Anda di halaman 1dari 6

Nama : Binar Ariamukti

NIM : 042405679

TUGAS TUTORIAL KE-1


PROGRAM STUDI AKUNTANSI

Nama Mata Kuliah : EKSI4413


Kode Mata Kuliah : Audit Manajemen
Jumlah sks : 3 SKS
Nama Pengembang :
Nama Penelaah :
Status Pengembangan : 2021
Tahun Pengembangan : Baru/Revisi*
Edisi Ke- : 3

Sumber
Skor
No Tugas Tutorial Tugas
Maksimal
Tutorial
1 Audit manajemen merupakan suatu konsep yang terdiri dari 20 BMP
kata audit dan manajemen dalam penelusuran para pakar Modul 1
bidang audit internal yang telah berkembang yang saudara
ketahui, Berikan uraian pengertian Audit Manajemen
menurut Sawyer!

Pengertian Menurut Sawyer


“Internal auditing is an independent appraisal function
established within an organization to examine and evaluate
its activities as a service to organization”

Internal audit adalah suatu fungsi penilaian independen


yang dibentuk dalam suatu organisasi untuk mengkaji dan
mengevaluasi aktivitas organisasi sebagai bentuk jasa yang
diberikan bagi organisasi.

2 Jelaskan hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dan 20 BMP


disiapkan oleh auditor agar tidak mengalami kegagalan dalam Modul 2
penugasan audit manajemen!

Pada saat penugasan, auditor manajemen harus benar-


benar memahami peran manajemen perusahaan yang akan
diperiksa. Hal ini dapat membantu auditor, khususnya
pada saat berada di lingkungan yang belum dikenal dan
dalam kegiatan operasi yang belum dipahami. Pemahaman
terhadap peran manajemen tersebut juga dapat membantu
auditor manajemen dalam mengidentifikasi masalah dan
mengarahkan perbaikan.
Jika auditor manajemen dapat memahami peran
manajemen yang baik maka dalam melaksanakan penilaian
dapat efektif dan berguna.

Peran manajemen dijabarkan dalam 4 fungsi berikut ini.


1. Perencanaan (planning)
Perencanaan merupakan fungsi manajemen yang pertama.
Dari perencanaan, baru kemudian pengorganisasian,
pengarahan, dan pengendalian. Perencanaan terdiri dari
penetapan tujuan, strategi untuk mencapai tujuan, dan
mengembangkan rencana untuk mengintegrasikan dan
mengoordinasikan aktivitas. Setiap organisasi harus
mencocokkan perencanaan dengan organisasinya. Setiap
pengarahan diarahkan untuk menunjukkan setiap orang
dalam organisasi ke arah tujuan yang direncanakan. Setiap
pengendalian dirancang untuk memastikan bahwa setiap
perencanaan dijalankan secara efektif, efisien, dan
ekonomis. Perencanaan adalah proses seleksi dari pilihan
yang terbaik di antara pilihan-pilihan yang ada. Setiap
perencanaan dapat bersifat strategis atau taktis.
Perencanaan strategis adalah perencanaan jangka panjang
yang merupakan proses penentuan program-program yang
akan dilaksanakan organisasi dan besarnya sumber daya
yang akan dialokasikan untuk tiap program selama
beberapa tahun ke depan, sedangkan perencanaan taktis
adalah perencanaan jangka pendek yang terkait dengan
operasi sehari-hari perusahaan. Tujuan utama dari
perencanaan strategis adalah untuk membantu manajer
menghadapi ketidakpastian di masa yang akan datang.
Hasil perencanaan strategis adalah seperangkat tujuan bagi
organisasi dan berbagai strategi yang meliputi kebijakan
dan prosedur untuk mencapai tujuan. Perencanaan taktis
menjabarkan cara mencapai strategi. Strategi merupakan
suatu keseluruhan konsep yang luas dan menunjukkan
program umum untuk tindakan dan penggunaan sumber
daya. Kebijakan adalah pedoman untuk melakukan
tindakan yang mengarahkan pemikiran individu dan
pengambilan keputusan. Prosedur adalah pedoman rinci
yang menjelaskan cara yang benar untuk mencapai
aktivitas tertentu yang biasanya merupakan urutan yang
kronologis untuk pencapaian tugas. Pada fungsi
perencanaan, auditor manajemen menilai berbagai inisiatif
perencanaan dan mengevaluasi keseluruhan proses
perencanaan dengan menentukan apakah rencana,
kebijakan, dan prosedur yang ditetapkan telah memenuhi
standar manajemen yang baik.

