Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI

IDENTIFIKASI SIMPLISIA AKAR DAN RIMPANG SECARA


KIMIAWI DAN MIKROSKOPIK

KELOMPOK 1

NURHALIDAH INDAH (105131100819)

NURUL IZZAH (105131100419)

NURWAHIDAH (105131101319)

Dosen Pengampu :

Apt. Yuri Pratiwi Utami S.Farm.,M.Kes

LABORATORIUM FARMAKOGNOSI FARMASI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAHMAKASSAR

NOVEMBER 2020
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Indonesia yang merupakan negara beriklim tropis dikenal dengan


keanekaragaman sumber daya alam hayati nya.Keanekaragaman ini sangat
bermanfaat, terutama dengan banyaknya spesies tumbuhan dan tanaman yang dapat
digunakan sebagai obat. Tumbuhan dan tanaman obat ini telah dijadikan obat
tradisional yang turun temurun karena obat tradisional memiliki banyak kelebihan
diantaranya mudah diperoleh masyarakat pedesaan yang jauh dari perkotaan untuk
mendapatkan obat, harganya yang lebih murah, dapat diramu sendiri dan memiliki
efek samping yang lebih kecil dibandingkan obat-obatan dari produk farmasi yang
memiliki efek samping dari kandung zat kimia nya. Oleh sebab itu, kecenderungan
masyarakat untuk menggunakan obat tradisional yang berasal dari alam atau herbal
dalam pemeliharaan kesehatan.

Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum
mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali dinyatakan lain, berupa bahan yang
telah dikeringkan. (Depkes RI, 1995).

Rhizoma merupakan bagian akar yang tumbuh arah vertical, miring,


horizontal dengan permukaan tanah, di mana masih ada bagian yang tertimbun di
dalam tanah. Pada permukaan ada berkas daun atau akar-akar kecil. Yang perlu
diperhatikan dalam identifikasi rhizoma :
a. Bagian luar
b. Tanda-tanda permukaan
c. Bau dan rasa
d. Struktur rhizoma
Rimpang atau rhizoma adalah batang beserta daunnya yang terdapat di dalam
tanah, bercabang-cabang secara horizontal (mendatar), dan dari ujungnya dapat
tumbuh tunas yang muncul di atas tanah dan dapat tumbuh menjadi individu baru.
Jika tunas di ujung rhizome dan ketiak tumbuh menjadi tanaman baru, tanaman
tersebut tetap bergabung dengan tanaman induknya sehingga membentuk rumpun.
Cirri-ciri rhizome yaitu :
a. Berdaun, tetapi daun melekat pada buku, telah menjelma menjadi sisik-sisik
yang tipis seperti selaput dan tidak hijau.
b. Mempunyai kuncup-kuncup
c. Tumbuhnya tidak ke pusat bumi atau air, kadang ke atas dan muncul ke tanah.
d. Beruas-ruas dan berbuku-buku.

1.2 Tujuan

Adapun tujuan dari identifikasi simplisia akar dan rimpang ini ialah agar
mahasiswa dapat mengidentifikasi simplisia akar dan rimpang dengan menggunakan
uji reaksi warna dan mikroskop serta mendapatkan ciri khas simplisia yang diperiksa.

1.3 Prinsip

Prinsip praktikum ini adalah mengidentifikasi secara kimiawi


menggunakan larutan asam sulfat pekat, asam sulfat encer dan secara
mikriskopik.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Klasifikasi Tumbuhan

2.1.1 Simplisia Akar Tapak Dara (Catharanthi radix)

Gambar 2.1.1 Akar Tapak Dara

Kingdom : Plantae

Sub Kingdom : Tracheobionta

Super divisi : Magnoliophyta

Divisi : Magnoliopsida

Ordo : Gentianales

Family : Apocynaceae

Genus : Catharanthus

Spesies : Catharanthus roseus (L) G. Don

(Irfan, 2020)

Morfologi pertama dari tanaman tapak dara adalah bagian akarnya. Akar
merupakan struktur terpenting dari tanaman dan melalui akar maka tanaman ini mulai
bisa tumbuh dan berkembang. Tapak dara merupakan tanaman perdu yang bisa
mencapai ketinggian 1 meter. Tanaman ini mempunyai akar yang serabut dan
warnanya sedikit kecoklatan.

