Anda di halaman 1dari 21

PROPOSAL ACARA PENYULUHAN DIABETES MELLITUS

LANSIA DI RT.008, KELURAHAN KELAPA DUA WETAN


TANGGAL 30 DESEMBER 2021

Disusun oleh:
Kelompok B

Bella Adelia, S.Kep (202015003)


Maretha Huda Pratiwi (202015010)
Raden Nur Hawa Islamiyah (202015013)
Suryandini Hermawan,S,Kep (202015020)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


INSTITUT KESEHATAN DAN TEKNOLOGI PKP DKI JAKARTA
JAKARTA TIMUR
2021
PROPOSAL KEGIATAN PENYULUHAN DIABETES MELLITUS
RT.005/RW.08 Kelurahan.Kelapa Dua Wetan, Kecamatan.Ciracas
Tgl 30 Desember 2021

1. Latar Belakang
Diabetes mellitus adalah penyakit gangguan metabolisme kronis yang disebabkan oleh
banyak factor yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah sebagai akibat dari
gangguan fungsi insulin. Diabetes adalah penyakit kronis yang kompleks dan
memerlukan perawatan medis berkelanjutan dengan strategi pengurangan risiko multi-
faktor diluar kendali glikemik.
Berdasarkan hasil pegumpulan data yang dilakukan di RW.08 bahwa lansia perlu
mendapatkan penyuluhan terkait Diabetes Mellitus yang bertujuan untuk peningkatan
kesadaran kesehatan masyarakat dan menurunkan angka kesakitan masyarakat. Kegiatan
penyuluhan ini akan dilakukan oleh mahasiswa Institut Kesehatan dan Teknologi PKP
Jakarta di RT.005/RW.08 Kelurahan.Kelapa Dua Wetan, Kecamatan.Ciracas

2. Tujuan Kegiatan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan lansia dapat mengetahui tentang Diabetes Mellitus dan
cara penanganannya.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan lansia dapat :
a. Menyebutkan pengertian Diabetes Mellitus
b. Menyebutkan penyebab Diabetes Mellitus
c. Menyebutkan faktor resiko Diabetes Mellitus
d. Menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Mellitusi
e. Menyebutkan Pencegahan Diabetes Mellitus
f. Mendemontrasikan tentang senam kaki diabetes

3. Rancangan Kegiatan
Topik Materi : Diabetes Mellitus
4. Sasaran Kegiatan
Lansia di RT.005 Kelapa Dua Wetan Ciracas
Target Peserta penyuluhan kesehatan terkait Diabetes Mellitus : 10 Orang peserta
lansia.
5. Metode
a. Ceramah
b. Tanya jawab
c. Demonstrasi
d. Redemonstrasi
6. Media dan Alat :
a. Laptop
b. Sound/Mic
c. PPT
d. Video
e. Leaflet
f. Proyektor
7. Waktu : Jam 10:00-11:00 WIB, hari Kamis, 30 Desember 2021
8. Tempat : Rumah Warga RT.005/RW.08

3. Pengorganisasian/Kepanitiaan
Pembimbing : Ns. Indah Kurniawati, S.Kep., MKM
Leader : Raden Nur Hawa Islamiyah, S.Kep
Moderator : Suryandini Hermawan,S,Kep
Fasilitator : Maretha Huda Pratiwi, S.Kep
Observer : Bella Adelia, S.Kep
4. Rencana Anggaran

Keterangan Uraian Jumlah


Print Proposal 1 rangkap Rp. 5.000
Print SAP 1 rangkap Rp. 5.000
Doorprize 1 Rp. 8.000
Print Leaflet Berwarna 1 lembar Rp. 3.000
Fotocopy Leaflet 10 lembar Rp.10.000
Snack peserta 10 box @ 7.000 Rp. 70.000
Total Pengeluaran Rp. 101.000

5. Strategi Pelaksanaan Kegiatan


1. Tahapan Persiapan
a. Menyiapkan materi tentang diabetes mellitus dan video tentang senam Diabetes
b. Menyiapkan alat dan media penyuluhan
c.Kolaborasi dengan pihak lansia dan dosen
d.Kolaborasi antar anggota kelompok untuk mempersiapan alat-alat apa yang di
butuhkan.

