Anda di halaman 1dari 6

EKSI4203

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)


UAS TAKE HOME EXAM (THE)
SEMESTER 2020/21.1 (2020.2)

Nama Mahasiswa Al Fath Ravi Haikal Pasca


: ………………………………………………………………………………………..

Nomor Induk Mahasiswa/NIM 041768928


: ………………………………………………………………………………………..

Tanggal Lahir 22 Oktober 1995


: ………………………………………………………………………………………..

Kode/Nama Mata Kuliah EKSI4203 / Teori Portofolio & Analisis Investasi


: ………………………………………………………………………………………..
54/Manajemen-S1
Kode/Nama Program Studi : ………………………………………………………………………………………..

Kode/Nama UPBJJ : 49/Banjarmasin


………………………………………………………………………………………..

Hari/Tanggal UAS THE Selasa / 22 Desember 2020


: …………………………………………………………………………………………

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.

2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.

3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.

4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
Surat
Pernyataan
Mahasiswa
Kejujuran Akademik

Yang bertanda
tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa Al Fath Ravi Haikal Pasca


: ................................……………………………

NIM :041768928
.....………………………………………………………

Kode/Nama Mata Kuliah EKSI4203 / Teori Portofolio & Analisis Investasi


: .....………………………………………………………

Fakultas Ekonomi
: .....………………………………………………………

Program Studi S-1 Manajemen


: ……………………………………………………………

UPBJJ-UT Banjarmasin
: ………………………………..…………………………

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE
pada laman https://the.ut.ac.id.

2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.

3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam
pengerjaan soal ujian UAS THE.

4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya
sebagai pekerjaan saya).

5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai
dengan aturan akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.

6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik


dengan tidak melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS
THE melalui media apapun, serta tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan
dengan peraturan akademik Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari
terdapat pelanggaran atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung
sanksi akademik yang ditetapkan oleh Universitas Terbuka.

Batulicin, 22 Desember 2020


Yang Membuat Pernyataan

Al Fath Ravi Haikal Pasca


Jawaban
1. a. Faktor Eksternal:
1) Kondisi Fundamental Ekonomi Makro. Faktor ini memiliki dampak langsung
terhadap naik turunnya harga saham, seperti:
a) Naik atau turunnya suku bunga yang diakibatkan oleh kebijakan Bank
Sentral Amerika (Federal Reserve).
b) Naik turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dan nilai ekspor
impor yang berakibat langsung pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
c) Tingkat inflasi juga termasuk dalam salah satu faktor kondisi ekonomi
makro.
d) Pengangguran tinggi yang diakibatkan faktor keamanan dan goncangan
politik juga berpengaruh secara langsung terhadap naik turunnya harga
saham. Selain itu, hubungan antara tingkat suku bunga perbankan dan
pergerakan harga saham sangat jelas. Ketika suku bunga perbankan
melejit, harga saham cenderung turun. Hal ini dapat terjadi karena
beberapa kemungkinan:
- Pertama, ketika suku bunga perbankan naik, investor cenderung
mengalihkan investasinya ke instrumen perbankan, seperti deposito,
karena dianggap lebih menguntungkan.
- Kedua, bagi perusahaan, mereka cenderung meminimalisasi kerugian
akibat peningkatan beban biaya. Hal itu disebabkan sebagian besar
perusahaan memiliki utang kepada perbankan.
2) Fluktuasi Kurs Rupiah terhadap Mata Uang Asing Fluktuasi kurs mata uang bisa
berdampak positif atau negatif bagi perusahaan yang memiliki beban utang mata uang
asing. Importir atau perusahaan yang memiliki beban utang mata uang asing akan dirugikan
akibat melemahnya rupiah, sebab beban biaya operasional otomatis naik. Hal ini
berpengaruh terhadap penurunan harga saham. Contoh: melemahnya kurs rupiah
terhadap dolar AS seringkali melemahkan harga saham dan pada akhirnya mendorong
penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
3. Kebijakan Pemerintah Kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi harga saham
meskipun kebijakan itu masih dalam tahap wacana dan belum terealisasi. Banyak contoh
dari kebijakan pemerintah yang menimbulkan volatilitas harga saham, seperti kebijakan
ekspor-impor, kebijakan perseroan, kebijakan utang, kebijakan Penanaman Modal Asing
(PMA) dan yang terakhir terkait kebhijakan kenaikan cukai.
4. Faktor Panik Berita-berita tertentu dapat memicu kepanikan yang seringkali
mendorong investor untuk melepas (menjual) sahamnya. Hal itu menyebabkan tekanan
jual sehingga harga saham akan turun. Dalam fenomena panic selling, para investor ingin
melepas sahamnya tanpa peduli harganya, karena harganya makin jatuh. Tindakan ini lebih
dipicu oleh emosi dan ketakutan, bukan berdasarkan analisis yang rasional.
5. Faktor Manipulasi Pasar Penyebab naik turunnya harga saham bisa juga
disebabkan karena manipulasi pasar. Manipulasi pasar biasanya dilakukan investor-
investor berpengalaman dan bermodal besar dengan memanfaatkan media massa untuk
memanipulasi kondisi tertentu dengan menurunkan atau meningkatkan harga saham. Hal
ini sering disebut dengan istilah rumor. Namun, penyebab oleh faktor ini biasanya tidak
akan bertahan lama. Fundamental perusahaan yang tercermin pada laporan keuangan yang
akan mengambil kendali terhadap tren harga sahamnya.

