Anda di halaman 1dari 12

BAB III

IKATAN KIMIA

A. Tujuan
Tujuan Pembelajaran Bab III yaitu:
1. Peserta Didik dapat menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai
kestabilannya.
2. Peserta Didik dapat menggambarkan lambang Lewis unsur gas mulia (duplet
dan oktet) dan unsur bukan gas mulia.
3. Peserta Didik dapat menjelaskan proses terbentuknya ikatan ion
4. Peserta Didik dapat menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal,
rangkap dan rangkap tiga.
5. Peserta Didik dapat membandingkan proses pembentukan ion dan ikatan
kovalen.
6. Peserta Didik dapat membedakan ikatan kovalen tunggal dan ikatan kovalen
rangkap
7. Peserta Didik dapat menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen
koordinasi.
8. Peserta Didik dapat menjelaskan gaya dispersi, gaya orientasi, dan ikatan
hidrogen
9. Peserta Didik dapat menjelaskan perbedaan sifat fisik (titik didih, titik leleh)
berdasarkan perbedaan gaya antar molekul (gaya van der waals, gaya London,
dan ikatan hidrogen).

Seperti kita ketahui bahwa terdapat hubungan antara konfigurasi elektron (khususnya
elektron valensi) dengan kemiripan sifat-sifat unsur-unsur dalam golongan yang
sama. Dimana kondisi stabil adalah harapan utama dalam konfigurasi elektron.
Kondisi stabil yang dimaksud terkait dengan konfigurasi elektron dari atom gas
mulia. Setiap atom unsur cenderung membentuk konfigurasi elektron seperti gas
mulia, yaitu dengan cara :
Serah terima elektron (ikatan Ion) atau Pemakaian bersama pasangan elektron (ikatan
Kovalen)
Sebelum kita melangkah lebih jauh membicarakan ikatan kimia, ada baiknya kita
ketahui tentang hal-hal yang berhubungan dengan ikatan kimia dan aturan-aturan
yang dibutuhkan dalam pembentukan ikatan kimia itu sendirl. Diantaranya adalah
aturan Oktet dan Duplet serta Lambang Lewis.
1. Aturan Oktet :
Setiap unsur berkeinginan untuk memperoleh konfigurasi elektron mencapai
kestabilan seperti gas mulia, yaitu memiliki 8 elektron pada kulit terluarnya.
2. Aturan Duplet
Sama halnya dengan aturan oktet, maka aturan Duplet juga berkeinginan untuk
stabil dalam penyusunan konfigurasi elektronnya, bedanya pada aturan Oktet
elektron valensi memiliki 8 elektron, sedangkan pada aturan Duplet memiliki 2
elektron valensi dalam konfigurasi elektronnya.
Untuk memenuhi aturan Oktet, atau Duplet, atom-atom dapat menerima / melepas
elektron atau menggunakan elektron bersama. Peristiwa ini akan menyebabkan
terbentuknya Ikatan Kimia
3. Lambang Lewis
Pelepasan dan penangkapan elektron dalam ikatan kimia ini dapat digambarkan
dengan menggunakan Lambang Lewis (Struktur Lewis), yaitu lambang unsur
yang dikelilingi oleh sejumlah tanda (bisa berupa  ;  ;  ;  dll). Tanda-tanda
tersebut menyatakan banyaknya jumlah elektron valensi dari unsur tersebut.
Lambang Lewis (Struktur Lewis) beberapa unsur sebagai berikut :
Golongan
Periode
IA IIA IIIA IVA VA VIA VIIA VIIIA
1 H Ne
2 Li Be B C N O F Ne
3 N a M g Al Si P S Cl Ar
Diusahakan penggunaan tanda yang berbeda untuk elektron valensi agar
mempermudah asal elektron valensi. Walaupun pada kenyataannya kita tidak
dapat membedakan asal suatu elektron dalam ikatan kimia
Ikatan Kimia
Ikatan kimia terbentuk dalam upaya atom-atom menerima aturan Oktet dan
Duplet. Atom-atom ini dapat menerima / melepas elektron atupun menngunakan
elektron secara bersama-sama.
A. Ikatan Ion
Ikatan Ion merupakan lkatan yang terbentuk sebagai akibat serah terima elektron
antar atom dan cenderung memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia. Ikatan ion
terjadi antara atom logam dan atom non logam.
Contoh :
Terbentuknya ikatan ion pada NaCl, dengan Na (NA = 11) dan Cl (NA = 17)
konfigurasi elektronnya :
11Na = 2 8 1
Na  Na+ + e
(2 8 1) (2 8)
elektron valensinya membentuk ion Na+
1 maka atom Na cenderung dengan konfigurasi
melepas 1 e elektron yang
stabil
17Cl = 2 8 7
Cl + e Cl–
(2 8 7) (2 8 8)
elektron valensinya 7 membentuk ion Cl–
maka atom Cl cenderung dengan konfigurasi
menangkap 1 e elektron yang stabil
Adanya gaya tarik menarik atau gaya elektrostatis yang kuat, maka kedua ion
tersebut akan berikatan membentuk senyawa NaCl.
CATATAN :
Dalam pembentukan ikatan ion, jumlah elektron yang dilepas harus sama dengan
jumlah elektron yang diterima.
Aturan Oktet pada ikatan ion hanya berlaku untuk unsur-unsur logam (golongan IA
dan Al), dengan unsur non logam dan tidak berlaku untuk unsur-unsur logam transisi.

