Anda di halaman 1dari 14

PENYULUHAN KESEHATAN TERKAIT ASAM URAT

PADA LANSIA DI WILAYAH RT 05 RW08


KEL. KELAPA DUA WETAN KEC. CIRACAS

Disusun Oleh:

Intania Nurfadhilla Surasa, S. Kep 202015008


Fitri Nur Cahyanti, S.Kep 202015061
Rosa Amelia, S.Kep 202015015
Siti Rahmadini 202015019
Vicky Sigit Setyawan 202015022

INSTITUT KESEHATAN DAN TEKNOLOGI PKP DKI JAKARTA


PROGRAM STUDI PROFESI NERS
JAKARTA
2021
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Bidang Studi : Stase Keperawatan Komunitas dan Keluarga

Topik : Penyakit Tidak Menular Pada Lansia

Sub Topik : Sehat Tanpa Asam Urat

Sasaran : Lansia di RT 005, RW 08 Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas Jakarta

Timur Tempat : Rumah warga RT.05, RW 08 Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas,

Jakarta Timur

Hari/tanggal : Kamis, 30 November 2021

Waktu : 10.00 – 10.30 WIB (30 Menit)

A. Analisa Karakteristik Sasaran


Pelaksanaan kegiatan penyuluhan kesehatan tentang asam urat akan dilaksanakan di wilayah
RT 005 Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta timur. Berdasarkan hasil
pengkajian di dapatkan hasil pada agregat lansia dengan usia 46 – 55 tahun sebanyak 169
orang, usia 56 – 65 tahun 117 orang dan usia lebih dari 65 tahun sebanyak 46 orang.
Masalah kesehatan yang lebih banyak terjadi di wilayah RT 005 adalah asam urat 30 lansia
dan penyakit jantung 17 lansia. Keluhan yang sering di rasakan oleh lansia dengan masalah
kesehatan asam urat seperti nyeri pada kaki, bengkak, bahkan sampai sulit untuk digerakan.
Lansia yang teridentifikasi mengalami masalah kesehatan asam urat lebih banyak yang tidak
memperhatikan tanda gejala yang muncul sebagai suatu peringatan tubuh, jika rasa nyeri
timbul lansia akan minum obat dan berhenti ketika dirasakan kondisinya mulai dirasakan
membaik. Dengan demikian diperlukannya pendidikan kesehatan sebagai tindakan preventif
dan promotif untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat terkait masalah asam
urat di wilayah RT 005 Kel. Kelapa Dua Wetan, Kec. Ciracas, Jakarta Timur.
B. Analisa Karakteristik Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan tentang asam urat pada lansia di RT
005, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur diharapkan lansia mampu memahami
tentang penyakit asam urat.

2. Tujuan Khusus
Setelah selesai mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan, diharapkan lansia mampu :
a. Menyebutkan pengertian asam urat
b. Menyebutkan tanda dan gejala asam urat
c. Menyebutkan penyebab asam urat
d. Menyebutkan factor resiko asam urat
e. Menyebutkan komplikasi asam urat
f. Menyebutkan pencegahan asam urat
g. Menyebutkan diit asam urat
h. Menyebutkan cara perawatan pada masalah asam urat
i. Mendemonstrasikan cara pembuatan obat tradisional untuk asam urat (Kompres Jahe
Merah)

C. Materi
Terlampir

D. Strategi Penyampaian
1. Metode
Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan adalah:
a. Ceramah
b. Diskusi/Tanya jawab
c. Demonstrasi
d. Re-demonstrasi

2. Media Dan Alat


Media dan alat yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan adalah:
a. Power Point materi
b. Leaflet
c. Microphone
d. Laptop
e. Proyektor
f. Jahe Merah Bakar
g. Parutan
h. Kassa Gulung
i. Wadah/ piring kecil

E. Pengorganisasian
1. Pemateri : Siti Rahmadini, S. Kep
2. Moderator : Suryandini Hermawan S. Kep
3. Fasilitator : Vicky Sigit Setyawan S. Kep
: Rosa Amelia, S. Kep
: Fitri Nur Cahyanti, S. Kep
4. Observer : Intania Nurfadhilla Surasa, S. Kep

Setting Tempat Penyuluhan

P
M

A A A A

F F

A A A A

A A

D
F

O
Keterangan :