2.1.2 Simplisia Rimpang Temu Giring (Curcumae Heyneanae Rhizoma)

Gambar 2.1.2 Simplisia Rimpang Temu Giring

Kingdom : Plantae
Divisio : Tracheophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Zingiberales
Family : Zingiberaceae
Genus : Curcuma
Spesies : Curcuma heyneana Val. & V.Zijp (GBIF, 2018).

Temu giring (Curcuma Heyneana Val. & V.Zijp). merupakan tanaman asli
Indonesia, rimpang dari tumbuhan temu giring digunakan untuk perawatan
kecantikan secara tradisional sebagai lulur, mengobati perasaan tidak tenang, obat
cacing, menyembuhkan kulit terkelupas dan luka, serta pelangsing tubuh (Muhlisah,
2007).
2.1.3 Simplisia Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale var.rubrum)

Gambar 2.1.3 Simplisia Rimpang Jahe Merah

Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Class : Monocotyledoneae
Ordo : Zingiberales
Family : Zingiberaceae
Genus : Zingiber
Species : Zingiber officinale
Jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) adalah tanaman dengan
rimpang berwarna merah dan ukurannya lebih kecil dari jahe putih/kuning (jahe
badak).  Jahe merah juga biasanya baru bisa dipanen ketika sudah tua, sedangkan jahe
biasa bisa dinikmati saat usianya masih mudah maupun sudah tua. 
Ketika jahe merah matang atau tua, tanaman ini mengandung minyak atsiri yang lebih
banyak dibanding jahe biasa. Inilah yang membuat jahe merah memiliki rasa lebih
pedas dibanding jahe biasa.
2.1.4 Simplisia Akar Wangi (Vitiveriae Radix)

Gambar 2.1.4 Akar Wangi

Kingdom : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Sub divisi : Angiospermae

Class : Dicotyledoneae

Ordo : Rhamnales

Famili : Lauraceae

Genus : Litsea

Species :Litsea cubeba (Lour.) Pers. (Hutapea (1994))

Akar wangi merupakan salah satu jenis tanaman obat berbentuk rumput yang
diduga berasal dari Negara India. Sesuai klasifikasi, akar wangi ini termasuk dalam
kelompok kerajaan Plantae, dan mempunyai nama latin atau ilmiah Vetiveria
zizanioides. Tumbuhan akar wangi ini tidak mengenal musim, sehingga tumbuhnya
bisa kita temui disepanjang tahun. Pada umumnya akar wangi dimanfaatkan sebagai
bahan wangi-wangian yang mempunyai fungsi sebagai pengharum lemari pakaian.
Sehingga pakaian kita tidak apek dalam jangka waktu yang relative lebih lama
(Asmara, 2009).

2.1.5 Simplisia Akar Kelembak (Rhei Radix)

Gambar 2.1.5 simplisia Akar Kelembak

Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonea
Bangsa : Polygonales
Suku : Polygonaceae
Marga : Rheum
Jenis : Rheum officinale Baill. (Depkes, 2010)

Kelembak (Rheum officinale Baill.) sering dikenal dengan nama Rhubarb.


