Anda di halaman 1dari 8

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2020/21.1 (2020.2)

Nama Mahasiswa : ABDUL HAFID

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 041288377

Tanggal Lahir : 15/07/1992

Kode/Nama Mata Kuliah : EKMA4312/Ekonomi Manajerial

Kode/Nama Program Studi : 54/Manajemen

Kode/Nama UPBJJ : 71/SURABAYA

Hari/Tanggal UAS THE : 16/12/2020

Tanda Tangan Peserta


Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
UNIVERSITAS TERBUKA
Surat Pernyataan
Mahasiswa
Kejujuran Akademik

di
Yang bertanda
tangan bawah ini:

Nama Mahasiswa : ABDUL HAFID

NIM : 041288377

Kode/Nama Mata Kuliah : EKMA4312

Fakultas : EKONOMI

Program Studi : MANAJEMEN

UPBJJ-UT : SURABAYA
1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE pada
laman https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan
soal ujian UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai
pekerjaan saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai
dengan aturan akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik
dengan tidak melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE
melalui media apapun, serta tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan
peraturan akademik Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari
terdapat pelanggaran atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung
sanksi akademik yang ditetapkan oleh Universitas Terbuka.

Rabu, 16 Desember 2020

Yang Membuat Pernyataan

ABDUL HAFID
Jawaban :
Sumber : BMP Ekonomi Manajerial EKMA 4312 Modul 2 dan Modul 5

3. Kemampuan untuk membeda-bedakan konsumen dengan menetapkan harga


yang berbeda-beda pada produk yang dijualnya kemampuan ini disebut dengan
diskriminasi harga.
Secara teoritis definisi diskriminasi harga dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
1. Penetapan akan suatu barang yang berbeda-beda bagi para pembeli terhadap
barang yang sama
2. Penetapan tingkat harga dimana perbandingan antara harga dan MC berbeda-
beda di antara para pembeli.
Penggolongan diskriminasi harga tergantung pada derajat diskriminasi nya
penggolongan diskriminasi harga dibagi menjadi tiga yaitu :

1. Diskriminasi harga derajat pertama


Kondisi dimana perusahaan menetapkan harga yang berbeda-beda untuk setiap unit
barang yang dijual kepada para pelanggan.
Contoh : dari bentuk diskriminasi ini adalah dokter di wilayah terpencil yang
menerapkan harga untuk jasanya kepada pasien berdasarkan kemampuan pasien
nya.
Contoh lain adalah penjual berlian yang menentukan harga beli yang berdasarkan
analisis terhadap kemauan calon pembeli untuk membayar.

2. Deskriminasi harga derajat kedua


Dimana perusahaan menerapkan harga yang berbeda-beda untuk Beberapa
golongan barang yang dijual kepada para pelanggan.
Contoh umum deskriminasi Drajat kedua adalah praktek declining rate schedules,
yaitu pemberlakuan tingkat harga per unit produk yang semakin rendah untuk
pembelian produk dalam jumlah yang semakin banyak (seperti diskon bagi produk
pakaian untuk pembelian lebih dari 2 potong di supermarket atau harga yang lebih
rendah bagi produk minuman tertentu dengan cara membeli produk makanan
tertentu).
Contoh lainnya adalah penerapan harga produk yang lebih murah untuk produk
yang memiliki tanda khusus atau memiliki kartu belanja di supermarket tertentu.

3. Deskriminasi harga derajat ketiga


Kondisi dimana perusahaan menetapkan harga yang berbeda-beda untuk para
pelanggan kepada pasar yang berbeda.
Contoh dari bentuk diskriminasi harga ini adalah penerapan harga PLN yang
membedakan antara rumah tangga dan industri (tarif listrik per unit untuk industri
lebih mahal)
Contoh lainnya adalah penerapan harga tiket seminar akademis yang berbeda
antara mahasiswa S1, mahasiswa S2 dan mahasiswa S3 tetap praktisi (harga tiket
masuk untuk mahasiswa S1 cenderung lebih murah).

