Anda di halaman 1dari 4

Nama : Widya Natalia Pasaribu

Kelas : X IPA-3
Tugas PKU:
Kisah Inspiratif/ Sukses Wirausahawan Indonesia
Kisah Sukses Hary Tanoesoedibjo:

Mungkin kalian sudah tau Hary Tanoesoedibjo atau yang akrab disapa Hary
Tanoe. Ia adalah pemilik dari sebagaian besar stasiun televisi nasional seperti
MNC TV, RCTI, Global TV, serta iNews TV. Hary Tanoe bisa dibilang adalah
rajanya bisnis media. Karena memang Hary Tanoe yang paling banyak memiliki
stasiun televisi.

Walau ternyata usahanya pun bukan hanya di bidang media televisi saja. Di
bidang media selain punya stasiun televisi, dia juga punya stasiun televisi berbayar
yaitu indovision, dia juga punya media cetak seperti koran Sindo, dan beberapa
media cetak lainnya. Lalu dia juga punya beberapa stasiun radio. Sementara usaha
lainnya dia juga mendirikan usaha di bidang keuangan dan perbankan, sampai
bidang properti, pupuk, dan pertambangan. Pokoknya usahanya banyak banget.
Latar Belakang Hary Tanoe:
Hari Tanoe lahir pada 26 September 1965 di Surabaya. Ayahnya, Ahmad
Tanoesoedibjo, adalah pengusaha sukses yang mendirikan usaha PT Adhikarya
Sejati Abadi bersama mantan presiden Gus Dur. Dari ayahnyalah Hary belajar
berbisnis.

Menurut Hary Tanoe, dia juga memiliki latar belakang yang tidak sukses,
karena sebelumnya ketika dirinya masih duduk di bangku sekolah menengah atas
Dia sempat dikeluarkan dari sekolah karena bandel. Sehingga dia harus
menyelesaikan sekolah-sekolah dengan mengikuti ujian paket C.

Selepas sekolah di Indonesia, ia mengenyam pendidikan di luar negeri.


Tepatnya di Carleton University, di kota Ottawa, Kanada. Ia mengambil jurusan
Bachelor of Commerce. Lalu setelah itu ia melanjutkan kuliahnya untuk
mendapatkan gelar Master of Business Administration di universitas tersebut. Di
masa kuliah, Hary memang dikenal sangat cerdas, saat itu ia hanya membutuhkan
waktu 1 tahun untuk meraih gelar masternya.

Hary Tanoe Memulai Bisnis:


Setelah selesai mengenyam pendidikan perguruan tinggi di Kanada pada
1989, di usianya yang masih 24 tahun, dirinya langsung mulai berbisnis dengan
mendirikan PT Bhakti Investama. Sebuah perusahaan di bidang investasi. Saat itu
perusahaan investasi tersebut masih belum besar. Namun ia yakin, perusahaan
tersebut akan berkembang karena Indonesia memang memiliki potensi yang sangat
besar.

Melalui Bhakti Investama, Hary membeli perusahaan lain, lalu


membenahinya dan menjualnya kembali. Hary mampu membenahi perusahaan
yang sudah hampir bangkrut dan bermasalah. Semenjak terjun ke dunia bisnis
investasi, sampai tahun 1997 ia menjadi pemain di bursa efek. Perusahaan yang
didirikannya semakin berkembang dan menjadi lebih besar. Sampai akhirnya,
krisis melanda Indonesia di tahun 1997-1998. Namun saat itu ia ia yakin bahwa
setiap krisis adalah masalah, tapi juga ada kesempatan. Di saat krisis itulah ia
malah memulai titik poin investasi ke perusahaan secara permanen, bukan hanya
membeli perusahaan, diperbaiki, dan dijual lagi.

Pada saat krisis, banyak perusahaan yang dijual sangat murah oleh sejumlah
bank karena kredit macet. Saat itu pula ada juga perusahaan yang dialihkan kepada
pemerintah melalui BPPN. Di saat itu justru menjadi peluang bagi Hary Tanoe
untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang bermasalah. Selama tahun 1998
sampai 2001, Hary cukup aktif dalam melakukan merger. Di tahun 2000, Hary
Tanoe mengambil alih PT Bimantara Citra Tbk, perusahaan yang awalnya dimiliki
oleh anak mantan presiden Soeharto, yaitu Bambang Trihatmojo. 

Hary Tanoe menjadi Raja Bisnis Media:


Melalui perusahaan yang diakuisisinya, ditahun 2002 ia membentuk MNC
Grup. Saat itu ia berniat ingin menguasai bisnis media. Saat itu ia yakin bisnis
media akan menjadi bisnis yang menjanjikan. RCTI adalah stasiun televisi pertama
yang dimiliki Hary Tanoe melalui MNC group. Kemudian ia memiliki Global TV,
dan MNC TV. Serta yang terbaru iNews TV. 

Selain itu, Hary Tanoe juga kemudian memiliki 16 televisi lokal dan
beberapa tv berlanganan seperti Indovision, Top TV dan Oke Vision. Lalu, ia juga
memiliki media cetak, yaitu  Koran SINDO (Seputar Indonesia), beberapa majalah,
media online, dan 34 radio. Dari semua media yang dimilikinya Ia mempekerjakan
belasan ribu karyawan. 

Bisnis medianya memang berkembang dengan pesat. Contohnya RCTI,


ketika memulainya pertama kali di tahun 2002, Hary Tanoe memerlukan investasi
sebesar Rp 900 miliar. Dan saat ini angkanya meningkat pesat menjadi Rp 7
triliun. Hary Tanoe juga mengembangkan sayap bisnisnya di bidang lain seperti
jasa keuangan, multifinance, dan asuransi jiwa, serta perbankan. Selain itu ia pun
menjalankan bisnis di bidang properti. Ada beberapa properti miliknya seperti
Plaza Indonesia, Grand Hyat, dan beberapa gedung perkantoran. Ia juga merambah
ke bidang pertambangan batubara, serta memproduksi pupuk. Namun, bisnis
terbesarnya tentu adalah bisnis media.

Yang Harus dimiliki Pengusaha Menurut Hary Tanoe:


Menurutnya, apabila seseorang ingin sukses berbisnis, ada tiga prinsip yang
harus dipegang, yaitu visi,integritas, dan konsisten. Dengan visi, kita akan
mengetahui tujuan yang ingin dicapai. Seperti saat kita naik kendaraan, kita harus
tau tujuan kita mau kemana. 

Kita harus memiliki integritas, yaitu komitmen dan kepercayaan, serta


konsistensi. Ketika kita mencoba dan tidak berhasil, pelajarilah mengapa kita
gagal, jangan malah mencoba hal lain yang kemudian gagal lagi. Lebih baik fokus
dahulu sampai berhasil, dan yakinlah akan berhasil.