Anda di halaman 1dari 10

PERJANJIAN KERJASAMA BAGI HASIL USAHA LAUNDRY DAN LINEN

DI RUMAH SAKIT PUSAT PERTAMINA


ANTARA
KOPERASI RSPP
DENGAN
CV. …………………………
No. …………………………

Pada hari ini, ……………… tanggal … bulan …………………… tahun dua ribu dua puluh satu (… -
… - 2021) bertempat di Jakarta, telah dibuat dan ditandatangani Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil
Usaha Laundry dan Linen di Rumah Sakit Pusat Pertamina (untuk selanjutnya disebut “Perjanjian”)
oleh dan antara:

(1) KOPERASI RSPP, suatu badan hukum Koperasi yang didirikan oleh hukum dan peraturan yang
berlaku di wilayah Republik Indonesia, berdasarkan akta pendirian Nomor 2276/B.H./I tanggal
20 Juli 1988 dan telah diubah berdasarkan pengesahan perubahan Anggaran Dasar Nomor
64/BH/PAD/KWK/III/1997 pada tanggal 24 Maret 1997, yang telah memperoleh pengesahan dari
Kantor Wilayah Departemen Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil DKI Jakarta, beralamat
di Rumah Sakit Pusat Pertamina Gedung K Lantai 4, Jl. Kyai Maja No 43 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12120, dalam hal ini diwakili oleh SUDARTO, SM.Ph., S.H., selaku Ketua
Koperasi, oleh karenanya sah bertindak untuk dan atas nama Koperasi RSPP, untuk selanjutnya
dalam Perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.
(2) ……………………, ………………………………………. untuk selanjutnya dalam Perjanjian ini
disebut sebagai PIHAK KEDUA.

Pihak Pertama dan Pihak Kedua secara Bersama-sama disebut sebagai PARA PIHAK, sedangkan
secara sendiri-sendiri disebut sebagai PIHAK.

Para Pihak sebelumnya menyatakan hal-hal sebagai berikut:

(1) Bahwa Pihak Pertama merupakan Pihak yang diberikan pekerjaan pengelolaan Laundry dan
Linen di area Rumah Sakit Pusat Pertamina berdasarkan Perjanjian ………………………………
Nomor ……………… (untuk selanjutnya disebut sebagai (“Perjanjian Pengelolaan Laundry
RSPP”);
(2) Bahwa Pihak Kedua merupakan Pihak yang memiliki kompetensi khusus dalam bidang laundry
dan linen dan telah berpengalaman mengelola laundry di sejumlah rumah sakit yang setara
dengan Rumah Sakit Pusat Pertamina secara professional;
(3) Bahwa Pihak Pertama membutuhkan dukungan kompetensi, keahlian dan professionalitas dari
Pihak Kedua untuk dapat menjalankan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian
Pengelolaan Laundry RSPP dengan pola bagi hasil (profit sharing);

Oleh karenanya, berdasarkan pernyataan tersebut di atas, Para Pihak sepakat untuk mengadakan
perjanjian Kerjasama dengan ketentuan-ketentuan yang diatur secara sistematis berdasarkan
pasal-pasal sebagai berikut:
PASAL 1
DEFINISI

Kecuali ditentukan lain yang berlaku umum dan telah terdapat dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, maka dalam perjanjian ini yang dimaksud dengan:

(1) ………………………….
(2) ………………………….
(3) ………………………….
(4) ………………………….
(5) ………………………….
(6) ………………………….
(7) ………………………….
(8) ………………………….
(9) ………………………….
(10) ………………………….
(11) ………………………….
(12) Building Management atau disebut juga pemilik Gedung adalah PT. Pertamina Bina Medika
yang dalam hal ini juga memberikan kewenanangannya kepada Rumah Sakit Pusat
Pertamina, termasuk tetapi tidak terbatas pada manajemen administrative dan/atau teknis;
(13) Hari adalah hari kalender, termasuk di dalamnya hari libur nasional dan/atau libur yang
ditetapkan oleh Pemerintah serta Building Management;
(14) Pemerintah adalah Pemerintah Negara Republik Indonesia termasuk di dalamnya seluruh
kementerian, departemen dan instansi-instansi yang berada di dalam yurisdiksinya.

