Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM JARINGAN KOMPUTER

“KONFIGURASI DASAR ROUTER CISCO”

OLEH :

RANA WULANDARI MILI


32219039
3B D3 TELEKOMUNIKASI

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
MAKASSAR
2021
I. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Mahasiswa dapat mengenal perangkat router cisco.
2. Mahasiswa dapat mengetahui perintah-perintah dasar pada Commond Line
Interface (CLI).
3. Mahasiswa dapat mengkonfigurasi router cisco.

II. DASAR TEORI


1. Pengertian Cisco
Cisco adalah sebuah merek perusahaan yang bergerak dibidang jaringan baik
circuit switching maupun packet switching. Produk-produk dari CISCO antara
lain switch, router, wireless, firewall, server, VoIP. Berikut adalah contoh jenis
perangkat cisco.

Cisco router adalah peralatan utama yang banyak digunakan pada jaringan
area luas atau Wide Area Network (WAN). Dengan cisco router, informasi dapat
diteruskan ke alamat-alamat yang berjauhan dan berada di jaringan komputer
yang berbeda. Cisco router bertujuan untuk dapat meneruskan paket data dari
suatu LAN ke LAN lainnya dengan menggunakan tabel dan protocol routing
yang berfungsi untuk mengatur lalu lintas data.
Paket data yang tiba di router diperiksa dan diteruskan ke alamat yang dituju.
Agar paket data yang diterima dapat sampai ke tujuannya dengan cepat, router
harus memproses data tersebut dengan sangat tepat.
2. Bagian-bagian Perangkat Cisco
Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk
meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router memiliki bagian-
bagian yang hampir mirip dengan PC. Bagian-bagian dari router adalah :
a. CPU (Central Processing Unit): untuk memproses lalu lintas data dengan
cepat.
b. RAM: untuk menyimpan konfigurasi yang sedang berjalan (running
configuration) dan sistem operasi IOS yang aktif, menyimpan routing table,
menangani cache ARP, menangani fast-swtiching cache, menyediakan
memori sementara utk konfigurasi file, menangani paket buffer, mengelola
antrian paket.
c. NVRAM (Non Volatile RAM): untuk menyimpan konfigurasi start-up (start-
up configuration). Isinya akan tetap ada walaupun router kehilangan power.
d. FLASH MEMORY: menyimpan IOS (Operating System Image). Memory ini
bisa menyimpan berbagai versi software IOS.
e. ROM: untuk menyimpan sistem bootstrap yang berfungsi untuk mengatur
proses dan menjalankan Power On Self Test (POST) dan IOS Image.
f. INTERFACE: merupakan komponen eksternal dari suatu router yang akan
menunjang router agar dapat bekerja dengan baik.
3. Cara konfigurasi Perangkat Cisco
Cisco dapat dikonfigurasi melalui 3 cara:
1. Console : menggunakan cable console yang dihubungkan melalui serial port
dan menggunakan aplikasi Hyperterminal atau Minicom
2. Telnet : melalui Jaringan, tetapi cara ini harus terlebih dahulu mengaktifkan
IPaddress, Telnet login di Cisco device
3. AUX : CISCO dihubungkan dengan modem, kemudian diremote akses
melalui jalur PSTN
4. Jenis Kabel yang Sering Digunakan Pada Router Cisco
a. Kabel Console
Kabel Console atau biasa juga disebut dengan kabel Cisco atau kabel
Rollover adalah sebuah jenis kabel null-modem yang sering digunakan untuk
menghubungkan port serial pada komputer dengan port console pada router.
Pada saat terhubung, anda dapat mengakses perangkat router dengan
menggunakan aplikasi komunikasi serial seperti: HyperTerminal, Minicom,
Putty.
Kabel Console umumnya berwarna biru dengan konektor DB-9 disisi satu
dan konektor RJ-45 disisi lainnya, seperti pada gambar dibawah:
Pada saat menyambungkan kabel console, ujung konektor RJ-45
dihubungkan ke port console dari perangkat cisco, sedangkan ujung konektor
serial dihubungkan ke port RS-232 pada PC. Pada aplikasi Cisco Packet
Tracer anda dapat menemukan kabel Console pada Connection dengan icon
berwarna biru dan pada saat dihubungkan maka akan membentuk garis
melengkung dengan warna biru, seperti pada gambar berikut:

