Anda di halaman 1dari 3

PENEMPATAN PASIEN DI RUANG ISOLASI IGD

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman

00 1 / 3

Ditetapkan oleh:
Tanggal Terbit: Direktur,

SPO
dr. Rudi Harmanda, MPH

PENGERTIAN Penempatan pasien adalah menempatkan pasien sesuai penggolongn


diagnosis dan cara penularan infeksi.

TUJUAN Menjadi pedoman penempatan pasien di Ruang Isolasi IGD, untuk


menghindari terjadinya penyebaran perluasan wabah/ penyakit menular.

DASAR HUKUM 1. Pedoman Kementerian Kesehatan Revisi 4 COVID 19 April 2020.


2. Pedoman Kementerian Kesehatan Petunjuk Teknis APD selama
masa wabah nCov-19 8 April 2020.
3. SK Direktur tentang kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
Rumah Sakit Pertamina Dumai.

PROSEDUR 1. Pasien masuk Rumah sakit melalui IGD, Dokter/ perawat IGD,
melakukan proses triase dan menggolongkan pasien berdasarkan
rujukan atau diagnosis klinis. Pasien digolongkan atas pasien bedah,
non bedah dan anak.
2. Pasien digolongkan dalam pasien non infeksius, pasien infeksi bukan
infeksi khusus dan pasien infeksi khusus.
3. Pasien non bedah di tangani oleh Dokter penanggung jawab
pelayanan /DPJP yaitu bagian interna/ anak/ Obgyn, kemudian
ditetapkan diagnosis berdasarkan pemeriksaan klinis dan penunjang.
4. Penempatan pasien sebagai berikut :
a. Pasien non infeksius
 Penempatan tidak memerlukaan ruangan yang spesifik/ruang
isolasi dan ditempatkan sesuai triase yang ditemukan.
 Pasien ditempatkan di ruang IGD dengan ventilasi dan sinar
matahari cukup menerangi ruang perawatan. Jarak antara pasien
1.5 meter pemakaian alat medis (alat bantu nafas, selang
makanan, selang infuse,kateter dan lain lain) dilaksanakan
sesuai dengan prosedur tetap / protap.
 Pada pasien dengan kesadaran menurun diberlakukan sesuai
tatalaksana pasien dengan penurunan kesadaran.

b. Pasien infeksius bukan infeksi khusus


 Penempatan tidak memerlukaan ruangan yang spesifik/ruang
PENEMPATAN PASIEN DI RUANG ISOLASI IGD
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman

00 2 / 3

isolasi dan ditempatkan sesuai triase yang ditemukan.

c. Pasien infeksius dengan infeksi khusus, yang ditempatkan di


ruang isolasi IGD sirkulasi normal/ udara normal dengan ventilasi
mekanik menggunakan Exhaust Fan.
 Pasien dengan infeksi khusus antara lain : pasien dengan air
borne adalah pasien – pasien yang terinfeksi dengan organisme
yang dapat menyebar lewat udara dengan diameter kurang dari
5µ m contohnya : TB, small pox, difteri dan penyakit viral yang
belum diketahui metode transmisinya seperti SARS, MERS,
COVID 19
 Pasien yang memerlukan tindakan khusus seperti intubasi,
nebulizer selama pandemic COVID 19
 Pintu Ruang isolasi IGD setiap saat harus dalam keadaaan
tertutup.
 Dokter,perawat, atau cs yang memasuki ruangan isolasi IGD
harus mencuci tangan sebelum masuk, memakai baju Hazmat
dan sesudah meninggalkan ruangan melepaskan baju Hazmat
di ruang anterum isolasi IGD tersebut.
 Untuk tindakan khusus Nebulizer dan intubasi. Harus
menggunakan APD LVL 3
 Transportasi pasien dibatasi, bila transportasi pasien diperlukan
maka: pasien diberi APD (masker dan gaun) petugas yang
melakukan transportasi menggunakan Cover ALL APD.
 Pasien dengan diagnosis SARS, Avian influenza atau swine
influenza, MERS, COVID 19, tidak diizinkan meninggalkan
tempat isolasi tanpa persetujuan dokter IGD.
 Pasien yang dirawat inapkan diberlakukan tata laksana transfer
internal pasien.
 Ruang ganti hazmat di ?
 Keluarga: harus diajarkan cara PHBS antara lain mencuci
tangan, etika batuk, etika bersin, dan pencegahan pengendalian
infeksi serta perlindungan diri.
 Pembersihan ruangan perawatan dilakukan setelah pemulangan
pasien sesuai standar pembersihan ruangan perawatan isolasi.

UNIT TERKAIT 1. Instalasi gawat darurat


PENEMPATAN PASIEN DI RUANG ISOLASI IGD
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman

00 3 / 3

2. Seluruh Unit penunjang medic


3. Ambulance
4. Petugas Rawat Inap
5. PPI