Anda di halaman 1dari 61

Erna Tresnaningsih

Jakarta, 16 Desember 2021


• Fungsi /tugas londri adalah untuk menyediakan
pasokan linen bersih secara teratur dan tepat
waktu untuk kepuasan pasien, personel medis
dan paramedis dan staf RS CITRA RS

• Kegiatan londri rutin: sangat sibuk,banyak kegiatan


manual, jumlah cucian banyak dan perlu
kecepatan proses kegiatan londri menimbulkan
risiko ergonomi kasus GOTRAK harus
diantisipasi Kemkes Panduan Ergonomi di
Londri Fasyankes.
• ERGONOMI: (yunani kuno)
ergo = Kerja
nomos = Norma

• GOTRAK ≈ WMSDs / CTD / RSI / OCD


Gangguan Otot & Tulang Rangka Akibat Kerja

• WMSDs : Work Related Musculoskeletal


Disorders
(kemampuan & keterbatasan (alat, cara, proses &
fisik-mental ) lingkungan kerja)

keamanan, kenyamanan, efisiensi & kepuasan kerja


4
(NIOSH 1997)

• Semua gangguan kesehatan & cidera yg


mengenai sistem gerak tubuh:
• Otot • Tulang rawan
• Tendon • Bursa
• Selaput tendon • Spinal discs
:
• Ligamen • pembuluh darah
• Tulang rangka • Syaraf
• Sendi

• Akut, intermiten, kronis, ringan, berat, cacat


• disebabkan atau diperberat oleh berbagai faktor
risiko pekerjaan dan/atau lingkungan kerja
• Cedera atau Gangguan Otot & Tulang
Rangka yg disebabkan oleh dampak
langsung dari jatuh, terpukul, tabrakan,
perkelahian dll TIDAK termasuk dalam
GOTRAK.

Erna T.S
• Belum terdata dengan baik.
• Mulyati (2019), dari 49 petugas laundry di
Puskesmas Sukamerindu Bengkulu, seluruhnya
memiliki keluhan, terbagi menjadi 43% memiliki
keluhan berat dan 57% memiliki keluhan
ringan.
• Lahdji (2020). dari 43 petugas laundry di
Tembalang Semarang, seluruhnya memiliki
keluhan muskuloskeletal dengan derajat
ringan, paling banyak pada daerah leher dan
punggung.
• Kemkes RI, thn 2021 melakukan Survey Ergonomi
laundry di lima RS di Indonesia,dgn menggunakan
instrumen Body Map & Symptom Survey, data
lima bagian tubuh yang banyak mengalami keluhan
sakit ringan berat adalah :
- bahu (35,51%),
- betis (33,64%),
- pinggang (28,97%), Sesuai
pajanan
- punggung bawah (20,56%),
sehari -hari
- dan leher (19,63%).
Postur janggal (Awkward) posisi kerja tidak alamiah
Repetitif Pengulangan gerakan yg sama dlm wkt lama
jam/hari
Kekuatan otot (Force) berat/ berlebihan
Posisi kerja atau beban tenaga berkepanjangan
. Tekanan pd bagian tubuh (ContackStress/Compression)
Getaran
Stres Psikososial
Aktivitas kerja di tempat / dg suhu dingin
tergantung FIDIK :
Frekuensi, Intensitas, Durasi, Individu, dan
Kombinasi
• Tangan, pergelangan tangan, siku
dan bahu

• Punggung dan leher

• Punggung Bawah NPB/LBP

• Pinggul, lutut & pergelangan kaki


• Nyeri Punggung Bawah (NPB) / Low Back
Pain (LBP)
• Carpal Tunnel Syndrome (CTS)
• Tension Neck Syndrome
• Rotator Cuff Tendinitis/Syndrome
• Epicondylitis
• Raynaud’s Syndrome
• Tendinitis
• Synovitis

11
Tenosynovitis, dll
Disiapkan oleh Tim PERDOKI
(based on ET)
A. (Pengambilan &) Penerimaan Linen
B. Pemisahan Linen
C. Pencucian
D. Pengeringan Linen
E. Penyetrikaan dan pelipatan Linen
F. Penyimpanan Linen
G. Distribusi Linen
• RISIKO ERGONOMI: Postur lengan, tubuh
twisting, force
• RISIKO ERGONOMI: Postur lengan,twisting, force di lengan
atas & bawah
RISIKO ERGONOMI: Postur lengan, force
Ergonomis berdiri tidak twisting
Risiko Ergonomi:Postur, force
Pemilahan linen kotor dan Linen infeksius
F. Risiko Ergonomi : postur, repetitif
1. memasukkan linen kotor ke mesin cucI

