Anda di halaman 1dari 3

Nama : Leni Rianti

NPM : 200200631
Prodi : Akuntansi, Semester III/ Kelas Pagi
Dosen Pengampu : Inda Arfa Syera,S.E., M.Si.
Mata Kuliah : Manajemen Keuangan

1. Identitas Jurnal
 Judul : Angel Investment as a Source of Startup Capital: A Case Study in
Indonesia (Comparative Study in Jakarta and Bandung)
 Jurnal : Full Paper Proceeding GTAR-2014
 Volume : Vol. 1
 Halaman : 134-145
 Tahun : 2015
 Penulis : Chintia Febrianti

2. Isi Jurnal
Kendala yang datang pada industri kreatif salah satunya adalah masalah pendanaan.
Menurut UK DCMS Task Force (1998) adalah “Industri kreatif sebagai industri yang
mengandalkan kreativitas, keterampilan, dan bakat individu yang berpotensi menghasilkan
kekayaan dan penciptaan lapangan kerja melalui generasi dan eksploitasi kekayaan
intelektual dan konten". Di Indonesia, industri didefinisikan sebagai industri kreatif yang
berfokus pada penciptaan dan eksploitasi kekayaan intelektual seperti karya seni, film,
permainan atau desain busana dan kreatif jasa termasuk antar perusahaan seperti periklanan
(Simatupang et al, 2008).
Pendanaan masalah yang dihadapi oleh Micro, Small dan Startup. Namun, jumlah
aset yang dimiliki oleh mikro dan usaha kecil telah dapat menggunakan untuk mengakses
modal dari bank atau skema pendanaan seperti modal ventura. Sementara startup atau bisnis
baru belum bisa mengakses pendanaan semacam itu. Startup adalah perusahaan baru yang
biasanya bergerak di bidang informasi teknologi dan menggunakan internet sebagai platform.
Perusahaan memproduksi produk digital seperti: sebagai aplikasi web atau layanan melalui
website (Nugraha, 2010).(S, 2015)
Pendanaan angel investment dinilai sesuai dengan industri di Indonesia karena
semakin banyaknya startup. Investasi malaikat atau angel investor adalah investasi yang
datang dari orang kaya, biasanya pengusaha yang berinvestasi di perusahaan yang baru
memulai dan memiliki ekuitas dalam perusahaan. Sedangkan Angel Investment menurut
Zimmerer (2009) adalah investasi yang berasal dari orang kaya, biasanya pengusaha yang
berinvestasi di perusahaan yang adil memulai dan memiliki ekuitas di perusahaan. Menurut
Statis (2004) angel investor adalah individu unik yang berinvestasi dalam skala tahap awal
menggunakan uang pribadinya.
Global Kewirausahaan Program Indonesia / GEPI (2011) menyarankan bahwa
investasi modal malaikat diberikan oleh individu yang memiliki kekuatan finansial dan
bersedia memberikan uang tunai injeksi untuk perusahaan baru. Sumarsono (2010)
berpendapat bahwa angel investment adalah pendanaan yang dilakukan oleh non-bank pihak
yang bisa menjadi tempat untuk mencari tambahan modal atau modal.
Menurut Fung (2014) angel investment adalah jaringan orang-orang yang memiliki
kekayaan atau memiliki uang dan tertarik untuk berinvestasi. Mereka berinvestasi di
perusahaan yang dimulai atau masih dalam tahap awal. Sedangkan menurut Adez (2014)
angel investor disebut karena ketika yang lain tidak bersedia, ketika malaikat investor itu
yang pertama kali masuk menyediakan dana pada tahap awal.
Inilah yang membedakan jenis angel investment dengan pendanaan lainnya. Saat ini
angel investment di Indonesia sudah mulai berkembang sebagai berikut tren di Lembah
Silikon. Angel investment di Indonesia bersifat informal dan berbasis koneksi sistem. Saat
memberikan pendanaan, investasi malaikat menetapkan sejumlah kriteria Bisnis kriteria
kepribadian pelaku paling sering terlihat adalah angel investor dengan persentase 90%.
Hal-hal yang berkaitan dengan kepribadian antara lain seperti rekam jejak, visi,
open minded, bersifat kepemimpinan, ekstrovert, mengembangkan jaringan dan dapat
dipercaya. Hal berikutnya diperhatikan oleh angel investor adalah unik dan potensi pasar dari
sebuah startup. Dari keterangan informan diketahui bahwa besarnya pertumbuhan yang
diharapkan investor adalah pada rata-rata sekitar 10-15%. Jenis angel investor bervariasinya
pengaruh variabel keuangan yang diterapkan oleh perusahaan investor pada keuangan bisnis.
Laporan dan pertemuan yang diminta oleh angel investor mengenai keuangan yang
digunakan untuk memantau perkembangan usaha yang didanai dan penerapan penggunaan
dana yang disediakan. Investor malaikat tidak memaksakan keberadaan proyeksi keuangan
bisnis atau margin. Tetapi angel investor mengharapkan pengembalian dana setidaknya setara
dengan sejumlah investasi tertentu.
Untuk investor malaikat, investasi tertentu di Indonesia saat ini masih bervariasi
menurut teori yang ada. Hal ini tidak kurang yang penting adalah skema exit strategy yang
dibutuhkan oleh angel investor untuk mendapatkan pengembalian dana atauumpan balik dari
investasinya. Strategi keluar skematis terdiri dari berbagai cara tergantung kesepakatan kedua
belah pihak.
Selama ini sistem pendanaan angel investment di Indonesia belum berjalan secara
informal. Sistem pendanaan berdasarkan kekerabatan organisasi angel investor yaitu
dimaksudkan untuk memberikan dana investasi malaikat formal sehingga diharapkan semua
pihak dapat mengakses pendanaan. Kedepannya, angel investment akan terus berkembang
seiring dengan banyaknya startup dengan ide bagus yang ingin mengakses dana dalam
pembiayaan awal. Kemungkinan bahwa kedepannya akan semakin marak pendanaan oleh
angel investor dari luar Indonesia.(S, 2015)

Sumber :
S, C. F. (2015). Angel Investment as a Source of Startup Capital : A Case Study in Indonesia
( Comparative Study in Jakarta and Bandung ). Full Paper Proceeding GTAR-2014,
1(Simatupang 2008), 134–145.