Anda di halaman 1dari 7

RESUME MATERI

KERANGKA KONSEPTUAL, PELAPORAN KEUANGAN


MATA KULIAH TEORI AKUNTANSI

Disusun oleh:

Elzam Rachmadi (041811535051)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI
PSDKU UNIVERSITAS AIRLANGGA
BANYUWANGI
2020
Kerangka konseptual merupakan suatu sistem yang koheren dari tujuan-tujuan
dan dasar yang saling berhubungan yang dapat mengarah pada standar yang
konsisten dan dapat menjelaskan sifat, fungsi dan keterbatasan akuntansi
keuangan dan laporan keuangan.

Kerangka konseptual dibagi atas:

 Tujuan pelaporan keuangan


 Karakteristik kualitatif atas laporan keuangan
 Elemen laporan keuangan
 Asusmsi
 Prinsip-prinsip
 Keterbatasan

Tujuan pelaporan keuangan

Menurut FASB, pelaporan keuangan harus memberikan informasi yang berguna


bagi investor dan kreditor saat ini atau calon investor dan kreditor dan pengguna
lain dalam:

 Mengambil keputusan investasi, kredit dan lainnya yang rasional


 Menilai jumlah, waktu dan ketidakpastian penerimaan kas dalam bentuk
dividen atau bunga, serta kas yang diperoleh saat penjualan, penebusan
atau jatuh temponya sekuritas atau pinjaman mereka.

Pelaporan keuangan harus memberikan informasi mengenai sumberdaya


ekonomi dalam suatu perusahaan, klaim atas sumber daya tersebut dan dampak
teransaksi, kejadian dan situasi yang dapat mengubah sumber daya dan klaim
tersebut.

Tujuan Pelaporan keuangan ini menimbulkan tiga pertanyaan penting :

1. Pengguna laporan manakah yang harus dipertimbangkan Menurut FASB


fokus pelaporan keuangan adalah pihak eksternal yang tidak memiliki
otoritas untuk langsung melihat laporan keuangan dalam perusahaan dan
karananya harus melihat apa yang diberikan pihak Manajemen. Definisi
ini tentunya bertentangan dengan hipotesa efficient-market, yang
mengatakan bahwa harga pasar saham ditentukan oleh tindakan investor
yang pintar.
2. Apakah tujuan dari beberapa pengguna tersebut serupa? Tujuan dapat
dibagi menjadi tujuan umum dan tujuan khusus. APB Statement No.4
menegaskan bahwa tujuan umum lebih dapat memenuhi kebutuhan
sebanyak mungkin pengguna.
3. Haruskan keinginan menajemen juga dipertimbangkan? Salah satu
kesulitas dalam menetapkan tujuan pelaporan adalah bahwa pengguna
bukan satu-satunya pihak yang terlibat. Informasi keuangan dapat
mempengaruhi perilaku pengguna maupun pembuatnya. Dalam hal ini
tujuan pelaporan harus mempertimbangkan secara etis tingkat keadilan
(fainess) atas pihak pengguna maupun pembuat.

Karakteristik kualitatif atas laporan keuangan

Hendriksen membagi karakteristik kualitatif menjadi karakteristik primer dan


karakteristik sekunder.

Primary decision specific qualities (karakteritik kualitatif primer)

Relevan. Informasi memiliki kualitas relevan kalau dapat mempengaruhi


keputusan ekonomi pemakai dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa
masa lalu, masa kini atau masa depan.

Relevan memiliki unsure-unsur:

 Tepat waktu
 Memiliki nilai pediktif
 Memiliki nilai feedback

Andal (reliable). Informasi memiliki kriteria andal jika bebas dari pengertian
yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan untuk
pengambilan keputusan. Andal memiliki unsur-unsur:

 Dapat diverifikasi, artinya informasi tidak subyektif dan tidak bias.


