Anda di halaman 1dari 9

LEMBAR PENGESAHAN

JURNAL SKRIPSI

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN ORAL HYGIENE


PADA PASIEN PENYAKIT DALAM YANG DIRAWAT
DI RUANGAN TRIBRATA RUMAH SAKIT
BHAYANGKARA KOTA
BENGKULU

OLEH:

AJI APRIZAL
NPM. 1726010022

Telah dikoreksi dan disetujui oleh Pembimbing II


Program Studi Ilmu Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES)
Tri Mandiri Sakti Bengkulu
Tahun 2021

Pembimbing II

Ns. Loren Juksen, S.Kep, MAN


HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN ORAL HYGIENE
PADA PASIEN PENYAKIT DALAM YANG DIRAWAT
DI RUANGAN TRIBRATA RUMAH SAKIT
BHAYANGKARA KOTA
BENGKULU

The Relationship Between Knowladge And Oral Hygiene On Internal Diseases


Patient In Tribrata Room, Bhayangkara Hospital, Bengkulu City

Aji Aprizal 1, Devi Listiana 2, Loren Juksen 3


1,2,3
Program Studi Ilmu Keperawatan
STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu
Email:ajiaprizal@gmail.com

ABSTRAK

Kebersihan mulut (oral hygiene) adalah salah satu tindakan yang diperlukan untuk
menjaga agar mulut terhindar dari infeksi, membersihkan dan menyegarkan
mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan
oral hygiene (kebersihan mulut) pasien di Ruangan Tibrata Rumah Sakit
Bhayangkara Kota Bengkulu. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
apakah ada hubungan antara pengetahuan pasien dengan kebersihan mulut pasien
Di Ruangan Tribrata Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu. Desain penelitian
yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan menggunakan
rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah jumlah keseluruhan
pasien yang dirawat di Ruang Rawat Inap Tribrata Rumah Sakit Bhayangkara
Kota Bengkulu yang berjumlah 30 orang pasien. Teknik pengumpulan data
menggunakan metode accidental sampling. Data kemudian dianalisis
menggunakan uji statistik Chi-Square dengan uji Contingency Coefisient. Hasil
penelitian ini adalah berdasarkan uji kolmogrov- smirnov didapat nilai
significancy sebesar 1.000 dan nilai P> dari 0,05 maka dapat diambil kesimpulan
bahwa adanya bukti yang lemah untuk menolak hipotesa nol jadi Ho diterima dan
Ha ditolak. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan Oral Hygine pada
pasien yang dirawat di ruang Penyakit Dalam Rumah Sakit Bhayangkara Kota
Bengkulu . Kesimpulan dari penelitian ini dapat memberikan pengalaman dan
pembelajaran tentang penelitian serta menambah wawasan terkait pengetahuan
dengan kebersihan mulut mengingat keterbatasan penelitian diharapkan agar
peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan menggunakan metode
penelitian yang lain, menambah varaibel penelitian sehingga hasi penelitian
menjadi lebih baik.

Kata Kunci: Pengetahuan, Kebersihan Mulut (Oral hygiene) Pasien


ABSTRACT

Oral hygiene is one of the actions needed to keep the mouth from infection, clean
and freshen the mouth. This study aims to determine the relationship between
knowledge and oral hygiene of patients in the Tibrata Room, Bhayangkara
Hospital, Bengkulu City. The formulation of the problem in this study is whether
there is a relationship between patient knowledge and oral hygiene of patients in
the Tribrata Room, Bhayangkara Hospital, Bengkulu City. The research design
used in this study was an analytic survey using a cross sectional design. The
population of this study was the total number of patients treated in the Tribrata
Inpatient Room, Bhayangkara Hospital, Bengkulu City, which amounted to 30
patients. The data collection technique used accidental sampling method. The
data were then analyzed using the Chi-Square statistical test with the
Contingency Coefficient test. The results of this study are based on the
Kolmogrov-Smirnov test, a significance value of 1,000 is obtained and a P value>
of 0.05, so it can be concluded that there is weak evidence to reject the null
hypothesis, so Ho is accepted and Ha is rejected. There is no relationship
between knowledge and Oral Hygine in patients treated in the Internal diseases
room at Bhayangkara Hospital, Bengkulu City. The conclusion of this study can
provide experience and learning about research and add insight related to
knowledge regarding oral hygiene considering the limitations of the study, it is
hoped that future researchers can conduct research using other research
methods, adding research variables so that research results are better.

