Anda di halaman 1dari 8

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2021/22.1 (2021.2)

Nama Mahasiswa : I Kadek Suwardana

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 041833788

Tanggal Lahir : 11 Pebruari 2000

Kode/Nama Mata Kuliah : EKMA4213/Manajemen Keuangan

Kode/Nama Program Studi : 54/Manajemen

Kode/Nama UPBJJ : 77/Denpasar

Hari/Tanggal UAS THE : Rabu/22 Desember 2021

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN


KEBUDAYAAN UNIVERSITAS TERBUKA
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS
TERBUKA

Surat Pernyataan
Mahasiswa Kejujuran
Akademik

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : I Kadek Suwardana


NIM : 041833788
Kode/Nama Mata Kuliah : EKMA4213/Manajemen Keuangan
Fakultas : Ekonomi
Program Studi : Manajemen
UPBJJ-UT : Denpasar

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE
pada laman https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan
soal ujian UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai
pekerjaan saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai
dengan aturan akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan tidak
melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media
apapun, serta tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik
Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat
pelanggaran atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi
akademik yang ditetapkan oleh Universitas Terbuka.
Gianyar, 22 Desember 2021

Yang Membuat Pernyataan

I Kadek Suwardana
1. Diketahui:
Ringkasan neraca PT X pada akhir 2021 sisi aktiva:
Aset lancar Rp 500.000.000
Aset tetap (net) Rp 1.000.000.000
Sedangkan sisi pasiva:
Hutang dagang Rp 200.000.000
Hutang bank Rp 400.000.000
Total ekuitas Rp 800.000.000

Laba operasi (EBIT) Rp 200.000.000


Tarif pajak penghasilan 15%
Jika para pemodal PT. X pada tahun 2021 menginginkan rata-rata tingkat keuntungan setelah
pajak sebesar 10%
a. EVA PT. X pada tahun 2021
NOWC = aset lancar – hutang dagang
= 500.000.000 – 200.000.000
= 300.000.000
Investor supplied capital = Rp 400.000.000 + Rp 800.000.000 = Rp 1.200.000.000
Total operating capital = Rp 200.000.000 + Rp 1.000.000.000 = Rp 1.200.000.000
Perhatikan bahwa kedua angka tersebut harus sama
EBIT Rp 200.000.000
Tarif pajak penghasilan 15%
NOPAT = NOPAT = 300.000.000 (1-0,15) = 225.000.000
Kapital yang disediakan oleh para pemodal Rp 1.200.000.000
Biaya modal setelah pajak (%) 10%
Biaya modal dalam rupiah Rp 120.000.000
EVA = NOPAT- BIAYA MODAL
= 225.000.000 (0,10x1.200.000.00)
= 225.000.000 – 120.000.000
= 105.000.000
b. Analisis hasil perhitungan EVA PT X tahun 2021
Dengan demikian, pada tahun 2021 manajemen PT. X mampu menghasilkan keuntungan
lebih besar dari yang diinginkan oleh para pemodal (ditunjukkan oleh EVA yang positif).
2. Diketahui:
Berencana mengganti mesinnya dengan mesin baru
Mesin lama sendiri baru diperbaiki sehingga memiliki usia ekonomi yang sama dengan yang
baru
Pajak penghasilan 15%
Menggunakan metode penyusutan garis lurus dan tingkat keuntungan yang diharapkan 15%
Data kedua mesin:
Mesin lama Mesin baru
Harga 100 200
Usia ekonomis 5 th 5 th
Nilai residu 10 20
Penghasilan 200 200
Biaya-biaya tunai per tahun 100 80
Jawab:
a. Perbandingan arus kas masuk bersih mesin lama dan mesin baru
Taksiran operating cash flow setiap tahun
Mesin lama Mesin baru
Penghasilan 200 200
Penyusutan 18 36
Biaya-biaya yang bersifat
tunai 100 80
Total 118 116
Laba sebelum pajak 82 84
Pajak penghasilan 15% 12,3 12,6
Laba setelah pajak 69,7 71,4
Arus kas masuk bersih 87,7 107,4
(69,7 + 18) (71,4 + 36)

b. NPV mesin lama dan mesin baru


87,7 87,7 87,7 87,7 87,7
NPVMesinlama = -100 + ∑5𝑡=1 + (1+0,15)2 + (1+0,15)3 + (1+0,15)4 + (1+0,15)5 =
(1+0,15)

