Anda di halaman 1dari 52

BAB I V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambar Umum Objek Penelitian

Objek dalam penelitian ini PT. Mega Finance cabang Sidoarjo salah satu

perusahaan yang bergerak di bidang leasing dan memiliki cabang di seluruh

indonesia. PT Mega Finance ini berada dibawah naungan CT. Corporate (Choirul

Tanjung Corporate) dan bersama perusahan-perusahaan lainnya, seperti Carrefout,

Bank Mega, Trans Studio, Trans TV, dll. PT. Mega Finance Cabang Siodarjo

merupakan perusahaan pembiayaan yang berada di Ruko Taman Tiara Regency

Blok Rk 06, Jl Pagrwojo, Sidoarjo 62152. PT. Mega Finance Buka pada jam

08:00 – 16:00 WIB, hari minggu dan tanggal merah libur. PT. Mega Finance

mempunyai visi dan misi sebagai berikut :

1. Visi Perusahaan PT. Mega Finance

Menjadi perusahaan pembiayaan pilihan yang dipercaya konsumen dalam

memberikan suatu solusi pembiayaan dengan memberikan pelayanan yang

terbaik dan bisa diandalkan sehingga memberikan hasil yang memuasakan

bagi perusahaan.

2. Misi Perusahaan PT. Mega Finance

a. Menyediakan pelayanan pembiayaan yang beragam dan lengkap

untuk memenuhi setiap kebbutuhan konsumen.

b. Membangun sebuah jaringan bisnis yang handal didukung dengan

suatu teknologi terkini agar bisa memberikan pelayanan kepada

1
2

c. konsumen, dealer dan pihak terkait dapat diberikan dengan tepat dan

cepat.

d. Membangun sebuah hubungan yang saling menguntungkan dengan

konsumen dan dealer.

e. Memberikan pelayanan yang terbaik untuk setiap konsumen.

4.2. Proses Pengajuan Kredit PT. Mega Finance

Nasabah PT. Mega Finance melakukan pengajuan kredit dengan alur dan proses

berikut.

Gambar 1.5
Proses Pengajuan Kredit

1. ORDER 2. SURVEY

Konsumen 4

1 Surveyor
1 4. KEPUTUSAN

Dealer 5

SD 2

3. ANALISA 6
Surveyor
7
CEK BLACKLIS SPV
3 5. PO

Admin
9
7. Post NPP Checking ACO
8 6. NPP
c
Sumber : PT. Mega Finance HRD

penjelasan tentang alur proses pengajuan kredit di PT Mega Finance


3

1. Konsumen menuju dealer untuk melakukan pengajuan kredit dan di bantu

oleh seles dealer, seles dealer membantu memilih barang ketika sudah deal

seles dealer mengabari surveyor yang bertugas di dealaer.

2. Surveyor melakukan poling order di group marketing melalui Hp dan

menjelaskan persyaratan yang di perlukan saat akan di kunjungi dirumah

nasabah.

3. Surveyor melakuka cek blacklis untuk melihat apakah nasabah pernah

menjadi nasabah Mega Finance atau nasabah baru.

4. Surveyor melakukan survey lapangan dan mulai melakukan proses untuk

mengajukan kredet nasabah ( mendata ) dan melapor ke spv untuk di

lakukan analisis data.

5. Spv melakukan analisis data untuk di pertimbangkat ke level resiko.

6. Spv melakukan komite dengan BM (Brand Manager), nasabah layak atau

tidak layak untuk dibiayai oleh perusahaan.

7. Admin melakuka input PO (Purchase Orde) ketika pengajuan kredit di

setujui dan sudah di tanda tangani oleh BM (Brand Manager).

8. HRD melakukan input NPP (No Persetujuan Pembayaran) untuk

memunculkan nomer kontrak nasabah dan pencairan dana untuk dealer.

9. ACO Proses validasi kesesuaian dan kebenaran survey dengan kondisi

konsumen dan kendaraan yang dibiayai serta melakukan tindak

penanganan dini atas konsumen yang bermasalah dan melakukan

perbaikan proses akuisis berikutnya.


4

Gambar 1.6

Kantor Mega Finance Cabang Sidoarjo

Sumber : Dari Foto Pribadi Pada Tanggal 05 Desember 2021

Penelitian ini bertujuan untuk menilaian kinerja pada surveyor di PT.

Mega Finance untuk mengetahui surveyor sudah melakukan tugasnya sesuai SOP

(Standard Oprating Procedure) perusahaan atau belum, karena adanya konsumen

yang komplain tentang pelayanan survey di pada surveyor PT. Mega Finance

4.2. Analisis Data dan Hasil Penelitian

4.2.1. Pelaksanaan Penilaian Kinerja Karyawan Pada PT. Mega Finance

Kinerja berasal dari pengertian performance. Ada pula yang memberikan

pengertian performance sebagai hasil kerja atau prestasi kerja. Performance atau
5

kinerja merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses(Akbar,2019). Menurut

pendekatan perilaku dalam manajemen, kinerja adalah kuantitas atau kualitas

sesuatu yang dihasilkan atau jasa yang diberikan oleh seseorang yang melakukan

pekerjaan. Namun, sebenarnya kinerja mempunyai makna yang lebih luas, bukan

hanya hasil kerja, tetapi termasuk bagaimana proses pekerjaan berlangsung.

Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan

selama periode tertentu dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai

kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang

telah ditentukan terlebih dahulu telah disepakati bersama. Pengertian kinerja atau

performance (Sita, 2015)merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian

pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran,

tujuan, visi, dan misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategis

suatu organisasi. Kinerja dapat diketahui dan diukur jika individu atau

sekelompok karyawan telah mempunyai kreteria atau standar keberhasilan tolak

ukur yang ditetapkan oleh organisasi. Tugas tugas surveyor(Suryono,2017) antara

lain

1. Surveyor melakukan cek Blacklist kepada SPV.

2. Surveyor melakukan survey ke rumah debitur.

3. Menggali informasi di lapangan /cek lingkungan.

4. Surveyor menjelaskan isi perjanjian kredit dan paham kredit.

5. Melaporkan hasil survey /kordinasi ke SPV untuk di analisa dan di berikan

keputusan oleh SPV/CA


6

6. Mengumpulkan berkas/aplikasi untuk di lakukan input data oleh admin

proses pencairan.

4.2.2 Analisa Deskriptif hasil wawancara mengenai kinerja

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada informan

mengenai sistem penilaian kinerja karyawan, menyatakan bahwa sistem penilaian

kinerja karyawan di PT. Mega Finance berdasarkan SOP nya dan berdasarkan

aturan-aturan dari PT. Mega Finance itu sendiri. Bagi pelaksananya harus

memahami dan mengetahui bagaimana pelaksanaan serta kendala yang akan

dihadapi nantinya. Adapun informasi dalam melakukan penilaian kerja karyawan

sebagai berikut:

“Sistem penilaian nya yang ada di sini yaitu yang pertama sistem yang
dilihat dari hasil kerjanya atau perkerjaannya, yang kedua kedisiplinan
serta tatatertib maupun aturan-aturan yang ada di perusahaan ini. Terus
tentang SOP nya juga dinilai”1

“Ada beberapa hal yang mesti dijadikan pondasi bagi setiap karyawan
untuk bisa menciptakan kinerja yang maksimal misalnya pihak atasan
harus mengetahui betul bagaimana teknik pengerjaan, harus mngetahui
betul bagaimana kendala-kendala yang dihadapi, harus turun langsung
kelapangan,tujuannya agar menciptakan hubungan baik antar manajer
dengan karyawan, harus bisa memahami bagaimana tingkat kesulitan
dari setiap proses, harus bisa menemukan teknik agar produktivitas bisa
berjalan dengan baik”2

Adapun metode yang digunakan oleh PT. Mega Finance “Disini metode yang

digunakan itu rating scale biar mudah melakukan penilaiannya. Penilaiannya


1 Dedi Kurniawan, Staff Umum Personalia, wawancara pada tanggal 15 November
2021
2 Agus Pamungkas, Manajer Marketing, wawancara Pada tanggal 15 November 2021
7

sesuai dengan karakteristik karyawan. Bagaimana kualitas kerjanya, bagaimana

kuantitas kerjanya, tanggung jawab, inisiatif kerjanya, stabilitas emosi, loyalitas,

kerjasama, pengetahuan dan juga kemampuan mengerjakan tugas”3

4.2.2. Analisa Deskriptif hasil wawancara mengenai kinerja

Berdasarkan hasil wawancara, diketahui bahwa metode yang diguankan oleh

Mega Finance adalah metode rating scale agar mengetaui kemampuan karyawan

pada penilaian yang diberikan oleh MEGA FINANCE. Adapun informasi

mengenai Indikator yang digunakan PT. Mega Finance dalam melakukan

penilaian kerja karyawan sebagai berikut:

