Anda di halaman 1dari 12

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA N 1 Kelas/Semester : XI / 1 KD : 3.2 dan 4.2


Watumalang Alokasi Waktu : 4 x 45 menit Pertemuan ke : 1
Mata Pelajaran : KIMIA
Materi : Minyak Bumi

A. TUJUAN
 Mengidentifikasi jenis bahan bakar minyak (BBM) yang dijual di SPBU
 Memahami proses pembentukan minyak bumi dan cara mengeksplorasinya
 Memahami proses penyulingan minyak bumi secara distilasi bertingkat
 Menganalisis proses penyulingan bertingkat untuk menghasilkan minyak bumi menjadi fraksi-fraksinya.
 Menyajikan karya tentang proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi beserta
kegunaannya
 Membandingkan kualitas bensin berdasarkan bilangan oktannya (Premium, Pertamax, dan sebagainya).
 Menjelaskan penggunaan bahan bakar alternatif selain minyak bumi dan gas alam.
 Menganalisis bahan bakar alternatif selain minyak bumi dan gas alam.

B. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Media : Alat/Bahan :

 Lembar Kerja Peserta Didik  Penggaris, spidol, papan tulis


 Petunjuk pembuatan produk  Laptop
 Slide presentasi (ppt)

PENDAHULUAN  Peserta didik memberi salam, berdoa, menyanyikan lagu nasional ( PPK)
 Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi (yel-yel/ice
breaking)
 Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan
diajarkan
 Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan langkah pembelajaran

Kegiatan Literasi Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan
menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi
Fraksi Minyak Bumi dan Mutu Bensin
Critical Thinking Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang
belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat
KEGIATAN INTI

hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi Fraksi Minyak Bumi
dan Mutu Bensin
Collaboration Peserta didik bekerja secara individu atau kelompok untuk mendiskusikan,
mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi
mengenai Fraksi Minyak Bumi dan Mutu Bensin
Communication Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal,
mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi
kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan
Creativity Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari
terkait Fraksi Minyak Bumi dan Mutu Bensin Peserta didik kemudian diberi
kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami
PENUTUP  Guru bersama peserta didik merefleksikan pengalaman belajar
 Guru memberikan penilaian lisan secara acak dan singkat
 Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya dan
berdoa

C. PENILAIAN
- Sikap : Jurnal, - Pengetahuan : Penugasan, - Ketrampilan: Produk

Mengetahui, Watumalang, Juli 2020


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Dra. SRI WURYANTI SRI WAHYUNINGSIH, S.Pd.Si.
NIP 19640717 198601 2 003 NIP 19870720 201001 2 013
Lampiran 1
Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
1. Teknik Penilaian
a. Sikap
JURNAL PENILAIAN SIKAP

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Watumalang


Tahun Pelajaran : 2020/2021
Kelas/Semester : XI / Gasal
Mata Pelajaran : Kimia

Kejadian/ Butir Positif/ Tindak


No Waktu Nama
perilaku sikap negatif lanjut
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
b. Pengetahuan
Penugasan dangan Lembar Kerja Peserta Didik

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK


MINYAK BUMI

Minyak bumi merupakan komoditas hasil tambang yang sangat penting peranannya
dalam kehidupan manusia, terutama sebagai sumber energi. Bahan bakar mulai dari elpiji,
bensin, solar, hingga kerosin; serta material seperti lilin parafin dan aspal; dan berbagai
reagen kimia yang dibutuhkan untuk pembuatan plastik, karet sintetis, deterjen, obat-obatan,
dan lainnya dihasilkan dari minyak bumi.

KEGIATAN 1
Minyak bumi merupakan sumber energi yang sangat penting. Jelaskan pembentukan minyak
bumi.

Minyak bumi disusun oleh hidrokarbon. Jelaskan senyawa penyusun minyak bumi

Pengolahan minyak bumi dilakukan secara distillasi bertingkat menjadi fraksi-fraksinya.


Jelaskan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi beserta kegunaannya.

KEGIATAN 2
Bensin merupakan bahan bakar kendaraan bermotor yang memiliki peranan penting. Setiap
jenis bensin memiliki mutu yang berbeda. Jelaskan cara menentukan mutu bensin.