Faktor Internal
1) Faktor Fundamental Perusahaan Saham dari perusahaan yang memiliki
fundamental baik akan menyebabkan tren harga sahamnya naik. Sebaliknya, saham dari
perusahaan yang berfundamental buruk akan menyebabkan tren harga sahamnya turun.
2) Aksi Korporasi Perusahaan Aksi korporasi seperti kebijakan perusahaan yang
diambil jajaran manajemen akan berdampak dan dapat mengubah hal-hal yang sifatnya
fundamental dalam perusahaan. Contoh, aksi akuisisi, merger, right issue, atau divestasi.
3) Proyeksi Kinerja Perusahaan pada Masa Mendatang Performa atau kinerja
perusahaan dijadikan acuan bagi investor maupun analis fundamental dalam mengkaji
saham perusahaan. Beberapa faktor yang menjadi sorotan adalah tingkat dividen tunai,
tingkat rasio utang, rasio nilai buku/price to book value (PBV), earnings per share (EPS), dan
tingkat laba suatu perusahaan. Perusahaan yang menawarkan dividend payout ratio (DPR)
yang lebih besar cenderung disukai investor karena bisa memberikan imbal hasil yang
bagus. Dalam praktiknya, DPR berdampak pada harga saham. Selain itu, EPS juga turut andil
terhadap perubahan harga saham. EPS yang tinggi mendorong para investor untuk membeli
saham tersebut yang menyebabkan harga saham semakin tinggi. Tingkat PBV juga
memberikan efek signifikan terhadap harga saham. Perusahaan yang memiliki tingkat rasio
utang yang tinggi biasanya adalah perusahaan yang sedang bertumbuh. Perusahaan
tersebut biasanya akan gencar mencari pendanaan. Meskipun demikian, perusahaan
seperti ini biasanya diminati banyak investor. Sebab, jika hasil analisisnya bagus, saham
tersebut akan memberikan imbal hasil tinggi (high return) karena ke depannya kapitalisasi
pasarnya bisa meningkat.

sumber: https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/10507, diakses 22


Desember 2020 (08.24 WITA)

b. berdasarkan diagram
IHSG disamping, pada bulan
Maret 2020 mengalami
penurunan drastis, hingga
pada titik terendahnya pada
bulan April. Hal ini merupakan
akibat dari faktor panik berita
Covid-19 yang sudah masuk ke
Indonesia dan puncakanya
Sumber : google.com

dengan banyaknya kebijakan


pemerintah yang berdampak
pada sektor ekonomi
(contoh:lockdown). Bulan April
2020 merupakan titik terendah harga IHSG. Setelah berita pandemi tersebut perlahan
tapi pasti IHSG mulai naik. Banyaknya sentimen pasar dari faktor eksternal cukup
mendongkrak kenaikan IHSG antara Agustus-Desember 2020, seperti : diujicobanya
vaksin Covid-19, kebijakan peemerintah yang mendukung UMKM, pelonggaran pajak dll.
Saat ini, harga saham sudah kembali ke harga Year To Date sebelum pandemi
menyerang Indonesia.

