Anda di halaman 1dari 159

LAPORAN KEGIATAN PENYULUHAN DIABETES MELITUS D

I RT 02 RW 08 KELURAHAN KELAPA DUA WETAN CIRACAS


JAKARTA TIMUR
2021

DISUSUN OLEH:
VINA NADA KARANINA, S.KEP
202015024

MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


INSTITUT KESEHATAN DAN TEKNOLOGI DKI JAKARTA
Jl. Raya PKP Kelapa Dua Wetan, Ciracas – Jakarta Timur
Tlp: (021) 8724191, (021) 8720626
PROPOSAL KEGIATAN PENYULUHAN LANSIA
RW 08 KELURAHAN KELAPA DUA WETAN KECAMATAN CIRACAS JAKARTA TI
MUR
KAMIS, 04 NOVEMBER 2021

A. Latar Belakang
Diabetes Melitus (DM) pada saat ini merupakan salah satu masalah kesehatan yang berda
mpak pada produktivitas dan menurunkan mutu sumber daya manusia. Salah satu faktor r
esiko diabetes melitus terkait dengan perubahan gaya hidup seperti stress, pola makan/jen
is makanan yang di konsumsi dengan gizi yang tidak seimbang menyebabkan obesitas, be
rkurangnya aktivitas fisik serta olahraga. Latihan fisik yang teratur dapat meningkatkan k
ualitas pembuluh darah dan memperbaiki semua aspek metabolik, termasuk meningkatka
n kepekaan insulin serta memperbaiki toleransi glukosa (Kurniawaty, 2016).

Diabetes melitus menyumbang angka kesakitan dan kematian yang tinggi di Indonesia. P
enderita diabetes melitus diseluruh dunia sebesar 318 juta orang, 6,7% diantaranya adalah
orang dewasa yang diperkiraakan memiliki gangguan toleransi glukosa (IDF, 2015). Pada
tahun 2015 penyakit diabetes melitus dengan usia 20-79 tahun mencapai 8,8% dan diperk
iraan akan meningkat pada tahun 2040 menjadi 10,4 % (IDF, 2015). Menurut WHO (201
6) jumlah penderita Diabetes Melitus tahun 2014 terdapat 96 juta jiwa mengalami diabete
s melitus di 11 negara di wilayah regional asia tenggara dan meningkat pada tahun 2015
menjadi 415 juta jiwa.

Diabetes Melitus dapat berkembang menjadi penyakit komplikasi yang dapat menimbulk
an berbagai komplikasi mikrovaskuler dan makrovaskuler serta pada masalah kesehatan l
ainnya dapat menimbulkan pengaruh buruk terhadap kualitas hidup penderitanya (Puspas
ari, 2017). Hal ini dikarenakan penyakit diabetes melitus yang tidak ditangani menimbulk
an komplikasi yaitu hiperglikemi yang dapat menyebabkan kerusakan sistem tubuh teruta
ma pembuluh darah, meningkatnya resiko penyakit jantung, stroke, neuropati, dan retinop
ati diabetikum (Kemenkes, 2013). Penyakit diabetes melitus juga kurang mendapat perhat
ian khusus dari masyarakat, maka diperlukannya pemahaman penyakit terkait diabetes m
elitus.

B. Tujuan Kegiatan
1. Tujuan Umum:
Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan lansia mampu mengetahui tentang pe
nyakit Diabetes Mellitus Type II.
2. Tujuan Khusus:
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan lansia mampu :
a. Menyebutkan pengertian Diabetes Mellitus
b. Menyebutkan penyebab Diabetes Mellitus
c. Menyebutkan factor risiko Diabetes Mellitus
d. Menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Mellitus
e. Menyebutkan komplikasi/ dampak Diabetes Mellitus jika tidak ditangani
f. Menjelaskan pencegahan Diabetes Mellitus
g. Mendemontrasikan senam kaki diabetes
h. Me re-demonstrasi senam kaki diabetes

C. Rencana Kegiatan
a. Topik Materi : Diabetes Mellitus Type II
b. Sasaran Kegiatan : Lansia di RT 02/08, Kelurahan Kelapa Dua Wetan,
Ciracas Jakarta Timur
c. Metode : Ceramah, diskusi, Demonstrasi, Re-demonstrasi dan
Tanya Jawab
d. Media dan Alat : Leaflet, Speaker, Music Pengiring Senam, Microphone,
Proyektor, Kursi dan Layar Proyektor
e. Waktu : Kamis, 04 November 202, Pukul 10.00 – 10.40 WIB
f. Tempat : Kantor sekretriat RW 08 Kelapa Dua Wetan, Ciracas
Jakarta Timur
D. Pengorganisasian/Kepanitiaan
a) Leader/pemateri : Vina Nada Karanina, S.Kep
b) Co-Leader : Suryandini Hermawan, S.Kep
c) Fasilitator : Dian Indah Putri Arti, S.Kep
Maretha Huda Pratiwi, S.Kep
Saeful, S.Kep
d) Observer : Cahyany Prayitno, S.Kep

E. Rencana Anggaran
N Anggaran Quantity Total
o.
1. Doorprize 1 18.500
2. Snack 15 pcs 60.000
3. Leaflet 8 7.000
4. Print SAP dan Proposal 2 23.000
Total 26 108.500

