Anda di halaman 1dari 13

BAB IV

HASIL ANALISIS

4.1 Tinggi Tanaman (cm)

1. Tinggi Tanaman Umur 15 HST (cm)

Hasil sidik ragam (Lampiran 6) menunjukkan bahwa perlakuan

pupuk organik cair daun gamal (G), perlakuan pupuk decanter solid (P),

sedangkan perlakuan interaksi (P x G) berpengaruh nyata terhadap

parameter tinggi tanaman 15 HST.

Data hasil pengukuran terhadap rata-rata tinggi tanaman umur 15

HST dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2. Rata-rata Tinggi Tanaman Umur 15 HST (cm)

Rata-
Pupuk POC GAMAL (G)
rata
Organik Padat
(P) G0 G1 G2 G3  
……….cm……….  
Pk 64,00 64,0 51,00 57,00 59,00a
68,18
Ps 66,70 70,00 69,00 67,00
b
 
Rata-rata 69,00 67,00 60,00 62,00
 
*) Angka rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan
tidak berbeda nyata pada uji BNT 5% (BNT P : 13,62)

Hasil uji BNT P 5% menunjukkan bahwa perlakuan Pk dan Ps

berbeda nyata terhadap rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman umur 15

HST. Rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman terbaik dicapai pada

perlakuan Ps yaitu 70,00 cm, sedangkan perlakuan tinggi tanaman

terendah dicapai pada perlakuan Pk yaitu 59,00 cm.


28

2. Tinggi Tanaman Umur 30 HST (cm)

Hasil sidik ragam (Lampiran 7) menunjukkan bahwa perlakuan pupuk

organik cair daun gamal (G) dan interaksinya (P x G) tidak berpengaruh

nyata, sedangkan perlakuan pupuk decanter solid (P) berpengaruh sangat

nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 30 HST.

Data hasil pengukuran terhadap rata-rata tinggi tanaman umur 30 hari

setelah tanam dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3. Rata-rata Tinggi Tanaman Umur 30 HST (cm)

Rata-
POC GAMAL (G)
Pupuk Organik rata
Padat (P)
G0 G1 G2 G3  
……….cm……….  
Pk 88,00 117,00 98,40 104,70 102,03a
Ps 74,00 83,50 77,10 64,50 74,85b
 
Rata-rata 77,35 100,25 87,75 84,6
 
*) Angka rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak
berbeda nyata pada uji BNT 5% (BNT P : 4,05)

Hasil uji BNT P 5% menunjukkan bahwa perlakuan Pk dan Ps

berbeda nyata terhadap rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman umur 30

HST. Rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman terbaik dicapai pada

perlakuan Pk yaitu 102,03 cm, sedangkan rata-rata pertumbuhan tinggi

tanaman terendah dicapai pada perlakuan Ps yaitu 72,95 cm.

3. Tinggi Tanaman Umur 45 HST (cm)

Hasil sidik ragam (Lampiran 8) menunjukkan bahwa perlakuan

pupuk decanter solid (P), pupuk organik cair daun gamal (G), dan
29

interaksinya (P x G) tidak berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi

tanaman umur 45 HST.

Data hasil pengukuran terhadap rata-rata tinggi tanaman umur 45

HST dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4. Rata-rata Tinggi Tanaman Umur 45 HST (cm)

Rata-
POC GAMAL (G)
Pupuk Organik rata
Padat (P)
G0 G1 G2 G3  
……….cm……….  
Pk 140,00 190,00 160,00 124,00 153,50
Ps 162,00 150,00 117,00 144,00 143,25
 
Rata-rata 151,00 170,00 138,50 134,00
 

4. Tinggi Tanaman Umur 60 HST (cm)

Hasil sidik ragam (Lampiran 9) menunjukkan bahwa perlakuan

pupuk organik cair daun gamal (G) dan interaksinya (P x G) tidak

berpengaruh nyata, sedangkan perlakuan pupuk decanter solid (P)

berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 60 HST.

Data hasil pengukuran terhadap rata-rata tinggi tanaman 60 HST

dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 5. Rata-rata Tinggi Tanaman Umur 60 HST (cm)

Rata-
POC GAMAL (G)
Pupuk Organik rata
Padat (P)
G0 G1 G2 G3  
……….cm……….  
Pk 228,00 255,00 235,00 243,00 240,25a
Ps 167,00 193,00 146,00 188,00 173,50b
30

 
Rata-rata 197,50 224,00 190,50 215,50
 

*) Angka rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak


berbeda nyata pada uji BNT 5% (P : 10,53)

Hasil uji BNT P 5% menunjukkan bahwa perlakuan Pk dan Ps

berbeda nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman umur 60 HST. Rata-

rata tinggi tanaman terbaik dicapai pada perlakuan Pk yaitu 240,25 cm,

sedangkan rata-rata tinggi tanaman terendah dicapai pada perlakuan Ps yaitu

173,50 cm.

