Anda di halaman 1dari 2

Tugas ke 9

1. Apakah ISA dan IFRS itu Ruled-based standards atau Principles -based standards?
Jawaban :
 IFRS (INTERNATINAL FINANCIAL REPORTING STANDARS) Penerapan IFRS
di Indonesia saat ini merupakan suatu langkah tepat dalam mempersiapkan bangsa
Indonesia menuju era perdagangan bebas. Meskipun saat ini masih menjadi pembicaraan
hangat di kalangan ekonomi, khususnya dikalangan akuntan.
Sasaran konvergensi IFRS yang telah dicanangkan IAI pada tahun 2012 adalah merevisi
PSAK agar secara material sesuai dengan IFRS versi 1 Januari 2009 yang berlaku efektif
tahun 2011/2012.
Dengan adanya standar global tersebut memungkinkan keterbandingan dan pertukaran
informasi secara universal. Konvergensi IFRS dapat meningkatkan daya informasi dari
laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia. Adopsi standar
internasional juga sangat penting dalam rangka stabilitas perekonomian. Penerapan fair
value akan menguntungkan perekonomian Indonesia. Sebab, tanpa fair value, aset-aset
perekonomian nasional, baik yang dimiliki swasta maupun pemerintah, selama ini dinilai
terlalu rendah, jauh lebih rendah dari nilai sewajarnya.
 International Standar of Auditing (ISA), sama seperti standar lain, yang dikeluarkan
oleh International Federation of Accountants (IFAC) adalah bertujuan menciptakan
pelaporan keuangan yang berkualitas, termasuk imun terhadap praktik manipulasi. ISA
bahkan sudah diterapkan di Indonesia demi membawa perubahan dalam globalisasi
ekonomi. Meski memiliki dampak tertentu seperti menaikkan biaya, pengadopsian ISA
dengan ciri penting audit berbasis risiko tetap dilaksanakan, terutama oleh Kantor
Akuntan Publik (KAP) dan para praktisinya.

2. tiga audit strategy atau audit approach yaitu:


Jawaban :
 Substantive atau Vouching approach, adalah pendekatan audit di mana proses audit
dilakukan tanpa adanya tingkat kepercayaan pada informasi yang disediakan oleh pihak
manajemen, sehingga pemeriksaan dan verifikasi yang dilakukan mendetil terhadap
setiap transaksi dan informasi finansial perusahaan. Artinya, auditor tidak menggunakan
asersi yang diberikan oleh manajemen dan tidak ada ketergantungan terhadap internal
kontrol perusahaan. Akibatnya, kebutuhan sumber daya, biaya, dan usaha menjadi besar,
baik untuk auditor sendiri maupun untuk kantor akuntan publik..
 System-based approach adalah pendekatan di mana terdapat langkah-langkah sistematis
untuk melakukan assessment terhadap sistem dan internal kontrol perusahaan. Auditor
akan memetakan dan mengidentifikasi bagian-bagian perusahaan yang merupakan
penyebab dari permasalahan yang muncul. Kemudian, setelah tahapan ini selesai
dilakukan, barulah auditor akan melakukan proses pemeriksaan audit terhadap
perusahaan kliennya.
 Risk-Based approach adalah pendekatan yang paling banyak digunakan oleh kantor-
kantor akuntan publik sekarang ini. Tidak hanya untuk melakukan financial audit saja,
bahkan IT audit yang dilakukan oleh kantor akuntan publik juga sudah menerapkan Risk-
Based approach. 

3. a. Apa yang dimaksud dengan Business Risk?


b. Apa hubungannya dengan financial risks dan audit risks?
jawaban :
 Business risk atau resiko bisnis bisa digambarkan sebagai sebuah resiko yang bisa
dialami dalam suatu bisnis. Risk ini bisa terjadi karena disebabkan oleh sifat atau karakter
bisnis itu sendiri. Jadi jika digambarkan secara sederhana maka resiko bisnis ini bisa
disebut sebagai suatu ketidakpastian hasil dari penanaman modal yang dilakukan oleh
suatu perusahaan. Sebenarnya resiko bisnis di setiap perusahaan adalah bervariasi. Sebab
hal ini bergantung pada masing-masing bisnis atau perusahaan. Setiap perusahaan tentu
mendapatkan modal dengan cara yang berbeda. Tidak hanya itu saja tetapi pengelolaan
modal juga akan dilakukan dengan cara atau upaya yang berbeda pula. Oleh karena itu
resiko bisnis di tiap perusahaan bergantung penuh pada berbagai hal yang ada di
perusahaan.
  hubungan antara risiko financial dan audit risiko dengan kinerja perusahaan terkait
dengan risiko operasional, risiko bisnis dan risiko keuangan. Hubungan tersebut akan
menunjukkan ketergantungan atau besarnya pengaruh risiko operasional, risiko bisnis dan
risiko keuangan terhadap kinerja perusahaan. Dalam analisis data dengan menggunakan
analisis regresi berganda, menunjukkan bahwa risiko-risiko tersebut, secara bersamaan
memiliki pengaruh yang signifikan. Ada 2 variabel yang signifikan memiliki pengaruh
positif terhadap net profit margin yaitu forex rate dan investment return rate. Sebaliknya,
terdapat 3 variabel yang memiliki pengaruh negatif yaitu rasio klaim, lapse ratio, opex
rate, dan surrender ratio. Rasio klaim memiliki pengaruh yang terbesar bagi net profit
margin.
4.Apa kelebihan dan kelemahan Business risk approach ?
jawaban :
 kelemahan-kelemahan tersebut tidak sebanding dengan efisiensi dan efektifitas yang
ditawarkan dari penggunaan Risk-Based approach. Hal ini dapat dibuktikan dari
semakin banyaknya penggunaan Risk-Based approach oleh kantor akuntan publik.
Bahkan, di samping penggunaannya dalam external auditing, Risk-Based approach
juga diterapkan dalam internal auditing. Misalnya, Kementerian Keuangan yang
melakukan internal audit dengan berdasarkan Risk-Based approach. Tidak diragukan
lagi, Risk-Based approach merupakan pendekatan yang paling sesuai untuk proses
audit saat ini, khususnya dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas
 Dengan segala kelebihannya, Risk-Based approach juga memiliki beberapa
kelemahan. Pertama, dalam menghitung besarnya Control Risk, seringkali auditor
mendapatkan kesulitan dalam mengevaluasi kinerja internal kontrol perusahaan.
Variasi internal kontrol dari berbagai macam perusahaan belum tentu sesuai dengan
prosedur atau walkthroughs yang disediakan oleh kantor akuntan, sehingga butuh
penyesuaian dan usaha lebih lanjut untuk mengevaluasi internal kontrol perusahaan.