Anda di halaman 1dari 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

HUBUNGAN KONFIGURASI ELEKTRON DENGAN TABEL PERIODIK

Kompetensi Dasar
3.3 Menjelaskan konfigurasi elektron dan pola konfigurasi elektron terluar untuk setiap golongan
dalam tabel periodik
4.3 Menentukan letak suatu unsur dalam tabel periodik berdasarkan konfigurasi elektron

Petunjuk Penggunaan
Pahamilah materi dalam lembar kerja ini, kemudian lengkapilah bagian – bagian dalam lembar kerja ini.

Pendahuluan
Berdasarkan teori Neils Bohr bahwa setiap elektron terdiri atas inti atom yang dikelilingi oleh beberapa
kulit atom. Elektron yang mengelilingi inti atom menempati lintasan-lintasan tertentu.
Lintasan elektron ini disebut dengan kulit atom. Penyusunan elektron pada kulit atom disebut dengan
konfigurasi elektron. Konfigurasi suatu elektron dapat digunakan untuk menetukan posisi atom dalam
tabel periodik unsur.

A. Konfigurasi Elektron Bohr


Dalam model atom Bohr ini dikenal istilah konfigurasi elektron, yaitu susunan elektron pada masing-
masing kulit. Data yang digunakan untuk menuliskan konfigurasi elektron adalah nomor atom. suatu
unsur, di mana nomor atom unsur menyatakan jumlah elektron dalam atom unsur tersebut. Sedangkan
elektron pada kulit terluar dikenal dengan sebutan elektron valensi. Susunan elektron valensi sangat
menentukan sifat-sifat kimia suatu atom dan berperan penting dalam membentuk ikatan dengan atom
lain. Untuk menentukan konfigurasi elektron suatu unsur, ada beberapa patokan yang harus selalu
diingat, yaitu:
 Dimulai dari lintasan yang terdekat dengan inti, masing-masing lintasan disebut kulit ke-1 (kulit K),
kulit ke-2 (kulit L), kulit ke-3 (kulit M), kulit ke-4 (kulit N), dan seterusnya.
 Jumlah elektron maksimum (paling banyak) yang dapat menempati masing-masing kulit adalah: 2n2
dengan n = nomor kulit, maka:
Kulit K dapat menampung maksimal 2(1)2 = 2 x 1 = 2 elektron.
Kulit L dapat menampung maksimal 2(2)2 = 2 x 4 = 8 elektron.
Kulit M dapat menampung maksimal 2(3)2 = 2 x 9 = 18 elektron, dan seterusnya
 Kulit yang paling luar hanya boleh mengandung maksimal 8 elektron

B. Sistem Periodik Unsur


Sistem periodik unsur adalah suatu bentuk pengelompokan unsur-unsur secara sistematis, berdasarkan
kemiripan sifat unsur~unsur tersebut sehingga mudah untuk dipelajari. Tabel periodik suatu tabel berisi
identitas unsur-unsur yang dikemas secara berkala dalam bentuk periode dan golongan berdasarkan
kemiripan sifat-sifat unsurnya.
Lengkapi tabel perkembangan sistem periodik unsur berikut ini

No Tokoh Dasar Kelemahan

1 Lavoisier

Dobereiner
2 (Triad
Dobereiner)
Newlands
3 (Hukum
Oktaf)
Lothar
4
Meiyer

5 Mendelev

LKPD X KD 3 Konfigurasi Elektron 6


Henry G. Moseley (1887 – 1915) menemukan bahwa urutan unsur dalam sistem periodik sesuai dengan
kenaikan nomor atom unsur. Jadi, sifat periodik lebih tepat dikatakan sebagai fungsi nomor atom. Sistem
periodik unsur modern disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat. Sistem periodik
unsur modern merupakan penyempurnaan dari sistem periodik Mendelev.
Pada sistem periodik unsur modern, lajur horizontal, yang selanjutnya disebut periode, disusun menurut
kenaikan nomor atom, sedangkan lajur vertikal, yang selanjutnya disebut golongan, disusun menurut
kemiripan sifat.
Unsur-unsur dalam sistem periodik dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu unsur-unsur yang menempati
golongan A yang disebut unsur golongan utama, dan unsur-unsur yang menempati golongan B yang
disebut unsur transisi. Pada lembar kerja ini. Akan dipelajari unsur golongan utama (golongan A).
Lengkapi tabel periodik unsur untuk golongan A berikut

