Anda di halaman 1dari 6

Keseimbangan - 1

KESEIMBANGAN STATIS DAN DINAMIS


TRAKTOR

1. Keseimbangan dinamis pada traktor roda-2


dengan peralatannya
• Keseimbangan terjadi antara kombinasi semua
gaya luar yang bekerja padanya;
• semua gaya luar yang dalam susunan segi banyak
gaya membentuk lingkar yang tertutup.
• kombinasinya merupakan gerak lurus beraturan

• Gaya bobot total (G tot) mempunyai garis kerja


yang praktis berhimpit dengan tengah-tengah
poros;
• mesin berada dalam keseimbangan statis (atau
dengan gaya kecil saja sudah menyebabkan
keseimbangan terganggu).
G tot = G m + G p

R = jumlah gaya tumpu dari tanah dan tahanan


gelinding.
Zr= gaya dari batang bajak terhadap mata bajak.
U = gaya reaksi tanah terhadap lingkaran roda.
Keseimbangan - 2

B = gaya dari lengan sipengemudi.

• Apabila semua gaya luar sejajar terhadap


masing-masing dan dipindahkan kepada segi
banyak gaya dan secara grafis ditetapkan skala
gaya (misalnya 1 cm ≅a N) maka ternyata setelah
dirangkai akan merupakan segi banyak tertutup.
• Apabila tidak terjadi demikian maka masih ada
gaya sisa, atau belum terjadi keseimbangan (atau
kombinasi akan terguling atau patah).

2. Keseimbangan dinamis bajak-rotari tanpa


penggerakan roda
• Disini timbul pula keseimbangan titik awal dan
kecepatan gerak lurus beraturan. Kini
diumpamakan gaya beserta lengannya masih belum
diketahui.

A = reaksi tanah terhadap roda yang berputar


bebas.
Rn = reaksi tanah thdp batang-batang bajak rotari.
Keseimbangan - 3

• Susunan gaya-gaya menunjukkan ada kekurangan


sebuah gaya yang menutup segi banyak.
• Gaya penutup ini dianggap gaya yang belum
diketahui yang harus diadakan oleh lengan
sipengemudi terhadap tangkai traktor.
• Gaya ini selanjutnya masih dapat diuraikan
menjadi gaya rem horisontal dan vertikal.
• Suatu gaya meskipun kecil yang diadakan oleh
lengan manusia secara terus menerus akan
membebaninya secara kurang menguntungkan.
• Suatu pertolongan sederhana, dalam contoh ini
adalah penggerakan roda. Gaya rem yang
horisontal dapat diteruskan oleh ban kebagian atas.

3. Keseimbangan statis untuk traktor roda 4


• Penentuan titik berat dengan bantuan beban poros
muka dan poros belakang yang diketahui.
• Traktor berdiri di atas bidang yang benar-benar
datar. Letak bidang dimana garis kerja gaya berat
berada ditentukan dengan pertolongan grafostatika.
Keseimbangan - 4

• Gv adalah beban poros muka dan GA beban poros


belakang ditentukan dengan penimbangan.
• Apabila tidak dapat diterima bahwa garis kerja dari
gaya berat juga berada pada bidang symetri, maka
cara ini diulangi untuk pandangan belakang dengan
cara mengukur beban roda pada sebelah kiri dan
kanan bidang symetri.
• Dengan perpotongan bidang-bidang dimana gaya
berat berada akan tercapai garis kerja gaya berat.
• Tinggi gaya berat di atas bidang datar ditentukan
dengan cara menempatkan traktor berdiri pada
bidang miring.

• Dengan cara terakhir digunakan untuk suatu letak


titik berat yang telah diketahui mencari
beban-beban poros dengan menempatkan pada
sebuah gaya yang menutup segi banyak.
• Gaya penutup ini, bidang miring (atau untuk
menentukan gaya-gaya penumpu dianggap gaya
yang belum diketahui yang harus diadakan apabila
misal traktor berdiri di alur bajak).
Pembagian beban poros untuk:
Keseimbangan - 5

N ≤ 15 kW …………… 60 -70% pada poros belakang


dan 35-30% pada poros muka
N > 15 kW ……….….. 55-65% pada poros belakang
dan 45-35% pada poros muka
4 roda penggerak ….… 30-35% pada poros belakang
dan 70-65% pada poros muka
4 w drive, dinamis, pada 4 roda yang sama
……………… 50% pada poros belakang dan 50%
pada poros muka

4. Bahaya terguling (statis)


terjadi apabila pada lereng,
garis kerja gaya berat
berhimpit dengan satu dari
pada titik-titik tumpu roda.

• Disini traktor diumpamakan dengan balok mati


dimana traktor akan terguling oleh pemutaran
terhadap sisinya dari suatu segi empat yang
diumpamakan ditarik melalui 4 titik tumpu roda.
Garis terguling yang ideal ini sebenarnya tidak
ada.

Pengaruh yang merugikan adalah:


1. penekanan pada ban-ban
2. penyimpangan kemudi pada roda muka; garis
terguling be menjadi ba
3. poros muka yang digantung dan dapat berayun
4. pemegasan roda
Keseimbangan - 6

5. sifat traktor yang dinamis.

• Sebuah contoh dari suatu garis terguling adalah


sebuah kendaraan angkutan dengan hanya satu
balok rangka yang dapat berputar dimana di
atasnya terdapat bak yang berisi muatan, yang
menyebabkan letak titik berat menjadi tinggi.

titik berat bak