PASAL 2
DASAR PELAKSANAAN PERJANJIAN

Adapun yang mendasari diadakannya Perjanjian ini antara lain:


(1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja;
(2) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen;
(3) Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 983/Menkes/SK/XI/1992 Tentang Pedoman Organisasi
Rumah Sakit;
(4) Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.58/MENLH/12/1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair
bagi kegiatan Rumah Sakit;
(5) Keputusan Menteri Kesehatan No. 1165.A./Menkes/SK/X/2004 tentang Komisi Akreditasi
Rumah Sakit;
(6) Keputusan Menteri Kesehatan 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan
Lingkungan Rumah Sakit;
(7) Keputusan Menteri Kesehatan No.382/Menkes/2007 tentang Pedoman PPI di Rumah Sakit dan
Fasilitas Kesehatan lainnya.
(8) Keputusan Menteri Kesehatan No.129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal
Rumah Sakit;
(9) Perjanjian Pengelolaan Laundry RSPP.

PASAL 3
RUANG LINGKUP PERJANJIAN

(1) Para Pihak sepakat bahwa ruang lingkup Perjanjian ini adalah Pihak Pertama menerima
pekerjaan dari pihak ketiga, kemudian Pihak Pertama memberikan dan mengalihkan sebagai
tugas atau seluruhnya kepada Pihak Kedua sebagai pihak yang memiliki kompetensi yang
dibutuhkan oleh Pihak Pertama untuk pekerjaan laundry dan linen;
(2) Pihak Kedua menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mengerjakan tugas
sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) Pasal ini dengan baik dan optimal secara professional
berdasarkan keilmuan dan pengalamannya.
(3) Para Pihak sepakat bahwa Pihak Pertama berhak untuk menetapkan harga yang wajar untuk
memperoleh keuntungan yang pembagian keuntungan tersebut diatur dalam Perjanjian ini.

PASAL 4
JANGKA WAKTU PERJANJIAN

(1) Para Pihak sepakat bahwa jangka waktu Perjanjian ini adalah selama 12 (dua belas) bulan atau
1 (satu) tahun dan berlaku efektif sejak tanggal …………………… sampai dengan tanggal
………………………;
(2) Para Pihak sepakat bahwa jangka waktu Perjanjian sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1)
Pasal ini dapat diperpanjang atau diperbarui berdasarkan kesepakatan Para Pihak;
(3) Sebelum jangka waktu berakhir, maka Para Pihak dapat mengakhiri Perjanjian ini dengan
dibuatkan Berita Acara Pengakhiran Perjanjian

PASAL 5
BAGI HASIL
(1) Para Pihak sepakat bahwa besaran bagi hasil yang diatur dalam Perjanjian ini sebagai berikut:

Pihak Besaran Bagi Hasil (%)


