Anda di halaman 1dari 13

Tugas Ke- 11

Metode Perancangan
Arsitektur

Disusun Oleh :

Nama : M.Dani Saputra


Nim :142020018
Dosen Pengasuh : Reny Kartika Sary, S.T., M.T

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAHPALEMBANG
2021/2022
User Centered Design (UCD)
UCD (User Centered Design) adalah sebuah filosofi perancangan yang menempatkan
pengguna sebagai pusat dari sebuah proses pengembangan sistem. Teknik, metode, alat,
prosedur dan proses yang membantu perancangan sistem interaktif dibangun berdasarkan
pengalaman pengguna. UCD adalah menerjemahkan partisipasi dan pengalaman manusia
ke dalam rancangan.

Proses dari Metode User Centered Design (UCD) terdapat lima proses
yaitu seperti gambar dibawah :

1. Plan the human-centered design process


Pada Proses ini kita harus mengadakan diskusi terhadap orang-orang yang akan
mengerjakan proyek, untuk mendapatkan komitmen bahwa proses pembangunan proyek
adalah berpusat kepada pengguna atau user, Itu berarti bahwa proyek akan memiliki
waktu dan tugas untuk melibatkan pengguna atau user dalam awal dan akhir proses
atau di mana mereka dibutuhkan. Dan juga orang-orang yang mengerjakan proyek
harus mengetahui betul tentang.metode User Centered Design (UCD) ini melalui studi
literatur, pelatihan atau seminar.
2. Understand Specifying the Context of Use

Dasar dari setiap proses UCD adalah untuk memahami pengguna dari produk yang
dimaksudkan dan lingkungan penggunaan mereka. Oleh karena itu, proses UCD
khasnya dimulai dengan mengidentifikasi pengguna, Ini juga termasuk semua
stakeholders, atau pengguna tidak langsung, semua yangberhubungan dengan sistem.
Pada tahap ini juga, kita mengidentifikasi karakteristik pengguna dan kelompok
pengguna, Karakteristik mungkin, mengikuti definisi ISO, keterampilan, pendidikan,
usia, dll.

3. Specifying the User Requirements


Pada dasarnya pada tahap ini adalah tahap penggalian informasi atau data untuk
menggumpulkan kebutuhan dari pengguna, kemudian setelah informasi/data telah
terkumpul, dilakukanlah penataan informasi dari data kebutuhan pengguna tersebut,
lalu kebutuhan pengguna digambarkan ke dalam berbagai bentuk/teknik, seperti
narasi, gambar, atau diagram, dll.

4. Produce Design Solution

Pada langkah ini, desain pertama diciptakan. Sketsa, maket, simulasi danbentuk lain
dari prototipe yang digunakan untuk membuat ide-ide terlihat dan memfasilitasi
komunikasi yang efisien dengan pengguna. Ini mencegah kemungkinan kebutuhan
dan biaya tinggi yang terkait untuk pengerjaan ulang produk pada langkah berikutnya
dari siklus hidup. Ketika solusi desain disajikan kepada pengguna, mereka juga harus
diperbolehkan untuk melaksanakan tugas-tugas. Umpan balik pengguna yang
dikumpulkan harus. dimasukkan dalam perbaikan solusi desain. Ini harus iterasi terus
sampai tujuan desain telah dipenuhi.

5. Evaluating The Design

Dalam kegiatan berikutnya, solusi desain yang tahap sebelumnya dievaluasi..


Tujuannya adalah untuk menghasilkan umpan balik untuk lebih meningkatkanproduk
dan untuk menentukan apakah desain memenuhi kebutuhan pengguna yang
ditentukan, tujuan kegunaan dan sesuai dengan pedoman kegunaan umum. Siklus
proses UCD terus berlangsung selama tujuan kegunaan belum dipenuhi
Prinsip-prinsip User Centered Design (UCD)
1. Fokus Pada Pengguna, Perancangan harus terkoneksi langsung dengan pengguna
akhir atau calon pengguna melalui wawancara, survey dan workshop pada saat
perancangan. Tujuannya adalah untuk memahami kognisi, karakter dan sikap
pengguna serta karakteristik anthropometric. Aktifitas utamanya mencakup
pengambilan data, analisis dan integrasinya kedalam informasi perancangan dari
pengguna tentang karakteristik tugas, lingkungan teknis di dalam organisasi.
2. Perancangan Terintegrasi, Perancangan harus mencakup antar mukapengguna, sistem
bantuan, dukungan teknis serta prosedur untuk instalasi dan pengaturan konfigurasi.
3. Dari Awal Berlanjut Pada Pengujian Pengguna, Satu-satunya pendekatan yang
berhasil dalam perancangan sistem yang berpusat pada pengguna adalah secara
empiris dibutuhkan observasi tentang kelakuan pengguna, evaluasi.feed back yang
cermat, wawasan pemecahan terhadap masalah yang ada, danmotivasi yang kuat
untuk mengubah rancangan.
4. Perancangan Interaktif, Sistem yang sedang dikembangkan harus didefinisikan,
dirancang, dan dites berulangkali. Berdasarkan hasil tes kelakuan dari fungsi,
antarmuka, sistem bantuan, dokumentasi pengguna dan pendekatan dalam
pelatihannya. Berikut adalah beberapa Pendekatan dan teknik dalam UCD yang dapat
digunakan dalam berbagai tahapan.
Kelebihan dan Kekurangan user centered design (UCD)

