Anda di halaman 1dari 10

Nanoselulosa-pati

1. Starch composites reinforced by bamboo cellulosic crystals


Penulis: D. Liu, Zhong, Chang, Li, & Wu, 2010
1) Bahan baku
Bahan: komposisi Pati Kacang polong 6 wt%, gliserol 2,4 wt%, dan air 91,6 wt%
Filler: nanocrystal selulosa dari bambu ukuran 50-100 nm
Variasi filler nanoselulosa: 0, 1, 2, 3, 5, 8, 10 dan 20 wt%
2) Prosedur
a. Pati, gliserol dan air dicampur lalu dipanaskan sambil diaduk pada suhu 80 oC selama 30
menit hingga menjadi gelatin.
b. Selulosa ditambahkan pada campuran dan diaduk selama 20 menit pada suhu 80oC.
c. Dikeringkan dalam oven pada suhu 40oC.
3) Hasil
a. Kelembaban merupakan salah satu faktor terpenting yang mempengaruhi sifat
mekanik pati termoplastik. Misalnya kekuatan mekanik komposit pati dapat
mencapai 20 MPa pada 0% RH; namun, pada kondisi kelembaban tinggi, kekuatan
tarik mungkin di bawah 1 MPa karena plastisisasi air (Lu et al., 2006; Glenn et al.,
2007).
b. Semakin besar konsentrasi selulosa serapan air semakin kecil, tetapi Ketika
konsentrasi melebihi 8% serapan air menurun dengan sangat lambat.
c. Dari konsentrasi selulosa 0% hingga 8% terjadi peningkatan kuat tarik dan modulus
young yaitu, masing-masing dari 2,5 menjadi 12,8 MPa dan dari 20,5 menjado
210,3 MPa (pada kondisi 75% RH). Kandungan nanocrystal 8% cuku memadai
untuk mendapatkan efek penguat yang baik dibandingan dengan pati yang diperkuat
dengan selulosa 30-50%. Jika kandungan nanocrystal selulpsa lebih besar dari 10%
perekatan antar muka tidak cukup untuk menahan gaya regang tinggi yang
dipaksakan, yang dapat mengakibatkan penurunan kekuatan tarik dan serapan air
menurun.
d. Terjadi penurunan elongasi dengan penambahan nanoselulosa 0-8% dari 80%
menjadi 22%.
e. Pengaruh penguatan selulosa pada komposit pati dipengaruhi oleh ukuran dan
pengurangan serapan air.

Liu, D., Zhong, T., Chang, P. R., Li, K., & Wu, Q. (2010). Starch composites reinforced
by bamboo cellulosic crystals. Bioresource Technology, 101(7), 2529–2536.
https://doi.org/10.1016/j.biortech.2009.11.058

2. Preparation and properties of glycerol plasticized-starch (GPS)/cellulose nanoparticle


(CN) composites
Penulis: Chang, Jian, Zheng, Yu, & Ma, 2010
1) Bahan baku
Bahan: pati terigu 5 gram
Plasticizer: gliserol 1,5 gram atau 30 wt% dari pati
Air 100 ml
Filler: nanopartikel selulosa (dari mikrokristal selulosa) 50-100 nm (0, 1, 2, 3, 4 dan 5
wt% dari pati)
2) Prosedur
a. Nanoselulosa air dan gliserol dicampurkan dan diultrasonikasi selama 30 menit
setelah itu ditambahkan pati.
b. Campuran dipanaskan pada suhu 90oC selama 30 menit dengan pengadukan
konstan.
c. Dioven pada suhu 50oC sekitar 6 jam.
d. Film dikondisikan dalam ruangan dengan suhu 25 oC dan 50% RH selama 48 jam
sebelum pengujian dengan kadar air film sekitar 10%berat.
3) Hasil
a. Penambahan nanoselulosa dari 0 hingga 5 wt% meningkatkan kuat tarik dari 3,15
menjadi 10,98 MPa.
b. Terjadi penurunan elongasi dengan penambahan nanoselulosa dari 110% menjadi
30%.
c. Permeabilitas uap air menurun seiring dengan peningkatan nanoselulosa , tetapi dari
konsentrasi nanoselulosa 2% hingga 5% penurunan sangat lambat. Permeabilitas
uap air yang rendah akan mengakibatkan makanan dalam kemasan menjadi lebih
awet karena dapat menghalang uap air masuk. Dari konsentrasi nanoselulosa 0%-
2% penurunan dari 5,75x10-10 gm-1 s-1 Pa-1 menjadi 3,75 x10-10 gm-1 s-1 Pa-1 dan pada
konsentrasi 5% menjadi 3,5 x10-10 gm-1 s-1 Pa-1.
Chang, P. R., Jian, R., Zheng, P., Yu, J., & Ma, X. (2010). Preparation and properties of
glycerol plasticized-starch (GPS)/cellulose nanoparticle (CN) composites.
Carbohydrate Polymers, 79(2), 301–305. https://doi.org/10.1016/j.carbpol.2009.08.007