b. Kabel Straight
Kabel Straight merupakan jenis kabel yang umumnya digunakan untuk
menghubungkan dua tipe perangkat yang berbeda, misalnya menghubungkan
komputer dengan switch atau hub.
Kabel Staright dapat dikenali dengan melihat kedua ujung sisi konektor,
apabila susunan warnanya sama maka kabel tersebut adalah kabel Straight.
Pada aplikasi Cisco Packet Tracer anda dapat menemukan kabel Straight
pada Connection dengan bentuk dan simbol garis utuh berwarna hitam,
seperti pada gambar dibawah:

c. Kabel Crossover
Kabel Crossover merupakan jenis kabel yang umumnya digunakan untuk
menghubungkan dua tipe perangkat yang sama, misalnya menghubungkan
dua hub-hub atau switch-switch.
Kabel Crossover dapat dikenali dengan melihat kedua ujung sisi konektor,
apabila susunan warnanya berbeda maka kabel tersebut adalah kabel
Crossover.

Pada aplikasi Cisco Packet Tracer anda dapat menemukan kabel Cross pada
Connection dengan bentuk dan simbol berupa garis putus-putus berwarna
hitam, seperti pada gambar dibawah:
5. Perintah-perintah Dasar Cisco Router
Konfigurasi awal (start-up Configuration) adalah suatu file yang berguna
untuk menentukan bagaimana Cisco router diatur pada saat boot. Jadi boleh
dkatakan file konfigurasi awal ini mirip seperti file autoexec.bat pada DOS yang
berguna untuk mengatur suatu komputer pada saat boot. Umumnya ketika
pertama kali router dihidupkan, router tersebut belum mempunyai konfigurasi
awal. Untuk membuat konfigurasi awal, Cisco router dilengkapi dengan tiga
cara sebagai berikut :
 Dengan suatu system configuration dialog, yang secara otomatis akan
membantu dalam membuat konfigurasi awal bagi peralatan router yang
belum memiliki konfigurasi awal sewaktu router dihidupkan. Setelah sistem
konfiguration dialog muncul di layar, kemudian mengisi pertanyaan yang
diberikan sesuai dengan kebutuhan. Misalnya : nama router, password,
banner, IP address dll.
 Dengan Autoinstall, dimana router mendapatkan konfigurasi awal dari
TCP/IP host yang sudah berfungsi di suatu jaringan WAN. Teknik
Multimedia dan Jaringan 6 6 PRAKTIKUM ROUTING SWITCHING
 Dari configuration mode, dengan menggunakan perintah-perintah
CommandLine Interface (CLI)
Cisco router mendukung auto complete artinya kita diperbolehkan mengetik
sebagian dari perintah command yang tersedia. Seperti:

Tanda “?” digunakan untuk mencari bantuan. Bila perintah “?” diketik setelah
tanda prompt, maka akan muncul daftar perintah-perintah yang dapat digunakan
di tingkat tersebut. Bila perintah “?” diketik setelah spasi dari suatu perintah
yang telah diketik, ia akan memberikan bantuan dengan memberikan daftar
perintah atau parameter berikutnya yang perlu diketikkan untuk melengkapi
perintah tersebut.
Command perintah cisco dapat diketik lebih mudah dan cepat dengan
memanfaatkan fungsi tombol khusus pada keyboard (shortcut) seperti:
Panah atas/bawah : Menampilkan perintah sebelumnya dari history buffer
Tombol Tab : Melengkapi suatu perintah yang belum lengkap diketik
Ctrl+A : Memindahkan cursor ke permulaan baris
Ctrl+B : Memindahkan kembali posisi kursor suatu karakter
Ctrl+C : Kembali ke privileged mode
Ctrl+D : Menghapus karakter dimana kursor berada
Ctrl+E : Memindahkan kursor ke akhir baris
Ctrl+U : Menghapus karakter sampai permulaan baris
Ctrl+W : Menghapus data sebelumnya
Ctrl+Z : Kembali ke privileged mode
Cisco IOS mempunyai penerjemah perintah (command interepter) yang
disebut EXEC. Penerjemah perintah EXEC ini menerima perintah yang diketik
oleh pemakai dan mengeksekusi perintah tersebut. Untuk menjaga keamanan
konfigurasi router, EXEC dibagi atas beberapa tingkat-tingkat akses berdasar
kegunaannya.
 User EXEC Mode, hanya memiliki perintah-perintah terbatas. Biasanya
hanya meliputi perintah-perintah yang bersifat monitoring atau view. User
EXEC tidak mengizinkan user untuk melakukan perubahan konfigurasi pada
router. User EXEC Mode ini ditandai dengan prompt “>”.