F. Strategi Pelaksanaan Kegiatan


1. Tahap Persiapan
Mahasiswa sudah menyiapkan media seperti Power Point, Leaflet, SAP sebelum
kegiatan berlangsung.

2. Tahap Pelaksanaan
a. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 04 November 2021. Sebelum pelaksanaan k
egiatan penyuluhan yang diajukan kepada lansia RT 02/ 08 Kelapa Dua Wetan saya
sudah menyiapkan media leaflet dan Power Point sebagai bahan penyampaian
materi terkait Diabetes Melitus.
b. Acara dimulai pada pukul 10.00, penyuluhan ini dilakukan Bersama dengan kegiata
n akreditasi kampus sehingga pada saat saya penyuluhan terdapat pihak kampus me
mberikan kesempatan untuk live streaming sebagai salah satu pembelajaran stase ke
perawatan komunitas di Kampus Institut Kesehatan dan Teknologi PKP Jakarta.
c. Jumlah audiens yang hadir 100% sebanyak 10 audiens lansia RT 02/08 Kelapa Dua
Wetan
d. Panitia penyuluhan sebanyak 6 orang diantaranya adalah Fasilitator, Narasumber,
Observer dan Moderator. Panitia menjalankan tugas sesuai dengan jobdesk masing-
masing.
e. Acara penyuluhan yang bertema “Diabetes Melitus” dibuka oleh Moderator
(Suryandini Hermawan, S.Kep), dan diisi oleh Pemateri (Vina Nada Karanina,
S.Kep).
f. Audiens berperan aktif menjawab dan bertanya
g. Audiens mengikuti penyuluhan dari awal sampai akhir
h. Pemateri dapat menghidupkan suasana ketika audiens mulai bosan
i. Posisi pemateri baik saat melakukan penyuluhan tidak membelakangi audiens,
Reinforcement ada dari pemateri.

3. Tahap Evaluasi
a. Evaluasi Struktur
1) Materi yang ingin disampaikan harus sudah siap 1 hari sebelum pelaksanaan
penyuluhan
2) Tempat dilaksanakannya penyuluhan telah dipersiapkan
3) Satuan acara penyuluhan dan proposal kegiatan telah dipersiapkan dan di print
4) Alat dan bahan yang diperlukan pada saat kegiatan telah dipersiapkan
5) Panitia berperan sesuai dengan jobdesk masing-masing

b. Evaluasi Proses
a) Moderator membuka acara dengan baik, memperkenalkan diri dan memperkenalk
an semua anggota kelompok (panitia)
b) Peserta aktif dalam diskusi dan memperhatikan materi dengan baik
c) Terdapat 6 peserta aktif dalam proses penyuluhan
d) Setelah penyuluhan peserta selesai semua peserta melanjutkan kembali aktivitas di
rumah masing-masing

c. Evaluasi Hasil
100% lansia RT 02/08 hadir dalam acara penyuluhan setelah diberikan penyuluhan.
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan 100% peserta :

a. Menyebutkan pengertian Diabetes Mellitus


b. Menyebutkan penyebab Diabetes Mellitus
c. Menyebutkan factor risiko Diabetes Mellitus
d. Menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Mellitus
e. Menyebutkan komplikasi/ dampak Diabetes Mellitus jika tidak ditangani
f. Menjelaskan pencegahan Diabetes Mellitus
g. Mendemontrasikan tentang senam kaki diabetes

G. Penutup
Demikian proposal ini, semoga dalam pelaksanaan kegiatan kegiatan ini dapat berjalan
dengan lancar dan bermanfaat bagi kita semua terutama lansia di warga RT 02 RW 08
Kelapa dua wetan ciracas

Jakarta, 03 November 2021


Mengetahui,
Preceptor Akademik Ketua/PJ/Koordinator Kegiatan,

(Ns. Andriaty Reny, S.Kep,. MKM) (Vina Nada Karanina, S.Kep)

 Lampirkan Susuna Acara


LAMPIRAN SUSUNAN ACARA

Kegiatan penyuluh Kegiatan audiens/sasaran Media dan Alat


Pembukaan (5 menit) Speaker/Mic
a) Co-Leader memberikan salam a) Menjawab salam

b) Co-Leader memperkenalkan b) Mendengarkan dan


diri sendiri dan anggota menyimak
penyuluh

c) Co-Leader menjelaskan c) Mendengarkan dan


tentang topik penyuluhan menyimak

d) Co-Leader membuat kontrak d) Mendegarkan dan


waktu serta tujuan penyuluhan menyimak

e) Menanyakan masalah e) Mengemukakan


Diabetes Melitus yang permasalahan (jika ada)
dirasakan saat ini kepada
audiens
f) Mendengarkan dan
f) Mendiskusikan masalah menyimak
mengenai Diabetes Melitus
yang terjadi pada audiens
Penyajian (50 menit) Lembar balik, spea
a) Mengkaji pengetahuan audiens ker/mic, video
tentang apa itu Diabetes music senam
Mellitus a) Mengemukakan
pendapat dan menyimak

b) Memberi reinforcement (+)


b) Mendengarkan dan
menyimak
c) Menjelaskan tentang
pengertian Diabetes Mellitus c) Mendengarkan dan
menyimak
d) Mengkaji pengetahuan audiens
tentang penyebab Diabetes d) Mengemukakan
Mellitus pendapat dan menyimak

e) Memberikan reinforcement (+) e) Mendengarkan dan


menyimak

f) Menjelaskan tentang penyebab f) Mendengarkan dan


Diabetes Mellitus menyimak

g) Mengkaji pengetahuan audiens g) Mengemukakan pendap


tentang factor risiko Diabetes at dan menyimak
Mellitus

h) Mendengarkan dan
h) Memberikan reinforcement (+) menyimak

i) Mendengarkan dan men


i) Menjelaskan tentang factor risi yimak
ko Diabetes Mellitus
j) Mengemukakan
j) Mengkaji pengetahuan audiens pendapat dan menyimak
tentang tanda dan gejala
Diabetes Mellitus
k) Mendengarkan dan
k) Memberikan reinforcement (+) menyimak

l) Mendengarkan dan men


l) Menjelaskan tentang tanda dan yimak
gejala Diabetes Mellitus
m) Mengemukakan
m) Mengkaji pengetahuan audiens pendapat dan menyimak
tentang komplikasi/dampak
Diabetes Mellitus jika tidak
ditangani dengan baik n) Mendengarkan dan
menyimak

n) Memberi reinforcement (+)