“Indikatornya yang digunakan disini yaitu pertama pencapaian


target, terus kedisiplinan adapun juga dilihat dari loyalitas itu yang
dijadikan indikator penilaian pada bank ini misalnya target yang
diberikan atasan kepada bahawan sudah bagus dan mencapai target
berarti indikator pertama tadi sudah terpenuhi sudah bagus
kinerjanya, itu adalah penilaian atasan menilai pekerjaan
karyawannya. Yang kedua tadi tentang kedisiplinan ataupun SOP
yang dibuat oleh atasan sudah dikerjakan atau tidak oleh karyawan
yang ada di perusahaan ini. Misal atasan membuat peraturan
karyawannya harus hadir pagi sebelum jam delapan mereka sudah
datang, berarti dari situ mereka di nilai sudah disiplin oleh
atasannya.”4

“Kriteria pengembangan kinerja yang dapat diukur secara objektif


untuk pengembangannya diperlukan kualifikasi-kualifikasi
tertentu. Ada kualifikasi penting bagi pengembangan kriteria
kinerja yang dapat diukur secara objektif, yaitu pengukuran yang
menunjukkan tingkat kesesuaian antara kriteria dengan
tujuantujuan kinerja. Misalnya ketepatan dan kecepatan dalam

3 Ratna Ambar, Manajer Operasional, wawancara pada tanggal 15 November 2021


4 Dedi Kurniawan, Staff Umum Personalia, wawancara pada tanggal 15 November
2021
8

bekerja bisa menjadi ukuran kinerja yang lebih relevan jika


dibandingkan dengan penampilan karyawan disini.”5

Berdasarkan hasil wawancara kepada informan penelitian bahwa


metode yang digunakan dalam menilai karyawan itu sudah efektif
untuk diterapkan saat ini. Adapun keterangan dari informan sebagai
berikut: “Metode yang diterampakan oleh perusahaan untuk saat
ini, dan sejauh ini sudah cukup efektif tetapi perlu beberapa juga
perbaikan atau evaluasi, namun sudah efektif untuk sejauh ini.
Dengan catatan masih ada perbaikan-perbaikan yang kita lakukan,
karena belum sempurna menurut kita.”6
4.2.3 Analisa Deskriptif hasil wawancara mengenai kompetensi kinerja

Adapun penilaian kinerja terhadap karyawan dilakukan berapa kali di PT. Mega

Finance, adapun keterangan dari informan penelitian adalah sebagai berikut :

“Penilaian itu kita lakukan ada yang perbulan, yaitu setiap akhir
bulan kita evaluasi ini termasuk kepada penilaian tetap dan rutin
setiap bulannya. Terus ada yang pertahun, kita evaluasi kinerja
karyawan setiap akir tahun. Adapaun kalau untuk yang kontrak itu
kita lakukan penilaian kinerja karyawannya pertiga bulan sekali
dan satu tahun sekali. tiga bulan disini yaitu dilihat apabila
kinerjaanya bagus maka nanti akan kita kontak naik menjadi satu
tahun, begitu dilihat kinerjanya lebih bagus dan mengalami
penigkatan maka karyawan kontrak tersebut akan diangkat menjadi
karyawan tetap pada perusahaan ini.”7

Penilaian kinerja karyawan dilakukan setiap satu bulan sekali dan


juga setiap satu tahun sekali. Untuk penilaian tahunan yang
dilakukan satu tahun sekali dan diakhiri dengan pemberian bonus
tahunan yang besarannya bisa tergantung pada hasil penilaian
selama bekerja satu tahun. Penilaian itu dimaksudkan agar
karyawan tetap fokus pada pekerjaannya dan merasa harus
bertanggung jawab dengan hasil akhirnya.”8

5 Agus Pamungkas, Manajer Marketing, wawancara Pada tanggal 15 November 2021


6 Ratna Ambar, Menejer Operasional, wawancara pada tanggal 15 November 2021
7Agus Pamungkas, Manajer Marketing, wawancara pada tanggal 15 November 2021
8 Dedi Kurniawan, Staff Umum Personalia, wawancara pada tanggal 15 November
2021
9

Kemudian peneliti menanyakan hal-hal apa saja yang menjadi pertimbangan

dalam melakukan penilaian kinerja karyawan. Adapun keterangan dari informan

sebagai berikut:

“Hal-hal yang menjadi pertimbangan bukan hanya pada


pencapaian target kerja, saja tetapi juga dari etika, etitude,
kedisiplinan mereka loyalitas mereka, itu juga kita jadikan
pertimbangan untuk penilaian kinerja yang ada di perusahaan ini.”9
“Pertimbangan yang dilakukan dalam melakukan penilaian kinerja
yaitu pada aspek psikomotornya, untuk mengetahui sikap yang
merefleksi dalam tingkah laku sehari-hari, kami secara langsung
dapat mengamati tingkah laku dalam melaksanakan kinerja
karyawan disini sehingga lebih mudah dalam memberikan nilai.”10

4.2.4 Analisa Deskriptif hasil wawancara mengenai kedisiplinan kinerja

Mengenai kelebihan dan kekurangan penilaian kinerja karyawan pada PT. Mega

Finance sesuai dengan SOP perusahaan atau tidak sesuai, informan penelitian

memberikan jawaban sebagai berikut:

“Kelebihannya sih secara umumnya kalau kita melakukan


penilaian kinerja karyawan sayakan lebih junior dari yang lain jadi
kekurangannya ketika kita menilai orang yang lebih senior
biasanya kita akan sedikit segan, tetapi kita harus tetap melakukan
itu mau tidak mau kita harus sesuai dengan SOP. Jika ada
karyawan yang lebih muda dari saya saya lebih enak menilai
kinerjanya. Namun ada juga yang karyawan yang sudah lama di
perusahaan ini, namanya manusia kadang ada yang nurut ada yang
tidak. Yang kedua ada kedekatan dengan pimpinan, siapa yang
lebih dekat atau ada kaitan kerabat keluarga dengan pimpinan kita
jadi lebih canggung dalam menilainya. Kita kasih tahu atau sedikit
menegur kadang mereka merasa tersingung itu menjadi kendala
yang kita hadapi tetapi ya kita harus tetap melakukan sesuai
dengan SOP nanti diikuti atau tidak ya itu urusan mereka yang

9 Ratna Ambar, Manajer Operasional, wawancara pada tanggal 15 November 2021


10 Dedi Kurniawan, Staff Umum Personalia,wawancara pada tanggal 15
November2021
10

jelas kita sudah menyarankan dan memberi masukan ataupun


teguran terhadap kinerja mereka masing-masing. Sejauh ini saya
lihat semua karyawan di perusahaan ini taat pada SOP
perusahaan”11

“Kekurangannya tentunya itu semua tidak semudah membalikan


telapak tangan akan mesti ada peran langsung ke ikut sertaan
atasan untuk bisa mengkontrol dan memberikan teknik cara agar
bagaimana bisa terjaminnya mutu dan kualitas sehingga karyawan
bisa dengan mudah bekerja tanpa ada rasa terbebani dan hubungan
antara pihak atasan dengan bawahan semakin kuat.”

4.2.4Analisa Deskriptif hasil wawancara penilaian kinerja

Adapun dampak hasil penilaian kinerja karyawan pada PT. Mega Finance ,

informan penelitian memberikan keterangan sebagai berikut:

“Dampaknya tentu dampaknya terlihat cukup baik saat ini karena


saat penilaian awal itu dilakukan biasanya karyawan disini di tegur
karena mereka bandel lalu setelah atasan melakukan evaluasi
biasanya ada sedikit perbaikan kearah yang lebih baik. Contohnya
ada beberapa karyawan yang sering datang terlambat lalu
dilakukan peringatan dan evaluasi oleh atasan sehingga karyawan
tersebut ada sedikit perbaikan kearah yang lebih baik. Menjadi
baik sampai sesuai dengan SOP yang ada pada perusahaan ini.
Terkadang Ada juga salah satu karyawan yang sudah diingatkan
oleh atasan masih tidak biasa berubah kearah yang lebih baik
sesuai dengan SOP maka langsung saya panggil saja karyawan
tersebut, jika sudah di panggil namun tidak ada perubahan yang
lebih baik dari karyawan tersebut maka akan kita kasih surat
peringatan berupa SP dan kita kasih teguran lalu di scorsing karena
sudah keterlaluan atau melakukan hal yang fatal.”12

“Adanya proses penilaian kinerja karyawan akan memberikan


dampak positif bagi para karyawan diantaranya adalah munculnya
motivasi kerja yang lebih baik, adanya kejelasan dari standar kerja
yang sudah dilakukan, ada timbal balik juga terhadap kinerja yang
sudah lalu, pengembangan diri, peluang untuk berdiskusi, peluang

11 Ratna Ambar, Manajer Operasional, wawancara pada tanggal 15 November 2021


12Agus Pamungkas, Manajer Marketing, wawancara pada tanggal 15 November 2021
11

berkomunikasi dengan pihak atasan. Hal positif akan dirasakan


oleh pihak karyawan melalui adanya proses penilaian kinerja
karyawan ini.”13

4.2.5 Analisa Deskriptif hasil wawancanra mengenai upaya peningkatan

kinerja

Adapun upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kinerja karyawan pada PT.