193,98  194
107,4 107,4 107,4 107,4 107,4
NPVMesinbaru = -200 + ∑5𝑡=1 + (1+0,15)2 + (1+0,15)3 + (1+0,15)4 + (1+0,15)5 =
(1+0,15)

160,02  160
c. Analisis hasil perhitungan NPV mesin lama dan mesin baru
karena NPV mesin lama > NPV mesin baru maka seharusnya perusahaan tidak perlu
mengganti mesin lama.
(Sumber: Modul Ekma 4213)

3. Untuk menganalisa pecking order theory, dengan ini anda diminta untuk:
a. Menjelaskan pecking order theory
b. Carilah penelitian pemilihan struktur modal terkini (3 tahun terakhir), dengan penggunaan
pecking order theory sebagai teori yang diuji.
c. Menentukan Variabel apa saja yang diteliti dalam penelitian itu
d. Menyimpulkan dan Memberikan pendapat anda untuk menindak lanjuti hasil penelitian
tersebut jika anda bekerja di perusahaan Properti.
Jawaban :
a. Pengertian Pecking Order Theory
Myers dan Majluf (1984) menjelaskan Pecking Order Theory merupakan sebuah
tingkatan dalam pencarian dana perusahaan yang menunjukkan bahwa perusahaan lebih
memilih menggunakan dana internal dalam membiayai investasi dan
mengimplementasikannya sebagai peluang pertumbuhan. Pecking order theory menyatakan
bahwa manajer lebih menyukai pendanaan internal daripada pendanaan eksternal. Jika
perusahaan membutuhkan pendanaan dari luar, manajer cenderung untuk memilih surat
berharga yang paling aman, seperti utang. Teori ini mendasarkan pada apa adanya informasi
asimetrik, yaitu suatu situasi dimana pihak manajemen mempunyai informasi yang lebih
banyak tentang perusahaan daripada para pemilik modal. Informasi asimetrik ini akan
mempengaruhi pilihan antara pengguna dana internal atau dan eksternal dan antara pilihan
penambahan hutang baru atau dengan melakukan penerbitan ekuitas baru.

b. Judul penelitian : DETERMINAN STRUKTUR MODAL DALAM PERSPEKTIF


PECKING ORDER THEORY PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR MAKANAN DAN
MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BEI (Jurnal Bisnis dan Manajemen
https://jurnal.unej.ac.id/index.php/BISMA Jurnal Bisma, Vol. 13 No. 1, 2019, pp 60 – 66)
Oleh : Siti Kholifah, Sumani, Novi Puspitasari Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Jember, Jember.
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan,
risiko bisnis, pertumbuhan aset, dan profitabilitas terhadap struktur modal perusahaan, serta
menganalisis penerapan Pecking Order Theory (POT) pada perusahaan. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2014-2016. Teknik pengambilan sampel yang
digunakan adalah purposive sampling dengan sampel sebanyak 14 perusahaan. Data
penelitian bersumber dari laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan di website BEI.
Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian
menunujukan bahwa variabel profitabilitas terbukti berpengaruh signifikan terhadap struktur
modal, sedangkan variabel ukuran perusahaan, risiko bisnis, dan pertumbuhan aset tidak
berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan. Untuk penerapan POT, pada tahun 2014
terdapat 6 perusahaan yang menerapkan POT, 7 perusahaan pada tahun 2015, dan 8
perusahaan pada tahun 2016.

c. Variabel dalam penelitian


Variabel yang digunakan berupa struktur modal sebagai variabel dependen, sedangkan
variabel independen berupa ukuran perusahaan, risiko bisnis, pertumbuhan aset, dan
profitabilitas.

d. Simpulan
Simpulan dari penelitian tersebut yaitu variabel risiko bisnis terbukti tidak berpengaruh
signifikan terhadap struktur modal begitu pula dengan variabel ukuran perusahaan dan
pertumbuhan asset.
Variabel yang terbukti berpengaruh signifikan terhadap struktur modal adalah variabel
profitabilitas.

