Anda di halaman 1dari 3

BAB 1

PENDAHULUAN

A. ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS


Era globalisasi yang tak terbendung akan membawa dampak perubahan pada
berbagai bidang kehidupan masyarakat, baik dalam bidang ekonomi, sosial, budaya,
politik, keamanan, maupun kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Perkembangan dan perubahan di berbagai bidang tersebut secara langsung ataupun
tidak langsung akan berpengaruh terhadap perkembangan dunia pendidikan. Pengaruh
secara langsung yang dihadapi dunia pendidikan adalah perubahan sikap masyarakat
terhadap dunia pendidikan. Perhatian masyarakat terhadap dunia pendidikan semakin
tinggi. Masyarakat mempunyai harapan yang besar terhadap pendidikan.
Pendidikan diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan zaman dan
menghasilkan output yang siap menghadapi tantangan zaman yang semakin kompetitif
sedangkan pengaruh tidak langsung, dunia pendidikan mau tidak mau harus terus
berbenah agar keberadaannya benar-benar mampu menjawab kebutuhan zaman. Oleh
karena itu, berbagai upaya inovasi dan perubahan baik, dari sisi filosofi maupun
manajemen pendidikan harus selalu berubah dan berkembang selaras dengan
paradigma perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Masyarakat modern dengan berbagai pergeseran corak budaya serta kehidupan
sosial ekonomi dan politiknya menuntut agar pendidikan benar-benar mampu
mencetak genarasi yang paripurna, siap bersaing di kancah global. Perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang pesat, mau tidak mau harus diakomodasi oleh lembaga
pendidikan. Sosok sekolah harus mampu mengikuti arus perkembangan tersebut dan
untuk selanjutnya mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi itu untuk membentuk
output yang melek teknologi. Pendidikan yang berbasis teknologi adalah jawaban yang
tidak bisa ditawar-tawar.
Pada intinya, perubahan pranata sosial, ekonomi, budaya, dan ilmu pengetahuan
serta teknologi harus senantiasa terakses dan terwadahi dalam rangka menentukan arah
kebijakan pendidikan. Dengan demikian, pendidikan di Indonesia akan semakin
berkualitas dan berdaya saing tinggi.

SMK NEGERI 2 PAYAKUMBUH 1


B. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN MASA DATANG
Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional,
misalnya pengembangan kurikulum nasional dan lokal, peningkatan kompetensi guru
melalui pelatihan, pengadaan bahan ajar yang relevan,pengadaan dan perbaikan sarana
dan prasarana pendidikan, serta peningkatan mutu manajemen sekolah. Berbagai
produk perundangan dan kebijakan dalam bidang pendidikan pun sudah dicanangkan,
misalnya pencanangan wajib belajar 9 tahun, Undang-Undang No 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan, serta Permendikbud No. 34 Tahun 2018.Berbagai usaha
tersebut diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas pendidikan nasional yang
dapat dilihat dari indikator ketercapaian sebagai berikut.
1. Anak usia sekolah, terutama sekolah dasar dan menengah mendapat pelayanan
pendidikan yang memadai tanpa membedakan gender, tingkat sosial ekonomi,
agama, suku bangsa, dan sebagainya.
2. Terpenuhinya standar nasional pendidikan yang mencakup standar isi, standar
proses, standar lulusan, standar pendanaan, standar manajeman, standar sarana
prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, dan standar penilaian
pada semua jenjang pendidikan dasar dan menengah.
3. Secara bertahap tenaga pendidik harus memenuhi klasifikasi minimal S2 sesuai
dengan kompetensinya begitu juga dengan tenaga kependidikan di samping
jumlahnya memadai juga klasifikasi pendidikannya S1
4. Sarana Prasarana yang dimiliki sekolah harus memenuhi klasifikasi baik jumlah
maupun teknologinya
5. Sumber pembiayaan sekolah harus ditingkatkan dengan cost yang ideal. Dan
tetap mengharapkan bantuan bantuan dana operasional dari pemerintah, dunia
usaha maupun masyarakat

SMK NEGERI 2 PAYAKUMBUH 2


C. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN SAAT INI
Salah satu permasalahan pendidikan dewasa ini yang dihadapi bangsa Indonesia
adalah rendahnya mutu pendidikan di setiap jenjang. Menurut Human Development
Index (HDI) tahun 2004, pendidikan di Indonesia menduduki peringkat ke-111 dari
147 negara. Bahkan pendidikan di negara kita jauh tertinggal dari negara-negara
tetangga seperti Malaysia, Singapura, bahkan Vietnam.
Rendahnya kualitas pendidikan di negara kita tidak terlepas dari berbagai faktor
penyebab, di antaranya adalah (a) kondisi sosial ekonomi masyarakat yang masih
terpuruk akibat krisis multidimensi yang mendera bangsa Indonesia 10 tahun terakhir,
(b) masih rendahnya perhatian masyarakat terhadap pentingnya pendidikan, (c) masih
kurang optimalnya dana yang disalurkan oleh pemerintah melalui APBN untuk sektor
pendidikan, (d) letak geografis Indonesia sebagai negara kepulauan sehingga akses
pendidikan untuk daerah terpencil masih sangat minim, (e) jumlah penduduk yang
besar dengan keragaman budaya, agama, suku, bahasa, dan adat-istiadat, (f) masih
belum optimalnya pengelolaan manajemen pendidikan mulai dari tingkat sekolah
sampai tingkat pusat sehingga arah pendidikan kurang jelas dan terfokus, dan (g) masih
terjadinya ketimpangan mutu dan kondisi yang sangat jauh antara sekolah di kota
dengan di daerah-daerah terpencil serta faktor-faktor yang lain.
Dari sisi akses pendidikan, masih banyak bahkan jutaan anak Indonesia yang
belum bisa menikmati dan mengenyam pendidikan minimal sampai tingkat menengah.
Kondisi ini terjadi lebih disebabkan oleh keterbatasan faktor ekonomi keluarga dan
tingginya biaya pendidikan, khususnya di sekolah-sekolah perkotaan. Kalau kondisi ini
tidak tertangani secara serius, kita akan menjadi bangsa yang semakin terpuruk dan
tergilas dalam arus global.

SMK NEGERI 2 PAYAKUMBUH 3