5. Tinggi Tanaman Umur 75 HST (cm)

Hasil sidik ragam (Lampiran 10) menunjukkan bahwa perlakuan

pupuk organik cair daun gamal (G) dan interaksinya (P x G) tidak

berpengaruh nyata, sedangkan perlakuan pupuk decanter solid (P)

berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 75 HST.

Data hasil perlakuan terhadap rata-rata tinggi tanaman 75 HST dapat

dilihat pada tabel berikut :

Tabel 6. Rata-rata Tinggi Tanaman Umur 75 HST (cm)

Rata-
POC GAMAL (G)
Pupuk Organik rata
Padat (P)
G0 G1 G2 G3  
……….cm……….  
Pk 231,00 263,00 255,00 246,00 248,75a
Ps 201,00 201,00 185,00 241,00 207,00b
 
Rata-rata 216,00 232,00 220,00 243,50
 
*) Angka rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak
berbeda nyata pada uji BNT 5% (P : 9,52).
31

Hasil uji BNT P 5% menunjukkan bahwa perlakuan Pk dan Ps

berbeda nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman umur 75 HST. Rata-

rata pertumbuhan tinggi tanaman terbaik dicapai pada perlakuan Pk yaitu

248,75 cm, sedangkan rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman terendah

dicapai pada perlakuan Ps yaitu 207,00 cm.

6. Tinggi Tanaman Umur 90 HST

Hasil sidik ragam (Lampiran 11) menunjukkan bahwa perlakuan

pupuk organik cair daun gamal (G) dan interaksinya (P x G) tidak

berpengaruh nyata, sedangkan perlakuan pupuk decanter solid (P)

berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 90 HST.

Data hasil perlakuan terhadap rata-rata tinggi tanaman 90 HST dapat

dilihat pada tabel berikut :

Tabel 7. Rata-rata Tinggi Tanaman Umur 90 HST (cm)

Rata-
POC GAMAL (G)
Pupuk Organik rata
Padat (P)
G0 G1 G2 G3  
……….cm……….  
Pk 248,00 272,00 277,00 284,00 270,25a
Ps 250,00 212,00 188,00 269,00 229,75b
 
Rata-rata 249,00 242,00 232,50 276,50
 
*) Angka rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak
berbeda nyata pada uji BNT 5% (P : 0.15)

Hasil uji BNT P 5% menunjukkan bahwa perlakuan Pk dan Ps

berbeda nyata terhadap rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman umur 90 HST.

Rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman terbaik dicapai pada perlakuan Pk


32

yaitu 270,25 cm, sedangkan rata-rata tinggi tanaman terendah dicapai pada

perlakuan Ps yaitu 229,75 cm.

4.2 Diameter Batang (cm)

1. Diameter Batang Umur 15 HST (cm)

Hasil sidik ragam (Lampiran 12) menunjukkan bahwa perlakuan

pupuk decanter solid (P) berpengaruh nyata. Perlakuan pupuk organik cair

daun gamal (G) tidak berpengaruh nyata, sedangkan perlakuan interaksi

(P x G) berpengaruh sangat nyata terhadap parameter diameter batang

tanaman umur 15 HST.

Data hasil perlakuan terhadap rata-rata diameter tanaman 15 HST

dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 8. Rata-rata Diameter Batang Umur 15 HST (cm)

Rata-
POC GAMAL (G)
Pupuk Organik rata
Padat (P)
G0 G1 G2 G3  
……….cm……….  
Pk 1,19 2,12 1,63 1,42 1,59a
Ps 1,17 1,04 1,19 1,02 1,11a
 
Rata-rata 1,18 1,58 1,41 1,22
 
*) Angka rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak
berbeda nyata pada uji BNT 5% (P : 0,15).

Hasil uji BNT P 5% menunjukkan bahwa perlakuan Pk dan Ps tidak

berbeda nyata terhadap rata-rata pertumbuhan diameter batang umur 15

HST. Rata-rata pertumbuhan diameter batang terbaik dicapai pada


33

perlakuan Pk yaitu 1,59 cm, sedangkan rata-rata pertumbuhan diameter

batang terendah dicapai pada perlakuan Ps yaitu 1,11 cm.

2. Diameter Batang Umur 30 HST (cm)

Hasil sidik ragam (Lampiran 13) menunjukkan bahwa perlakuan

pupuk decanter solid (P), pupuk organik cair daun gamal (G), dan

interaksinya (P x G) tidak berpengaruh nyata terhadap parameter diameter

batang umur 30 HST.