 Privileged EXEC Mode, berisi perintah-perintah untuk akses ke Router.


Dengan mengetikkan perintah enable dari user exec mode, console akan
meminta memasukkan password jika enable password atau enable secret
password telah dibuat. Setelah itu router akan masuk ke privileged exec
mode, yang ditandai dengan router# prompt. Pada tingkat privileged mode ini
konfigurasi-konfigurasi router dapat diperiksa dan juga bisa masuk ke global
configuration mode.

Perintah-perintah yang dapat dijalankan pada tingkat ini adalah semua


perintah di user exec mode ditambah dengan perintah-perintah lain, seperti :
 Clock: perintah ini untuk men-set waktu dan tanggal router

 Configure: perintah ini untuk masuk ke global configuration mode


untuk mengkonfigurasi router

 Show: merupakan suatu perintah yang sangat penting pada tingkat ini
yang berguna menampilkan berbagi informasi tentang router. Perintah
ini bisa juga digunakan untuk melacak kesalahan. Adapun perintah
show yang sering digunakan sebagai berikut:

Perintah ini berfungsi untuk melihat konfigurasi yang sudah disetting


dalam sebuah switch atau router Cisco

Perintah yang berfungsi untuk melihat routing table dari sebuah router
cisco

Fungsi show interfaces ini adalh untuk menampilkan status dan


parameter yang diset pada interface dari router atau switch.

Perintah show yang satu ini berfungsi untuk menampilakn informasi


yang terkait dengan layer ke 3 dari interface router.
Perintah ini mirip dengan perintah show ip interface tapi hasil dari
perintah ini adalah berupa tampilan yang ringkas tentang kondisi layer
3 dari semua interface. Perintah ini sangat cepat dalam menampilkan
kondisi dan status dari semua interface.

Perintah ini mirip dengan perintah show interface namun hasil dari
perintah ini tampilannya ringkas dan mudah terbaca dengan cepat
tentang status dari semua interface terkait dengan layer 1 dan 2.

Show controllers berfungsi untuk menampilkan status dan kondisi


fisik dari sebuah interface, terutama terkait dengan jenis kabel serial
yang terkoneksi pada interface serial

Dengan perintah ini kita bisa mengetahui informasi tentang semua


perangkat router atau switch cisco yang terhubung langsung dengan
sebuah router atau switch Cisco yang menjalankan perintah ini.
 Erase: perintah untuk menghapus

 Write: untuk menyimpan atau menulis suratu file ke memori nvram


untuk cisco ios versi lama 10.3 dan sebelumnya.

 Ping: untuk mengirim echo message yang digunakan untuk


memeriksa hubungan jaringan. Dalam menggunakan perintah ping,
ada berbagai tanda pengembalian yang perlu diketahui, seperti terlihat
pada tabel berikut :

 Telnet: untuk mengadakan hubungan jarak jauh (remote) dengan


sarana telnet. Setelah hubungan telnet dibuat, akses ke sistem router
akan dapat dilakukan
 Traceroute: untuk memeriksa route ke tujuan (destination). Daftar
host-host yang dilalui untuk mencapai IP address yang dituju akan
ditampilkan sebgai hasil dari pengetikan perintah trace.

 Global Configuration Mode, pada tingkat ini, hampir semua ragam


konfigurasi router dapat diolah. Cara masuk ke konfigurasi global yaitu
dengan mengetikkan perintah configuration terminal atau config t dari
router# prompt. Router akan memasuki konfigurasi global dengan ditandai
munculnya Router(config)# prompt seperti pada contoh dibawah ini:

Untuk keluar dari mode global configuration dan kembali ke mode Privileged
EXEC, masukkan perintah end atau exit, atau dengan menekan Ctrl+Z.
Perintah-perintah pada tingkatan ini pada umumnya digunakan untuk
mengubah konfigurasi router secara global.
 Banner: untuk membuat banner setelah login ke router

motd adalah singkatan Message Of ToDay (pesan hari ini) yang ingin
ditampilkan jika seorang pemakai mengadakan akses ke sistem router
melalui console port maupun telnet.

 Hostname: untuk memberi atau merubah nama router.

