Anda di halaman 1dari 24

November 03, 2020

Penulis — SELZNICK

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Seks, Cerita Hot

Aku, Mami dan Pembantuku


Bagian 1 / 2

Perkenalkan aku adalah Agus dari kecil aku lebih sering di titipkan ke
tetangga, orang tua ku lebih sering bekerja… Kata ibuku

waktu kecil aku gendut dan sering di tawari untuk dititipkan di rumah
tetangga ku. Dan itu berlangsung sampai aku sd kelas 5.

Masih ingat sampai sekarang di memori otak ku… Aku sering di kasih nenen
oleh ibu-ibu bahkan mbak yang menjagaku, karena setiap aku sebelum tidur
siang selalu rewel dan untuk membuat aku tidur, hanya nenen yang bisa
membuat aku tertidur, gak peduli sih nenen mereka yang besar atau kecil,
yang ada ASInya ataupun gak ada.

Setelah kelas 5, aku berhenti di titipkan di rumah tetangga karena ibuku sudah
sering diam di rumah. Tapi kebiasaan aku untuk netek sebelum tidur masih
belum bisa dihilangkan, saat itu aku masih dibilang beruntung karena ibu dari
tetangga masih mau memberikan nenen nya untuk aku kenyot sampai aku
kelas 2 smp.
Semenjak di smp aku mengenal namanya mafsu birahi dan coli dari teman
sebayaku, sampai akhirnya…

“mami… Aku boleh nanya gak?” mami adalah panggilan ku kepada ibu
tetangga, semenjak aku kecil mami ini tinggal sendiri, entah kemana suami
dan anaknya. Perawakan mami ini agak gemuk, ukuran payudara sekitar 38C
yang pasti itu ukuran jumbo, warna kulit agak cokelat, pantatnya besar dan
yang paling Aku suka sama mami ini, dia sangat pengertian, apapun yang aku
mau sejak kecil selalu dikasih oleh beliau, sama seperti aku masih
menginginkan nenen, dari semua tetanggaki hanya beliau yang masih suka
memberikan nenennya walaupun aku sudah beranjak kelas 2 smp.

“boleh dong, sini duduk samping mami… Kamu sekarang sibuk sekolah dan
jarang minta nenen lagi sama mami” mami menyuruhku duduk di sampingnya
sambil mengeluarkan nenennya yang gede.

“aku langsung duduk di samping mami dan merendahkan kepalaku untuk


menggapai nenennya yang sudah keluar dan kujilatin dengan perlahan.

“sssshhhhhh Agus pelan-pelan nak” mami meracau sambil tangan kirinya


meraba lehernya dengan gerakan erotis.

Aku yang sudah tau apa itu nafsu dan melampiaskan nafsu, akhirnya terus
menjilat dan menggigit puting mami yang sudah mengeras. Perlahan
tanganku mulai meraba nenen mami yang masih tertutup baju dan meremas
lembut.

Selama ini aku gak berani meremas, walaupun sudah banyak nenen tetangga
yang aku kenyot putingnya… Dan berbagai warna puting sudah aku lihat, tapi
hanya nenen mami yang besar dan membuat aku nafsu.
“kamu kok tambah pintar sih Agus? Sudah berani meremas nenen mami… ayo
belajar dari mana kamu?” Tangan mami mulai mengusap rambutku.

“Gak kok mi… Aku belajar dari teman aku, katanya kalau netek itu enak sambil
ngeremas yang satunya… makanya aku pingin coba, mami gak marah kan?”
Jawabku dengan takut.

“Ngapain mami marah? ya udah kamu lanjut remas nya ya… mami juga sambil
nikmatin kok” Mami tersenyum, dan aku mulai menyedot puting susu mami.
secara gak sadar kelamin ku menanjak naik. mami yang masih asik terpejam
merasakan sedotan dari mulutku, perlahan tangannya mulai meraba
memeknya sendiri.

“Aghhhhh… Ughhhhhh… terus Gus, gigit puting mami pelan2 nak, enak
banget…! Sssshhhhhh…”Mami mulai meracau gak jelas. tiba-tiba mata mami
kaget ngeliat kelamin ku yang dari tadi sudah berdiri tegak.

“Lah Gus, kamu kok ngaceng?” Mami merasa aneh, karena selama ini aku
netek gak pernah sekalipun kontol ku ngaceng.

“Gak tau mi… kok bisa ya?” Aku memang udah tau kenapa bisa ngaceng,
karena sekarang aku netek bukan karena kebutuhan, tapi untuk melampiaskan
nafsuku juga.