Data hasil perlakuan terhadap rata-rata diameter tanaman 30 HST

dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 9. Rata-rata Diameter Batang Umur 30 HST (cm)

Rata-
POC GAMAL (G)
Pupuk Organik rata
Padat (P)
G0 G1 G2 G3  
……….cm……….  
Pk 2,89 4,31 2,46 3,01 3,17
Ps 1,99 1,43 1,64 2,20 1,82
 
Rata-rata 2,44 2,87 2,05 2,60
 

3. Diameter Batang Umur 45 HST (cm)

Hasil sidik ragam (Lampiran 14) menunjukkan bahwa perlakuan

pupuk organik cair daun gamal (G) dan interaksinya (P x G) tidak

berpengaruh nyata, sedangkan perlakuan pupuk decanter solid (P)

berpengaruh sangat nyata terhadap parameter diameter batang tanaman

umur 45 HST.
34

Data hasil perlakuan terhadap rata-rata diameter tanaman 45 HST

dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 10. Rata-rata Diameter Batang Umur 45 HST (cm)

Rata-
POC GAMAL (G)
Pupuk Organik rata
Padat (P)
G0 G1 G2 G3  
……….cm……….  
Pk 4,98 5,55 2,91 3,20 4,16a
Ps 2,04 2,40 2,15 2,34 2,23b
 
Rata-rata 3,51 3,98 2,53 2,77
 
*) Angka rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak
berbeda nyata pada uji BNT 5% (P : 0,42)

Hasil uji BNT P 5% menunjukkan bahwa perlakuan Pk dan Ps

berbeda nyata terhadap rata-rata pertumbuhan diameter batang umur 45

HST. Rata-rata pertumbuhan diameter batang terbaik dicapai pada

perlakuan Pk yaitu 4,16 cm, sedangkan rata-rata diameter batang terendah

dicapai pada perlakuan Ps yaitu 2,23 cm.

4. Diameter Batang Umur 60 HST (cm)

Hasil sidik ragam (Lampiran 15) menunjukkan bahwa perlakuan

pupuk organik cair daun gamal (G) dan interaksinya (P x G) tidak

berpengaruh nyata, sedangkan perlakuan pupuk decanter solid (P)

berpengaruh nyata terhadap parameter diameter batang tanaman umur 60

HST.

Data hasil perlakuan terhadap rata-rata diameter tanaman 60 HST

dapat dilihat pada tabel berikut :


35

Tabel 11. Rata-rata Diameter Batang Umur 60 HST (cm)

Rata-
POC GAMAL (G)
Pupuk Organik rata
Padat (P)
G0 G1 G2 G3  
……….cm……….  
Pk 6,08 6,60 5,00 4,20 5,47a
Ps 3,07 3,12 2,93 3,10 3,06b
 
Rata-rata 4,58 4,86 3,97 3,65
 
*) Angka rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak
berbeda nyata pada uji BNT 5% (P : 0,47)

Hasil uji BNT P 5% menunjukkan bahwa perlakuan Pk dan PS

berbeda nyata terhadap rata-rata pertumbuhan diameter batang umur 60

HST. Rata-rata pertumbuhan diameter batang terbaik dicapai pada

perlakuan Pk yaitu 5,47 cm, sedangkan rata-rata pertumbuhan diameter

batang terendah dicapai pada perlakuan Ps 3,06 cm.

5. Diameter Batang Umur 75 HST (cm)

Hasil sidik ragam (Lampiran 16) menunjukkan bahwa perlakuan

pupuk decanter solid (P), pupuk organik cair daun gamal (G), dan

interaksinya (P x G) tidak berpengaruh nyata terhadap parameter diameter

batang umur 75 HST.

Data hasil perlakuan terhadap rata-rata diameter tanaman 75 HST

dapat dilihat pada tabel berikut :


36

Tabel 12. Rata-rata Diameter Batang Umur 75 HST (cm)

Rata-
POC GAMAL (G)
Pupuk Organik rata
Padat (P)
G0 G1 G2 G3  
……….cm……….  
Pk 7,05 6,70 5,43 4,40 5,90
Ps 5,13 3,60 4,64 5,20 4,64
 
Rata-rata 6,09 5,15 5,04 4,80
 

6. Diameter Batang Umur 90 HST (mm)

Hasil sidik ragam (Lampiran 17) menunjukkan bahwa perlakuan

pupuk decanter solid (P) berpengaruh sangat nyata. Perlakuan pupuk

organik cair daun gamal (G) tidak berpengaruh nyata, sedangkan perlakuan

interaksi (P x G) berpengaruh nyata terhadap parameter diameter batang

tanaman umur 90 HST.

