Anda di halaman 1dari 7

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN RISET DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS SEBELAS MARET


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Jl. Ir. Sutami 36A Kentingan Surakarta 57126 Tel.0271-649994 psw 376

JAWABAN UJIAN AKHIR SEMESTER

Nama Mahasiswa : Dini Wahyu Mulyasari


NIM : S812102002
Mata Kuliah : Teknologi Komunikasi Pendidikan
Program Studi : Magister Teknologi Pendidikan
Semester : II
Pengampu : Dr. Suharno, M.Pd
Dr. Andre N Rahmanto
Sifat : Open Book

Kerjakan soal-soal berikut ini:

I. Media Pembelajaran:
a. Bagaimana konsep komunikasi pada “Media Pembelajaran”?
b. Tuliskan minimal 5 media pembelajaran baru yang dapat mendukung
komunikasi dalam proses pembelajaran.
c. Bagaimana cara memilih media pembelajaran yang tepat bagi peserta didik?
d. Analisislah bagaimana kesiapan SDM di instansi anda dalam
mengimplemetasikan Media Pembelajaran di ruang kelas.

II. Komunikasi dalam Pembelajaran Online:


a. Bagaimana konsep komunikasi dalam Pembelajaran Online?
b. Bagaimana karakteristik pembelajaran online dan strategi yang bijak dalam
mengimplemetasikan pembelajaran online?
c. Tuliskan hambatan dalam mengimplementasikan pembelajaran online.

III. Variasi & Seleksi Penggunaan Media Pembelajaran:


a. Pilihlah salah satu media pembelajaran, kemudian analisislah beberapa
kelemahan yang harus diatasi dan kelebihan yang bisa direkomendasikan
dalam menunjang proses pembelajaran.
b. Tuliskan media pembelajaran yang pernah anda implementasikan di kelas
anda dan bagaimana pengalaman anda menggunakan media tersebut.
IV. Integrasi Teknologi dalam Komunikasi Pendidikan
a. Apa contoh atau bentuk nyata pengintegrasian teknologi di sekolah?
b. Bagaimana solusi anda dalam menyikapi GAP GENERATION dalam
pengimplementasian teknologi pada proses pembelajaran?
c. Tuliskan pendapat anda mengenai kesiapan dan kesenjangan teknologi yang
terjadi pada SDM kita (pendidik) saat ini. Berikan solusi dari hasil analisis
anda.