Dalam akuntansi hal ini berarti adanya suatu cara pengukuran yang
independent terhadap pengukuirnya, sehingga dua orang pengukur yang
berbeda akan menghasilkan kesimpulan yang sama dengan menggunakan
cara pengukuran tersebut.
 Netral, artinya informasi harus diarahkan pada kepentingan semua pihak,
tidak hanya menguntungkan pihak tertentu. Netral juga berarti tidak
cenderung untuk mencapai suatu hasil tertentu.
 Penyajian jujur (representational faithfulness). Penyajian jujur terkait
dengan adanya hubungan antara suatu pengukuran dan fenomena yang
ingin diukur (atau validitasnya). Kesulitan dalam definisi ini adalah
bahwa pengukuran dalam akuntansi banyak yang tidak terkait dengan
interpretasi ekonomis. Misalnya harga pasar pada saat pembelian
mungkin merupakan alat ukur yang berarti pada saat itu tetapi mungkin
tidak banyak artinya 10 tahun kemudian

Karakteristik kualitatif sekunder

Dapat dibandingkan (comparatible). Pemakai harus dapat memperbandingkan


laporan keuangan perusahaan antar periode untuk mengindentifikasi
kecenderungan ( trend ) posisi dan kinerja keuangan.

Menurut FASB comparability didevinisikan sebagai kualitas Informasi yang


memungkinkan pengguna untuk mengindentifikasi persamaan dan perbedaan
antara dua fenomena ekonomi.

Definisi tersebut tergantung pada dua hal, yaitu keseragaman dan konsistensi.

Keseragaman (uniformity). Keseragaman ini dibagi lagi menjadi:

 Rigid uniformity, yaitu adanya satu metode untuk semua transaksi yang
sama, meskipun situasinya berbeda. Misalnya Akuntansi untuk biaya
penelitian dan pengembangan.
 Finite uniformity adalah keseragaman dengan mempertimbangkan situasi
yang dihadapi. Misalnya akuntansi untuk rugi bersyarat (loss
contingencies) bias berbeda tergantung dari tingkat ketidakpastian yang
dihadapi

Definisi tersebut banyak diperdebatkan, karena tujuannya adalah dapat


dibandingkan (comparability) bukan keseragaman (rigit uniformity). Dapat
dibandingkan sendiri didefinisikan sebagai kualitas atau kondisi yang memililki
cukup banyak karakteristik sehingga memungkinkan suatu perbandingan yang
layak.

Dari dua pendapat ini, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa ada baiknya jika
perusahaan dibebaskan untuk mengambil pilihan tertentu selama tidak
membahayakan kepentingan investor dan kreditor.

Konsistensi memiliki beberapa definisi yaitu:

 Penggunaan suatu prosedur akuntansi oleh suatu entitas akuntansi selama


beberapa periode.
 Penggunaan konsep dan prosedur pengukuran yang sama untuk beberapa
item yang terkait dalam laporan suatu perusahaan selama satu periode.
 Pengggunaan prosedur yang sama oleh beberapa perusahaan ( lebih mirip
dengan definisi keseragaman ).
Kebutuhan terhadap daya banding jangan dikaacaukan dengan keseragaman
semata-mata dan tidak seharusnya menjadi hambatan dalam memperkenalkan
standar akuntansi keuangan yang lebih baik.

Elemen Laporan Keuangan

Elemen-elemen laporan keuangan terdiri dari:

 Aset
 Liabilitas
 Ekuitas
 Penghasilan
 Beban

Elemen-elemen ini akan dibahas secara lebih rinci pada topik tersendiri.

Asumsi Dasar

Asumsi dasar adalah sesuatu yang dianggap berlaku walaupun dalam


kenyataannya bisa berlaku bisa juga tidak. Dalam ilmu ekonomi banyak teori
yang mendasarkan diri pada asumsi ceteris paribus yang berarti “jika hal-hal
lain tetap/tidak berubah”. Dalam ilmu sosial, asumsi menjadi hal yang tidak
dipisahkan dari suatu teori karena, berbeda dengan ilmu alam/pasti, tidak
mungkin kita melakukan penelitian ilmu sosial dalam suatu laboratorium yang
terisolasi.

Asumsi dasar terkait entitas pelapor meliputi dua hal yaitu:

1. Perusahaan harus diasumsikan sebagai suatu entitas yang terpisah dari


pemiliknya. Dengan demikian pencatatan aset, liabilitas dan ekuitas
perusahaan harus dicatat terpisah dari aset, liabilitas dan ekuitas pribadi
pemilik.
2. Dua atau lebih perusahaan yang secara hokum merupakan badan hukum
yang terpisah, dari sudut pandang ekonomi dapat dianggap sebagai satu
kesatuan ekonomi. Itulah sebabnya antara perusahaan dan anak harus
dibuat laporan konsolidasi.