Pendapat
Sebelum menetapkan kebijakan struktur modal sebaiknya pihak manajemen perusahaan
terlebih dahulu memperhatikan variabel profitabilitas, ukuran perusahaan, risiko bisnis dan
pertubuhan asset, serta faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap struktur modal sehingga
perusahaan dapat memutuskan kebijakan struktur modal yang tepat bagi perusahaan. Selain
itu, investor perlu memperhatikan nilai struktur modal perusahaan serta pemanfaatannya
agar modal yang dimiliki perusahaan dapat memiliki komposisi yang optimal dengan
kemampuan dan tingkat pertumbuhan perusahaan.
4. Untuk menganalisa motif merger, dengan ini anda diminta untuk:
a. Menjelaskan definisi merger
b. Carilah informasi perusahaan yang melakukan kebijakan merger pada kurun waktu 5 tahun
terakhir
c. Menjelaskan motif perusahaan tersebut melakukan merger dan tingkat keberhasilan
melakukan merger
d. Memberikan argumentasi berdasarkan kesesuaian teori merger dengan motif merger
perusahaan tersebut

Jawaban
a. Definisi merger
Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2010 Pasal 1 ayat 1
Merger atau Penggabungan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu Badan Usaha
atau lebih untuk menggabungkan diri dengan Badan Usaha lain yang telah ada yang
mengakibatkan aktiva dan pasiva dari Badan Usaha yang menggabungkan diri beralih
karena hukum kepada Badan Usaha yang menerima penggabungan dan selanjutnya status
Badan Usaha yang menggabungkan diri berakhir karena hukum.

b. Contoh perusahaan yang melakukan merger 5 tahun terakhir


Grup BCA : PT Bank BCA Syariah dengan Bank Interim (Rabobank Indonesia)
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berencana melakukan merger entitas anak, BCA
Syariah dengan Bank Rabobank International Indonesia yang sudah diakuisisi sebelumnya.
Bank tersebut kini bernama Bank Interim Indonesia.
Dalam rangka merger ini, Bank BCA Syariah mengumumkan rencana pemecahan nilai
nominal saham (stock split). Sebelumnya, induk usaha BCA Syariah, Bank Central Asia
menyelesaikan akuisisi Bank Interim dari Coöperatieve Rabobank U.A. (CRUA).
Pengalihan saham Bank Interim dilakukan pada tanggal 25 September 2020 setelah
persetujuan penyertaan modal, akuisisi serta kemampuan dan kepatutan (fit and proper)
diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia. (sumber :
https://www.cnbcindonesia.com).
c. Motif PT Bank BCA Syariah dengan Bank Interim (Rabobank Indonesia) melakukan
merger.
Dengan melakukan merger modal BCA Syariah semakin tebal. Hal ini tecermin dari
modal ditempatkan dan disetor BCA Syariah per Juli 2020 akan meningkat dari Rp 1,99
triliun menjadi Rp 2,25 triliun pasca penggabungan. BCA resmi memiliki 99,999973%
saham Bank Interim dan PT BCA Finance, anak perusahaan yang seluruh sahamnya dimiliki
secara langsung dan tidak langsung oleh BCA, memiliki 0,000027% saham. Total nilai
akuisisi adalah Rp 643,65 miliar.
Lewat merger tersebut seluruh aset, liabilitas, dan ekuitas Bank Interim akan segera
masuk ke BCA Syariah. Ia memproyeksi aset yang akan beralih sekitar Rp 350 miliar. Selain
itu, jumlah jaringan anak perusahaan dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ini pada akhir
tahun menjadi 70 jaringan. Ia menyebut konsentrasi perusahaan pada saat ini fokus untuk
menyelesaikan merger. Selain itu, rasio CAR BCA Syariah sebelum penggabungan per 31
Juli 2020 adalah 38,70%, sedangkan proyeksi CAR pasca penggabungan adalah 43,43%.
Penggabungan ini diharapkan dapat memberi kontribusi bagi konsolidasi perbankan
sekaligus memperkuat permodalan untuk mendukung percepatan perbankan syariah.
(sumber : https://keuangan.kontan.co.id)

d. Argumentasi berdasarkan kesesuaian teori merger dengan motif merger perusahaan tersebut.
Dengan kelebihan yang dimiliki [Bank Interim] digabungkan dengan BCA Syariah, akan
memperkuat BCA Syariah sendiri. Yang harapannya ini akan memperkuat industri secara
keseluruhan. Selain berdampak ke sektor keuangan, merger BCA Syariah dan Bank Interim
diharapkan berdampak ke sektor riil terutama bisnis syariah. Dengan aset yang semakin kuat
setelah penggabungan, maka lebih luas menjangkau nasabah UMKM terutama di industri
halal.

Anda mungkin juga menyukai