“Hemmm… mami baru sadar kamu bukan anak kecil yang dulu, bukan anak
kecil yang sering di titipkan ke rumah mami, sekarang kamu udah dewasa”
Mami mulai terdiam dan fokus melihat kelaminku yang lumayan besar untuk
ukuran anak Smp.

“Terus sekarang kamu udah pernah coli? udah pernah belum ada cairan kental
keluar dari kelamin mu?” Lanjut mami penasaran.
“Belum mi, aku cuma baru dengar dari teman-teman aku aja, belum pernah
ngerasain mi, tolong mi buat aku keluar cairan seperti yang mami bilang, aku
pingin tau rasanya gimana?”

“Ya udah, tapi kamu janji jangan bilang siapa-siapa ya… mami bikin kamu
belajar tentang sex…!” Perlahan tangan mami meraba kontolku, di usapnya
pelan-pelan lalu dibuka nya celana boxerku…

“Gede juga, untuk umur kamu… mungkin saat sma bakalan lebih gede lagi nih
Gus” mami terpana melihat kontolku yang lumayan besar.

“Emang bakalan nambah besar lagi mi? yah… aku harus beli sempak lagi dong,
biar nanti kalau kontol ku nambah besar, gak bakalan sesak”

“Tenang, bakalan mami beliin sempak sebanyak yang kamu mau, udah ah…
jangan ngobrol mulu, sini mami bikin kamu keluar…” Perlahan mami beranjak
dari tempat duduknya, dan mau gak mau nenen yang dari tadi aku kenyot
hilang.

“Kamu diam aja ya, nikmatin aja…” Perlahan mami duduk tepat di antara
kedua kaki ku, rambutnya yang panjang dia ikat, tangannya menggenggam
kontol ku dan perlahan lidahnya dia mainkan di sela atas kepala kontolku…

“Mami… Ge… li… Mami…” Aku mendadak geli, setelah lidah mami bermain di
lubang kencingku.

Lidah mami terus menjilati kepala kontolku selayaknya dia sedang makan ice
cream… perlahan dia kenyot kepala kontolku, lalu memasukan sedikit demi
sedikit kedalam mulutnya…

“Ughhhhhh mami… enak kaliiiii…” Aku terus merasakan kenikmatan yang


aneh, kenikmatan yang pertama kali aku rasakan…!
Lalu mami mulai menaikan kepalanya pelan-pelan… di lepasnya kontolku
sesaat dan melihat wajahku

“Selama ini mami menaruh keinginan untuk nyicipin kontolmu ini, dan
berhubung kamu masih polos maka mami tahan dulu tapi sekarang kamu
sudah tau, ijinkan mami buat

kamu dewasa malam ini” Wajah mami penuh dengan nafsu dan baru kali ini
aku ngeliat mami yang benar-benar berbeda dengan mami yang aku kenal
sejak kecil.

“Silahkan mami, ajarin aku mi… aku pingin jadi lebih dewasa dari pada teman-
temanku yang lain” Aku yang kepalang tanggung nikmat, balik memohon ke
mami.

Kepala mami kembali menunduk dan mulai menjilati biji kontolku dengan
lembut, dengan telaten dia menjilatin bijiku, bosan dengan bijiku lidah mami
kembali ke batangku di jilatnya batangku dari bawah ke atas dengan pelan,
sampai di kepala kontolku dengan gerakan cepat mulut mami langsung
melahap habis kontolku…

“Hmmmpppp… Kamu mau yang lebih nikmat?” Sambil mengulum kontolku


mami bertanya.

“Mmm… aaaa… uuuuu Mi…” Aku benar-benar nafsu sekarang, apalagi mami
langsung berdiri dibukanya perlahan baju yang dia pakai, sambil
menggoyangkan sedikit badannya yang benar-benar seksi dimataku saat itu.

Gak tahan sama mami yang lagi berdiri aku juga ikut membuka baju… mami
cuma tersenyum melihat tingkahku.
kami berdua duduk lagi tanpa satu helai benangpun dari tubuh kami. lalu aku
disuruh berbaring dan mami kembali mengambil kontolku yang sudah berdiri
tegak. dikulumnya kontolku dengan perlahan… sambil tangannya memainkan
bijiku… sedangkan tangan satunya sibuk dengan memeknya sendiri…

“Aghhhhh mami… Enak… Terus mi…” Aku meracau tanpa sadar, yang jelas
keinginanku saat ini aku pingin tau rasanya keluar cairan kental yang mami
maksud.