2. Tahapan Pelaksanaan
a.Pembukaan oleh moderator
b.Penyajian pemateri oleh pemateri
c.Demonstrasi dan Redemostrasi
d.Tanya jawab
e.Penutup oleh moderator

6. Tahapan Evaluasi Pelatihan Kader Kesehatan


a. Evaluasi struktur
1) Proposal sudah disiapkan 3 hari sebelum pelaksanaan
2) SAP dan materi disiapkan 3 hari sebelum pelaksanaan
b. Evaluasi proses
1. Semua lansia mampu hadir dan mengikuti
kegiatan penyuluhan
2. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan sesuai
dengan waktu yang ditetapkan
3. Ruangan yang digunakan untuk penyuluhan
nyaman dan kondusif
4. Alat dan media yang telah disiapkan dapat
digunakan dengan baik
5. Seluruh lansia mengikuti kegiatan
penyuluhan dari awal hingga akhir
6. Seluruh lansia berperan aktif dalam jalannya
diskusi.

c. Evaluasi hasil
a. Menyebutkan pengertian Diabetes Mellitus
b. Menyebutkan penyebab Diabetes Mellitus
c. Menyebutkan faktor resiko Diabetes Mellitus
d. Menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Mellitus
e. Menyebutkan Pencegahan Diabetes Mellitus
f. Mendemontrasikan tentang senam Diabates Melitus

7. Penutup
Demikian proposal ini, semoga dalam pelaksanaan kegiatan kegiatan ini dapat berjalan
dengan lancar dan bermanfaat bagi kita semua terutama lansia.

Jakarta, 29 Desember 2021


Mengetahui,

Proceptor Akademik Penyaji Penyuluhan


Ns. Indah Kurniawati, S.Kep., MKM Raden Nur Hawa Islamiyah, S,Kep
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Bidang Studi : Stase Keperawatan Gerontik


Topik : Diabetes Mellitus Type II
Sasaran : Lansia di RT.005/08
Tempat : Rumah Lansia RT.005/RW/08 Kelapa Dua Weta, Ciracas
Hari/tanggal : Kamis, 30 Desember 2021
Waktu : 10:00- 11:00 WIB

1. LATAR BELAKANG

2. TUJUAN
1) Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan lansia mampu mengetahui tentang
penyakit Diabetes Mellitus Type II.
2) Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan lansia mampu :
a. Menyebutkan pengertian Diabetes Mellitus
b. Menyebutkan penyebab Diabetes Mellitus
c. Menyebutkan factor risiko Diabetes Mellitus
d. Menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Mellitus
e. Menyebutkan komplikasi/ dampak Diabetes Mellitus jika tidak ditangani
f. Menjelaskan pencegahan Diabetes Mellitus
g. Mendemontrasikan tentang senam kaki diabetes

3. MATERI (Terlampir)

4. PELAKSANAAN
1) Topik
Diabetes Mellitus Type II pada Lansia.

2) Sasaran atau target


Lansia yang berisiko mengalami Diabetes Mellitus di RT.005/08
2) Metode
a) Ceramah
b) Diskusi
c) Demonstrasi
d) Re-demontrasi
e) Tanya dan Jawab

3) Media dan Alat


a) Leaflet
b) Speaker dan video senam
c) Microphone
d) Infokus dan layar proyektor
e) Power Point

4) Waktu dan Tempat


Hari : Kamis
Tanggal : Kamis, 30 Desember 2021
Jam : 10:00 – 11:00 WIB
Tempat : Rumah Lansia RT.005/08 Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas

5) Pengorganisasian
Pembimbing : Ns. Indah Kurniawati, S.Kep., MKM
Leader : Raden Nur Hawa Islamiyah, S.Kep
Moderator : Suryandini Hermawan,S,Kep
Fasilitator : Maretha Huda Pratiwi, S.Kep
Observer : Bella Adelia, S,Kep
6) Setting tempat

M L

P P P P P
F

P P P P P

O D

Keterangan :
L : Leader
M : Moderator
S : Peserta
O : Observer
F : Fasilitator
D : Dosen pembimbing