Keywords: Knowledge, Oral hygiene (Oral hygiene) Patients

A. Pendahuluan atau spiritual. Kesehatan didefinisikan


Rumah Sakit adalah suatu sistem sebagai suatu keadaan sejahtera secara
kesehatan, layanan kesehatan serta fisik, mental, dan sosial yang optimal
pendidikan kesehatan yang ditujukan dan bukan hanya bebas dari penyakit
pada masyarakat dengan intervensi atau kelemahan (World Health
yang diberikan mulai dari kondisi akut Organization, 2005). Kesehatan secara
hingga kompleks (WHO, 2018). holistik mempertimbangkan individu
Menurut Undang-Undang Republik secara keseluruhan, bertanggung jawab
Indonesia Nomor 44 Tahun 2009, atas kesejahteraannya sendiri dan
rumah sakit mempunyai tugas pengaruh keseluruhan baik sosial,
memberikan pelayanan kesehatan psikologis, dan lingkungan terhadap
perorangan secara paripurna yang kesehatannya (Dorland, 2002).
meliputi promotif, preventif, kuratif, Pandangan tentang kesehatan
dan rehabilitatif sebagai institusi mencakup kesejahteraan mental, sosial,
pelayanan kesehatan tingkat rujukan dan spiritual, serta memiliki fokus pada
(Depkes RI, 2009). kesehatan di tingkat keluarga dan
Kesehatan bersifat komprehensif komunitas (Pender, et al., 2015)
yang meliputi seluruh aspek kehidupan Faktor–faktor yang mempengaruhi
untuk mencapai suatu keadaan kesehatan, meliputi: usia, jenis
sejahtera baik fisik, mental/jiwa, sosial, kelamin, ras, dan budaya (Pender, et
al., 2015). Hal ini dijelaskan pula oleh sehari-hari, tergantung pada kondisi
Potter dan Perry (2009) mengenai pasien dan situasi lingkungan yang
adanya faktor internal dan eksternal dialami pasien (Fawcett, 2005).
yang berpengaruh terhadap kesehatan Pengetahuan merupakan pemahaman
individu yang terdiri atas: tingkat partisipan tentang topik yang diberikan
perkembangan, latar belakang pengetahuan adalah kemampuan untuk
intelektual, persepsi tentang fungsi, menerima, mempertahankan, dan
emosional, spiritual, perilaku keluarga, menggunakan informasi yang
dan sosioekonomi. Semua faktor– dipengaruhi oleh pengalaman dan
faktor yang dapat mempengaruhi keterampilan. sebagian besar dari
kesehatan tersebut harus saling pengatahuan yang dimiliki seseorang
berkesinambungan sesuai tugas dan berasal dari pendidikan baik formal dan
fungsinya agar tercapai derajat informal ,pengalaman pribadi maupun
kesehatan yang lebih baik. orang lain , lingkungan serta media
Pelayanan kesehatan yang masa (Siltrakool, 2017).
diberikan oleh perawat di rumah sakit Kesehatan mulut merupakan hal
sangat berpengaruh terhadap kualitas penting untuk kesehatan secara umum
pelayanan di rumah sakit (Suweko & dan kualitas hidup. Mulut sehat berarti
Edi, 2019). Bentuk pelayanan terbebas kanker tenggorokan, infeksi
kesehatan di rumah sakit berupa asuhan dan luka pada mulut, penyakit gusi,
keperawatan yang di berikan oleh kerusakan gigi, kehilangan gigi, dan
perawat kepada pasien. Asuhan penyakit lainnya, sehingga tidak terjadi
keperawatan dilakukan secara gangguan yang membatasi dalam
komperhensif atau menyeluruh, tidak menggigit, mengunyah, tersenyum,
hanya berfokus terhadap promotif berbicara, dan kesejahteraan
namun juga terhadap tindakan preventif psikososial. Salah satu kesehatan mulut
Proses keperawatan khususnya adalah kesehatan gigi. Kesehatan tubuh
tindakan personal hygiene atau secara keseluruhan banyak dipengaruhi
kebersihan diri yang terlaksana dengan oleh kesehatan dari gigi. Mulut yang
baik, dapat mencegah penyakit serta sehat merupakan suatu kondisi dimana
meningkatkan keselamatan pasien rongga mulut yang terdiri atas bibir,
(Widiawati, Kalpataria & Sari, 2018). gigi, gusi, lidah, dan mukosa mulut
Keperawatan merupakan salah satu terbebas dari berbagai gangguan dan
profesi yang memiliki peran penting penyakit, bahwa menjaga kesehatan
dalam pelayanan kesehatan disamping mulut merupakan hal yang sangat
keperawatan sedang mengalami penting karena hal ini berkaitan
perkembangan yang begitu pesat, baik langsung dengan kesehatan sistemik
dibidang praktik, penelitian, maupun (Kuppuswamy et al., 2014).
pendidikan keperawatan. Ilmu Oral hygiene merupakan tindakan
keperawatan sebagai salah satu cabang yang bertujuan untuk menjaga
ilmu pengetahuan, memiliki teori-teori kontinuitas bibir, lidah, dan mukosa
yang terbentuk dari filosofi dan mulut, mencegah terjadinya infeksi
paradigma yang berbeda dari para rongga mulut serta melembabkan
pencetus teori keperawatan. Tidak membran mukosa bibir dan mulut
semua teori dapat diaplikasikan secara (Tucker, 2011). Mulut yang bersih juga
langsung pada praktik keperawatan membuat status gizi seseorang
meningkat dan nafas yang segar Populasi dalam melakukan penelitian
membuat seseorang dapat ini adalah jumlah keseluruhan pasien
berkomunikasi dengan baik dan lebih yang dirawat di Ruang Rawat Inap
percaya diri (Mukhtar et al., 2011). Tribrata Rumah Sakit Bhayangkara
Rumusan masalah dalam penelitian Kota Bengkulu pada bulan Juni 2021
Apakah ada hubungan antara pengambilan sampel dengan
pengetahuan pasien dengan kebersihan mengunakan tehnik accidental
mulut pasien Di Ruangan Tribrata sampling. Pengumpulan data dalam
Rumah Sakit Bhayangkara Kota penelitian ini menggunakan data primer
Bengkulu? dan sekunder. Data dengan
Tujuan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis univariat dan
Untuk mengetahui hubungan bivariat dengan uji statistik Chi-Square
pengetahuan dengan oral hygiene (χ2) dan menggunakan Contigency
(kebersihan mulut) pasien di Ruangan Coefficient (C).
Tibrata Rumah Sakit Bayangkara Kota
Bengkulu. C. Hasil Penelitian
1. Analisis Univariat
B. Metode Penelitian Analisis univariat adalah analisis
Penelitian ini menggunakan studi yang digunakan untuk memperoleh
observasional analitik dengan gambaran distribusi frekuensi dan
rancangan penelitian cross sectional. proporsi dari variabel yang di teliti baik
Lokasi penelitian yaitu Rumah Sakit variabel Independen (Pengetahuan)
Bhayangkara Kota Bengkulu di Ruang maupun Dependen (Oral hygiene) yang
Rawat Inap Tribrata dan akan digambarakan dalam tabel sebagai
dilaksanakan pada bulan Juni 2021. berikut:

