Anda di halaman 1dari 3

OPERATIONS CONSULTING AND REENGINEERING

Berikut adalah beberapa pencapaian cho kwan ri untuk perusahaan:


1. Pengurangan waktu yang terbuang.
- Sistem baru untuk rapat pagi, dimana semua partisipan antusias untuk mengikuti
rapat dan lebih produktif
- Sistem saran, dimana R&D didukung oleh pekerja meningkatkan kinerja mereka
berdasarkan saran yang membangun dan meningkatkan kinerja dari pekerja
- Penghematan waktu berdasarkan manajemen waktu, dimana setiap pekerja
memiliki self-management checksheet per detik selama sebulan dan gaji dibayar
berdasarkan kinerja, bukan senioritas
- Produktivitas meningkat hingga 4 kali lipat, berkat modifikasi mesin lama yang
dilakukan oleh pekerja. Hal ini mampu mengurangi biaya import bahan dari
Jepang dan Amerika yang dilakukan perusahaan
2. Peningkatan kekayaan.
- Gaji 30% lebih tinggi daripada perusahaan lain
- Bonus meningkat 6 kali lipat
- Perusahaan menanggung pendidikan anak pekerja hingga ke tingkat college
- Perusahaan mendukung pelatihan ke luar negeri
- Semua mobil perusahaan diberi AC untuk efisiensi tenaga kerja
- Sistem saran berjalan tanpa campur tangan manajemen atas
Sistem cho kwan ri dikenal sebagai praktik terbaik secara nasional dan dijadikan tolok
ukur oleh perusahaan lain, salah satunya Samsung Group, konglomerasi bisnis Korea.
Meningkatkan fase: Kampanye Saryuk 0.01
Sebagai bagian dari program peningkatan berkelanjutan, setelah Samwon
sukses mengimplementasikan program 5S dan cho kwan ri, Samwon mengadopsi
Saryuk 0.01 yang merupakan kampanye berorientasi pada tujuan untuk melakukan
peningkatan, meskipun hanya 1 %. Kampanye Saryuk 0.01 (Saryuk berarti segala
daya usaha untuk tujuan utama) berkaitan pada tuntutan pasar mengenai harga dan
kualitas produk. Dalam usahanya untuk mengurangi biaya, mereka fokus untuk
mengurangi pemborosan, terutama pada pemborosan yang kasat mata dalam semua
aspek operasional perusahaan. Motto Samwon adalah:
Saryuk untuk 0.01 peningkatan produktivitas
Saryuk untuk 0.01 pemborosan
Saryuk untuk 0.01 profit.
Mr. Yang berpendapat bahwa sebuah perusahaan harus selalu mempersiapkan
diri untuk menjadi penunggang gelombang daripada menjadi korban perubahan
lingkungan. Saryuk 0.01 tidak mungkin terimplementasi jika mereka tidak pernah
melakukan program 5S dan cho kwan ri. Jika Samwon tidak mempersiapkan diri
dengan pengurangan pemborosan, maka mereka tidak dapat bertahan dari tekanan
pembeli mengenai pemotongan harga.
Pengurangan pemborosan yang menjadi tujuan Samwon:
1. Pemborosan dari kecacatan: kontrol terhadap kualitas sangatlah penting, terutama
pada kinerja manajerial. Perusahaan harus akurat dan sensitif dalam setiap
operasionalnya.
2. Pemborosan dari pekerjaan yang ceroboh: lebih baik menggunakan waktu untuk
memperbaiki permasalahan ini, daripada pengerjaan yang diselesaikan secara asal-
asalan.
3. Pemborosan inventori: Inventori yang melebihi batas minimal mengakibatkan
cashflow yang stagnan dan pemborosan dalam pengelolaan inventori.
4. Pemborosan gerakan: Awasi setiap gerakan pekerja dan mesin sehingga bisa
ditingkatkan dan memberi nilai lebih.
5. Pemborosan karena menunggu: Setiap anggota perusahaan harus teratur dan aliran
informasi harus komprehensif, sehingga mampu mengurangi waktu yang
terbuang.
6. Pemborosan pengangkutan: penggunaan transportasi masal mampu menghemat
banyak pemborosan.
7. Pemborosan proses: penggunaan sistem saran dan peningkatan situasi kerja
haruslah dikomunikasikan kepada semua pekerja.
8. Pemborosan karena kecelakaan industri: Hal ini hampir selalu disebabkan
keteledoran pekerja. Hanya pekerjalah yang mampu mencegah pemborosan ini.
9. Pemborosan kerja manajerial: membentuk aliran informasi yang bagus dalam
perusahaan, baik vertikal maupun horizontal.
Dalam implementasi kampanye Saryuk 0.01, Samwon menggunakan jadwal
mingguan dan bulanan untuk mengurangi pemborosan dan meneruskan tiga
kampanye diatas. Setiap department diatur jadwalnya berdasarkan program 5S. Dalam
pelaksanaan selama 24 bulan sejak Juni 1993, perusahaan mampu menghemat 49 Juta
dan 59,9 Juta Won.
Beberapa pencapaian kampanye Saryuk 0.01:
Salah satunya contoh penghematan adalah dengan menginovasi cara penyajian
makanan di cafetaria. Dengan sistem self-service, pekerja duduk dari meja baris
pertama secara berurutan, dan penggunaan gelas kertas, ternyata mampu mengurangi
jumlah makanan yang dibuang, usaha membersihkan cafetaria lebih efektif, dan
menghemat ruang pembuangan. Setiap pekerja berkomitmen untuk melaporkan 15
kasus atau lebih dalam hal mengurangi pemborosan. Hal ini berkat ‘Guaranteed
cheque’ yang disertai sistem insentif untuk mendukung kesuksesan sistem saran.
Untuk mempermudah staf kantor dalam membedakan kapasitas kerja dan
pemborosan dalam pekerjaan, maka Samwon mengutilisasi teknik CKR untuk
menganalisa pekerjaan mereka per detik dalam sebulan. Kertas analisis kerja bulanan
ini akan memberikan mereka informasi penting tentang pekerjaan mana yang lebih
penting dalam suatu waktu, untuk kemudian dinilai pekerjaan mana yang harus
ditingkatkan dan mana yang bisa dieliminasi. Dengan demikian, perusahaan mampu
mengoptimalkan tingkat kinerja dalam kantor