3. Water barrier properties of starch films reinforced with cellulose nanocrystals obtained
from sugarcane bagasse
Penulis: Slavutsky & Bertuzzi, 2014
1) Bahan baku:
Bahan: Pati jagung
Plasticizer: Gliserol
Filler: nanocrystal selulosa dari ampas tebu ukuran 247.51 (±32.34), 10.11 (±3.36) dan
24.48 nm
2) Prosedur
a. Mencampurkan pati 4%, gliserol (20% berat kering), air dan nanoselulosa 3% berat
kering. Disimpan pada penangas ultrasonic.
b. Lalu dilakukan pemanasan pada suhu 78-80oC selama 10 menit sambil diaduk
hingga terjadi gelatinase.
c. Disimpan pada oven pada suhu 35oC dan 53% RH selama 15 jam.
3) Hasil
a. Penambahan nanoselulosa mengurangi kelarutan dalam air dari 26,6% menjadi
18,5%.
b. Penambahan selulosa meningkatkan kuat tarik dari 2,8 ± 1,0 menjadi 17 ± 1,4 MPa
dan menurunkan elongasi dari 44,9% menjadi 9,1%.
c. Penambahan nanoselulosa meningkatkan ketahanan air dan sifat penahan airnya.

Slavutsky, A. M., & Bertuzzi, M. A. (2014). Water barrier properties of starch films
reinforced with cellulose nanocrystals obtained from sugarcane bagasse. Carbohydrate
Polymers, 110, 53–61. https://doi.org/10.1016/j.carbpol.2014.03.049