Sumber : BMP Ekonomi Manajerial EKMA 4312 Modul 5

4 a. Dengan adanya pandemi yang terjadi beberapa bulan ini kinerja ekonomi yang
melemah berdampak pada situasi ketenagakerjaan di Indonesia. ada dua implikasi
krisis ekonomi yang dialami Indonesia pada sektor ketenagakerjaan.
• Pertama, peningkatan jumlah pengangguran, dan kedua, perubahan lanskap
pasar tenaga kerja pasca-krisis. Terhambatnya aktivitas perekonomian
secara otomatis membuat pelaku usaha melakukan efisiensi untuk menekan
kerugian akibatnya, banyak pekerja yang dirumahkan atau bahkan
diberhentikan (PHK). Perdagangan adalah sektor yang paling banyak
mengalami pengurangan penyerapan tenaga kerja. demikian, ada sektor-
sektor yang diperkirakan masih menyerap tenaga kerja, seperti jasa
pendidikan, informasi dan komunikasi, jasa kesehatan dan kegiatan sosial,
serta jasa keuangan dan asuransi.
• Kedua, perusahaan hanya akan merekrut tenaga kerja yang memiliki
produktivitas tinggi dan mampu mengerjakan beberapa tugas sekaligus
(multitasking).Sebagai contoh, usaha perhotelan hanya akan merekrut tenaga
kerja yang memiliki kemampuan manajerial dan juga bisa melayani tamu di
bagian restoran. Hal ini cukup lumrah sebenarnya, bahkan sejak sebelum
pandemi menerpa. Namun, prasyarat ini akan semakin dibutuhkan oleh
perusahaan dalam proses rekrutmen pekerja pasca krisis.
• Ketiga, lapangan usaha yang akan berkembang pasca pandemi Covid-19
adalah usaha yang berhubungan dengan teknologi. Tenaga kerja yang
dibutuhkan juga adalah tenaga kerja yang memiliki kemampuan di bidang
teknologi. Hal ini terbukti dengan terjadinya pergeseran pola kerja selama
pandemi. Jika sebelumnya pekerja diharapkan untuk bekerja di tempat kerja,
maka selama pandemi ini perusahaan juga pekerja harus beradaptasi untuk
mengurangi aktivitas mereka, terutama yang melibatkan bertemunya banyak
orang. Salah satu caranya adalah dengan penerapan pola kerja work from
home (WFH).
• Keempat, sistem alih daya (outsourcing) dan pekerja kontrak akan lebih
diminati oleh pelaku usaha. Sebab, keduanya memberikan fleksibilitas tinggi
kepada perusahaan dalam hubungannya dengan tenaga kerja. fleksibilitas
yang dimaksud adalah hubungan ketenagakerjaan yang non-standard seperti
tenaga kerja paruh waktu atau tenaga kerja dengan kontrak harian.
Fleksibilitas ini dinilai menjadi menarik bagi para pelaku usaha untuk
mengimbangi dengan situasi dunia usaha yang masih dinamis di masa
mendatang. Namun, dia mengingatkan bahwa kesejahteraan tenaga kerja ini
harus dijaga dengan memberikan perlindungan ketenagakerjaan kepada
mereka.

b. strategi pemerintah untuk mendongkrak investasi. Menurutnya, strategi tersebut


antara lain fokus pada pengembangan sektor infrastruktur dan tetap
mempertahankan reformasi kebijakan yang sudah dikerjakan sebelumnya.
Pemerintah mendorong pengesahan Omnibus Law dan mendukung kalangan bisnis
dan masyarakat yang terkena dampak Covid-19, investor kerap menghadapi
kesulitan untuk berinvestasi ke Indonesia. "Ini menjadi kunci untuk memudahkan
investasi masuk terutama dalam hal penyederhanaan perizinan hingga kawasan
ekonomi khusus. pemerintah tetap bertekad menciptakan iklim usaha yang kondusif
di Indonesia. Hal ini bertujuan agar para investor kian percaya dan nyaman untuk
menggelontorkan dananya. masih mengincar penanaman modal dari sektor industri
yang menghasilkan produk substitusi impor, pemerintah juga akan lebih gencar
menarik investasi yang dapat menciptakan lapangan kerja atau sektor padat karya.
Apalagi, aktivitas industri selama ini telah terbukti membawa dampak yang luas
terhadap perekonomian nasional, antara lain melalui peningkatan pada nilai tambah
bahan baku, penerimaan devisa dari ekspor, dan penyerapan tenaga kerja. Selain
itu, daya tarik lainnya bagi investor, Indonesia telah menyatakan kesiapan dalam
menerapkan industri 4.0 melalui implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.
Karena produksi akan lebih berkualitas dan efisien dengan penggunaan teknologi
digital atau modern.

