Anda di halaman 1dari 32

Kompilasi ABS SBK

Kompilasi ABS SBK


Mukadimah
Visi propinsi Sumatera Barat adalah ingin menjadikan masyarakat Sumatera Barat
sejahtera dunia akhirat. Visi tersebut akan sulit dicapai bila tidak dirumuskan misi yang jelas,
tujuan yang akan dicapai, dan sasaran yang hendak diraih, serta cara yang akan ditempuh
untuk mewujudkan tujuan tersebut secara tepat. Berhasilnya teknik pencapaian tujuan
dimaksud, di antaranya adalah pemahaman masyarakat dan para ninik mamak pemangku adat
Minangkabau terhadap nilai-nilai adat dan agama dalam kehidupan sehari-hari. Ninik mamak
sebagai pemimpin masyarakat adat Minangkabau sebagian besar berada di propinsi Sumatera
Barat kini, sedang menghadapi perubahan besar, sebagai akibat dari proses globalisasi dan
dunia informasi.
Minangkabau sejak dahulu hingga sekarang, tatanan kehidupan masyarakatnya sangat
ideal karena didasari nilai-nilai, norma-norma adat dan agama Islam yang menyeluruh, dalam
satu ungkapan adat berbunyi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Adat dan syarak di Minangkabau merupakan benteng kehidupan dunia akhirat yang
disebutkan dalam petatah adat “kesudahan adat ka balairung, kasudahan syarak ka akhirat.”1
Mamangan ini menyiratkan teguhnya benteng orang Minangkabau yang terkandung di dalam
adat dan kokohnya perisai Islam yang di pagar oleh syarak.
Fenomena sekarang terlihat norma lama yang luhur mulai agak memudar, sementara
tatanan baru belum pula terbentuk. Nilai-nilai kehidupan pada mulanya bersifat kebersamaan
di masa sekarang agak cendrung bersifat individual. Nilai-nilai kehidupan selama ini tumbuh di
nagari, sekarang kecendrungan masyarakat lebih suka hidup di perkotaan. Pada masa doeloe
norma kehidupan berpegang kepada budi dan rasa malu, sekarang cenderung mulai
meninggalkan sifat tenggang rasa, dan fenomena seperti itu sering menjadikan adat
Minangkabau yang mempunyai banyak sekali nilai-nilai ideal itu, mulai jadi bahan cercaan.
Nilai-nilai universal dalam masyarakat Minangkabau berkaitan dengan nilai-nilai adat dan
syarak dapat dikategorikan ke dalam 6 kelompok, yaitu: (1) nilai-nilai ketuhanan, (2) nilai-nilai
kemanusiaan, (3) nilai-nilai persaudaraan atau ukhuwah Islamiyah / kesatuan dan persatuan,
(4) nilai musyawarah dan demokrasi, (5) raso pareso / akhlak / budi pekerti, (6) gotong royong
/ sosial kemasyarakatan.
Keenam nilai-nilai tersebut sangat dipahami oleh para ninik mamak pemangku adat
Minangkabau dan menjadi prilakunya sehari-hari, karena ninik mamak adalah suri teladan bagi
anak kemenakannya.
Fenomena terjadi akhir-akhir ini sosok ninik mamak kurang dihargai oleh kemanakannya.
Anak kemenakan seolah-olah tidak ambil pusing lagi dengan ninik mamaknya. Terkadang
perkataan ninik mamak sering tidak diacuhkan oleh kemanakannya. Bahkan kehadiran ninik
mamak di tengah-tengah anak kemanakannya seolah-olah tidak diperlukan lagi.
Saat ini terjadi krisis kepercayaan terhadap ninik mamak oleh anak kemenakan. Ninik
mamak seharusnya memegang kendali dan menentukan dalam pembentukan kepribadian
anak kemenakan. Penyebab terjadinya krisis kepercayaan di kalangan anak kemenakan
terhadap ninik mamak saat ini di antaranya adalah karena kurangnya pemahaman Ninik
Mamak Pemangku Adat Minangkabau terhadap nilai-nilai adat dan syarak. Jika masalah ini
dibiarkan terus menerus, maka tidak mustahil masyarakat Minangkabau yang dikenal
masyarakat beradat, mungkin hanya akan tinggal kenangan, dan hanya menjadi sebuah
catatan sejarah bahwa dulu masyarakat Minangkabau sangat menjunjung tinggi adatnya yang
kokoh dipagari oleh nilai-nilai agama atau syarak.

Adat di Minangkabau
1 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

Orang Minangkabau terkenal dengan adatnya yang kuat. Adat sangat penting dalam
kehidupan masyarakatnya. Oleh karena itu dalam petatah Minangkabau diungkapkan, hiduik di
kanduang adat. Maka, ada empat tingkatan adat di Minangkabau.

1. Adat Nan Sabana Adat


Adat nan sabana adat adalah kenyataan yang berlaku tetap di alam, tidak pernah
berubah oleh keadaan tempat dan waktu. Kenyataan itu mengandung nilai-nilai, norma, dan
hukum. Di dalam ungkapan Minangkabau dinyatakan sebagai adat nan indak lakang dek
paneh, indak lapuak dek hujan, diasak indak layua, dibubuik indak mati2 atau adat babuhua
mati.3 Adat nan sabana adat bersumber dari alam.
Pada hakikatnya, adat ini ialah kelaziman yang terjadi sesuai dengan kehendak Allah.
Maka, adat Minangkabau tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Hal itu melahirkan konsep
dasar pelaksanaan adat dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, yakni adat basandi
syarak, syarak basandi kitabullah dan syarak mangato, adat mamakai.4 Dari konsep itu lahir
pulalah falsafah dasar orang Minangkabau yakni alam takambang jadi guru.5
Adat nan sabana adat menempati kedudukan tertinggi dari empat jenis adat di
Minangkabau, sebagai landasan utama dari norma, hukum, dan aturan-aturan masyarakat
Minangkabau. Semua hukum adat, ketentuan adat, norma kemasyarakatan, dan peraturan-
peraturan yang berlaku di Minangkabau bersumber dari adat nan sabana adat.

2. Adat Nan Diadatkan


Adat nan diadatkan adalah adat buatan yang dirancang, dan disusun oleh nenek moyang
orang Minangkabau untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Aturan yang berupa adat
nan diadatkan disampaikan dalam petatah dan petitih, mamangan, pantun, dan ungkapan
bahasa yang berkias hikmah.
Orang Minangkabau mempercayai dua orang tokoh sebagai perancang, perencana, dan
penyusun adat nan diadatkan, yaitu Datuak Parpatiah Nan Sabatang dan Datuak
Katumangguangan.
Inti dari adat nan diadatkan yang dirancang Datuak Parpatiah Nan Sabatang ialah
demokrasi, berdaulat kepada rakyat, dan mengutamakan musyawarah untuk mufakat.
Sedangkan adat yang disusun Datuak Katumangguangan intinya melaksanakan pemerintahan
yang berdaulat ke atas, otokrasi namun tidak sewenang-wenang. Sepintas, kedua konsep adat
itu berlawanan. Namun dalam pelaksanaannya kedua konsep itu bertemu, membaur, dan
saling mengisi. Gabungan keduanya melahirkan demokrasi yang khas di Minangkabau.
Diungkapkan dalam ajaran Minangkabau sebagai berikut:
Bajanjang naiak, batanggo turun.
Naiak dari janjang nan di bawah, turun dari tanggo nan di ateh.
Titiak dari langik, tabasuik dari bumi.6
Penggabungan kedua sistem ini ibarat hubungan legislatif dan eksekutif di sistem
pemerintahan saat ini.

3. Adat Nan Taradat


Adat nan taradat adalah ketentuan adat yang disusun di nagari untuk melaksanakan adat
nan sabana adat dan adat nan diadatkan sesuai dengan keadaan dan kebutuhan nagarinya.
Adat ini disusun oleh para tokoh dan pemuka masyarakat nagari melalui musyawarah dan
mufakat. Dari pengertian itu lahirlah istilah adat salingka nagari.
Adat nan taradat disebut juga adat babuhua sentak, artinya dapat diperbaiki, diubah, dan
diganti. Fungsi utamanya sebagai peraturan pelaksanaan dari adat Minangkabau. Contoh
penerapannya antara lain dalam upacara batagak pangulu, turun mandi, sunat rasul, dan
2 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

perkawinan, yang selalu dipagari oleh ketentuan agama, di mana syarak mangato adaik
mamakaikan.

4. Adat Istiadat
Adat istiadat merupakan aturan adat yang dibuat dengan mufakat niniak mamak dalam
suatu nagari. Peraturan ini menampung segala kemauan anak nagari yang sesuai menurut
alua jo patuik, patuik jo mungkin. Aspirasi yang disalurkan ke dalam adat istiadat ialah aspirasi
yang sesuai dengan adat jo limbago, manuruik barih jo balabeh, manuruik ukuran cupak jo
gantang, manuruik alua jo patuik.
Ada dua proses terbentuknya adat istiadat. Pertama, berdasarkan usul dari anak nagari,
anak kemenakan, dan masyarakat setempat. Kedua, berdasarkan fenomena atau gejala yang
tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat. Ini diungkapkan dalam kato pusako:
Tumbuah bak padi digaro, tumbuah bak bijo disiang.
Elok dipakai, buruak dibuang.
Elok dipakai jo mufakat, buruak dibuang jo rundiangan.7
Adat istiadat umumnya tampak dalam bentuk kesenangan anak nagari seperti kesenian,
langgam dan tari, dan olahraga.

FILOSOFI HIDUP DI MINANGKABAU BERSUMBER DARI ALAM

Alam takambang jadi guru dan diberi ruh oleh Islam. Konsep ABS-SBK adalah kristalisasi
ajaran hukum alam yang bersumber dari Islam. Yang diperlukan sekarang adalah pemantapan
dan pengamalan. Maka, prinsip-prinsip ABS-SBK harus masuk ke dalam seluruh kehidupan
secara komprehensif.
Dengan perpaduan yang baik, kebudayaan Minangkabau akan berlaku universal. Langkah
sekarang adalah, menjabarkan ajaran ABS-SBK, secara sistematis dan terprogram ke dalam
berbagai sistem kehidupan. Dimulai dalam pelaksanaan pemerintahan di tingkat Nagari,
seperti, kebersamaan, gotong royong, sahino samalu, kekerabatan, dan penghormatan
sesama, atau barek sapikue ringan sajinijing, yang menjadi kekuatan di dalam incorporated
social responsibility.
Kekusutan dalam masyarakat Minangkabau, khususnya di tingkat Nagari-nagari dapat
diatasi dengan komunikasi dengan generasi muda. Persoalan prilaku harus mendapatkan porsi
yang besar, selain persoalan kelembagaan. Prilaku orang Minang terutama generasi muda
sangat mengkhawatirkan.
Selain lemahnya komunikasi, masalah yang muncul di Nagari adalah rapuhnya
solidaritas. Diperlukan sosialisasi nilai-nilai budaya Minangkabau. Selanjutnya, membentuk
kembali struktur masyarakat adat di Nagari-nagari.
Sebagai masyarakat beradat dengan pegangan adat bersendi syariat dan syariat yang
bersendikan Kitabullah, maka kaedah-kaedah adat itu memberikan pula pelajaran-pelajaran
antara lain,

1. Mengutamakan prinsip hidup seimbang.


Ketahuilah bahwa ni’mat Allah, sangat banyak.
         
“Dan jika kamu menghitung-hitung ni’mat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan
jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi maha Penyayang” (QS.16, An
Nahl : 18).
Hukum Islam menghendaki keseimbangan antara perkembangan hidup rohani dan
perkembangan jasmani ; "Sesungguhnya jiwamu (rohani-mu) berhak atas kamu (supaya kamu
pelihara) dan badanmu (jasmanimu) pun berhak atasmu supaya kamu pelihara" (Hadist).
3 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

Keseimbangan tampak jelas dalam menjaga kemakmuran di ranah ini, “Rumah gadang
gajah maharam, Lumbuang baririk di halaman, Rangkiang tujuah sajaja, Sabuah si bayau-bayau,
Panenggang anak dagang lalu, Sabuah si Tinjau lauik, Birawati lumbuang nan banyak, Makanan
anak kamanakan. Manjilih ditapi aie, Mardeso di paruik kanyang.
Hal ini seiring dengan bimbingan hadist Rasul SAW, "Berbuatlah untuk hidup akhiratmu
seolah-olah kamu akan mati besok dan berbuatlah untuk hidup duniamu, seolah-olah akan hidup
selama-lamanya" (Hadist).

2. Kesadaran kepada luasnya bumi Allah.

Dianjurkan, jangan tetap tinggal terkurung dalam lingkungan yang kecil.8 Diajarkan,
bahwa Allah SWT telah menjadikan bumi mudah untuk digunakan. Maka, berjalanlah di atas
permukaan bumi, makanlah dari rezekiNya, kepadaNya lah tempat kamu kembali.
                 
 
"Maka berpencarlah kamu di atas bumi, dan carilah karunia Allah dan (di samping itu)
banyaklah ingat akan Allah, supaya kamu mencapai kejayaan". (QS.62, Al Jumu'ah : 10).
Karatau madang dihulu babuah babungo balun. Marantau buyuang dahulu dirumah paguno
balun. Ditanamkan pentingnya kehati-hatian “Ingek sa-balun kanai, Kulimek sa-balun abih, Ingek-
ingek nan ka-pai, Agak-agak nan ka-tingga”.