2. Pengorganisasian (organizing)
Pengorganisasian memadukan orang-orang dan proses
untuk melaksanakan rencana dan mencapai tujuan.
Pengorganisasian pada suatu perusahaan dapat dijabarkan
dalam bagan/struktur organisasi. Bagan/struktur organisasi
dapat menunjukkan rantai komando-hierarki,
pertanggungjawaban, tanggung jawab, dan wewenang dari
eksekutif organisasi serta fungsi dasar dari tiap posisi.
Pengetahuan yang mendalam dari auditor manajemen
tentang organisasi perusahaan yang diperiksa akan
membantu auditor dalam mengidentifikasi masalah
terutama berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan penting
bagi organisasi, misalnya apa yang menjadi tanggung
jawab manajer, kewenangan yang diberikan kepada
manajer, bagaimana manajer mempertanggungjawabkan
pencapaian dan hasil, serta apakah wewenang fungsional
sudah efektif.

3. Pengarahan (leading)
Pengarahan berkaitan dengan proses memimpin, yaitu
mengarahkan sumber daya ke arah pencapaian sasaran dan
tujuan. Auditor menilai fungsi pengarahan dengan tidak
menuju kesimpulan yang objektif karena proses memimpin
berorientasi pada manusia bukan transaksi. Auditor
manajemen dapat memberikan nasihat pada fungsi ini.

4. Pengendalian (controlling)
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa
manajemen terdiri dari 4 fungsi, yang salah satunya adalah
pengendalian. Pengendalian terdiri dari 4 jenis berikut
ini.
a. Pengendalian strategi merupakan pengendalian yang
bertujuan untuk memastikan bahwa strategi yang
digunakan pada organisasi/perusahaan sudah tepat.
b. Pengendalian organisasi merupakan pengendalian yang
bertujuan mengarahkan semua aspek di organisasi menuju
sasaran yang telah ditetapkan.
c. Pengendalian tugas merupakan pengendalian untuk
memastikan bahwa tugas-tugas tertentu telah dilaksanakan
secara efektif dan efisien.
d. Pengendalian manajemen adalah semua kebijakan dan
prosedur yang diterapkan manajemen suatu perusahaan
untuk memastikan tentang halhal berikut ini.
1) Pencapaian tujuan perusahaan secara efektif, efisien,
dan ekonomis.
2) Ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan dan
kebijakan manajemen.
3) Perlindungan terhadap aset dan informasi perusahaan.
4) Pencegahan dan pendeteksian kecurangan dan
kesalahan.
5) Kualitas catatan akuntansi dan produksi informasi
keuangan serta manajemen yang dapat diandalkan secara
tepat waktu.
3 Peran tata kelola sebagai proses pengelola, mengarahkan, dan 20 BMP
memonitoring bisnis korporasi untuk menciptakan nilai Modul 3
pemegang saham sekaligus melindungan kepentingan
stakeholders lainya (kreditur, pemasok, pemerintah, dan
masyarakat tata kelola memainkan peran penting dalam
dalam meningkatkan efisiensi pasar modal melalui efisiensi
dan efektivitas operasi perusahaan, pertumbuhan pendapatan,
dan karyawan serta integritas dan kualitas laporan keuangan.
Tata kelola perusahaan dibutuhkan untuk menghindari
konsentrasi kekuasaan di tangan manajemen dan untuk
menciptakan suatu sistem yang efektif dan seimbang dalam
menyeimbangakan otoritas pembagian kekuasaan antara
pemegang saham, dewan direksi, manajemen dan tingkat
yang lebih rendah dalam pemangku kepentingan lain.
Sebagai alat usaha yang berbadan hukum organisasi
korporasi dapat memiliki harta dan kewajiban sendiri dengan
ranah tata kelola korporasi, Bagaimana kaitan tata kelola
perusahaan dengan perusahaan korporasi?

Tata Kelola Perusahaan yang baik atau Good Corporate


Governance selanjutnya disingkat dengan GCG adalah
prinsip-prinsip yang mendasari suatu proses dan mekanisme
pengelolaan Perusahaan untuk meningkatkan keberhasilan
usaha dan akuntabilitas guna mewujudkan nilai Perusahaan
dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan
kepentingan stakeholders Perusahaan berlandaskan peraturan
perundang-undangan dan nilai etika usaha.

4 Indofood dan Garuda food adalah contoh perusahaan yang 20 BMP


memiliki komitmen tinggi untuk peduli pada aspek Modul 3
pendidikan. Banyak program yang disediakan perusahaan
untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, mulai dari program
beasiswa sampai dengan program magang untuk
mengedukasi mahasiswa dan akademisi. Tak hanya fokus
pada bidang pendidikan, perusahaan tersebut juga fokus pada
kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan
infrastruktur, misalnya dengan melakukan perbaikan pada
sarana dan prasarana umum, seperti jalan, MCK dan sarana
air bersih. Komitmen Indofood dan Garuda Food tersebut
merupakan salah satu bentuk dari pelaksanaan pilar tata
kelola perusahaan yang baik.