o) Mendengarkan dan
menyimak

o) Menjelaskan tentang komplika p) Mengemukakan pendap


si/ dampak Diabetes Mellitus at dan menyimak
jika tidak ditangani dengan
baik q) Mendengarkan dan
menyimak
p) Megkaji pengetahuan audiens t
entang pencegahan Diabetes r) Mendengarkan dan
Mellitus menyimak

q) Memberikan reinforcement (+) s) Mendengarkan dan


menyimak
r) Menjelaskan tentang pencegah
an Diabetes Mellitus
t) Me re-demonstrasi
s) Mendemonstrasikan senam kak senam kaki diabetes
i diabetes

t) Re-demonstrasi senam kaki dia


betes

Penutup (5 menit) Sound/mic, leaflet


a) Mengevaluasi audiens dan a) Menjawab pertanyaan
memberi pertanyaan kepada co-leader dan
audiens serta memberikan memberikan pertanyaan
kesempatan audiens untuk
bertanya

b) Memberi reinforcement (+)


b) Mendengarkan dan
menyimak
c) Bersama audiens
menyimpulkan materi c) Bersama moderator
menyimpulkan
d) Membagikan
leaflet/selembaran d) Menerima

e) Menutup dengan salam


e) Menjawab salam
DAFTAR PUSTAKA

KEMENKES. (2021). Remaja Sehat Komponen Utama Pembangunan SDM Indonesia.


Kurniawaty. (2016). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe
II. Jurnal Majority, 27-31.
Puspasari. (2017). Gambaran Karakteristik Pasien Komplikasi Diabetes di Rumah Sakit Kristen
Ngesti Waluyo Parakan. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 107-112.
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Bidang Studi : Stase Keperawatan Komunitas dan Keluarga


Topik : Diabetes Mellitus Type II
Sasaran : Lansia di RT 02/08, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas Jakarta Timur
Tempat : Kantor secretariat RW 08, KDW Jakarta Timur
Hari/tanggal : Kamis, 04 November 2021
Waktu : 10.00- 10.40 WIB

1. LATAR BELAKANG
Diabetes Melitus (DM) pada saat ini merupakan salah satu masalah kesehatan yang
berdampak pada produktivitas dan menurunkan mutu sumber daya manusia. Salah satu faktor
resiko diabetes melitus terkait dengan perubahan gaya hidup seperti stress, pola makan/jenis
makanan yang di konsumsi dengan gizi yang tidak seimbang menyebabkan obesitas,
berkurangnya aktivitas fisik serta olahraga. Latihan fisik yang teratur dapat meningkatkan
kualitas pembuluh darah dan memperbaiki semua aspek metabolik, termasuk meningkatkan
kepekaan insulin serta memperbaiki toleransi glukosa (Kurniawaty, 2016).

Diabetes melitus menyumbang angka kesakitan dan kematian yang tinggi di Indonesia.
Penderita diabetes melitus diseluruh dunia sebesar 318 juta orang, 6,7% diantaranya adalah
orang dewasa yang diperkiraakan memiliki gangguan toleransi glukosa (IDF, 2015). Pada
tahun 2015 penyakit diabetes melitus dengan usia 20-79 tahun mencapai 8,8% dan
diperkiraan akan meningkat pada tahun 2040 menjadi 10,4 % (IDF, 2015). Menurut WHO
(2016) jumlah penderita Diabetes Melitus tahun 2014 terdapat 96 juta jiwa mengalami
diabetes melitus di 11 negara di wilayah regional asia tenggara dan meningkat pada tahun
2015 menjadi 415 juta jiwa.

Diabetes Melitus dapat berkembang menjadi penyakit komplikasi yang dapat menimbulkan
berbagai komplikasi mikrovaskuler dan makrovaskuler serta pada masalah kesehatan lainnya
dapat menimbulkan pengaruh buruk terhadap kualitas hidup penderitanya (Puspasari, 2017).
Hal ini dikarenakan penyakit diabetes melitus yang tidak ditangani menimbulkan komplikasi
yaitu hiperglikemi yang dapat menyebabkan kerusakan sistem tubuh terutama pembuluh
darah, meningkatnya resiko penyakit jantung, stroke, neuropati, dan retinopati diabetikum
(Kemenkes, 2013). Penyakit diabetes melitus juga kurang mendapat perhatian khusus dari
masyarakat, maka diperlukannya pemahaman penyakit terkait diabetes melitus.

2. TUJUAN
1) Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan lansia mampu mengetahui tentang
penyakit Diabetes Mellitus Type II.
2) Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan lansia mampu :
i. Menyebutkan pengertian Diabetes Mellitus
j. Menyebutkan penyebab Diabetes Mellitus
a. Menyebutkan factor risiko Diabetes Mellitus
b. Menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Mellitus
c. Menyebutkan komplikasi/ dampak Diabetes Mellitus jika tidak ditangani
d. Menjelaskan pencegahan Diabetes Mellitus
e. Mendemontrasikan tentang senam kaki diabetes

3. MATERI (Terlampir)

4. PELAKSANAAN
1) Topik
Diabetes Mellitus Type II pada Lansia.
2) Sasaran atau target
Lansia yang berisiko mengalami Diabetes Mellitus di RT 02/08 Kelurahan Kelapa Dua
Wetan, Ciracas Jakarta Timur
3) Metode
a) Ceramah
b) Diskusi
c) Demonstrasi
d) Re-demontrasi
e) Tanya dan Jawab
4) Media dan Alat
a) Leaflet
b) Speaker dan musik pengiring senam
c) Microphone
d) Kursi
e) Proyektor dan layar proyektor
5) Waktu dan Tempat
Hari : Kamis
Tanggal : 04 November 2021
Jam : 10.00- 10.40 WIB
Tempat : Kantor secretariat RW 08 Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas
Jakarta Timur
6) Pengorganisasian
a) Leader/pemateri : Vina Nada Karanina, S.Kep
b) Co-Leader : Suryandini Hermawan, S.Kep
c) Fasilitator : Dian Indah Putri Arti, S.Kep
Maretha Huda Pratiwi, S.Kep
Saeful, S.Kep
d) Observer : Cahyany Prayitno, S.Kep
7) Setting tempat