3. Mencari nafkah dengan "usaha sendiri".


Memiliki jati diri, self help, mandiri dengan modal tulang delapan kerat, dengan cara yang
amat sederhana sekalipun, "lebih terhormat", daripada meminta-minta dan menjadi beban orang
lain.
Arahan syarak menyebutkan, "Kamu ambil seutas tali, dan dengan itu kamu pergi kehutan
belukar mencari kayu bakar untuk dijual pencukupan nafkah bagi keluargamu, itu adalah lebih
baik bagimu dari pada berkeliling meminta-minta". (Hadist).
Membiarkan diri hidup dalam kemiskinan dengan tidak berusaha adalah salah. "Kefakiran
(kemiskinan) membawa orang kepada kekufuran (keingkaran)" (Hadist).

4. Tawakkal dan bekerja dengan tidak boros.


Kerja merupakan unsur utama produksi untuk memenuhi hak hidup, hak keluarga, dan
masyarakat guna mendorong fungsi produksi dalam mengoptimalkan sumberdaya insani yang
mengacu full employment.
Syarak (agama Islam) menghargai kerja sebelum menghargai produknya, sehingga
aktivitas produksi yang padat karya lebih disenangi daripada padat modal, karena model ini
lebih memberdayakan produsen. Menjadi pengemis sangat dibenci. Mencari dan berproduksi
selalu diiringkan dengan tawakal.
Tawakkal bukan berarti "hanya menyerahkan nasib", dengan tidak berbuat apa-apa,
menunggu datangnya rezki dan takdir, tanpa mau berusaha, atau bersikap fatalis, adalah satu
kesalahan besar. Jangan kamu menadahkan tangan dan berharap, "Wahai Tuhanku, berilah aku
rezeki, berilah aku rezeki", sedang kamu tidak berikhtiar apa-apa. Langit tidak menurunkan
hujan emas ataupun perak.9 Dan, "Bertawakkallah kamu, seperti burung itu bertawakkal". Tak
ada kebun tempat ia bertanam, tak ada pasar tempat ia berdagang. Tetapi tak kurang, setiap
pagi dia terbang meninggalkan sarangnya dalam keadaan lapar, dan setiap sore dia kembali
dalam keadaan "kenyang".10

5. Kesadaran kepada ruang dan waktu,

4 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

Dorongan berproduksi dan menghasilkan sesuai syarak (Islam) memiliki nilai tambah
dengan adanya fungsi sosial.
Produksi yang Islami lebih mempertimbangkan keperluan (needs) orang banyak,
dibanding dengan mendapatkan keinginan (wants), yang menjadi kesenangan bagi orang
berdaya beli kuat.
Agama Islam membangkitkan kesadaran kepada ruang dan waktu (space and time
consciousness), kepada peredaran bumi, bulan dan matahari, yang menyebabkan pertukaran
malam dan siang, dan pertukaran musim, yang memudahkan perhitungan bulan dan tahun.
Menyia-nyiakan waktu, dengan pasti akan merugi. Maka, kehidupan mesti diisi dengan
amal berguna.11
        --        
” dan Kami jadikan malam sebagai pakaian. Dan Kami jadikan siang untuk mencari
penghidupan ” (QS.78, An Naba' : 10-11).

Malam itu disebut sebagai pakaian, karena malam itu gelap menutupi jagat sebagai aian
menutupi tubuh manusia.

6. Harus pandai mengendalikan diri.


Jangan melewati batas, dan berlebihan. Jangan boros.
              
    
"Wahai Bani Adam, ailah perhiasanmu, pada tiap-tiap (kamu pergi) ke masjid (melakukan
ibadah); dan makanlah dan minumlah, dan jangan melampaui batas; sesungguhnya Dia tidak
menyukai orang-orang yang melampaui batas". (QS..7, Al A'raf : 31)
Manusia diharuskan berusaha membanting tulang dan memeras otak, untuk mengambil
sebanyak-banyak faedah dari alam sekelilingnya, dan menikmatinya sambil mensyukurinya.
Tuntutan syar’i (syarak mangato adaik mamakai) adalah, beribadah kepada Ilahi.
Manusia harus menjaga diri dari perbuatan yang melanggar batas-batas kepatutan dan
kepantasan, agar jangan terbawa hanyut oleh materi dan hawa nafsu yang merusak. Satu
bentuk persembahan manusia kepada Maha Pencipta, yang menghendaki keseimbangan
antara kemajuan di bidang rohani dan jasmani. Sikap hidup (attitude towards life) yang
demikian, menjadi sumber motivasi bagi kegiatan di bidang ekonomi.
Tujuan terutama untuk keperluan-keperluan jasmani (material needs). Hasil nyata
tergantung kepada dalam dangkalnya sikap hidup tersebut berurat dalam jiwa, serta tingkat
kecerdasan yang dicapai, dan keadaan umum di mana mereka berada.
Yang perlu dijaga ialah supaya dalam segala sesuatu harus pandai mengendalikan diri,
agar jangan melewati batas, dan berlebihan.
“Ka lauik riak mahampeh, Ka karang rancam ma-aruih, Ka pantai ombak mamacah. Jiko
mangauik kameh-kameh, Jiko mencancang, putuih – putuih, Lah salasai mangko-nyo sudah”.
Artinya bekerja sepenuh hati, dengan mengerahkan semua potensi yang ada, tidak
menyisakan kelalaian ataupun ke-engganan. Tidak berhenti sebelum sampai, dan tidak
berakhir sebelum benar-benar sudah.

Adat Basandi Syarak


Sebelum Islam masuk ke Minangkabau, orang Minang memanfaatkan alam sebagai
sumber ajarannya. Mereka menggali nilai-nilai yang diberikan alam. Ini diungkapkan dalam
filsafat orang Minangkabau alam takambang jadi guru.
Ketika agama Islam masuk, adat di Minangkabau secara hakikinya tidak bertentangan
dengan ajaran syarak dalam agama Islam, karena alam yang telah dijadikan pedoman hidup
masyarakat Minangkabau adalah ciptaan Allah semata. Itulah sebabnya ketika Islam masuk

5 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

langsung diterima oleh orang Minangkabau. Maka, kalaupun dalam sejarah, timbulnya Perang
Paderi tidak semata karena disebabkan pertentangan kaum adat dan kaum agama (Islam),
akan tetapi karena pemurnian ajaran syarak di dalam pelaksanaan adat semata, sebagai akibat
dari amar makruf nahi munkar. Akan tetapi pemerintahan kolonial Belanda, memakai peristiwa
ini sebagai alat politik adu domba.
Namun pada tahun 1811 penguasa adat di Minangkabau, yakni Sultan Begagarsyah
mempermaklumkan perang bahu membahu antara seluruh masyarakat anak nagari di
Minangkabau, melawan pemerintahan kolonial Belanda. Kaum adat dan kaum agama
menyatukan pendapat dalam pertemuan pangulu tigo luhak beserta para ulamanya.
Pertemuan ini melahirkan Piagam Bukik Marapalam yang menegaskan bahwa antara adat dan
Islam tidak bertentangan.
Adat bapaneh, syarak balinduang.
Syarak mangato, adat mamakai.
Adat bapaneh, syarak balinduang maksudnya adat bagaikan tubuh, agama sebagai jiwa.
Antara tubuh dan jiwa tidak bisa dipisahkan. Syarak mangato, adat mamakai maksudnya
syarak memberikan hukum dan syariat, adat mengamalkan apa yang difatwakan agama.
Kesimpulan piagam ini lazim disebut adat jo syarak sanda-manyanda, kemudian lebih dikenal
lagi dengan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.

Kelarasan di Minangkabau
Laras (lareh) adalah dasar pemerintahan menurut adat Minangkabau. Kelarasan adalah
sistem pemerintahan menurut adat Minangkabau. Ada dua kelarasan di Minangkabau, yaitu
Kelarasan Bodi Caniago dan Kelarasan Koto Piliang.

Bodi Caniago Koto Piliang

Dikembangkan dan dipimpin oleh Datuak Dikembangkan dan dipimpin oleh Datuak
Parpatiah Nan Sabatang Katumangguangan

Berdaulat pada rakyat, diungkapkan: Berpusat pada pimpinan, diungkapkan:


putuih rundiangan dek sakato nan babarih nan bapaek
rancak rundiangan disapakati nan baukua nan bacoreng
kato surang dibulek-i titiak dari ateh, turun dari tanggo
kato basamo kato mufakat tabujua lalu, tabalintang patah
saukua mako manjadi, sasuai mako takanak
tuah dek sakato, mulonyo rundiang
dimufakati
di lahia lah samo nyato, di batin buliah
diliek-i

Semboyannya mambasuik dari bumi Semboyannya titiak dari ateh

Bersifat demokratis Bersifat otokratis

Pengambilan keputusan mengutamakan kata Pengambilan keputusan berpedoman pada


mufakat. Keputusan diambil berdasarkan kebijaksanaan dari atas. Segala bentuk
kesepakatan bersama, bukan hanya berasal keputusan datangnya dari atas. Masyarakat
dari pimpinan saja, akan tetapi tinggal menerima apa yang telah ditetapkan.
masyarakatnya ikut dilibatkan.
6 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

Penggantian gelar pusaka secara hiduik Penggantian gelar pusaka secara mati
bakarelaan, artinya penghulu bisa diganti batungkek budi, artinya penghulu baru bisa
jika sudah tidak mampu lagi melaksanakan diganti jika sudah meninggal
tugasnya

Pewarisan gelar disebut gadang bagilia, Pewarisan gelar disebut patah tumbuah
artinya gelar penghulu boleh digilirkan pada hilang baganti, artinya gelar penghulu harus
kaum mereka walau bukan saparuik, asalkan tetap di pihak mereka yang saparuik
melalui musyawarah adat (sekeluarga).

Rumah gadang lantainya rata saja dari ujung Rumah gadang mempunyai anjung pada
sampai pangkal lantai kiri dan kanan

Menurut tambo, daerah kebesarannya: Menurut tambo, daerah kebesarannya:


 Tanjuang Nan Ampek  Langgam Nan Tujuah
1. Tanjuang Alam 1. Singkarak – Saningbaka
2. Tanjuang Sungayang 2. Sulik Aia – Tanjuang Balik
3. Tanjuang Barulak 3. Padang Gantiang
4. Tanjuang Bingkuang 4. Saruaso
 Lubuak Nan Tigo 5. Labutan – Sungai Jambu
1. Lubuak Sikarah 6. Batipuah
2. Lubuak Simauang 7. Simawang – Bukik Kanduang
3. Lubuak Sipunai  Basa Ampek Balai
Susunan kebesaran ini dinamakan Lareh Nan 1. Sungai Tarab
Bunta. 2. Saruaso
3. Padang Gantiang
4. Sumaniak
Susunan kebesaran ini dinamakan Lareh Nan
Panjang.

Kekuasaan penghulu sama di nagari, disebut Penghulunya bertingkat-tingkat, disebut


pucuak tagerai. pucuak bulek, urek tunggang. Tingkatannya
adalah panghulu pucuak, panghulu kaampek
suku, dan panghulu andiko.
NAGARI SEBAGAI REPUBLIK-REPUBLIK KECIL.
Nagari-nagari di Minangkabau telah memenuhi unsur-unsur suatu negara. Unsur-unsur
Nagari adalah suku (masyarakat/rakyat), wilayah, dan penghulu (pemerintahan), serta
kedaulatan (adaik salingka nagari).
Walaupun, struktur Nagari yang sebenarnya itu, sudah tidak ditemukan lagi saat ini,
namun Pemerintahan Nagari, harus berupaya untuk membangun kembali struktur Nagari ini.
Menghidupkan suasana berpemerintahan Nagari yang di ikat dalam satu PERDA tentang
Pemerintahan Nagari mesti ditindak-lanjuti dengan ;
a) Membangun kembali masyarakat adat Minangkabau, dengan cara mengeluarkan
peraturan bagi tiap suku untuk melengkapi kembali perangkat-perangkatnya.
b) Memilih Wali Nagari yang memiliki kekuasaan sebagai penghulu adat di Nagari
tersebut, dengan kualifikasi keilmuan, kejujuran, kesetiaan kepada negara, serta
keahlian dalam pemerintahan.
7 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

c) Melahirkan peraturan Nagari, ada kewajiban bagi para perantau untuk membantu
mengembangkan kampung halamannya melalui sumbangan, bantuan, pemikiran dan
lain, termasuk penguatan perangkat pemerintahan Nagari.
Perlu dipahami, bahwa sesungguhnya nagari di Minangkabau (Sumatera Barat) seakan
sebuah republik kecil, ada wilayah (ulayat/pusako), ada rakyat (suku), ada pemerintahan (sako,
penghulu), ada kedaulatan (adaik salingka nagari), yang memiliki sistim demokrasi murni,
pemerintahan sendiri, asset sendiri, wilayah sendiri, perangkat masyarakat sendiri, sumber
penghasilan sendiri, bahkan hukum dan norma-norma adat sendiri.

Nagari tumbuh dengan konsep tata ruang yang jelas.


