Anda di halaman 1dari 6

BAB III

KIMIA UNSUR

A. KELIMPAHAN UNSUR – UNSUR DI ALAM membentuk senyawa. Gas helium dan neon
Dari 118 unsur yang diketahui, sekitar 90 hingga saat ini belum dapat dibuat senyawanya.
unsur berada di alam dan sisanya merupakan  Radon dapat bereaksi spontan dengan fluor pada
unsur sintesis (unsur buatan). Sebagian dari suhu kamar.
unsur tersebut terdapat sebagai unsur bebas,  Xenon dapat bereaksi dengan Fluor pada suhu 400
tetapi lebih banyak yang berupa senyawa, °C dan tekanan 6 atm : Xe(g) + 2F2(g)  XeF4(s)
sedangkan unsur-unsur gas mulia terdapat  Kripton bereaksi dengan Fluor hanya bila keduanya
sebagai unsur bebas. Sebagian besar logam dikenakan penyinaran atau pelepasan muatan
diperoleh dari deposit tanah, bahan – bahan listrik.
alam yang mengandung unsur atau senyawa
tertentu disebut mineral. Mineral yang 2. Unsur-unsur Halogen
mengandung unsur atau senyawa tertentu Unsur-unsur halogen dalam sistem periodik
dengan konsentrasi cukup tinggi dan diolah agar menempati golongan VIIA yang terdiri dari
bernilai ekonomis disebut bijih. unsur Fluor (F), Klor (Cl), Brom (Br), Iodin (I), dan
Unsur yang paling banyak terdapat di alam Astatin (At). Unsur-unsur golongan VIIA disebut
adalah helium (terdapat di matahari). unsur halogen artinya pembentuk garam.
Sedangkan unsur – unsur yang paling melimpah a. Sifat Fisik
di kulit bumi adalah oksigen, silikon, dan  Unsur halogen berupa molekul diatomik (X 2) dengan
aluminium. energi ikatan X – X berkurang dari Cl 2 sampai I2,
Tabel 1. Persentase Kelimpahan Unsur di Kulit Bumi sesuai dengan pertambahan jari-jari atomnya
Unsur % Massa Unsur % Massa  Titik cair dan titik didih halogen meningkat dengan
Oksigen 49,3 Kalium 2,4 bertambahnya nomor atom. Sesuai titik cair dan
Silikon 25,8 Magnesiu 1,9 titik didihnya, maka wujud halogen pada suhu
m kamar bervariasi, F2 dan Cl2 berupa gas, Br2 cair, dan
Aluminium 7,6 Hidrogen 0,7 I2 padat
Besi 4,7 Titanium 0,4
 Unsur-unsur halogen dapat dikenali dari bau dan
Kalsium 3,4 Klor 0,2
warnanya karena berbau merangsang. Fluor
Natrium 2,7 Fosfor 0,1
Lain-lain 0,8 berwarna kuning muda, klor hijau kekuningan, brom
cokelat, dan iodin berwarna ungu.
B. SIFAT – SIFAT UNSUR GOLONGAN UTAMA  Kelarutan halogen dari fluor sampai iod dalam air
1. Unsur-unsur Gas Mulia semakin berkurang. Karena molekul halogen
Unsur-unsur gas mulia dalam sistem nonpolar sehingga lebih mudah larut dalam pelarut
periodik menempati golongan VIII A yang terdiri nonpolar.
dari unsur Helium (He), Neon (Ne), Argon (Ar),
Kripton (Kr), Xenon (Xe) dan Radon (Rn). b. Sifat Kimia
Struktur elektron terluar gas mulia adalah oktet Unsur-unsur halogen adalah unsur-unsur
(8) (kecuali helium duplet (2)) merupakan yang reaktif. Kereaktifan halogen dipengaruhi
struktur yang paling stabil, oleh karena itu gas kelektronegatifannya. Semakin besar
mulia sukar bereaksi dengan unsur lain sehingga kelektronegatifan semakin reaktif karena
disebut gas inert (lamban). semakin mudah menarik elektron. Kereaktifan
a. Sifat Fisik halogen dari atas ke bawah semakin berkurang.