D L C

S S S S

S S S S
F F
S S S S

O
F

Keterangan :
L : Leader
C : Co-Leader
S : Peserta
O : Observer
F : Fasilitator
D : Dosen pembimbing

8) Uraian tugas
a) Leader
 Mempresentasikan materi yang akan diberikan
 Mengevaluasi peserta tentang materi yang akan diberikan
 Memberikan reinforcement (+)
b) Co-Leader
 Pada acara pembukaan
- Mengucapkan salam
- Membuka acara
- Memperkenalkan mahasiswa
- Menjelaskan topik serta tujuan penyuluhan
- Menanyakan yang suka / sering makan sayur siapa aja
- Menjelaskan kontrak waktu
- Menjelaskan sesi tanya jawab di akhir materi
- Memfokuskan peserta pada acara penyuluhan tersebut
 Kegiatan inti (isi)
- Co-Leader melakukan demonstrasi tentang cara membuat jus jambu biji
- Meminta peserta memberikan pertanyaan atas penjelasan yang tidak
dipahami
- Memberikan kesempatan pada peserta atas jawaban yang diajukan
untuk menjawab
 Pada acara penutup
- Menyimpulkan serta menutup diskusi
- Mengucapkan salam
c) Fasilitator
 Memotivasi peserta agar tetap aktif/ berperan aktif
 Membuat absensi penyuluhan
 Mengantisipasi suasana yang dapat mengganggu kegiatan penyuluhan
d) Observer
 Mengawasi proses pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir/ mengatur
waktu saat penyuluhan
 Membuat laporan penyuluhan yang telah dilaksanaan
5. KEGIATAN PENYULUHAN

Kegiatan penyuluh Kegiatan audiens/sasaran Media dan Alat


Pembukaan (5 menit) Speaker/Mic
a. Co-Leader memberikan salam a. Menjawab salam

b. Co-Leader memperkenalkan diri b. Mendengarkan dan


sendiri dan anggota penyuluh menyimak

c. Co-Leader menjelaskan tentang c. Mendengarkan dan


topik penyuluhan menyimak

d. Co-Leader membuat kontrak d. Mendegarkan dan


waktu serta tujuan penyuluhan menyimak

e. Menanyakan masalah Diabetes e. Mengemukakan


Melitus yang dirasakan saat ini permasalahan (jika ada)
kepada audiens

f. Mendiskusikan masalah f. Mendengarkan dan


mengenai Diabetes Melitus yang menyimak
terjadi pada remaja
Penyajian (50 menit) Lembar balik,
a. Mengkaji pengetahuan audiens a. Mengemukakan pendapat speaker/mic, jambu
tentang apa itu Diabetes Mellitus dan menyimak biji, gula, sendok,
air, gelas takar dan
b. Memberi reinforcement (+) b. Mendengarkan dan gelas minum
menyimak
c. Menjelaskan tentang pengertian c. Mendengarkan dan
Diabetes Mellitus menyimak

d. Mengkaji pengetahuan audiens t d. Mengemukakan pendapat


entang penyebab Diabetes Mellitus dan menyimak

e. Memberikan reinforcement (+)


e. Mendengarkan dan
menyimak
f. Menjelaskan tentang penyebab
Diabetes Mellitus f. Mendengarkan dan
menyimak
g. Mengkaji pengetahuan audiens t
entang factor risiko Diabetes g. Mengemukakan pendapat
Mellitus dan menyimak

h. Memberikan reinforcement (+)


h. Mendengarkan dan
menyimak
i. Menjelaskan tentang factor risiko
Diabetes Mellitus i. Mendengarkan dan menyi
mak
j. Mengkaji pengetahuan audiens te
ntang tanda dan gejala Diabetes j. Mengemukakan pendapat
Mellitus dan menyimak

k. Memberikan reinforcement (+)


k. Mendengarkan dan
l. Menjelaskan tentang tanda dan g menyimak
ejala Diabetes Mellitus l. Mendengarkan dan menyi
m. Mengkaji pengetahuan audiens mak
tentang komplikasi/dampak m. Mengemukakan pendapat
Diabetes Mellitus jika tidak dan menyimak
ditangani dengan baik

n. Memberi reinforcement (+)


n. Mendengarkan dan
menyimak
o. Menjelaskan tentang komplikas
i/ dampak Diabetes Mellitus jika o. Mendengarkan dan
tidak ditangani dengan baik menyimak

p. Megkaji pengetahuan audiens te


ntang pencegahan Diabetes
Mellitus p. Mengemukakan pendapat
dan menyimak
q. Memberikan reinforcement (+)

q. Mendengarkan dan
r. Menjelaskan tentang pencegahan menyimak
Diabetes Mellitus
r. Mendengarkan dan
s. Mendemonstrasikan senam kaki menyimak
diabetes
s. Mendengarkan dan
t. Re-demonstrasi senam kaki diab menyimak
etes
t. Me re-demonstrasi senam
kaki diabetes
Penutup (5 menit) Sound/mic, leaflet
a. Mengevaluasi audiens dan a. Menjawab pertanyaan co-
memberi pertanyaan kepada leader dan memberikan
audiens serta memberikan pertanyaan
kesempatan audiens untuk
bertanya

b. Memberi reinforcement (+) b. Mendengarkan dan


menyimak

c. Bersama audiens menyimpulkan c. Bersama moderator


materi menyimpulkan

d. Membagikan leaflet/selembaran d. Menerima

e. Menutup dengan salam e. Menjawab salam

6. EVALUASI
1) Evaluasi struktur
 SAP sudah dikonsultasikan dengan dosen pembimbing
 Leaflet sudah dikonsultasikan dengan dosen pembimbing
 Materi terlampir SAP sudah dikonsultasikan dengan dosen pembimbing
 Sudah kontrak dengan pihak RT terkait pelaksanaan penyuluhan Kesehatan tentang
Diabetes Mellitus di Kantor Sekretariat RW 08 KDW, Jakarta Timur.
 Alat dan media sudah tersusun sesuai rencana dan berfungsi dengan baik seperti
(Microphone, sound system dan proyektor)