Nagari di Minangkabau Ba-balerong (balai adat) tempat musyawarah, ba-surau (musajik)
tempat beribadah, ba-gelanggang lapangan tempat rang mudo bermain, ba-tapian tempat
mandi, ba-pandam pekuburan, ba-sawah bapamatang, ba-ladang babintalak, ba-korong
bakampung, Basasok bajarami, Bapandam bapakuburan, Balabuah batapian, Barumah
batanggo, Bakorong bakampuang, Basawah baladang, Babalai bamusajik, sesuai dengan
istilah-istilah yang lazim dan mungkin berbeda penyebutannya pada setiap nagari.
Nagari di Minangkabau berada di dalam konsep tata ruang yang jelas. Ba-balai
(balairuang atau balai-balai adat) tempat musyawarah dan menetapkan hukum dan aturan ;
“Balairuang tampek manghukum,
ba-aie janieh basayak landai,
aie janiah ikan-nyo jinak,
hukum adie katonyo bana,
dandam agiae kasumaik putuih,
hukum jatuah sangketo sudah”.
Ba-musajik atau ba-surau tempat beribadah,
“Musajik tampek ba ibadah,
tampek balapa ba ma’ana,
tampek balaja al Quran 30 juz,
tampek mangaji sah jo batal”12,
Artinya ada pusat pembinaan ummat untuk menjalin hubungan masyarakat yang baik
(hablum-minan-naas) dan terjamin pemeliharaan ibadah dengan Khalik (hablum minallah).
Adanya balairuang dan musajik (surau) menjadi lambang utama terlaksananya hukum -- kedua
lembaga – balairung dan mesjid – ini merupakan dua badan hukum yang disebut dalam
pepatah : “Camin nan tidak kabuah, palito nan tidak padam”13—di dalam pemahaman “adat
basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah., syara’ mangato adat nan kawi syara’ nan lazim”.
Kedua lembaga ini – balai adat dan surau – keberadaannya tidak dapat dipisah dan dibeda-
bedakan.
“Pariangan manjadi tampuak tangkai,
Pagarruyuang pusek Tanah Data,
Tigo Luhak rang mangatokan.
Adat jo syara’ jiko bacarai,
bakeh bagantuang nan lah sakah,
tampek bapijak nan lah taban”.
Apabila kedua sarana ini berperan sempurna, maka di kelilingnya tampil kehidupan
masyarakat yang berakhlaq perangai terpuji dan mulia (akhlaqul-karimah) itu.
“Tasindorong jajak manurun,
tatukiak jajak mandaki,
adaik jo syara’ kok tasusun,
8 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

bumi sanang padi manjadi”.


Konsep tata-ruang ini adalah salah satu kekayaan budaya yang sangat berharga di nagari
dan bukti idealisme nilai budaya di Minangkabau, termasuk di dalam mengelola kekayaan alam
dan pemanfaatan tanah ulayat.
Nan lorong tanami tabu, Nan tunggang tanami bambu, Nan gurun buek kaparak, Nan
bancah jadikan sawah, Nan munggu pandam pakuburan, Nan gauang katabek ikan, Nan
padang kubangan kabau, Nan rawang ranangan itiak.
Tata ruang dalam masyarakat yang jelas itu memberikan posisi kepada peran pengatur,
pemelihara dan pendukung sistim banagari yang telah disepakati terdiri dari orang ampek
jinih, yakni ninik mamak14, alim ulama15, cerdik pandai16, urang mudo17, bundo kanduang18.
Dengan demikian, terlihat bahwa nagari di Minangkabau tidak hanya sebatas pengertian
ulayat hukum adat namun yang lebih mengedepan dan paling utama adalah wilayah
kesepakatan antar berbagai komponen masyarakat didalam nagari itu. Spiritnya adalah
a) kebersamaan (sa-ciok bak ayam sa-danciang bak basi), ditemukan dalam pepatah
“Anggang jo kekek cari makan, Tabang ka pantai kaduo nyo, Panjang jo singkek pa
uleh kan, mako nyo sampai nan di cito.”
b) keterpaduan (barek sa-pikua ringan sa-jinjiang) atau “Adat hiduik tolong
manolong, Adat mati janguak man janguak, Adat isi bari mam-bari, Adat tidak
salang ma-nyalang”. Basalang tenggang, artinya saling meringankan dengan
kesediaan memberikan pinjaman atau dukungan terhadap kehidupan dan “Karajo
baiak ba-imbau-an, Karajo buruak bahambau-an”.
c) musyawarah (bulek aie dek pambuluah, bulek kato dek mupakat), dalam kerangka
“Senteng ba-bilai, Singkek ba-uleh, Ba-tuka ba-anjak, Barubah ba-sapo”
d) keimanan kepada Allah SWT sebagai pengikat spirit tersebut dengan menjiwai
sunnatullah dalam setiap gerak melalui pengenalan kepada alam keliling.
“Panggiriak pisau sirauik, Patungkek batang lintabuang, Satitiak jadikan lauik,
Sakapa jadikan gunuang, Alam takambang jadikan guru ”.
e) kecintaan ke nagari adalah perekat yang sudah dibentuk oleh perjalanan waktu
dan pengalaman sejarah 19
.
Menjaga dari pada melewati batas-batas yang patut dan pantas, jangan terbawa hanyut
materi dan hawa nafsu yang merusak. Suatu bentuk persembahan manusia kepada Maha
Pencipta, menghendaki keseimbangan antara kemajuan dibidang rohani dan jasmani. “Jiko
mangaji dari alif, Jiko babilang dari aso, Jiko naiak dari janjang, Jiko turun dari tango”.

Pemahaman Adat Minangkabau Terhadap Nilai-Nilai ABSSBK.


Nilai-nilai Adat Basandi Syarak di kelompokkan menjadi enam kelompok yaitu:
(1) Nilai ketuhanan Yang Maha Esa,
(2) Nilai kemanusiaan,
(3) Nilai persatuan dan kesatuan,
(4) Nilai demokrasi dan musyawarah,
(5) Nilai budi pekerti dan raso pareso,
(6) Nilai sosial kemasyarakatan.
Dasar pikiran yang berhubungan dengan nilai-nilai, yaitu nilai ketuhanan, kemanusiaan,
kesatuan dan persatuan, musyawarah dan demokrasi, serta nilai-nilai sosial kemasyarakatan di
antaranya adalah :

9 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

1. NILAI-NILAI KETUHANAN YANG MAHA ESA


Nilai-nilai ketuhanan dalam adat dikategorikan dalam bidal yang meliputi:

a. Si Amat mandi di luhak, parigi bapaga bilah, samo dipaga kaduonyo, adat basandi
syarak, syarak basandi kitabbullah, sanda manyanda kaduonyo.
“ menjaga adat yang Islami”
b. Pangulu tagak di pintu adat, malin tagak di pintu syarak, manti tagak di pintu
susah, dubalang tagak di pintu mati.
“ pembagian tugas yang baik, sesuai fungsi masing-masing, mesti
bekerja dengan professional.”
c. Indak dapek sarimpang padi, batuang dibalah ka paraku, indak dapek bakandak
hati, kandak Allah nan balaku.
“selalu berusaha, dinamis, tidak berputus asa, (rencana di tangan
manusia keputusan di tangan Allah SWT).”
d. Limbago jalan batampuah, itu nan hutang ninik mamak, sarugo dek iman taguah,
narako dek laku awak.
“kuat beramal karya yang baik, jauhi maksiyat.”
e. Jiko bilal alah maimbau, sado karajo dibarantian, sumbahyang bakaum kito daulu.
“menghidupkan surau, menjaga ibadah masyarakat, jamaah
yang kuat dan memajukan pendidikan agama dengan baik,”
f. Jiko urang Islam indak bazakat, harato kumuah diri sansaro.
“zakat kekuatan membangun umat, menghindar dari harta yang kotor,
menjauhi korupsi.”
g. Kasudahan adat ka balairung, kasudahan dunia ka akhirat, salah ka Tuhan minta
taubat, salah ka manusia minta maaf.
“(menyesali kesahalan, mohon ampunan atas kesahalan, dan berjanji
tidak akan melakukan lagi)”
h. Tadorong jajak manurun, tatukiak jajak mandaki. Adat jo syarak kok tasusun, bumi
sanang padi manjadi.
“ menjaga pelaksanaan adat dan agama selalu berjalan seiring”.

Nilai-nilai Adat dalam Syarak


Nilai-nilai ketuhanan dalam syarak meliputi beberapa aspek nilai di antaranya ;

a. Mengabdi hanya kepada Allah

Allah Swt. berfirman:


)57 :‫وما خلقت الجن والنس ال ليعبدون )الذريت‬
“Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka
menyembah-Ku” (adz-Zariyat: 56)
)5 :‫وما امر الليعبدوا ال مخلصين له الدين حنفاء ويقموا الصلوة ويؤتوا الذكوة وذلك دين القيمة )البينة‬
“Pada hal tidak diperintahkan mereka, melainkan supaya mereka menyembah
Allah dengan mengikhlaskan agama karena-Nya dengan menjauhi kesesatan, dan
(supaya) mereka mendirikan shalat dan memberi zakat, karena yang demikian itulah
agama yang lurus”. (al-Bayinah: 5)

b. Tunduk dan patuh hanya kepada Allah.

Allah berfirman:
10 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

)20 :‫يايها الذين امنوا اطيعوا ال ورسوله ولتولوا عنه وانتم تسمعون )النفال‬
“Wahai ummat yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah
kamu berpaling dari padanya, padahal kamu mendengar”. (al-Anfal: 20)
)6 :‫ومن يطع ال والرسول فاولئك مع الذين انعم ال عليهم من النبيين والصديقين والشهداء والصالحين وحسن اولئك رفيقا )الناس‬
“Karena siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya maka mereka itu adalah beserta
ummat yang Allah beri nikmat atasnya, dari Nabi-Nabi, Shiddiqin, Syuhada dan Shalihin
dan alangkah baiknya mereka ini sebagai sahabat karib”. (an-Nisa: 69)

c. Berserah diri kepada ketentuan Allah.

Allah berfirman:
)216 :‫)البقرة‬ ‫وعسى ان تكرهوا شيئا خيرلكم وعسى ان تحبوا شيئا وهو شر لكم وال يعلم وانتم لتعلمون‬
“ Mungkin kamu benci kepada sesuatu, padahal ia itu satu kebaikan bagi kamu, dan
mungkin kamu suka akan sesuatu tapi ia tidak baik kamu, dan Allah itu Maha
Mengetahui dan kamu tidak mengetahuinya”. (al-Baqarah: 216)
)157 :‫)البقرة‬ ‫الذين إذا اصابتهم مصيبة قالوا انا ال وانا اليه راجعون‬
“Yang apabila terjadi terhadap mereka suatu kesusahan, mereka berkata:
Sesungguhnya kami ini milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nyalah kami akan
kembali”. (al-Baqarah: 156)

d. Bersyukur kepada Allah

Allah berfirman
)7 :‫واذا تأذن ربكم لئن شكرتم لزيدنكم ولئن كفرتم ان عذابى لشديد )ابراهيم‬
“Dan (ingatlah) tatkala Tuhan kamu memberi tahu jika kamu berterima kasih niscaya
Aku akan tambah nikmat bagi kamu, bila kamu tidak bersyukur akan nikmat maka
azab-Ku itu sangat pedih”. (Ibrahim: 6-7)

e. Ikhlas menerima keputusan Allah.

)59 :‫)التوبة‬ ‫ولو انهم رضوا ما اتهم ال ورسوله وقالوا حسبنا ال سيؤتينا ال من فضله ورسوله انا إلى ال راغبون‬
“Dan alangkah baiknya jika mereka ridha dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya berikan
kepada mereka, sambil mereka berkata: cukuplah Allah bagi kami, sesungguhnya Allah
dan rasul-Nya akan beri kepada kamu karunia-Nya, sesungguhnya kami mencintai
Allah”. (al-Taubah: 59)
)‫كتب ال مقا د ير الخل ئق قبل ان يخلق السموات والرض بخمسين الف سنه )رواه مسلم‬
“Allah telah menentukan kepastian/ketetapan terhadap semua makhluk-Nya sebelum
Allah menciptakan langit dan bumi 50.000 tahun”. (HR. Muslim)
f. Penuh harap kepada Allah
Allah berfirman:
)28 :‫)بني اسرائيل‬ ‫وا ما تعرضن عنهم ابتعاء رحمة من ربك ترجوها فقل لهم قولميسورا‬
“Dan jika engkau berpaling dari mereka, karena mengharapkan (menunggu) rahmat
dari Tuhanmu, yang engkau harapkan, maka berkatalah kepada mereka dengan ucapan
yang lemah lembut”. (bani Isra’il: 28)
)5 :‫من كان يرجوا لقاء ال فان اجل ال رات وهو السميع عليم )العنكبوت‬
“Siapa saja yang mengharapkan pertemuan (dengan) Allah, maka sesungguhnya waktu
(perjanjian) Allah akan datang, dan Dia yang Mendengar, yang Mengetahui”. (al-
Ankabut: 5)
)218 :‫ان الذين امنوا والذين هاجروا وجاهدوا فى سبيل ال اولئك يرجون رحمت ال وال غفور رحيم )البقرة‬

11 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

“Sesungguhnya ummat yang beriman dan berhijrah serta bekerja keras (berjihad) di
jalan Allah, mereka itu (ummat yang) berharap rahmat Allah dan Allah itu Pengampun,
Penyayang”. (al-Baqarah: 218)

g. Takut dengan rasa tunduk dan patuh

‫انما يعمر مساجد ال من أ من بال واليوم ال خر واقام الصلوة واتى الزكوة ولم يخسى ال ال فعسى اولئك ان يكونوا من المهتدين‬
)18 :‫)التوبة‬
“Sesungguhnya ummat yang memakmurkan masjid Allah ummat yang beriman kepada
Allah dan hari kemudian dan mendirikan shalat dan membayarkan zakat. Maka Allahlah
yang lebih berhak kamu takuti, jika memang kamu ummat yang beriman”. (al-Taubah:
13
)44 :‫فل تخشوا الناس واخشون ولتشتروا بأ يا تي ثمنا قليل )المائدة‬
“Janganlah kamu takut kepada manusia tetapi takutlah kepada-Ku (Allah) dan janganlah
kamu jual ayat-ayat-Ku dengan harga yang murah (sedikit)”. (al-Maidah: 44)
)28 :‫امنا يخشى ال من عباده العلماؤا … )فاطر‬
“Tidak ada yang takut kepada Allah dari hamba-hamba-Nya kecuali ulama (berilmu)”.
(Fathir: 28)

h. Takut terhadap siksaan Allah

Allah Berfirman:
)103 :‫ان في ذلك لية لمن خاف عذاب الخرة ذلك يوم تجموع له الناس وذلك يوم مشهود … )هود‬
“Sesungguhnya di dalam itu ada tanda bagi orang yang takut kepada azab akhirat:
ialah hari yang dikumpulkan padanya manusia dan ialah hari yang akan disaksikan”.
(Hud: 103)
)16 :‫كمثل الشيطن اذ قال لل نسان اكفر فلما كفر قال اني بريء منك انى اخاف ال رب العالمين … )الحشر‬
Mereka adalah) seperti syetan tatkala berkata kepada mereka: kufurlah setelah (“
manusia itu kufur, ia berkata: Aku berlepas diri dari padamu, karena
)sesungguhnya aku takut kepada Allah Tuhan bagi alam semesta”. (al-Hasyr: 16

i. Berdo’a memohon pertolongan Allah.