 Gas mulia merupakan gas monoatomik, tidak  Halogen dapat bereaksi dengan sebagian besar
berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau logam menghasilkan halida.
 Titik cair dan titik didih gas mulia meningkat dengan  Halogen dapat bereaksi dengan air.
bertambahnya nomor atom. Reaksi Fluor dengan air menghasilkan HF dan gas
 Kelarutan gas mulia dalam air bertambah besar dari oksigen, sedangkan halogen lainnya bereaksi
Helium (He) hingga Radon (Rn). dengan air menurut reaksi:
X2(g) + H2O(l)  HX(aq) + HXO(aq)
b. Sifat Kimia  Halogen dapat bereaksi dengan hidrogen
Energi ionisasi gas mulia sangat besar menghasilkan asam halida.
sehingga bersifat tidak reaktif. Makin besar H2(g) + X2(g)  2HX(g)
energi ionisasi, makin sukar gas mulia

Kimia Unsur 1
 Halogen dapat bereaksi dengan hidrokarbon  Reaksi Logam Alkali dengan Hidrogen
(alkana, alkena, dan alkuna). Reaksinya dengan Logam alkali bereaksi dengan gas hidrogen
alkana adalah reaksi substitusi, sedangkan reaksinya membentuk senyawa putih berbentuk kristal yang
dengan alkena dan alkuna adalah reaksi adisi. disebut hidrida.
 Halogen dapat bereaksi dengan basa Reaksi: 2 M(s) + H2(g)  2 MH(s)
 Halogen dapat bereaksi dengan halogen lainnya.  Reaksi Logam Alkali dengan Nitrogen
Halogen merupakan oksidasi kuat. Sifat oksidator Tidak semua logam alkali bereaksi dengan nitrogen,
halogen dari atas ke bawah semakin lemah, hanya litium yang membentuk litium nitrit (Li 3N)
sehingga halogen-halogen dapat mengoksidasi ion Reaksi: 6 Li(s) + N2(g)  2 Li3N(s)
halida di bawahnya. Ion holida (X –) bersifat  Reaksi Logam Alkali dengan Oksigen
reduktor. Sifat reduktor ion halida makin ke bawah Reaksi antara logam alkali dengan oksigen
semakin kuat berlangsung sangat cepat membentuk oksida
Contoh: (bilangan oksidasi O =–2), peroksida (bilangan
F2 + 2Cl–  2 F–+ Cl2 oksidasi O = –1), dan superoksida (bilangan oksidasi
Cl2 + 2 I–  @ Cl– + I2 O = –½)
Br2 + F–  4 M(s) + O2(g)  2 M2O(s) Oksida, O = –2
2 M(s) + O2(g)  M2O2(s) Peroksida, O = –1
F2 F– M(s) + O2(g)  MO2(s) Superoksida, O = –½
Oksidator

Reduktor

 
Cl2 Cl– (Bila oksigen yang direaksikan berlebihan, natrium
Br2 Br– dapat membentuk peroksida, kalium, rubidium dan
I2 I– sesium membentuk superoksida)
Jadi, F2 dapat bereaksi dengan Cl–, Br–, I– (di bawah
 Reaksi Logam Alkali dengan Air
F–) dan seterusnya
Logam alkali bereaksi dengan air membentuk gas
hidrogen dan hidroksida logam alkali, MOH (basa)
3. Logam Alkali
2 M(s) + 2 H2O(l)  2 M+(aq) + 2 OH–(aq) + H2(g)
Unsur logam alkali (IA) terdiri dari litium (Li),
Untuk menghindari reaksi dengan uap air dan gas
natrium (Na), kalium (K), rubidium (Rb), sesium
oksigen di udara, maka logam alkali disimpan dalam
(Cs), dan fransium (Fr).
minyak tanah.
a. Sifat Fisik
 Reaksi logam Alkali dengan asam encer
Berikut sifat fisik logam alkali:
2 M(s) + 2 H+(aq)  2 M+(aq) + H2(g)
 Unsur ini mempunyai energi ionisasi paling kecil
 Reaksi Logam Alkali dengan Amonia
karena mempunyai konfigurasi elektron ns 1. Oleh
Logam alkali bereaksi dengan amonia membentuk
karena itu, mudah melepaskan elektron dan
gas H2 dan logam amida (MNH2).
merupakan reduktor yang paling kuat.