 Copy: untuk mengkopi file atau konfigurasi RAM, NVRAM dan TFTP
satu dengan lain. Copy juga digunakan untuk membackup suatu
konfigurasi satu IOS Image.
 Enable Secret: untuk memberikan password yang dienkripsi untuk
masuk ke privilege mode

 Console password: untuk membuat password untuk akses ke router


lewat console

 VTY password: untuk membuat password untuk akses ke router lewat


telnet ke router

 Konfigurasi Interface Router


Perintah konfigurasi router memungkinkan anda untuk mengatur
operasi pada interface router misalnya dengan memberikan alamat IP
pada interface tersebut. Untuk dapat melakukan konfigurasi perangkat
jaringan, terlebih dahulu harus masuk pada mode Global Configuration
lalu memilih interface router mana yang akan diatur.

Pada contoh dibawah mengatur interface router pada jenis interface


FastEthernet dan port/slot 0/0:

Untuk memberikan alamat IP gunakan perintah

Gunakan perintah “no shutdown” untuk mengatur kondisi interface


menjadi up/aktif.
 Konfigurasi clock rate
Pada saat menghubungkan dua buah router dengan kabel serial, salah
satu sisi kabel tersebut akan berperan sebagai DCE (Data
Communication Equipment) dan satunya sebagai DTE (Data Terminal
Equipment). Pada sisi DCE inilah clock rate diatur guna menentukan
kecepatan data transfer pada interface serial tersebut. Untuk mengatur
clock rate pertama-tama masuk ke interface serial pada sisi DCE,
kemudian gunakan perintah:

6. Mengatur Alamat IP Pada Perangkat Host


Alamat IP (Internet Protocol) adalah deretan angka biner antara 32 bit (untuk
IPv4) sampai 128 bit (untuk IPv6) yang dipakai sebagai alamat untuk
mengidentifikasi taip host dalam jaringan komputer. Masing-masing host seperti
komputer atau laptop pada jaringan komputer harus memiliki alamat IP yang
berbeda dan tidak boleh sama. Untuk mengatur alamat IP host pada packet
tracert dilakukan dengan cara berikut:
a. Klik dua kali pada komputer atau laptop yang akan diberikan alamat IP.
b. Masuk ke tab Desktop lalu pilih IP Configuration.
c. Selanjutnya akan muncul jendela IP Configuration, masukkan alamat IP
Subnet Mask dan Default Gateway yang diinginkan.

d. Setelah semua pengaturan selesai, cukup tutup jendela dengan mengklik


tanda x.

III. PERALATAN
1. Kabel Rollover (console)
2. Kabel UTP Straight
3. Kabel Serial DTE-DCE
4. Perangkat PC yang dilengkapi dengan serial interface
5. Switch
6. Router

IV. LANGKAH PERCOBAAN


a) Simulasi Cisco Packet Tracert
1. Buka aplikasi Cisco Packet Tracert
2. Buat skema jaringan LAN seperti pada gambar berikut:

3. Setelah itu tambahkan modul interface serial ke router CISCO 0 dan 1


dengan cara klik router – lalu pada tab Physical - klik switch OFF untuk
menonaktifkan router – pada kolom sebelahnya klik modul WIC-2T (WAN
Interface Card) – drag modul WIC-2T lalu drop pada kotak kiri bagian
bawah. Lalu nyalakan kembali switch ON saat selesai.

4. Hubungkan antara Router0 dengan Router1 menggunakan kabel Serial.


DCE pada sisi Router0 (ditandai dengan icon clock) dan DTE pada sisi
Router1.
5. Hubungkan Router dengan PC dengan menggunakan kabel Console. Pada
sisi Router hubungkan melalui port Console dan pada sisi PC hubungkan
melalui port RS-232.
6. Hubungkan Router dengan Switch dengan menggunakan kabel Straight,
begitu pula pada PC dengan Switch.
7. Setelah semua terhubung, lakukan konfigurasi pada Router dengan cara
dengan mengklik dua kali PC yang terhubung ke Router dengan kabel
Console. Masuk ke tab Desktop > Terminal. Setting parameter terminal
seperti pada gambar dibawah lalu tekan OK.
8. Ketika Router pertama kali digunakan, maka Router belum memiliki
startupconfiguration, sehingga console akan diarahkan ke mode setup. Ketik
“no” untuk masuk ke user exec mode dengan tanda “Router>”.