Allah berfirman:
)186 :‫)البقرة‬ ‫واذا سألك عبادي عنى فانى قريب أ جيب دعوة الداع إذا دعان فليستجبوا لى وليؤمنوا بي لعلهم يرشدون‬
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, maka katakanlah
bahwa Aku dekat (hampir), Aku akan …
)60 :‫)المؤمن‬ ‫وقال ربكم ادعونى استجب لكم‬
“Dan telah berkata Tuhan kamu: berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan doa
untukmu”. (al-mukmin: 60)
)180 :‫)العراف‬ ‫ول السماء الحسنى فادعوه بها‬
“Dan bagi Allah nama-nama yang baik, oleh karena itu berdo’alah kepada-Nya dengan
menyebut nama-nama itu”. (al-A’raf: 180)
)106 :‫)يونس‬ ‫ول تدع من دون ال مال ينفعك ول يضرك‬
“Jangan kamu berdo’a kepada selain Allah, yang tidak bisa memberi manfaat kepadamu
dan tidak bisa memudarakan (membahayakan)”. (Yunus: 106)
j. Cinta dengan penuh harap kepada Allah.
Allah berfirman:
)8-7 :‫)النشراح‬ ‫وإ لى ربك فارغب‬ ‫فإ ذا فرغت فانصب‬

12 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

“Lantaran itu, apabila kamu telah selesai mengerjakan sesuatu tugas maka kerjakanlah
tugas baru dengan baik. Dan kepada Tuhanmu maka hendaklah kamu berharap dengan
rasa cinta”. (al-Insyirah: 7-8)
)32 :‫)القلم‬ ‫عسى ربنا أ ن يبدلنا خيرا منها إ نا إلى ربنا راغبون‬
“Mudah-mudahan Tuhan kita mengganti untuk kita (kebun) yang lebih baik dari pada
itu. Sesungguhnya kepada Tuhan kitalah kita berpegang baik”. (al-Qarim: 32)

Dalam adat diungkapkan “indak dapek salendang pagi, ambiak galah ka paraku, indak
dapek bakandak hati, kandak Allah juo nan balaku”.
Bahwa bimbingan syarak berlaku dalam adat, disebutkan: “kasudahan dunia ka akhirat,
kasudahan adat ka balairung, syarak ka ganti nyawa, adat ka ganti tubuah”.

2. NILAI-NILAI KEMANUSIAAN

Nilai-nilai kemanusiaan ini dinyatakan dalam adat meliputi:

a) Duduak samo randah, tagak samo tinggi, duduak sahamparan, tagak sapamatang.
“menjaga kesetaraan dalam bermasyarakat.”
b) Sasakik sasanang, sahino samalu, sabarek sapikua.
”peduli dan solidaritas mesti dipelihara.”
c) Kaba baiak bahimbauan, kaba buruak bahambauan.
“setia kawan, dengan pengertian membagi berita baik kepada
semua orang.”
d) Nan ketek dikasihi, nan samo gadang lawan baiyo, nan tuo dihormati. Nan bungkuak ka
tangkai bajak, nan luruih ka tangkai sapu, satampok ka papan tuai, nan ketek ka pasak
suntiang, panarahan ka kayu api.
“santun dan hormat terhadap orang yang lebih tua,
memungsikan semua elemen masyarakat yang ada.”
e) Kok gadang jan malendo, panjang jan malindih, cadiak jan manjua.
“berbuat sesuai dengan aturan yang berlaku, cerdik tidak
memakan lawan.”
f) Nan buto paambuih lasuang, nan pakak palapeh badia, nan lumpuah pangajuik ayam,
nan binguang pangakok karajo, nan cadiak lawan baiyo, nan pandai tampek batanyo,
nan tahu tampek baguru, nan kayo tampek batenggang, nan bagak ka parik paga
dalam nagari.
“memberikan tugas sesuai dengan kemampuan, menghargai sesama.”

Nilai-nilai kemanusiaan dinyatakan dalam syarak :


a. Kewajiban untuk menghargai persamaan (egaliter)
Allah berfirman:
:‫الحجرات‬ .‫ إ ن ال عليم خبير‬،‫يايها الناس إ نا خلفناكم من ذكر وأ نثى وجعلنكم شعوبا وقبا ئل لتعارفوا إ ن أ كرمكم عند ال أ تقاكم‬
)13
“Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang perempuan dan
menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal
mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah
orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi
Maha mengenal”. (al-Hujurat: 12)
b. Menghormati persamaan manusia lain.

13 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

Sabda rasulullah
)‫)رواه الترمذي‬ ‫ليس المسلم بالطعان ول اللعان ول الفاحش ول البذئ‬
Tidaklah termasuk muslim apabila bersikap penohok, pelaknat, sikap kejam dan
pencaci (HR. Tirmidzi)
c. Mencintai sesama saudara muslim
)‫ل يؤمن أ حدكم حتى يحب ل خيه ما يحب لنفسه )رواه البخارى ومسلم‬
Tidaklah dikatakan seorang muslim, sehingga dia menyenangi apa yang disenangi oleh
saudaranya, sebagaimana dia menyenangi apa yang disenanginya (HR. Bukari Muslim)
d. Pandai berterima kasih
Sabda rasulullah
)‫)ابو داود واحمد‬ ‫ل يشكر ال من ل يشكر الناس‬
Tidak dapat bersukur kepada Allah orang yang tidak pernah berterima kasih atas
kebaikan orang lain (HR. Abu Daud dan Ahmad
e. Memenuhi janji
Allah berfirman
)91 :‫)النحل‬ ‫وأ فوا بعهد ال إذا عاهدتم ول تنقضوا اليمان بعد توكيدها وقد جعلتم ال عليكم كفيل إ ن ال يعلم ما تفعلون‬
Dan penuhilah janji-janji tatkala kamu berjanji, dan janganlah kamu mengingkari itu
sebab kamu telah menjadikan Allah sebagai pemelihara. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan (al-Nahl: 91).
f. Tidak boleh mengejek dan meremehkan orang lain
Firman Allah:
)11 :‫)الحجرات‬ ‫يأ يها الذين أ منوا ل يسخر قوم من قوم عسى أن يكونوا خيرا منهم‬
Janganlah kamu mengejek atau merendahkan diri orang lain, saudara atau teman
dekatmu dengan membicarakan kekurangan atau membuka aib dan cacatnya, atau
menjulukinya sampai menyakitkan hatinya, sesungguhnya perbuatan demikian adalah
sikap yang tercela.
g. Tidak mencari kesalahan
Allah berfirman:
)12 :‫ول يغتب بعضكم بعضا أيحب أ حدكم أن يأكل لحم أخيه ميتا فكرهتموه )الحجرات‬
Dan janganlah mengumpat atau menceritakan kesalahan sebagian dari kamu terhadap
sebagian yang lain, sukakah kamu memakan daging saudaramu yang sudah menjadi
bangkai, sedangkan kamu membencinya (al-Hujurat: 12)
h. Bergaul baik dengan menjaga persaudaraan dan persatuan
Allah berfirman
.)10 :‫)الحجرات‬ ‫إ نما المؤمنون إ خوة فأ صلحوا بين أخويكم واتقوا ال لعلكم ترحمون‬
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara
kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat (al-
Hujurat: 10).
i. Tidak boleh sombong

)19 :‫ل تمشى في ال رض مرحا … )لقمان‬ ‫و‬


Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong (Lukman: 18)

3. NILAI-NILAI PERSATUAN DAN KESATUAN

Nilai-nilai persatuan dan kesatuan dalam adat


14 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

a. Tagak kampuang paga kampuang, tagak suku paga suku, tagak banagari paga
nagari
“ menjaga persatuan dan bersama membangun nagari,
sesuatu itu harus dimunculkan dari bawah. “
b. Satinggi-tinggi tabang bangau, kumbalinyo ka kubangan juo, hujan ameh di rantau
urang, hujan batu di kampuang awak, kampuang halaman tatap dikana juo
“ ada tempat kembali, semua akan kembali ke asal ”
c. Jauh bajalan banyak diliek, lamo hiduik banyak dirasoi
“ cari pengalaman yang baik “
d. Malu tak dapek dibagi, suku tak dapek diasak, raso ayia ka pamatang, raso minyak
ka kuali
“ suku tidak dapat ditukar “
e. Takajuik urang tagampa awak, kaba baiak bahimbauan, kaba buruak
bahambauwan
“ selalu berbuat baik menyatu dengan lingkungan di mana berada “
f. Banabu-nabu bak cubadak, baruang-ruang bak durian, nan tangkainyo hanya
sabuah, nan batangnyo hanyo satu, saikek umpamo lidi, sarumpun umpamo sarai,
satandan umpamo pinang, sakabek umpamo siriah.
“ tidak boleh berpecah belah, jauhi silang sengketa “
g. elok di ambiak jo mupakat, buruak di buang jo etongan
“ utamakan musyawarah “
h. randah tak dapek dilangkahi tinggi tak dapek dipanjek.
“ keputusan musyawarah mengikat “
i. bersilang kayu dalam tungku sinan nasi mangko masak, dengan tepat dan benar.
“ perbedaan pendapat tidak boleh membawa perpecahan “

Nilai-nilai persatuan dan kesatuan dalam syarat meliputi:


a. Bersatu tidak boleh bercerai-cerai
‫ واذكروا نعمت ال عليكم إذ‬،‫ واعتصموا بحيبل ال جميعا ول تفرقوا‬.‫يأ يها الذين أ منوا إ تقوا ال حق تقاته ول تموتن إل وأ نتم مسلمون‬
‫ كذلك يبين ال لكم أ ياته لعلكم تهتدون‬،‫ وكنتم على شفا حفرة من النار فأ نقذ كم منها‬،‫كنتم أعداء فأ لف بين قلوبكم فأ صبحتم بنعمته إخوانا‬
.)103-102 :‫)ال عمران‬
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar
takwa, dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan berserah diri
kepada Allah dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali Allah, dan janganlah
kamu bercerai-cerai dan ingatlah akan nikmat Allah kepada kalian ketika kamu dulu
bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hati kamu, lalu menjadilah kamu
karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara (QS. Ali Imran; 102-103).
b. Orang yang beriman ibarat sebuat bangunan
Sabda Rasulullah saw
)‫)رواه البخارى ومسلم‬ ‫أ لمؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضا‬
Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya, bagi suatu bangunan yang menopang satu
bagian terhadap bagian lainnya (HR. Bukhri dan Muslim.
Firman Allah SWT
‫ ذلك بأ انهم كانوا‬،‫ضربت عليهم الذلة أ ين ما ثقفوا إل بحبل من ال وحبل من الناس وبأؤ بغضب من ال وضربت عليهم المسكنة‬
.)112 :‫ ذلك بما عصوا وكانوا يعتدون )ال عمران‬،‫يكفرون بأ يات ال ويقتلون ال ابياء بغير حق‬
Mereka diliputi kehinaan dimana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang
kepada tali (agama) Allah dan tlai (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali
15 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu
karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan
yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas (QS.
Ali Imran: 112).