2 M(s) + 2 NH3(l)  2 M+(s) + 2 NH2(s) + H2(g)
 Unsur alkali merupakan logam lunak, berwarna
 Reaksi Nyala
putih mengkilap
Pada pemanasan/pembakaran senyawa alkali pada
 Merupakan konduktor yang baik
nyala api menyebabkan unsur alkali tereksitasi
 Mempunyai titik leleh yang rendah
dengan memancarkan radiasi elektromagnetik
 Ditemukan dalam bentuk garamnya
sehingga memberikan warna nyala
 Keelektronegatifan rata – rata paling rendah. Hal ini
Litium : Merah tua
dikarenakan ukuran atom dan jarak yang relatif
Natrium : Kuning
besar antara elektron terluar dengan inti
Kalium : Ungu
Rubidium : Merah violet
b. Sifat Kimia
Sesium : Biru
Logam alkali sangat reaktif. Reaksi – reaksi
logam alkali sebagai berikut.
4. Logam Alkali Tanah
 Reaksi Logam Alkali dengan Halogen
Unsur logam alkali tanah (IIA) ini terdiri dari
Reaksi antara logam alkali dengan halogen
Berilium (Be), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca),
berlangsung sangat cepat, membentuk halida
Stronsium (Sr), Barium (Ba), dan Radon (Ra).
logam.
Golongan ini mempunyai sifat-sifat yang mirip
Reaksi: 2 M(s) + X2(g)  2 MX(s)
dengan golongan IA. Perbedaannya adalah
M = logam alkali (Li, Na, K, Rb, Cs)
bahwa golongan IIA ini mempunyai konfigurasi
X = halogen (F, Cl, Br, I)
elektron ns2
Reaktifitas logam alkali semakin meningkat jika
a. Sifat Fisik
energi ionisasinya semakin berkurang, sehingga Cs >
Berikut sifat fisik logam alkali:
Rb > K > Na > Li
Kimia Unsur 2
 Mempunyai 2 elektron yang relatif mudah Reaksi berilium dengan basa kuat adalah sebagai
dilepaskan. berikut:
 Energi ionisasi dan keelektronegatifan rata-rata Be(s) + 2NaOH(aq) + 2H2O(l)  Na2Be(OH)4(aq) +
relatif rendah karena ukuran atomnya dan jarak H2(g)
yang relatif besar antara elektron  Reaksi dengan Halogen
 Merupakan reduktor yang kuat Semua alkali tanah dapat bereaksi dengan halogen
 Relatif lunak tetapi lebih keras dari golongan IA membentuk garam halida dengan ikatan ion kecuali
 Mengkilat berilium.
 Mempunyai titik leleh dan kerapatan lebih tinggi Reaksi : M(s) + X2(g)  2 MX2(s)
 Reaksi Nyala
b. Sifat Kimia Berilium : Putih
Logam alkali tanah mengalami reaksi redoks Magnesium : Putih
yang sama dengan logam alkali, hanya saja Kalsium : Jingga-merah
mereka melepaskan 2 elektron sehingga Stronsium : Merah
membentuk ion 2+. Logam alkali tanah Barium : Hijau
cenderung kurang reaktif dibandingkan dengan  Kelarutan
logam alkali karena energi ionisasinya lebih Basa alkali tanah berbeda dengan basa alkali, basa
besar daripada logam alkali tanah, sehingga alkali tanah ada yang sukar larut. Dalam satu
tren kereaktifannya: Ba > Sr > Ca > Mg > Be periode, dari atas ke bawah ke bawah, hidroksida
Reaksi-reaksi logam alkali tanah sebagai berikut. alkali tanah kelarutannya bertambah besar sehingga
 Logam Alkali Tanah Bereaksi dengan Halogen semakin mudah larut. Kelarutan garam sulfat dari
Logam alkali tanah bereaksi dengan halogen atas kebawah semakin kecil. Semua garam karbonat
membentuk garam halida (MX2) sukar larut.