Pihak Pertama
Pihak Kedua

(2) Para Pihak sepakat bahwa nilai bagi hasil ditentukan dari keuntungan yang diperoleh dalam
pekerjaan tersebut yaitu setelah dikurangi seluruh biaya operasional yang timbul karena
Perjanjian ini.
(3) Para Pihak sepakat bahwa besaran bagi hasil sebagaimana dimaksud dalam Pasal ini dapat
diubah sewaktu-waktu berdasarkan kesepakatan Para Pihak.
(4) Perubahan besaran bagi hasil sebagaimana dimaksud dalam Ayat (3) Pasal ini, dituangkan
dalam Berita Acara dan/atau Addendum Perjanjian.
(5) Sepanjang belum disepakati perubahan besaran bagi hasil, maka Para Pihak tetap pada
ketentuan Bagi Hasil dalam Ayat (1) Pasal ini.
PASAL 6
CARA PEMBAYARAN
(1) Pembayaran Bagi Hasil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 Perjanjian ini, akan dibayarkan
oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua sebesar Rp. .................... (................. rupiah) untuk
tiap 1 (satu) kilogram cucian yang dikerjakan.
(2) Harga untuk tiap 1 (satu) kilogram sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) Pasal ini belum/sudah
termasuk PPN sebesar 10%.
(3) Pihak Pertama akan melakukan pemindahbukuan (transfering) ke akun rekening Pihak Kedua
sebagai berikut:
Nama Bank :
Cabang :
No. Rekening :
Atas Nama :
NPWP :
(4) Pihak Pertama akan melakukan proses pembayaran setelah Pihak Kedua menyampaikan
dan/atau mengirimkan penagihan (invoicing) dengan melengkapi dokumen kelengkapan
pembayaran dan telah mendapatkan verifikasi kelengkapan dari bagian keuangan Pihak
Pertama.
(5) Adapun dokumen penagihan yang harus dilengkapi sebagai syarat pembayaran antara lain:
a. 2 (dua) rangkap Surat Permohonan Pembayaran ditujukan dan dialamatkan kepada
Koperasi RSPP;
b. 2 (dua) rangkap Kwitansi bermaterai cukup;
c. 2 (dua) rangkap Faktur pajak;
d. 2 (dua) rangkap Berita Acara selesai pekerjaan secara periodik;
e. Copy Perjanjian.
(6) Pembayaran akan dilaksanakan oleh Pihak Pertama paling lambat dalam jangka waktu ...
(...............) hari kalender sejak tanggal dokumen penagihan diterima serta dinyatakan lengkap
dan benar oleh Bagian Keuangan Pihak Pertama.
(7) Dalam hal masih terdapat kekurangan dokumen penagihan berdasarkan bagian keuangan Pihak
Pertama, maka Pihak Pertama akan mengembalikan dokumen-dokumen yang diajukan oleh
Pihak Kedua dan Pihak Kedua harus segera melengkapi kekurangan dokumen tersebut, dan
perhitungan prosesnya akan dimulai dari awal.
(8) Dalam kondisi tertentu, berdasarkan penilaian dari bagian keuangan Pihak Pertama, maka
Pihak Pertama berhak untuk menolak dan/atau menerima dokumen yang diajukan oleh Pihak
Kedua.
(9) Kondisi sebagaimana dimaksud pada Ayat (8) Pasal ini termasuk tetapi tidak terbatas pada
nomor faktur pajak yang telah daluwarsa (expired), kesalahan dan/atau perbedaan
mencantumkan angka dan huruf dalam kwitansi, terdapat dokumen yang belum lengkap diisi,
tidak ditandatangani oleh pihak terkait dan lainnya. Dalam hal ini Bagian Keuangan Pihak
Pertama akan menyampaikan pemberitahuan baik lisan maupun tulisan kepada Pihak Kedua.
PASAL 7
HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK
Para Pihak memiliki hak dan kewajiban masing-masing sebagaimana telah disepakati bersama
sebelumnya. Adapun hak dan kewajiban Para Pihak adalah sebagai berikut:
(1) Pihak Pertama
a. Berkewajiban untuk memberikan akses kepada Pihak Kedua selaku mitra yang menangani
operasional dan teknis;
b. Berkewajiban untuk membuat surat jalan, berita acara pengambilan pakaian kotor yang akan
dibawa oleh Pihak Kedua untuk dicuci dan lainnya yang diperlukan untuk penagihan kepada
pihak PT. Pertamina Bina Medika dan/atau pihak yang terafiliasi dengannya;
c. Berkewajiban untuk membayarkan bagi hasil kepada Pihak Kedua setelah adanya pencairan
dari pihak PT. Pertamina Bina Medika dan/atau pihak yang terafiliasi dengannya;
d. Berhak atas kebenaran dan validitas informasi Pihak Kedua guna kepentingan pengelolaan
usaha laundry di Rumah Sakit Pusat Pertamina;
e. Berhak atas dukungan secara administratif, teknis dan operasional guna kelancaran
pengelolaan usaha laundry di Rumah Sakit Pusat Pertamina;
f. Berhak atas pembagian hasil atas usaha laundry yang diperoleh;
(2) Pihak Kedua
a. Berkewajiban untuk memberikan dan menyediakan segala peralatan, perlengkapan yang
diperlukan dalam pengelolaan laundry dan linen di Rumah Sakit Pusat Pertamina
berdasarkan spesifikasi pekerjaan dalam Perjanjian Pengelolaan Laundry RSPP.
b. Berkewajiban untuk menyediakan bahan-bahan chemical, APD untuk pekerja yang
melakukan tugas pencucian di Rumah Sakit Pusat Pertamina;
c. Berkewajiban untuk menjalankan Standard Operational Procedures (SOP) yang ditetapkan
oleh Building Management;
d. Berkewajiban untuk mencuci seluruh jenis pakaian, handuk dan lainnya yang dibebankan
oleh Pihak Kedua di site workshop Rumah Sakit Pusat Pertamina.
e. Berkewajiban untuk mengambil cucian dan yang berhubungan dengannya untuk dicuci
sesuai dengan spesifikasi pekerjaan dalam Perjanjian Pengelolaan Laundry RSPP, jika
terjadi overload cucian dan/atau tidak memungkinkan untuk dilakukan di dalam site
workshop Rumah Sakit Pusat Pertamina.
PASAL 8
WAKTU OPERASIONAL
(1) Pada prinsipnya, tugas untuk melakukan pencucian yang dilakukan di site workshop Rumah
Sakit Pusat Pertamina yaitu selama 24 (dua puluh empat) jam dalam sehari dan 7 (tujuh) hari
dalam sepekan;
(2) Tugas laundry ini merupakan pekerjaan yang rutin dan berlangsung terus menerus.
(3) Dalam kondisi tertentu yang memaksa Pihak Kedua untuk melakukan pencucian di luar site
workshop Rumah Sakit Pusat Pertamina, maka waktu operasional untuk pengambilan dan
pengantaran cucian yang akan dicuci dan telah bersih diatur sebagai berikut:
Kegiatan Waktu Personal In Charge