9. Ketikkan “enable” untuk memasuki privileged-mode prompt, hal ini dapat


dilihat dengan tanda “Router#” setelah hostname.
10. Untuk melakukan konfigurasi Anda harus masuk ke Global Configuration
mode dengan cara mengetik “configure terminal”, hal ini dapat dilihat
dengan tulisan ”Router(config)#”.
11. Lakukan konfigurasi pada PC host dengan pengaturan alamat IP sebagai
berikut

Contoh pada PC 2:

12. Lakukan konfigurasi pada Router dengan pengaturan sebagai berikut:


Contoh konfigurasi pada Router():

13. Jalankan perintah ping dan traceroute dari IP router ke router.


14. Jalankan perintah show untuk melakukan verifikasi:
15. Jalankan perintah ping dan tracert antar IP host PC dengan cara masuk ke
tab Desktop lalu pilih Command Prompt.
16. Catat semua hasil perintah CLI dan lakukan analisa.

b) Menggunakan Perangkat Cisco


1. Pada praktikum dengan menggunakan alat yang seungguhnya, sebelumnya
pastikan semua peralatan dalam keadaan baik terutama Router yang dalam
keadaan OFF.
2. Gunakan kabel console, tancapkan port RS-232 ke converter serial di
komputer, kemudian ujung UTP dipasangkan ke perangkat Cisco pada port
Console.
3. Sambungkan PC ke Switch dan Router ke Switch menggunakan kabel
Straight (skenario seperti pada simulasi).
4. Nyalakan perangkat Router Cisco. Catat tipe dan seri perangkat Router
Cisco yang digunakan.
5. Tunggu hingga proses booting perangkat CISCO selesai dengan
memperhatikan indikator LED.
6. Buka aplikasi Hyperterminal. Beri nama pada koneksi Hyperterminal.
7. Set parameter (Bit per second: 9600; Data bits: 8 Parity: None; Stop bits: 1;
Flow control: None) pada Hyperterminal.

8. Connect

9. Konfigurasi Router seperti pada simulasi packet tracert.


10. Konfigurasi alamat IP pada PC/laptop yang dipakai sebagai host dijaringan.
11. Buka aplikasi command prompt dan lakukan tes ping dari PC ke Router,
untuk mengecek apakah sudah terkoneksi atau belum.

12. Apabila belum terkoneksi lakukan pengecekan semua perangkat sambungan


kabel dan konfigurasi pada Cisco router.
13. Catat hasil konfigurasi pada laporan lengkap.

V. HASIL DAN PEMBAHASAN


a) Simulasi Cisco Packet Tracert
Skema Jaringan
Konfigurasi Router
Untuk konfigurasi router dilakukan pada PC yang terhubung pada router
dengan kabel console pada tab desktop pada bagian terminal.

- Router 0 (Router_Pusat)

- Router 1 (Router_Cabang)

Pada tahap ini melakukan perubahan pada router. Untuk dapat melakukan
perubahan pada router dilakukan pada mode global configuration dengan
mengetikkan perintah “enable” setelah itu masukkan perintah “configure
terminal” yang dapat dilihat dengan tulisan “router (config)#”. Untuk
memberikan nama pada router digunakan perintah “hostname Router_Pusat”
untuk router 0 dan “hostname Router_Cabang” pada router 1.
Untuk memberikan password pada router dilakukan dengan mengetikkan
“enable password telkom” dimana dalam hal ini passwordnya yaitu “telkom”.
Langkah berikutnya, yaitu memberikan alamat IP pada masing-masing
interface router. Untuk mengatur interface router pada jenis fastethernet
diberikan perintah “interface fa0/0” yang setelahnya ditandai dengan prompt
“Router_Pusat(config-if)#” setelah itu digunakan perintah “ip address [ip
address] [subnetmask]”. Untuk mengatur kondisi interface menjadi up/aktif
digunakan perintah “no shutdown”
Sama halnya dengan interface fastEthernet, untuk mengatur interface
router pada jenis serial diberikan perintah “interface se0/3/0” setelah itu
digunakan perintah “ip address [ip address] [subnetmask]”. Untuk mengatur
kondisi interface menjadi up/aktif digunakan perintah “no shutdown”.
Pada percobaan ini digunakan kabel serial untuk menghubungkan router,
sisi kabel yang berperan sebagai DCE pada simulasi ini yaitu Router_Pusat
(Router0) dan sisi kabel sebagai DTE yaitu Router_Cabang (Router1).
Sehingga pada Router_Pusat digunakan perintah “clock rate 64000” untuk
mengatur kecepatan data transfer pada interface serial.
Show interface
- Router 0 (Router_Pusat)

- Router 1 (Router_Cabang)
Perintah ini dapat memberikan informasi tentang status dan parameter yang
sudah diatur pada interface fastethernet maupun serial dari router atau
switch.