Reaksi: M(s) + X2 (g) → MX2(s)  Kesadahan
M = Be, Mg, Ca, Sr, Ba Dalam dasar ketel yang sudah lama digunakan
X = F, Cl, Br, I untuk merebus air seringkali terdapat endapan atau
 Logam Alkali Tanah Bereaksi dengan Oksigen kerak. Peristiwa tersebut erat kaitannya dengan air
Logam alkali tanah bereaksi dengan oksigen sadah. Air yang mengandung ion Ca2+ atau Mg2+
membentuk oksida (MO). dalam jumlah yang cukup banyak disebut air sadah.
Reaksi: M(s) + O2 (g) → MO(s)
Berilium dan magnesium tidak begitu reaktif jika 5. Unsur – unsur Periode Ketiga
direaksikan dengan oksigen pada suhu kamar. Unsur-unsur yang ada di dalam periode
Seperti logam berat alkali, stronsium dan barium ketiga terdiri dari Natrium (Na), Magnesium
membentuk peroksida (MO2) (Mg), Aluminium (Al), Silikon (Si), Fosfor (P),
 Logam Alkali Tanah Bereaksi dengan Air Belerang (S), Klor (Cl) dan Argon (Ar).
Logam alkali tanah bereaksi dengan air membentuk Umumnya,unsur – unsur periode tiga terdapat
logam hidroksida [M(OH)2] yang bersifat basa dalam bentuk senyawa,kecuali S dan Ar yang
M(s) + 2 H2O(l)  M2+(aq) + 2 OH–(aq) + H2(g) terdapat bebas di alam.
Kecuali berilium, semua logam alkali tanah bereaksi a. Sifat Fisik
dengan air membentuk logam hidroksida M(OH)2. Sifat fisik unsur – unsur periode ketiga
 Reaksi dengan Hidrogen  Unsur logam (Na, Mg, Al), metaloid (Si), nonlogam
Alkali tanah bereaksi dengan gas hidrogen (P, S, Cl), dan gas mulia (Ar).
membentuk hidrida dengan ikatan ion.  Unsur – unsur dari natrium sampai belerang
Reaksi : M(s) + H2(g)  MH(s) berwujud padat, sedangkan klor dan argon
 Reaksi dengan Nitrogen berwujud gas pada suhu biasa.
Reaksi alkali tanah dengan gas nitrogen membentuk  Na, Mg, Al memiliki struktur kristal logam, Si
nitrida. Reaksi : M(s) + N2(g)  M3H2(s) memiliki struktur kovalen raksasa (Si 4), P dan S
 Reaksi dengan asam memiliki srtuktur molekul poliatomik (S 8, P4), Cl
Alkali tanah bereaksi dengan asam menghasilkan memiliki struktur diatomik (Cl 2) dan Ar memiliki
garam dan gas hidrogen. Reaksi semakin hebat dari struktur monoatomik (Ar)
atas ke bawah.  Titik leleh dan titik didih unsur periode ketiga dari
M(s) + 2H+(aq)  M2+(aq) + H2(g) natrium ke kanan meningkat dan mencapai
Berilium bersifat amfoter (dapat bereaksi dengan puncaknya pada silikon, kemudian turun. Dari
asam dan basa).  Secara umum energi ionisasi unsur periode ketiga
dari kiri ke kanan meningkat. Akan tetapi energi

Kimia Unsur 3
ionisasi Al lebih rendah dari energi ionisasi Mg dan Umumnya logam transisi bersifat paramagnetik
energi ionisasi S lebih rendah dari P. (sedikit ditarik magnet). Seng (Zn) dan tembaga (Cu)
 Sifat logam unsur periode ketiga dari kiri ke kanan bersifat diamagnetik (menolak medan magnet)
semakin berkurang. karena seluruh elektronnya sudah berpasangan).