2) Evaluasi proses
 Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang direncanakan
 Media, alat dan sarana dapat berfungsi dengan baik
 Peserta penyuluhan mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
 Kegiatan berjalan dengan lancar dan pelaksanaan kegiatan kondusif
 Peserta berperan aktif dalam jalannya penyuluhan
 Ruangan serta tempat penyuluhan nyaman dan tidak panas
 Peran dan fungsi masing-masing sesuai yang direncanakan

3) Evaluasi hasil
a) 100% lansia hadir dalam acara penyuluhan
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan semua lansia mampu :
a. Menyebutkan pengertian Diabetes Mellitus
b. Menyebutkan penyebab Diabetes Mellitus
c. Menyebutkan factor risiko Diabetes Mellitus
d. Menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Mellitus
e. Menyebutkan komplikasi/ dampak Diabetes Mellitus jika tidak ditangani
f. Menjelaskan pencegahan Diabetes Mellitus
g. Mendemontrasikan tentang senam kaki diabetes
DAFTAR PUSTAKA
KEMENKES. (2021). Remaja Sehat Komponen Utama Pembangunan SDM Indonesia.
Kurniawaty. (2016). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe
II. Jurnal Majority, 27-31.
Puspasari. (2017). Gambaran Karakteristik Pasien Komplikasi Diabetes di Rumah Sakit Kristen
Ngesti Waluyo Parakan. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 107-112.
MATERI PENYULUHAN LANSIA
DIABETES MELLITUS TYPE II

A. Pengertian diabetes mellitus


Menurut American Diabetes Associatian, (2012) Diabetes Melitus (DM) sebagai suatu
kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena
kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Sedangkan Menurut
Wijayaningsih, (2013) Diabetes mellitus adalah penyakit herediter (diturunkan) secara
genetis resesi berupa gangguan metabolisme KH yang disebabkan kekurangan insulin
relative atau absolut yang dapat timbul pada berbagai usia dengan gejala hiperglikemia,
glikosuria, poliuria, polidipsi, kelemahan umum, dan penurunan berat badan.

Menurut Black dan Hawks, (2014) Diabetes mellitus adalah penyakit kronis progresif
yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk melakukan metabolism karbohidrat,
lemak, dan protein, mengarah kepada hiperglikemia (kadar glukosa tinggi). Hiperglikemi
jangka panjang dapat berperan menyebabkan komplikasi mikrovaskular kronik (penyakit
ginjal dan mata) dan komplikasi neuropatik. Diabetes juga dikaitkan dengan peningkatan
insidensi penyakit makrovaskular, seperti penyakit arteri coroner (infark miokard),
penyakit sebrovaskular (stroke), dan penyakit vascular perifer (Brunner & Suddarth,
2013).

Diabetes mellitus adalah penyakit gangguan metabolisme kronis yang disebabkan oleh
banyak factor yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah sebagai akibat dari
gangguan fungsi insulin. Diabetes adalah penyakit kronis yang kompleks dan
memerlukan perawatan medis berkelanjutan dengan strategi pengurangan risiko multi-
faktor diluar kendali glikemik (Marasabessy, N. B, 2020).

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab
kematian tertinggi di dunia, penyakit ini juga menjadikan penderitanya berkurang
produktivitas kerja yang berdampak pada berkurangnya pendapatan serta kualitas
hidupnya. Diabetes mellitus type II merupakan penyakit seumur hidup dimana tubuh
tidak mampu memproduksi atau menggunakan insulin dengan cara yang benar.

Gula dari makanan yang masuk melalui mulut dicernakan di lambung kemudian diserap
oleh usus, masuk kedalam aliran darah. Glukosa ini merupakan sumber energi utama bagi
sel tubuh di otot dan jaringan. Agar dapat melakukan fungsinya, gula membutuhkan
teman yang disebut sebagai insulin. Hormone insulin ini diproduksi oleh sel beta di pulau
Langerhans (Islets of Langerhans) dalam pancreas. Setiap kali kita makan maka pancreas
memberikan respons dengan mengeluarkan insulin ke dalam aliran darah, ibaratkan kunsi
insulin merupakan kunci yang akan membuka pintu sel agar glukosa masuk ke dalam sel
kemudian dialirkan ke alirah darah dan membentuk energi. Dengan demikian, kadar
glukosa didalam darah dapat menurun/ stabil.

Hati merupakan tempat penyimpanan sekaligus pusat pengolahan gula. Pada saat kadar
insulin meningkat seiring dengan makanan yang masuk ke dalam tubuh, hati akan
menimbun glukosa, yang nantinya akan dialirkan ke sel-sel tubuh bilamana dibutuhkan.
Ketika kita lapar dan tidak makan, insulin dalam darah rendah, timbunan gula dalam hati
(glikogen) akan diubah menjadi glukosa Kembali dan dikeluarkan ke aliran darah menuju
sel tubuh untuk dijadikan sebagai energi.

Pada penderita diabetes mellitus, ada gangguan keseimbangan antara transportasi gula ke
dalam sel, gula yang disimpan di hati, dan gula yang dikeluarkan oleh hati. Akibatnya,
kadar gula dalam darah meningkat. Dan kelebihan ini dikeluarkan melalui urine, oleh
karena itu keluaran urine menjadi banyak dan mengandung gula. Penyebab keadaan ini
hanya dua, pertama karena pancreas tidak mampu lagi memproduksi insulin dan yang
kedua sel tidak memberikan respon pada kerja insulin sebagai kunci untuk membuka
pintu sel sehingga gula tidak dapat masuk ke dalam sel untuk dialirkan ke aliran darah.