JAWABAN

1. Media Pembelajaran
a. Konsep komunikasi pada “Media Pembelajaran”.
Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses
penyampaian pesan dari sumber melalui saluran/media tertentu ke penerima pesan
(Richmond et al., 2015). Menurut (Simonds & Cooper, 2014), pembelajaran mustahil
terjadi tanpa adanya komunikasi karena lewat komunikasilah pesan dalam
pembelajaran bisa tersampaikan. Media pembelajaran mengacu atau berkaitan dengan
saluran komunikasi yang digunakan oleh seorang yang membawa pesan (guru)
dengan tujuan instruksional.
b. 5 media pembelajaran baru yang dapat mendukung komunikasi dalam proses
pembelajaran.
McQuail (2011:156) mengidentifikasi lima kategori utama dalam media baru
yang sama-sama memiliki kesamaan saluran tertentu dan hanya dibedakan
berdasarkan jenis penggunaan, konten, dan konteks, seperti berikut:
1) Media Komunikasi Antar Pribadi (Interpersonal Communication Media),
Smart Phone (Whatsapp, Telegram, Messenger dll)
2) Media Permainan Interaktif (Interactive Play Media) Media ini terutama
berbasis komputer dan video game, ditambah peralatan realitas virtual. Inovasi
utamanya terletak pada interaktivitas dan mungkin dominasi dari kepuasan
“proses” dan “penggunaan”. Contoh (Kahoot, Quizziz dll)
3) Media Pencarian Informasi (Information Play Media) Internet/WWW
merupakan contoh yang sangat penting dianggap sebagai perpustakaan dan
sumber data ukuran, aktualitas, dan aksesibilitasnya belum pernah ada
sebelumnya dan posisi mesin pencari telah menjadi sangat penting. (Google,
Yahoo, Bing).
4) Media Partisipasi Kolektif (Collective Participatory Media) Kategorinya
khususnya meliputi penggunaan internet untuk berbagai dan bertukar
informasi, gagasan, dan pengalaman, serta untuk mengembangkan hubungan
pribadi yang aktif, dan situs jejaring sosial termasuk di dalam kelompok ini.
(Microsoft Teams, Google Drive, LMS).
5) Subtitusi Media Penyiaran (Substitution of Broadcasting Media) Acuan
utamanya adalah penggunaan media untuk menerima atau mengunduh konten
yang di masa lalu biasanya disiarkan dengan metode lain yang serupa.
Menonton film dan acara televisi atau mendengarkan radio dan musik adalah
kegiatan utama. (Televisi, Radio, Podcast, Youtube).
c. Cara memilih media pembelajaran yang tepat bagi peserta didik.
Secara umum kriteria yang harus diperhatikan dalam pemilihan media
pembelajaran adalah sebagai berikut:
1) Tujuan Pembelajaran
2) Sasaran penggunaan media (kondisi peserta didik)
3) Karakteristik media
4) Waktu
5) Biaya
6) ketersediaan
d. Analisa kesiapan SDM di instansi dalam mengimplemetasikan Media
Pembelajaran di ruang kelas.
Saat ini saya tidak sedang bekerja untuk instansi pendidikan manapun, akan
tetapi jika melihat pada instansi tempat saya praktik lapangan (magang) berikut
Analisa kesiapan SDM di Instansi tersebut:
1) Para Guru Terbiasa menggunakan media pembelajaran akan tetapi media
pembelajaran yang digunakan lebih banyak bersifat konvensional.
2) Tersedia beberapa media pembelajaran elektronik, seperti proyektor akan
tetapi penggunakan dalam kelas kurang maksimal.
3) Kesiapan SDM dalam menggunakan dan beradaptasi dengan media
pembelajaran baru masih sangat kurang, hal ini dikarenakan terdapat satu guru
bantu yang perannya sangat terlihat dalam penggunaan media pembelajaran.
4) Diperlukan pelatihan yang lebih intensif dalam membantu guru untuk
beradaptasi dengan kecepatan teknologi dan penggunaan media pembelajaran
baru di dalam kelas.
2. Komunikasi dalam Pembelajaran Online:
a. Konsep komunikasi dalam Pembelajaran Online.
Online learning merupakan suatu pembelajaran yang menggunakan internet,
intranet dan ekstranet, atau pembelajaran yang menggunakan jaringan komputer yang
terhubung secara langsung dan luas cakupannya (global).
Pembelajaran daring atau online learning merupakan kegiatan pembelajaran
yang memanfaatkan jaringan (internet, LAN, WAN) sebagai metode penyampaian,
interaksi dan fasilitas serta didukung oleh berbagai bentuk layanan belajar lainnya
(Anugrahana, 2020).
b. Karakteristik pembelajaran online dan strategi yang bijak dalam
mengimplemetasikan pembelajaran online.
1) Karakteristik Pembelajaran Online
Karakteristik E-learning menurut (Nursalam & Efendi, 2008) adalah:
a) Memanfaatkan jasa teknologi elektronik.
b) Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer networks).
c) Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials)
kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh doesen dan
mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
d) Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan
hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat
di computer.
2) Strategi Pengimplementasian Pembelajaran Online.
Menurut Santoso Sastropoetro (Pratikno, 1987) berkomunkasi efektif
berarti bahwa komunikator dan komunikan sama-sama memiliki pengertian yang
sama tentang suatu pesan, atau sering disebut dengan “the communication is in
tune”. Agar komunikasi dapat berjalan secara efektif, harus dipenuhi beberapa
syarat:
a) menciptakan suasana komunikasi yang menguntungkan
b) menggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan dimengerti
c) pesan yang disampaikan dapat menggugah perhatian atau minat bagi pihak
komunikan
d) pesan dapat menggugah kepentingan komunikan yang dapat
menguntungkan
e) pesan dapat menumbuhkan suatu penghargaan bagi pihak komunikan.