 Na, Mg dan Al merupakan konduktor, Si merupakan Besi (Fe), Kobalt (Co), dan Nikel (Ni) bersifat
semilogam (metaloid) bersifat semikonduktor, feromagnetik (ditarik kuat oleh medan magnet)
sedangkan P, S, Cl dan Ar merupakan nonlogam karena jumlah elektron tidak berpasangannya
yang tidak menghantarkan listrik banyak.
 Ion-ion logam transisi memiliki warna yang khas.
Tingkat energi elektron pada unsur-unsur transisi
b. Sifat Kimia yang hampir sama menyebabkan timbulnya warna
Berikut sifat kimia unsur – unsur periode ketiga: pada ion-ion logam transisi
 Sifat Reduktor dan Oksidator b. Sifat Kimia
Dari natrium sampai klor sifat reduktor berkurang  Unsur-unsur logam transisi mempunyai beberapa
dan sifat oksidator bertambah. Natrium merupakan bilangan oksidasi, kecuali Sc dan Zn
reduktor kuat dan klor merupakan oksidator kuat.  Semua unsur transisi dapat membentuk ion
Na Mg Al Si P S Cl kompleks, yaitu suatu struktur dimana kation logam
Reduktor Isolator dikelilingi oleh dua atau lebih anion atau molekul
netral yang disebut ligan.
 Sifat Basa
Na Mg Al Si P S Cl D. PROSES PENGOLAHAN UNSUR – UNSUR
Basa Amfoter Asam Unsur atau
Proses Pengolahan
Sifat basa semakin ke kiri semakin kuat,sifat asam Senyawa
semakin ke kanan semakin kuat Aluminium Hall – Heroult
Belerang Frasch dan Sisilia
Magnesium Down
C. SIFAT – SIFAT UNSUR TRANSISI Urea Wohler
Unsur – unsur transisi adalah unsur-unsur Fosfor Wohler
yang pengisian elektronnya berakhir pada Amonia Haber – Bosch
orbital-orbital subkulit d. Pada bagian ini akan NaHCO3 Solvay
dipelajari unsur transisi periode keempat yang Klorin Deacon dan Weldon
terdiri dari unsur skandium (Sc), titanium (Ti), Asam nitrat HNO3 Oswald
vanadium (V), kromium (Cr), mangan (Mn), besi Asam sulfat H2SO4 Kontak (dengan katalis V2O5)
(Fe), kobalt (Co), nikel (Ni), tembaga (Cu), dan Asam sulfat H2SO4 Bilik timbal
(dengan katalis NO dan NO3)
seng (Zn).
Nitrogen Distilasi fraksionasi udara
a. Sifat Fisik Logam alkali Kalsinasi
 Semua unsur transisi merupakan unsur logam Besi Tanur tinggi
sehingga bersifat konduktor, berwujud padat pada Brom Ekstraksi
suhu kamar (kecuali Hg). Garam alkali tanah Reduksi
 Logam-logam transisi memiliki sifat keras, Krom Goldshmidt
kerapatan tinggi, dan daya hantar listrik yang lebih Tembaga Pemanggangan, elektrolisis,
baik dibanding logam golongan utama. reduksi
Natrium Down
 Unsur-unsur transisi umumnya memiliki titik leleh
dan titik didih yang tinggi karena ikatan antaratom
E. KEGUNAAN UNSUR
logam pada unsur transisi lebih kuat.