4. Nilai-nilai Demokrasi dan Musyawarah

Nilai-nilai demokrasi dan musyawarah dalam adat meliputi beberapa


aspek
a. Bulek aia ka pambuluah, bulek kato ka mufakek, bulek dapek digolongkan, pipiah
buliah dilayangkan.
“Taat pada kesepakatan hasil musyawarah”
b. Kato nan banyak dari bawah, banyak indak buliah dibuang, saketek indak buliah
disimpan.
“ Peranan masyarakat berpatisipasi, mulai dari lapisan
terendah, kedudukannya sama dalam hukum “
d. Kamanakan barajo ka mamak, mamak barajo ka pangulu, pangulu barajo ka
mufakek, mufakek barajo ka nan bana, bana badiri sandirinya, manuruik alua jo
patuik.
” taati hukum dan aturan yang berlaku “
e. Pikia palito hati, tanang hulu bicaro, aniang saribu aka, dek saba bana mandating
“ sebelum berbuat lakukan penelitian dan kaji segala
kemungkinan, sebab dan akibat dari satu perbuatan “
f. Suri tagantuang batanuni, luak taganang nan basawuak, kayu batakuak
barabahkan, janji babuek batapati.
“tetapi janji, lakukan sesuatu menurut patut dan pantas “
g. Duduak basamo balapang-lapang, duduak surang basampik-sampik, kato surang
babulati, kato basamo dipaiyokan
“ bina kerukunan bersama “
h. Baiyo-iyo jo adiak, batido-tido jo kakak, elok diambiak jo mufakek, buruak dibuang
jo etongan.
“ teguhkan persaudaraan, kembangkan dialog “
i. Sabalik bapaga kawek, randah tak dapek dilangkahi, tinggi tak dapek dipanjek.
“ hidup mesti berperaturan, tidak boleh berbuat seenak diri sendiri “
j. Galugua buah galugua, tumbuah sarumpun jo puluik-puluik, badampiang jo
batang jarak, basilang kayu dalam tungku, sinan nasi nasi mangko masak.
“tidak perlu cemas ubtuk berbeda pendapat, perbedaan tidak
menimbulkan perselisihan, di sini terdapat dinamika hidup”
k. Saukua mangko manjadi, sasuai mangko takana, nan bana kato saiyo, nan rajo
kato mufakek
“ permusyawaratan perwakilan, teguh melaksanakan kesepakatan “

Nilai-nilai demokrasi dan musyawarah di dalam syarak meliputi beberapa aspek yang
jelas dalam tata cara melaksanakan musyawarah serta perilaku ini, akan menguatkan
pelaksanaan ABS-SBK, di antaranya ;
Firman Allah SWT
‫ فاعف عنهم واستغفرلهم وشاورهم فى المر فإ ذا عزمت‬،‫ ولو كنت فظا غليظ القلب لنفضوا من حولك‬،‫فبما رحمة من ال لنت لهم‬
.)159 :‫)ال عمران‬ ‫ إ ن ال يحب المتوكلين‬،‫فتوكل على ال‬
Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka.
Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah ia menjauhkan diri dari
sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan
bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah

16 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

membulatkan tekad, maka bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai


orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya (QS. Ali Imran: 159).
Firman Allah SWT
.)38 :‫… وأمرهم شورى بينهم ومما رزقناهم ينفقون )الشورى‬
“…Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka, dan
mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka” (QS. Al-
Syura: 38).
Sabda Rasulullah SAW
‫ما خاب من اتخار ول ندم من اشتشار‬
Tidak akan gagal orang yang mengerjakan istikharah dan tidak pula menyesal orang
yang melakukan musyawarah
Sabda Rasulullah
‫المستشار مؤتمن‬
“Orang-orang yang melakukan musyawarah akan tentram (aman)”

5. NILAI-NILAI AKHLAK / BUDI PEKERTI


Nilai-nilai budi pekerti / akhlak dalam adat meliputi:
a. Nan kuriak kundi, nan merah sago, nan bayiak budi, nan indah baso
“Budi pekerti dan bahasa sopan santun diperlukan “
b. Satali pambali kumayan, sakupang pambali katayo, sakali lancuang ka ujian, salamo
hiduik urang tak picayo

c. Batanyo lapeh arak, barundiang sudah makan


d. Raso dibaok nayiak, pareso dibaok turun
“memikirkan akibat sebelum berbuat”
e. Sulaman manjalo todak, naiak sampan turun parahu, punyo padoman ambo tidak,
angin bakisa ambo tau
“ selalu mempergunakan akal sehat sebelum berbuat “
f. Bajalan paliharo kaki, bakato paliharo lidah
“hati-hati selalu”
g. Pisang ameh baok balayia, masak sabuah di dalam peti, utang ameh dapek dibayia,
utang budi dibaok mati.
“selalu berbuat baik, hidup dengan berjasa dan pandai
membalas jasa“
h. Dek ribuik rabahlah padi, dicupak Datuak Tumangguang, jikok hiduik indak babudi,
duduak tagak ka mari tangguang.
“ tidak melupakan tata kerama bergaul menurut adat dan agama “

Nilai-nilai budi pekerti dan akhlak dalam syarak sangat banyak ditemukan:
Firman Allah SWT
‫ وال سميع عليم‬،‫ فمن يكفر بالطاغوت ويؤمن بال فقد إ ستمسك بالعروة الوثقى ل انفصام لها‬،‫ قد تبين الرشد من الغي‬،‫ل إ كراه في الدين‬
)256 :‫)البقرة‬
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan
yang benar dari pada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada
17 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

Taghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada
buhul tali tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi
Maha Mengetahui. (QS. al-Baqarah: 256)

Firman Allah SWT


)2 :‫)التغابون‬ ‫هو الذي خلقكم فمنكم كا فر ومنكم مؤمن وال بما تعملون بصير‬
Dialah yang menciptakan kamu, maka diantara kamu ada yang kafir dan diantaramu
ada yang beriman. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan (QS. Al-Taghabun:
2)

Firman Allah SWT


‫ ربنا ول تحمل علينا إ صرا كما‬،‫ ربنا ل تؤخذنا إ ن نسينا أو اخطأنا‬،‫ لها ما كسبت وعليها ما ا كتسبت‬،‫ل يكلف ال نفسا إ ل وسعها‬
:‫ انت مولنا فانصرنا على القوم الكفرين )البقرة‬،‫ وارحمنا‬،‫ واغفرلنا‬،‫ واعف عنا‬،‫ ربنا ول تحملنا ما ل طقة لنا به‬،‫حملته على الذين من قبلنا‬
.)286
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia
mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari
kejahatan) yang dikerjakannya, (mereka berdoa): ya Tuhan kami, janganlah Engkau
hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau
bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada
orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah engkau pikulkan kepada
kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami dan
rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum kafir
(QS. Al-Baqarah: 286).
Sabda Rasulullah SAW
)‫)رواه البخارى‬ ‫يسروا ول تعسروا وبشروا ول تنفروا‬
Permudahlah jangan mempersulit dan gembirakanlah jangan menakut-nakuti (HR.
Bukari).

6. NILAI-NILAI SOSIAL KEMASYARAKATAN


Nilai-nilai sosial kemasyarakatan adat dan syarak meliputi antara lain
a. Nan buto pahambuih lasuang, nan lumpuah pengajuik ayam, nan pakak palatuih
badia
“ fungsi ham asasi manusia “
b. Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang, nan barek makanan bahu, nan ringan
makanan jinjiang.
“ suka bergotong royong, memelihara kerja sama “
c. Takajuik urang tagampa awak, kaba baiak bahimbauan, kaba buruak
bahambauan.
“sifat tolong menolong “
d. Bungka ameh manahan asah, ameh batua manahan uji, kato batua manahan sudi,
hukum batuah manahan bandiang.
“ kualitas, ekonomi, professional, menegakkan nilai-nilai keadilan “
e. Nan tak untuak jan diambiak, nan bakeh yo diunyi, turuik alua nan luruih,
tampuah jalan nan pasa
“menjaga keseimbangn antara hak dan kewajiban “
f. Sawahlah diagiah pamatang, ladanglah diagiah bamintalak, lah tantu hinggo jo
batehnya, lah tahu rueh jo buku
“mematuhi aturan yang ada “

18 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

g. Ketek taraja-raja, gadang tarubah tidak, lah tuo jadi parangai.


“ Pendidikan di rumah tangga tentang perilaku dan budi
pekerti
sangat penting. Menanamkan perilaku bertanggung jawab
sejak kecil ”
h. Kato sapatah dipikiri, jalan salangkah ma adok suruik
“ Hati-hati dalam berucap dan bertindak memikirkan hal yang
akan disampaikan sebelum berbicara “
i. Syarak mangato, adat mamakai, syarak mandaki, adat manurun
“ Ketetapan syarak dipakai dalam adat, perjalanan adat
penghulu seiring dengan ulama “
j. Sasakik sasanang, sahino samalu, nan ado samo dimakan, kok indak samo
ditahan, barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang. Ka bukik samo mandaki, ka
lurah samo manurun, tatilungkuik samo makan tanah, talilantang samo makan
angin.
“ Rasa kebersamaan, gotong royong wajib ditumbuhkan di tengah
masyarakat Minangkabau (Sumbar), menggerakkan potensi moril
materil, untuk membangun nagari, dan menghapus kemiskinan”

Nilai-nilai sosial kemasyarakatan dalam syarak sebagai berikut:


a. Saling tolong menolong
Firman Allah SWT
)2 :‫تعاونوا على البر واتقوا ول تعاونوا على الثم والعدوان )المائدة‬
Saling tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa dan janganlah kamu tolong
menolong berbuat dosa dan permusuhan (QS. Al-Maidah: 2).
Sabda Rasulullah SAW
)‫)رواه البخارى‬ ‫انصر اخاك ظالما أو مظلوما‬
Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang dizalimi (HR. Bukari)
Sabda Rasulullah
)‫ليس منا من لم يرحم صغيرنا ولم يعرف حق كبيرنا )رواه ابو داود وترمذى‬
Tidak termasuk umatku orang yang tidak mengasihi generasi muda dan tidak
menghormati orang tua (HR. Abu Daud dan Tirmizi).
Sabda Rasulullah
‫تحجزة من ظلمه فذلك نصره‬
“Hindarkanlah atau cegahlah dia dari bertindak aniaya itulah cara menolongnya”
b. Tidak boleh memisahkan diri dari masyarakat (jama’ah)
)‫)رواه ترميذ‬ ‫وعليكم بالجمعة فمن شذ شذ في النار‬
Kamu harus hidup dalam jama’ah siapa saja yang mengasingkan diri dari jama’ah, dia
akan menyendiri masuk ke dalam api neraka (HR. Tirmizi).

c. Waspada dan menjaga keselamatan bersama

Allah berfirman
.)25 :‫)النفال‬ ‫وتقوا فتنة ل تصيبن الذين ظلموا منكم خاصة‬
Takutlah kamu kepada fitnah yang tidak hanya menimpa kepada orang yang zalim saja
(QS. al-Anfal: 25)
Allah SWT berfirman
19 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

)3 :‫)العصر‬ ‫وتواصوا بالحق وتواصو بالصبر‬


Saling menasehatilah tentang kebenaran dan saling menasehatilah dengan kesabaran
(al-Ashr: 3)
Sabda Rasulullah SAW
)‫)رواه البخارى‬ ‫إذا استنصح احدكم اخاه فالينصح له‬
Jika kamu dimintai nasehat oleh salah seorang saudaramu, maka berikanlah nasehatmu
kepadanya (HR. Bukhari)
Sabda Rasulullah SAW:
‫ ل ولكتابه ولرسوله ولمة المسلمين عامتهم‬:‫ فقال‬:‫الدين النصيحة سئل لمن؟ فقال‬
Agama itu nasehat, kemudian ditanyakan kepada beliau, bagi siapa nasehat itu?
Rasulullah menjawab: bagi Allah, bagi kitab-kitabnya, bagi rasulnya, bagi para
pemimpin muslim, dan jama’ah pada umumnya (HR. Muslim)

d. Berlomba mencapai kebaikan

Allah SWT berfirman


)146 :‫فاستبقوا الخيرات … )البقرة‬
Dan saling berlombalah kamu untuk berbuat kebaikan di mana kamu berada (QS. al-
Baqarah: 146)
Sabda Rasulullah SAW
)‫اتق ال حيث ما كنت واتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حسن )رواه الحاكم والترمذي‬
Bertakwalah selalu kepada Allah dimana saja kamu berada, dan iringilah selalu
perbuatan salahmu dengan kebaikan, semoga dapat terhapus kesalahan tersebut, dan
pergaulilah manusia dengan selalu bersikap ikhlas (terpuji). (HR. Hakim dan Tarmizi).

e. Tidak boleh mencela dan menghina

Allah SWT berfirman


‫يايها الذين امنوا ل يسخر قوم من قوم عسى ان يكونوا خيرا منهم‬
‫باللقاب بئس السم الفسوق بعد اليمان‬ ‫ول تنابزوا‬ ‫ول نساء من نساء عسى ان يكن خيرا منهن ول تلمزوا انفسكم‬
.)11 :‫)الحجرات‬ ‫ومن لم يتب فاولئك هم الظلمون‬
Wahai umat yang beriman, janganlah hendaknya terjadi suatu kaum menghina kaum
yang lainnya, boleh jadi yang dihina ternyata lebih baik keadaannya daripada yang
menghina. Demikian juga janganlah para wanita itu menghina kelompok wanita yang
lainnya, karena boleh jadi wanita yang dicela itu lebih baik dari yang mencela.
Janganlah saling mencerca dan janganlah berolok-olok dengan sebutan-sebutan yang
jelek. Seburuk-buruk sebutan fasik sesudah orang itu beriman (al-Hujurat: 11).

f. Menepati janji

Firman Allah SWT:


)1 :‫)المائدة‬ ‫يايها الذين امنوا اوفوا بالعقود‬
Wahai umat yang beriman, penuhilah selalu janji-janjimu (QS. al-Maidah: 1)
Firman Allah SWT:
)177 :‫البقرة‬ ‫والموفون بعهدهم إذا عاهدوا‬
Dan orang-orang yang selalu menyempurnakan janji-janjinya, jika ia membuat
perjanjian (QS. al-Baqarah: 177)

g. Bersikap adil
20 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

Allah SWT berfirman:


)29 :‫)البقرة‬ ‫قل امر ربي بالقسط‬
Katakanlah: telah memerintahkan Tuhanku agar berbuat adil (QS. al-A’raf: 29)
Allah SWT berfirman:
‫يايها الذين امنوا كونوا قوامين ل شهداء بالقسط ول يجرمنكم شنان قوم على ال تعدلوا اعدلوا هو اقرب للتقوى ان ال خبير بما تعملون‬
.)8 :‫)المائدة‬
Wahai umat yang beriman, hendaklah kamu menjadi manusia yang lurus karena Allah
dan menjadi saksi, dan janganlah kebencian atas suatu kaum menyebabkan kamu tidak
adil. Berlaku adilah kamu, karena adil itu lebih dekat kepada takwa (kebaktian).
Bertakwalah kamu kepada Allah, karena sesungguhnya Allah amat mengetahui
terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. al-Maidah: 8).
Allah SWT berfirman:
)199 :‫خذ العفو وأمر بالمعرف واعرض عن الجاهلين )العراف‬
Berilah maaf dan anjurkanlah orang untuk berbuat adil dan hindarilah pergaulan
dengan orang-orang bodoh (kecuali untuk mendidik mereka). (QS. al-A’raf: 199)
Sabda Rasulullah SAW:
)‫)رواه الحاكم والترمذي‬ ‫اتق ال حيث ما كنت واتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حسن‬
Bertakwalah selalu kepada Allah dimana saja kamu berada, dan iringilah selalu
perbuatan salahmu dengan kebaikan, semoga dapat terhapus kesalahan tersebut, dan
pergaulilah manusia dengan selalu bersikap ikhlas (terpuji) (HR. al-Hakim dan Tirmizi).