Proses pengembangan UCD wajib mencermati tujuan dari penciptaan UCD itu sendiri.
Tujuan dari UCD merupakan menghasilkan suatu produk yang mempunyai khasiat yang
besar, meliputi seberapa aman user dalam memakai produk tersebut, seberapa gampang
dalam pengelolaannya, seberapa efisien produk tersebut pada pengguna, serta bagaimana
tingkatan keharmonisan antara produk dengan pengguna di kala berhubungan dengan
produk yang diciptakan, ataupun dengan kata lain produk yang diciptakan wajib mempunyai
tingkatan usability yang besar.
Setiap desain yang terbuat tentu hendak mempunyai bias sebab hendak dipengaruhi dengan
watak– watak manusia semacam keresahan, harapan, serta kebutuhan. Namun dengan
memakai UCD, perancang bisa memandang dari sudut pandang pengguna yang lebih
khusus, perihal– perihal yang sesungguhnya diperlukan oleh pengguna, serta buat membuat
sesuatu rancangan yang baik, perancang tidak dapat memakai perihal– perihal yang
bertabiat abstrak, wajib mengenali perihal– perihal konkrit yang sesungguhnya terjalin di
dalam kehidupan, bisa diterapkan serta layak.
Pengguna diajak buat aktif berkomentar kala perancang antarmuka lagi mendesain
antarmuka. Artinya disini merupakan antara user serta perancang hendak mengadakan
pertemuan buat mengulas tentang desain semacam apa yang di idamkan oleh user. Jadi user
seolah- olah telah bisa membayangkan semacam apa nantinya aplikasi yang hendak mereka
pakai.
Jadi kelebihan dari pendekatan perancangan user centered design ialah, terdapatnya
komunikasi yang terjalin antara user serta perancang sehingga nantinya dalam hasil
perancangan user tidak sangat kecewa dengan hasil desain perancangan Sebaliknya
kekurangannya terletak apa terdapat permasalahan waktu pengerjaan yang lama bila antara
user serta perancang tidak menciptakan titik temu dalam mendesain antarmuka) serta
perancang pula tidak leluasa buat mengimplementasikan idenya dalam desain user
antarmuka tersebut.
Sedangkan kekurangannya terletak apa ada masalah waktu pengerjaan yang lama jika antara
user dan perancang tidak menemukan titik temu dalam mendesain antar muka dan perancang
tidak menemukan titik temu dalam mendesain antar muka dan perancang juga tidak
bebasuntuk menimplementasikan idenya dalam desain user antar muka tersebut.
Beberapa Manfaat Penerapan UCD yang baik
 Mengurangi biaya pemeliharaan

 Peningkatan keseluruhan kepuasan Pengguna

 Peningkatan penjualan dan pendapatan


 Memberikan Positif Brand Image
 Penurunan pelatihan dan dukungan biaya

Contoh kasus

Penerapan User-Centered Design pada Sistem Informasi Dewan Masjid Indonesia


(DMI) Kota Semarang Berbasis Web untuk Mengelola Potensi Masjid Kota Semarang

Untuk mengembangkan sistem berdasarkan pendekatan UCD, langkah-langkah berikut


diikuti adalah

a) mendefinisikan ruang lingkup,

b) menganalisis masalah,

c) merancang konten,

d) implementasi, dan

e) pengujian.

