Anda di halaman 1dari 5

RESUME ANALISA JURNAL READING

KEPERAWATAN GERONTIK

Nama kelompok :
1. Intania Nurfadhilla Surasa 202015008
2. Siti Rahmadini 202015019
3. Vicky Sigit Setiawan 202015022

Sumber Jurnal: Jurnal Zaitun Universitas Muhammadiyah Gorontalo


Peneliti:

1. Rona Febriyona
2. Inne Ariane Gobel

Judul Penelitian, lokasi dan tahun:


Judul Penelitian:
1. Kompres Jahe Merah Terhadap Tingkat Penurunan Gout Arthritis Pada Lansia Di
Wilayah Kerja Puskesmas Tolangohula Kabupaten Gorontalo (2021)
2. Efektifitas Terapi Rendam Air Hangat dengan Garam terhadap Skala Nyeri
Arthritis Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur Kota Jambi.
(2019)

Resume Hasil Penelitian:


Kedua penelitian ini memiliki tujuan yang sama yaitu sama-sama mencari tahu apakah
terdapat pengaruh dari masing-masing intervensi yang di berikan terhadap tingkat nyeri pada
penderita Gout Arthitis. Penelitian pertama yang dilakukan oleh Febriyona, dkk (2021)
memberikan intervensi kompres Jahe Merah, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh
Dewi, dkk (2020) memberikan intervensi terapi rendam air hangat dengan garam. Kedua
Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif, menggunakan Pre Experimental Design
dengan non equivalent (pretest dan posttest) two group design.

P (Patient, Population, Problem):


1. Pasien
Seluruh lansia berjumlah 20 orang yang mengalami gout artritis, Sampel dalam penelitian
ini adalah penderita nyeri gout artritis yang ada di puskesmas Tolangohula. Untuk
menentukan sampel tersebut maka dilakukan pendekatan melalui Total Sampling yaitu
teknik penetapan sampel dengan cara memilih semua anggota populasi sebagai sampel,
jadi sampel pada penelitian ini adalah 10 responden perlakuan dan 10 responden untuk
kelompok kontrol.
2. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yaitu 20 orang yang mengalami gout
artritis di wilayah kerja puskesmas Tolangohula kabupaten Gorontalo.
3. Problem
Gout merupakan kelainan metabolisme purin bawaan yang ditandai dengan penimbunan
Kristal asam urat di sendi akibat adanya peningkatan kadar asam urat serum. Hal ini
menimbulkan atritis gout akut. Artritis gout sering menyerang sendi perifer kaki dan
tanggan, paling sering mengenai persendian metatarsofalangeal ibu jari kaki
(Sjamsuhidajat dkk, 2013). Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2013).
Indonesia Tahun 2013, pervalensi penderita gout artritis yang paling tinggi yaitu di Bali
yang mencapai 19,3%. Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
(Balitbangkes) Indonesia, kasus penyakit sendi di Provinsi Gorontalo secara keseluruhan
pada tahun 2015 yaitu 11,6% yang di diagnosa oleh tenaga kesehatan dan 28,7% yang di
diagnosa oleh tenaga kesehatan atau dengan gejala. Secara klinis gout artritis ditandai
dengan serangan sering kali terjadi pada malam hari. Biasanya sehari sebelumnya pasien
tampak segar bugar tampak keluhan. Tiba-tiba tengah malam terbangun oleh rasa sakit
yang hebat sekali. daerah yang sering medapat serangan adalah pangkal ibu jari kaki
sebelah dalam disebut podagra. Teknik manajemen nyeri sangat dibutuhkan bagi para
penderita khususnya lansia dapat dilakukan secara farmakologis maupun
nonfarmakologis. Berdasarkan jurnal yang kami dapatkan manajemen nyeri yang di
lakukan oleh peneliti yaitu dengan menggunakan teknik non farmakologis yang berguna
untuk menurunkan nyeri yaitu pemberian kompres hangat dan kompres jahe.

I (Intervention):
Kompres dengan menggunakan air hangat mengakibatkan terjadinya vasodilatasi pembuluh
darah, sehingga akan meningkatkan relaksasi otot dan mengurangi nyeri akibat spasme atau
kekakuan, dan juga memberikan rasa yang nyaman. Terapi kompres jahe berfungsi untuk
menurunkan nyeri dengan menggunakan efek panas. Efek panas dari kompres jahe dapat
menyebabkan terjadinya vasodilatasi pembuluh darah sehingga akan menyebabkan
peningkatan pada sirkulasi darah dan menyebabkan penurunan nyeri. Jahe tersusun atas
ratusan senyawa kimia aktif. masing-masing senyawa tersebut diketahui memiliki khasiat
tertentu bagi tubuh. Senyawa phenol misalnya, terbukti memiliki efek anti-radang dan
diketahui ampuh mengusir penyakit sendi juga ketegangan yang dialami otot. Selain phenol,
rimpang jahe juga mengandung zingilberene dan shogol. Senyawa ini dikenal baik sebagai
anti-oksidan dan juga efektif melawan penyakit kanker jantung (Anwar, Feri. 2016).