Risiko Ergonomi: Postur bungkuk dan twisting, Force, Repetitif


1. memasukkan linen kotor ke
mesin cuci Ergonomis
Risiko Ergonomi:Postur twisting, Force, statis, Repetitif
Mengambil Linen bersih dari mesin cuci dimasukkan ke
keranjang besi, untuk dibawa ke mesin pengering
ERGONOMIS
Menyetrika dgn Flatwork Ironer
(lanjutan
lanjutan))

Melipat linen besar Melipat Laken


(lanjutan
lanjutan))
Mengambil linen untuk di setrika lalu
Cek linen sebelum disetrika
Melipat pasca setrika
• Melipat pasca setrika ERGONOMIS
RISIKO ERGONOMI: Postur lengan, force
Risiko Ergonomi: Postur, statis, repetitif
Memindahkan
Linen pasca setrika diletakkan Linen bersih dari Rak
lagi di keranjang dibawa ke
keranjang ke rak penyimpanan
penyimpanan
tempat penyimpanan
(lanjutan
lanjutan))

Perawat dari
ruangan
Distribusi linen bersih melalui pass-box
(lanjutan
lanjutan))

Memasukkan linen bersih ke troley utk distribusi


Ruang penyimpanan linen bersih di lemari masing2
/per ruangan

Lingkungan area
bersih
Gudang penyimpanan cairan kimia londri
Rapih dan bersih
Peletakkan troley di pintu masuk menghambat
Jalur evakuasi
Kabel listrik , lampu yg mati
Ruang Jahit dan tumpukan karton bekas
1. Identifikasi risiko Ergonomi di tempat kerja,

Evaluasi, Intervensi

2 . Peregangan otot, tendon, ligamen yang

selalu / sering digunakan bekerja


Apakah di tempat kerja Londri RS ada risiko ergonomi ?

√ 1. Lakukan Inspeksi Tempat Kerja Sepintas


(Walk Through Survey)
- inspeksi dimulai dari proses kegiatan awal sampai
akhir
- pekerja di foto dari arah samping, depan & belakang

- Hasil foto dihitung dengan menggunakan format


BRIEF Survey / RULA / REBA /dll
(Lanjutan)

Apakah di tempat kerja Anda ada risiko ergonomi ?

√ Lakukan Survey Keluhan (Symptom Survey)


pada seluruh petugas:
- adakah yg mengeluh pegal linu / nyeri / kesemutan /
baal pada bagian tubuhnya?
- berapa sering & berapa berat tingkat keluhannya?
- apakah ada pekerja lain yg mempunyai keluhan yang
sama?

Gunakan format Body Map & Symptom Survey


A. Peraturan perundang-undangan & pedoman
- Kementerian Kesehatan, Kemenaker, Kem Perdagangan,
Industri, pertambangan, minyak dan gas dll.

B. Pengendalian Teknis (Engineering Control)


- Menghilangkan atau mengurangi risiko Ergonomi a.l dgn
modifikasi alat, tempat dan proses kerja supaya ergonomis
(misalnya: tinggi meja kerja, tinggi troli disesuaikan dg tinggi
pekerja, dll)
- Mengubah Tata Letak tempat kerja
- Mengubah cara mengangkut/memindahkan bahan baku,
Peralatan, Produk dll,(Hindarkan PBM dg menggunakan
alat bantu mekanik, ban berjalan)
- Mengganti Desain Alat; misalnya, Pegangan troli
dimodifikasi jadi 2 tingkat, dilapis karet dll
- Troli menggunakn pegas/per agar petugas tidak
membungkuk
- Menggunakan alat bantu Kesed anti lelah (Anti
fatigue mats)
Spring Trolley Anti fatigue mats
(lanjutan)

C. Pengendalian Administratif:
– Persyaratan penerimaan pekerja sesuai penempatan
– Pelatihan teknis sblm kerja, SOP perilaku kerja
ergonomis,
– Rotasi kerja untuk mengurangi repetitif dan
kebosanan
– Penggunaan APD: masker, sarung tangan, APT dll
– Reward & punishment: jenjang karir, piknik, makan
bersama dll

D. Pengendalian Medis:
– Pemeriksaan kesehatan awal, berkala, khusus
1. Letakkan peralatan kerja dalam jangkauan yang
mudah
2. Bekerja pada ketinggian yang tepat.
3. Bekerja dengan postur yang baik.
4. Kurangi kerja dg kekuatan yang berlebihan.
5. Kurangi pengulangan / repetisi yang berlebihan.
6. Meminimalkan kelelahan.
7. Minimalkan stres.
8. Lakukan mobilitas dan perubahan postur saat
bekerja.
9. Pertahankan lingkungan kerja yang nyaman