Di Indonesia, tersedia beberapa jenis bensin, misalnya premium, pertamax, dan pertamax
plus. Jelaskan perbedaan mutu ketiganya.

Mutu bensin ditentukan oleh efektivitas pembakarannya di dalam mesin. Jelaskan cara
meningkatkan mutu bensin
KEGIATAN 3
Minyak bumi adalah sumber energi fossil yang tak terbarukan. Sumber energi terbarukan di
Indonesia yang layak dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan energi di Indonesia.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi energi terbarukan (renewable energi)
yang sangat melimpah. Sayangnya sumber-sumber energi terbarukan tersebut belum
dimanfaatkan secara maksimal. Analisislah bahan bakar alternatif selain minyak bumi dan
gas alam yang dapat digunakan.
Pedoman Penskoran Tugas
Skor
No Aspek yang Dinilai
Baik Cukup Kurang

1. Kesesuaian dengan konsep dan prinsip 3 2 1

2. Ketepatan memilih sumber belajar 3 2 1

3. Kreativitas 3 2 1

4. Ketepatan waktu pengumpulan tugas 3 2 1

5. Kerapihan hasil 3 2 1

Skor maksimum 15

Nilai = jumlah skor x 2 dibagi 3


c. Keterampilan
Penilaian Produk
Kompetensi Dasar
Menyajikan karya tentang proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi
minyak bumi beserta kegunaannya
Orientasi Masalah
Minyak bumi diolah dengan teknik destilasi bertingkat. Buatlah poster tentang proses
pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi beserta kegunaannya
Rubrik Penilaian
Skor
N Aspek Yang
o Dinilai
1 2 3 4

1 Isi/Teks Seluruh Memenuhi Memenuhi Memenuhi


kriteria tidak satu kriteria dua kriteria aspek:
terpenuhi Singkat dan
padat
Informative
Jelas terbaca
2 Desain Seluruh Memenuhi Memenuhi Memenuhi
kriteria tidak satu kriteria dua kriteria aspek:
terpenuhi Warna menarik
Proporsional
Pesan yang
disampaikan
menjadi pusat
perhatian
3 Gambar Seluruh Memenuhi Memenuhi Memenuhi
kriteria satu dua aspek:
tidak terpenuhi kriteria kriteria Gambar
menarik
Bermakna
sebagai
penyampai
pesan
Orisinil
4 Tujuan Tidak dapat Sulit Cukup Sangat mudah
penyampaian ditangkap ditangkap mudah ditangkap
pesan pembaca pembaca ditangkap pembaca
pembaca
Lampiran 2
Materi Ajar

MINYAK BUMI

Salah satu senyawa hidrokarbon yang sangat penting bagi manusia saat ini adalah gas alam (natural
gas) dan minyak bumi (petroleum). Minyak bumi tidak hanya digunakan sebagai bahan bakar mesin
industri dan alat transportasi, tetapi juga sebagai bahan dasar untuk produk-produk rumah tangga,
seperti plastik dan kosmetik.Bagaimanakah proses pembentukan minyak bumi? Bagaimanakah
teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi? Apakah kegunaan dari produk-produk hasil
pengolahan minyak bumi?

A. Pembentukan dan Komposisi Minyak Bumi


Istilah minyak bumi diterjemahkan dari bahasa latin (petroleum), artinya petrol (batuan) dan oleum
(minyak). Nama petroleum diberikan kepada fosil hewan dan tumbuhan yang ditemukan dalam
kulit bumi berupa gas alam, batubara, dan minyak bumi.

1. Pembentukan dan Eksplorasi


Minyak bumi terbentuk dari fosil-fosil hewan dan tumbuhan kecil yang hidup di laut dan tertimbun
selama berjuta-juta tahun lampau. Ketika hewan dan tumbuhan laut mati, jasad mereka tertimbun
oleh pasir dan lumpur di dasar laut. Setelah ribuan tahun tertimbun, akibat pengaruh tekanan dan
suhu bumi yang tinggi, lapisan-lapisan lumpur dan pasir berubah menjadi batuan. Akibat tekanan
dan panas bumi, fosil hewan dan tumbuhan yang terjebak di lapisan batuan secara perlahan berubah
menjadi minyak mentah dan gas alam. Kedua bahan tersebut terperangkap di antara lapisan-lapisan
batuan dan tidak dapat keluar. (perhatikan Gambar 9.1).