Tabel 1
Distribusi Frekuensi Pengetahuan Pasien Di Rumah Sakit Bhayangkra
Kota Bengkulu Tahun 2021 Pengetahuan

Pengetahuan Frekuensi Persentase


Pengetahuan 30 100.0
Total 30 100.0

Berkurangkan Tabel 1 terdapat 30 respondent yang berpengetahuan


orang respondent (100 %) dengan sedang dan kurang baik.
pengetahuan baik dan tidak ada

Tabel 2
Distribusi Frekuensi Oral hygiene Pasien Di Rumah Sakit Bhayangkra
Kota Bengkulu Tahun 2021 Oral hygiene

Oral hygiene Frekuensi Persentase


Baik 6 20.0
Cukup 24 80.0
Total 30 100.0
Berdasarkan tabel 2 dari 30 2. Uji Bivariat
responden terdapat 6 orang respondent Analisis Bivariat dilakukan untuk
(20%) dengan oral hygiene baik dan 24 mengetahui hubungan variabel
orang responden (80%) dengan independen dengan variabel dependen
pengetahuan cukup. yang digambarakan dalam tabel
sebagai berikut:

Tabel 3
Pengetahuan Dengan Oral hygiene Pasien Penyakit Dalam Di Ruang Rawat Inap
Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu Tahun 2021

Pengetahuan
Most Extreme Differences Absolute .000
Positive .000
Negative .000
Kolmogorov-Smirnov Z .000
Asymp. Sig. (2-tailed) 1.000
a. Grouping Variable: oral_hygine