Mega Finance, adapun jawaban dari informan sebagai berikut:

“Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja karyawan di


perusahaan ini yaitu disini kita ada yang namanya reward, terus
misal pencapaian target ataupun dinilai kinerja mereka sangat baik
kita pasti akan promosikan jabatan, kenaikan jabatan, kenaikan
gred, peningkatan gaji, semua itu dikakukan apabila kinerja
mereka dinilai baik. Serta untuk memotivasi karyawan agar dapat
meningkatkan kinerjannya dengan taat terhadap SOP di
perusahaan ini.”14

“Salah satu upaya peningkatan kinerja yang diinginkan oleh pihak


perusahaan, upaya untuk memahami karyawan secara lebih dekat,
meningkatkan efektifitas sumber daya manusia sebuah perusahaan,
kesempatan bagi pihak atasan untuk menjelaskan kepada para
karyawan apa sebenarnya yang menjadi keinginan pihak
perusahaan.”15

Adapun evaluasi yang dilakukan PT. Mega Finance terhadap penilaian kinerja

karyawan, keterangan dari informan sebagai berikut:

“Evaluasi yang kita lakukan disini yaitu dilakukan dalam satu


bulan sekali tiga bulan sekali dan satu tahun sekali, namun
terkadang juga kalau pimpinan mengatakan besok kita evaluasi.,
maka kita langsung mengadakan evaluasi besok hari dan kita
siapkan segala sesuatu yang dibutuhkan saat evaluasi.”16
13 Ratan Ambar, Manajer Operasional, wawancara pada tanggal 15 November 2021
14 Agus Pamungkas, Manajer Marketing, wawancara pada tanggal 15 November 2021
15 Agus Pamungkas, Manajer Marketing, wawancara pada tanggal 15 November 2021
16 Agus Pamungkas, Manajer Marketing, wawancara pada tanggal 15 November 2021
12

4.2.6 Analisa Deskriptif hasil wawancanra mengenai kinerja surveyor pada

PT. Mega Finance

Adapun wawancara dengan nasabah mengenai kinerja surveyor pada PT. Mega

Finance sudah taat terhadap SOP perusahaan atau belum, keterangan informasi

sebagai berikut.

“disini pelayanan surveyor PT. Mega Finance baik dan sopan


dalam membantu nasabah melakukan pengajuan kredit, saya juga
diberi tahu untuk persyaratan – persyaratan pengajuan kredit
seperti foto copt KTP, KK, dll persyaratannya cukup mudah
surveyor juga menjelaskan secara rinci tentang perjanjian kredit
dan memberi tahu tanggal jatuh tempo saya, dan saya juga
disarankan untuk membayar angsuran melalui alfamaret, alfamidi
sama lewat bank juga bisa dan sejauh ini surveyor PT Mega
Finance cukup baik dalam menjelaskan dengan detail pada orang
yang lumayan awam seperti saya.”
“pengajuan kredit disini cukuplah muda, dari pihak leasing
tentunya memberikan informasi apabila mau mendekai jatuh tempo
agar tidak telat untuk membayar angsuran saya. Disini karyawan
juga rama dan sopan.
4.3. Pembahasan

4.3.1. Penilaian Kinerja Karyawan

Para karyawan PT. Mega Finance yang telah bekerja sejak awal

berdirinya perusahaan mendapatkan penilaian kinerja setahun sekali, yang

diberikan oleh atasan langsung. Beberapa karyawan PT. Mega Finance yang lama

dengan masa kerja di atas empat tahun, mengaku pernah mendapatkan penilaian

kinerja sebanyak satu atau dua kali, namun mereka tidak mengingat kapan

terakhir kali mereka mendapatkan penilaian tersebut.


13

PT. Mega Finance Sidoarjo telah memiliki sistem penilaian kinerja

yang juga telah mengalami perubahan dan perbaikan. Namun ketika perusahaan

berada dalam fase berkembang seperti saat ini mereka lebih memfokuskan pada

perluasan bisnis sehingga penilaian kinerja karyawan terabaikan. Adanya

transparansi dalam proses pengangkatan karyawan di PT. Mega Finance untuk

menduduki posisi atau jabatan tertentu, sehingga hal ini terkadang membuat

karyawan tersebut menjadi nyaman dengan posisinya saat itu terlebih jika mereka

membawahi karyawan yang lebih senior atau karyawan dengan masa kerja yang

lebih lama.

Penilaian yang pernah mereka terima cukup menggambarkan perilaku

kerja mereka secara umum, namun belum dapat membedakan perilaku kerja

karyawan antar area atau divisi, meskipun penilaian tersebut sudah direvisi satu

kali oleh supervisor personalia PT. Mega Finance. Belum adanya lembar

penilaian yang lebih rinci dan dapat membedakan perilaku kerja antar bagian,

waktu yang digunakan untuk melakukan penilaian kinerja juga mengalami

hambatan yaitu tidak adanya jadwal tetap penilaian yang dapat digunakan sebagai

acuan. Supervisor dan karyawan perusahaan berharap penilaian kinerja dapat

digunakan sebagai referensi dalam menetapkan kenaikan jabatan seseorang,

proses promosi kenaikan jabatan ataupun perkembangan karir menjadi lebih

transparan dan terbuka. Karyawan juga berharap adanya penilaian kinerja dengan

penjabaran perilaku yang lebih detail yang akan mampu memperjelas atau dapat

menggambarkan nilai yang mereka dapatkan, serta adanya sosialisasi sebelum

lembar tersebut digunakan, sehingga karyawan mengetahui tugas pokoknya.


14

Hasil data yang diperoleh akan dikelompokkan, dianalisis, dan dibahas

sesuai dengan bagian masing-masing yang akan mengacu pada penilaian kinerja

oleh pimpinan. Agar perusahaan memiliki perkembangan yang baik dan mampu

bersaing dengan perusahaan sejenisnya. Rencana strategis perusahaan untuk

memperluas bisnis dan menambah konsumen mulai terealisasikan dengan adanya

program yang serupa dengan franchi sesaat ini sedang berada dalam tahap

pematangan konsep dan riset.

Kelebihan Rating Scale adalah mudah penggunaannya, dapat mengetahui

intensitas dan gambaran keadaan suatu perilaku/kejadian, dan dapat digunakan

untuk mengkonfirmasikan antara realitas dengan persepsi subjektif rater.

Kekurangan Menggunakan Rating Scale, observer dapat melakukan kesalahan

dalam membuat kesimpulan, antara lain: Error of leniency: terlalu longgar, Error

of central tendency: cenderung ke pusat skala, Hallo effect: terkesan hal umum,

Error of logic: cenderung sama karena dianggap berhubungan, Error of contast:

memiliki dua arah, Ketidakjelasan dalam penggunaan istilah, Social desirability

effect: secara sosial lebih diterima, Skala rating tidak memberi informasi sebab

terjadinya perilaku, The generosity effect: terjadi ketika ragu-ragu, Carry over

effect: tidak memisahkan gejala.

4.3.2. Kompetensi Kerja Karyawan

Pada awal sistem penilaian akan dimulai membutuhkan keterlibatan atasan

dan karyawan PT. Mega Finance sebagai pihak yang akan menggunakan sistem

tersebut. Pada waktu ini antara lain akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan
15

kompetensi kerja karyawan, penetapan tanggung jawab kerja, target atau tujuan

yang harus tercapai, serta rencana pengembangan karyawan. Kompetensi kerja

pada dasarnya terbagi menjadi dua yaitu kompetensi inti dan kompetensi job

family, kompetensi inti merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh seluruh

karyawan, sedangkan kompetensi job family akan sangat bergantung pada kinerja

karyawan masing-masing bagian sehingga dapat berbeda antar satu bagian dengan

bagian yang lain. Pada lembar penilaian kinerja yang telah ada, penilaian

karyawan tidak dibedakan pada masing-masing bagian, dengan kata lain seluruh

karyawan dinilai berdasarkan aspek yang sama apapun bagiannya. (Dharma,

Surya. 2015).