B. Penyebab diabetes mellitus


Diabetes melitus tipe II (NIDDM, Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus) diabetes
mellitus yang tidak tergantung pada insulin. Diabetes mellitus tipe II terjadi akibat
penurunan sensitivitas terhadap insulin (resistensi insulin) atau akibat penurunan
produksi insulin. Faktor risiko yang berhubungan dengan proses terjadinya diabetes tipe
II adalah sebagai berikut : usia (resistensi insulin cendrung meningkat pada usia diatas 65
tahun), obesitas, kelompok etnik, gaya hidup, merokok, riwayat dan keluarga.

C. Faktor risiko diabetes mellitus


Terdapat beberapa factor risiko terjadinya diabetes mellitus type II menurut Marasabessy,
N. B, 2020 adalah sebagai berikut:
1. Keturunan/ genetic
2. Ras atau etnis
3. Obseitas (kelebihan lemak akan memblokir kerja insulin, sehingga gula tidak dapat
terangkut kedalam sel)
4. Metabolic syndrome (mereka yang memiliki kelainan seperti tekanan darah tinggi
>140/90 mmHg, dan obseitas)
D. Tanda dan gejala diabetes mellitus
Menurut Black dan Hawks (2014) seseorang dapat dikatakan menderita diabetes melitus
ketika mengalami tanda dan gejala sebagai berikut :

1. Poliuria (sering BAK) : hal ini terjadi karena air tidak diserap kembali oleh tubulus gin
jal sekunder untuk aktivitas osmotik glukosa, mengarah kepada kehilangan air, glukos
a, dan elektrolit
2. Polidipsi (rasa haus berlebihan) : terjadi karena dehidrasi sekunder terhadap polyuria
menyebabkan rasa haus yang berlebihan
3. Pilifagi (rasa lapar berlebihan) : kelaparan sekunder terhadap katabolisme jaringan me
nyebabkan rasa lapar.
4. Penurunn berat badan : kehilangan awal sekunder terhadap penipisan simpanan air, glu
kosa, dan trigliserid, kehilangan kronis sekunder terhadap penurunan masa otot kaena
asam amino dialihkan untuk membentuk glukosa dan keton
5. Pandangan kabur : terjadi karena paparan kronis retina dan lensa mata terhadap cairan
hiperosmolar
6. Lemah, letih, dan puisng : penurunan isi plasma mengarah pada postural hipertensi, ke
hilangan kalium dan katabolisme protein berkontribusi terhadap kelemahan.
7. Ketonuria : ketika glukosa tidak dapat digunakan untuk energy oleh sel tergantung ins
ulin, asam lemak digunakan untuk energy : asam lemak dipecah menjadi keton dalam
darah dan disekresikan oleh ginjal. Pada DM tipe II insulin cukup untuk menekan berl
ebihan penggunan asam lemak tapi tidka cukupp untuk penggunaan glukosa.
8. Kadar glukosa darah pada waktu puasa lebih dari 120 mg/dl
9. Kadar glukosa darah dua jam sesudah makan lebih dari 200 mg/dl

E. Komplikasi/ dampak
Adapun beberapa komplikasi atau dampak dari penyakit diabetes mellitus jika tidak
tertangani dengan baik atau tidak terkontrol menurut (Maria. I, 2021) adalah sebagai
berikut:
1. Hipoglikemia
Bila kadar glukosa darah turun terlalu rendah dalam batas 20-50 mg/ 100 ml lebih dari
beberapa menit, akan menimbulkan gejala syok hipoglikemik ditandai oleh iritabilitas
progresif yang menyebabnkan pingsan, kejang, dan koma. Gejala hipoglikemik juga
ditandai dengan adrenergic yaitu berdebar, banyak keringat, gemetar,dan rasa lapar
2. Hiperglikemia
Akibat glukosa tidak dapat diangkut kedalam sel karena kuragnya insulin. tanpa
tersedianya karbohidrat untuk bahan bakar sel, hati mengubah simpanan glikogen
kembali ke glukosa (glikogenesis). Respon ini memperberat situasi dengan
meingkatnya kadar glukosa darah bahkan lebih tinggi (Black & Hawks, 2014).

Komplikasi kronis diabetes mellitus: klien/pasien dengan Diabetes Mellitus yang hidup
lebih lama, dengan peningkatan risiko untuk komplikasi kronis yaitu:
1. Komplikasi Makrovaskular yaitu penyakit seperti arteri coroner, penyakit
serebrovaskuler, hipertensi, penyakit pembuluh darah serta infeksi.
2. Komplikasi mikrovaskuler yaitu seperti retinopati (kerusakan pada mata), nefropati
(kerusakan pada ginjal), ulkus tungkai dan kaki (luka basah pada DM).

F. Pencegahan diabetes mellitus


Tindakan promosi Kesehatan:
1. Mengelola obesitas
2. Menjaga BB ideal
3. Olahraga
4. Tidak merokok

Tindakan pemeliharaan Kesehatan:


1. Pengenalan cepat dan pengobatan hiperglikemi (ketika gula darah meningkat)
dengan olahraga dan minum obat
2. Periksa Kesehatan secara teratur
3. Skrining klien dengan risiko tinggi (mereka dengan Riwayat keluarga DM)
Tindakan pemulihan Kesehatan
1. Melakukan pemeriksaan rutin Gula Darah Sewaktu (PGDS) untuk mempermudah
mengikuti perkembangan manifestasi
2. Mengendalikan factor risiko
3. Tekankan kepatuhan pengobatan dan tindak lanjut
Pencegahan diabetes mellitus dengan Teknik nonfarmakologi:
1. Latihan gerak 150 menit dalam seminggu (minimal 21 menit/ 30 menit dalam satu
hari)
2. Senam diabetes mellitus
DAFTAR PUSTAKA

KEMENKES. (2021). Remaja Sehat Komponen Utama Pembangunan SDM Indonesia.