PASAL 9
BERITA ACARA
Adapun Berita Acara yang berlaku dalam Perjanjian ini antara lain:
(1) Berita Acara Pencucian, yaitu berita acara yang dibuat pada saat Pihak Kedua akan melakukan
pencucian di site workshop Rumah Sakit Pusat Pertamina;
(2) Berita Acara Pencucian sedikitnya memuat hal-hal sebagai berikut:
a. Jumlah/bobot/berat cucian yang dicuci oleh Pihak Kedua;
b. Jenis cucian yang dicuci oleh Pihak Kedua;
c. Waktu Pencucian;
d. Personal In Charge dari Direksi pekerjaan yang ditunjuk dalam Perjanjian Pengelolaan
Laundry RSPP
e. Tanda tangan driver Pihak Kedua, perwakilan dari Rumah Sakit Pusat Pertamina dan Pihak
Pertama (jika memungkinkan);
f. ...................

(3) Berita Acara Pengambilan cucian, yaitu berita acara yang dibuat pada saat pengambilan cucian
pada waktu-waktu yang telah ditentukan dalam Perjanjian ini atau berdasarkan kondisi yang
terjadi di lapangan;
(4) Berita Acara Pengambilan cucian sedikitnya memuat tentang hal-hal sebagai berikut:
a. Jumlah/bobot/berat cucian yang diambil oleh Pihak Kedua;
b. Jenis cucian yang diambil oleh Pihak Kedua;
c. Waktu Pengambilan;
d. Personal In Charge dari Direksi pekerjaan yang ditunjuk dalam Perjanjian Pengelolaan
Laundry RSPP
e. Tanda tangan driver Pihak Kedua, perwakilan dari Rumah Sakit Pusat Pertamina dan Pihak
Pertama (jika memungkinkan);
f. ...................

(5) Berita Acara pengantaran, yaitu Berita Acara yang dibuat pada saat pengantaran cucian yang
telah bersih, pada waktu-waktu yang telah ditentukan dalam Perjanjian ini atau berdasarkan
kondisi yang terjadi di lapangan.
(6) Berita Acara Pengantaran cucian sedikitnya memuat hal-hal sebagai berikut:
a. Jumlah/bobot/berat cucian yang diantar oleh Pihak Kedua;
b. Jenis cucian yang diantar oleh Pihak Kedua;
c. Waktu Pengantaran;
d. Personal In Charge dari Direksi pekerjaan yang ditunjuk dalam Perjanjian Pengelolaan
Laundry RSPP
e. Tanda tangan driver Pihak Kedua, perwakilan dari Rumah Sakit Pusat Pertamina dan Pihak
Pertama (jika memungkinkan);
f. ...................