B. Ikatan Kovalen
Ikatan Kovalen merupakan kumpulan lkatan kimia yang terbentuk sebagai akibat
penggunaan bersama pasangan elektron oleh dua atom.
1. Ikatan Kovalen Tunggal
Merupakan penggunaan bersama sepasang elektron oleh dua atom yang
berikatan. Penggunaan bersama pasangan elektron dalam ikatan kovalen dapat
dinyatakan dengan struktur lewis atau rumus lewis. Struktur lewis
menggambarkan jenis atom-atom dalam molekul dan bagaimana atom-atom
tersebut terikat satu sama lain.

Contoh soal :
Gunakan struktur lewis untuk menggambarkan pembentukan ikatan kovalen
antara atom H (NA = 1) dan atom O (NA = 8) pada molekul senyawa air (H2O).
Jawab :
 Atom H ( NA=1 ) memiliki konfigurasi elektron (1). Atom H memerlukan 1
elektron lagi untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil seperti gas
mulia (dalam hal ini, He (2)) untuk memenuhi aturan Duplet.
 Atom O (NA= 8) memiliki konfigurasi elektron (2, 6). Atom O memerlukan 2
elektron tambahan untuk mencapai konfigurasi elektron (2, 8) agar stabil dan
memenuhi aturan Oktet,
Atom O dapat memperoleh 2 elektron tambahan jika terjadi penggunaan
elektron bersama dari 2 atom H sebagai berikut :

1H= lambang lewisnya H ¿ ( H yang diperlukan 2 atom ),


O
8O = lambang lewisnya (O yang diperlukan 1 atom)
Untuk membentuk molekul senyawa air H2O maka :

H
P a s a n g a n E le k tr o n Ik a ta n (P E I) H
x
H x + O + x H H x O H O H 2O

P a s a n g a n E le k tr o n B e b a s ( P E B )

2. lkatan Kovalen Rangkap Dua ( = )


ikatan kovalen rangkap dua merupakan ikatan kovalen yang melibatkan
penggunaan bersama 2 pasang elektron oleh 2 atom yang berikatan.
Contoh :
Gambarkan dengan struktur lewis untuk pembentukan molekul O2 ( NA O = 8)
Jawab :
8O=26
Pada atom O memiliki konfigurasi elektron ( 2 6 ). 'Untuk menjadi stabil perlu
sumbangan 2 elektron. Karena yang diminta molekul O2 maka atom O terdiri
dari 2 atom sehingga lambang Lewisnya :

xx xx
O x x
+ x O O x O O O O 2
xx xx

P a s a n g a n E le k tr o n Ik a ta n G a ris r a n g k a p d u a ( = ) m e n y a ta k a n
a d a n y a 2 p a s a n g e le k tr o n y a n g
d ig u n a k a n b e rs a m a

3. lkatan Kovalen Rangkap Tiga ()


Ikatan Kovalen Rangkap Tiga merupakan ikatan yang terbentuk jika terjadi
penggunaan bersama 3 pasang elektron oleh 2 atom yang berikatan.
Contoh :
Gunakan struktur lewis untuk menggambarkan pembentukan ikatan kovalen
antara atom N (NA = 7) dari molekul N2 !
Jawab :
Diketahui : 7 N=2 5
Konfigurasi elektron N = 2 5 belum stabil. Untuk menjadi stabil N perlu
sumbangan 3 elektron dari N yang satunya.