7) Uraian tugas
a) Pemateri
 Mempresentasikan materi yang akan diberikan
 Mengevaluasi peserta tentang materi yang akan diberikan
 Memberikan reinforcement (+)
b) Moderator
 Pada acara pembukaan
- Mengucapkan salam
- Membuka acara
- Memperkenalkan mahasiswa
- Menjelaskan topik serta tujuan penyuluhan
- Menanyakan yang pernah mengalami tanda dan gejala DM
- Menjelaskan kontrak waktu
- Menjelaskan sesi tanya jawab di akhir materi
- Memfokuskan peserta pada acara penyuluhan tersebut
 Kegiatan inti (isi)
- Meminta peserta memberikan pertanyaan atas penjelasan yang tidak
dipahami
- Memberikan kesempatan pada peserta atas jawaban yang diajukan
untuk menjawab
 Pada acara penutup
- Menyimpulkan serta menutup diskusi
- Mengucapkan salam
c) Fasilitator
 Memotivasi peserta agar tetap aktif/ berperan aktif
 Membuat absensi penyuluhan
 Mengantisipasi suasana yang dapat mengganggu kegiatan penyuluhan
d) Observer
 Mengawasi proses pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir/ mengatur
waktu saat penyuluhan
 Membuat laporan penyuluhan yang telah dilaksanaan
5. KEGIATAN PENYULUHAN

Kegiatan penyuluh Kegiatan audiens/sasaran Media dan Alat


Pembukaan (5 menit) Speaker/Mic,
a) Moderator memberikan salam a) Menjawab salam Laptop, Layar
Proyektor

b) Moderator memperkenalkan b) Mendengarkan dan


diri sendiri dan anggota menyimak
penyuluh

c) Moderator menjelaskan c) Mendengarkan dan


tentang topik penyuluhan menyimak

d) Moderator membuat kontrak d) Mendegarkan dan


waktu serta tujuan penyuluhan menyimak

e) Menanyakan masalah anemia e) Mengemukakan


yang dirasakan saat ini kepada permasalahan (jika ada)
audiens

f) Mendiskusikan masalah f) Mendengarkan dan


mengenai anemia yang terjadi menyimak
pada remaja
PPT, speaker/mic,
video senam lansia
Penyajian (50 menit)
a) Mengkaji pengetahuan audiens a) Mengemukakan
tentang apa itu Diabetes pendapat dan menyimak
Mellitus
b) Mendengarkan dan
b) Memberi reinforcement (+) menyimak

c) Mendengarkan dan
c) Menjelaskan tentang menyimak
pengertian Diabetes Mellitus
d) Mengemukakan
d) Mengkaji pengetahuan audiens pendapat dan menyimak
tentang penyebab Diabetes
Mellitus
e) Mendengarkan dan
menyimak
e) Memberikan reinforcement (+)
f) Mendengarkan dan
menyimak
f) Menjelaskan tentang penyebab
Diabetes Mellitus g) Mengemukakan pendap
at dan menyimak
g) Mengkaji pengetahuan audiens
tentang factor risiko Diabetes
Mellitus h) Mendengarkan dan
menyimak

h) Memberikan reinforcement (+) i) Mendengarkan dan men


yimak

i) Menjelaskan tentang factor risi j) Mengemukakan


ko Diabetes Mellitus pendapat dan menyimak

j) Mengkaji pengetahuan audiens


tentang tanda dan gejala k) Mendengarkan dan
Diabetes Mellitus menyimak

k) Memberikan reinforcement (+) l) Mendengarkan dan men


yimak

l) Menjelaskan tentang tanda dan m) Mengemukakan


gejala Diabetes Mellitus pendapat dan menyimak

m) Mengkaji pengetahuan audiens


tentang komplikasi/dampak n) Mendengarkan dan
Diabetes Mellitus jika tidak menyimak
ditangani dengan baik

o) Mendengarkan dan
n) Memberi reinforcement (+) menyimak
p) Mengemukakan pendap
at dan menyimak
o) Menjelaskan tentang komplika
si/ dampak Diabetes Mellitus q) Mendengarkan dan
jika tidak ditangani dengan menyimak
baik
p) Megkaji pengetahuan audiens t r) Mendengarkan dan
entang pencegahan Diabetes menyimak
Mellitus
s) Mendengarkan dan
q) Memberikan reinforcement (+) menyimak

r) Menjelaskan tentang pencegah


an Diabetes Mellitus t) Me re-demonstrasi
senam kaki diabetes
s) Mendemonstrasikan senam dia
betes

t) Re-demonstrasi senam diabetes

Penutup (5 menit) Sound/mic, leaflet


a) Menjawab pertanyaan
a) Mengevaluasi audiens dan
co-leader dan
memberi pertanyaan kepada memberikan pertanyaan
audiens serta memberikan
kesempatan audiens untuk
bertanya
b) Mendengarkan dan
menyimak
b) Memberi reinforcement (+)
c) Bersama moderator
menyimpulkan
c) Bersama audiens
menyimpulkan materi d) Menerima

d) Membagikan
leaflet/selembaran e) Menjawab salam

e) Menutup dengan salam

6. EVALUASI
1) Evaluasi struktur
 SAP sudah dikonsultasikan dengan dosen pembimbing
 Leaflet sudah dikonsultasikan dengan dosen pembimbing
 Materi terlampir SAP sudah dikonsultasikan dengan dosen pembimbing
 Sudah kontrak dengan pihak RT setempat terkait pelaksanaan penyuluhan Kesehatan
tentang Diabetes Mellitus di rumah Lansia
 Alat dan media sudah tersusun sesuai rencana dan berfungsi dengan baik seperti
(Microphone, sound system dan proyektor)