Telaten, pelan dan pasti… itu yang sedang mami lakukan sama kontolku…
hampir setengah jam, mulut mami terus memberikan service ke kontolku…
aku hanya bisa meracau gak jelas…

“Mami… Enak… mi… Aduh… aku mau kencing mi…” Mendadak aku merasakan
seperti ada yang mau keluar dari kontolku.

“Keluarin aja… Hmmmpppp…” Mami menjawab sambil terus mengulum


kontolku, dan kepalanya naik turun dengan cepat.

“Aghhhhhh aku pipis mi…”

“Iya, pipis kamu enak, kental dan banyak banget” mami membuka mulutnya
dan terlihat ada carian kental di dalam mulutnya. dan dengan pelan mami
menelannya.

“Itu namanya Peju atau air mani gus…” mami memberitahukan apa yang aku
lihat. mami lalu duduk di sampingku…

“Coba Gus, kamu duduk seperti mami tadi, dan jilatin memek mami ya… mami
ajarin gimana caranya puasin wanita”

Aku langsung duduk di posisi sama persis yang mami lakuin tadi.
“Ini namanya memek coba kamu jilat pelan-pelan” Mami menuntunku buat
jilatin memeknya yang tembem dan bulu sangat tipis.

“Jilat pelan-pelan Gus… iyaa… disitu gus…” Mami kembali meracau gak jelas
sambil kedua tangannya meremas nenen nya sendiri.

Aku menjilatin memek mami pelan-pelan, kurasakan hangat dan sedikit asin di
lidahku, tanpa aku peduli aku jilatin dan sedikit aku kenyot bagian itil mami…

“Ah… enak banget, kok kamu tau itu yang paling enak sih gus…” Mami
menjambak rambutku saat aku kenyot itil mami.

“Insting mi… Insting…” Jawabku dalam hati. aku melepas mulutku dari memek
mami dan mulai menjilatin selangkangan mami lalu beralih ke paha mami.

“Jangan dilepas dong sayang… jilatin lagi memek mami…!” Mami berkata
lembut sambil membelai kepalaku lalu menuntun ke arah memeknya lagi.

“Puasin mami dulu di bagian ini, nanti lanjut yang paling asik…” Aku menurut
apa kata mami, aku kembali menjilatin memek mami, kubuka sedikit memek
mami, warna merah muda dan ada daerah dimana dinding-dinging memek
mami bergerak maju dan mundur. Aku yang penasaran langsung menyambari
dan lidahku menulusuri daerah dalam memek mami.

“Aaaagggghhhhhh… Ennnaaaakkkk… terus sayang sodok memek mami pake


lidah kamu” mami menahan kepalaku sampai aku hampir kehabisan nafas lalu
dengan paksa aku menarik kepalaku kebelakang.

“hahhhhhhh… hhhhhhh…” Gila ini mami, mau buat aku mati kehabisan nafas
apa? kataku dalam hati.

“Sini sayang… Sekarang jilatin itil mami lalu jadi kamu sambil sodok memek
mami…” Kembali aku menurut apa yang mami katakan.
Aku terus menerus melakukan apa yang mami mau… sampai dia…

“Aghhhhhhh… aku keluar… ughhhhhhhhh…” Mami akhirnya orgasme… ya


orgasme pertama kalinya karena bocah Smp yang polos.

Mami langsung lemas… saat mami orgasme sebenarnya ada cairan hangat
yang masuk kedalam mulutku dan aku langsung menelannya.

“Sini duduk peluk mami…” Aku langsung duduk dan memeluk mami.

“Udah jam segini kamu pulang… bilang ke ibu kamu, udah tidur siang dirumah
mami… makasih ya Gus, kamu sudah bisa bikin mami orgasme, nanti kamu
bakalan mami buat lebih nikmat dari pada sekarang.

“Iya mi…” Aku peluk mami sambil memainkan puting nya.

Tanpa kami sadar dari pojok sana terlihat seseorang yang ternyata melihat
kelakuan kami berdua sambil memegang HANDPHONE…!!!