Berdasarkan dari tabel 4 di atas Hal ini sesuai dengan teori


karena nilai significancy menunjukan Hendro (2012) yang mengatakan
angka 1.000 dan nilai P> dari 0,05 semakin cukup usia seseorang maka
maka dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat kematagan dan kekuatan
adanya bukti yang lemah untuk seseorang akan lebih matang dalam
menolak hipotesa nol jadi Ho diterima berfikir. Bertambahnya usia seseorang
dan Ha ditolak dapat berpengaruh pada bertambahnya
Tidak Ada Hubungan pengetahuan yang diperoleh, tetapi
Antara Pengetahuan Dengan pada usia-usia tertentu atau menjelang
Oral Hygine pada pasien yang usia lanjut kemampuan penerimaan
dirawat di ruang penyakit atau pengigatan suatu pengetahuan
dalam. akan berkurang. Menurut Simamora
(2017) Seiring bertambahnya usia
D. Pembahasan seseorang maka bertambah pula
Hasil penelitian ini menunjukan pengalaman seseorang yang melibatkan
bahwa pengetahuan pasien penyakit panca indera yang dapat mempengaruhi
dalam di rumah sakit bhayangkara kota pengetahuan .
bengkulu tahun 2021,dari 30 responden Pengetahuan merupakan hasil tau
mempunyai pengetahuan yang baik dan dan ini terjadi setelah orang melakukan
tidak ada responden yang pengindraan terhadap suatu objek
berpengetahuan sedang dan kurang tertentu, penginderaan terjadi melalui
baik,Ini disebabkan sebagian besar panca indera manusia, yakni: indera
responden sudah mengetahui akan penglihatan, pendengaran, penciuman,
penting nya kebersihan mulut sejak rasa dan raba. Sebagian besar
usia dini seperti diajarkan orang tua pengetahuan manusia diperoleh melalui
mereka. mata dan telinga (Notoatmodjo,2012).
Hasil penelitian ini diketahui dari didikan orang tua dan lainya. Menurut
30 responden terdapat 6 orang warni (2009) pengetahuan yang baik
responden (20%) dengan oral hygiene belum tentu tindakan yang dilakukan
baik. Hal ini disebabkan karena baik pula. Hal tersebut karena
sebagian dari responden mengatakan pengetahuan sebatas perilaku tertutup.
bahwasanya mereka sudah diajarkan Berdasarkan hasil wawancara
orang tua saat masih kecil agar terhadap responden bahwasanya ada
membiasakan menyikat gigi secara salah satu upaya yang mempengaruhi
benar dan teratur agar dapat menjaga oral hygiene yaitu kebiasaan responden
selalu kebersihan mulut. menggosok gigi sejak kecil yang sudah
Dari 30 responden terdapat 24 diajarkan oleh orang tua mereka.
orang (80%) dengan oral hygiene Menurut budiharto (2010)
cukup. Hal ini disebabkan karena kebiasaan atau perilaku terbentuk
sebagian responden memiliki kebiasaan karena dipengaruhi beberapa faktor
menggosok gigi sebelum mandi saja yang menyebabkan seseorang
dan jarang menggosok gigi secara berperilaku menjaga kesehatan atau
benar seperti setelah makan dan tidak berperilaku menjaga kesehatan.
sebelum tidur. faktor tersebut diantaranya adalah
Hal ini sesuai dengan penelitian adanya perilaku kesehatan dari orang
hermawansyah (2011) yang lain yang menjadi panutan .
menyatakan bahwa orang tua Hasil yang didapatkan dari
merupakan figur yang menjadi panutan penelitian di Rumah Sakit Bhayangkara