2) Evaluasi proses
 Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang direncanakan
 Media, alat dan sarana dapat berfungsi dengan baik
 Peserta penyuluhan mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
 Kegiatan berjalan dengan lancar dan pelaksanaan kegiatan kondusif
 Peserta berperan aktif dalam jalannya penyuluhan
 Ruangan serta tempat penyuluhan nyaman dan tidak panas
 Peran dan fungsi masing-masing sesuai yang direncanakan

3) Evaluasi hasil
a) 100% lansia hadir dalam acara penyuluhan
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan semua lansia mampu :
a. Menyebutkan pengertian Diabetes Mellitus
b. Menyebutkan penyebab Diabetes Mellitus
c. Menyebutkan factor risiko Diabetes Mellitus
d. Menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Mellitus
e. Menyebutkan komplikasi/ dampak Diabetes Mellitus jika tidak ditangani
f. Menjelaskan pencegahan Diabetes Mellitus
g. Mendemontrasikan tentang senam kaki diabetes
MATERI DIABETES MELLITUS

A. DEFINISI
Menurut American Diabetes Associatian, (2012) Diabetes Melitus (DM) sebagai suatu
kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena
kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Sedangkan Menurut
Wijayaningsih, (2013) Diabetes mellitus adalah penyakit herediter (diturunkan) secara
genetis resesi berupa gangguan metabolisme KH yang disebabkan kekurangan insulin
relative atau absolut yang dapat timbul pada berbagai usia dengan gejala hiperglikemia,
glikosuria, poliuria, polidipsi, kelemahan umum, dan penurunan berat badan.

Menurut Black dan Hawks, (2014) Diabetes mellitus adalah penyakit kronis progresif
yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk melakukan metabolism karbohidrat,
lemak, dan protein, mengarah kepada hiperglikemia (kadar glukosa tinggi). Hiperglikemi
jangka panjang dapat berperan menyebabkan komplikasi mikrovaskular kronik (penyakit
ginjal dan mata) dan komplikasi neuropatik. Diabetes juga dikaitkan dengan peningkatan
insidensi penyakit makrovaskular, seperti penyakit arteri coroner (infark miokard),
penyakit sebrovaskular (stroke), dan penyakit vascular perifer (Brunner & Suddarth,
2013).

Diabetes mellitus adalah penyakit gangguan metabolisme kronis yang disebabkan oleh
banyak factor yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah sebagai akibat dari
gangguan fungsi insulin. Diabetes adalah penyakit kronis yang kompleks dan
memerlukan perawatan medis berkelanjutan dengan strategi pengurangan risiko multi-
faktor diluar kendali glikemik.