Lanjut bagian berikutnya 

Lihat komentar  

Pilihan Editor
DODGETHEBULLET
Tetangga Kontrakan STW
MASTERSHINDEN
Pengalaman Hidupku Bersama Mama dan Tante Lia
AGI888
Panggilnya Teteh Aja, Jangan Tante
BRAMLOSER
Ochi, kakakku yang seksi
CHIMAX
Nikmatnya Anus Mertua
MR_BOY
Menanam Benih di Rahim Ibu dan Adikku
BLACKMORE
Keluarga Pak Trisno
BRAMLOSER
Jangan Sampai Papa Mama Tahu yah Dek
QSANTA
Ingin Binatang Peliharaan
MEKIVER
Ibu Pura Pura Diam
MR_BOY
Dirumah Bambu Bercinta dengan Ibu
NEENA
DIBURU NAFSU INCEST
MEMEKIBUSTW
Budhe Anah janda desa bertubuh ibukota
BAYANGHITAM
Bapakku ingin nyusu lagi
NEENA
BIRAHI LIAR - Di Dalam Keluarga Kami
QSANTA
Antar Mama ke Dokter
PEMANAH RAJAWALI
Akibat Ke Dukun
SMISBACK
ACYS Complete Episode

© 2021 - CeritaSeru.xyz
November 03, 2020
Penulis — SELZNICK

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Seks, Cerita Hot

Aku, Mami dan Pembantuku


Bagian 2 / 2

Aku pulang ke rumah saat sore, kulihat banyak anak kecil yang bermain di
depan rumah mami. Ada yang bermain petak umpet, main gundu, main
lompat tali dan ada sekumpulan anak kecil yang bermain bola, dan saat aku
lewat di sekumpulan anak kecil yang bermain bola itu, tiba-tiba

“Awas kak…!” Suara perempuan berteriak dan Bugggggggg…!

“Aduh…!” Rintihku sambil memegang kontolku yang terkena bola.

“Ah… siapa sih nendang bola? Aduh… duh…”Sambil memegang kontolku, aku
melihat kanan kiri, dan sekelompok anak perempuan tertawa.

“Maaf kak, gak sengaja… lagian tadi udah di teriakin juga, bukannya ngehindar
malah bengong” tiba-tiba datang seorang anak cewek yang menghampiriku,
mungkin usianya dibawahku setahun.

“Kamu juga, cewek kok main bola… duh sakit nih” Aku masih merintih
kesakitan, dan cewek itu memasang muka kasihan.
“Ya udah… kerumah aku yuk, nanti aku minta tolong ibuku buat obatin kak…
gimana mau ya? Takut kenapa-kenapa kak” Cewek itu menarik tanganku
dengan agak memaksa, dan saat melewati teman-teman cewek itu, mereka
malah menggoda.

“Cie… cie… ciee… Cihuy… ulukutuk… kutuk…” Ujar salah satu cowok yang
kulewati. Karena aku merasa kesal digodain dan kebetulan bola tadi masih aku
pegang, aku lempar bola itu…

“Ciee… ahayyy… Ci… eghhhhh…” Bola itu mendarat persis dimukanya.

“Mampus koe…! Hahahhaa” ketawaku puas sambil berjalan mengikuti cewek


yang menariku.

Aku berjalan melewati beberapa rumah dari rumahku dan rumah mami, dan
akhirnya aku sampai di rumah cewek itu.

“Yuk kak masuk… “cewek itu mendahuluiku dan aku mengikuti dari belakang,
kontolku masih nyut-nyutan gak karuan.

Aku kaget, perasaan rumah ini kosong, setidaknya sampai seminggu yang
lalu… dengan perasaan takut dan was-was aku masuk kedalam rumah itu tapi
saat didalam rumah, aku terpana dengan kerapihan isi dalam rumah ini, semua
perabotan rumah tertata rapih walaupun rumah ini rumah sederhana tapi saat
aku masuk hawa rumah ini sungguh adem.

Beberapa saat kemudian cewek itu keluar bersama seorang ibu yang memakai
jilbab, bertubuh agak gemuk berisi (tapi masih kalah sama mami) dari depan
aku melihat nenen ibu ini besar walaupun tertutup jilbabnya, mungkin lebih
besar dari punya mami, dan yang paling menggoda adalah kulit ibu ini terlihat
warna kuning langsat, disertai senyum yang indahhhh banget.
“Ini bu… kakak yang aku ceritain didalam, tolong obatin ya bu, aku gak
sengaja nendang bola ke arah kakak itu…”ucap cewek itu sambil manja gemas.

cewek ini manis banget, aku yakin mungkin kalau sudah besar banyak cowok
yang bakalan suka sama cewek ini.

“Makanya kamu itu hati-hati… ya udah ibu obatin, Nara coba ambilin obat P3K
di belakang” Ibu itu menyuruh anaknya yang ternyata bernama Nara
mengambil obat P3K, dengan cekatan Nara kebelakang.