Unsur – unsur Gas Mulia
Semakin banyak elektron tidak berpasangan pada
 Helium sebagai gas pengisi lampu pijar dan balon
orbital d, semakin kuat ikatan logam dan semakin
udara
tinggi titik lelehnya. Kecuali seng logam-logam
 Sebagai lampu neon pada papan reklame berwarna.
transisi memiliki elektron-elektron yang
Neon berwarna merah, argon berwarna merah
berpasangan sehingga titik leleh seng paling rendah
muda, kripton berwarna putih-biru, dan xenon
 Pengisian elektron unsur-unsur transisi pada orbital
berwarna biru.
d belum penuh mengakibatkan ion-ion unsur
 Helium sebagai pelarut gas oksigen bagi para
transisi dapat ditarik oleh medan magnet. Semakin
penyelam dan sebagai udara atmosfer bagi pesawat
banyak elektron yang tidak berpasangan, makin
ruang angkasa.
kuat sifat magnetiknya.
 Gas argon digunakan sebagai gas penyambung (las)
logam

Kimia Unsur 4
 Kripton digunakan sebagai standar satuan panjang  CaO pada kapur tohor
 CaSO4 sebagai lapisan kertas, pengisi, dan antasid
Unsur – unsur Halogen  Ca(HPO4)2 sebagai plester, dinding, semen, dan
 Gas Cl2 digunakan sebagai bahan dasar industri pupuk
plastik, seperti vinil klorida, PVC, desinfektan,  BaSO4 pada pigmen cat, minyak, dan penggiling
pemutih, pulp kertas, dan tekstil. lumpur
 Bromin digunakan dalam industri untuk membuat
senyawa metil bromida, CH3Br (sebagai pestisida), Unsur – unsur Periode Ketiga
perak bromida (untuk film fotografi), dan alkali  Aluminium merupakan logam yang ringan, kuat, dan
bromida (untuk sedatif). tahan korosi, sehingga banyak digunakan untuk
 Kegunaan utama HF adalah sebagai bahan baku peralatan rumah tangga, bingkai jendela, sampai
pembuatan CCl3F, freon, dan teflon. Senyawa CCl3F kerangka bangunan.
digunakan sebagai pendingin dan bahan bakar  Pelapis kemasan biskuit, cokelat, dan rokok.
aerosol  Tawas (KAl(SO4)), digunakan untuk penjernih air dan
 Kegunaan utama HF yang lain adalah sebagai cairan zat anti keringat.
elektrolit dalam pengolahan mineral aluminium dan  Al(OH)3 digunakan untuk menetralkan asam
untuk mengetsa gelas lambung yang berlebihan.
 Senyawa HCl adalah digunakan untuk  Silikon umumnya digunakan untuk membuat
membersihkan permukaan logam dari oksida transistor, chips computer, dan sel surya.
(disebut pickling) dan untuk mengekstrak bijih  Silika dan silikat digunakan untuk membuat gelas,
logam tertentu keramik, porselin, dan semen
 Iodin digunakan untuk membuat senyawa AgI  Sebagian besar fosfor digunakan untuk
sebagai film fotografi dan KI sebagai nutrisi dan memproduksi asam fosfat
makanan ternak.  Fosfor digunakan dalam industri minuman ringan
Unsur – unsur Alkali untuk memberikan rasa asam
 Li2CO3 : Produksi aluminium  Fosfor merah digunakan untuk membuat korek api.
 LiOH : Pabrik sabun litium untuk pelumas  Dalam tubuh manusia, fosfor terdapat pada
 LiH : Pembuatan antihistamin dan obat nukleat, yaitu DNA dan RNA dan kalsium fosfat
 NaCl : Sumber Na dan NaCl, Bumbu sebagai senyawa utama penyusun matriks tulang.
 NaOH : Industri pulp dan kertas  Kegunaan belerang yang utama adalah untuk
 Na2CO3 : Pabrik sabun, Pabrik gelas membuat asam sulfat, vulkanisasi karet, dan
Digunakan dalam detergen dan softener membasmi penyakit tanaman.