1. Mendefinisikan Ruang Lingkup Pengguna pada sistem informasi DMI Kota Semarang
berbasis web adalah mereka yang menggunakan smartphone, laptop, atau komputer. Untuk
admin DMI Kota Semarang hanya dikhususkan untuk pengurus DMI Kota Semarang,
takmir masjid Kota Semarang ataupun para developer yang sudah terdaftar oleh sistem. Pada
halaman admin, pengguna dapat menambahkan dan mengolah data admin, gambar slider di
tampilan halaman user, kegiatan DMI, masjid, kegiatan masjid, produk jamaah, jadwal
sholat, materi khutbah dan data mubaligh. Sedangkan untuk halaman user diperuntukkan
untuk siapa saja tanpa ada login. Halaman user hanya diperbolehkan melihat data tanpa
menambahkan atau mengolahnya.

2. Menganalisa Masalah Dalam menganalisa masalah, kami lakukan dengan cara eksplorasi
pengguna. Proses eksplorasi meliput wawancara dan pengujian produk sampel. Hasilnya
adalah tampilan web harus responsive dengan layar smartphone, karena sebagian besar
pengguna seperti takmir masjid tidak biasa dalam menggunakan laptop atau komputer.
Aplikasi berbasis web ini dikembangkan dengan tujuan memberikan data tentang potensi
masjid kepada pengguna terutama muslim di Kota Semarang. Informasi tentang masjid,
jadwal sholat dan kegiatan DMI dikumpulkan dari berbagai sumber antara lain Kementrian
Agama Republik Indonesia, dan PD DMI. Sedangkan informasi tentang kegiatan di masjid
dan produk jamaah dikumpulkan dari masyarakat umum lalu diverifikasi oleh admin web.
Dari proses kerja web tersebut, langkah-langkah yang digunakan sebagai berikut: Tahap
pertama adalah mengumpulkan data yang dibutuhkan aplikasi DMI kota Semarang. Data
tersebut antara lain data tentang kegiatan DMI Kota Semarang, masjid, lokasi masjid,
informasi takmir, kegiatan masjid, produk jamaah di sekitar masjid, waktu sholat, mubaligh,
dan data khutbah. Setelah data tersebut didapatkan lalu disimpan didalam database. Data
masjid dan waktu sholat didapatkan dari Kementrian Agama dengan alamat web,
http://simas.kemenag.go.id/index.php/search/?keyword=kota+semarang&filter=CARI.
Data masjid diambil dengan cara crawling pada tanggal 21 Januari 2019, dan didapatkan
1161 data. Data waktu sholat didapatkan dari alamat web
https://bimasislam.kemenag.go.id/jadwalshalat. Sedangkan data yang lain serta tambahan
data masjid dan jadwal sholat akan dikumpulkan setelah aplikasi selesai dibuat.

3. Merancang Konten Sistem Pada langkah ini, kami merancang konten aplikasi yang
meliputi merancang arsitektur informasi dan mendesain aliran pengguna.

Arsitektur Informasi Arsitektur informasi adalah struktur sistem yang memungkinkan


pengguna untuk mengetahui informasi berdasarkan posisi [15]. Sistem DMI Kota Semarang
ini memiliki 2 sistem besar,antara lain:

a. Halaman user, berisi tentang informasi-informasi dari data masjid, kegiatan DMI,
mubaligh, jadwal sholat. Halaman user ini berbentuk landing page, dimana semua informasi
terkumpul dalam satu halaman website.

b. Halaman admin, berisi tentang proses menambahkan dan mengolah semua data yang akan
ditampilkan pada halaman user. Data tersebut antara lain data admin, gambar slider di
tampilan halaman user, kegiatan DMI, masjid, kegiatan masjid, produk jamaah, jadwal
sholat, materi khutbah dan data mubaligh. Halaman ini berbentuk dashboard, sehingga dapat
memudahkan admin.
Aliran Pengguna

Aliran pengguna atau disebut user flow adalah proses untuk mengidentifikasi apa yang
pengguna dapat lakukan di dalam sistem . User flow berbentuk diagram yang
mengambarkan halaman awal sampai halaman yang paling terdalam. Gambar 1
menunjukklan user flow pada sistem DMI Kota Semarang berbasis web.