“Nama kamu siapa? Maafin ya kelakuan Asya” Ibu itu duduk disampingku.

“Aku Agus bu… iya gak apa-apa namanya kecelakaan bu…”

“Agus? Kamu Agus yang dulu waktu kecil sering di titipkan ke tetangga
bukan? Yang kalau tidur harus netek dulu?” Ibu itu mendadak surprise saat
mendengar namaku.

“Iya bu… kok ibu tau?” Jawabku sambil penasaran, memang banyak
tetanggaku yang sudah dengan ikhlas ngasih nenen nya ke aku, sampai aku
lupa siapa saja.

“Kamu lupa ya… aku Ibu Echy, dulu kamu suka netek ke aku juga” Mendadak
tanpa malu tangan ibu itu memegang kedua nenen nya sambil tersenyum.

“Dulu waktu Asya masih kecil, kamu sama Asya suka berebut nenen ibu”
Lanjut ibu dengan kenangannya.

“Aduh lupa aku bu… itu kan udah lama banget. Hehehe…” Jawabku malu dan
sambil ngebayangin gimana bentuk nenen ibu Echyini dan apa warna
putingnya.
Beberapa saat kemudian Asya itu yang baru aku tau namanya adalah Asya,
datang sambil bawa kotak P3K.

“Ibu ini kotaknya… terus aku pamit ya bu, mau main lagi sama teman. Dan
kakak disini aja ya, ibu aku jago ngobatin…!” Asya tersenyum kepadaku dan
mencium punggung tangan ibunya.

“Jangan malam-malam nanti di tangkap kalong wewe…!” Teriak ibu itu sambil
membuka kotak P3K yang dibawa oleh Asya.

“Jadi… tadi kenapa sama Asya dan apa yang sakit?” Muka ibu itu masih sibuk
sama kotak P3K nya.

“Anu bu… aduh bu… nama ibu siapa? Masa manggil ibu doang?” aku
mendadak meringis kesakita lagi, sekarang nyut-nyutan pindah ke kedua
belah bijiku

“Ibu Echy panggil aja Ibu Echy, heran aku sama kamu, dulu kamu tuh paling
deman di titipkan kerumah ibu, kamu bilang ke mama kamu, kalau nenen
punya ibu lebih enak dari pada yang lainnya, dan sekarang kamu malah lupa”
Ibu Echy melihat mataku dengan agak kesal karena aku melupakannya.

“Ya udah, kalau udah lupa mau gimana lagi? Mana yang sakit? Aku obatin”
Lanjut Ibu Echy.

“Anu bu… kelaminku yang sakit, tadi kena bola, mungkin Asya yang nendang”
Muka ku mendadak malu, mungkin kalau ada cermin aku bisa ngeliat mukaku
pasti berwarna merah saking malunya.

“Oalah… Aku kira apa yang sakit. Hahaha… buka celanamu, aku obatin”
Tertawa Ibu Echy yang mendengar kelaminku yang sakit.
Aku hanya bisa terdiam, wanita cantik didepan mataku ini seorang ibu-ibu
yang dulu aku sering dititipkan ke rumahnya, mungkin kalau aku bilang mau
netek lagi, apa dikasih ya? Penasaran aku di kasih nenen sama ibu yang
berkrudung, apalagi kalau nenen nya hanya di tutupi kerudung.

Aku membuka celanaku, sedangkan ibu Echy menutup pintu ruang tamunya.
Aku melihat dari belakang betapa sexy pantat ibu Echy ini, saat dia berdiri baju
gamisnya bagian belakang nyelip di antara belahan pantatnya dan reflek
kontolku berdiri.

“Aduh, make berdiri pula… “dalam hati aku berkata nyesal.

Setelah ibu itu menutup pintu ruang tamu dan berbalik ke arahku, mendadak
wajahnya kaget karena kontolku sedang berdiri tegak.

“Waduh… udah berdiri aja tuh otong, kamu udah besar sekarang” Dengan
santai Ibu Echy kembali duduk.

Tangan Ibu Echy langsung memegang kontolku, di teliti kontolku dari ujung
atas sampai ke ujung bawah, tak lupa pula biji ku di telitinya, memastikan
kalau gak ada yang fatal.

Aku hanya bisa merem melek, saat merasakan tangan ibu Echy menyentuh
kontolku, aku mendadak khilaf dan berani bertanya.

“Ibu… misalkan sekarang aku minta nenen ibu lagi, boleh gak bu?” Nafasku
udah mulai tidak beraturan menandakan sekarang aku sedang dilanda Nafsu.