Pada penelitian ini, intervensi yang diberikan oleh peneliti yaitu memberikan kompres hangat
dengan ditambahkan jahe merah pada kelompok perlakuan sebanyak 10 orang lansia dan
memberikan kompres hangat tanpa menggunakan jahe pada kelompok kontrol sebanyak 10
orang lansia. Kompres jahe dalam penelitian ini dilakukakn dengan cara menempelkan
parutan jahe yang telah di bakar terlebih dahulu pada area persendian dan kemudian dibalut
dengan menggunakan kasa gulung, kompres ini dilakukan dalam waku 20 menit. Sebanyak
2x sehari. Perutan jahe yang diletakkan pada area persendian (sendi lutut / Articulatio Genu)
dapat memvasodilatasi pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lancar, selain itu jahe
mengandung gingerol yang dapat membantu dalam menurunkan nyeri.

C (Comparison with other intervention) :

Judul jurnal :

Efektifitas Terapi Rendam Air Hangat dengan Garam terhadap Skala Nyeri Arthritis Pada
Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur Kota Jambi. Tahun jurnal : 2019

Populasi dan sampel :

Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang lansia, yang dibagi menjadi dua kelompok
intervensi, antara lain kelompok intervensi terapi rendam air hangat dengan garam dan
kelompok intervensi terapi rendam air hangat tanpa garam. Pemilihan kedua kelompok ini
tidak dilakukan secara acak, melainkan atas pertimbangan bahwa kedua kelompok memiliki
karakteristik yang semirip mungkin (non ekuivalent group). Pada penelitian ini sampel yang
dipilih adalah yang benar-benar memenuhi kriteria inklusi yang telah ditetapkan oleh peneliti
sebagai subjek penelitian antara lain; lansia dengan riwayat Arthritis, sering mengeluh nyeri
terutama pada kaki, dan sering berobat ke klinik yang ada di PSTW Budi Luhur Kota Jambi.

Intervensi dari jurnal kedua :

Pelaksanaan terapi rendam air hangat dilakukan dengan menyiapkan air panas yang telah
dicampur dengan air biasa sebanyak 2 liter hingga suhu mencapai 400c (dapat ditoleransi
oleh lansia). Pada kelompok perlakuan dengan penambahan garam dimasukkan garam
sebanyak 20 mg (3 sendok teh) lalu memasukan dan merendam kedua kaki lansia selama 15
menit. Pengukuran skala nyeri sebelum dan setelah diberikan perlakuan dengan
menggunakan Numeric Rating Scale, rentang angka 0 sampai 10.

O (outcomes that includes):

Hasil penelitian jurnal pertama diperoleh dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh peneliti.
Penurunan skala nyeri yang dirasakan lansia menurun secara bertahap setiap harinya.
Tingakat nyeri pada kelompok perlakuan setelah diberikan kompres jahe merah yaitu nyeri
ringan 6 responden (60%) dengan skala nyeri 2 sampai 3 dan tingkat nyeri sedang sebanyak 4
responden (40%) dengan skala nyeri 4. Hasil uji statistik dengan mengunakan independent T-
tes didapatkan nilai P value adalah 0,000 artinya terdapat perbedaan tingkat nyeri gout
arthritis antara sebelum dan sesudah diberikan kompres jahe merah pada lansia.

Sedangkan hasil penelitian yang didapatkan pada jurnal yang kedua juga terbukti sama dapat
mengurangi skala nyeri persendian pada penderita Gout Arthitis. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa rata-rata skala nyeri lansia sebelum dilakukan terapi air hangat pada
kelompok tanpa penambahan garam adalah 3,40. Skala nyeri terendah adalah 3 dan tertinggi
adalah 4. Hasil estimasi interval 95% diyakini bahwa rata-rata skala nyeri responden diantara
3,12 sampai dengan 3,68. Pada kelompok lansia dengan terapi rendam air hangat dengan
garam didapatkan bahwa skala nyeri Lansia adalah 3,33. Skala nyeri terendah adalah 2 dan
tertinggi adalah 4. Hasil estimasi interval pada penelitian ini 95% diyakini bahwa rata-rata
skala nyeri responden diantara 2,93 sampai dengan 3,73.

Kesimpulan dari hasil penelitian kedua jurnal, terlihat intervensi yang paling efektif
dilakukan pada pasien Gout Arthitis yaitu terapi rendam air hangat dengan garam dengan
waktu intervensi yang lama yaitu selama satu minggu setiap paginya (15 menit) dibandingkan
waktu intervensi jurnal pertama yaitu selama 2x sehari hari dengan durasi 20 menit di setiap
sesinya.

Penerapan Penelitian dalam Asuhan Keperawatan:

Intervensi non-farmakologis yang dapat diterapkan perawat dalam memberikan asuhan


keperawatan gerontik adalah perawat bisa memberikan penyuluhan kesehatan dan
demonstrasi terkait Gout Arthitis kepada masyarakat, terutama lansia yang mengalami Gout
Arthitis. Terapi rendam air hangat garam dilakukan selama satu minggu dengan durasi waktu
15 menit di setiap sesinya.

Referensi
Dewi, M., Sovia, S., & Adha, P. D. (2020). Efektifitas Terapi Rendam Air Hangat dengan
Garam terhadap Skala Nyeri Arthritis Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Budi
Luhur Kota Jambi. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(3), 862-870.
Febriyona, R., & Gobel, I. A. (2021). Kompres Jahe Merah Terhadap Tingkat Penurunan
Gout Arthritis Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Tolangohula Kabupaten Gorontalo.
Zaitun (Jurnal Ilmu Kesehatan), 6(2).