2. Menurut CNBC Indonesia, analisis fundamental merupakan sebuah analisis yang


mempertimbangkan hal-hal yang dapat menggerakkan harga saham, antara lain kinerja
keuangan, tingkat persaingan usaha, potensi industri, analisis pasar dan ekonomi baik
makro maupun mikro. Hal ini menjadikan analisis fundamental biasanya dipilih oleh
investor yang berfokus pada performa jangka panjang. Contoh analisis fundamental yang
biasa digunakan investor Debt to Equiry Ratio (DER) untuk mengukur kemampuan
perusahaan membayar hutang hutangnya, Price to Book Value untuk menilai mahal atau
murahnya saham dengan membandingkan perusahaan sektor sejenis dan masih banyak
lagi.
Analisis teknikal digunakan
untuk memprediksi tren harga
Contoh chart candlestick
yang biasa digunakan untuk
saham di masa depan, terutama
melalui penggunaan
grafik. Orangnya biasanya
analisis teknikal

disebut chartist. Meski tidak bisa


memprediksi pergerakan harga di
masa depan secara absolut, analisis
ini dapat membantu mengantisipasi
apa yang mungkin terjadi pada
harga saham di masa mendatang.
Bagi investor pemula, analisis
teknikal biasanya lebih mudah dipelajari dibandingkan analisis fundamental karena hanya
diperlukan membaca grafik. Selain itu, investor harus mempunyai karakter sabar dan
disiplin. Analisis teknikal ini mepertimbangkan atau melihat berbagai aspek dari grafik
seperti Support&Resistance, volume transaksi dan moving average.

3. Portofolio Investasi adalah sekumpulan investasi yang dimiliki oleh suatu institusi ataupun
perorangan. Bentuknya bisa bermacam-macam, seperti obligasi, reksa dana, properti,
saham, dan instrumen investasi lainnya. Bagi orang-orang yang melakukan investasi saham,
ada pula istilah Portofolio Saham, yaitu kumpulan aset investasi yang berbentuk saham.
Dalam portofolio, seorang investor dapat melakukan diversifikasi pada berbagai produk
investasi untuk menghasilkan return yang optimal & meminimalkan risiko. Hal ini sesuai
dengan nasihat untuk tidak menaruh semua telur dalam satu keranjang, supaya semua
telur tidak pecah jika keranjang tersebut jatuh. Dengan diversifikasi, risiko yang ditanggung
dalam sebuah investasi dapat berkurang karena seluruh uang tidak dimasukkan ke satu
instrumen investasi saja. Semakin banyak aktiva (keranjang), maka risikonya semakin
rendah. Contoh yang kami ambil adalah Sinarmas Grup, bisa kita lihat perusahaan ini
mendifersifikasi ke berbagai sektor investasi seperti perbankan (Bank Sinarmas), Agrobisnis
(PT Smart), Telekomunikasi (PT Smartfren), Properti (PT Bumi Serpong Damai), Pabrik
Kertas (PT Indah Kiat Pulp) dll. Sehingga Sinarmas bisa berkembang seperti sekarang karena
tidak menaruh resikonya pada satu keranjang.

4. a.

Difersifikasi Investor Difersifikasi Investor Pemula


Moderat (Konservatif)

Reksadana Pasar Uang Deposito Reksadana Pasar Uang Deposito


Saham Obligasi Reksadana Pendapatan Tetap

b. Kebanyakan investor pemula merupakan investor dengan tipe konservatif. Investor


dengan tipe konservatif cenderung memiliki profil risiko yang rendah atau menghindari
risiko. Mereka juga sangat menjaga nilai pokok investasi awal. Tipe konservatif lebih
memperhatikan keamanan daripada keuntungan yang besar, tetapi tidak terjamin dari
segi kestabilan. Investor Pemula akan menempatkan asetnya ke investasi yang imbal
hasilnya pasti akan naik seperti Deposito, RDPU dan Reksadana Pendapatan Tetap.
Namun imbal hasil yang diterima dari profil resiko konservatif bisa tergerus dengan
inflasi.

Saran dari saya pribadi, lebih baik investor pemula mulai belajar juga dengan investasi
yang bersifat high risk high return (contoh: saham) karena inflasi dan suku bunga tidak
naik sejalan dan membutuhkan instrumen dengan gain yang lebih. Profil moderat
cukup bagi pemula agar aman secara finansial juga dengan tetap memberikan saving
pada instrumen low risk. Contoh pos penempatan instrumen investasi bisa dilihat di
nomer 4.a.