Sekarang, minyak bumi banyak dijumpai di dasar laut dekat lepas pantai
sehingga dibangun anjungan minyak bumi lepas pantai seperti pada
Gambar 9.2 dan daratan yang tidak jauh dari pantai. Hal ini akibat
adanya gerakan kerak bumi yang menimbulkan pergeseran pada lapisan
batuan, seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi.Untuk
mengetahui sumber minyak bumi diperlukan pengetahuan geologi dan
pengalaman.
Tahap pertama eksplorasi minyak bumi adalah mencari petunjuk
dipermukaan bumi seperti adanya lipatan-lipatan batuan. Lipatan-lipatan
itu akibat tekanan gas dan minyak bumi yang merembes ke dalam
batuan berpori sehingga minyak bumi dapat naik ke permukaan, tetapi
tidak mencapai permukaan bumi karena tertahan oleh lapisan batuan
lain. Berdasarkan hasil pengamatan dan petunjuk struktur permukaan
bumi, area selanjutnya diselidiki menggunakan pancaran gelombang
seismik. Pancaran gelombang seismik digunakan untuk menentukan
struktur batuan pada lapisan kulit bumi.

Untuk mengeluarkan minyak bumi dan gas alam dari lapisan batuan diperlukan pemboran lapisan
bumi hingga mencapai ke dasar lapisan batuan yang mengandung minyak bumi. Kedalamannya
dapat mencapai ratusan meter. Setelah dibor, pada awalnya minyak bumi akan memancar sendiri
akibat tekanan lapisan bumi yang tinggi, tetapi makin ke atas tekanan ini makin lemah sehingga
diperlukan tekanan dari luar. Ini dilakukan dengan cara memompa menggunakan air atau udara
hingga minyak bumi dapat dipompa keluar. Pengangkutan minyak mentah dapat dilakukan dengan
menggunakan kapal tanker.
2. Komposisi Minyak Bumi
Gas alam merupakan campuran dari alkana dengan komposisi bergantung pada sumbernya.
Umumnya, mengandung 80% metana (CH4), 7% etana (C2H6), 6% propana (C3H8), 4% butana
dan isobutana (C4H10), dan 3% pentana (C5H12). Gas alam yang dipasarkan sudah diolah dalam
bentuk cair, disebut LNG (liquid natural gas). Minyak bumi hasil pertambangan yang belum diolah
dinamakan minyak mentah (crude oil). Minyak mentah merupakan campuran yang sangat
kompleks, yaitu sekitar 50–95% adalah hidrokarbon, terutama golongan alkana dengan berat
molekul di atas 100–an; sikloalkana; senyawa aromatik; senyawa mikro, seperti asam-asam
organik; dan unsur-unsur anorganik seperti belerang. Hidrokarbon dalam minyak mentah terdiri atas
hidrokarbon jenuh, alifatik, dan alisiklik. Sebagian besar komponen minyak mentah adalah
hidrokarbon jenuh, yakni alkana dan sikloalkana. Di Indonesia, minyak bumi terdapat di bagian
utara pulau Jawa, bagian timur Kalimantan dan Sumatra; daerah Papua; dan bagian timur pulau
Seram. Minyak bumi juga diperoleh di lepas pantai utara Jawa dan pantai timur Kalimantan.
Minyak bumi yang ditambang di Indonesia umumnya banyak mengandung senyawa hidrokarbon
siklik, baik sikloalkana maupun aromatik. Berbeda dengan minyak dari Indonesia, minyak bumi
dari negara-negara Arab lebih banyak mengandung alkana dan minyak bumi Rusia lebih banyak
mengandung sikloalkana.