Ibu Echy melihat ke arahku, dan mengalihkan pandangannya ke kontolku lagi.


“Hmmm… Gimana ya, kamu udah besar, sekarang kalau aku kasih nenenku
kamu malah nafsu.”
Pupus harapanku mendengar jawaban Ibu Echy, aku malah berharap kalau Ibu
Echy sama seperti mami yang mau memberikan apapun yang aku minta.

“Tapi kalau kamu mau aku kasih, dan syaratnya jangan bilang siapa-siapa
termasuk ibu kamu, apalagi Asya sampai tau…!” Ibu Echy melanjutkan
omongannya dengan sedikit nada tegas.

Lalu ibu Echy mulai membuka jilbabnya, entah setan apa yang membuat aku
khilaf.

“Bu, tolong jangan dibuka jilbabnya, soalnya itu yang membuat ibu sexy”

“Kamu ya…! Udah minta nenen, sekarang malah minta jilbab jangan dibuka”
walaupun sedikit keras suara ibu Echy, tapi dia tetap melakukan apa yang aku
minta.

Lalu karena jilbabnya tidak dibuka, ibu Echy menarik reselting baju gamisnya
dari depan, Pelan dia membuka reseltingnya sampai nafasku deg-degan.
Perlahan dia menurunkan reseltingnya… Srekkk…

Kontolku tambah berdiri membayangkan Bh apa yang dia pakai, warna apa
putingnya? Dan mimpi aku semalam bisa mendapatkan dua payudara dalam
sehari. Nafasku semakin cepat dan waktu terasa sangat lambat sampai
akhirnya ibu Echy menurunkan reseltingnya sampai tepat di bawah nenennya.

“Ingat ya, ibu Cuma mau nostalgia aja… awas kamu macam-macam”

“Muhun bu…” Jawabku sopan dan nafsu.

Ibu Echy mulai mengeluarkan nenen nya sebelah kiri tangannya yang mulus
itu mulai menggenggam nenennya yang besar, sampai akhirnya keluar
nenennya sebelah kanan. Aku melongo kagum melihat nenen ibu Echy benar
dugaanku kalau nenen ibu Echy lebih besar daripada punya mami.
“Besar…” Ucapku tanpa sadar.

“Besar dong, walaupun udah jarang di remes” Ibu echy bangga mendengar
ucapanku.

“Sini, katanya mau nenen…” Ibu Echy menarik tanganku dan menidurkan
kepalaku di atas pahanya.

Aku ingat posisi seperti ini, sejak kecil memang ada beberapa ibu-ibu yang
membuat posisi aku seperti ini, biar aku lebih leluasa netek kata mereka.

Aku langsung memegang nenen Ibu Echy, tidak sulit buat menggapainya
karena nenen ibu Echy udah lumayan kendor. Aku takjub dengan warna
putting ibu Echy, walaupun sudah ibu-ibu warna putting ibu Echy masih coklat
dan lingkaran putingnya tidak terlalu besar.

Gemas aku, langsung aku menjilatin ujung putting ibu Echy, gak peduli
dengan kontolku yang sedang ngaceng.

“Ahhhh…” Reaksi pertama dari mulut Ibu Echy saat pertama aku menjilatin
putingnya.

“Anak jaman sekarang kok pintar ya mainin nenen?” Ibu Echy berucap sambil
tangannya mengusap rambutku.

Tanpa banyak kata, aku lanjut menjilatin lingkaran putting ibu Echy sedangkan
tanganku tanpa sadar mengocok kontolku…

“Ahhh… Agusssss… Ennaaaakkkk… Ayo kenyot nenen ibu sepuas kamu…” Ibu
Echy meracau tanpa peduli sama keadaan rumah.

“Hmmmppppp… Agus suka nenen ibu” Aku terus mengocok kontolku,


mendadak rasa sakit kena bola hilang. Mungkin obatnya adalah nenen.
Ibu Echy melihat kontolku yang sedang aku kocok, mendadak tangan ibu Echy
menepis tanganku dan melanjutkan kegiatan kocokan ku dengan tangannya.

“Aaaahhhhhh… Sekarang ibu ya yang ngocokin, kamu netek aja ya sayang”


Tangan ibu Echy mengocok kontolku dengan lembut, di atas kepalaku
seorang ibu berjilbab dengan nenen besar sedang mengocok kontolku…
begitu nikmat.

