana dari gizi buruk

Penatalaksanaan yang dilakukan puskesmas berupa 10 langkah penting yaitu:


1. Atasi/cegah hipoglikemia
2. Atasi/cegah hipotermia
3. Atasi/cegah dehidrasi
4. Koreksi gangguan keseimbangan elektrolit
5. Obati/cegah infeksi
6. Mulai pemberian makanan
7. Fasilitasi tumbuh-kejar (catch up growth)
8. Koreksi defisiensi nutrien mikro
9. Lakukan stimulasi sensorik dan dukungan emosi/mental
10. Siapkan dan rencanakan tindak lanjut setelah sembuh

Sebelumnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu:

1. Jangan berikan Fe sebelum minggu ke-2 (Fe diberikan pada fase


rehabilitasi).
2. Jangan berikan cairan intra vena, kecuali syok atau dehidrasi berat.
3. Jangan berikan protein terlalu tinggi pada fase stabilisasi
4. Jangan berikan diuretic pada penderita kwashiorkor
1. Mengatasi dan mencegah hipoglikemia

2. Mencegah dan mengatasi hipotermia


3. Mencegah dan mengatasi dehidrasi

4. Memperbaiki gangguan keseimbangan elektrolit


Pada klinisnya anak yang mengalami gizi buruk terjadi ketidakseimbangan
elektrolit di dalam tubuh sehingga dalam pelaksanaanya perlu diberikan
larutan elektrolit atau mineral dalam bentuk ReSoMal (Rehidration
Solution for Malnutrition) bila disertai diare dan dormula WHO sesuai
dengan fase-fasenya.
Cara membuat ReSoMal:
 Bubuk WHO-ORS utk 1 liter (*): 1 pak, gula pasir : 50 g, lar.
elektrolit atau mineral (**) : 40 ml, ditambah air sampai : 2 liter,
setiap 1 liter cairan Resomal:
Na = 37,5 mEq, K = 40 mEq, dan Mg = 1,5 mEq, (*) Bubuk WHO-ORS/1
liter:Nacl= 2,6 g, Trisodium citrat dihidrat = 2,9 g, KCl = 1,5 g, dan
glukosa = 13,5 g
 Cara membuat lar. elektrolit atau mineral:
(**)komposisi:
KCl : 224 g, Tripotasium citrat: 81 g, MgCl2.6H2) : 76 g, Zn acetat 2 H2O
: 8,2 g, CuSO4.5H2O : 1,4 g, ditambah air sampai: 2,5 liter
 Modifikasi ReSoMal
Bubuk WHO-ORS utk 1 liter (*) : 1 pak, gula pasir : 50 gr, bubuk KCl : 4
gr, ditambah air sampai : 2 liter atau bubuk WHO-ORS siap pakai : 1 liter,
gula pasir : 50 gr, lar. elektrolit atau mineral (**) : 40 ml, ditambah air
sampai : 2 liter
Karena tidak mengandung Mg, Zn dan Cu. Diberi jus buah-buahan yang
banyak mengandung mineral atau diberikan MgSO4 50 % i.m 1 x dosis
0,3 ml/kg BB maksimum 2 ml.
5. Mengobati Infeksi
 Tidak ada komplikasi/ infeksi yang jelas à kotrimoksasol/ oral/ 12 jam
selama 5 hari
 Ada komplikasi à gentamisin iv atau im selama 7 hari, ditambah
ampisilin iv atau im / 6 jam selama 2 hari, diikuti amoksisilin/ 8 jam
selama 5 hari
 Dalam 48 jam tidak membaik à kloramfenikol iv atau im/ 8 jam
selama 5 hari
 Bila ada infeksi khusus à ntibiotika khusus sesuai dengan penyakitnya
Catatan:
 Jika balita tidak kencing, Gentamisin akan menumpuk di dalam tubuh
dan menyebabkan tuli, jangan diberi dosis kedua sampai balita bisa
kencing.
 Jika Amoksisilin tidak tersedia, beri Ampisilin 50 mg/kg peroral
setiap 6 jam selama 5 hari.
6. Mengobati kekurangan zat gizi mikro
A. Fase Stabilisasi
Hari 1 – 2
F-75/ modifikasi/ modisco ½ 12 x pemberian, ASI  bebas
F-75/ modifikasi/ modisco ½  8 x pemberian, ASI  bebas
F-75/ modifikasi/ modisco ½  6 x pemberian, ASI  bebas
Jumlah cairan yang diberikan sesuai dengan tabel Pedoman F-75
(buku I, hal.23 – 24, Buku II hal 20)
B. Fase Transisi Hari 3 - 7
F- 100/ modifikasi/ modisco I/ II 6 x pemberian, ASI  bebas
Jumlah cairan yang diberikan sesuai dengan tabel Pedoman F-75
(buku I, hal.25 dan Buku II hal.20)
C. Fase Rehabilitasi Minggu 2 – 6
Berat Badan < 7 Kg F-100/ modifikasi/ modisco III  3 x
pemberian, ASI  bebas Ditambah Makanan lunak/ lembik à 3 x 1
porsi, Sari buah  1 x
Pemberian Berat Badan > 7 Kg F-100/ modifikasi/ modisco III à 3
x pemberian, ASI  bebas Ditambah Makanan lunak/ makanan
biasa à 3 x 1 porsi, Sari buah 1 - 2 x 1 buah
D. Fase Tindak Lanjut Minggu 7-26
Tingkat Rumah Tangga
 Makanan beraneka ragam, porsi kecil, frekuensi sering
 Suapi anak dengan sabar dan tekun
 ASI diberikan sampai usia 2 tahun
Tingkat Posyandu
 Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) dengan
komposisi energi 350 Kkal, protein 15 g
 Bentuk PMT-P: kudapan dari bahan makanan setempat
 Lama pemberian: 3 bulan (90 hari)
 Cara penyelenggaraan: setiap hari di pusat pemulihan gizi,
demonstrasi pembuatan makanan seminggu sekali di
posyandu, penimbangan dan pemantauan peningkatan berat
badan dengan KMS
8. Memberikan makanan untuk tumbuh kejar
9. Memberikan stimulasi untuk tumbuh kembang
Anak Gizi buruk/ KEP berat: keterlambatan perkembangan mental dan
perilaku  berikan:
 Kasih sayang
 Lingkungan yang ceria
 Terapi bermain terstruktur selama 15 – 30 menit/ hari
 Aktifitas fisik segera setelah sembuh
 Keterlibatan ibu (memberi makan, memandikan, bermain dan
sebagainya)
10. Mempersiapkan untuk tindak lanjut dirumah

Sumber :
Kemenkes RI. 2013. Bagan Tatalaksana Anak Gizi Buruk Buku I
Kemenkes RI. 2013. Bagan Tatalaksana Anak Gizi Buruk Buku II
Infodatin RI, 2015. Situasi Kesehatan Anak Balita di Indonesia
Pspk FK unissula. 10 Langkah tatalaksana anak gizi buruk

Anda mungkin juga menyukai