 Na2O2 : Pemutih tekstil
 NaNH2 : Pembuatan zat warna kain denim Unsur – unsur Transisi
 KCl : Pupuk  Scandium digunakan sebagai filamen lampu yang
 KOH : Pabrik sabun lunak memiliki intensitas tinggi
 K2CO3 : Pabrik gelas  Titanium tahan banyak digunakan untuk material,
 KNO3 : Pupuk dan bahan peledak seperti pipa pompa, tabung reaksi dalam industri
 Litium digunakan sebagai anoda baterai kimia, dan mesin mobil
 Paduan Li-Al sangat ringan sehingga banyak  baja vanadium, baja sangat keras yang digunakan
digunakan untuk membuat kerangka pesawat pada bagian mesin dan poros as
terbang dan material lainnya  Logam kromium banyak digunakan untuk membuat
pelat baja
Unsur – unsur Alkali Tanah  Mangan untuk membuat baja yang digunakan untuk
 Paduan magnesium dengan aluminium, bertujuan mata bor (pemboran batuan)
untuk meningkatkan kekerasan dan daya tahan  Mangan digunakan sebagai zat aktif dalam baterai
terhadap korosi, sering digunakan untuk membuat  Besi, Kobal, Nikel, Tembaga digunakan untuk
kerangka pesawat terbang atau beberapa bagian membuat paduan logam
kendaraan.
 Lampu blitz pada kamera analog menggunakan Unsur – unsur Radioaktif
kawat magnesium  Sebagai Sumber Energi
 Stronsium digunakan untuk membuat kembang api Reaksi fisi dan fusi menghasilkan energi yang sangat
 MgO untuk bata tahan api (tungku), dan makanan besar
hewan  Sebagai Perunut
 Mg(OH)2 sebagai sumber magnesium untuk logam
dan senyawa, susu magnesia

Kimia Unsur 5
Radiasi yang dipancarkan radioisotop dapat diikuti  Materi Mempengaruhi Radiasi
dengan detektor. Dengan demikian Radiasi dari radioisotop yang melewati materi
perpindahan/gerak radioisotop dapat terdeteksi. intensitasnya akan berkurang. Berkurangnya
 Radiasi Mempengaruhi Materi intensitas radiasi dapat untuk menentukan sifat
Radiasi dari radioisotop dapat mengionkan materi materi yang dilalui, misalnya kerapatan dan
yang dilaluinya. Dengan demikian materi yang ketebalan suatu materi.
terkena radiasi dapat mengalami perubahan sifat.

Tabel Kandungan unsur dalam mineral


Unsur Mineral Rumus Kimia
Sc (Skandium) Thortveitite Sc2Si2O
Ti Rutil TiO2
(Titanium) Ilmenit FeTiO3
V (Vanadium) Vanadit Pb3(VO4)2
Cr (Krom) Kromit FeCr2O4
Mn Pirolusit MnO2
(Mangan) Braunit Mn2O3
Fe Hematit Fe2O3
(Besi) Magnetit Fe3O4
Limonit Fe2O3 . H2O
Siderit FeCO3
Pirit FeS2
Co Kobaltit CoAsS
(Kobal) Smaltit CoAs2
Ni Pentladite (FeNi)S
(Nikel) Garnerit H2(NiMg)SiO4. H2O
Milerit NiS
Cu Kalkopirit CuFeS2
(Tembaga) Malasit Cu2(OH)2CO3
Kalkosit Cu2S
Zn Seng Blende/ ZnS
(Seng) Sphalerite
Calamine ZnCO3
Sn (Timah) Kasiterit SnO2
K (Kalium) Karnalit KCl .MgCl. 6 H2O
Na Sendawa Chili NaNO3
(Natrium) Kriolit Na3AlF6
Si (Silikon) Kuarsa SiO2
Al Bauksit Al2O3 . nH2O
(Aluminium) Kriolit Na3AlF6
Mg Magnesit MgCO3
(Magnesium) Kiserit MgSO4 . H2O
Epsomit MgSO4 . 7 H2O
Ca(Kalsium) Dolomit CaCO3.MgCO3
Sr Stronsianit SrCO3
(Stronsium) Celestit SrSO4
Ba Barit BaSO4
(Barium) Witerit BaCO3
Be (Berilium) Beril Be3Al2(SiO3)6
Pb Galena PbS
(Timbal) Kerusit PbCO3

Kimia Unsur 6