Maria, I. (2021). Asuhan Keperawatan Diabetes Mellitus dan Stroke. Sleman: Depublish
Publisher.
Marasabessy, N. B. (2020). Pencegahan Penyakit Diabetes Mellitus Type II. Jakarta: NEM.
Tandia, H. (2017). Segala Sesuatu yang Harus Diketahui Tentang Diabetes Mellitus Type II.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
LAPORAN EVALUASI KEGIATAN PENYULUHAN LANSIA DENGAN TOPIK
DIABETES MELLITUS
KAMIS, 04 NOVEMBER 2021

A. TAHAP PERSIAPAN
Mahasiswa sudah menyiapkan media seperti Power Point, Leaflet, SAP sebelum kegiatan
berlangsung.

B. TAHAP PELAKSANAAN
1. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 04 November 2021. Sebelum pelaksanaan kegi
atan penyuluhan yang diajukan kepada lansia RT 02/ 08 Kelapa Dua Wetan saya suda
h menyiapkan media leaflet dan Power Point sebagai bahan penyampaian materi
terkait Diabetes Melitus.
2. Acara dimulai pada pukul 10.00, penyuluhan ini dilakukan Bersama dengan kegiatan a
kreditasi kampus sehingga pada saat saya penyuluhan terdapat pihak kampus memberi
kan kesempatan untuk live streaming sebagai salah satu pembelajaran stase keperawat
an komunitas di Kampus Institut Kesehatan dan Teknologi PKP Jakarta.
3. Jumlah audiens yang hadir 100% sebanyak 10 audiens lansia RT 02/08 Kelapa Dua
Wetan
4. Panitia penyuluhan sebanyak 6 orang diantaranya adalah Fasilitator, Narasumber,
Observer dan Moderator. Panitia menjalankan tugas sesuai dengan jobdesk masing-
masing.
5. Acara penyuluhan yang bertema “Diabetes Melitus” dibuka oleh Moderator
(Suryandini Hermawan, S.Kep), dan diisi oleh Pemateri (Vina Nada Karanina, S.Kep).
6. Audiens berperan aktif menjawab dan bertanya
7. Audiens mengikuti penyuluhan dari awal sampai akhir
8. Pemateri dapat menghidupkan suasana ketika audiens mulai bosan
9. Posisi pemateri baik saat melakukan penyuluhan tidak membelakangi audiens,
Reinforcement ada dari pemateri.
C. TAHAP EVALUASI
a. Evaluasi struktur
a) Materi yang ingin disampaikan harus sudah siap 1 hari sebelum pelaksanaan
penyuluhan
b) Tempat dilaksanakannya penyuluhan telah dipersiapkan
c) Satuan acara penyuluhan dan proposal kegiatan telah dipersiapkan dan di print
d) Alat dan bahan yang diperlukan pada saat kegiatan telah dipersiapkan
e) Panitia berperan sesuai dengan jobdesk masing-masing

b. Evaluasi proses
a) Moderator membuka acara dengan baik, memperkenalkan diri dan memperkenalka
n semua anggota kelompok (panitia)
b) Peserta aktif dalam diskusi dan memperhatikan materi dengan baik
c) Terdapat 6 peserta aktif dalam proses penyuluhan
d) Setelah penyuluhan peserta selesai semua peserta melanjutkan kembali aktivitas di
kelas.

c. Evaluasi hasil
a) 100% lansia RT 02/08 hadir dalam acara penyuluhan setelah diberikan penyuluhan
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan 100% peserta :

a. Menyebutkan pengertian Diabetes Mellitus


b. Menyebutkan penyebab Diabetes Mellitus
c. Menyebutkan factor risiko Diabetes Mellitus
d. Menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Mellitus
e. Menyebutkan komplikasi/ dampak Diabetes Mellitus jika tidak ditangani
f. Menjelaskan pencegahan Diabetes Mellitus
g. Mendemontrasikan tentang senam kaki diabetes
D. FAKTOR PENDUKUNG
Factor pendukung pada saat melakukan kegiatan penyuluhan Kesehatan lansia mengenai di
abetes melitus di RT 02 RW 08 Kelapa Dua Wetan, Ciracas Jakarta Timur ialah panitia ya
ng aktif dalam membantu persiapan alat, penjemputan audiens, serta periapan tempat kegia
tan penyuluhan. Selain itu, terkait dana yang bersumber dari mahasiswa itu sendiri menjadi
salah satu faktor pendukung dalam kesuksesan acara. Dengan adanya dana kelompok (pani
tia) sehingga dapat mempersiapkan doorprize, snack untuk para audiens serta kelancaran a
cara.

E. FAKTOR PENGHAMBAT DAN SOLUSI


Terdapat faktor penghambat yang dapat membuat kondisi kegiatan menjadi kurang fokus a
dalah:
a) Kondisi tempat kegiatan yang kurang memadai karena bising dan sempit. Sehingga
pada saat proses berjalannya kegiatan terdapat beberapa audiens tampak bosan dan
kepanasan.
Solusi yang diberikan dalam permasalahan ini adalah membuka semua pintu dan
jendela agar tidak terlalu panas.
b) Kondisi tempat kegiatan yang berada dipinggir jalan, sehingga berisiko untuk para
lansia (audiens) dalam menuju tempat kegiatan.
Solusi yang diberikan adalah semua panitia ikut menjemput dan mengantar lansia
menyeberang jalan.