P : Pemateri F : fasilitator
M : Moderator O : Observer
D : Dosen

F. Kegiatan Penyuluhan Kesehatan


Kegiatan Penyuluh Kegiatan Sasaran
Pembukaan (5 menit)
a) Moderator memberikan salam a) Menjawab salam
b) Moderator memperkenalkan diri sendiri dan b) Mendengarkan dan menyimak
anggota penyuluh
c) Moderator melakukan evaluasi/validasi c) Menjawab
d) Moderator menjelaskan tentang topik d) Mendegarkan dan menyimak
penyuluhan
e) Moderator membuat kontrak waktu serta e) Mendengarkan dan menyetujui
tujuan penyuluhan
f) Menggali pengetahuan audiens terkait f) Mengemukakan pendapat
masalah asam urat

Penyajian (30 menit)


a) Menggali pengetahuan audiens tentang asam a) Mengemukakan pendapat
urat
b) Memberi reinforcement positif b) Mendengarkan dan memperhatikan
c) Menjelaskan tentang pengertian asam urat c) Mendengarkan dan memperhatikan
d) Menjelaskan tentang tanda dan gejala asam d) Mendengarkan dan memperhatikan
urat
e) Menggali pengetahuan audiens tentang e) Mengemukakan pendapat
penyebab asam urat
f) Memberi reinforcement positif f) Mendengarkan dan memperhatikan
g) Menjelaskan tentang penyebab asam urat g) Mendengarkan dan memperhatikan
h) Menjelaskan tentang factor resiko asam urat h) Mendengarkan dan memperhatikan
i) Menggali pengetahuan audiens tentang i) Mengemukakan pendapat
komplikasi asam urat
j) Memberikan reinforcement positif j) Mendengarkan dan memperhatikan
k) Menjelaskan tentang komplikasi asam urat k) Mendengarkan dan memperhatikan
l) Menggali pengetahuan audiens tentang cara l) Mengemukakan pendapat
pencegahan asam urat
m) Memberikan reinforcement positif m) Mendengarkan dan memperhatikan
n) Menjelaskan tentang cara pencegahan asam n) Mendengarkan dan memperhatikan
urat
o) Menjelaskan tentang diit asam urat o) Mendengarkan dan memperhatikan
p) Menjelaskan tentang cara perawatan diri p) Mendengarkan dan memperhatikan
pada masalah asam urat
q) Mendemonstrasikan cara pembuatan obat q) Mendengarkan dan memperhatikan
tradisional asam urat (Jahe Merah Bakar)
r) Melakukan re-demonstrasi cara pembuatan r) Melakukan re-demonstrasi
obat tradisional asam urat (Jahe merah
s) Mendengarkan dan memperhatikan
bakar)
s) Memberikan reinforcement positif
Penutup (5 menit)
a) Mengevaluasi audiens dan memberikan a) Mendengarkan dan memberikan
kesempatan audiens untuk bertanya pertanyaan
b) Bersama audiens menyimpulkan materi b) Mendengarkan dan menyimak
c) Membagikan leaflet/selembaran c) Bersama moderator menyimpulkan
d) Menyampaikan rencana tindak lanjut d) Menerima
e) Menutup dengan salam e) Menjawab salam

G. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Materi yang ingin disampaikan harus sudah dipersiapkan 2 hari sebelum
pelaksanaan penyuluhan
b. Tempat yang akan digunakan untuk penyuluhan sudah mendapatkan izin dari pihak
RW setempat
c. Kontrak dengan sasaran telah dilakukan bersama dengan ketua RT/RW setempat
d. Satuan Acara Pelaksanaan (SAP) telah disiapkan sebelum penyuluhan
e. Alat dan media yang digunakan dipersiapkan sebelum acara penyuluhan
dilaksanakan
f. Peran dan fungsi masing – masing pengorganisasian sesuai dengan yang
direncanakan

2. Evaluasi Proses
a. Diharapkan 80% dari target yang diharapkan dapat hadir
b. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang direncanakan
c. Ruangan yang digunakan untuk penyuluhan nyaman dan kondusif
d. Alat dan media yang telah disiapkan dapat digunakan dengan baik
e. Peserta penyuluhan antusias dan tertarik terhadap materi penyuluhan
f. Peserta berperan aktif dalam jalannya diskusi
g. Peserta mengikuti penyuluhan sampai dengan acara selesai

3. Evaluasi Hasil
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan 80% peserta mampu :
a. Menyebutkan kembali pengertian dari asam urat
b. Menyebutkan kembali tanda dan gejala asam urat
c. Menyebutkan kembali penyebab asam urat
d. Menyebutkan kembali faktor resiko asam urat
e. Menyebutkan kembali komplikasi asam urat
f. Menyebutkan kembali pencegahan asam urat
g. Menyebutkan kembali diit asam urat
h. Menyebutkan kembali cara perawatan pada masalah asam urat
i. Mendemonstrasikan kembali cara pembuatan obat tradisional untuk asam urat (jahe
merah bakar)
lampiran