Data hasil perlakuan terhadap rata-rata diameter tanaman 90 HST

dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 13. Rata-rata Diameter Batang Umur 90 HST (cm)

Rata-
POC GAMAL (G)
Pupuk Organik rata
Padat (P)
G0 G1 G2 G3  
……….cm……….  
Pk 7,15c 7,50c 5,43b 5,50b 6,40a
Ps 5,20b 4,00a 5,34b 5,20b 4,94b
 
Rata-rata 6,18 5,75 5,39 5,35
 
*) Angka rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak
berbeda nyata pada uji BNT 5% (P : 0,30) dan (PG : 0,60)
37

Hasil uji BNT P 5% menunjukkan bahwa perlakuan Pk dan Ps

berbeda nyata terhadap rata-rata pertumbuhan diameter batang umur 90

HST. Rata-rata pertumbuhan diameter batang terbaik dicapai pada

perlakuan Pk yaitu 6,40 cm, sedangakan rata-rata pertumbuhan diameter

batang terendah dicapai pada perlakuan Ps yaitu 4,94 cm.

Hasil uji BNT PG 5% menunjukkan bahwa perlakuan PkG0 tidak

berbeda nyata dengan PkG1. Perlakuan PkG2 tidak berbeda nyata dengan

perlakuan PkG3, PsG0, PsG2, dan PsG3. PsG1 berbeda nyata dengan

perlakuan lainnya. Rata-rata pertumbuhan diameter batang terbaik dicapai

pada perlakuan PkG1 yaitu 7,50 cm, sedangkan pertumbuhan diameter

batang terendah dicapai pada perlakuan PsG1 yaitu 4,00 cm.

4.3 Umur Awal Berbunga (hari)

Hasil sidik ragam (Lampiran 18) menunjukkan bahwa perlakuan

pupuk decanter solid (P), pupuk organik cair daun gamal (G), dan

interaksinya (P x G) tidak berpengaruh nyata terhadap parameter diameter

batang umur tanaman awal muncul bunga (hari).

Data hasil perlakuan terhadap rata-rata umur tanaman awal muncul

bunga dapat dilihat pada tabel berikut :


38

Tabel 14. Umur Tanaman Awal Muncul Bunga (hari)

Rata-
POC GAMAL (G)
Pupuk Organik rata
Padat (P)
G0 G1 G2 G3  
……….cm……….  
Pk 72,00 66,00 76,00 72,00 71,50
Ps 68,00 75,00 74,00 67,00 71,00
 
Rata-rata 70,00 70,50 75,00 69,50
 

4.5 Berat Buah Segar Per Tanaman (gr)

Hasil sidik ragam (Lampiran 19) menunjukkan bahwa perlakuan

decanter solid (P), pupuk organik cair daun gaml (G) dan interaksinya

(P x G) berpengaruh nyata terhadap parameter berat buah segar per tanaman

(gr).

Data hasil perlakuan terhadap rata-rata berat buah segar per tanaman (g)

dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 15. Berat Buah Segar Per Tanaman (gr)

Rata-
POC GAMAL (G)
Pupuk Organik rata
Padat (P)
G0 G1 G2 G3  
……….cm……….  
104,00 221,00 84,00b 55,00d 116,00
Pk
b a c e a
78,00d 54,00b 70,00d
Ps 47,00e 62,25b
e c e
137,50  
Rata-rata 91,00b 77,00c 51,00d
a  
*) Angka rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak
berbeda nyata pada uji BNT 5% (P : 13,62), (G : 6,9), (PG : 27,26).
39

Hasil uji BNT P 5 % menunjukkan bahwa perlakuan Pk dan Ps

berbeda nyata terhadap rata-rata berat buah segar per tanaman. Rata-rata

berat buah segar per tanaman terbaik dicapai pada perlakuan Pk yaitu

116,00 gr, sedangkan rata-rata berat buah segar per tanaman terendah

dicapai pada perlakuan Ps yaitu 62,25.

Hasil uji BNT G 5% menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik

cair daun gamal (G) berbeda nyata terhadap semua perlakuan. rata-rata

buah segar per tanaman. Rata-rata berat buah segar per tanaman terbaik

dicapai pada perlakuan G0 yaitu 137,50 gr, sedangkan rata-rata berat buah

segar per tanaman terendah dicapai pada perlakuan G3 yaitu 51,00 gr.

Hasil uji BNT PG 5% menunjukkan bahwa perlakuan PkG1 berbeda

nyata terhadap semua perlakuan. Perlakuan PkG0 tidak berbeda nyata

terhadap perlakuan PkG2 dan PsG0. Perlakuan PsG2 tidak berbeda nyata

terhadap perlakuan PkG3 dan PsG1. Perlakuan PsG3 berbeda nyata

terhadap semua perlakuan. Rata-rata berat buah segar per tanaman

terendah dicapai pada perlakuan PkG1 yaitu 137,50 gr, sedangkan rata-rata

berat buah segar per tanaman terendah dicapai pada perlakuan PsG3 yaitu

47,00 gr.