B. Pengolahan Minyak Mentah


Minyak mentah merupakan campuran yang sangat kompleks maka perlu diolah lebih lanjut untuk
dapat dimanfaatkan. Gambar 9.5 merupakan tempat pengolahan minyak mentah menjadi fraksi-
fraksi minyak bumi, seperti yang ada di SPBU dilakukan melalui penyulingan (distillation)
bertingkat.

1. Penyulingan Minyak Bumi


Minyak yang ditambang masih berupa minyak mentah yang belum dapat digunakan. Untuk dapat
dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan aplikasi lain, minyak mentah perlu diolah di kilang-kilang
minyak melalui penyulingan bertingkat dengan teknik fraksionasi.
Hidrokarbon yang memiliki titik didih paling rendah akan terpisah lebih dulu, disusul dengan
hidrokarbon yang memiliki titik didih lebih tinggi. Jadi, secara bertahap, senyawa hidrokarbon
dapat dipisahkan dari campuran minyak mentah.
Fraksi minyak mentah yang pertama keluar dari penyulingan adalah senyawa hidrokarbon dengan
massa molekul rendah, kurang dari 70 sma. Fraksi ini dikemas dalam tabung bertekanan sampai
mencair. Hasil pengolahan pada fraksi ini dikenal dengan LPG (liquid petroleum gas).
Setelah semua fraksi teruapkan, fraksi berikutnya yang keluar adalah fraksi gasolin. Suhu yang
diterapkan untuk mengeluarkan fraksi ini berkisar antara 40 – 200°C. Pada suhu tersebut,
hidrokarbon mulai dari pentana sampai oktana dikeluarkan dari penyulingan (lihat titik didih
pentana sampai oktana). Pada suhu kamar, wujud dari fraksi ini adalah cairan tak berwarna hingga
agak kuning dan mudah menguap. Demikian seterusnya hingga semua fraksi dapat dipisahkan
secara bertahap berdasarkan perbedaan titik didihnya. Hasil fraksionasi itu menyisakan residu yang
disebut aspal berwarna hitam pekat.
Tabel : Proses Penyulingan Minyak Mentah Menjadi Fraksi-Fraksi Minyak Bumi
2. Perengkahan Minyak Bumi
Untuk memenuhi kebutuhan produk tertentu, hidrokarbon yang berantai panjang dapat dipecah
menjadi lebih pendek melalui proses perengkahan (cracking). Sebaliknya, hidrokarbon rantai
pendek dapat digabungkan menjadi rantai yang lebih panjang (reforming). Untuk meningkatkan
fraksi bensin dapat dilakukan dengan cara memecah hidrokarbon rantai panjang menjadi fraksi
(C5–C9) melalui perengkahan termal. Proses perengkahan ini dilakukan pada suhu 500°C dan
tekanan 25 atm.
Hidrokarbon jenuh rantai lurus seperti kerosin (C12H26) dapat direngkahkan ke dalam dua buah
fragmen yang lebih pendek menjadi senyawa heksana (C6H14) dan heksena (C6H12).

Keberadaan heksena (alkena) dari hasil perengkahan termal dapat meningkatkan bilangan oktan
sebesar 10 satuan. Akan tetapi, produk dari proses perengkahan ini umumnya kurang stabil jika
disimpan dalam kurun waktu lama. Oleh karena produk perengkahan termal umumnya kurang stabil
maka teknik perengkahan termal diganti dengan perengkahan katalitik menggunakan katalis yang
dilakukan pada suhu dan tekanan tinggi. Perengkahan katalitik, misalnya alkana rantai panjang
direaksikan dengan campuran silikon (SiO2) dan alumina (Al2O3), ditambah gas hidrogen atau
katalis tertentu. Dalam reforming, molekul-molekul kecil digabungkan menjadi molekul-molekul
yang lebih besar. Hal ini dilakukan guna meningkatkan produk bensin. Misalnya, butana dan
propana direaksikan membentuk heptana. Persamaan reaksinya:
C4H10(g) + C3H8(g ) → C7H16(l) + H2(g)