MATERI
ASAM URAT

A. Pengertian
Asam urat adalah asam yang berbentuk Kristal yang merupakan hasil dari pemecahan
purin. Asam urat adalah bentuk umum dari radang sendi yang sangat menyakitkan.
Biasanya mempengaruhi satu sendi pada satu waktu (seringkali sendi jempol kaki).
Serangan nyeri asam urat yang berulang dapat menyebabkan atritis gout yakni suatu
bentuk radang sendi yang memburuk. Kadar normal asam urat menurut WHO pada pria
adalah 3,5 – 7 mg/dl & pada wanita 2,6 – 6 mg/dl (Madayaningrum & Kusumaningrum,
2020).

Asam urat adalah produk akhir metabolisme purin yang bersumber dari protein,
didistribusikan ke plasma darah, cairan synovial, hati dan beberapa organ lainnya. Purin
adalah zat alami yang merupakan salah satu kelompok struktur kimia pembentukan DNA
dan RNA. Ada dua sumber utama purin, yaitu purin yang diproduksi sendiri oleh tubuh
dan purin yang didapatkan dari asupan makanan. Tubuh manusia hanya memerlukan
asupan purin dari luar tubuh (makanan) sebesar 15%. Ketika asupan purin masuk
kedalam tubuh melebihi 15%, akan terjadi penumpukan zat purin. Akibatnya, asam urat
akan ikut menumpuk yang akan menimbulkan risiko penyakit asam urat (atritis gout).
Atritis gout merupakan salah satu penyakit metabolic yang terkait dengan pola makan
diet tinggi purin dan minuman beralkohol (Noviyanti, 2015).

B. Penyabab
Kadar asam urat dalam darah dapat meningkat karena beberapa sebab, seperti adanya
peningkatan metabolism purin (overproduksi) atau penurunan pembuangan asam urat
lewat urin (undersekresi). Overproduksi bisa disebabkan oleh konsumsi makanan yang
terlalu banyak mengandung purin. Undersekresi terutama karena sistem pembuangan
tubuh tidak sempurna dalam membuang asam urat lewat air seni. Penyebab hiperurisemia
yang berpengaruh sebagai penyebab asam urat adalah: (Soeroso & Algristian, 2011).
1. Factor keturunan
2. Penyakit diabetes mellitus
3. Adanya gangguan ginjal dan hipertensi
4. Tingginya asupan makanan yang mengandung purin
5. Kebiasaan hidup yang tidak baik seperti merokok dan alcohol
6. Berat badan yang berlebihan (obesitas)
7. Penggunaan obat – obatan kimia yang bersifat diuretic/analgesic dalam waktu yang
lama
8. Factor lain seperti stress, diet ketat, cidera sendri dan olahraga berlebihan

C. Tanda dan gejala


Asam urat yang berlebihan kemudian akan terkumpul pada persendian sehingga
menyebabkan rasa nyeri atau bengkak. Biasanya asam urat mengenai sendi ibu jari, tetapi
bisa juga pada tumit, pergelangan kaki dan tangan atau siku. Kebanyakan asam urat
muncul sebagai serangan kekambuhan. Tanda gejala yang sering muncul pada penderita
asam urat, yaitu: (Mutiasari, 2010).
1. Kesemutan dan linu
2. Nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur
3. Sendi yang terkena asam urat akan terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar
boasa pada malam dan pagi
4. Terasa nyeri pada sendi terjadi berulang – ulang kali
5. bagian anggota tubuh yang sering diserang adalah sendi jari kaki, jari tangan,
dengkul, tumit, pergelangan tangan serta siku.
6. Pada kejadian dengan kasus yang parah, persendian akan terasa sangat sakit saat akan
bergerak.
7. Asam urat yang tinggi dapat menyebabkan batu ginjal serta dalam jangka waktu lama
akan merusak ginjal secara permanen.
D. Faktor resiko
Factor pencetus serangan akut antara lain berupa trauma local, diet tinggi purin, kelelahan
fisik, stress, tindakan operasi, pemakaian obat diuretic atau penurunan dan peningkatan
asam urat. Penurunan asam urat darah secara mendadak dengan allopurinol atau obat
urikosurik dapat menimbulkan kekambuhan. Terjadinya asam urat dapat dipicu oleh
beberapa hal, diantaranya: (Paramaiswari, 2019)
1. Senyawa purin berlebih
2. Genetic. Adanya riwayat asam urat dalam keluarga membuat risiko terjadinya
asamurat menjadi semakin tinggi
3. Konsumsi alcohol berlebih. Alcohol merupakan penghambat pengeluaran urin dalam
tubuh
4. Berat badan berlebih. Kondisi ini dapat menyebabkan asam urat yang disebabkan
lemak yang banyak terdapat pada tubuh dapat menghambat pengeluaran asam urat
melalui urin
5. Obat tertentu. Jenis obat tertentu dalam jangka panjang ternyata dapat meningkatkan
kadar asam dala tubuh. Seperti, diuretic dan aspirin
6. Gangguan fungsi ginjal. Jika terjadi gangguan pada ginjal, pengeluaran asam urat
juga akan terganggu
7. Usia. Penyakit asam urat lebih sering menyerang pria diatas 30 tahun. Kandungan
asam urat pada pria lebih tinggi daripada wanita. Kandungan asam urat pada wanita
baru meningkat setelah menopouse
8. Kurang minum