Tanaman ini berasal dari daratan Tengah China kemudian menyebar ke Eropa dan
daerah sub tropik lainnya (Kuhl & DeBoer, 2008). Di Indonesia tanaman ini hanya
ditemukan tumbuh di daerah pegunungan pada tanah yang gembur dan subur. Pusat
penanaman kelembak yaitu di Dataran Tinggi Dieng. Kelembak dapat diperbanyak
dengan menggunakan biji, namun secara umum menggunakan pemisahan tanaman
(splitting) (Kementerian Kesehatan RI, 2012).
BAB III

METODE KERJA

3.1 Simplisia Akar Tapak Dara (Catharanthi radix)

a. Alat
1. Mikroskopik 5. Pipet tetes
2. Obyek glass 6. Penjepit
3. Cover glass 7. Tabung reaksi
4. Lampu spiritus 8. Alat tulis
b. Bahan
1. Simplisia Akar Tapak Dara
2. Larutan kloral hidrat
3. Larutan asam sulfat pekat
4. Larutan asam sulfat encer
c. Prosedur kerja
 Menggunakan larutan kloral hidrat
1) Siapkan alat dan bahan
2) Ambil sedikit serbuk kulit batang cempaka letakkan pada objek glass
3) Tambah 1-2 tetes larutan kloralhidrat
4) Hangatkan diatas lampu spiritus (jangan sampai mendidih)
5) Segera tutup dengan cover glass
6) Amatilah fragmen sampel menggunakan mikroskop.
7) Catat dan gambar hasil pengamatan.
 Menggunakan larutan asam sulfat pekat
1) Siapkan alat dan bahan
2) Ambil 2 mg serbuk kulit batang cempaka letakkan kedalam tabung reaksi
3) Tambahkan 5 tetes asam sulfat pekat
4) Amati perubahan yang terjadi pada sampel lalu dicatat
 Menggunakan larutan asam sulfat encer
1) Siapkan alat dan bahan
2) Ambil 2 mg serbuk kulit batang cempaka letakkan kedalam tabung reaksi
3) Tambahkan 5 tetes asam sulfat encer
4) Amati perubahan yang terjadi pada sampel lalu dicatat

3.2 Simplisia Rimpang Temu Giring (Curcumae Heyneanae Rhizoma)


a. Alat
1. Mikroskopik 5. Pipet tetes
2. Obyek glass 6. Penjepit
3. Cover glass 7. Tabung reaksi
4. Lampu spiritus 8. Alat tulis
b. Bahan
1. Simplisia Rimpang Temu Giring
2. Larutan kloral hidrat
3. Larutan asam sulfat pekat
4. Larutan asam sulfat encer
c. Prosedur kerja
 Menggunakan larutan kloral hidrat
1. Siapkan alat dan bahan
2. Ambil sedikit serbuk kayu Secang letakkan pada objek glass
3. Tambah 1-2 tetes larutan kloralhidrat
4. Hangatkan diatas lampu spiritus (jangan sampai mendidih)
5. Segera tutup dengan cover glass
6. Amatilah fragmen sampel menggunakan mikroskop.
7. Catat dan gambar hasil pengamatan.
 Menggunakan larutan asam sulfat pekat
1. Siapkan alat dan bahan
2. Ambil 2 mg serbuk kayu Secang letakkan kedalam tabung reaksi
3. Tambahkan 5 tetes asam sulfat pekat
4. Amati perubahan yang terjadi pada sampel lalu dicatat
 Menggunakan larutan asam sulfat encer
1. Siapkan alat dan bahan
2. Ambil 2 mg serbuk kayu Secang letakkan kedalam tabung reaksi
3. Tambahkan 5 tetes asam sulfat encer
4. Amati perubahan yang terjadi pada sampel lalu dicatat

3.3 Simplisia Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale var.rubrum)


a. Alat
1. Mikroskopik 5. Pipet tetes
2. Obyek glass 6. Penjepit
3. Cover glass 7. Tabung reaksi
4. Lampu spiritus 8. Alat tulis
b. Bahan
1. Simplisia Rimpang Jahe Merah
2. Larutan kloral hidrat
3. Larutan asam sulfat pekat
4. Larutan asam sulfat encer
c. Prosedur kerja
 Menggunakan larutan kloral hidrat
1. Siapkan alat dan bahan
2. Ambil sedikit serbuk batang Delima letakkan pada objek glass
3. Tambah 1-2 tetes larutan kloralhidrat
4. Hangatkan diatas lampu spiritus (jangan sampai mendidih)
5. Segera tutup dengan cover glass
6. Amatilah fragmen sampel menggunakan mikroskop.
7. Catat dan gambar hasil pengamatan.
 Menggunakan larutan asam sulfat pekat
1. Siapkan alat dan bahan
2. Ambil 2 mg serbuk batang Delima letakkan kedalam tabung reaksi
3. Tambahkan 5 tetes asam sulfat pekat
4. Amati perubahan yang terjadi pada sampel lalu dicatat
 Menggunakan larutan asam sulfat encer
1. Siapkan alat dan bahan
2. Ambil 2 mg serbuk batang Delima letakkan kedalam tabung reaksi
3. Tambahkan 5 tetes asam sulfat encer
4. Amati perubahan yang terjadi pada sampel lalu dicatat