Aspek-aspek tersebut dapat dijadikan sebagai kompetensi inti, namun di

sisi lain kompetensi job family terabaikan sehingga ketika karyawan mendapatkan

pengembangan karir atau kenaikan jabatan, mereka terkadang merasa kurang

yakin dengan kemampuannya sendiri dan merasa tidak nyaman ketika harus

menghadapi karyawan senior yang menjadi bawahannya. Hal ini setidaknya dapat

diatasi dengan adanya kompetensi job family dan indikator perilaku yang lebih

rinci sesuai dengan perilaku kerja masing-masing bagian, sehingga proses

penilaian diharapkan akan lebih transparan dan adil jika berkaitan dengan

kemampuan karyawan(Mangkunegara,. 2016)

Tanggung jawab kerja karyawan berbeda-beda sesuai dengan bagian

masing-masing. Pada aspek ini, akan sangat berkaitan dengan kompetensi kerja

dan pembagian kinerja karyawan pada masing-masing bagian. Adanya deskripsi


16

kerja yang tercantum pada lembar penilaian kinerja akan sangat membantu dalam

menetapkan tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh karyawan tersebut, namun

deskripsi kerja belum terdapat pada masing-masing bagian karena sistem

penilaian yang masih digunakan secara umum sehingga tanggung jawab kerja

karyawan disampaikan secara lisan. Target dan tujuan merupakan bagian yang

sebaiknya terdapat dalam sistem penilaian kinerja. Namun yang harus

diperhatikan dalam penetapan target dan tujuan untuk karyawan adalah target dan

tujuan tersebut merupakan hal yang spesifik, dapat diukur, tidak sulit dicapai,

fokus pada hasil, dan berada pada waktu atau suasana yang tepat.

Hal ini telah diberlakukan oleh PT. Mega Finance yaitu penetapan target

omset yang diharapkan dapat dipenuhi, baik target secara bulanan, tahunan, atau

pada saat-saat tertentu seperti musim liburan, awal masuk sekolah atau menjelang

hari raya. Jika target omset tercapai, maka karyawan akan menerima kompensasi

yang juga telah ditetapkan perusahaan. Prestasi kerja karyawan setidaknya juga

tercantum dalam sistem penilaian kinerja, meskipun hal ini akan terlihat setelah

masa kerja karyawan yang lama, namun pada bagian inilah akan dapat terlihat

hubungan yang terjadi antara kinerja karyawan dengan visi dan misi perusahaan.

Perusahaan sendiri belum dapat menetapkan prestasi kerja karyawan secara

spesifik untuk jangka waktu kerja tertentu. Penilaian dimulai ketika perencanaan

penilaian telah terlengkapi dengan baik. Penerapan penilaian yang terjadwal

dengan teratur baik secara perbulan, tahunan ataupun pertengahan tahun. Salah

satu kebijakan yang diterapkan perusahaan adalah adanya briefing mingguan

setiap hari senin pagi, dan biasanya forum tersebut digunakan sebagai sarana
17

pemberitahuan mengenai kebijakan, peraturan, ataupun himbauan yang harus

diketahui oleh seluruh karyawan. Selain briefing mingguan untuk seluruh

karyawan, biasanya supervisor ataupun koordinator bagian juga memiliki jadwal

untuk briefing pada masing-masing bagian, namun belum terjadwal dengan pasti

dan lebih bersifat kondisional.

4.3.3. Pelaksanaan Penilaian Kinerja

Rating Scale adalah alat pengumpul data yang digunakan dalam observasi

untuk menjelaskan, menggolongkan, menilai individu atau situasi Rating Scale

adalah alat pengumpul data yang berupa suatu daftar yang berisi ciri-ciri tingkah

laku/sifat yang harus dicatat secara bertingkat. Rating Scale merupakan sebuah

daftar yang menyajikan sejumlah sifat atau sikap sebagai butir-butir atau item.

Rating Scale adalah salah satu alat untuk memperoleh data yang berupa suatu

daftar yang berisi tentang sifat/ciri-ciri tingkah laku yang ingin diselidiki yang

harus dicatat secara bertingkat.

Selama ini pelaksanaan penilaian lebih banyak menitik beratkan pada

kedisiplinan kerja, hal ini dapat disebabkan karena perusahaan sedang berada

pada fase berkembang, sehingga lebih menitik beratkan pada perluasan pasar dan

penambahan konsumen dan mengabaikan jadwal untuk penerapan sistem

penilaian kinerja bagi karyawan PT. Mega Finance yang sudah bersetatus

karyawan tetap. Supervisor ataupun koordinator, manajer setidaknya memiliki

tugas untuk meninjau kembali pelaksanaan kinerja dengan menciptakan kondisi

kerja yang dapat memotivasi karyawan dan memeriksa serta memperbaiki jika

terjadi kesalahan.
18

Pada dasarnya melibatkan evaluasi bagaimana kinerja yang telah

diperlihatkan oleh karyawan dalam pengisian lembar penilaian, sehingga atasan

hanya akan meninjau kompetensi, tanggung jawab kerja, target dan tujuan yang

sebelumnya telah disepakati dalam perencanaan kinerja. Jika dalam lembar

penilaian kinerja telah tersusun dengan lengkap, maka saat ini merupakan yang

sangat tepat untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, ataupun potensi yang

dimiliki oleh karyawan. Hal-hal inilah yang dapat digunakan sebagai acuan bagi

manajerial untuk memberikan promosi atau kenaikan jabatan bagi karyawan yang

layak sehingga proses tersebut menjadi lebih transparan dan adil, sedangkan

karyawan yang diangkat tersebut juga merasa percaya diri akan kemampuannya.

Pihak manajerial sebenarnya telah memiliki perencanaaan karir bagi karyawan

yang berprestasi namun belum dapat diimbangi dengan pelatihan-pelatihan yang

dapat menunjang pengembangan karyawan tersebut.

Hal ini dikarenakan sistem penilaian kinerja yang ada belum dapat

memetakan kemampuan dan potensi yang dimiliki karyawan, yang dapat

memudahkan supervisor dalam mengembangkan kemampuan dan potensi tersebut

di masa yang akan datang. Dalam pelaksanaan penilaian kinerja yang efektif,

yang melibatkan atasan dan bawahan untuk mendiskusikan penilaian kinerja yang

telah ditetapkan sebelumnya. Diakhiri dengan mendiskusikan kembali

kompetensi, tanggung jawab kerja, target dan tujuan, serta prestasi kerja yang

harus dicapai oleh karyawan pada masa kerja yang akan datang. Dapat digunakan

sebagai sarana untuk mendiskusikan promosi bagi karyawan yang memiliki nilai

kinerja yang lebih baik dibandingkan rekan sesama karyawan lain, atau
19

mendiskusikan posisi yang tepat bagi karyawan yang memiliki nilai kinerja

kurang memuaskan manajerial. Hanya berlaku bagi karyawan kontrak saja, karena

akan mempengaruhi kelangsungan kontrak mereka di masa yang akan datang

secara periodik. Hal ini seharusnya juga berlaku bagi karyawan tetap, sehingga

mereka akan termotivasi untuk memiliki pandangan mengenai karir bersama

perusahaan dan memberikan prestasi terbaiknya.

Berdasarkan hasil analisis di atas dan hasil diskusi bersama atasan-atasan

yang ada pada PT. Mega Finance, maka hal utama yang akan dilakukan dalam

penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan penilaian kinerja yaitu sesuai

dengan salah satu hambatan yang dikemukakan oleh supervisor yaitu penilaian

yang telah ada masih dibuat secara umum dan belum dapat menilai perilaku kerja

pada masing-masing bagian. Peneliti tidak mengubah seluruh faktor-faktor

penilaian yang telah ada pada sistem penilaian kinerja yang lama, namun lebih

pada mengembangkan, menambahkan dan mengelompokkan faktor-faktor

perilaku kinerja.

Penetapan pengembangan lebih memprioritaskan pada fase perencanan,

karena merupakan langkah awal dalam pelaksanaan penilaian kinerja dan akan

berpengaruh pada proses kerja. Pada proses ini, pengembangan akan memusatkan

pada lembar penilaian kinerja yang terdiri dari lima hal penting sesuai dengan

panduan fase perencanaan dalam penilaian kinerja karyawan. Bagian ini akan

terus mengulangi langkah validasi, diskusi dan rencana pelaksanaan, serta

pengumpulan data setelah pelaksanaan, yang kemudian akan kembali pada

langkah validasi lagi dan seterusnya hingga keseluruhan hasil pengembangan


20

yang telah dilakukan disetujui. Akhir dari bagian ini merupakan implementasi

awal dari penilaian kinerja yaitu pelaksanaan.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti di PT.

Mega Finance Sidoarjo bahwa penilaian kinerja karyawan sudah sesuai dan

mengikuti SOP. Untuk kinerja menentukan karyawan pada PT. Mega Finance

Sidoarjo dibutuhkan sekumpulan indikator yang dapat menjadi acuan sebuah

perusahaan dalam menetapkan ukuran kinerja kunci demi tercapainya tujuan

perusahaan. Kumpulan indikator kerja tersebut dikenal sebagai Key Performance

Indiator atau KPI. Untuk mendapatkan SDM yang sesuai dengan kriteria dan

indikator kerja yang ditetapkan oleh perusahaan tersebut diperlukan sebuah SOP

atau Standard Operating Procedures. SOP yang digunakan di setiap oraganisasi

atau perusahaan tentu berbeda-beda, tergantung kepada kebijakan yang berlaku di

masing-masing organisasi atau perusahaan tersebut. Selain itu SOP yang berlaku

di setiap bidang di sebuah perusahaan pun biasanya akan berbeda satu dengan

yang lainnya. SOP yang diterapkan di berbagai macam bidang atau departemen di

dalam sebuah perusahan akan memberikan banyak keuntungan untuk perusahaan

tersebut. Peraturan yang berlaku di dalam sebuah perusahaan menjadi lebih jelas

karena perusahaan mempunyai pedoman operasional yang bersifat baku. SOP

yang disusun dan dirancang dengan perencanaan yang baik akan menjadi acuan

bagi para penanggung jawab kegiatan pekerjaan, karena SOP bisa dijadikan

sebagai alat melakukan pengawasan pada setiap pekerjaan sehingga pekerjaan

tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan awal. Semua karyawan yang ada
21

di PT. Mega Finance. dapat melaksanakan setiap tugas yang menjadi tanggung

jawabnya sehingga kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan dengan lancar.