(7) Secara umum, Berita Acara akan digunakan oleh Pihak Pertama untuk melakukan penagihan
(invoicing) kepada pihak Rumah Sakit Pusat Pertamina.
PASAL 10
KORESPONDENSI
1. Setiap korespondensi dan pemberitahuan dalam rangka pelaksanaan Perjanjian ini harus
diilakukan secara tertulis dan dialamatkan kepada alamat di bawah ini:

I. PIHAK PERTAMA : Koperasi RSPP


Manager Koperasi
Up. : Supriyanto
Jl. Kyai Maja No. 43 Kebayoran Baru Jakarta Selatan
Telepon : 021 – 7219894, 7219778
Facsimile : 021 – 7205020

II. PIHAK KEDUA : ………………


Jl. …………………….
…………………….
…………………….
…………………….
2. Setiap perubahan alamat korespondensi pihak-pihak harus di sampaikan kepada pihak lainnya
paling lambat 60 (enam puluh) hari sejak efektif perubahan tersebut berlaku.
3. PARA PIHAK juga dapat melakukan korespondensi diluar alamat sebagaimana dimaksud dalam
Ayat (1) Pasal ini melalui Short Message Sending (SMS), surat elektronik (e-mail), Black Berry
Message (BBM), What’s Application dan lainnya yang dianggap pantas dengan ditujukan kepada
alamat korespondensi sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) Pasal ini.
PASAL 11
PERUBAHAN-PERUBAHAN

(1) Dalam hal terjadi adanya Perubahan-Perubahan Perjanjian atau perubahan yang berkaitan
dengan operasional, administratif maupun hal lain, maka PIHAK yang mengajukan atau yang
menghendaki Perubahan-Perubahan tersebut harus mengajukan secara tertulis kepada Pihak
lainnya dalam Perjanjian ini:
(2) Perubahan sebagaimana dimaksud dalam Ayat 1 Pasal ini dapat berupa:
a. Perubahan persentase Bagi Hasil, harus disertakan dengan alasan yang diterima oleh Pihak
yang diajukan;
b. Perubahan jangka waktu Perjanjian;
c. Perubahan korespondensi;
(3) Setiap perubahan yang diajukan oleh Pihak yang mengajukan harus terlebih dahulu dikaji untuk
menghindari dampak yang merugikan Para Pihak;
(4) Setiap perubahan yang telah mendapat persetujuan tetap akan dievaluasi secara periodik.

PASAL 12
PENGALIHAN

(1) Apabila setiap saat selama Perjanjian ini penguasaan dan/atau kepemilikan peralatan dan/atau
perlengkapan, bahan baku serta karyawan yang dipekerjakan oleh Pihak Kedua beralih ke pihak
manapun dan dengan cara apapun, maka sebelum dilaksanakannya pengalihan tersebut, Pihak
Kedua wajib memberitahukan kepada Pihak Pertama, dan pihak yang akan menerima alih
penguasaan dan/atau pemilikan tersebut (selanjutnya disebut ”Penerus”) harus menghormati
hak-hak Pihak Pertama serta mengikatkan diri terhadap ketentuan dan syarat Perjanjian ini.
(2) Atas pengalihan sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) Pasal ini, Pihak Pertama akan
memberitahukan kepada Pihak Lain untuk tetap menghormati hak-hak dari Pihak Kedua dan
mengikatkan diri serta tunduk pada ketentuan dan syarat Perjanjian ini.
PASAL 13
JAMINAN HUKUM