Aku kesusahan nafas karena nenen ibu Echy agak menekan muka ku…
badannya menyamping karena menggapai kontolku untuk dikocoknya.

Aku agak mendorong badan ibu Echy lalu mengeluarkan nenennya sebelah
kiri, pelan aku jilat putingnya ibu Echy yang sudah keras… sesekali badan Ibu
Echy terhentak geli karena jilatanku. Merasa aku nafsu dan tau Ibu Echy nafsu
juga, ku dorong badannya sampai dia ke posisi semula. Lalu aku duduk dan
melihat Ibu Echy yang nafasnya sedang tidak beraturan.

“Ibu… aku bikin puas ya…” Aku nekat dan langsung jongkok persis di depan
kakinya, kunaikan gamisnya sampai kepinggul, Ibu Echy diam melihat
kelakuan ku.

Aku meilhat Celana dalam warna Cream dan basah, tanpa nunggu jawaban
Ibu Echy aku menarik celana dalam Ibu Echy, dan aku takjub melihat memek
ibu Echy yang gemuk dan tidak ada satu helaipun bulu yang menutupi memek
ibu Echy.

Kepalaku langsung aku majukan ke arah memek ibu Echy, dan langsung pelan
aku jilat bagian depan memek ibu Echy, sesekali mataku melihat ke atas dan
tangan ibu Echy sibuk meremas nenennya sendiri.

“Eeennnaaaakkkk… Guuusssss… Terus Gus… jilat terus memek ibu”


“Hmmppp.. Legit memek ibu, Agus suka…” jilatanku sudah sampai di itil ibu
Echy, sedikit aku membuka memek ibu Echy, warna merah terlihat jelas
dimataku, dan instingku mengatakan kalau kontolku harus di masukan ke
memek ibu Echy, kata temanku rasanya lebih nikmat dari pada di kocok atau
di oral.

Aku menggigit kecil itil ibu Echy… sambil tanganku membuka memeknya.
Beberapa lama kegiatan itu aku lakukan, sampai akhirnya

“Ibu keluar gussssss…” Badan Ibu Echy terhentak ke atas, sedangkan lidah dan
mulutku siap menerima cairan.

“Ahhhhhh…” Keluar cairan dari memek ibu Echy, aku langsung menjilatin dan
menelannya.

Puas sama nenen ibu Echy, aku berdiri dan langsung menyodorkan kontolku
ke muka ibu Echy, Ibu Echy agak terdiam beberapa saat.

“Kamu mau juga?” Ibu Echy paham apa yang aku maksud.

Ibu Echy membuka mulutnya pelan, lalu dikeluarkan lidahnya dan menjilatin
lubang kencingku.

“Ughhhhh… sssshhhhhh… Enak bu”

Aku tambah nafsu setelah aku melihat kalau seorang ibu yang masih memakai
jilbab dengan tenang memainkan kontolku. Perlahan mulut ibu echy mulai
memasukan kontolku, pelan dan pelan… setelah semua masuk, dimaju-
mundurkan kepalanya pelan-pelan…

“Aghhhhh… Ibu… Enakkkkk… Terus bu…” Aku teriak agak keras tanpa peduli
kalau di dengar sama orang lain.
Ibu Echy mulai menaikan temponya, cepat di tariknya lalu cepat juga di
majukan kepalanya, lalu lidahnya menyedot bijiku.

“Biar gak sakit lagi gus… ibu jilat biji kamu”

Ibu Echy jago sekali meng-oral kontolku, beda sama mami yang masih agak
kaku, mungkin mami jarang oral kontol, dan mungkin Ibu Echy sering main
sama suaminya.

“Ahhh.. enak bu… enak banget… aku mau pipis bu…” Ibu Echy langsung
melepas kontolku dari mulutnya. Dengan cepat kontolku di jepit di kedua
nenennya, entah kapan ibu Echy membuka bajunya dan sekarang dia bugil.

Kontolku di pompa sama ibu Echy, sensasi luar biasa aku rasakan… apalagi
sama ibu-ibu berjilbab, seperti di hadapanku.

“Aku pipis buuuu…” Aku agak terhentak kedepan, dan… Crottttt… crotttt… Air
maniku keluar dan terlihat jelas muncrat ke nenen ibu Echy dan ke jilbabnya.

Tanpa peduli sama air maniku. Ibu Echy langsung mengulum lagi kontolku,
sampai akhirnya kontolku berdiri tegak lagi. Setelah berdiri tegak, ibu echy
menariku ke atas karpet.