Untuk Membantu Karyawan dan Perusahaan PT. Mega Finance. Sidoarjo,

SOP dapat dijadikan sebagai pedoman dalam bekerja. Sesuai dengan tata kerja,

prosedur, dan sistem kerja di perusahaan. Selain itu, SOP juga dijadikan sebagai

sebuah acuan bekerja sesuai dengan alat penilaian kinerja karyawan. Di dalam

setiap perusahaan, SOP memiliki peran yang sangat penting. SOP dapat dijadikan

sebuah pedoman untuk mengantisipasi berbagai situasi ketika perusahaan sedang

dijalankan. Sebuah bisnis yang sedang berkembang akan mencapai konsistensi

jika dapat mematuhi SOP yang telah ditetapkan. Tanpa SOP sebuah perusahaan

seakan-akan tidak memiliki pedoman yang jelas dan pedoman baku. Sehingga

efektivitas pekerjaan dapat menurun. Adanya SOP perusahaan sangat penting

untuk mencapai keuntungan secara maksimal, dengan pekerjaan yang lebih

efektif.
BAB V

PENUTUP

5.1. Simpulan

Berdasarkan penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa

analisis pelaksanaan penilaian kinerja karyawan pada PT. Mega Finance

cabang Sidoarjo yaitu sudah dilakukan dengan baik. Adapun rencana kedepan

perusahaan dalam menganalisis pelasksanaan penilaian kinerja karyawannya

yaitu lebih mempersiapkan karyawankaryawan yang berkualitas baik dan juga

berkompeten. Dampak pelaksanaan penilaian kinerja karyawan pada PT.

Mega Finance cabang Sidoarjo ada positif dan negatif. Dampak positifnya

adalah munculnya motivasi kerja karyawan yang lebih baik, ada timbal balik

juga terhadap kinerja karyawan yang baik seperti reward, kenaikan jabatan.

Sedangkan dampak negatifnya adalah ditegur oleh atasan, tidak mendapatkan

reward serta bisa saja di berhentikan.

5. 2. Saran

Hal ini dimaksudkan sebagai kritik konstruktif yang dilihat di

lapangan. Adapun saran-saran yang dapat yang dapat penulis berikan antara

lain:

PT. Mega Finance harus terus meningkatkan efektibilitas pelaksanaan

penilaian kinerja karyawan melalui penentuan standar seperti adanya kejelasan

penentuan standar kerja yang ditetapkan perusahaan dan standar kerja yang

dibuat dapat dicapai oleh perusahaan. Pengukuran kinerja karyawan yang jelas

22
23

seperti metode penilaian dapat dipahami dan adanya keterbukaan dalam

penilaian. Dan pemberian umpan balik yang jelas seperti penyampaian hasil

penilaian mudah dipahami dan kejelasan penyampaian kelemahan yang dapat

dipahami. Dengan penerapan penilaian kinerja karyawan yang efektif dan

tepat sebagai alat untuk mengevaluasi dan mengetahui kelemahan karyawan

diharapkan karyawan dapat meningkatkan prestasi kerjanya dimasa yang akan

datang.
DAFTAR PUSTAKA

Akbar, Muhammad Ridwan. “Analisis System Penilaian Kinerja Karyawan


DAPENBI (Dana Pensiun Bank Indonesia)”. (Skripsi Universitas
Indonesia, 2016).

Ardana. Perilaku Keorganisasian. Yogyakarta: Graha Ilmu. 2014.

Arep, Ishak dan Hendri Tanjung. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta:
Universitas Trisakti. 2014.

Arwi, Dayanto. Manajemen Sumberdaya Manusia Dan Perguruan Tinggi.


Bandung: Alfabeta. 2013.

Daryanto dan Bintaro. Manajemen Penilaian Kinerja Karyawan. Yogyakarta:


IKAPI DIY. 2017.

Dharma, Surya. Manajemen Kinerja. Jakarta: Pustaka Pelajar. 2005.

Fathoni, Abdurrahman. Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia.


Jakarta: Rineka Cipta. 2015.

Hasibuan, Malayu S.P. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi


Aksara, 2014.

Lestari, Wahyu. “Analisis Penilaian Kinerja Pegawai Pada Balai Teknik


Penyehatan Lingkungan Pemukiman Surabaya”. (Jurnal Pekbis Vol.
9. 2017).

Mangkunegara, Anwar Prabu. Perencanaan dan Pengembangan Manajemen


Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Refika Aditama. 2006.

Manullang. Manajemen Sumber daya Manusia. Jakarta: PT. Toko Gunung


Agung. 2005.

24
25

Martoyo. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE. 2015.

Maulana, Rifqi. “Penilaian Kinerja Karyawan Di IFUN Jaya Textile Dengan


Metode Fozzy Simpple Additive Weighted”. (Jurnal Alamiah Ictech
Vol. 10 Oktober, 2012).

Moeheriono. Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi. Bogor: Ghalia


Indonesia. 2009.

Nawawi, Hadari. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: UGM Press.


2014.

Notoadmodjo, Soekidjo. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka


Cipta. 2009.

Rani, Hangga Indria dan Mega Maya Sari. “Pengaruh Penilaian Kinerja
Karyawan Dengan Motivasi Sebagai Variabel Moderasi”. (Jurnal
Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis, Vol. 3, 2015).

Rivai, Veithzal. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan. Jakarta:


PT. Raja Grafindo Persada. 2008.

Saydam, Gouzali. Manajemen Sumber Daya Manusia: Suatu Pendekatan Mikro.


Jakarta: Jambaran. 2005.

Sedarmayanti. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Bandung:


Mandar Maju. 2016.

Setiobudi, Eko. “Analisis Penilaian Kinerja Karyawan Studi Pada PT. Tridarma
Kencana”. (Jurnal Of Appplid Businnes And Economic, Vol. 3,
Maret 2017).

Simanjuntak, Payaman J. Manjemen dan Evaluasi Kinerja. Jakarta: Lembaga


Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 2015.
26

Sjafri, Mangkuprawira. Manajemen Sumber Daya Manusia Stratejik. Jakarta:


PT. Gramedia Utama. 2007.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung:


Alfabeta. 2013.

Widowu, Ayumikun. “Efektiviness Of Performance Apprasial System And Its


Efect On Employee Motivation”. (Jurnal Internasional. 2018).

Winardi, J. Motivasi Dan Pemotivasian Dalam Manajemen. Jakarta: Raja


Grafindo Persada. 2001.
Lampiran 1 : Transkrip Wawancara

PT. MEGA FINANCE

CATATAN LAPANGAN DAN VERBATIM


Nama Intervewe Riadi Agus Purwanto Nama Interviewer Anjani Karisma Muji
(SDJ200485)
Usia 28 Tahun Kode AKM
Kode RAP Waktu Wawancara 10 Desember 2021
Hari Tanggal Wawancara 10 Desember 2021 Tempat Wawacara Kantor Mega Finance Sidoarjo

CATATAN LAPANGAN

Deskripsi Konteks Interviewer menghubungi secara formal permintaan untuk penggalian data terkait studi sarjana. Namun
karena tanggapan yang begitu lama dan akhirnya tidak ada jawaban, maka interviewer berusaha mencari
informan yang tepat di PT. Mega Finance, interviewer mencari interviewe untuk melakukan wawancara
dikantor Mega Finance.
Deskripsi Wawancara dilakukan secara langsung atau bertatap muka agar bisa mengetahui gesture dari interviewee.
Interview berjalan kurang lebih sepuluh menit. Saat interviewee sedang tidak dalam kondisi sibuk
sehingga berkenan untuk diwawancarai secara langsung. Sebelum wawancara dimulai, Interviewer
menjelaskan maksud dan tujuan dari wawancara yang dilakukan dilakukan. Interviewee menyatakan
setuju.
Deskripsi Perilaku Selama wawancara interviewee memperhatikan dengan seksama dan bersemangat atas pertanyaan yang
Subjek diberikan dan sesekali melakukan klarifikasi. Wawancara juga dilakukan dengan cepat. Wawancara secra
langsung dilakukan di waktu waktu sela interviewee saat di kantor Mega Finance.
Tanggal: 10 Desember 2021, Wawancara
Kode Bari Verbatim Analisa Awal Open Coding
s
AKM1 maaf sebelumnya, apakah bapak sudah lama menjadi nasabah
disini ?