3.4 Simplisia Akar Wangi (Vitiveriae Radix)

a. Alat
1. Mikroskopik 5. Pipet tetes
2. Obyek glass 6. Penjepit
3. Cover glass 7. Tabung reaksi
4. Lampu spiritus 8. Alat tulis
b. Bahan
1. Simplisia Akar Wangi
2. Larutan kloral hidrat
3. Larutan asam sulfat pekat
4. Larutan asam sulfat encer
c. Prosedur kerja
 Menggunakan larutan kloral hidrat
1. Siapkan alat dan bahan
2. Ambil sedikit serbuk kulit batang Krangean letakkan pada objek glass
3. Tambah 1-2 tetes larutan kloralhidrat
4. Hangatkan diatas lampu spiritus (jangan sampai mendidih)
5. Segera tutup dengan cover glass
6. Amatilah fragmen sampel menggunakan mikroskop.
7. Catat dan gambar hasil pengamatan.
 Menggunakan larutan asam sulfat pekat
1. Siapkan alat dan bahan
2. Ambil 2 mg serbuk kulit batang Krangean letakkan kedalam tabung reaksi
3. Tambahkan 5 tetes asam sulfat pekat
4. Amati perubahan yang terjadi pada sampel lalu dicatat
 Menggunakan larutan asam sulfat encer
1. Siapkan alat dan bahan
2. Ambil 2 mg serbuk kulit batang Krangean letakkan kedalam tabung reaksi
3. Tambahkan 5 tetes asam sulfat encer
4. Amati perubahan yang terjadi pada sampel lalu dicatat

3.5 Simplisia Akar Kelembak (Rhei Radix)

a. Alat
1. Mikroskopik 5. Pipet tetes
2. Obyek glass 6. Penjepit
3. Cover glass 7. Tabung reaksi
4. Lampu spiritus 8. Alat tulis
b. Bahan
1. Simplisia Akar Kelembak
2. Larutan kloral hidrat
3. Larutan asam sulfat pekat
4. Larutan asam sulfat encer
c. Prosedur kerja
 Menggunakan larutan kloral hidrat
1. Siapkan alat dan bahan
2. Ambil sedikit serbuk kulit kayu manis letakkan pada objek glass
3. Tambah 1-2 tetes larutan kloralhidrat
4. Hangatkan diatas lampu spiritus (jangan sampai mendidih)
5. Segera tutup dengan cover glass
6. Amatilah fragmen sampel menggunakan mikroskop.
8. Catat dan gambar hasil pengamatan.
 Menggunakan larutan asam sulfat pekat
1. Siapkan alat dan bahan
2. Ambil 2 mg serbuk kulit kayu manis letakkan kedalam tabung reaksi
3. Tambahkan 5 tetes asam sulfat pekat
4. Amati perubahan yang terjadi pada sampel lalu dicatat
 Menggunakan larutan asam sulfat encer
1. Siapkan alat dan bahan
2. Ambil 2 mg serbuk kulit kayu manis letakkan kedalam tabung reaksi
3. Tambahkan 5 tetes asam sulfat encer
4. Amati perubahan yang terjadi pada sampel lalu dicatat
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Identifikasi simplisia secara mikroskopik