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab
kematian tertinggi di dunia, penyakit ini juga menjadikan penderitanya berkurang
produktivitas kerja yang berdampak pada berkurangnya pendapatan serta kualitas
hidupnya. Diabetes mellitus type II merupakan penyakit seumur hidup dimana tubuh
tidak mampu memproduksi atau menggunakan insulin dengan cara yang benar.
Gula dari makanan yang masuk melalui mulut dicernakan di lambung kemudian diserap
oleh usus, masuk kedalam aliran darah. Glukosa ini merupakan sumber energi utama bagi
sel tubuh di otot dan jaringan. Agar dapat melakukan fungsinya, gula membutuhkan
teman yang disebut sebagai insulin. Hormone insulin ini diproduksi oleh sel beta di pulau
Langerhans (Islets of Langerhans) dalam pancreas. Setiap kali kita makan maka pancreas
memberikan respons dengan mengeluarkan insulin ke dalam aliran darah, ibaratkan kunsi
insulin merupakan kunci yang akan membuka pintu sel agar glukosa masuk ke dalam sel
kemudian dialirkan ke alirah darah dan membentuk energi. Dengan demikian, kadar
glukosa didalam darah dapat menurun/ stabil.
Hati merupakan tempat penyimpanan sekaligus pusat pengolahan gula. Pada saat kadar
insulin meningkat seiring dengan makanan yang masuk ke dalam tubuh, hati akan
menimbun glukosa, yang nantinya akan dialirkan ke sel-sel tubuh bilamana dibutuhkan.
Ketika kita lapar dan tidak makan, insulin dalam darah rendah, timbunan gula dalam hati
(glikogen) akan diubah menjadi glukosa Kembali dan dikeluarkan ke aliran darah menuju
sel tubuh untuk dijadikan sebagai energi.
Pada penderita diabetes mellitus, ada gangguan keseimbangan antara transportasi gula ke
dalam sel, gula yang disimpan di hati, dan gula yang dikeluarkan oleh hati. Akibatnya,
kadar gula dalam darah meningkat. Dan kelebihan ini dikeluarkan melalui urine, oleh
karena itu keluaran urine menjadi banyak dan mengandung gula. Penyebab keadaan ini
hanya dua, pertama karena pancreas tidak mampu lagi memproduksi insulin dan yang
kedua sel tidak memberikan respon pada kerja insulin sebagai kunci untuk membuka
pintu sel sehingga gula tidak dapat masuk ke dalam sel untuk dialirkan ke aliran darah.

B. ETIOLOGI
Diabetes melitus tipe II (NIDDM, Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus) diabetes
mellitus yang tidak tergantung pada insulin. Diabetes mellitus tipe II terjadi akibat
penurunan sensitivitas terhadap insulin (resistensi insulin) atau akibat penurunan
produksi insulin. Faktor risiko yang berhubungan dengan proses terjadinya diabetes tipe
II adalah sebagai berikut : usia (resistensi insulin cendrung meningkat pada usia diatas 65
tahun), obesitas, kelompok etnik, gaya hidup, merokok, riwayat dan keluarga.
C. FAKTOR RESIKO
Terdapat beberapa factor risiko terjadinya diabetes mellitus type II:
1. Keturunan/ genetic
2. Ras atau etnis
3. Obseitas (kelebihan lemak akan memblokir kerja insulin, sehingga gula tidak dapat
terangkut kedalam sel)
4. Metabolic syndrome (mereka yang memiliki kelainan seperti tekanan darah tinggi
>140/90 mmHg, dan obseitas)

D. TANDA DAN GEJALA


Menurut Black dan Hawks (2014) seseorang dapat dikatakan menderita diabetes melitus
ketika mengalami tanda dan gejala sebagai berikut :

1. Poliuria (sering BAK) : hal ini terjadi karena air tidak diserap kembali oleh tubulus
ginjal sekunder untuk aktivitas osmotik glukosa, mengarah kepada kehilangan air,
glukosa, dan elektrolit
2. Polidipsi (rasa haus berlebihan) : terjadi karena dehidrasi sekunder terhadap polyuria
menyebabkan rasa haus yang berlebihan
3. Pilifagi (rasa lapar berlebihan) : kelaparan sekunder terhadap katabolisme jaringan
menyebabkan rasa lapar.
4. Penurunn berat badan : kehilangan awal sekunder terhadap penipisan simpanan air,
glukosa, dan trigliserid, kehilangan kronis sekunder terhadap penurunan masa otot
kaena asam amino dialihkan untuk membentuk glukosa dan keton
5. Pandangan kabur : terjadi karena paparan kronis retina dan lensa mata terhadap cairan
hiperosmolar
6. Lemah, letih, dan puisng : penurunan isi plasma mengarah pada postural hipertensi,
kehilangan kalium dan katabolisme protein berkontribusi terhadap kelemahan.
7. Ketonuria : ketika glukosa tidak dapat digunakan untuk energy oleh sel tergantung
insulin, asam lemak digunakan untuk energy : asam lemak dipecah menjadi keton
dalam darah dan disekresikan oleh ginjal. Pada DM tipe II insulin cukup untuk
menekan berlebihan penggunan asam lemak tapi tidka cukupp untuk penggunaan
glukosa.
8. Kadar glukosa darah pada waktu puasa lebih dari 120 mg/dl
9. Kadar glukosa darah dua jam sesudah makan lebih dari 200 mg/dl