IA 3 VIII A
Li
Litium
1 IIA III A IV A VA VI A VII A 2
H He
Hidrogen Helium
3
Li
Litium
3
Li
Litium
3
Li
Litium
3
Li
Litium
3
Li
Litium
3
Li
Litium

C. Hubungan Konfigurasi Elektron dengan Letak Unsur pada Tabel Periodik

Periode
Sistem periodik unsur modern mempunyai 7 periode. Unsur-unsur yang mempunyai jumlah kulit yang
sama pada konfigurasi elektronnya, terletak pada periode yang sama.
Nomor periode = jumlah kulit

Golongan
Sistem periodik unsur modern mempunyai 8 golongan utama (A). Unsur-unsur pada sistem periodik
modern yang mempunyai elektron valensi (elektron kulit terluar) sama pada konfigurasi elektronnya,
maka unsur-unsur tersebut terletak pada golongan yang sama (golongan utama/A).
Nomor golongan = jumlah elektron valensi

Contoh
1. Nitrogen (N) dengan nomor atom 7 berarti jumlah elektron = 7, maka jumlah elektron pada:
Kulit ke-1 = 2 (jumlah maksimal pada kulit ke-1)
Kulit ke-2 = 5 (jumlah elektron tersisa)
Maka konfigurasi elektronnya adalah: 2 5
Jumlah kulit = 2 maka terletak pada periode 2
Elektron valensi (terluar) = 5 maka terletak pada golongan V A

2. Magnesium (Mg) dengan nomor atom 12 berarti jumlah elektron = 12, maka jumlah elektron pada:
Kulit ke-1 = 2 (jumlah maksimal pada kulit ke-1)
Kulit ke-2 = 8 (jumlah maksimal pada kulit ke-2)
Kulit ke-3 = 2 (jumlah elektron tersisa)
Maka konfigurasi elektronnya adalah: 2 8 2
Jumlah kulit = 3 maka terletak pada periode 3
Elektron valensi (terluar) = 2 maka terletak pada golongan II A

LKPD X KD 3 Konfigurasi Elektron 7


3. Kalium (K) dengan nomor atom 19 berarti jumlah elektron = 19, maka jumlah elektron pada:
Kulit ke-1 = 2 (jumlah maksimal pada kulit ke-1)
Kulit ke-2 = 8 (jumlah maksimal pada kulit ke-2)
Kulit ke-3 = 8 (bukan 10 meskipun jumlah maksimal pada kulit ke-3 = 18 karena kulit terluar tidak
boleh melebihi 8 elektron)
Kulit ke-4 = 2 (jumlah elektron tersisa, 19 – 18 = 1)
Maka konfigurasi elektronnya adalah: 2 8 8 1
Jumlah kulit = 4 maka terletak pada periode 4
Elektron valensi (terluar) = 1 maka terletak pada golongan I A

Tentukan konfigurasi elektron dan letak dalam tabel periodik unsur (SPU) untuk unsur – unsur berikut.
Jumlah Elektron Letak dalam SPU
No Nama Atom No Atom Konfigurasi elektron
kulit valensi Periode Golongan

1 Hidrogen

2 Litium

3 Berilium

4 Karbon

5 Oksigen

6 Fluor

7 Neon

8 Natrium

9 Aluminium

10 Silikon

11 Fosfor

12 Belerang

13 Klorin

14 Argon

15 Kalsium

Helium memiliki nomor atom 2 dan terletak pada golongan VII A. Buatlah konfigurasi elektron untuk
helium dan jelaskan alasan Helium tidak berada pada golongan II A meskipun elektron valensinya = 2.

LKPD X KD 3 Konfigurasi Elektron 8


LKPD X KD 3 Konfigurasi Elektron 9