Show Clock
- Router 0 (Router_Pusat)

- Router 1 (Router_Cabang)

Perintah ini menampilkan waktu dan tanggal dari sistem router. Dengan
format <[jam:menit:detik] [Hari] [bulan] [tanggal] [tahun]>.

Show Controllers
- Router 0 (Router_Pusat)

- Router 1 (Router_Cabang)

Perintah ini menampilkan status dan kondisi fisik dari interface dan jenis
kabel serial yang terkoneksi pada interface serial.
Show Hosts
- Router 0 (Router_Pusat)

- Router 1 (Router_Cabang)

Perintah ini menampilkan cache dari host yang tersedia

Show Users
- Router 0 (Router_Pusat)

- Router 1 (Router_Cabang)

Perintah ini menampilkan pengguna yang saat ini terhubung ke jaringan


(router).

Show History
- Router 0 (Router_Pusat)

- Router 1 (Router_Cabang)
Perintah ini menampilkan riwayat perintah yang telah dilakukan
sebelumnnya pada router.

Show version
- Router 0 (Router_Pusat)

- Router 1 (Router_Cabang)

Perintah ini dapat menampilkan versi Cisco IOS yang digunakan pada
router dan switch, dimana pada percobaan ini digunakan software IOS versi
12.4 (15) T2
Show Flash
- Router 0 (Router_Pusat)
- Router 1 (Router_Cabang)

Perintah ini menampilkan informasi tentang flash memori yang ada pada
perangkat router cisco.

Show Protocol
- Router 0 (Router_Pusat)

- Router 1 (Router_Cabang)

Pada perintah ini menampilkan status protokol layer ketiga (network


layer) pada router yang telah di konfigurasi.
Show running-config
- Router 0 (Router_Pusat)
- Router 1 (Router_Cabang)

Perintah ini menampilakan file konfigurasi pada router yang telah diset
sebelumnya pada global configuration.

Show ip interface brief


- Router 0 (Router_Pusat)

- Router 1 (Router_Cabang)

Perintah ini menampilkan kondisi ringkas pada layer 3 dari semua


interface. Pada gambar diatas masing-masing router mempunyai dua
interface dimana semuanya dalam kondisi up/aktif.
Show ip route
- Router 0 (Router_Pusat)

- Router 1 (Router_Cabang)

Perintah ini menampilkan tabel routing IP dari router Cisco.

Tes Ping Router ke Router


- Router 0 (Router_Pusat)

- Router 1 (Router_Cabang)

Untuk melihat koneksi antar router digunakan perintah “ping”. Dari


gambar diatas ada 5 paket yang dikirim ke router cabang maupun
sebaliknya. Dengan hasil success rate 100 percent, yang artinya router pusat
ke router cabang atau sebaliknya sudah terhubung.
Tes Ping PC Host ke router dan switch
PC 0 (Router_Pusat) PC 3 (Router_Cabang)

- PC 0 (Router_Pusat)

- PC 4 (Router_Cabang)

Dari hasil tes ping diatas, yaitu reply yang menunjukkan bahwa masing-
masing PC sudah terhubung dengan perangkat router dan switchnya masing-
masing.
b) Menggunakan Perangkat Cisco
Pada percobaan kali ini menggunakan perangkat langsung, dengan
menggunakan 1 router Cisco, 1 Laptop serta aplikasi Hyperterminal.
Untuk menghubungkan router ke Laptop digunakan kabel Console dengan
konektor ujung kabel RJ-45 dan DB-9 yang disambung menggunakan kabel
konventer USB, dimana ujung kabel console dengan konektor RJ-45
dimasukkan ke port console pada router dan USB di masukkan ke port USB
Laptop. Dalam percobaan ini port console pada router dimasukkan pada port 1.
Pada aplikasi Hyperterminal parameter harus diatur agar dapat mengakses
router, parameternya sebagai berikut :
 Bit per second : 9600
 Data bits :8
 Parity : None
 Stop bits :1
 Flow control : None

- Konfigurasi Router

Langkah pertama yang dilakukan yaitu memberikan nama pada router


dan alamat ip pada router. Untuk itu terlebih dahulu masuk ke mode global
configure dengan memberi perintah ‘enable’ lalu ‘configure terminal’.
Setelah itu digunakan perintah ‘hostname’, dalam percobaan ini router
diberikan nama ‘Kelompok_3’.
Setelah diberikan nama, masing-masing interface diberikan alamat ip
dengan memasukkan perintah ‘interface fastehernet port0/0’ untuk masuk
ke konfigurasi interface, kemudian digunakan perintah ‘ip address’. Untuk
mengaktifkan interface digunakan perintah ‘no shutdown’.
Untuk mengatur ip interface serial digunakan perintah ‘interface serial
port0/0/0’ kemudian digunakan perintah ‘ip address’.