bagi anak sehingga kebiasaan baik dari Kota Bengkulu menyimpulkan tidak
orang dalam menjaga kebersihan gigi ada hubungan pengetahuan dengan
dan mulut dapat menjadi contoh bagi oral hygiene pasien penyakit dalam
anak-anak. yang dirawat di ruangan Tribrata
Hasil analisis menggunakan Rumah Sakit Bhayangkara Kota
kolmogrov- smirnov menunjukan tidak Bengkulu .
ada hubungan antara pengetahuan Menurut Galuh Rahtyanti (2016)
dengan oral hygiene pasien penyakit pengetahuan yang tinggi tidak optimal
dalam yang dirawat di ruangan Tribrata diterapkan dalam mendorong perilaku
Rumah Sakit Bhyangkara Kota pemeliharaan kebersihan gigi dan
Bengkulu. Karena nilai significancy mulut yang baik, selain itu pengetahuan
menunjukan angka 1.000 dan nilai P> yang diterima tidak semua bisa
dari 0,05 maka dapat diambil dipraktikan karena terdapat faktor-
kesimpulan bahwa adanya bukti yang faktor pendukung lainyang dapat
lemah untuk menolak hipotesa nol jadi mempengaruhi pengetahuan misalnya
Ho diterima dan Ha ditolak. Tidak ada peran orang tua dan lingkungan.
hubungan antara pengetahuan dengan
Oral Hygine pada pasien yang dirawat E. Kesimpulan
di ruang Penyakit Dalam Rumah Sakit 1. Distribusi frekuensi pengetahuan
Bhayangkara Kota Bengkulu . pasien penyakit dalam di Rumah
Pengetahuan bukan satu-satunya Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu
faktor yang mempengaruhi kebersihan tahun 2021. Dari 30 responden
mulut (oral hygiene) pasien, tetapi ada mempunyai pengetahuan yang baik
faktor lain seperti perilaku (kebiasaan), dan tidak ada responden yang
berpengetahuan sedang dan kurang Rahtyanti, G. C. S., Hadnyanawati, H.,
baik. & Wulandari, E. (2018).
2. Distribusi Frekuensi Oral hygiene Hubungan Pengetahuan
Pasien di Rumah Sakit Kesehatan Gigi dan Mulut
Bhayangkara Kota Bengkulu Tahun dengan Karies Gigi pada
2021. Dari 30 responden terdapat 6 Mahasiswa Baru Fakultas
orang responden (20%) dengan Kedokteran Gigi Universitas
oral hygiene baik. Sedangkan Jember Tahun
terdapat 24 orang (80%) dengan Akademik 2016/2017 (Correlation of
oral hygiene cukup. Oral Health Knowledge with
3. Tidak ada hubungan antara Dental Caries in First Grade
pengetahuan dengan oral hygine Dentistry Students of Jember.
pada pasien yang dirawat di ruang Pustaka Kesehatan, 6(1), 167-
Penyakit Dalam Rumah Sakit 172.
Bhayangkara Kota Bengkulu. Hendro. (2012). Hubungan
Pengetahuan Perawat dengan
F. Saran Penerapan Identify Patient
Diharapkan pihak Rumah Sakit Correctly di RSUP Ratatotok
Bhayangkara Kota Bengkulu untuk Buyat Kabupaten Minahasa
memberikan informasi dan selalu Tenggara. Retrieved 20 Juni
meningkatakan kebersihan kepada 2019,
pasien khususnya perawat untuk tetap From:http://media.neliti.com/med
selalu melakukan kebersihan mulut ia/piblications/105324-ID-
(oral hygiene) pasien,sehingga pasien hubungan-perawat-dengan-
akan lebih menyadari akan pentingnya pene.pdf
kesehatan gigi dan mulut. Hermawansyah, T. (2011). Pengaruh
DAFTAR PUSTAKA Program Dokter Kecil Terhadap
Budiharto, 2008. Pengantar Ilmu Kebersihan Gigi Dan Mulut