*
Lambang lewis N ---> N dan **
*
N sehingga
*

* *
N + ** N N * N
*
N N N 2
* * *
*
S tru k tu r L e w is
G a r is r a n g k a p tig a m e n y a ta k a n a d a n y a 3
p a s a n g e le k tr o n y a n g d ig u n a k a n b e r s a m a
4. Ikatan Kovalen Koordinasi (Dativ)
Ikatan Kovalen koordinasi merupakan ikatan kovalen dimana elektron-elektron
dalam pasangan elektron yang digunakan bersama berasal dari salah satu atom
yang berikatan.
Contoh :
a. Pembentukan ion NH4+. Diketahui N (NA = 7 ) dan H (NA = 1)
7 N = 2, 5 Rumus lewisnya
N

1 H =1 Rumus lewisnya
x H
Karena N mengikat 3 atom H maka tanda lambang lewis untuk atom N
N
disebar sebagai sehingga

+
H H
x x
+
H + H x N H x N H Ik a ta n K o v a le n K o o r d in a s i
x x
H H
b. Pembentukan senyawa SO3
16 S = 2 8 6 dengan lambang lewis
S
xx
8 O = 2 6 dengan lambang lewisxx O
xx
Sehingga :

O
x
x
xx

xx
O

xx xx
S + 3 x
x O S x
x O S O SO
xx xx 3
xx

xx
O

O
x
x

Ik a ta n K o v a le n K o o r d in a s i
Ik a ta n K o v a le n
ra n g k a p d u a

Dalam menggambar struktur molekul, ikatan kovalen koordinat dinyatakan


dengan garis berpanah () dari atom pemberi menuju penerima pasangan
elektron.

C. Penyimpangan Kaidah Oktet


Beberapa molekul kovalen mempunyai struktur lewis yang tidak oktet atau
duplet. Struktur demikian dapat diberikan karena fakta menunjukan adanya
senyawa tersebut, misalnya : BH3 , BCl3, PCl5, CO dan BF3
Pembentukan BH3
5B : 2 , 3 dengan lambang Lewisnya digambarkan B
H x
1 H :1 Rumus lewisnya
Struktur Lewis dari Senyawa BF3

H H
x

H x B d itu lis ik a ta n n y a H B
x
H H

Pembentukan PCl5
15 P : 2 8 5 dengan lambang Lewisnya digambarkan P
17 Cl : 2 8 7 Rumus lewisnya x x
Struktur Lewis dari Senyawa PCl5Cx x l
x
xx
xx x xx
Cl
x
x x
xC l
x
x
x x
x Cl Cl
xx xx
Cl
x x
P Cl d itu lis ik a ta n n y a Cl P Cl
x x x x
xx xx
x x
x
x Cl x
Cl
xx

D. KEPOLARAN BEBERAPA SENYAWA


Berdasarkan kepolarannya, ikatan kovalen dibedakan menjadi :
1. Ikatan Kovalen Polar
Suatu ikatan kovalen disebut polar apabila pasangan elektron ikatan (PEI)
tertarik lebih kuat ke salah satu atom. Adanya kepolaran ikatan disebabkan oleh
adanya perbedaan keelektro-negatifan antara zat yang berikatan. Makin besar
selisih keelektronegatifannya, maka semakin besar pula kepolaran ikatan.

Contoh : HCl
Ternyata tarikan atom Cl terhadap PEI lebih kuat daripada tarikan atom H,
karena keelektronegatifan Cl lebih besar daripada H. Sehingga terjadi dua kutub
(dipol) dalam molekul HCl. Ikatan kovalen semacam ini disebut POLAR
(berkutub).
Kepolaran suatu molekul dapat diketahui dari harga momen dipol. Semakin
besar momen dipol akan semakin polar zat tersebut. Senyawa nonpolar momen
dipolnya nol.