Halaman User Login Admin

Kegiatan DMI Detail Kegiatan Dashboard Admin

Masjid Detail Masjid Mengolah Data

Mengolah Gambar Slider


Mubaligh Detail Mubaligh
Mengolah Data Kegiatan DMI
Jadwal Sholat
Mengolah Data

Mengolah Produk Jamaah

Mengolah Materi Khutbah

Mengolah Data Mubaligh

Implementasi
Implementasi pada sistem ini menggunakan platform website. Platform website dipilih
karena memiliki sifat dinamis sehingga memudahkan interaksi pengguna dan kemampuan
penyimpanan data. Apliaksi website juga dapat diakses oleh media apapun baik
menggunakan laptop atau komputer sampai ke smartphone. Sistem dibuat menggunakan
HTML5 dan bahasa pemrograman CSS, Javascript, PHP dengan bantuan framework
Codeigniter yang menerapkan prinsip Model-View-Controller (MVC) [16]. Ditambah
dengan Google Maps yang menyediakan banyak fungsi dan fasilitas untuk menambahkan
konten dan memanipulasi peta pada website. Melalui google maps, kami mengumpulkan
data-data berupa alamat, latitude, longitude dan beberapa informasi lainnya dari sebuah
lokasi masjid.
Aplikasi DMI berbasis website dapat diakses pada alamat http://dmi-
kotasemarang.dinus.ac.id. Gambar 2 menunjukkan halaman user. Setelah login, di dalam
tampilan memiliki panel sebelah kiri yang berisi 6 fungsi inti yaitu dashboard, data admin,
gambar slider, kegiatan DMI, masjid, dan manage. Dashboard adalah tampilan awal saat
admin masuk. Halaman login admin tersedia pada Gambar 3, Gambar 4 menunjukkan tentang
halaman dashboard admin dan gambar 5 menunjukkan penerapan google maps untuk
informasi posisi masjid.

Gambar 2. Halaman User Gambar 3. Halaman Login

Gambar 4. Halaman Admin Gambar 5. Penerapan Google Maps

Gambar 8. Aplikasi DMI Berbasis Mobile Gambar 9. Web Service


Pengujian
Pengujian tampilan dilakukan dengan cara memberikan angket/ kuesioner kepada
pengguna untuk mendapatkan data kuantitatif. Kuesioner menggunakan skala peringkat
bintang 5. 1 mewakili sangat buruk sedangkan 5 mewakili sangat baik. Teknik ini
memudahkan pengguna untuk menilai sistem. Pertanyaan yang diajukan ditentukan
berdasarkan usability goal dan user experience. Parameter pertanyaan antara lain pendapat
umum mengenai keseluruhan sistem, user interface atau tampilan, user experience,
penyelesaian tugas sesuai kebutuhan, kemudahan penggunaan, pemahaman informasi,
informasi yang bermanfaat, dan ketertarikan pengguna dalam menggunakan sistem ini.

Dari hasil kuesioner di Tabel 1, kita dapat melihat bahwa sebagian besar pengguna setuju
bahwa sistem memenuhi tujuan yang bermanfaat, efektif, dapat dipelajari, mudah diingat,
membantu, dan menarik.

Pengujian sistem dilakukan menggunakan black box testing. Pengujian ini berfokus pada
fungsi- fungsi yang ada pada aplikasi [17]. Berikut Tabel 2 yang berisi tentang black box
testing tiap-tiap fungsi.
Table 1. Hasil Kuesioner
Achievements Respons
Parameter Usability User 5 4 3 2 1
Goal Experience
Pendapat umum Bermanfaat 4 1
User Interface (tampilan) Menarik 3 1 1
User Experience (UX) UX yang bagus 2 2 1
Penyelesaian tugas Efektif 1 3 1
Kemudahan penggunan Mudah dipelajari 2 3
Pemahaman informasi Mudah diingat 2 3
Informasi yang
bermanfaat Terbantu 4 1
Ketertarikan pengguna Tertarik 5

Kesimpulan
Pada tanggal 29 Maret 2019 sudah diadakan soft launching aplikasi DMI [18] berbasis
web maupun mobile di Gedung Balai Kota Semarang dan beberapa pelatihan untuk user.
Aplikasi diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengelolaan potensi masjid dalam
bentuk produk dan kegiatan masjid sebagai dukungan layanan masyarakat Kota
Semarang.

Metode UCD membuat pengguna aplikasi akan dipermudah dengan kenyaman, lebih
mudah dipelajari dan lebih tertarik menggunakan aplikasi ini. Maka tujuan utama dalam
pembuatan aplikasi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam pengelolaan
produk dan kegiatan masjid Kota Semarang dapat dengan lebih mudah tercapai
Saran dari peneliti untuk pengembangan berikutnya adalah membuat aplikasi DMI
berbasis web ini menjadi Progresive Web App (PWA) sehingga para pengguna tetap dapat
menggunakan aplikasi ini walau sinyal kurang memadai. Jika sinyal tidak ada, aplikasi
akan tetap menampilkan data-data. Jika saat mengupload data sinyal tidak ada, maka data
akan tersimpan ke dalam cache, saat sinyal sudah tersedia data yang diupload akan dengan
otomatis masuk ke database

Anda mungkin juga menyukai