(1) Pihak Pertama menjamin bahwa Pihak Kedua dapat mempergunakan area laundry yang
dimanfaatkan dalam rangka pelaksanaan Perjanjian ini, sesuai dengan maksud dari Perjanjian
ini.
(2) Apabila setelah diadakannya Perjanjian ini terdapat pernyataan keberatan dari Pihak Ketiga,
atau terjadinya penggusuran terhadap area oleh pihak lain di luar Perjanjian ini yang
mengakibatkan Pihak Kedua tidak dapat mempergunakan area Laundry, Pihak Pertama wajib
memberikan Area Pengganti untuk Pihak Kedua dalam menjalankan Usaha.
(3) Apabila Building Management bermaksud melakukan pembangunan terhadap Lahan yang
dimanfaatkan dimana sepatutnya diduga akan mempengaruhi operasional laundry yang
dijalankan Pihak Kedua, maka Pihak Pertama wajib memberitahukan kepada Pihak Kedua
selambat-lambatnya 2 (dua) bulan sebelumnya. Apabila pembangunan tersebut mengharuskan
dan menyebabkan relokasi terhadap peralatan dan/atau perlengkapan milik Pihak Kedua, maka
Pihak Pertama wajib menyiapkan tempat dan/atau ruangan lain dalam lingkungan Rumah Sakit
Pusat Pertamina sebagai pengganti.
(4) Pihak Kedua menjamin bahwa setiap hasil pencucian telah memenuhi dan mengikuti pedoman
standar minimal dalam pengelolaan dan penanganan pakaian dan linen di rumah sakit.

PASAL 14
FORCE MAJEURE (KEADAAN MEMAKSA)

(1) Tidak dilaksanakannya atau tertundanya pelaksanaan sebagian atau keseluruhan ketentuan
Perjanjian ini oleh salah satu Pihak atau Para Pihak tidak termasuk sebagai pelanggaran atas
Perjanjian apabila hal tersbut disebabkan oleh adanya force majeure (keadaan memaksa).
(2) Yang termasuk sebagai force majeure adalah kejadian-kejadian yang dengan segala daya dan
upaya tidak dapat diduga dan tidak dapat diatasi oleh Pihak yang mengalaminya, yakni
peristiwa-peristiwa termasuk namun tidak terbatas pada:
a. Bencana alam termasuk namun tidak terbatas pada banjir, tanah longsor, gunung meletus,
angin topan dan gempa bumi;
b. Terjangkitnya suatu wabah penyakit menular;
c. Pemberontakan, huru hara, kerusuhan, perang;
d. Kebakaran;
e. Sabotase;
f. Embargo dan pemogokan umum;
g. Kebijakan Pemerintah atau instansi yang berwenang yang menghalangi secara langsung
untuk terlaksananya Perjanjian ini.
(3) Pihak yang tidak dapat memenuhi kewajibannya sehubungan dengan force majeure tersebut
harus memberitahukan secara tertulis kepada Pihak lainnya selambat-lambatnya dalam waktu 7
(tujuh) Hari Kerja sejak mulainya kejadian tersebut.
(4) Kelalaian atau kelambatan Pihak yang terkena force majeure dalam memberitahukan
sebagaimana dimaksud Pasal ini dapat mengakibatkan tidak diakuinya peristiwa dimaksud
sebagai force majeure.
(5) Semua kerugian dan biaya yang diderita oleh salah satu Pihak sebagai akibat force majeure
tidak menjadi tanggung jawab Pihak lainnya.
(6) Jika peristiwa force majeure berkepanjangan hingga 60 (enam puluh) hari kalender atau lebih,
maka salah satu dari Para Pihak, dengan pemberitahuan tertulis kepada Pihak lainnya dapat
mengakhiri Perjanjian ini tanpa kewajiban-kewajiban lebih lanjut terhadap Pihak lainnya yang
menyangkut pengakhiran Perjanjian ini, kecuali kewajiban pembayaran yang belum diselesaikan
selama Perjanjian ini berlangsung.

PASAL 15
KORESPONDENSI

(1) Setiap korespondensi dan pemberitahuan dalam rangka pelaksanaan Perjanjian ini harus
diilakukan secara tertulis dan dialamatkan kepada alamat di bawah ini:

I. PIHAK PERTAMA : Koperasi Rumah Sakit Pusat Pertamina


Manager Koperasi
Up. : Supriyanto
Jl. Kyai Maja No. 43 Kebayoran Baru Jakarta Selatan
Telepon : 021 – 7219894, 7219778
Facsimile : 021 – 7205020

II. PIHAK KEDUA :


………………………….
………………………….
………………………….
………………………….
No. Telepon :

(2) Setiap perubahan alamat korespondensi pihak-pihak harus di sampaikan kepada pihak lainnya
paling lambat 60 (enam puluh) hari sejak efektif perubahan tersebut berlaku.
(3) Para Pihak juga dapat melakukan korespondensi diluar alamat sebagaimana dimaksud dalam
Ayat (1) Pasal ini melalui Short Message Sending (SMS), surat elektronik (e-mail), BlackBerry
Messenger (BBM), What’s Application dan lainnya yang dianggap pantas dengan ditujukan
kepada alamat korespondensi sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) Pasal ini.