Molekul Momen Dipol (D)

HF 1.91
H2O 1.85
HCl 1.03
NH3 1.49
SO2 2.62
CO2 0
BF3 0
H2 0

2. Ikatan Kovalen Non Polar


Suatu ikatan disebut kovalen nonpolar apabila PEI tertarik sama kuat ke semua
atom. Untuk molekul yang mengandung dua atom, kepolaran ditentukan
dengan cara :
Jika kedua atomnya sejenis, maka ikatannya Kovalen Non polar
Contoh : H2 ; Cl2 ; O2 dsb
Jika kedua atomnya tidak sejenis, maka ikatannya Kovalen Polar.
Misalnya : HCl ; HBr ; H2O ; NH3 dsb
Untuk molekul yang mengandung tiga atau lebih atom, maka kepolaran
ditentukan oleh PEB (Pasangan Elektron Bebas) yang dimiliki atom pusat
(atom yang berada di tengah molekul)
Jika atom pusat tidak mempunyai PEB, maka bentuk molekul simetris sehingga
PEI tertarik sama kuat kesemua atom. Sehingga ikatannya akan Kovalen Non
polar.
Contoh : CH4 ; CO2 ; dan CCl4

xx
Cl Cl
x x
x x
x
xx xx
T id a k m e m ilik i
Cl C Cl C x Cl
x
x
Cl
x
p a s a n g a n e le k tr o n b e b a s
x x
x x
x x
x
Cl
x x
Cl x
xx
x

Jika atom pusat mempunyai PEB, maka bentuk molekulnya tidak simetris
sehingga PEI tertarik ke atom pusat . Sehingga ikatannya akan Kovalen Polar.

Contoh : H2O ; NH3


M e m ilik i p a s a n g a n
e le k tr o n b e b a s
H N H H x
N x
H
x

H H

Perbedaan antara molekul Non polar dengan molekul Polar


Non Polar Polar
1. Selisih Keelektronegatifannya kecil 1. Selisih Keelektronegatifannya besar
(nol)
2. Bentuk molekulnya simetris 2. Bentuk molekulnya asimetris
3. Atom pusat tidak mempunyai PEB 3. Atom pusat mempunyai PEB
4. Tidak terjadi polarisasi 4. Terjadi polarisasi
5. Tidak dibelokkan medan magnet 5. Dibelokkan medan magnet

E. IKATAN LOGAM
Ikatan logam adalah ikatan yang terjadi antara atom-atom logam dalam unsur
logam. Misalnya: besi, tembaga dan emas. Didalam logam, elektron valensi atom-
atom logam bebas bergerak dan ikatannya sangat kuat, mengakibatkan logam
mempunyai sifat khas. Sifat tersebut antara lain : titik didih dan titik leleh tinggi
serta daya hantar panas dan listrik yang baik. Gambar ikatan logam sebagai
berikut :

Kerja Laboratorium :
KEPOLARAN SENYAWA

Tujuan : Menyelidiki Kepolaran Senyawa


Alat dan Bahan :
1. Buret
2. Gelas Kimia
3. Penggaris polietilen / batang kaca
4. Kain Wool / Flanel
5. Air
6. CCl4
7. Aseton
8. Benzena
Cara Kerja :
1. Pasang 4 buret pada standarnya
2. Isi dengan air pada buret 1, CCL 4 pada buret 2, Aseton pada buret 3, dan Benzena
pada buret 4
3. Gosokkan penggaris polietilen / batang kaca pada kain wool sampai bermuatan
4. Alirkan zat cair dari buret, dekatkan batang penggaris pada aliran tersebut. Amati
dan perhatikan aliran cairan yang keluar daari buret !
Pengamatan

Rumus
No Zat Cair Pengamatan Kesimpulan
Kimia
1. Air H2O

2. Karbon tetraklorida CCl4

3. Aseton C3H6O

4. Benzena C6H6
Pertanyaan :
1. Mengapa batang penggaris polietilena / batang kaca bila digosok dapat menarik
potongan kecil kertas yang didekatkan
2. Mengapa senyawa polar dapat ditarik oleh medan listrik yang terdapat pada
batang penggaris / batang kaca ?
3. Apakah molekul yang diselidiki diatas termasuk senyawa yang berikatan ion atau
kovalen?
4. Senyawa ion dapat mempunyai muatan listrik, padahal tidak terjadi perpindahan
elektron antara atom-atom yang berikatan. Mengapa demikian? Jelaskan !
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar dengan memberi tanda silang
(x) pada huruf a, b, c, d atau e!