4. Starch–PVA Nanocomposite Film Incorporated with Cellulose Nanocrystals and


MMT:A Comparative Study
Penulis: (Noshirvani, Ghanbarzadeh,Fasihi, &Almasi, 2016)
1) Bahan baku
Bahan: pati kentang 3 gram
Plasticizer: PVA (Polivinil alkohol) 0,3 gram atau 10% berat pati
Gliserol analitik 50% berat pati
Filler: nanoscrystal selulosa dengan ukuran diameter 50-80 nm dan panjang 6-1,5 μm
Variasi nanoselulosa (0, 3, 5, 7 wt%)
Air 80 ml
2) Prosedur
a. PVA diarutkan dalam air panas 80 ml pada suhu 98oC lalu ditambahkan pati dan
diaduk selama 15 menit
b. Nanoselulosa disonikasi selama 15 menit lalu ditambahkan pada campuran dan
dipanaskan dan diaduk pada suhu 80°C dan ditambahkan gliserol diaduk selama 10
menit.
c. Dilakukan pengeringan pada oven pada suhu 55oC selama 16 jam.
3) Hasil
a. Terjadi penurunan kelarutan dalam air seiring dengan penambahan nanoselulosa
dari 23,89% menjadi 17,87%.
b. WVP atau permeabilitas uap air mengalami penurunan dengan penambahan
nanoselulosa yaitu dari 7,41 x10-8 g/m.h.Pa menjadi 7,05 x10-8 g/m.h.Pa.
c. Terjadi peningkatan kuat tarik dari 4,2 MPa menjadi 4,8 MPa dan penurunan
elongasi dari 64,73% menjadi 61,1%. Nilai kuat tarik yang kecil dan elongasi yang
besar disebabkan karena konsentrasi plasticizer yang terlalu banyak yaitu, gliserol.
d. Penyerapan air dari 70% berkurang menjadi 58,65% setelah penambahan
nanoselulosa.
Noshirvani, N., Ghanbarzadeh, B., Fasihi, H., & Almasi, H. (2016). Starch-PVA
Nanocomposite Film Incorporated with Cellulose Nanocrystals and MMT: A
Comparative Study. International Journal of Food Engineering, 12(1), 37–48.
https://doi.org/10.1515/ijfe-2015-0145
5. Green nanocomposites based on thermoplastic starch and steam exploded cellulose
nanofibrils from wheat straw
Penulis: Kaushik, Singh, & Verma, 2010
1) Bahan baku
Pati jagung
Plasticizer gliserol 30%
Filler nanofiber selulosa ukuran 30-70 nm (5, 10, 15%)
2) Prosedur
a. Serat nanoselulosa disonikasi selama 3 jam dalam air suling.
b. Pati jagung ditambahkan gliserol diaduk selama 10 menit dengan kecepatan 10000 rpm.
Lalu ditambahkan serat selulosa dicampur selama 20 menit
c. Campuran diaduk dengan kecepatan 80-100 rpm pada suhu 75 oC. setelah kental
disimpam selama 2 hari pada suhu 37oC.
3) Hasil
a. Penambahan nanoselulosa meningkatkan kuat tari dari 4,8 menjadi 6,78 MPa.
b. Penambahan nanoselulosa mengurangi penyerapan air dibandingkan dengan tidak
ditambahkan nanoselulosa.
c. peningkatan kandungan selulosa fibril mengarah ke pembentukan jaringan kristal
mikro yang lebih padat sehingga meningkat sifat mekanik. Jaringan padat ini harus
mengurangi.
Kaushik, A., Singh, M., & Verma, G. (2010). Green nanocomposites based on
thermoplastic starch and steam exploded cellulose nanofibrils from wheat straw.
CarbohydratePolymers, 82(2), 337–345. https://doi.org/10.1016/j.carbpol.2010.04.063
6. Preparation and characterization of cellulose nanofiber reinforced thermoplastic starch
composites
Penulis: Nasri-Nasrabadi, Behzad, & Bagheri, 2014
1) Bahan baku
Bahan: pati kentang
Plasticizer: gliserol 3 wt%
Air 90 wt%
Filler: nanofiber selulosa dari jerami padi
Sisanya pati dan serat 7 wt% dengan rasio berat pati dan serat: 100:0, 95:5, 90:10 dan
85:15.
2) Prosedur kerja
a. Semua bahan dicampur lalu dipanaskan sambil diaduk pada suhu 100 oC selama 30
menit.
b. Lalu dituangkan pada cawan petri dan dibuang gasnya pada suhu 70oC di bawah
vakum selama 2 jam.
c. Dikeringkan pada suhu 40oC daan kelembaban realtih 50% selama 2 hari.
3) Hasil
a. Dengan penambahan nanoselulosa nilai kuat tarik meningkat dari 3,1 menjadi 5,01
MPa dan elongasi menurun dari 126% menjadi 61%.
b. Dengan peningkatan kadnungan nanoselulosa terjadi penurunan serapan
kelembaban dari 10,98 menjadi 6,76%. Hal ini menunjukkan penambahan serat ini
meningkatkan ketahanan air sampai persentase tertentu.
Nasri-Nasrabadi, B., Behzad, T., & Bagheri, R. (2014). Preparation and characterization of
cellulose nanofiber reinforced thermoplastic starch composites. Fibers and Polymers,