PASAL 16
PENGAKHIRAN

(1) Perjanjian ini tidak dapat diakhiri oleh salah satu pihak kecuali terdapat kesalahan, kelalaian dan
atau pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu pihak terhadap ketentuan Perjanjian ini.
(2) Apabila terjadi pengakhiran yang disebabkan oleh kesalahan, kelalaian dan/atau pelanggaran
sebagaimana dimaksud Pasal, Para Pihak sepakat mengesampingkan keberlakuan Pasal 1266
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, sehingga pengakhiran Perjanjian akan berlaku efektif
paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah diterimanya pemberitahuan tertulis dari Para Pihak
yang terikat dalam Perjanjian ini.
(3) Bila terjadi Pengakhiran Perjanjian maka Para Pihak sepakat bahwa seluruh peralatan,
perlengkapan yang berada di site workshop Rumah Sakit Pusat Pertamina, termasuk tetapi tidak
terbatas kepada peralatan pendukung serta bahan-bahan yang digunakan dalam pengelolaan
laundry di Rumah Sakit Pusat Pertamina tetap menjadi hak dan kuasa sepenuhnya Pihak
Kedua.
(4) Pengakhiran Perjanjian tidak mengakibatkan berakhirnya hak-hak dan kewajiban-kewajiban
yang belum tuntas dan dipenuhi oleh masing-masing pihak. Oleh karenanya, terhadap hak dan
kewajiban yang belum dipenuhi oleh Pihak dalam Perjanjian ini wajib diselesaikan dengan baik,
tuntas dan sesuai dengan kesepakatan Para Pihak.
(5) Pengakhiran Perjanjian hanya akan berlaku dan efektif serta memiliki kekuatan hukum yang
mengikat jika telah dibuatkan Berita Acara Pengakhiran Perjanjian yang ditanda tangani oleh
Para Pihak.

PASAL 17
KETERPISAHAN
Apabila selama berlakunya Perjanjian ini terdapat pasal yang menjadi tidak sah karena hukum, tidak
dapat dilaksanakan karena hukum atau bertentangan dengan ketentuan perundangan yang berlaku
di wilayah hukum Negara Republik Indonesia, selanjutnya dimengerti dan disetujui oleh Para Pihak
bahwa pasal yang tidak sah karena hukum, tidak dapat dilaksanakan karena hukum atau pasal
yang bertentangan dengan ketentuan perundangan tersebut tidak mengakibtakan berakhirnya
Perjanjian ini dan karenanya pasal-pasal yang lain masih tetap berlaku dan mengikat Para Pihak.
PASAL 18
PENYELESAIAN SENGKETA

Apabila di kemudian hari terjadi ketidaksepakatan/perselisihan terhadap penafsiran dan atau


pelaksanaan Perjanjian ini, Para Pihak sepakat untuk melakukan musyawarah. Apabila
musyawarah dimaksud tidak mencapai kata sepakat, maka Para Pihak sepakat untuk
menyelesaikan perselisihan/sengketa melalui Badan Arbiterase Nasional Indonesia (BANI).

PASAL 19
PENUTUP

Apabila dalam Perjanjian ini terdapat hal-hal yang tidak atau belum cukup diatur dalam Perjanjian ini
akan diatur dalam Addendum atau Amandemen atas Perjanjian ini yang ditandatangani bersama
oleh Para Pihak sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini dan apabila
terdapat kekeliruan/kesalahan, maka akan ditinjau kembali sebagaimana mestinya.

Demikian Perjanjian ini, aslinya dibuat dalam rangkap 2 (dua) mempunyai kekuatan hukum yang
sama.

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA


KOPERASI RSPP .................................

SUDARTO, SM.Ph., S.H. .......................................

Saksi-Saksi:

1. …………………… …………………..

2. ………………….. …………………..

3. ………………….. …………………..

4. ………………….. …………………..

Anda mungkin juga menyukai