h. Tidak boleh bermusuh-musuhan

Rasulullah SAW bersabda:


‫ ل تحاسدوا ول تباغضوا ول تجسسوا ول تسسو ول تناجشوا‬:‫ قال رسول ال صلى ال عليه وسلم‬:‫عن ابى هريرة رضى ال عنه قال‬
.)‫وكونوا عبد ال اخوانا )متفق عليه‬
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda; janganlah kamu saling
mendengki, saling membenci, saling mencari kesalahan yang lain, saling mengumpat
dan jangan pula saling menipu. Tetapi jadilah kam hamba-hamba Allah penuh
persaudaraan (HR. Bukhari dan Muslim).
Sabda Rasulullah SAW
)‫)رواه بخارى ومسلم‬ ‫سباب المسلم لسوق وقتاله كفر‬
Mencerca seorang muslim adalah fasiq, dan membunuh seorang muslim adalah kufur
(HR. Bukhri dan Muslim)
Sabda Rasulullah SAW:
)‫)رواه البخارى‬ ‫انصر اخاك ظالما أو مظلوما‬
Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang dizalimi (HR. Bukhari).
Sabda Rasulullah:
.)‫)رواه ابو داود وترميذي‬ ‫ليس منا من لم يرحم صغيرنا ولم يعرف حق كبيرنا‬
Tidak termasuk umatku orang yang tidak mengasihi generasi muda dan tidak
menghormati orang tua (HR. Abu Daud dan Tirmizi)
Sabda Rasulullah:
‫تحجزه من ظلمه فذلك نصره‬
Hindarkanlah atau cegahlah dia dari bertindak aniaya itulah cara menolongnya.
Sabda Rasulullah:
)‫المسلم اخو المسلم ل يظلمه ول يخذ له )رواه ابو داود‬
Seorang muslim adalah saudara muslim yang lainnya, karena itu tidak menganiaya
saudaranya, tidak merendahkan derajatnya dan tidak menanggapinya sepele dan hina
(HR. Abu Daud).

21 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

i. Tidak boleh bermarahan.

Rasulullah SAW bersabda:


‫ل يحل لمسليم ان يهجر اخاه فوق ثلث‬
Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya (sesama muslim) lebih dari
tiga hari (HR. Bukari, Muslim, Abu Daud, Tirmizi, Muwatha’ dan Ahmad).

Allah SWT berfirman:


‫يايها الذين امنوا كونوا قوامين ل شهداء بالقسط ول تجر منكم شنان قوم على ال تعدلوا اعدلوا هو اقرب للتقوى ان ال خير بما تعملون‬
)8 :‫)المائدة‬
Wahai umat yang beriman, hendaklah kamu menjadi manusia yang lurus karena Allah
dan menjadi saksi dan janganlah kebencian atas suatu kaum menyebabkan kamu tidak
adil. Berlaku adillah kamu, karena adil itu lebih dekat kepada takwa (kebaktian).
Bertakwalah kamu kepada Allah, karena sesungguhnya Allah amat mengetahui
terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. al-Maidah: 8).
Allah SWT berfirman:
.)199 :‫)العراف‬ ‫خذ العفو وأمر بالعرف واعرض عن الجاهلين‬
Berilah maaf dan anjurkanlah orang untuk berbuat adil dan hindarilah pergaulan
dengan orang-orang bodoh (kecuali untuk mendidik mereka).

HUBUNGAN KERABAT DI MINANGKABAU BERLANGSUNG HARMONIS DAN TERJAGA BAIK.

Hal tersebut terjadi karena perasaan kekeluargaan dan perasaan malu kalau tidak
membina hubungan dengan keluarganya dengan baik. Seseorang akan dihargai oleh sukunya
atau keluarganya apabila ia berhasil menyatu dengan kaumnya dan tidak membuat malu
kaummya.
Hubungan kekerabatan masyarakat Minangkabau yang kompleks senantiasa dijaga
dengan baik oleh ninik mamak dan penghulu di Nagari. Seseorang akan dianggap ada apabila
ia berhasil menjadi sosok yang diperlukan di kaumnya dan menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dari kelompoknya. Nilai-nilai ideal dalam kehidupan yang mesti dihidupkan terus
dalam menata kehidupan bernagari, antara lain adalah,
1) rasa memiliki bersama,
2) kesadaran terhadap hak milik,
3) kesadaran terhadap suatu ikatan,
4) kesediaan untuk pengabdian,
5) dampak positif dari satu ikatan perkawinan, seperti mengurangi sifat-sifat buruk
turunan serta mempererat mata rantai antar kaum.
Pembangunan Nagari-nagari harus memakai pola keseimbangan dan pemerataan.
Peningkatan usaha ekonomi masyarakat Nagari dipacu dengan mengkaji potensi Nagari.
Pemberdayaan koperasi syariah di nagari menjadi semakin strategis untuk mendukung
peningkatan produktivitas, penyediaan lapangan kerja yang lebih luas, dan peningkatan
pendapatan bagi masyarakat di nagari, terutama keluarga miskin.
Dalam rangka peningkatan efektivitas penanggulangan kemiskinan dan mendukung
peningkatan pendapatan masyarakat berpendapatan rendah, maka penguatan usaha koperasi
diutamakan untuk mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin, di nagari-
nagari antaranya ;
a) memperluas jangkauan dan kapasitas pelayanan lembaga koperasi dalam
pola syariah (bagi hasil),

22 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

b) memberdayakan kaum perempuan (bundo kanduang) sebagai pengusaha


dan penghasil barang kerajinan yang laku di pasar,
c) meningkatkan kemampuan dalam aspek manajemen dan teknis produksi
anak nagari,
d) pembinaan sentra-sentra produksi tradisional dan usaha ekonomi
produktif lainnya di perdesaan dan daerah terpencil.
Koperasi anak nagari yang bergerak di bidang jasa keuangan, mirip dengan perbankan
syariah dalam skala lebih kecil, dan meliputi anak nagari, atau berbasis suku di nagari sebagai
anggota koperasi. Dalam pembiayaan syariah, mudharabah mempunyai implementasi spesifik,
di mana ada trust financing, yang diberikan kepada usaha anggota (anak nagari) yang sudah
teruji memegang amanah, dengan kelola yang baik, sehingga terhindar dari merugikan satu
dan lainnya, serta risiko dapat ditanggung bersama secara adil, oleh sesama anggota koperasi
syariah, akhirnya seluruh keuntungan dan kerugian akan dibagi sesuai nilai penyertaan.
Selain kegiatan koperasi jasa keuangan, anak nagari juga diperkenankan menjalankan
kegiatan pengumpulan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah termasuk wakaf dengan
pengelolaan yang terpisah, untuk kepentingan pembangunan anak nagari sesuai dengan
ketentuan syarak.
Mungkin ada Nagari yang lebih baik ekonomi masyarakatnya (seperti, Rao-Rao,
Situmbuak, Sumaniak, Limo Koum, Padang Gontiang, Lintau, Batipuah, Pandai Sikek), namun
ada pula Nagari yang miskin (seperti Atar, Rambatan, Tanjuang Ameh, Saruaso, Padang Lua
dan Tanjuang Alam). Pengalokasian dana hendaknya berimbang.
Kekekrabatan dapat dijaga oleh ninik mamak dan penghulu yang dihimpun dalam KAN;
a) dibalut dengan satu sistem pandangan banagari,
b) cinta kepada Nagari yang sama dipunyai,
c) kegiatan pembangunan yang dipersamakan.

Menguatkan Pemerintahan Nagari


Semestinya kembali kenagari harus dipahami peran lembaga tungku tigo sajarangan
yang tampak dalam badan musyawarah nagari dan kerapatan negari. Prinsip musyawarah
adalah pondasi mendasar dan utama dari adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.
Kembali kenagari haruslah bermula dengan kesediaan untuk rujuk kepada hukum adat
(norma yang berlaku di nagari) dan kesetiaan melaksanakan hukum positf (undang-undang
negara).
Muara pertama terdapat pada supra struktur pemerintahan nagari, dimana kepala
pemerintahan negari (kepala negari) akan berperan sebagai kepala pemerintahan di nagari
dan juga pimpinan adat.
Sebagai kepala pemerintahan terendah dinagari memiliki hirarki yang jelas dengan
pemerintahan diatasnya (kecamatan atau kabupaten). Sebagai kepala adat harus berurat
kebawah yakni berada ditengah komunitas dan pemahaman serta perilaku adat istiadat yang
dijunjung tinggi anak nagari (adat salingka nagari). Minangkabau tetap bersatu, tetapi tidak
bisa disatukan.
Muara kedua, dukungan masyarakat adat (kesepakatan tungku tigo sajarangan yang
terdiri dari ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang dan kalangan rang
mudo), dan mendapat dukungan dalam satu tatanan sistim pemerintahan (perundang-
undangan).
Anak nagari sangat berkepentingan dalam merumuskan nagarinya. Konsepnya tumbuh
dari akar nagari itu sendiri, bukanlah suatu pemberian dari luar.

23 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

“ Lah masak padi 'rang singkarak, masaknyo batangkai-tangkai, satangkai jarang nan
mudo, Kabek sabalik buhus sintak, Jaranglah urang nan ma-ungkai, Tibo nan punyo rarak
sajo.”
Artinya diperlukan orang-orang yang ahli dibidangnya untuk menatap setiap perubahan
peradaban yang tengah berlaku. Hal ini perlu dipahami supaya jangan tersua seperti kata
orang “ibarat mengajar kuda memakan dedak”.
Masyarakat nagari sesungguhnya tidak terdiri dari satu keturunan (suku) saja tetapi
terdiri dari beberapa suku yang pada asal muasalnya berdatangan dari berbagai daerah asal di
sekeliling ranah bundo.
Sungguhpun berbeda, namun mereka dapat bersatu dalam satu kaedah hinggok
mancangkam tabang basitumpu atau hinggok mencari suku dan tabang mencari ibu.
Hiyu bali balanak bali, ikan panjang bali dahulu.
Ibu cari dunsanak cari, induak samang cari dahulu.
Yang datang dihargai dan masyarakat yang menanti sangat pula di hormati.
Dima bumi di pijak, di sinan langik di junjuang,
di situ adaik bapakai.
Disini tampak satu bentuk perilaku duduk samo randah tagak samo tinggi, sebagai
prinsip egaliter di Minangkabau.

NAGARI, SATU SISTEM PEMERINTAHAN TERENDAH, DALAM STRUKTUR MASYARAKAT MINANGKABAU,


Sifatnya multi dimensi dan multi fungsi. Nagari mempunyai aspek formal dan informal.
Secara formal dia adalah bahagian yang integral dari pemerintahan nasional. Secara informal
dia adalah unit kesatuan adat dan budaya Minangkabau.
Wilayah Nagari adalah suatu aset dalam pemerintahan Nagari. Pemerintahan Nagari
harus fokus menyiasati babaliak ka Nagari sebagai suatu sistim berpemerintahan dan
melaksanakan kehidupan anak Nagari dalam tatanan adaik basandi syarak, syarak basandi
Kitabullah. Analisis Nagari yang paling utama adalah pemerintahan. Bagaimana Nagari diatur
dan dibangun.
Nagari adalah plural, bukan single, perbedaan sistem Nagari tersebut membuat setiap
Nagari mempunyai dinamika tersendiri. Dari sisi adatnya, adaik salingka nagari.

KONSEP PEMERINTAHAN HARUS MAMPU MENAUNGI MASYARAKAT.

Pemerintahan Nagari dibingkai undang-undang Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Implementasinya di tingkat Kabupaten, ada Perda tentang Pemerintahan Nagari. Dalam
pelaksanaan pemerintahan di tingkat Nagari, hubungan harus berdasarkan adat.
Maka, adat harus benar-benar dikuasai oleh semua aparat pemerintahan Nagari. Adat
tidak semata sebagai kekayaan sains (ilmu pengetahuan) ke-Minangkabau-an. Adat harus
dapat dilaksanakan dalam kehidupan dan hubungan bermasyarakat.
Termasuk dalam sosialisasi kebijakan pemerintahan, sesuai dengan perkembangan
zaman dan pemanfaatan teknologi yang maju, seperti musyawarah dalam perwujudan
demokrasi, penyediaan peluang bagi semua anak Nagari sebagai perwujudan dari hak asasi
manusia.
HAKIKAT BERPEMERINTAHAN NAGARI ADALAH MEMATUHI UNDANG-UNDANG NEGARA.
Pemerintahan Nagari dapat menghidupkan jati diri kehidupan beradat di Nagari.
Kebanggaan orang dalam banagari adalah lahirnya kepeloporan dalam berbagai bidang.
Nagari itu dinamis, senantiasa berubah, dan wajib di antisipasi dengan musyawarah anak
Nagari yang dikuatkan oleh Wali Nagari. Setiap pemekaran, berpedoman kepada pandangan
adat dalam Nagari. Nilai kepemimpinan Wali Nagari adalah putra terbaik dan penghulu.
Pemilihannya dengan mengindahkan kesetaraan dan keterwakilan.