Perilaku Kesehatan dan Anak Usia 10-12 Tahun.
Pendidikan Kesehatan Gigi1 th Kuppuswamy, P. S., Takala, C. R., &
Ed. Jakarta: Buku Kedokteran Sola, C. L. (2014). Management
EGC. of psychiatric symptoms in anti-
Departemen Kesehatan RI. (2009). NMDAR encephalitis: a case
Pedoman Pelaksanaan Program series, literature review and
Rumah Sakit Sayang Ibu Dan future directions. General
Bayi (RSSIB). Jakarta: Depkes hospital psychiatry, 36(4), 388-
RI. 391.
Dorland W. A. N. 2002. Kamus Mukhtar, et.al. 2011. Metode Penelitian
Kedokteran Dorland. Terjemahan Deskriftif Kualitatif. Jakarta : GP
Huriawati Hartanto. Edisi Press Group.
pertama. Jakarta : EGC. Hal : Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi
1815 penelitian kesehatan.
Fawcett, J. (2005). Criteria for Notoatmodjo, S. (2012). Promosi
evaluation of theory. Nursing kesehatan dan perilaku
science quarterly, 18(2), 131-135. kesehatan. Jakarta: rineka cipta,
45-62.
Nurjannah, 2016. Hubungan Journal of Sciences: Basic and
Pengetahuan, Sikap Dan Applied Research (IJSBAR),
Tindakan Kesehatan Gigi Dan 33(2), 321-331.
Mulut Terhadap Status Suweko, H., & Warsito, B. E. (2019).
Kebersihan Mulut Pelajar Hubungan Perilaku Caring
Smp/Mts Pondok Pesantren Putri Perawat Dengan Kepuasan
Ummul Mukminin. Pasien Diruang Rawat Inap:
Pender, N.J et al. (2015). Health Literatur Review. Jurnal Ilmu
Promotion In Nursing Practice. Keperawatan dan Kebidanan,
Seventh Edition.United States Of 10(1), 243-247.mellitus. Journal
America. Pearson of diabetes & Metabolic
Potter & Perry. 2009. Fundamental disorders, 12(1), 1-5.
Keperawatan. Edisi 7. Jakarta : Tucker. S. M, et al . 2011. Standar
Salemba Medika Perawatan Pasien edisi 7. Jakarta:
Potter, P. A., Perry, A. G. E., Hall, A. EGC
E., & Stockert, P. A. (2009). Warni, 2009, Efek Kebiasaan Menyikat
Fundamentals of nursing. Gigi Terhadap Status Karies
Elsevier mosby. Gigi., (online), Tersedia:
Keperawatan.Jakarta:EGC.2005 http://repository.usu.ac.id/bitstrea
Rahtyanti, G. C. S., Hadnyanawati, H., m/123456789/6991/1/10E00144.
& Wulandari, E. (2018). pdf. Diakses pada tanggal 8
Hubungan Pengetahuan Maret 2015 .
Kesehatan Gigi dan Mulut Widiawati, S., Sari, R. M., &
dengan Karies Gigi pada Kalpataria, W. (2019).
Mahasiswa Baru Fakultas Relationship Supervision and
Kedokteran Gigi Universitas Motivation with Nurse
Jember Tahun Akademik Performance in Meeting Patient's
2016/2017 (Correlation of Oral Personal Hygiene Needs. Riset
Health Knowledge with Dental Informasi Kesehatan, 7(2), 160-
Caries in First Grade Dentistry 165.
Students of Jember. Pustaka World Health Organization. Child
Kesehatan, 6(1), 167-172. Growth Standard. 2005
Siltrakool, B. 2017. Assessment of
Community Pharmacists’
Knowledge, Attitude and Practice
Regarding Non-Prescription
Antimicrobial Use and
Resistance in Thailand. PhD
Thesis. University of
Hertfordshire.
Simamora, R. E., Sidabutar, D. R., &
Surya, E. (2017). Improving
learning activity and students’
problem solving skill through
problem based learning (PBL) in
junior high school. International