E. Komplikasi
Menurut (Noviyanti, 2015) beberapa komplikasi asam urat antara lain: benjolan pada
bagian tubuh tertentu, kerusakan tulang dan sendi, peradangan tulang, kerusakan
ligament dan tendon, batu ginjal, kerusakan ginjal dan tekanan darah tinggi
1. Komplikasi pada ginjal
Komplikasi asam urat yang paling umum adalah gangguan – gangguan pada ginjal.
Secara garis besar, gangguan – gangguan pada ginjal yang disebabkan oleh asam urat
mencakup dua hal, yaitu terjadinya batu ginjal dan resiko kerusakan ginjal. Jika kadar
di dalam darah selalu tinggi maka asam urat yang berlebihan akan membentuk Kristal
didalam darah. Apabila jumlahnya sangat banyak akan mengakibatkan penumpukan
dan pembentukan batu ginjal.
2. Komplikasi pada jantung
Kelebihan asam urat dalam tubuh (hiperurisemia) membuat seseorang berpotensi
terkena serangan jantung. Pada orang yang menderita hiperurisemia terdapat
peningkatan risiko 3-5 kali munculnya penyakit jantung coroner dan stroke. Diduga,
hubungan antara asam urat dengan penyakit jantung adalah adanya Kristal asam urat
yang dapat merusak endotel/pembuluh darah coroner. Hiperurisemia juga
berhubungan dengan sindroma metabolic atau resistensi insulin, yaitu kumpulan
kelainan – kelainan dengan meningkatnya kadar insulin dalam darah, hipertensi dan
kadar trigliserida darah yang meningkat.
3. Komplikasi pada hipertensi
Hipertensi terjadi karena asam urat menyebabkan renal vasokontriksi melalui
penurunan enzim nitrit oksidase diendotel kapiler, sehingga terjadi aktivasi sistem
reninangiotensin.

F. Pencegahan
Menurut (Mutiasari, 2010) selain dengan cara mengobati, salah satu cara mengatasi
penyakit asam urat adalah dengan mengatur makanan yang boleh dimakan (diet), dengan
syarat diri sebagai berikut:
1. Mengurangi konsumsi karbohidrat (zat gula)
2. Menghindari mengkonsumsi makanan yang mengandung purin tinggi, seperti
a. Jeroan: hati, limpa, babat, usus, paru, otak, jantung
b. Sari laut: udang, kerang kepiting
c. Makanan kaleng: sarden
d. Ekstrak daging: kaldu
e. Ungags: bebek, angsa, burung dara, ayam
f. Buah – buahan: durian, alpukat, nanas, melinjo dan emping melinjo
3. Menghindari alcohol: bir, wiski, anggur, tape, brem
4. Membatasi konsumsi lemak jenuh dan tidak jenuh (santan, daging berlemak, mentega
dan masakan yang menggunakan minyak
5. Olahraga rutin minimal 3 kali dalam 1 minggu
6. Minum air putih minimal 8 gelas sehari atau dua liter