24 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

Nilai kesetaraaan dan keterwakilan dari ninik mamak, alim ulama,cadiak pandai dan
tokoh – tokoh adat di dalam Nagari, mesti diperhitungkan dengan cermat. Urusan Nagari
adalah urusan bersama seluruh warga masyarakat Nagari. Bukan hanya urusan yang muda-
muda atau urusan yang tua-tua. Bukan pula urusan ninik mamak semata.
Kerjasama antara generasi, muda dan tua, cerdik dan pandai, sangat diperlukan untuk
menyelesaikan masalah yang dihadapi Nagari.
A. BADAN MUSYAWARAH NAGARI, DIPILIH ANAK NAGARI,
Semestinya menjadi perwujudan dari tali tigo sapilin, tungku tigo sajarangan.
Implementasinya, terlihat dalam pemahaman adat. Nagari, akan menjadi pelopor di dalam
melaksanakan adat Minangkabau yang berfalsafah Adaik basandi Syarak, Syarak basandi
Kitabullah.
BAMUS Nagari adalah bentuk perwujudan dari prinsip demokrasi dalam berpemerintahan,
semacam badan legislatif tingkat Nagari, untuk melaksanakan pemerintahan Nagari bersama-
sama Wali Nagari (Kepala Nagari). Maka, yang akan duduk di dalam BAMUS Nagari, semestinya
hanya beragama Islam. Karena, tidak dapat disebut Minangkabau jika tidak beragama dengan
Islam. Keberadaan BAMUS menjadi bagian upaya mengembalikan unsur adat ke hakikatnya.
Mengaktualisasikan fungsi dan peran tungku tigo sajarangan, melalui keteladanan,
terutama dalam pelaksananan agama dan adat. Satu bentuk otonomi penuh pada Nagari untuk
mengatur rumah tangga Nagari dengan berpedoman pada peraturan yang ada.
Wali Nagari bersama tokoh masyarakat dalam BAMUS akan menyusun program-program
pembangunan Nagari
b. KEBERADAAN KERAPATAN ADAT NAGARI MENDUDUKI POSOSI YANG JELAS.

KAN di tingkat Nagari adalah badan otonom yang ditetapkan oleh anak Nagari, terikat
kaum dalam Nagari, dan memegang asal usul serta kewenangan ulayat Nagari. Keanggotaan
KAN seluruhnya terdiri dari penghulu di Nagari, bagian dari tungku tigo sajarangan, dimuliakan
oleh anak Nagari, disebut nan gadang basa batuah.
Pertanyaannya, apakah semua anggota KAN terikat dengan LKAAM (satu organisasi
masyarakat yang berjenjang dari tingkat provinsi)?
Apakah KAN menjadi bagian dari BAMUS Nagari atau berdiri sendiri ?. Jalan terbaik adalah
menjadikan KAN sebagai bagian dari BAMUS Nagari. Sewajarnya, tampak nyata hubungan
antara adat dan pemerintahan di tingkat Nagari. Saling topang menopang dan serasi. Melalui
BAMUS Nagari, diharapkan dapat menggerakkan kembali peran dan fungsi ninik mamak, yang
selama ini tidak optimal berperan membangun Nagari, yang disebabkan :
 Kurangnya figure penghulu dan pemangku adat yang sudah banyak merantau.
 Kurangnya pengkaderan ninik mamak untuk memimpin Nagari.
Semestinya, BAMUS Nagari menjadi upaya mambangkik batang tarandam di tengah
pesatnya kemajuan bidang teknologi. Masalah asal usul dari keanggotaan BAMUS di Nagari,
adalah hal yang perlu dipertimbangkan. Termasuk menginventarisir asset, dan permasalahan
Nagari dengan data base Nagari.
Kalau bisa dipertajam, inilah prinsip demokrasi yang murni dan otoritas masyarakat yang
sangat independen.
Langkah Penting adalah,
1. Menguasai informasi substansial
2. Mendukung pemerintahan yang menerapkan low-enforcment
3. Memperkuat kesatuan dan Persatuan di nagari-nagari
4. Muaranya adalah ketahanan masyarakat dan ketahanan diri.
Dimulai dengan apa yang ada. Yang ada ialah kekayaan alam dan potensi yang
terpendam dalam unsur manusia. Selangkah demi selangkah. Karena itu masyarakat

25 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

Minangkabau yang beradat dan beragama selalu dalam hidupnya diingatkan untuk mengenang
hidup sebelum mati dan hidup sesudah hidup ini (dibalik mati) itu. Sesuai dengan peringatan
Ilahi.
              



 

     
 
   
 
 
 
 



 
             
 
“ bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan
di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah
keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat
menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS.13, Ar Ra’du : 11).
Tugas kembali kenagari, sesungguhnya adalah, menggali kembali potensi dan asset
nagari, dengan memanggil potensi yang ada dalam unsur manusia di nagari.
Kemudian observasinya dipertajam, daya pikirnya ditingkatkan, daya geraknya
didinamiskan , daya ciptanya diperhalus, daya kemauannya dibangkitkan, dengan
menumbuhkan atau mengembalikan kepercayaan kepada diri sendiri.
Handak kayo badikik-dikik, Handak tuah batabua urai, Handak mulia tapek-i janji, Handak
luruih rantangkan tali, Handak buliah kuat mancari, Handak namo tinggakan jaso, Handak
pandai rajin balaja. Dek sakato mangkonyo ado, Dek sakutu mangkonyo maju, Dek ameh
mangkonyo kameh, Dek padi mangkonyo manjadi.
DIPERLUKAN KERJA KERAS,

1. Meningkatkan Mutu SDM anak nagari,


2. Memperkuat Potensi yang sudah ada melalui program utama,
a. menumbuhkan SDM Negari yang sehat dengan gizi cukup,
b. meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (terutama terapan),
c. mengokohkan pemahaman agama, sehingga anak negari menjadi sehat rohani,
d. menjaga terlaksananya dengan baik norma-norma adat, sehingga anak nagari
menjadi masyarakat beradat yang beragama (Islam).
3. Menggali potensi SDA yang ada di nagari, yang diselaraskan dengan perkembangan
global yang tengah berlaku,
4. Memperkuat ketahanan ekonomi rakyat.
5. Memperindah nagari dengan menumbuhkan percontohan-percontohan di nagari, yang
tidak hanya bercirikan ekonomi tetapi indikator lebih utama kepada moral adat “nan
kuriak kundi, nan sirah sago, nan baik budi nan indah baso”
6. Mengefisienkan organisasi pemerintahan nagari dengan reposisi (dudukkan kembali
komponen masyarakat pada posisinya sebagai subyek di nagari) dan refungsionisasi
(pemeranan fungsi-fungsi elemen masyarakat).
7. Memperkuat SDM bertujuan membentuk masyarakat beradat dan beragama sebagai
suatu identitas yang tidak dapat ditolak dalam kembali kenagari.
Membangun kesejahteraan bertitik tolak pada pembinaan unsur manusianya.
Dari menolong diri sendiri, kepada tolong-menolong, sebagai puncak budaya adat
basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Dalam rangka pembagian pekerjaan, ber-ta'awun
sesuai dengan anjuran Islam, "Bantu membantu, ta'awun, mutual help dalam rangka
pembagian pekerjaan (division of labour) menurut keahlian masing-masing ini, akan
mempercepat proses produksi, dan mempertinggi mutu, yang dihasilkan. Itulah taraf ihsan
yang hendak di capai.

26 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

Satu konsepsi tata cara hidup, sistem sosial dalam "iklim adat basandi syara' syara'
basandi Kitabullah", dalam rangka pembinan negara dan bangsa kita keseluruhannya. Yakni
untuk melaksanakan Firman Ilahi;
 
   
  

 

 
 
         


 

  
 
   
     

 

    


"Berbuat baiklah kamu (kepada sesama makhluk) sebagaimana Allah berbuat baik
terhadapmu sendiri (yakni berbuat baik tanpa harapkan balasan). (QS.28, Al Qashash : 77)
Kekuatan moral yang dimiliki, ialah menanamkan "nawaitu" dalam diri anak nagari,
“Latiak-latiak tabang ka Pinang, Hinggok di Pinang duo-duo, Satitiak aie dalam
piriang, Sinan bamain ikan rayo.”
Teranglah sudah, bagi setiap orang yang secara serius ingin berjuang di bidang
pembangunan masyarakat nagari pasti akan menemui disini iklim yang subur, bila pandai
menggunakannya dengan tepat. Mengabaikan adat dan syarak ini, adalah satu kerugian, karena
berarti mengabaikan satu partner "yang amat berguna" dalam pembangunan masyarakat nagari
dan Negara.

Pengamatan dalam Pengamalan Nilai-Nilai Adat Basandi Syarak


Pauh IX, di Kota Padang, Propinsi Sumatera Barat. Nagari Pauh IX penduduknya
berasal dari pendatang dari daerah Saniang Baka dan Muaro Paneh. Di Nagari Pauh IX terdapat
beberapa suku yaitu Koto, Sikumbang, Melayu, Tanjung, Jambak, Caniago, dan Guci.
Kelengkapan NMPA Minangkabau yang ada disini adalah: penghulu, nan tuo, pandito adat
(malin) dan rang basako (dubalang).
Sistem pewarisan pemangku adat terjadi bila seorang penghulu meninggal dunia. Hal ini
sesuai dengan mamangan yang berbunyi: “Sileh baju tanah tasirah di kuburan”. Pemikiran
pengganti penghulu yang meninggal melalui sistem pewarisan yang disebut, gadang balega
cayo batimbang, kalupuak pakai memakai malatakkan parmato di kapuaknyo”. Ada juga
dengan cara “Iduik bakarilaan mati batungkek budi”. Maksudnya jika usia tidak mengizinkan
lagi maka dapat ditunjuk penggantinya melalui musyawarah kaum atau suku.
Kanagarian Pariangan, di Kecamatan Pariangan, Kebupaten Tanah Datar,
Propinsi Sumatera Barat. Nagari Pariangan mempunyai ninik mamak nan salapan dan
suku nan salapan, adalah: 1) Datuk Sinaro, suku Piliang, 2) Datu Basar, suku Koto, 3) Datuk
Tinaro, suku Dalimo Panjang, 5) Datu Kayo, suku Pisang, 6) Datuk Suri Dirajo, suku Dalimo
Singkek, 7) Datuk Marajo Japang, suku Piliang Laweh, 8) Datuk Tan Bijo, suku Sikumbang. Di
samping ninik mamak nan salapan sebagai pimpinan adat, ada Tuangku nan barampek
sebagai pimpinan syarak, yaitu ; 1) Tuangku Piliang jo Malayu, Panjang jo Piliang, Laweh, dan
4) Tuanku Dalimo Singkek jo Sikumbang. Sedangkan pimpinan tertinggi menurut adat dan
syarak di kenagarian Pariangan adalah: “Bandaro Kayo” sebagai tampuak tangkai alam
Minangkabau.
Nilai-Nilai Ketuhanan. Pemahaman nilai-nilai ketuhanan masyarakat Nagari Pauh IX
Padang masih tampak dalam penggunaan Masjid. Sebagian besar masyarakat Nagari Pauh IX
beragama Islam. Masjid digunakan oleh masyarakat Nagari Pauh IX Padang untuk pelaksanaan
ibadah sholat setiap waktu (Shubuh, Zuhur, Ashar, Magrib, dan Isya). Jumlah mereka yang
menggunakannya tidaklah banyak. Masjid di Nagari Pauh IX selain digunakan untuk ibadah
sholat juga digunakan untuk pendidikan Islaminya masyarakat sekitarnya. Selain itu, di masjid
juga digunakan untuk pelaksanaan MTQ dan Khatam Quran, dan untuk pelaksanaan ijab Qabul
(nikah).
Disamping masjid juga ada banyak mushalla, yang digunakan oleh sebagian besar
masyarakat untuk pelaksanaan ibadah sholat lima waktu (wajib), sholat Tarwih saat bulan
puasa. Hampir di setiap nagari di Pauh IX memiliki surau. Bahkan setiap komplek memilikinya.