c. Pemberian upah tenaga kerja ditentukan oleh titik keseimbangan (ekuilibrum)


antara jumlah penawaran pasar tenaga kerja dengan jumlah permintaan kebutuhan
tenaga kerja di pasar faktor produksi (produsen). Hal ini sesuai dengan ilmu ekonomi
mikro. Namun kenyataannya terkadang terjadi kegagalan pasar (market failure),
ketika titik keseimbangan tersebut menghargai upah tenaga kerja dibawah sosial
ekonominya sehingga membuat tenaga kerja menjadi tidak sejahtera. Prinsip
ekonomi menjelaskan kadang-kadang dibutuhkan kehadiran pemerintah untuk
memperbaiki mekanisme pasar. Campur tangan pemerintah diharapkan dapat
memperbaiki kegagalan pasar sehingga menjadi lebih efisien dan merata. Dalam hal
ini pemerintah membuat suatu peraturan yang mengikat terkait dengan besaran
upah minimum tenaga kerja. Kebijakan upah minimum dilakukan pemerintah dengan
menetapkan batas bawah (price floor) upah diatas titik keseimbangan yang
seharusnya, sehingga lebih mensejahterakan para pekerja. Upah Minimum Regional
atau disingkat dengan UMR adalah suatu standar minimum yang digunakan oleh
pelaku industri (perusahaan) untuk membayar upah tenaga kerjanya.
Seiring dengan bertambahnya pendapatan pekerja maka tingkat konsumsi pekerja
juga meningkat, tingkat konsumsi yang meningkat mendorong munculnya jenis-jenis
usaha baru yang berpotensi menambah lapangan pekerjaan baru. Penetapan upah
minimum juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja dan produktivitas
perusahaan sehingga akhirnya meningkatkan produktivitas secara nasional.
Di lain pihak, yang kurang setuju dengan kebijakan itu berpendapat bahwa kebijakan
tersebut bukanlah cara yang terbaik untuk melawan kemiskinan. Adanya penetapan
UMR diatas titik keseimbangan pasar, mendorong bermunculannya kaum muda
yang ingin mencari pekerjaan, namun tidak sebanding dengan kemampuan
perusahaan untuk memperkerjakan mereka. Hal tersebut menyebabkan tenaga
kerja tidak terserap secara maksimal, dengan kata lain menimbulkan bertambahnya
pengangguran.
Jika penetapan UMR dilakukan dengan memperhatikan timbal balik antara tenaga
kerja, perusahaan, serta dampaknya terhadap perekonomian, maka kebijakan itu
mungkin menjadi lebih efektif. Pemerintah dengan instrumen Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara (APBN) 2020 telah menetapkan arah kebijakan salah satunya
dibidang penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Terciptanya SDM yang
berkualitas akan berdampak terhadap peningkatan perekonomian.
Jalau SDM berkualitas maka produktivitas juga akan meningkat. Produktivitas
meningkat akan membuat perusahaan tidak enggan untuk membayar upah tenaga
kerja berdasarkan upah minimum yang ditetapkan pemerintah. Hal itu juga membuat
tenaga kerja memiliki daya saing, bahkan dapat bersaing dalam bisnis skala
internasional. Untuk itu mari kita dukung peran pemerintah demi terciptanya
Indonesia maju.

d. Peningkatan mutu tenaga kerja dapat dilakukan dengan cara meningkatkan


pendidikan para calon tenaga kerja. Peningkatan pendidikan dapat dilakukan
dengan cara memberikan sarana pendidikan yang mudah, murah, serta berkualitas.
Pemberian sarana pendidikan semacam ini tentu akan membantu meningkatkan
mutu para calon tenaga kerja. Selain itu, pemberian keterampilan untuk para calon
tenaga kerja juga merupakan cara untuk meningkatkan kualitas para calon tenaga
kerja, sehingga tenaga kerja yang ada tidak hanya handal dalam hal akademis,
namun juga dapat menjadi tenaga kerja yang kreatif.
Hal yang lain yang juga dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu para calon
tenaga kerja Indonesia yang hendak bersaing di pasar persaingan tenaga kerja ialah
mendidik mereka agar memiliki kecakapan. Hal ini penting dimiliki para calon tenaga
kerja agar mereka tidak gagap dalam menjalankan tugas dengan lancar, sehingga
mereka pun tidak rentan mengalami pemutusan hubungan kerja atau digantikan
dengan tenaga kerja lain yang lebih kompeten.
Oleh karena itu, ada baiknya selain meningkatkan ekonomi dari sektor pariwisata,
industri, dan sektor lainnya, pemerintah juga hendaknya meningkatkan mutu para
calon tenaga kerja Indonesia agar siap menghadapi pasar persaingan tenaga kerja
yang makin sengit.

Sumber : BMP Ekonomi Manajerial EKMA 4312