3. Bilangan Oktan
Fraksi terpenting dari minyak bumi adalah bensin. Bensin digunakan sebagai bahan bakar
kendaraan bermotor. Sekitar 10% produk distilasi minyak mentah adalah fraksi bensin dengan
rantai tidak bercabang. Dalam mesin bertekanan tinggi, pembakaran bensin rantai lurus tidak merata
dan menimbulkan gelombang kejut yang menyebabkan terjadi ketukan pada mesin. Jika ketukan ini
dibiarkan dapat mengakibatkan mesin cepat panas dan mudah rusak.
Ukuran pemerataan pembakaran bensin agar tidak terjadi ketukan digunakan istilah bilangan oktan.
Bilangan oktan adalah bilangan perbandingan antara nilai ketukan bensin terhadap nilai ketukan
dari campuran hidrokarbon standar. Campuran hidrokarbon yang dipakai sebagai standar bilangan
oktan adalah n-heptana dan 2,2,4-trimetilpentana (isooktana). Bilangan oktan untuk campuran 87%
isooktana dan 13% n-heptana ditetapkan sebesar 87 satuan. Terdapat tiga metode pengukuran
bilangan oktan, yaitu:
a. pengukuran pada kecepatan dan suhu tinggi, hasilnya dinyatakan sebagai bilangan oktan mesin;
b. pengukuran pada kecepatan sedang, hasilnya dinamakan bilangan oktan penelitian;

Makin tinggi nilai bilangan oktan, daya tahan terhadap ketukan makin kuat (tidak terjadi ketukan).
Ini dimiliki oleh 2,2,4-trimetilpentana (isooktana), sedangkan n-heptana memiliki ketukan tertinggi.
Oleh karena 2,2,4-trimetilpentana memiliki bilangan oktan tertinggi (100) dan n-heptana terendah
(0) maka campuran kedua senyawa tersebut dijadikan standar untuk mengukur bilangan oktan.
Untuk memperoleh bilangan oktan tertinggi, selain berdasarkan komposisi campuran yang
dioptimalkan juga ditambah zat aditif, seperti tetraetillead (TEL) atau Pb(C2H5)4. Penambahan 6
mL TEL ke dalam satu galon bensin dapat meningkatkan bilangan oktan 15–20 satuan. Bensin yang
telah ditambah TEL dengan bilangan oktan 80 disebut bensin premium. Metode lain untuk
meningkatkan bilangan oktan adalah termal reforming. Teknik ini dipakai untuk mengubah alkana
rantai lurus menjadi alkana bercabang dan sikloalkana. Teknik ini dilakukan pada suhu tinggi
(500–600°C) dan tekanan tinggi (25–50 atm).

C. Aplikasi dan Dampak Lingkungan


Minyak bumi selain digunakan untuk bahan bakar juga dapat digunakan sebagai bahan baku untuk
berbagai aplikasi, seperti polimer, karet sintetik, pupuk, detergen, pelarut, fiber, dan obat-obatan.
Akan tetapi, selain bermanfaat, penggunaan minyak bumi juga memiliki dampak negatif pada
lingkungan jika produk samping yang dihasilkan melebihi ambang batas tertentu.

1. Aplikasi Lain Minyak Bumi


Sekitar 75% minyak mentah dimurnikan untuk kepentingan bahan bakar. Sisanya tetap sebagai
minyak bumi untuk kepentingan pelarut, industri pelumas, dan obat-obatan. Minyak bumi dari
golongan aromatik dan alifatik tidak jenuh yang memiliki massa molekul rendah sering disebut
dengan nama nafta. Fraksi nafta ini banyak digunakan untuk bahan baku berbagai aplikasi.
Senyawa aromatik digunakan sebagai bahan baku untuk obatobatan, detergen, zat warna, dan
kosmetik. Beberapa senyawa aromatic banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya
pemanis (sakarin), pengawet (BHA, BHT, dan propilgalat), pewarna (indigotin biru, amaran merah,
tartrazin kuning, dan eritrosin). Senyawa alifatik tidak jenuh banyak digunakan untuk bahan baku
polimer, pelarut, karet sintetik, dan juga fiber sintetik. Aplikasi lain dari fraksi nafta adalah sebagai
bahan baku untuk membuat aerosol, antibeku, detergen, pigmen, alkohol, lem, peledak, herbisida,
dan insektisida.