27 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

Bila dibandingkan jumlahnya, mushalla lebih banyak daripada masjid. Selain tempat ibadah
sholat, mushalla juga digunakan untuk pelaksanaan pendidikan Islami.
Saat-saat situasi azan beberapa anggota masyarakat usia lanjut pergi ke masjid dan
surau untuk melaksanakan ibadah sholat. Namun, jumlah jamaah yang paling banyak adalah
saat sholat Magrib dan Isya.
Pengamalan keagamaan dalam ABSSBK di Kenagarian Pariangan Tanah Datar, masih
jauh dari harapan. Hal ini dapat dilihat dari jumlah penduduk yang melaksanakan shalat
berjama’ah di masjid. Pada umumnya yang melaksanakan shalat berjama’ah adalah kaum ibu
yang sudah tua-tua. Sementara para remaja lebih senang nongkrong di kedai-kedai sekitar
masjid saat azan berkumandang, sedang kaum bapak sibuk dengan pekerjaannya. Begitu juga
mushalla-mushalla yang ada di Kanagarian Pariangan kurang dimanfaatkan untuk pembinaan
pendidikan anak, bahkan ada mushalla yang tidak dimanfaatkan sama sekali. Akan tetapi
dalam pembayaran zakat dan zakat fitrah masyarakat melaksanakan dengan sepenuhnya.
Nilai-Nilai Kemanusiaan. Pemahaman masyarakat Nagari Pauh IX terhadap nilai-nilai
kemanusiaan terlihat pada hari baik dan hari buruk. Filosofi adat yang berbunyi “kaba bayiak
bahimbauan, kaba buruak bahambauan” masih terlihat dalam kehidupan sehari-hari, misalnya
saat acara kematian, mereka selalu melakukan “tagak payuang” sebagai lambang duka.
Masyarakat sekitarnya ikut mendatangi rumah yang ditimpa musibah (manjanguak). Hari
berikutnya, masyarakat juga masih mendatangi rumah yang berduka untuk menyumbangkan
“kaji” (mangaji di rumah yang kemalangan, yaitu membacakan yasin secara bersama-sama)
sebagai rasa ikut membantu si almarhum melapangkan dari azab kubur. Dalam pesta kebaikan
seperti baralek, di masyarakat Pauh IX Padang ditemukan nilai-nilai kemanusiaan seperti
tetangga terdekat ikut membantu mamasak di rumah si Alek tanpa diperintahkan terlebih
dahulu.
Pengamalan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah masih dijumpai pengamalannya dalam
masyarakat di Kanagarian Pariangan, namun tidak seerat pada masa lalu. Dahulu aspek
kehidupan yang membutuhkan orang banyak selalu dikerjakan secara gotong royong, seperti
dalam mengolah sawah, pembuatan rumah, perhelatan/upacara perkawinan, pembuatan
masjid/mushalla. Sekarang lebih banyak dikerjakan secara sendiri-sendiri. Yang masih
konsisten sampai sekarang dilaksanakan secara bersama adalah perhelatan/upacara
perkawinan, sedangkan yang lainnya sudah dilaksanakan secara sendiri-sendiri. Bahkan
pembuatan masjid/mushalla tidak lagi dilaksanakan secara gotong royong.
Nilai Ukhuwah Islamiyah/Kesatuan dan Persatuan. Nilai-nilai ukhuwah
Islamiyah/Kesatuan dan Persatuan juga dapat dijumpai dalam masyarakat Pauh IX, seperti
dalam alek buruak dan alek bayiak. Dalam alek buruak seperti, kedatangan mereka tanpa
diundang terlebih dahulu. Dalam masyarakat Nagari Pauh IX juga ditemui nilai-nilai ukhuwah
Islamiah/Kesatuan dan Persatuan seperti untuk membangun rumah. Di daerah ini juga ditemui
sebuah kaum yang sangat menjunjung tinggi nilai kesatuan dan persatuan. Di dalam kaum,
pekerjaan baik dan pekerjaan buruk selalu dikerjakan secara bersama.
Pengamalan nilai-nilai kemanusiaan di Kenagarian Pariangan masih diamalkan oleh
masyarakat. Salah satu indikator pengamalan masyarakat adalah “kaba baiak baimbauan,
kaba buruak baambauan”. Setiap terjadi kematian salah seorang anggota masyarakat, maka
diumumkan dari masjid tentang peristiwa tersebut, maka masyarakat berduyun datang ke
rumah duka untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan jenazah. Begitu juga malam-malam
berikutnya, orang berkumpul di rumah duka untuk melaksanakan tadarusan.
Nilai Musyawarah dan Demokrasi. Nilai musyawarah yang dijumpai dalam
masyarakat Pauh IX seperti terlihat dalam pemberian gelar adat untuk marapulai dan atau
datuak, musyawarah dalam mencari hari baik bulan baik untuk pesta perkawinan. Nilai-nilai
musyawarah dan demokrasi tersebut terlihat saat ninik mamak dengan ninik mamak
berunding tentang apa gelar yang akan diturunkan kepada kemenakan (marapulai). Keputusan

28 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

diambil ninik mamak berdasarkan filosofi “bulek ayia ka pambuluah, bulek kato ka mufakat”,
“karajo bayiak elok dipacapek nak jan tumbuah di nan buruak”.
Pengamalan nilai-nilai musyawarah/demokrasi yang membudaya di Kanagarian
Pariangan disebut dengan “baiyo batido”, salah satu bentuk sistem musyawarah di Nagari,
dalam berbagai aspek kehidupan seperti, mendirikan rumah baru, mencari jodoh anak
perempuan, melakukan perhelatan perkawinan dan sebagainya.
Nilai Raso Pareso/Akhlak/Budi Pekerti. Nilai-nilai yang berhubungan dengan raso
pareso/akhlak/budi pekerti yang dijumpai dalam masyarakat Nagari Pauh IX Padang adalah
semakin hilangnya identitas keminangkabauan, terutama rasa malu di dalam diri, seperti
berpakaian ketat, memperlihatkan aurat (anak gadis pergi sekolah atau ke pasar mengenakan
pakaian ketat dan celana pendek), main bola dan main domino dengan anak kemenakan. Hal
ini seperti terlihat di sebuah kedai di Pauh IX, kemenakan dan mamaknya satu meja domino.
Bahkan sama-sama mencari nomor buntut di kedai tersebut.
Nilai-nilai akhlak/budi pekerti dalam masyarakat Kanagarian Pariangan nampaknya
semakin kurang seperti juga masyarakat lain, masyarakat Kanagarian Pariangan mengalami
krisis identitas terutama di kalangan anak muda. Para remaja dalam berpakaian tidak lagi
mengikuti norma-norma agama dan adat, begitu juga dalam pergaulan, para remaja putri
banyak yang berpakaian tidak menutup aurat. Remaja putra dan putri sering keluar malam
berdua-duan tanpa didampingi oleh muhrimnya.
Gotong Royong/Sosial Kemasyarakatan. Nilai-nilai gotong royong masih dijumpai
dalam masyarakat Nagari pauh IX, terutama dalam pembangunan masjid, mushalla dan
perbaikan/pemeliharaan jalan. Mereka melakukannya dengan hati ikhlas, bahkan kaum ibunya
ikut menyumbangkan nasi bungkus untuk pelaksanaan gotong royong tersebut.
Nilai-nilai sosil kemasyarakat yang diamalkan oleh masyarakat Pariangan dapat dilihat
dari aplikasi “syarak mangato adat mamakai”. Ini terbukti bahwa antara Ninik Mamak
Pemangku Adat, selalu bekerja sama dengan ulama dalam membangun dan membina
masyarakat. Tradisi-tradisi yang berlaku disana sulit untuk dibedakan apakah tradisi tersebut
adat atau agama, karena tradisi tersebut disokong oleh Ninik Mamak dan ulama.

Kesimpulan dan Rekomendasi


Pemerintah Sumatera Barat hendaknya menyediakan dana untuk peningkatan
pemahaman terhadap nilai-nilai adat basandi syarak dengan perencaanan yang tepat dengan
hasil yang berlipat.
Pemerintah Sumatera Barat hendaklah menempatkan nilai-nilai adat dan syarak sebagai
paradigma kultural landasan pembangunan di Sumatera Barat.
ABS-SBK hendaklah diimplementasikan dalam seluruh sendi kehidupan masyarakat
Sumatera Barat. Untuk itu ABS-SBK perlu ditingkatkan pengkajiannya dengan menggunakan
berbagai pendekatan seperti pendekatan empiris, normatif, historis dan integralistik.

29 H Mas’oed Abidin
Kompilasi ABS SBK

DAFTAR BACAAN
Azyumardi Azra. 1999. Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru.
Jakarta: Logis.
Donal Ary, dkk. 1984. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan, terjemahan Arief Farchan.
Sutabaya. Usaaha Nasioanl.
Haroen,dkk. 2001. Ensiklopedi Hukum Islam. Jakarta: Penerbit
I.H.Dt. Rajo Panghulu. 1984. Rangkaian Mustika Adat Basandi Syarak di Minangkabau.
Bandung: CV. Remaja Karya.
M. Nasroen. 1971.Dasar Filsafat Adat Minangkabau. Jakarta: Bulan Bitang, 1971
M.R.M. Dt. Radjo Panghoeloe. 1969. Minangkabau: Sejarah Ringkas. Padang: t.p.
Muchtar Naim. 1984. Merantau Pola Migrasi Suku Minangkabau. Yogyakarta: UGM Press.
Mas’oed Abidin, H. Islam Dalam Pelukan Muhtadin MENTAWAI, DDII Pusat, Percetakan ABADI,
Jakarta - 1997.
----------------------- , Dakwah Awal Abad, Pustaka Mimbar Minang, Padang - 2000.
----------------------- , Problematika Dakwah Hari Ini dan Esok, Pustaka Mimbar Minang, Padang –
2001.
----------------------- , Suluah Bendang di Minangkabau, Pustaka Mimbar Minang, Padang.2002
----------------------- , Pernik Pernik Ramadhan, Pustaka Mimbar Minang, Padang 2003
----------------------- , Surau Kito, PPIM Sumbar, Padang – 2004.
----------------------- , Silabus Surau, PPIM Sumbar, Padang – 2004.
----------------------- , Adat jo Syarak di Minangkabau, PPIM Sumbar, Padang – 2004.
----------------------- , Implementasi ABS-SBK, PPIM Sumbar, Padang – 2004.
Pemerintah Propinsi Sumatera Barat. 2001. Program Pembangunan Daerah Propinsi Sumatera
Barat Tahun 2001-2005. t.p.
Ramayulis. 2003. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia.
Salmadanis, dkk,. 2003. Adat Basandi Syarak: Nilai dan Aplikasinya Menuju Kembali ke Nagari
dan Surau. Jakarta: Kartina Insan Lestari.

30 H Mas’oed Abidin
1
Kesudahan adat, artinya keputusan adat itu berakhir pada musyawarah ninik mamak di
valairung adat, sedangkan keputusan dari syarak atau agama baru akan dirasa akibatnya di
akhirat nanti. Karena itu, adat yang mempedomani syarak niscaya akan terhindar dari
perbuatan nista.
2
adat nan indak lakang dek paneh, indak lapuak dek hujan, diasak indak layua, dibubuik indak
mati, atau adat yang tidak lekang oleh panas, tidak lapuk karena hujan, di pindahkan tidak
layur, dicabut tidak akan mati, artinya adat tersebut hidup terus sesuai dengan keperluan
manusia, dan adat itu dapat dilaksanakan oleh orang Minangkabau walaupun di tanah
perantauannya sendiri.
3
Adat berbuhul mati, adalah adat sebenar adat yang datangnya dari Allah Khaliqul Alam, sesuai
dengan fiotrah manusia.
4
Maknanya, yang ditetapkan oleh syari’at agama Islam, semestinya dipakaikan oleh adat di
ranah Minangkabau
5
Alam terkembang jadi guru telah menjadi filosofi adat di Minangkabau sejak pertama. Dari
melihat alam sesungguhnya kita dapat mengenal kekuasaan Allah Khaliqul Alam ini.
6
Berjenjang naik bertangga turun, ada aturan yang mesti dilalui. Naik dimulai dari jenjang yang
di bawah, terjaga keteraturan, dan turun dari tangga yang di atas, artinya ada kaedah yang
mesti dijaga baik. Secara hokum alam titik dari langit, yakni aturan syarak itu dating dari
wahyu, dan aturan adat tabusek dari bumi, menjadi perilaku masyarakat mulai dari lapisan
paling bawah
7
Tumbuah bak padi digaro, tumbuah bak bijo disiang. Elok dipakai, buruak dibuang. Elok
dipakai jo mufakat, buruak dibuang jo rundiangan Tumbuh bagaikan padi yang di pelihara di
sawah, tumbuh bagaikan bijo (tampang) yang di jaga dan dipupuk disiangi. Maka adat itu akan
berkembang dengan baik. Dalam perkembangan zaman maka adat itu berperinsip kepada
mana yang elok dapat di pakai, mana yang buruk dapat dibuang. Akan tetapi menetapkan elok
itu mesti dengan mufakat, mengahadirkan kebiasaan istiadat dan bimbingan agama Islam juga.
Mana yang tudak baik, dapat dibuang melalui perundingan.
8
QS.4, An Nisak : 97.
9
Ucapan Khalifah Umar bin Khattab, yang ditujukan kepada seorang pemuda yang hanya
berdoa tanpa berusaha.
10
Atsar dari Shahabat.
11
ibid. QS.16 : 17 dan QS.14,Ibrahim : 33.
12
Memang di surau tidak ada yang dapat di cari benda-benda (materi), kecuali hanya bekal ilmu,
hikmah dan kepandaian-kepandaian untuk mengharungi hidup di dunia ini, dan dalam
mempersiapkan hidup di akhirat. Sebagai terungkap di dalam Peribahasa Minangkabau, “bak
batandang ka surau”, karena memang surau tak berdapur (Anas Nafis, 1996:464 -Surau-2).
13
Dt.Rajo Pengulu, Rangkaian Mustika Adat Basandi Syarak di Minangkabau, 1994 : 62.
14
Penghulu pada setiap suku, yang sering juga disebut ninik mamak nan gadang basa batuah,
atau nan di amba gadang, nan di junjung tinggi, sebagai suatu legitimasi masyarakat nan di
lewakan.
15
Bisa juga disebut dengan panggilan urang siak, tuanku, bilal, katib nagari atau imam suku, dll
dalam peran dan fungsinya sebagai urang surau pemimpin agama Islam. Gelaran ini lebih
menekankan kepada pemeranan fungsi ditengah denyut nadi kehidupan masyarakat (anak
nagari).
16
Bisa saja terdiri dari anak nagari yang menjabat jabatan pemerintahan, para ilmuan, perguruan
tinggi, hartawan, dermawan.
17
Para remaja, angkatan muda, yang dijuluki dengan nan capek kaki ringan tangan, nan ka
disuruah di sarayo.
18
Kalangan ibu-ibu, yang sesungguhnya ditangan mereka terletak garis keturunan dalam sistim
matrilinineal dan masih berlaku hingga saat ini.
19
Bukti kecintaan kenagari ini banyak terbaca dalam ungkapan-ungkapan pepatah hujan ameh
dirantau urang hujang batu dinagari awak, tatungkuik samo makan tanah tatilantang samo
mahiruik ambun.

Anda mungkin juga menyukai