E. KOMPLIKASI
Adapun beberapa komplikasi atau dampak dari penyakit diabetes mellitus jika tidak
tertangani dengan baik atau tidak terkontrol, adalah sebagai berikut:
1. Hipoglikemia
Bila kadar glukosa darah turun terlalu rendah dalam batas 20-50 mg/ 100 ml lebih dari
beberapa menit, akan menimbulkan gejala syok hipoglikemik ditandai oleh iritabilitas
progresif yang menyebabnkan pingsan, kejang, dan koma. Gejala hipoglikemik juga
ditandai dengan adrenergic yaitu berdebar, banyak keringat, gemetar,dan rasa lapar
2. Hiperglikemia
Akibat glukosa tidak dapat diangkut kedalam sel karena kuragnya insulin. tanpa
tersedianya karbohidrat untuk bahan bakar sel, hati mengubah simpanan glikogen
kembali ke glukosa (glikogenesis). Respon ini memperberat situasi dengan
meingkatnya kadar glukosa darah bahkan lebih tinggi (Black & Hawks, 2014).
Komplikasi kronis diabetes mellitus: klien/pasien dengan Diabetes Mellitus yang hidup
lebih lama, dengan peningkatan risiko untuk komplikasi kronis yaitu:
1. Komplikasi Makrovaskular yaitu penyakit seperti arteri coroner, penyakit
serebrovaskuler, hipertensi, penyakit pembuluh darah serta infeksi.
2. Komplikasi mikrovaskuler yaitu seperti retinopati (kerusakan pada mata), nefropati
(kerusakan pada ginjal), ulkus tungkai dan kaki (luka basah pada DM).

F. PENCEGAHAN
Tindakan promosi Kesehatan:
1. Mengelola obesitas
2. Menjaga BB ideal
3. Olahraga
4. Tidak merokok

Tindakan pemeliharaan Kesehatan:


1. Pengenalan cepat dan pengobatan hiperglikemi (ketika gula darah meningkat) dengan
olahraga dan minum obat
2. Periksa Kesehatan secara teratur
3. Skrining klien dengan risiko tinggi (mereka dengan Riwayat keluarga DM)

Tindakan pemulihan Kesehatan


1. Melakukan pemeriksaan rutin Gula Darah Sewaktu (PGDS) untuk mempermudah
mengikuti perkembangan manifestasi
2. Mengendalikan factor risiko
3. Tekankan kepatuhan pengobatan dan tindak lanjut

Pencegahan diabetes mellitus dengan Teknik nonfarmakologi:


1. Latihan gerak 150 menit dalam seminggu (minimal 21 menit/ 30 menit dalam satu
hari)
2. Senam diabetes mellitus

G. MANFAAT DAN TUJUAN SENAM DIABETES MELITUS :

Senam diabetes membantu meningkatkan sensitivitas reseptor insulin, sehingga glukosa


dapat masuk kedalam sel untuk memenuhi kebutuhan sumber energi bagi tubuh pasien
Olahraga selama 30-45 menit, dapat meningkatkan pemasukan glukosa kedalam sel
sebesar 7 –20 kali lipat, dibanding tanpa latihan fisik (Parkeni, 2011). Senam yang
dilakukan 1 kali dalam seminggu dengan durasi 2 x 45 menit pada 2 x 45 menit pada
kelompok senam DM, dapat memberikan efek yang cukup baik dan latihan fisik yang
dianjurkan adalah 2 –5 kali seminggu.

Suatu penelitian kasus kontrol menunjukkan bahwa latihan fisik teratur dapat
menurunkan kadar gula darah, meningkatkan kekuatan otot dan menurunkan marker
inflamasi pada pasien dengan diabetes (ADA,2012). Senam diabetes dapat menurunkan
kadar gula darah dan mencegah kegemukan, pada saat latihan fisik glukosa dan lemak
merupakan sumber energi utama. Senam diabetes dapat diberikan pada seluruh penderita
DM tipe 2 dengan latihan fisik atau gerakan yang teratur yaitu senam pemanasan,
senam inti dan senam pendinginan. Senam diabetes dapat menurunkan kadar gula
darah dan mencegah kegemukan, pada saat latihan fisik glukosa dan lemak
merupakan sumber energi utama. Senam diabetes dapat diberikan pada seluruh
penderita DM tipe 2 dengan latihan fisik atau gerakan yang teratur yaitu senam
pemanasan, senam inti dan senam pendinginan.
DAFTAR PUSTAKA

Black, J. M., & Hawks, J. H. (2014). Keperawatan Medikal Bedah: Manajemen klinis untuk
Hasil yang Diharapkan. Edisi 8. Jakarta: Salemba Medika
Brunner & Suddarth, (2013). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8 volume 2. Jakarta
EGC