1. Senyawa yang berikatan kovalen adalah... .


a. MgCl2 d. Mg3N2
b. CsCl e. K2O
c. PCl5
2. Unsur A dan B mempunyai elektron valensi masing-masing 6 dan 7. Rumus dan
ikatan yang sesuai jika kedua unsur itu bersenyawa adalah...
a. AB6 dan ion d. AB2 dan kovalen
b. A2B dan ion e. A6B7 dan kovalen
c. AB2 dan ion
3. Kelompok senyawa yang berikatan ion adalah...
a. CH4 ; C2H6 dan PCl5 d. KOH ; NaH dan H2S
b. AlF3 ; K2O dan CsCl e. NaCl ; KBr dan IBr
c. KBr ; Cl2O7 dan NCl3
4. Senyawa yang mempunyai ikatan kovalen koordinasi adalah...
a. SO2 d. CH4
b. C2H5OH e. H2O
c. CO2
5. Senyawa yang paling bersifat ion adalah .....
a. CaCl2 d. CsCl
b. MgCl2 e. NaCl
c. AlCl3
6. Senyawa yang mempunyai ikatan ion dan kovalen adalah ......
a. NaCl d. CHCl3
b. NaOH e. C2H5OH
c. H2O
7. Unsur X dapat membentuk senyawa XCl3 dalam sistem periodik unsur X
dimungkinkan terletak pada golongan .....
a. IA dan IIIA d. IIIA dan VIIA
b. IIIA dan VA e. IIIA dan IVA
c. IIA dan IIIA
8. Senyawa yang mempunyai ikatan rangkap 3 adalah .....
a. CO2 d. PCl3
b. SO2 e. C2H2
c. SO3
9. Diketahui 6A ; 8B ; 11C ; D dan
18 E, ikatan kovalen dapat dibentuk oleh
20

pasangan ... .
a. A dan B d. D dan E
b. B dan C e. A dan E
c. C dan D
10. Jenis Ikatan yang terdapat pada NH4OH adalah ...
a. Ion d. Ion , kovalen dan kovalen koordinasi
b. kovalen e. Ion dan kovalen
c. kovalen koordinasi
11. Jumlah pasangan elektron ikatan kovalen dan karbon dioksida adalah ...
a. 2 d. 5
b. 3 e. 6
c. 4
12. Diberikan data sebagai berikut :
(1). Dalam air tidak dapat menghantarkan listrik
(2). Lelehannya dapat menghantarkan listrik
(3). Rapuh jika dipukul
(4). Mempunyai titik leleh tinggi
Pernyataan yang benar untuk senyawa ion adalah ....
a. (2) dan (4) d. (2) ; (3) dan (4)
b. (1) dan (3) e. (1) ; (2) dan (3)
c. (1) dan (2)
13. Senyawa yang tidak mengikuti kaidah oktet adalah ...
a. C2H4 d. BH3
b. C2H6 e. NH3
c. CO2
14. Senyawa yang polar adalah ...
a. C2H6 d. SO2
b. CCl4 e. CS2
c. CO2
15. Senyawa halida berikut ini yang paling polar adalah ...
a. HF d. HI
b. HCl e. HAt
c. HBr
B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat !

1. Jelaskan perbedaan ikatan kovalen dengan ikatan kovalen koordinasi !

2. Kelompokan senyawa berikut menjadi senyawa ion dan senyawa kovalen !


(1). H2O (5). SO3
(2). SiCl4 (6). Al2O3
(3). BaO (7). CaI2
(4). Na2O (8). IF5

3. Gambarkan struktur lewis dari NH4Cl dan tunjukan ikatan-ikatan kimia yang
terdapat dalam senyawa tersebut !

4. Ramalkan rumus senyawa ion dari pasangan unsur berikut !


a. Mg dan Br
b. Na dan O
c. Ba dan O
d. Ca dan N

5. Tentukan rumus molekul senyawa yang terbentuk serta jenis ikatannya !


a. 11 A dengan 9 B
b. 15 A dengan 16 B
c. 19 X dengan 17 Y
d. 1 X dengan 9 Y