G. Diit asam urat


Diit yang disarankan menurun Kemenkes RI (2011) yaitu:
1. Makanan yang dianjurkan untuk penderita asam urat
a. Konsumsi makanan yang mengandung potassium tinggi seperti kentang, yogurt
dan pisang
b. Konsumsi buah yang banyak mengandung vitamin C, seperti jeruk, papaya dan
strawberry.
c. Buah dan sayuran baik untuk asam urat: naga, belimbung wuluh, jahe, labu
kuning, sawi putih, serai dan tomat
d. Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi
e. Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen,
arum manis, gulali dan sirup
f. Jangan minum aspirin
2. Makanan yang dihindari penderita asam urat
a. Jeroan: ginjal, limpa, babat, usus, hati, paru dan otak
b. Seafood: udang, cumi – cumi, sotong, kerang, remis, tiram, kepiting, ikan teri,
ikan sarden
c. Ekstrak daging seperti abon dan dendeng
d. Makanan yang sudah dikalengkan (kornet sapi, sarden)
e. Daging kambing, daging sapi, daging kuda
f. Bebek, angsa dan kalkun
g. Kacang – kcangan: kacang kedelai, kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo
dan emping
h. Sayuran : kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur kuping, daun singkong,
daun papaya, kangkung.
i. Keju, telur, krim, es krim, kaldu atau kuah daging yang kental
j. Buah – bauahn tertentu seperti durian, nanas dan air kelapa
k. Makanan yang digoreng atau bersantan atau dimasak dengan menggunakan
margarin/mentega

H. Cara perawatan
Cara perawatan pada diri saat mengalami serangan gout secara tiba – tiba dapat dilakukan
dengan cara sebagai berikut; (Sustrani, Alam, & Hadibroto, 2007)
1. Istirahatkan sendi agar cepat sembu. Beri kompres dingin beberapa jam sekali selama
15 sampai 20 menit pada sendi yang nyeri untuk mengurangi nyeri.
2. Minum obat pereda nyeri
3. Minum banyak air putih (lebih dari 3,5 liter atau 8 – 10 gelas sehari)

I. Penatalaksanaan Non Farmakologi


Terapi non farmakologi merupakan strategi esensial dalam penanganan gout. Intervensi
seperti istirahat yang cukup, penggunaan kompres dingin, modifikasi dier, mengurangi
asupan alcohol dan menurunkan berat badan pada pasien yang kelebihan berat badan
terbukti efektif. Ada beberapa tanaman obat asli Indonesia (OAT) yang mempunyai
indikasi kuat untuk mengatasi nyeri, antara lain: (Azwar, 2012)
1. Jahe merah
Jahe rimpangnya yang mengandung zingiberol dan kukurmoid, terbukti berkhasiat
mengurangi peradangan dan nyeri sendi. Kandungan jahe yaitu zingerol, gingerol dan

shagaol merupakan kandungan dari jahe yang bermanfaat untuk mengurangi nyeri.
Jahe memiliki sifat pedas, pahit dan aromatic dari aleoresin yang memiliki potensi
anti inflamasi dan antioksidan yang kuat. Efek farmakologis, pada serangkaian kasus,
jahe dapat mengurangi nyeri dan kekakuan pada sendi. Caranya dengan melakukan
kompres dengan jahe merah bakar, kemudian jahe yang telah dibakar di parut, setelah
itu parutan jahe tersebut dibaluri dibagian sendi yang sakit, kemudian di balut dengan
kassa gulung selama kurang lebih 20 menit dan dilakukan 2x sehari (Febriyona,
2021).
DAFTAR PUSTAKA

Azwar, A. (2012). Tanaman Obat Indonesia. Jakarta: Salemba Medika.


Ernawati, L. (2019). Daun - Daun dan Buah - Buah Penumpas Penyakit. Yogyakarta: Laksana.
Febriyona, R., & Gobel, I. A. (2021). Kompres Jahe Merah Terhadap Tingkat Penurunan Gout
Arthritis Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Tolangohula Kabupaten Gorontalo.
Zaitun (Jurnal Ilmu Kesehatan), 6(2).
Madayaningrum, & Kusumaningrum, F. (2020). Buku Saku Kader: Pengontrolan Asam Urat di
Masyarakat. Yogyakarta: FK-KMK UGM.
Mutiasari. (2010). Diet Sehat Untuk Penyakit Asam Urat, Diabetes, Hipertensi dan Stroke.
Yogyakarta: A Plus Book.
Noviyanti. (2015). Hidup Sehat Tanpa Asam Urat. Yogyakarta: Notebook.
Paramaiswari, A. (2019). Tanda dan Gejala serta Manajemen Diet pada Atritis Gout. Jakarta:
RSUP Dr. SARDJITO.

Soeroso, J., & Algristian, H. (2011). Asam Urat. Jakarta: Penebar Plus.
Sustrani, L., Alam, S., & Hadibroto, I. (2007). Asam Urat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka
Utama.