RAP1 Hmm..lumayan sih 18 bulan


AKM2 saya disini sebagai mahasiswa dari Umsida yang ingin
mengajukan beberapa pertanyaan untuk kelengkapan data dari
penelitian yang saya lakukan. Apakah bapak berkenan untuk
saya wawancarai ?
RAP2 iya saya akan mencoba menjawab hehe.

AKM3 Untuk Pelayanan dikantor Mega Finance itu bagaimana menurut


bapak ?
RAP3 Menurut saya, sejauh ini baik dan sopan untuk pelayanannya Pelayanan Surveyor PT. Proses pelayanan
mba Mega Finance baik kredit
AKM4 Untuk proses pengajuan kreditnyakan bapak dibantu surveyor
ya pak ?
RAP4 Benar mbak
AKM5 Apa surveyor berperilaku baik dan sopan dalam membantu Perjanjian kredit Sesuai SOP
bapak untuk pengajuan kredit, dan apa sebelum dilakukan proses dijelaskan oleh
penajuan kredit bapak di jelaskan untuk persyaratan pengajuan surveyor
kredit pak ?
RAP5 Sejauh ini baik dan sopan mba, iya mba saya disuruh untuk foto Sopan Sesuai SOP
copy berkas-berkas saya.
AKM7 Berkas-berkas apa aj pak ?, dan menurut bapak apa surveyor
sudah menjelaskan secara rinci tentang perjanjian kredit di PT.
Mega Finance seperti berapa besar anguran yang akan bapak
bayar dibulan depan dll.
RAP 7 Ya, seperti foto copy KTP,KK,REK LISTRIK DLL mba. Menjelasakan Sesuai SOP
Sudah dijelaskan secara rinci mba, seperti angsuran saya dan kelengkapan untuk
tanggal jatuh tempo untuk pembayaran saya agar tidak. pengajuan kredit
AKM1 Oh baik pak, apa ada yang bapak tidak suka dalam pelayanan
surveyor di PT. Mega Finance ini pak ?
RAP1 Tidak ada mba. Pelayanan nya udah baik mba
AKM3 Untuk pengajuan kredit di Pt. Mega Finance menurut bapak
mudah pak ?
RAP3 Cukup mudah mbak.
AKM Baik pak, sepertinya sudah cukup pak yang saya tanyakan. Ada
kurang lebihnya mohon maaf dan trimakasih atas waktunya pa
RAP Iya mba, sama – sama

Lampiran 2 : Transkrip Wawancara


CATATAN LAPANGAN DAN VERBATIM
Nama Intervewee Susilowati Nama Interviewer Anjani Karism muji
(SDJ2000563)
Usia 30 Tahun Kode AKM
Kode S Waktu Wawancara 10 Desember 2021
Hari Tanggal Wawancara 10 Desember 2021 Tempat Wawacara Kantor Mega Finance Sidoarjo

Tanggal: 10 Desember 2021


Kode Bari Verbatim Analisa Awal Open Coding
s
AKM1 Sejauh ini, pernakah terdapat kendala dalam pengajuan kredit
Bu ?, dan untuk pelayanan surveyor PT. Mega Finance
bagaimana Bu ?

S1 Sejauh ini aman-aman sajasih, dan pelayanannya sopana Pengukuran


kemudahan nasabah
atas kinerja surveyor
AKM3 Prosesnya bisa dijelaskan Bu?

S3 Kurang lebih kita mengisi form, menyerahkan fotokopi KTP, Kelengkapan Sesuai SOP
KK dan Slip gaji persyaratan pengajuan
kredit
AKM Baik Bu, sepertinya sudah cukup Bu yang saya tanyakan. Ada
kurang lebihnya mohon maaf dan trimakasih atas waktunya Bu
S Iya mba, sama – sama
Lampiran 3 : Transkrip Wawancara
CATATAN LAPANGAN DAN VERBATIM
Nama Intervewee Achmad Junaidi (SDJ200461) Nama Interviewer Anjani Karism muji
Usia 35 Tahun Kode AKM
Kode AJ Waktu Wawancara 10 Desember 2021
Hari Tanggal Wawancara 10 Desember 2021 Tempat Wawacara Kantor Mega Finance Sidoarjo

Tanggal: 10 Desember 2021


Kode Bari Verbatim Analisa Awal Open Coding
s
AKM1 Pak Bagaimana kerapihan dan kebersihan pegawai disini?, dan
apakan ada keluhan atau kendala saat pengajuan kredit terkait
dengan surveyor pak ?

AJ1 Surveyor disini rapi, wangi dan sangat sopan, sejauh inni tidak Pengukuran kemudahan Sesuai SOP
ada mba nasabah atas kinerja
surveyor
AKM3 Bagaimana ketepatan dalam penyelesaian pelayanan, dan apakah Perjanjian kredit di
saat selesaia pengajuan kredit baak di jelaskan oleh surveyor PT. jelaskan oleh surveyor
Mega Finance tentang perjanjian kredit pa ?
AJ3 Mereka cekatan dalam bekerja, teliti, ulet namun tetap beretika. Sesuai SOP
Di jelaskan mba perjanjian kreditnya sama surveyornya
AKM Baik pak, sepertinya sudah cukup pak yang saya tanyakan. Ada
kurang lebihnya mohon maaf dan trimakasih atas waktunya pa
AJ Iya mba, sama – sama
Lampiran 4 : Transkrip Wawancara
CATATAN LAPANGAN DAN VERBATIM
Nama Intervewee Nur Fadilah (SDJ200589) Nama Interviewer Anjani Karism muji
Usia 30 Tahun Kode AKM
Kode NF Waktu Wawancara 10 Desember 2021
Hari Tanggal Wawancara 10 Desember 2021 Tempat Wawacara Kantor Mega Finance Sidoarjo

Tanggal: 10 Desember 2021


Kode Bari Verbatim Analisa Awal Open Coding
s
AKM1 1 Apakah pelayanan jasa dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang Pengukuran kejujuran
telah ditetapkan? Apakah ada biaya tambahan/syarat lain selain surveyor.
yang telah ditentukan?

NF1 Sesuai dan apabila ada tambah mereka meminta persetujuan Sesuai SOP
AKM3 Apakah prosedur pelayanan jasa cukup mudah dan jelas serta tidak Pengukuran kemudahan
berbelitbelit? nasabah atas kinerja
surveyor
NF3 Benar, disini penjelasan begitu detail

AKM Apakah petugas selalu berusaha untuk melakukan pekerjaannya


dengan baik dan hati-hati untuk menghindari adanya kesalahan?

NF Benar mba, disini pelayanan penuh kehati-hatian


AKM Baik pak, sepertinya sudah cukup pak yang saya tanyakan. Ada
kurang lebihnya mohon maaf dan trimakasih atas waktunya bu
NF Oke mba, sama- sama
Lampiran 5 : Transkrip Wawancara
CATATAN LAPANGAN DAN VERBATIM
Nama Intervewee Andre Yulius (SDJ200404) Nama Interviewer Anjani Karism muji
Usia 25 Tahun Kode AKM
Kode AY Waktu Wawancara 10 Desember 2021
Hari Tanggal Wawancara 10 Desember 2021 Tempat Wawacara Kantor Mega Finance Sidoarjo

Tanggal: 10 Desember 2021


Kode Bari Verbatim Analisa Awal Open Coding
s
AKM1 1 Apakah ada petugas yang berperan sebagai pemandu di area Keloyalitasan surveyor
pelayanan yang siap dan sigap membantu pengguna layanan jasa
yang mengalami kesulitan

AY1 Ada, disini para surveyor selalu siap siaga membantu Sesuai Sop
AKM3 Apakah surveyor menjelaskan dan membantu jika bapak mengalami
kesulitan/bingung dengan proses pengajuan kredit di PT. Mega
Finance?
AY3 Iya, mereka ramah dan tidak judes

AKM Apakah petugas menanggapi dengan cepat setiap pertanyaan bapak?


Dan apakah ada keluhan ke surveyor PT. Mega Finance ini pak ?

AY Tentu, mereka sigap dan tanggap untuk membantu para


pelanggan,
AKM Baik pak, sepertinya sudah cukup pak yang saya tanyakan. Ada
kurang lebihnya mohon maaf dan trimakasih atas waktunya pak
AY Sama – sama mba
Lampiran 6 : Transkrip Wawancara
CATATAN LAPANGAN DAN VERBATIM
Nama Intervewee Dyah Mardiani (SDJ201202 Nama Interviewer Anjani Karism muji
Usia 29 Tahun Kode AKM
Kode DM Waktu Wawancara 10 Desember 2021
Hari Tanggal Wawancara 10 Desember 2021 Tempat Wawacara Kantor Mega Finance Sidoarjo

Tanggal: 10 Desember 2021


Kode Bari Verbatim Analisa Awal Open Coding
s
AKM1 1 Apakah ada keluhan ibu terhadap surveyor kami ?