Kelangsungan usaha. Perusahaan harus diasumsikan akan berdiri terus tanpa


batas umur. Implikasi dari asumsi ini adalah digunakanya Nilai histories untuk
menilai aktiva tetap. Jika perusahaan dalam proses likuidasi, maka aktiva tetap
harus dinilai likuidasi yang biasanya lebih rendah dari nilai pasar.

Satuan mata uang yang stabil. Laporan keuangan harus disajikan dalam
satuan mata uang resmi dinegara tersebut ( di Indonesia : rupiah ) dan satuan
uang ini harus diasumsikan stabil. Sejak perekonomian Indonesia dalam
keadaan krisis, asumsi mata uang yang stabil sebenarnya tidak terpenuhi. Tetapi
asumsi ini tetap dipertahankan sehingga laporan keuangan menjadi tidak sesuai
dengan dunia nyata (real word).

Periodisasi. Aktivitas ekonomi suatu perusahaan diasumsikan dapat dibagi atas


periode-periode waktu. Padahal nilai perusahaan yang sesungguhnya baru dapat
diketahui setelah perusahaan tersebut ditutup dan dilikuidasi. Implikasi dari
periodisasi adalah timbulnya masalah kapan pendapatan dan beban harus diakui.
SAK menganut prinsip akrual dimana pendapatan dan beban harus diakui pada
saat terjadinya, tanpa menunggu kas diterima atau dikeluarkan.

Prinsip Laporan Keuangan

Biaya historis (historical cost). Sebagian aktiva dan kewajiban harus dinilai
dan disajikan berdasarkan harga perolehannya. Alasan utama penggunaan biaya
histories adalah keandalannya. Dalam sejarahnya biaya histories ini
dimenangkan dari prinsip yang lain karena dalam due process sebagian besar
yang hadir adalah akuntan publik. Bagi akuntan publik prinsip aiaya historis ini
adalah yang paling mudah uantuk diaudit dibandingkan dengan prinsip
penilaian aktiva dan kewaiban lainnya.

Prinsip pengakuan pendapatan (revenue recognition). Secara umum


pendapatan boleh diakui jika terealisir/dapat direalisasi ( realized/rea;izable) dan
telah berhak diakui ( earned ).

Pengaitan beban dan pandapatan (matching cost against revenue). Beban


diakui ketika jasa atau produk yang dihasilkan memberikan konstribusi Kepada
pendapatan.

Pengungkapan penuh (full disclosure). Semua Informasi yang cukup penting


sehingga dapat mempengaruhi keputusan pemakai lapran keuangan harus
disajikan sebagai bagian dari laporan keuangan harus disajikan sebagai bagian
dari laporan keuangan utama.

Keterbatasan Laporan Keuangan

Keseimbangan antara biaya dan manfaat (cost/benefit). Biaya untuk


menyajikan informasi tidak boleh lebih besar dari manfaat yang dapat diperoleh
dari pemakaian informasi tersebut.

Materialitas. Suatu Informasi disebut material jika menimbulkan perbedaan


dalampengambilan keputusan
Praktek industri khusus (industry practice). Jika pemakaian prinsip yang
berlaku umum justru tidak mencerminkan keadaan sesungguhnya bagi suatu
industri khusus, maka ia diperbolehkan untuk menyimpang dari prinsip yang
berlaku umum. Contoh, persediaan berupa tanaman dapat disajikan Sesuai Nilai
pasar.

Konservatif. Artinya jika berada dalam keadaan yang meragukan pilih solusi
yang paling sedikit kemungkinannya untuk menilai aktiva dan pendapatan terlalu
tinggi.

Pertanyaan :

1. Bagaimana cara/langkah untuk mengatasi halangan-


halangan yang terjadi pada saat menciptakan perencanaan yang efektif?
2. apa saja kendala dalam pengakuan dan pengukuran dalam laporan keuangan
akuntansi ?
3. Laporan Trueblood itu berisikan apa dan apakan bedanya dengan Laporan
Stamp ?

Anda mungkin juga menyukai