c. Hambatan dalam mengimplementasikan pembelajaran online
Delapan faktor yang menghambat online learning menurut Lin Y. Muilen
Dkk. adalah:
1) Masalah administrasi
2) Interaksi sosial
3) Keterampilan akademik
4) Keterampilan teknis
5) Motivasi peserta didik
6) Waktu dan dukungan untuk studi
7) Biaya dan akses ke Internet
8) Masalah teknis
3. Variasi & Seleksi Penggunaan Media Pembelajaran:
a. Pilihlah salah satu media pembelajaran, kemudian analisislah beberapa
kelemahan yang harus diatasi dan kelebihan yang bisa direkomendasikan
dalam menunjang proses pembelajaran.
Menurut Anderson (1994:99), media audio visual adalah merupakan rangkaian
gambar elektronis yang disertai oleh unsur suara audio juga mempunyai unsur
gambar yang dituangkan melalui pita video. Rangkaian gambar elektronis tersebut
kemudian diputar dengan suatu alat yaitu video cassette recorder atau video player.
Sedangkan Barbabara (Miarso, 1994: 41) mengemukakan bahwa media audio visual
dalah cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan peralatan
mekanis dan elektronis untuk menyajikan pesan-pesan audio visual.
1) Kelebihan media pembelajaran audio visual:
a) Dapat digunakan untuk klasikal
b) Dapat digunakan seketika
c) Digunakan secara berulang
d) Dapat menyajikan materi secara fisik tidak dapat bicara ke dalam kelas
e) Dapat menyajikan objek yang bersifat bahaya,
f) Dapat menyajikan objek secara detail.
g) Tidak memerlukan ruang gelap
h) Dapat di perlambat dan dipercepat
i) Menyajikan gambar dan suara.
2) Adapun kelemahan media audio visual
a) Sukar untuk dapat direvisi.
b) Memerlukan keahlian khusus
c) Peralatan harus lengkap.
d) Topik lebih sering bersifat universal
e) Kreatifitas tinggi
f) Materi kurang relevan dengan situasi dan kondisi pembelajaran.
b. Tuliskan media pembelajaran yang pernah anda implementasikan di kelas
anda dan bagaimana pengalaman anda menggunakan media tersebut.
Saya pernah menggunakan media cetak berbasis game dalam pembelajaran
yang saya laksanakan di kelas 4 siswa sekolah dasar, hasilnya ialah siswa sangat
tertarik dan menyukai media cetak sederhana yang saya bawakan yakni ular tangga
sederhana bertemakan “syarat sah sholat”. Dalam setiap tahapan di ular tangga
tersebut terdapat gambar (gerakan sholat) dan tulisan (gerakan sholat) siswa dapat
menebak dan melafalkan bacaan di setiap gerakan tersebut. Pengalaman saya
menggunakan media tersebut yaitu peserta didik menjadi lebih tertarik dalam
mengikuti pembelajaran yang saya sajikan.
4. Integrasi Teknologi dalam Komunikasi Pendidikan
a. Contoh atau bentuk nyata pengintegrasian teknologi di sekolah
Adanya Learning Management System dalam sekolah, dengan menggunakan
internet dan kemajuan teknologi LMS sangat berguna dalam proses komunikasi
pembelajaran, karena LMS melengkapi proses pembelajaran secara synchronous
materi-materi dan kelengkapan seluruh tugas menjadi lebih fleksibel dan mudah di
akses, selain itu juga meningkatkan kemampuan literasi digital siswa. Sehingga
antara penjelasan dan kedalaman materi dalam suatu pembelajaran akan sangat
seimbang.
b. Solusi dalam menyikapi GAP GENERATION dalam pengimplementasian
teknologi pada proses pembelajaran.
Selain dilaksanakannya pembaharuan kompetensi terutama dalam hal
“pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran”, guru haru menerapkan empat prinsip
berikut dalam proses pembelajaran yaitu:
1) Memposisikan Diri sebagai Fasiltator
Seorang guru tidak harus menjadi ahli dalam pengoperasian perangkat
digital, namun bisa menjadi pengarah bagi muridnya dalam mendapatkan dan
mengelola informasi menggunakan perangkat tersebut.
2) Kolaborasi
Guru harus memanfaatkan kemampuan digital siswanya sehingga
membantu proses pembelajaran. Saling belajar dan berkolaborasi dalam
menggunakan teknologi pada saat pembelajaran.
3) Perluasan Jangkauan
Materi dan informasi yang disajikan dalam pembelajaran harus berasal
dari berbagai sudut pandang dan sumber, sehingga memperluan pengetahuan
siswa.
4) Mengeksplorasi Teknologi Penunjang Pendidikan
c. Kesiapan dan kesenjangan teknologi yang terjadi pada SDM kita (pendidik)
saat ini. Berikan solusi dari hasil analisis anda.
Kesiapan dan kesenjangan teknologi yang terjadi pada SDM pendidik di Brawijaya
Smart School Kota Malang sangat baik, guru-guru telah memiliki kemampuan
mengoperasikan alat-alat elektronik sederhana dan dibekali pengetahuan tentang
media pembelajaran berbasis eketronik dan internet, serta fasilitas yang sangat layak
disediakan, karena ruang kelas dilengkapi dengan berbagao fasilitas elektronik
seperti PC per kelas, Elektronik Board, dan Audio ruang kelas.

Sumber Referensi:

1. Angela M. Hosek, Marian L. Houser. 2018. Handbook of Instructional Communication :


Rhetorical and Relational perspectives Description: 2nd edition. New York : Routledge, .
2. Cheri J. Simonds, Pamela J. Cooper. 2014. Communication for the Classroom Teacher Ninth
Edition. Essex: Pearson Education Limited
3. Iriantara, Yosal. 2014. Komunikasi Pembelajaran. Interaksi Komunikatif dan Edukatif di
Dalam Kelas. Bandung: Simbiosa Rekatama Media
4. Jason S. Wrench, Virginia Peck Richmond, Joan Gorham. 2009. Communication, Affect, &
Learning in the Classroom 3rd edition. California: Creative Common
5. Powell, Robert G. 2010. Classroom communication and diversity. NewYork: Routledge