Pengamatan ini dilakukan dengan mikroskop,  dengan  meletakkan serbuk
simplisia pada objek Glass dan ditetesi dengan kloralhidrat kemudian ditutup dengan
cover Glass.  Penambahan kloralhidrat dimaksudkan dengan menghilangkan
kandungan sel seperti amilum dan protein sehingga akan dapat terlihat jelas di bawah
mikroskop untuk melihat fragmen pengenal dari masing-masing simplisia Akar
(Radix) dan Rimpang (Rhizoma). Pemeriksaan mikroskopik ini meliputi
Sklerenkim, Trakea, Epidermis, Parenkim, Amilum, Berkas Pengangkut, namun
pada prakteknya kami hanya menemukan sebagian dari masing-masing Simplisia
yaitu :
 Simplisia Akar Tapak Dara (Catharanthi radix)
Mikroskopik

Gambar Keterangan

1. Parenkim xilem
berbentuk polygonal
dinding tebal dengan
noktah kecil-kecil
berjalur-jalur seperti
batu berwarna hijau
kelam sampai cokelat.

Berfungsi sebagai
tempat berfotosintesis,
sekresi, respirasi,
hingga menyimpan
cadangan makanan
https://pdfslide.tips/documents/farmakognosi serta air.
-laporan-identifikasi-simplisia.htmlUdayana.
Bali.

 Simplisia Rimpang Temu Giring (Curcumae Heyneanae Rhizoma)


Mikroskop
Gambar Keterangan
1. Amilum
Fungsi amilum merupakan produk
dari fotosintesis yang biasanya
tersimpan dalam organ penimbun
cadangan makanan pada
tumbuhan (Gunawan, 2004).

2.Berkas pengangkut dengan


penebalan tipe tangga
Floem berfungsi mengangkut dan
mendistribusikan zat-zat makanan
hasil fotosintesis (Nugroho,
2012).
Xilem berfungsi sebagai jaringan
penguat karena mempunyai
dinding yang
snagat tebal tersusun dari zat
lignin (Hartanto, Nugroho, dkk,
2012)

3. Parenkim silinder pusat


Fungsi parenkim silinder pusat
dalam fotosintesis, penyimpanan
bahan dan penyembuhan luka
serta berfungsi sebagai
pengangkut air dan mineral ke
seluruh bagian anatomi tumbuhan
juga ke tempat floem dan xilem
(Estiti, 1995).

4. Sklerenkim
Berfungsi sebagai penyokong
bagian tumbuhan yang lebih
dewasa (Mader, 1987; Estiti,
1995)

 Simplisia Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale var.rubrum)


Mikroskopik

Gambar Keterangan

a. Sklerengkim
Berfungsi Sebagai alat
penyokong, Melindungi dan
menguatkan bagian dalam sel,
Memberikan kekuatan mekanik
ke tubuh tanaman
b. Amilum (10x10)
Berfungsi sebagai pembentuk
senyawa-senyawa organik yang
lain seperti lemak dan protein,
dan menjaga keseimbangan
asam basa dalam tubuh.
c. Berkas pengangkut dengan
penebalan tipe tangga.Fungsi
berkas pengangkut sebagai
pengangkut air dari akar menuju
daun untuk fotosintesis
d. Parengkim dengan ideoblas
berupa sel minyak.Parenkim
berfungsi Sebagai penghasil dan
tempat penyimpan cadangan
makanan.

 Simplisia Akar Wangi (Vitiveriae Radix)

 Mikroskopik

Gambar  Keterangan 

1. Sklerenkim

Jaringan sklerenkim berfungsi sebagai


alat penyokong dan pelindung yang
menguatkan bagian dalam sel, serta
memberikan kekuatan mekanik ke tubuh
tumbuhan

2. Trakea

Trakea merupakan bagian dari xilem


yang berfungsi sebagai penopang dan
penghantar air
3. Epidermis terdiri dari satu lapis sel
berbentuk segi empat

Fungsi epidermis yang paling utama


adalah sebagai jaringan pelindung bagi
organ tumbuhan dari kondisi dan
pengaruh lingkungan luar