“Ayo masukan, ibu gak kuat pingin rasain kontol kamu gus…” Ibu itu berbisik
mesra ke telingaku.

“Tapi… Agus belum pernah bu…” Aku bingung caranya dan deg-degan
pertama kali kontolku mau dimasukan ke memek.

“Ibu bimbing…” Aku di rebahkan di atas karpet, sedangkan ibu berdiri di


atasku, dengan senyumnya dia jongkok di atasku.
Tangan Ibu Echy menggenggam kontolku, pelan ibu menggesekan kontolku
di memeknya.

“Ahhhhh… ibuuuu…” Aku merem melek melihat apa yang ibu Echy lakukan.

Jlebbb… Kontolku masuk di memeknya…

“Aghhhhhh…” Teriak ibu Echy.

“Aghhhhhh… Angeeetttt bu…”Teriaku membalas.

Ibu Echy memompa kontolku di memeknya, naik turun badan ibu Echy,
sedangkan nenennya pun ikut bergoyang mengikuti irama goyangan ibu Echy.

“Ahhhhh… Ahhhhh… Shhhhhhh…” Desah ibu Echy.

“Ennaaakkkk buuuu… Ayo bu… lebih kencang” Aku meracau sambil meremas
nenen ibu Echy.

Plokkkk… plokkkk… Bunyi yang keluar dari benturan memek ibu Echy dan
badanku terdengar kencang. Badan ibu Echy nunduk kebawah, dan bibirnya
yang kecil menyerbu bibirku. Kami berciuman, karena aku belum pernah
ciuman, aku hanya bermain insting.

Pantat ibu Echy maju mundur dengan cepat, dan mulutnya masih sibuk di
mulutku, beradu lidah…

“Hmmpppp… eeennnaaaakkkk Gussss…” Sesekali keluar suara dari mulut Ibu


Echy…

Aku yang gak kuat lagi merasakan orgasme untuk ketiga kalinya dalam hari ini
langsung teriak.
“Aku pingin pipis bu…”

“Pipis aja didalam sayang… ibu jugaaaaaa mau keeeeellluuuaarrrr…


ahhhhhh…”

“Ahhhhh… Aguss pipis bu…”

Kami berdua keluar dalam saat yang bersamaan, dan perasaan yang aku
dapatkan adalah kehangatan di dalam memek ibu Echy. Badan aku dan badan
Ibu Echy masih berpelukan, kontolku masih berada di dalam memek ibu Echy.
Kalau aku bisa melihat, cairan putih kental keluar dari memek ibu Echy.

“Makasih ya bu Echy, gak nyangka bisa sampai begini” Ucapku lemas, sambil
menatap wajah ibu Echy yang puas.

“Sama-sama, ibu gak nyangka bakalan bisa ngwee lagi, semenjak bapak Asya
impoten. Pokoknya kamu harus sering main kesini, kalau ibu pingin… awas aja
kalau nolak.”

“Siap bu…”

Aku dan ibu Echy merapihkan pakaian dan waktu aku cuci muka di toilet ibu
Echy, aku melihat ada orang dibelakang cermin, seorang perempuan sambil
tersenyum sinis. Dan saat aku menoleh kebelakang, ternyata perempuan itu
hilang…!

Lihat komentar  
Pilihan Editor
DODGETHEBULLET
Tetangga Kontrakan STW
MASTERSHINDEN
Pengalaman Hidupku Bersama Mama dan Tante Lia
AGI888
Panggilnya Teteh Aja, Jangan Tante
BRAMLOSER
Ochi, kakakku yang seksi
CHIMAX
Nikmatnya Anus Mertua
MR_BOY
Menanam Benih di Rahim Ibu dan Adikku
BLACKMORE
Keluarga Pak Trisno
BRAMLOSER
Jangan Sampai Papa Mama Tahu yah Dek
QSANTA
Ingin Binatang Peliharaan
MEKIVER
Ibu Pura Pura Diam
MR_BOY
Dirumah Bambu Bercinta dengan Ibu
NEENA
DIBURU NAFSU INCEST
MEMEKIBUSTW
Budhe Anah janda desa bertubuh ibukota
BAYANGHITAM
Bapakku ingin nyusu lagi
NEENA
BIRAHI LIAR - Di Dalam Keluarga Kami
QSANTA
Antar Mama ke Dokter
PEMANAH RAJAWALI
Akibat Ke Dukun
SMISBACK
ACYS Complete Episode

© 2021 - CeritaSeru.xyz

Navigated to Aku, Mami dan Pembantuku

Anda mungkin juga menyukai