Anda di halaman 1dari 5
Vol 2, No. 1, Desember 2008:88.93 _Jurnal FORMAS ISSN : 1978-8452 PENGARUH JARAK BAFFLE TERHADAP KOEFISIEN PERPINDAHAN PANAS DAN PENURUNAN TEKANAN SHELL PADA HEAT EXCHANGER Oleh: Tertius V. Y. Ulan (Staf Pengajar Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado) Exmall: Terus_vlaan@yehoo.com ABSTRACT Ulaar, T. V. Y. 2008. Effect of Bafflo Distance to Heat Transfer Coofficient and Pressure Drop of Sholl at Heat Exchanger. J.FORMAS 2 (1) :89-95, Heat Exchanger is an equipment of conversion of heat from fluid having temperature height to flu having temperature low. Shelland-tube heat exchanger Is equipment type of heat exchanger which many applied. To make better heat transfer and the tube antiers in shell, hence often is attached baffle. Better heat transfer hardly expected in @ heat exchanger. Based on caiculation planning done obteined by usage influence of balfle to heat transfer Coeffiient and pressure drop in heat exchanger. Where from result of caleuiation it is, gotten that heat transfer coefficient increases along wilh minimizes it distanoe between fine baffe a certain distance, wile pressure would i reasingly declines. ‘Keyword: Heat exchanger, battle, heat transfer cooffcient, pressure. PENDAHULUAN Hoat Exchanger merupakan euatu peralatan yang digunakan untuk Perpindahan panas dari suatu fuida yang temporaturya lebin tinggi kepada fluda yang temperaturya lebin. rendan Dalam dunia industri ataupun pada pusat Pembangkit tenaga banyak djumpai berbagai jenis heat exchanger. Selah satu jenis. heat exchanger berdasarkan onsiruksinya adalah shell and tube, Dalam suatu shell and tube fluida yang satu mengalir melalui pipa-pipa kecil (tubs) “dan fluida yang lain mengalir melalui selongsong (shel. Pada heat exchanger jenis shell and tube di pasang beberapa baffles atau sekat, yang berfungsi untuk mengarahkan aliran fluid yang mengalir di luar tube (shall side), Sehingga proses perpindahan panas akan meniigket di antara kedua fluida dan ‘untuk menahan tube bundel atau ‘mencegah terjadinya getaran pada tubes, Secara teortis, baffle yang dipasang terial berdekatan akan “meningketkan perpindahan panas yang terjadi di antara kedua fluida dengan kata lain efektitas meningkat, namun hambatan yang terjadi Pengaruh Jarak Baffle... (Tertius V. ¥. Ulaan) ‘pada aliran yang melalui celah antar baffle ‘menjadi besar schingga _penurunan tekanan menjadi besar. Sedangkan jika bafie dipasang teri Berjauhan enurunan. tekenan yang terjadi ken keci, akan tetapi perpindahen panas yang tefjadi kurang bak dan ekan_ terjadi vibrasi. Hal ini menunjukkan bahwa jarak antar ‘baffle tidak boleh terialu dekat ‘ataupun teal jauh Proses perpindahan paras pada heat exchanger menurut Cenge! (2006), sebagian besar didominasi oleh konveksi dan kondulsi dari fide panas ke flulda dingin, dimana keduanya tidak terjadi Kontak secara langsung dalam hal ini dlpisahkan oleh dinding. Perpindanan anas secara konveksi sanget dipengaruhi oleh bentuk geometri heat exchanger dan bilangan-bilangan tak berdimensi, yaitu Reynold, bilangan Nusselt dan biiangan Prandt.’ Besar ketigabiiengan tak berdimensi ini, tergantung pula pada kecopatan aliran serta property fuida yang ‘meliputi massa jenis, viskostas absolute, ppanas jenis dan konduktvites panas, 89 HEAT EXCHANGER TYPE SHELL AND TUBE Heat exchanger tive shell and tube (alam bertagal mocifikasi konstuksinya banyak digunakan dalam proses indust Gell and Muller, 2001), Hal ini dikarenakan tipe ini _mempunyai euntungan-keuntungan, _antara’ Iain Konfigurasi yang ‘dibuat akan ‘memberikan iuas permukean yang besar dengan bentuk atau volume yang kecl dapat _dibuet dengan berbagal_jenis material disesualkan dengan temperatur tekanan operasi, mudah membersinkannya, konstruksinya sederhana dengan pemakaian ruang toltive kecil, prosedur perencanaan yang sudah mapan, prosedu Pengoperasiannya tidak berbelit-belit sangat _mudah diketahul, serta tonstruksinya dapat dipisah-pisshken salu dengan yang lain, Secaraumum | konstruksi heet cxchanger terdiri dari bagian depan yang tetap (Front head stationary), bagian vung belekang (Rear ond head), shel, tubes, hal ini dapat dithat pada gambar 1 Gambar 1. Konstruksi heat exchanger tipe shell and tube (Sumber: Cengel, 2003) Menurut Sitompul (1993), persyaraian yang haus dipenuh dalam pemilhen bahan tube yang digunakan adalah: + Kemampuan memindahkan panas yang tinggi + Daya tahan terhadap panas + Daya tahan terhadap korosi + Mampu dibentuk dengan proses dingin ddan panas + Mempunyai sit plastis yang baik Penyusunan tube akan mempunyal engarun baik burukrya perpindahan panes. Adapun bentuk-bentuke susunan {ube pad feat exchanger tpe sel! and tubo dapat diet pada gambar 2. Gambar2. Susunan tube heat exchanger tipe shell and Sitompul, Sedengkan Baffle berfungsi sebagal penahan tube untuk mencegah terjadinya getaran dan untuk mengontol, serta engarahken alan fuida yang mengalir di luar tube. Diameter baffle harus lebih kecil dari diameter shell, sehingga memudahkan baffle masuk’ ke dalam shel Bordasarkan peneltian dari Handoyo (2001) diperolen fakta bahwa_semakin Kec jarak antar befle akan meningkatkan efektifitas perpindahan _panas. Penggunaan atau penambahan baffio ‘membuat Kecepatan aliran delam shell ‘meningkat Karena lus penampang yang tegak lurus dengan alican fluide somakin keci, Dengan demikian akan meningkat pula koefisien perpindahan panas. Menurut "Thome (2008) besarnya ppemotongan baffle berkisar antara 18% ~ 45% diameter dalam shel, namun yang ‘umum adalah antara 20% - 25% diameter daiam shel, sebab pada kondisi ini akan terjadi perpindahan panas yang balk, Serta penurunan tekanan tidak terial bbesar (Gambar 3) ‘Jumiah baflé yang digunakan dalam suatu heat exchanger adalah perbandingan dari panjang heat ‘exchanger (\x) dan jerak antara baffio Juinal FORMAS Vol 2. No. 1, Desember 2008: 89-93 20 (La), hal ini dapat dinyatakan sebagai Derikut(Sitompul, 1993) i 1 4 Jarak antara gekat menurut Perry yaity ‘USD, s/6 74D_°"(in)D. Mekanisme Perpindahan Panas Perpindanian panas adalan limu yang mempelajati tentang perpindahan energi yang terjadi karena adanya perbedaan Suhu di antara benda atau material, Pengaliran panas dapat beriangsung dengan tiga ragam mekanisme (Holman, +3994), yait 4. Secara__molekuler dengan konduksi. 2, Secara aliran yang disebut dengan perpindahen konveksi 3, Secara_gelombang elektromagnetk yang disebut dengan radiasi Untuk heat exchanger hanya dtinjau mekanisme perpindahan panas dengan ‘cara Konduksi dan konveks!, Berdasarkan peneliian sebelumaya (Bhatti et af. 2007), diperoieh banwa faktor-koreksi dalam suatu perencanaan hhoat exchanger dapat menentukan jumishlintasen yang balk untuk igunakan. Banyaknya_lintasan suatu alran pada shell dan tube akan menpengaruhi proses _perpindahan anes yang terjadi di heat exchanger, dimana_semakin banyak lintasan yang igunekan, maka perpindahen panasnya akan semakin meningkat. yang disebut Nusselt Number Koefisien perpindahan panas konveksi fh, untuk alan turbulen baik yang. teyjadi di sebelah dalam tube ‘maupun shel, dimana fuida dibates! oleh ermukaan sehingga tapisan batas tidak ‘dapat berkembang secara bebas seperti halrya peda aliran luar, berdaserkan peneltian Wamakulasurya and Worek (2008), dapat ditentukan dengan ™erggunakan angka Nusselt. Dimana persamaannya sebagai berikut Pengaruh Jarak Baffle... (Tertius V. Y. Uiaan) We to a Koefisien perpindahan_panas _konvoksi pada sis} shell dapat dinyatakan dalam persamaan berkut in hee Fektor geometris perpindahan panas Konduktfitas penas fuida, wim? °C Diameter ekivaten shel, m Panas jenisfuida. kitkg.