Anda di halaman 1dari 2

EKMA4215

NASKAH UAS-THE
UJIAN AKHIR SEMESTER-TAKE HOME EXAM (THE)
UNIVERSITAS TERBUKA
SEMESTER: 2021/22.1 (2021.2)

Manajemen Operasi
EKMA4215

No. Soal Skor


1. Tabel Matriks SWOT UMKM Industri Kreatif 30

Strengths (S) Weaknesses (W)


IFAS 1. Memiliki tenaga penjualan 1. Harga bahan baku naik
(sales) 2. Modal yang terbatas
2. Jangkauan pasar sangat 3. Masih kurangnya
luas pemahaman terhadap
EFAS 3. Bahan baku mudah penerapan laporan
diperoleh dan kualitas bahan keuangan yang sesuai
baku konsisten dengan SAK-EMKM
4. Lokasi usaha mudah 4. Keterbatasan dalam
diakses penggunaan teknologi
5. Memiliki surat izin usaha 5. Tidak memiliki merk yang
dipatenkan
Opportunities (O) Strategi S-O Strategi W-O
1. Daya konsumsi 1. Memanfaatkan sales dan 1. Meningkatkan lagi daya beli
masyarakat yang tinggi pangsa pasar yang luas masyarakat terhadap
terhadap kebutuhan guna meningkatkan produk UMKM Industri
alat kebersihan rumah penjualan produk, dimana dengan memanfaatkan
tangga memanfaatkan daya kemudahan transaksi yang
2. Kemudahan dalam konsumsi masyarakat yang dilakukan.
bertransaksi tinggi terhadap alat 2. Mengembangkan produk-
3. Mengikuti kebersihan rumah tangga. produk yang mengikuti
perkembangan zaman 2. Memanfaatkan bahan baku perkembangan zaman
4. Program bantu yang mudah diperoleh dan modern ini.
pemerintah kualitas yang konsisten 3. Bantuan pemerintah yang
5. Sistem birokrasi dalam menghasilkan produk ada digunakan sebaik
pemerintah yang yang mengikuti mungkin untuk
mudah perkembangan zaman. penambahan modal usaha.
Threaths (T) Strategi S-T Strategi W-T
1. Secara umum kondisi 1. Memanfaatkan sales 1. Meningkatkan pemahaman
perekonomian sebagai distributor dan dalam menyusun laporan
dirasakan sulit ditengah memanfaatkan pangsa keuangan usaha sehingga
kondisi pandemi Covid- pasar yang luas di tengah pihak ketiga mudah
19 kondisi pandemi Covid-19. memberikan pinjaman
2. Rawan penipuan 2. Memanfaatkan lokasi usaha lunak, dan berdampak pada
3. Sulit mendapatkan yang mudah di akses, meningkatnya modal usaha.
pendanaan dari pihak sehingga para investor 2. Meningkatkan pemahaman
ketiga dengan bunga mudah terjun kelapangan penggunaan teknologi (e-
yang kecil untuk melihat kondisi UMKM commerce) sehingga
4. Tingkat inflasi yang Industri kreatif. membantu pemasaran
selalu meningkat produk di tengah kondisi
5. Ancaman keamanan pandemi Covid-19.

Hasil analisis terhadap faktor internal dan faktor eksternal yang terdapat pada UMKM Industri
Kreatif tersebut dapat dikombinasikan pada matriks SWOT (Strengths, Weaknesses,
Opportunities, Threats). Berikut ini gambar matriks posisi SWOT.

1 dari 2
EKMA4215

Gambar Matriks Posisi SWOT


O

IV I
2

W S
3 -2 -1 1 2 3

-1

-2
III II
-3

T
Berdasarkan matriks SWOT di atas diketahui posisi pelaku UMKM Industri Kreatif berada di
kuadran ke II. Maka strategi terbaik apa yang dapat diterapkan oleh UMKM Industri Kreatif
tersebut berdasarkan analisis SWOT yang telah dilakukan!

2. Perusahaan Gemilang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur. Dimana 30


pemasok menentukan harga bahan baku sebagai berikut:
No Kuantitas (Unit) Diskon (%) Harga Per Unit (Rp)
1 0 - 499 0 100
2 500 - 999 4 98
3 Lebih dari 1.000 5 96

Permintaan perusahaan Gemilang sebanyak 2.000 unit, biaya pesan Rp 200 setiap kali
melakukan pesanan. Dimana proporsi penggunaan bahan 20% . Berapakah banyaknya
pembelian bahan baku dengan memperhatikan diskon kuantitas tersebut?

3. Kebutuhan manusia terdiri atas kebutuhan pada tingkat rendah dan tinggi. Jika kebutuhan yang 20
lebih rendah telah terpenuhi, maka kebutuhan yang ada di atasnya akan dicoba pula untuk
dipenuhi. Manusia tidak akan mencari penghargaan diri apabila mereka tidak dapat makan,
minum serta pakaian. Dan apabila manusia telah memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi,
kebutuhan pada tingkat di bawahnya masih tetap harus dipenuhi. Terkait dengan kondisi
tersebut, maka teori motivasi apa yang mendukung? Serta saudara jelaskan teori tersebut!

4. Perusahaan CBD adalah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur makanan. Adanya 20
pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap perkembangan perusahaan tersebut.
Penjualan perusahaan mengalami penurunan yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun-
tahun sebelumnya, serta adanya kenaikan harga bahan baku. Dimana penjualan pada tahun
2018 dan 2019 berturut-turut yakni Rp 1.227.000.000 dan Rp 1.318.000.0000. Adapun pada
tahun 2020 harga pokok penjualan setahun perusahaan CBD yaitu sebesar Rp 327.000.000.
Dimana perusahaan memiliki persediaan sebanyak:
Bahan baku Rp 3.182.000
Produk dalam proses Rp 18.227.000
Produk jadi Rp 10.270.000
Total persediaan Rp 31.679.000
Hitunglah perputaran persediaan Perusahaan CBD tahun 2020!

Skor Total 100

2 dari 2