15(2), 347–354. https://doi.org/10.1007/s12221-014-0347-0
7. A comparative study on characteristics of nanocellulose reinforced thermoplastic starch
biofilms prepared with different techniques
Penulis: Karimi, Tahir, Dufresne, Karimi, & Abdulkhani, 2014
1) Bahan baku
Bahan dasar: Tepung jagung
Plasticizer: gliserol 33,3 wt%
Filler: nanoselulosa ukuran diameter 1,2-30 nm 0,5 wt%
Air 18,5 gram ditambahkan untuk setiap 1 gram pati
2) Prosedur
a. Dilakukan pencampuran awal dengan teknik yang berbeda yaitu,
- Teknik 1 pati + gliserol + air dicampur terlebih dahulu baru ditambah serat
- Teknik 2 pati + serat + air lalu digelatinasi sebelum ditambah gliserol
- Teknik 3 semua bahan dicampur diawal dan diolah dalam waktu yang
bersamaan
b. Campuran kemudian disonikasi selama 30 detik .
c. Dikeringkan di oven pada suhu 50oC selama 48 jam
d. Kondisi fil pada 43% RH selama 10 hari pada suhu kamar sebelum dilakukan
karakterisasi atau pengujian.
3) Hasil
a. Dengan penambahan serat kuat tarik meningkat dari 1,74 menjadi 2,35 MPa serta
elongasi berkurang dari 31,97% menjadi 25,92%.
b. Serapan air berkurang dengan penambahan nanoselulosa untuk 1000 menit yaitu,
tanpa penambahan nanoselulosa 60% sedangkan dengan penambahan nanoselulosa
menjadi 45%.
c. Teknik 3 yaitu, semua bahan dcampur diawal memberikan nilai kuat tarik yang
lebih tinggi dari teknik 1 dan 2 serta pengurangan serapan air yang lebih tinggi juga.
Sehingga pencampuran semua bahan diawal merupakan cara yang baik dalam
membuat film plastiik.
Karimi, S., Tahir, P., Dufresne, A., Karimi, A., & Abdulkhani, A. (2014). A comparative
study on characteristics of nanocellulose reinforced thermoplastic starch biofilms prepared
with different techniques. Nordic Pulp & Paper Research Journal, 29(1), 41–45.
8. Biodegradability and mechanical roperties of reinforced starch nanocomposites using
cellulose nanofibers
Penulis: Babaee, Jonoobi, Hamzeh, & Ashori, 2015
1) Bahan baku
Bahan dasar: pati jagung
Plasticizer: gliserol 37% dari berat pati
Filler: nanoselulosa dari kenaf 10%
2) Prosedur
a. Pati dan gliserol dicampur dengan aquades dan dipanaskan pada suhu 80 oC selama
30 menit hingga terjadi gelatinase.
b. Kemudian serat ditambahkan lalu diaduk selama 30 menit pada suhu 80oC.
c. Pengeringan selama 3 hari pada suhu 40oC di dalam oven.
d. Dikondisikan pada suhu 23oC dan kelembaban 75% selama 3 hari.
3) Hasil
a. Film yang diperkuat oleh nanoselulosa mengurangi serapan air yaitu, penurunannya
sekitar 14%.
b. Permeabilitas uap air (WVP) menurun dengan penambahan nanoselulosa dari 9,61
× 10-7g / mhPa menjadi 8,27 × 10-7 g / mhPa..
c. Kuat tarik meningkat dari 8,6 MPa menjadi 38 MPa
d. Elongasi setelah dari 52% menjadi 27%.
e. Serapan air setelah penambahan nanoselulosa berkurang sekitar 10% yaitu, selama
70 menit dari 75% menjadi 65%.
f. Degradasi penuh tanpa penambahan nanoselululosa yaitu, 30 hari dan dengan
penambahan nanoselulosa selama 40 hari.
Babaee, M., Jonoobi, M., Hamzeh, Y., & Ashori, A. (2015). Biodegradability and
mechanical properties of reinforced starch nanocomposites using cellulose nanofibers.
Carbohydrate Polymers, 132(3), 1–8. https://doi.org/10.1016/j.carbpol.2015.06.043

Pati/Selulosa
Rasio Biodegrad
Polimer Komponen lain Proses Sifat fisik Refere
abilitas
Pati a. Sorbitol 20 - a. Pencampuran selulosa Kuat tarik: - Maulid
% dari pati
kulit dan plasticizer dengan 9,12 MPa et
b. Mikrokristalin
singko selulosa 50 homogenizer ultrasonic 2016
µm 6% dari
ng pati selama 50 menit
b. Pati ditambahkan dan
dipanaskan pada suhu
70oC.
c. Pengeringan dengan
suhu 60oC selama 24
jam.
Pati a. Gliserol Pati:Gli a. Pre-mixing dengan Kua tarik: - Intand
b. Selulosa blender selama 3 menit.
singko serol 3,3 – 14,7 a et
mikrokristalin
o
ng (0 dan 10% 3:1 b. Mixing pada suhu 130 C MPa 2019
dari total selama 8 menit. Elongasi:
kering pati-
gliserol) c. Hasil mixing sebanya 5 21,7-
gram dicetak dengan hot 1,45%
o
press dengan suhu 140 C,
tekanan 40 kgf/cm2
selama 10 menit. Lalu
pada cold press selama 5
menit.