°C Factor koreksi viskosfas fluida dalam shell Lugs daerah perpindahan panes, Sifat-Sifat Aliran Langkah pertama yang sangat dalam untuk memperiakukan setiap persoalan konveksi adalah menentukan apakah lepisan bates tersebut laminar atau turbulen, Gesekan permukaan dan laju perpindahan konveksi sangat tergantung pada keberadaan kondls! tersebut. ‘Angka Reynold digunakan sebagai Iefteta untuk menunjukkan apakah aliran ity laminar atau turbulen, secara umum persyaratannya dapat dinyatakan dengan ‘menggunakan persamaan berikut in Dy > 2300 Re < 2300 atiren laminer ‘2000 2300 turbulen Bliangan Reynold pada daerah shell, persamaannya adalah: ene 5 et Luas Laluan Aliran ‘Luas lelue elvan dl lar tube atau at sisi Shel! “dapat dinyatakan sebagai Derikut 35 =D.x0 x19, 6 dimana: D, = Diameter dalam shel, m ©! =Daeran bebes anfara_tabung dengan tabung, m = Jara antaa tabung, m ls = Jarak antera bef in Ponurunan Tekanan Penurunan tokanan pada shel adalah ete a Sinica tom cimana faktor gesekan pada shel! lju iran massa di shell, kgs diameter dalam shell, m diameter ekivalen, m ivas laluan aliran di shell, m? S. = spesific gravity Net = 12lile = faktor koreksiviskositas pada Shell HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam perhitungan perencanaan Ini, fluida yang mengalircsisi Shell adalah air panas. Ditentukan jarak antar baffle yaity 48Dz, 0.5Ds, 1D,,_1.6D. dan 740%, Jumiah iintasan Sheil and tube 346, ‘dengan jumiah tabung 644. buan, diameter Shell (Ds) adalah 1.143. m, diameter luar tube + in dan panjang tube 5 m, Hasil pertitungan yang diperoleh aitunjukkan dalam tabel 1 dibawah in Tabel 4, Hasil Perhitungan Sak lah Kowtien PORT =F Ge 2 eo ee oe Koefisien Perpindalan Pena (ha) | Gambar3. Grafik hasil_ perhitungan koofisien perpindahan panas Penurunan Tekanan | Gambar 4. Grafik hasil_ perhitungan penurunan tekanan Berdasarkan grafic has! perhitungan di tas, dapat diinat batwa pade jarek baffle 1/50, koefisien perpindahan anasnya lebih besar tetapi penurunan tekanannya lobih besar. Sedangkan pada Jarak baffle 1.50, koefisien perpindahan anasnya Kec dikuti pula dengan penurunan tekanan yang keel PENUTUP roses perpindahan panas yang terjadi pada heat exchanger ini dipengaruhi oleh beberapa.faktoryaity konduktiitas.panas cairan, konduktfitas nas material, kekentalan cairan, panas spesifk dan kekoioran pada dinding tabung, Bessrnya Koefisien panas dan ppenurunan tekanan pada heat exchanger tergantung pula dari jarak baffle yang ‘Jummal FORMAS Vol. 2. No. 4, Desember 2008: 69-63 92 aca perhitungan di atas dapet diihat banyak dengan _koefisien_perpindahan bbahwa semakin Kecl jarak baffle, maka panas. semakin baik tetapi_penurunan juriah Damo yang digunakan semakin _tekanan yang terjadi lebih besar. DAFTAR RUJUKAN Bell, K. J, and Muller, A. C. 2001. Engineering Data Book J, Electronic Distibution by Wolverine Tube, Inc, Switzerland, Bhatt, S.K., Krishna, M. Ch,, Seetharam, dan Kumar., N. 2007. Determining Log Mean Temperature Dillorence Correction Faitor and Estimating Number of Shell and Tube Heat Exchangers, international Joumal of Heat Exchangers 1524-5608ivol Vi 169-186 Congel, Y. A. 2003. Heat Transfer: A Practical Approach, 2” ed. McGraw-+ill. New York. Father Ahmad, Fazel Maryam, 2008. Metodology for Optimization of Shell and Tubo Heat Exchangers in Seres. international Journal of Heat Exchangers 1524-5608Nol Vi: 87- 102, Handoyo E. A. 2001. Pengarun Penggunean Bartle Pada Shell and Tube Heat Exchanger, 4. Teknik Mesin Universitas Kristen Petra, Kamo Ali, Habil Salman Aj. 2008. EMfects of Baffle Cut And Number of Baffles on Pressure Drop and Hoat Transfer in Sholl and Tube Heat Exchanger Numerical Simulation. interational Journal of Heat Exchangers 1524-S608/vol Vi: 299-322. ‘Shokouhmand, H.,Salimpour, MR. Akhavan Behabadi, MA. 2008 Experimental Investigation of Shell and Colled Tube Heat Exchanger Using Wison Plots. International ‘Joumal of Heat and Mass Transfer $5: 84-02, ‘itompul, T. 1993. Alat Penukar Kelor, P-T Raja Grafindo Persada, Jakarta, ‘Thome, J. R. 2006. Engineering Data Book Il. Electronic Distribution by Wolverine Tube ine. Inc. Switzerian, Wamakulesuriya, F. S. K, Worek 2008. W. M, Heat Transfer and Pressure Drop Properties of High Viscous Solution in Plate Heat Exchangers. intemetional Journal of Heat and Mass Transfer 51: 52-67 Pengaruh Jarak Baffle... Tertius V. Y. Ulan) 8