• Pilar tata kelola apakah itu? Jelaskan!

Hal yang dilakukan oleh Indofood dan Garuda Food


diatas merupakan contoh dari kegiatan penegakan prinsip
tanggung jawab.
Manfaat Perseroan bagi masyarakat di sekitar tempat
kegiatan usaha Perseroan tidak hanya berupa penyediaan
lapangan kerja, namun juga dengan berbagai program
tanggung jawab sosial (Corporate Social
Responsibility/CSR).
Dengan demikian diharapkan bahwa Perseroan dapat
memperoleh pengakuan sebagai good corporate citizen

• Lakukan analisis juga manfaat dari kegiatan-kegiatan


tersebut bagi pemerintah dan masyarakat!

Manfaat yang dirasakan dari kegiatan tersebut sangatlah


jelas, karena memang bentuk kegiatan diatas, yaitu
perbaikan sarana dan prasarana umum, seperti jalan,
MCK dan sarana air bersih akan langsung berdampak
bagi masyarakat sekitar.
Bagi pemerintah juga mendapat bantuan tidak perlu
menganggarkan APBN/APBD untuk belanja pada sektor
tersebut.
Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu ajang untuk
merekatkan hubungan semua pihak yaitu Perseroan,
Negara, dan Masyarakat.

5 Buatlah program kerja untuk audit operasional fungsi gudang 20 BMP


untuk PT ABC Modul 4

Diasumsikan Gudang PT. ABC adalah Gudang yang perlu


dilakukan audit warehouse check up menyeluruh. Berikut
urutan program kerja yang akan dilakukan.

1. Strategi (Strategic), Pada tahapan ini audit dilakukan untuk


memastikan bahwa strategi gudang yang dijalankan sesuai
dengan strategi divisi logistik dan perusahaan. dengan
mrmastikan bahea strategi pergudangan sesuai dengan
strategi dicvisi logistik dan merusahaan maka menujukkan
kesepahaman strategi dan tujuan yang akan dicapai.

2. Proses (Process), check-up proses pergudangan ini


dilakukan layaknya sebuah audit kepatuhan yang bertujuan
untuk menentukan apakah manajemen gudang beserta stafnya
mengikuti kebijakan, prosedur, tata cara, serta peraturan yang
telah disusun dan ditetapkan.

3. Operasi (Operations), Check-up di area operasional ini


merupakan tinjauan atas kegiatan operasional yang
berlangsung dalam manajemen pergudangan yang bertujuan
untuk mengevaluasi efisiensi dan efektivitas kegiatan
operasional tersebut.

4. Biaya (Cost), pada perspektif ini audit dilakukan untuk


membandingkan antara target budget operasional
pergudangan yang telah ditetapkan dengan pencapaian
pengeluaran keuangan.

5. Sistem informasi (information system), pada perspektif ini


audit dilakukan untuk menilai kelayakan, kesiapan, dan
kualitas sistem informasi pergudangan yang ada, apakah
sistem informasi yang ada memberikan akurasi data yang
sesuai dengan yang diinginan, mempermudah kelancaran
proses, dan memungkinkan ekspansi terhadap kebutuhan
mendatang.

6. Fasilitas (Infrastukture), pada perspektif ini audit dilakukan


untuk menilai kelayakan, kesiapan, dan kualitas infrastuktur
di gudang. Kondisi fisik bangunan gudang dan fasilitas
penunjang lainnya sangat berpengaruh terhadap kegiatan
operasional pergudangan. Mulai dari kondisi fisik gudang,
lantai gudang, atap, forklift, rak penyimpanan, genset, ruang
penyimpanan, hingga pantry dan kamar mandi, merupakan
hal yang harus diperhatikan serta diaudit untuk memastikan
bahwa kondisinya layak digunakan dan aman. Jadi, isu
keamanan, kesehatan, dan kebersihan lingkungan akan
menjadi topik utama proses audit untuk perspektif ini.

7. Sumber daya manusia (People), pada perspektif ini audit


dilakukan untuk menilai kelayakan, kesiapan, dan kualitas
dari seluruh human resource yang terlibat dalam sebuah
aktivitas pergudangan, apakah karyawan yang ada mematuhi
prosedur dan kebijakan yang ditetapkan, memiliki kelayakan
serta kesesuaian pendidikan, memiliki pengalaman terhadap
pekerjaan yang sedang dijalankan, apakah terdapat temuan
untuk perbaikan.

Anda mungkin juga menyukai