2. Dampak Lingkungan
Pembakaran bensin yang mengandung zat aditif TEL akan membentuk timbel oksida (PbO).
Senyawa ini dapat tertimbun dalam mesin. Agar PbO tidak tertimbun dalam mesin, biasanya ke
dalam bensin ditambahkan 1,2-dibromometana. Ketika pembakaran bensin di dalam mesin, PbO
yang terbentuk bereaksi dengan 1,2-dibromometana menghasilkan PbBr 2 yang mudah menguap dan
dibebaskan ke udara. Senyawa PbBr2 yang dibebaskan dari pembakaran bensin menjadi polutan
bagi udara di sekitarnya sebab senyawa timbel tergolong beracun pada batas ambang tertentu
(logam B3 atau bahan beracun dan berbahaya). Pencemaran lain dari dampak pembakaran minyak
bumi adalah jika pembakaran tidak sempurna akan terbentuk gas CO dan jelaga. Jelaga sebagai
hasil samping dari pembakaran minyak bumi dapat mencemari lingkungan karena berupa partikulat
yang dapat masuk ke dalam paruparu dan merusak sistem jaringan.

a. Karbon Monoksida
Gas CO yang dibebaskan dari pembakaran jika terhirup dapat menimbulkan lelah dan pusing,
bahkan pingsan. Hal ini berkaitan dengan reaktifitas sel darah merah terhadap gas CO. Jika di udara
banyak gas CO dan terhirup, haemoglobin akan mengikat gas CO daripada gas O2. Akibatnya,
orang yang menghirup CO akan kekurangan oksigen dalam darah. Jika keadaan ini terus berlanjut
dapat menimbulkan kematian.

b. Oksida Belerang
Selain timbal dan gas CO, masih terdapat satu jenis gas yang juga bersifat racun, yaitu terbentuknya
gas SO2. Gas ini timbul disebabkan dalam bensin masih mengandung belerang. Belerang dioksida
adalah gas yang tidak berwarna dan tidak mudah terbakar. Pada konsentrasi antara 0,3–1,0 ppm di
udara dapat menimbulkan bau yang tidak sedap. Gas SO 2 dapat berubah menjadi gas SO3. Pada
kelembapan tinggi dapat terbentuk asam sulfat yang sangat korosif terhadap berbagai material
logam maupun nonlogam, seperti bangunan dan cat rumah
Gas SO2 juga dapat menimbulkan reaksi fotokimia yang berakibat menurunnya daya penglihatan
(visibilitas) karena terbentuk smog (kabut asap). Pada 1950, di London terjadi bencana kematian
paling sedikit 4.000 orang akibat kabut asap.
c. Hidrokarbon (CnHx)
Hidrokarbon adalah campuran senyawa yang mengandung karbon dan hidrogen dalam berbagai
komposisi. Pada umumnya, senyawa hidrokarbon dianggap pencemar jika terdapat dalam
konsentrasi cukup tinggi. Terdapat dua golongan besar berkaitan dengan pencemaran udara, yaitu
deret olefin dan deret aromatik.Sumber utama polutan hidrokarbon adalah proses pembakaran yang
kurang sempurna dari bahan bakar minyak bumi serta dari proses penguapan minyak bumi.
Beberapa uap hidrokarbon berbau tidak sedap dan hidrokarbon lain berperan pada proses fotokimia.
Beberapa senyawa aromatik benzena dan turunannya diduga dapat menyebabkan kanker, sedangkan
olefin pada konsentrasi rendah tidak membahayakan bagi hewan, tetapi pada beberapa jenis
tanaman dapat menghambatpertumbuhan.
Hidrokarbon di udara dapat membentuk reaksi yang sangat kompleks, mengakibatkan
bertambahnya konsentrasi ozon di udara dan terbentuknya senyawa organik seperti peroksiasetil
nitrat (PAN), peroksibenzoil nitrat (PBzN), dan asam nitrat. Senyawa-senyawa tersebut berkerumun
membentuk kabut. Oleh karena zat yang dihasilkan berasal dari reaksi fotokimia maka kabut yang
terbentuk disebut kabut fotokimia.