4. Parenkim dengan sel minyak

 Simplisia Akar Kelembak (Rhei Radix)

Mikroskopik

Gambar Keterangan
Hablur Kalsium Oksalat berbentuk Roset
Fungsinya:
Untuk mengontrol distribusi dan
penyimpanan kalsium di dalam sel.
(Sood, et al., 2008)
file:///C:/Users/ACER/Downloads/104-149-1-PB
%20(1).pdf
Nurul H,Neng Aneu.2018.Laporan Praktikum
Farmakognosi Modul Identifikasi 2.
Universitas Islam Bandung.
Butir Pati
Fungsinya:
Butir pati yakni sebagai sumber karbohidrat
pada pertumbuhan tumbuhan
https://www.dosenpendidikan.co.id/fungsi-pati/

Nurul H,Neng Aneu.2018.Laporan Praktikum


Farmakognosi Modul Identifikasi 2.
Universitas Islam Bandung.

Parenkim dengan Hablur Kristal Kalsium


Oksalat berbentuk Roset
Fungsinya:
Sebagai penghasil dan tempat penyimpan
cadangan makanan dan tempat penyimpanan
udara dalam proses respirasi sebagai akibat
dari banyaknya ruang antara satu sel dengan
Nurul H,Neng Aneu.2018.Laporan Praktikum yang lainnya
Farmakognosi Modul Identifikasi 2.
Universitas Islam Bandung. (https://workamerica.co/jaringan-parenkim/)

Parenkim dengan Trakea


untuk menyalurkan zat yang digunakan
untuk memfotosintesiskan dari akar menuju
ke daun.
https://dosenbiologi.com/tumbuhan/fungsi-
xilem#:~:text=Pembuluh%20kayu%20ini
Nurul H,Neng Aneu.2018.Laporan Praktikum
Farmakognosi Modul Identifikasi 2. %20memiliki%20fungsi,xilem%20adalah
Universitas Islam Bandung. %20trakea%20dan%20trakeid.&text=Trakea
%20juga%20memiliki%20ujung
%20yang,hingga%20menyebabkan%20isi
%20sitoplasma%20mati.

1.2 Identifikasi simplisia daun (folium) secara kimiawi


 Simplisia Akar Tapak Dara (Catharanthi radix)
Identifkasi simplisia akar tapak dara secara kimiawi dilakukan dengan cara
meneteskan larutan asam sulfat P dan menghasilkan warna merah tua (+), dan
meneteskan asam sulfat encer dan menghasilkan warna merah.
 Simplisia Rimpang Temu Giring (Curcumae Heyneanae Rhizoma)
Identifkasi simplisia kulit batang cempaka secara kimiawi dilakukan dengan
cara meneteskan larutan asam sulfat P dan menghasilkan warna hijau (+), dan
meneteskan asam sulfat encer dan menghasilkan warna putih.
 Simplisia Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale var.rubrum)
Identifkasi simplisia kulit batang cempaka secara kimiawi dilakukan dengan
cara meneteskan larutan asam sulfat P dan menghasilkan warna coklat
hitam(+), dan meneteskan asam sulfat encer dan menghasilkan warna kuning.
 Simplisia Akar Wangi (Vitiveriae Radix)
Identifkasi simplisia kulit batang cempaka secara kimiawi dilakukan dengan
cara meneteskan larutan asam sulfat P dan menghasilkan warna coklat
kehitaman, dan meneteskan asam sulfat encer dan menghasilkan warna coklat
muda.
 Simplisia Akar Kelembak (Rhei Radix)
Identifkasi simplisia kulit batang cempaka secara kimiawi dilakukan dengan
cara meneteskan larutan asam sulfat P dan menghasilkan warna merah
kecoklatan, dan meneteskan asam sulfat encer dan menghasilkan warna coklat
kemerahan.