Untuk melihat port serial yang digunakan yaitu dengan menggunakan


perintah “show ip interface brief” pada privilege mode. Dari gambar diatas
port serial yang digunakan, yaitu 0/2/0, karena kabel console yang
terhubung ke router di masukkan pada port 1, sehingga port serial yang
digunakan, yaitu 0/2/1.
Karena kelompok kami berperan sebagai DTE (Data Terminal
Equipment) sehingga tidak perlu mengatur perintah clokc rate pada
interface serial.

Pada gambar diatas status protocol pada interface serial0/2/1 masih


down, yang artinya router0 belum terhubung ke router 1. Karena interface
router belum aktif.
Setelah router 1 mengaktifkan interface serialnya, maka status protocol
sudah aktif.
- Tes Ping
Sebelum melakukan tes ping Laptop ke router, pertama-tama yaitu
dengan memberikan alamat IP sebagai berikut:
Setelah itu dilakukan tes ping ke alamat ip yang diberikan pada interface
serial dan fastethernet. Dari gambar diatas didapatkan hasil ‘reply’ yang
artinya Laptop sudah terhubung ke router.

VI. TUGAS DAN PERTANYAAN


1. Sebutkan dan jelaskan komponen utama dari Cisco Router?
Jawab :
 CPU, berfungsi menjalankan perintah-perintah dalam operating sistem,
inisialisasi sistem, routing, dan kontrol interface jaringan.
 RAM, digunakan untuk informasi table routing. cache fasr switching,
konfigurasi yang sedang jalan, dan mengatur antrian paket.
 Flash, berfungsi untuk menyimpan image dari IOS.
 NVRAM, berfungsi untuk menyimpan startup configuration. Isi dari
NVRAM tidak akan hilang meskipun router dimatikan atau di-restart.
 Bus, terdiri atas dua, yaitu Bus Sistem digunakan untuk komunikasi antar
CPU dan interface atau slot tambahan (mentransfer paket dari dan ke
interface). Bus CPU digunakan untuk akses komponen dari media
penyimpanan di router (mentransfer perintah dan data ke atau dari alamat
memori yang digunakan),
 ROM, digunakan secara permanen untuk menyimpan kode-kode startup
diagnostic (ROM monitor), mendiagnonsa hardware selama router booting
dan loading IOS dari flash ke RAM.
 Interface, berfungsi untuk menyambungkan koneksi ke luar. Ada 3 tipe
interface, yaitu Interface LAN, Interface WAN, dan Interface auxiliary
(AUX).
2. Sebutkan model dan series Cisco Router untuk berbagai kelas dan
penggunaannya?
Jawab :
Cisco Router Tipe Fixed Akses, digunakan untuk membentuk jaringan WAN:
 Cisco router 700 series
 Cisco router 800 series
 Cisco router 1000 series
 Cisco router 2000 series
 Cisco router 2500 series
 Cisco router 3000 series
Cisco Router Tipe Modular Tingkat Akse, digunakan untuk membangun
jaringan yang lebih kompleks:
 Cisco router 1600 series
 Cisco router 1700 series
 Cisco router 2500 series
 Cisco router 2600 series
 Cisco router 2800 series
 Cisco router 3600 series
 Cisco router 4000 series
Cisco Router Tipe Modular Tingkat Inti, digunakan untuk membangun
jaringan WAN yang lebih kompleks, sering digunakan oleh perusahaan yang
besar:
 Cisco router 7000 series untuk enterprise
 Cisco router 10000 atau 12000 untuk enterprise

3. Jelaskan sistem operasi pada Cisco Router dan sebutkan jenis-jenis lisensi dan
perbedaannya?
Jawab :
Cisco IOS (Internetwork Operating System) adalah nama sistem operasi yang
digunakan pada perangkat router dan switch buatan cisco. IOS merupakan
sistem operasi multitasking yang menyediakan fungsi-fungsi router, switching,
internetworking, dan telekomunikasi. Cisco IOS menyediakan command line
interface (CLI) dan sekumpulan perintah standar.

4. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis koneksi pada Cisco Router?