DM1 Ada mbak, mungkin dari segi komunikasi lebih di tingkatkan ya Tidak di jelaskan Tidak sesuai SOP
mba, saya tidak diberi tahu tanggal jatuh tempo saya mba jadi perjanjian kredit
saya harus ke kantor untuk menanyakan no kontrak saya mba
AKM3 Baik bu, akan saya samaikan terkait keluhan ibu terhadap surveyor PT.
Mega Finance
DM3 Iya mba, makasih
AKM Apakah ada lagi bu keluhan ibu terhadap surveyor kami

DM Udah mba, Cuma itu aj sih mba


AKM Baik bu, sepertinya sudah cukup bu yang saya tanyakan. Ada
kurang lebihnya mohon maaf dan trimakasih atas waktunya bu
DM Iya, mba
Lampiran 7 : Transkrip Wawancara
CATATAN LAPANGAN DAN VERBATIM
Nama Intervewee Anang Suwanting Nama Interviewer Anjani Karism muji
(SDJ2000230)
Usia 45 Tahun Kode AKM
Kode AS Waktu Wawancara 10 Desember 2021
Hari Tanggal Wawancara 10 Desember 2021 Tempat Wawacara Kantor Mega Finance Sidoarjo

Tanggal: 10 Desember 2021


Kode Bari Verbatim Analisa Awal Open Coding
s
AKM1 1 Apakah ada keluhan ibu terhadap surveyor kami ?

AS Ada mbak, dari kedisiplinan ya mba tolong di perbaiki lagi Tidak disiplin Tidak sesuai SOP
,janjinya survey jam 8 malam eh datangnya jam 10 malam,
padahal udah jam istiraahat buat saya mbak tapi gimana lagi
saya juga butuh agar cepat di acc .
AKM3 Baik pak, kami akan memperbaiki, apakah surveyor menjelaskan
tentang perjanjian kredit pak?
AS3 Iya mba makasih, kalo perjanjian kredit dijelaskan mas tentang Menjelaskan Perjanjian Sesuai SOP
jatuh tempo dan berapa besar anguran saya di jelaskan semua Kredit
AKM Oh, baik pak sepertinya sudah cukup pak yang saya tanyakan.
Ada kurang lebihnya mohon maaf dan trimakasih atas waktunya
pak
AS Ya mba, sama – sama

Lampiran 8 : Transkrip Wawancara


CATATAN LAPANGAN DAN VERBATIM
Nama Intervewee Sri Utami Nama Interviewer Anjani Karism muji
Usia 37 Tahun Kode AKM
Kode SU Waktu Wawancara 10 Desember 2021
Hari Tanggal Wawancara 15 Desember 2021 Tempat Wawacara Kantor Mega Finance Sidoarjo

Tanggal: 15 Desember 2021


Kode Bari Verbatim Analisa Awal Open Coding
s
AKM1 1 Sejauh ini, pernakah terdapat kendala dalam pengajuan kredit Pengukuran kemudahan
bu? nasabah atas kinerja
surveyor
SU1 Tidak ada mba, lacar jaya
AKM3 Untuk kelengkapan pengajuan kredit apakah sudah dijelaskan Kelengkapan data untuk
oleh surveyor PT. Mega Finance dan apa saja yang dijelaskan pengajuan kredit pada
untuk data”nya bu? PT. Mega Finance
SU3 Kurang lebih kita mengisi form, menyerahkan fotokopi KTP, Sesuai SOP
KK dan Slip gaji, sama rekening listrik mba
AKM Apakah surveyor kami menjelaskan tentang perjanjian kredit Perjanjian kredit
bu ? seperti tanggal jatuh tempo pembayaran, berapa biaya yang
akan ibu angsur perbulanya ?
SU Tidak mba, saya Cuma di kasi tau angsuran saya aja, untuk Tidak di jelaskan terkait Tidak sesuai SOP
tanggal jatuh temponya saya tidak di jelaskan dan denda nya perjanjian kredit
kalo telat juga tidak dijelaskan mba
AKM Oh, baik bu tapi untuk sekarang sudah tau ya untuk dendanya
perhari jika telat berapa dan tanggal jatuh temponya apakah
sudah tau bu
SUP Sudah mba
AKM Baik bu, sepertinya sudah cukup bu yang saya tanyakan. Ada
kurang lebihnya mohon maaf dan trimakasih atas waktunya bu
SU Iya mba, sama – sama
Lampiran 9 : Transkrip Wawancara

CATATAN LAPANGAN DAN VERBATIM


Nama Intervewee Usman Nama Interviewer Anjani Karism muji
Usia 40 Tahun Kode AKM
Kode U Waktu Wawancara 10 Desember 2021
Hari Tanggal Wawancara 10 Desember 2021 Tempat Wawacara Kantor Mega Finance Sidoarjo

Tanggal: 10 Desember 2021


Kode Bari Verbatim Analisa Awal Open Coding
s
AKM1 1 Pak Bagaimana Kesopanan dan keramahan surveyor di PT. Mega Pengukuran kemudahan
Finance ini pak? nasabah atas kinerja
surveyor
U1 Surveyor disinni sangat sopan dan ramah
AKM3 Bagaimana ketepatan dalam penyelesaian pelayanan, dan apakan Ketepatan waktu,
saat selesai menandatangani perjanjian kredit bapak di jelaskan perjanjian kredit
tentang perjanjian kredit di PT. Mega Finance ini pak?, dan apa aj
yang di jelaskan oleh surveyor kami pak ?
U3 Mereka cekatan dalam bekerja, teliti. Sesuai SOP
Iya mba di jelaskan mba, perjanjian kredit nya seperti tanggal
jatuh tempo, anguran perbulan saya dan denda kalo saya telat
bayar mba
AKM Baik pak, sepertinya sudah cukup pak yang saya tanyakan. Ada
kurang lebihnya mohon maaf dan trimakasih atas waktunya pa
UP Iya mba, sama – sama
Lampiran 10 : Transkrip Wawancara

CATATAN LAPANGAN DAN VERBATIM


Nama Intervewee Sri Hartatik Nama Interviewer Anjani Karism muji
Usia 35 Tahun Kode AKM
Kode SH Waktu Wawancara 10 Desember 2021
Hari Tanggal Wawancara 10 Desember 2021 Tempat Wawacara Kantor Mega Finance Sidoarjo

Tanggal: 15 Desember 2021


Kode Bari Verbatim Analisa Awal Open Coding
s
AKM1 1 Untuk Pelayanan dikantor Mega Finance itu bagaimana
menurut ibu ?

SH1 Menurut saya, sejauh ini baik dan sopan untuk pelayanannya Pelayanan Surveyor PT. Proses pelayanan
mba Mega Finance baik kredit
AKM3 Untuk proses pengajuan kreditnyakan bapak dibantu surveyor ya
bu ?
SH Benar mbak

AKM Apa surveyor berperilaku baik dan sopan dalam membantu Perjanjian kredit Sesuai SOP
bapak untuk pengajuan kredit, dan apa sebelum dilakukan proses dijelaskan oleh
penajuan kredit ibu di jelaskan untuk persyaratan pengajuan surveyor
kredit bu?
SH Sejauh ini baik dan sopan mba, iya mba saya disuruh untuk foto Sopan Sesuai SOP
copy berkas-berkas saya.
AKM Berkas-berkas apa aj bu ?, dan menurut ibu apa surveyor sudah
menjelaskan secara rinci tentang perjanjian kredit di PT. Mega
Finance seperti berapa besar anguran yang akan ibu bayar
dibulan depan dll.
SH Ya, seperti foto copy KTP,KK,REK LISTRIK DLL mba. Menjelasakan Sesuai SOP
Sudah dijelaskan secara rinci mba, seperti angsuran saya dan kelengkapan untuk
tanggal jatuh tempo untuk pembayaran saya agar tidak. pengajuan kredit
AKM Oh baik bu, apa ada yang ibu tidak suka dalam pelayanan
surveyor di PT. Mega Finance ini pak ?
SH Tidak ada mba. Pelayanan nya udah baik mba
AKM Baik bu, sepertinya sudah cukup bu yang saya tanyakan. Ada
kurang lebihnya mohon maaf dan trimakasih atas waktunya bu
SH Iya mba, sama - sama
Lampiran 11 : Transkrip Wawancara

CATATAN LAPANGAN DAN VERBATIM


Nama Intervewee Agus Pamungkas Nama Interviewer Anjani Karism muji
Usia 35 Tahun Kode AKM
Kode AP Waktu Wawancara 10 Desember 2021
Hari Tanggal Wawancara 10 Desember 2021 Tempat Wawacara Kantor Mega Finance Sidoarjo

Tanggal: 15 Desember 2021


Kode Bari Verbatim Analisa Awal Open Coding
s
AKM1 1 Hal aapa saja yang dijadikan patokan karyawan disini?