BAB V
KESIMPULAN

Penambahan kloralhidrat bertujuan sebagai menghilangkan kandungan


sel seperti amilum dan protein sehingga akan dapat terlihat jelas di bawah
mikroskop untuk melihat fragmen pengenal dari masing-masing simplisia
akar (Radix) dan rimpang (Rhizoma).  pemeriksaan mikroskopik ini meliputi
Sklerenkim, Trakea, Epidermis, Parenkim, Amilum, Berkas Pengangkut.
Sedangkan tujuan identifikasi kimiawi ialah untuk mengidentifikasi adanya
kandungan senyawa yang terdapat pada masing-masing simplisia.
Ketidaksamaan hasil praktikum dengan teori pada saat uji kimiawi
mungkin dikarenakan adanya beberapa factor diantarnya adalah zat pereaksi
yang telah rusak, kualitas bahan simplisia yang buruk sehingga kandungan
dari simplisia ada yang hilang, atau kesalahan pada saat mereaksikan seperti
terdapat zat lain dalam tabung reaksi maupun tidak pasnya jumlah bahan yang
direaksikan.

DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, (2017), Farmakope
Herbal Indonesia, Edisi II. 250-252, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.
https://www.scribd.com/document/435148851/Pembahasan-Radix
https://dokumen.tips/documents/farmakognosi-laporan-identifikasi-
simplisia.html
https://dosenpertanian.com/tanaman-tapak-dara/
Putri, Rizka Meirisa. (2018). "Isolasi Senyawa Metabolit Sekunder
dari Fraksi n-Heksan Rimpang Temu Giring (Curcuma heyneana Val. &
V.Zijp)". Skripsi. Jakarta: FIK UIN.
Resmi, Shinto. (Tanpa Tahun). "Uji Antioksidan Ekstrak Rimpang
Temu Giring (Curcuma Heyneana Valeton & val. zijp) Dengan Perbedaan
Metode Pengeringan". Artikel Ilmiah. Malang.
Putra, Aditya Maulana Perdana, Rustifah, Muhammad Arsyad.
(2015).
"Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Rimpang Temu Giring(Curcuma
Heyneana VAL.) Terhadap Pertumbuhan Escherichia Coli Secara In Vitro".
Jurnal Ilmiah Manuntung. Banjarmasin: ISFI.
https://text-id.123dok.com/document/ky6e8jl4z-identifikasi-serbuk-
rimpang-bangle-dan-jahe-merah-karakteristik-minyak-atsiri.html
https://id.scribd.com//document/254872879/jahe-merah
Asmara, T. Daru.2009. Akar Wangi (Andropopagon zizanoides,
urban). Bandung.
https://id.scribd.com/doc/119162342/Tugas-Akar-Wangi-03
https://agrotek.id/klsifikasi-dan-morfologi-tanaman-akar -wangi/
Kementerian Kesehatan RI, 2012. Vademekum Tanaman Obat Untuk
Saintifikasi Jamu Jilid III. Jakarta: Kementerian Kesehatan.
file:///C:/Users/user/Downloads/PERCOBAAN
%206%20(PEMERIKSAAN%20SIMPLISIA%20AKAR%20DAN
%20RIMPANG).pdf
https://docplayer.info/69122120-Laporan-praktikum-farmakognosi-
hasil-uji-histokimia-dan-analisis-kromatografi-lapis-tipis-klt-disusun-
oleh.html
Nurul H,Neng Aneu.2018. Laporan Praktikum Farmakognosi Modul
Identifikasi 2. Universitas Islam Bandung.
file:///C:/Users/ACER/Downloads/104-149-1-PB%20(1).pdf
https://www.dosenpendidikan.co.id/fungsi-pati/
(https://workamerica.co/jaringan-parenkim/)
https://dosenbiologi.com/tumbuhan/fungsi-xilem#:~:text=Pembuluh
%20kayu%20ini%20memiliki%20fungsi,xilem%20adalah%20trakea%20dan
%20trakeid.&text=Trakea%20juga%20memiliki%20ujung%20yang,hingga
%20menyebabkan%20isi%20sitoplasma%20mati.

Anda mungkin juga menyukai