Jawab :
Port Tipe Port Warna Terhubung ke Kabel
Ethernet hub or Straigth-
Ethernet RJ-45 Kuning
Ethernet switch trough
RJ-48C/ Hijau RJ-48 T1
T1/E1/WAN T1 or E1 network
CA11A muda
Computer COM
Console 8 pin Biru muda Rollover
port
AUX 8 pin Hitam Modem Rollover
NT1 device or
RJ-48C/
BRI S/T Orange private integrate RJ-45
CA81A
exchange (PINX)
RJ-49C/
BRI U WAN Orange ISDN Network RJ-45
CA11A
Perangkat Token RJ-45 Token
Token UTP, STP Ungu
Ring Ring kabel

5. Sebutkan dan jelaskan konfigurasi Cisco Router?


Jawab :
 Clock: perintah ini untuk men-set waktu dan tanggal router

 Configure: perintah ini untuk masuk ke global configuration mode untuk


mengkonfigurasi router

 Show: berguna menampilkan berbagi informasi tentang router dan untuk


melacak kesalahan:

Perintah ini berfungsi untuk melihat konfigurasi yang sudah disetting dalam
sebuah switch atau router Cisco

Perintah yang berfungsi untuk melihat routing table dari sebuah router cisco

Fungsi show interfaces ini adalh untuk menampilkan status dan parameter
yang diset pada interface dari router atau switch.

Perintah show yang satu ini berfungsi untuk menampilakn informasi yang
terkait dengan layer ke 3 dari interface router.

hasil dari perintah ini adalah berupa tampilan yang ringkas tentang kondisi
layer 3 dari semua interface.

hasil dari perintah ini tampilannya ringkas dan mudah terbaca dengan cepat
tentang status dari semua interface terkait dengan layer 1 dan 2.
Show controllers berfungsi untuk menampilkan status dan kondisi fisik dari
sebuah interface, terutama terkait dengan jenis kabel serial yang terkoneksi
pada interface serial

Dengan perintah ini kita bisa mengetahui informasi tentang semua perangkat
router atau switch cisco yang terhubung langsung dengan sebuah router atau
switch Cisco yang menjalankan perintah ini.
 Erase: perintah untuk menghapus

 Write: untuk menyimpan atau menulis suratu file ke memori nvram untuk
cisco ios versi lama 10.3 dan sebelumnya.

 Ping: untuk mengirim echo message yang digunakan untuk memeriksa


hubungan jaringan.

 Telnet: untuk mengadakan hubungan jarak jauh (remote) dengan sarana


telnet.

 Traceroute: untuk memeriksa route ke tujuan (destination).

 Banner: untuk membuat banner setelah login ke router

 Hostname: untuk memberi atau merubah nama router.

 Copy: untuk mengkopi file atau konfigurasi RAM, NVRAM dan TFTP satu
dengan lain, dan untuk membackup suatu konfigurasi satu IOS Image.
 Enable Secret: untuk memberikan password yang dienkripsi untuk masuk ke
privilege mode

 Console password: untuk membuat password untuk akses ke router lewat


console

 VTY password: untuk membuat password untuk akses ke router lewat telnet
ke router

 Pada contoh dibawah mengatur interface router pada jenis interface


FastEthernet dan port/slot 0/0:

Untuk memberikan alamat IP gunakan perintah

Gunakan perintah “no shutdown” untuk mengatur kondisi interface menjadi


up/aktif.

 Konfigurasi clock rate


clock rate diatur guna menentukan kecepatan data transfer pada interface
serial tersebut.
VII.KESIMPULAN
 Cisco Router merupakan suatu peralatan dari perusahaan Cisco yang sering
digunakan pada jaringan area luas.
 Ada beberapa komponen utama dari router Cisco, yaitu CPU, RAM, Flash,
NVRAM, ROM, Bus, dan Interface.
 Untuk melakukan konfigurasi pada perangkat Cisco terdapat beberapa mode
prompt, yaitu:
1. User Exec Mode, hanya meliputi perintah-perintah terbatas bersifat
monitoring atau view.
2. Privileged Exec Mode, berisi perintah-perintah untuk akses ke router dan
berisi informasi dari perangkat Cisco. Untuk masuk ke mode privileged
digunakan perintah “enable”.
 Global Configure Mode, pada mode ini dapat dilakukan perubahan terhadap
perangkat Cisco, tetapi tidak bisa melakukan pengambilan informasi. Untuk
masuk ke mode ini digunakan perintah “configure terminal”.
 Untuk mengakses perangkat router pada laptop atau PC digunakan aplikasi
Hyperterminal.

Anda mungkin juga menyukai