AP1 Menurut saya, pihak atasan harus mengetahui betul bagaimana Kendala kendala Proses pelayanan
teknik pengerjaan, harus mngetahui betul bagaimana kendala- Surveyor PT. Mega kredit
kendala yang dihadapi Finance baik
AKM3 Apakah atasan juga turun kelapangan langsung ?

AP2 Benar mbak, tujuannya agar menciptakan hubungan baik antar


manajer dengan karyawan,
AKM Apakah hanya itu saja pak? Dan bisakah hal itu diwakilkan Tuggas atasan terhadap Sesuai SOP
surveyor
AP Tidak mba, para atasan harus memastikan apa yang dikerjakan
surveyor benar
AKM Lalu tujian turun kelapangan apa saja ya pak?
AP harus bisa memahami bagaimana tingkat kesulitan dari setiap Menjelasakan tingkat Sesuai SOP
proses, harus bisa menemukan teknik agar produktivitas bisa kesulitan yang dihadapi
berjalan dengan baik
AKM Oh baik , hal apa yang dilakukan jikkalau tidak sesuai bdengan
SOP?
AP Pihak atasan akan memberi teguran, jika tidak digubris maka
turunlah SP 1
AKM Baik bu, sepertinya sudah cukup bu yang saya tanyakan. Ada
kurang lebihnya mohon maaf dan trimakasih atas waktunya bu
AP Iya mba, sama - sama
Lampiran 12 : Transkrip Wawancara

CATATAN LAPANGAN DAN VERBATIM


Nama Intervewee Ratna Ambar Nama Interviewer Anjani Karism muji
Usia 33 Tahun Kode AKM
Kode AP Waktu Wawancara 10 Desember 2021
Hari Tanggal Wawancara 10 Desember 2021 Tempat Wawacara Kantor Mega Finance Sidoarjo

Tanggal: 15 Desember 2021


Kode Bari Verbatim Analisa Awal Open Coding
s
AKM1 1 Ada berapa indicator yang digunakan disini ya bu?

RA1 Indikatornya yang digunakan disini yaitu pertama pencapaian Indikator-indikator Proses pelayanan
target, terus kedisiplinan adapun juga dilihat dari loyalitas itu kinerja PT. Mega kredit
yang dijadikan indikator penilaian pada bank ini misalnya Finance baik
target yang diberikan atasan kepada bahawan sudah bagus dan
mencapai target berarti indikator pertama tadi sudah terpenuhi
sudah bagus kinerjanya, itu adalah penilaian atasan menilai
pekerjaan karyawannya.
AKM3 Wah ternyata cukup rumit ya, lalu adakah Metode yang
diterampakan oleh perusahaan untuk saat ini? Dan bagaimana
hasilnya?
RA2 Metode yang diterampakan oleh perusahaan untuk saat ini, dan
sejauh ini sudah cukup efektif tetapi perlu beberapa juga
perbaikan atau evaluasi, namun sudah efektif untuk sejauh ini.
Dengan catatan masih ada perbaikan-perbaikan yang kita
lakukan, karena belum sempurna menurut kita.”
AKM Berati dasar pertimbangan yakni pencapian targetkerja yaa bu? \

RA Hal-hal yang menjadi pertimbangan bukan hanya pada Menjelaskan berbagai Sesuai SOP
pencapaian target kerja, saja tetapi juga dari etika, etitude, pertimbangan penilaian
kedisiplinan mereka loyalitas mereka, itu juga kita jadikan kinerja
pertimbangan untuk penilaian kinerja yang ada di perusahaan ini
AKM Baik bu…lalu bagaimana dampaknya bu? Dan apakah hal itu
terjadi begitu saja tanpa adanya evaluasi atasan?
RA Dampaknya tentu dampaknya terlihat cukup baik saat ini karena Menjelasakan alur Sesuai SOP
saat penilaian awal itu dilakukan biasanya karyawan disini di penilaian kinerja
tegur karena mereka bandel lalu setelah atasan melakukan
evaluasi biasanya ada sedikit perbaikan kearah yang lebih baik.
Contohnya ada beberapa karyawan yang sering datang terlambat
lalu dilakukan peringatan dan evaluasi oleh atasan sehingga
karyawan tersebut ada sedikit perbaikan kearah yang lebih baik.
Menjadi baik sampai sesuai dengan SOP yang ada pada
perusahaan ini.
AKM Ohh…Alhamdulillah, lalu masihkah terjadi kendala bu?
RA Terkadang Ada juga salah satu karyawan yang sudah diingatkan Menjelasakan kendala
oleh atasan masih tidak biasa berubah kearah yang lebih baik penilaian kinerja
sesuai dengan SOP maka langsung saya panggil saja karyawan
tersebut, jika sudah di panggil namun tidak ada perubahan yang
lebih baik dari karyawan tersebut maka akan kita kasih surat
peringatan berupa SP dan kita kasih teguran lalu di scorsing
karena sudah keterlaluan atau melakukan hal yang fatal.
AKM Baik bu, sepertinya sudah cukup bu yang saya tanyakan. Ada
kurang lebihnya mohon maaf dan trimakasih atas waktunya bu
RA Iya mba, sama - sama

Lampiran 13 : Transkrip Wawancara

CATATAN LAPANGAN DAN VERBATIM


Nama Intervewee Dedi Kurniawan Nama Interviewer Anjani Karism muji
Usia 33 Tahun Kode AKM
Kode DK Waktu Wawancara 10 Desember 2021
Hari Tanggal Wawancara 10 Desember 2021 Tempat Wawacara Kantor Mega Finance Sidoarjo
Tanggal: 15 Desember 2021
Kode Bari Verbatim Analisa Awal Open Coding
s
AKM1 1 Seperti apa Sistem penilaian nya yang ada di sini ?

DK1 Sistem penilaian nya yang ada di sini yaitu yang pertama sistem Indikator-indikator Proses pelayanan
yang dilihat dari hasil kerjanya atau perkerjaannya, yang kedua kinerja PT. Mega kredit
kedisiplinan serta tatatertib maupun aturan-aturan yang ada di Finance baik
perusahaan ini. Terus tentang SOP nya juga dinilai
AKM3 Indicator apa saja yang digunakan disini? Dan bagaima
penerapanya ?
DK2 Indikatornya yang digunakan disini yaitu pertama pencapaian
target, terus kedisiplinan adapun juga dilihat dari loyalitas itu
yang dijadikan indikator penilaian pada bank ini misalnya
target yang diberikan atasan kepada bahawan sudah bagus dan
mencapai target berarti indikator pertama tadi sudah terpenuhi
sudah bagus kinerjanya, itu adalah penilaian atasan menilai
pekerjaan karyawannya. Yang kedua tadi tentang kedisiplinan
ataupun SOP yang dibuat oleh atasan sudah dikerjakan atau
tidak oleh karyawan yang ada di perusahaan ini. Misal atasan
membuat peraturan karyawannya harus hadir pagi sebelum jam
delapan mereka sudah datang, berarti dari situ mereka di nilai
sudah disiplin oleh atasannya
AKM Seberapa sering penilaian tersebut dilakukan ? dan apasih bu tujuan \
utamanya? Kinerja sajakah atau bagaimana

RA Penilaian kinerja karyawan dilakukan setiap satu bulan sekali Menjelaskan berbagai Sesuai SOP
dan juga setiap satu tahun sekali. Untuk penilaian tahunan yang pertimbangan penilaian
dilakukan satu tahun sekali dan diakhiri dengan pemberian kinerja
bonus tahunan yang besarannya bisa tergantung pada hasil
penilaian selama bekerja satu tahun. Penilaian itu dimaksudkan
agar karyawan tetap fokus pada pekerjaannya dan merasa harus
bertanggung jawab dengan hasil akhirnya.
“Hal-hal yang menjadi pertimbangan bukan hanya pada
pencapaian target kerja, saja tetapi juga dari etika, etitude,
kedisiplinan mereka loyalitas mereka, itu juga kita jadikan
pertimbangan untuk penilaian kinerja yang ada di perusahaan ini
AKM Lalu, pertimbangan-pertimbanganya apa aja yang dilakukan
dalam melakukan penilaian kinerja ?
DK Pertimbangan yang dilakukan dalam melakukan penilaian Menjelasakan alur Sesuai SOP
kinerja yaitu pada aspek psikomotornya, untuk mengetahui sikap penilaian kinerja
yang merefleksi dalam tingkah laku sehari-hari, kami secara
langsung dapat mengamati tingkah laku dalam melaksanakan
kinerja karyawan disini sehingga lebih mudah dalam
memberikan nilai
AKM Baik Pak, sepertinya sudah cukup bu yang saya tanyakan. Ada
kurang lebihnya mohon maaf dan trimakasih atas waktunya Pak
RA Iya mba, sama - sama
LAMPIRAN

BUKTI SURVEYOR MELAKUKAN SURVEY KEPADA NASABAH