Jakarta, 04 November 2021

Koordiantor Pelaksana,

Vina Nada Karanina, S.Kep


*Lampiran Laporan Anggaran

N Anggaran Quantity Total


o.
1. Doorprize 1 18.500
2. Snack 15 pcs 60.000
3. Leaflet 8 7.000
4. Print SAP dan Proposal 2 23.000
Total 26 108.500
ABSENSI KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN DIABETES MELITUS
DOKUMENTASI KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN DIABETES MELITUS
PROPOSAL ACARA PENYULUHAN DIABETES MELLITUS
LANSIA DI RT 12 RW 08 KEULURAHAN KELAPA DUA WETAN KECA
MATAN CIRACAS JAKARTA TIMUR
TANGGAL 08 NOVEMBER 2021

Disusun oleh:

Suryandini Hermawan,S,Kep (202015020)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


INSTITUT KESEHATAN DAN TEKNOLOGI PKP DKI JAKARTA
JAKARTA TIMUR
2021

PROPOSAL KEGIATAN PENYULUHAN LANSIA


RW 08 KELURAHAN KELAPA DUA WETAN KECAMATAN CIRACAS JAKARTA TI
MUR
KAMIS, 08 NOVEMBER 2021

A. Latar Belakang
Diabetes Melitus (DM) pada saat ini merupakan salah satu masalah kesehatan yang berda
mpak pada produktivitas dan menurunkan mutu sumber daya manusia. Salah satu faktor r
esiko diabetes melitus terkait dengan perubahan gaya hidup seperti stress, pola makan/jen
is makanan yang di konsumsi dengan gizi yang tidak seimbang menyebabkan obesitas, be
rkurangnya aktivitas fisik serta olahraga. Latihan fisik yang teratur dapat meningkatkan k
ualitas pembuluh darah dan memperbaiki semua aspek metabolik, termasuk meningkatka
n kepekaan insulin serta memperbaiki toleransi glukosa (Kurniawaty, 2016).

Diabetes melitus menyumbang angka kesakitan dan kematian yang tinggi di Indonesia. P
enderita diabetes melitus diseluruh dunia sebesar 318 juta orang, 6,7% diantaranya adalah
orang dewasa yang diperkiraakan memiliki gangguan toleransi glukosa (IDF, 2015). Pada
tahun 2015 penyakit diabetes melitus dengan usia 20-79 tahun mencapai 8,8% dan diperk
iraan akan meningkat pada tahun 2040 menjadi 10,4 % (IDF, 2015). Menurut WHO (201
6) jumlah penderita Diabetes Melitus tahun 2014 terdapat 96 juta jiwa mengalami diabete
s melitus di 11 negara di wilayah regional asia tenggara dan meningkat pada tahun 2015
menjadi 415 juta jiwa.

Diabetes Melitus dapat berkembang menjadi penyakit komplikasi yang dapat menimbulk
an berbagai komplikasi mikrovaskuler dan makrovaskuler serta pada masalah kesehatan l
ainnya dapat menimbulkan pengaruh buruk terhadap kualitas hidup penderitanya (Puspas
ari, 2017). Hal ini dikarenakan penyakit diabetes melitus yang tidak ditangani menimbulk
an komplikasi yaitu hiperglikemi yang dapat menyebabkan kerusakan sistem tubuh teruta
ma pembuluh darah, meningkatnya resiko penyakit jantung, stroke, neuropati, dan retinop
ati diabetikum (Kemenkes, 2013). Penyakit diabetes melitus juga kurang mendapat perhat
ian khusus dari masyarakat, maka diperlukannya pemahaman penyakit terkait diabetes m
elitus.
Berdasarkan hasil pegumpulan data yang dilakukan di RW 08 bahwa lansia perlu mendap
atkan penyuluhan terkait Diabetes Mellitus yang bertujuan untuk peningkatan kesadaran
kesehatan masyarakat dan menurunkan angka kesakitan masyarakat. Kegiatan penyuluha
n ini akan dilakukan oleh mahasiswa STIKes Jayakarta di RW 08 Kelurahan Kelapa Dua
Wetan Kec. Ciracas.

B. Tujuan Kegiatan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan lansia pada Rt/Rw 12/08 di kantor secretariat Rw 08
Kelurahan Kelapa Dua Wetan dapat mengetahui tentang Diabetes Mellitus dan cara p
enanganannya.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan lansia pada Rt/Rw 12/08 Kelurahan Kelapa Dua
Wetan:
a. Menyebutkan pengertian Diabetes Mellitus
b. Menyebutkan penyebab Diabetes Mellitus
c. Menyebutkan faktor resiko Diabetes Mellitus
d. Menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Mellitusi
e. Menyebutkan Pencegahan Diabetes Mellitus
f. Mendemontrasikan tentang senam kaki diabetes

C. Rencana Kegiatan
a. Topik Materi : Diabetes Mellitus Type II
b. Sasaran Kegiatan : Lansia di RT 12/08, Kelurahan Kelapa Dua Wetan,
Ciracas Jakarta Timur
c. Metode : Ceramah, diskusi, Demonstrasi, Re-demonstrasi dan
Tanya Jawab
d. Media dan Alat : Leaflet, Speaker,Video Senam Kaki, Microphone,
Proyektor, Kursi dan Layar Proyektor
e. Waktu : Senin, 11 November 202, Pukul 11.00 – 11.40 WIB
f. Tempat : Kantor sekretriat RW 08 Kelapa Dua Wetan, Ciracas
Jakarta Timur
D. Pengorganisasian/Kepanitiaan
a. Leader/pemateri : Suryandini Hermawan, S.Kep
b. Co-Leader : Vina Nada Karanina, S.Kep
c. Fasilitator : Dian Indah Putri Arti, S.Kep
Maretha Huda Pratiwi, S.Kep
Saeful, S.Kep
d. Observer : Cahyany Prayitno, S.Kep

E. Rencana Anggaran

Keterangan Uraian Jumlah


Print Proposal 1 rangkap Rp. 10.000
Print Satuan acara penyuluhan 1 rangkap Rp. 10.000
Print Absensi 2 @ Rp. 1.000 Rp. 2.000
Print Liflet 1 rangkap Rp. 5.000
Foto copy liflet 15 lembar Rp. 5.000
Dorprise 2 box Rp. 40.000
Scnakc peserta 10 box @ 7.000 Rp. 70.000
Total Pengeluaran Rp. 142.000
F. S
trategi Pelaksanaan Kegiatan
1. Tahap Persiapan
Mahasiswa sudah menyiapkan media seperti Power Point, Leaflet, SAP sebelum
kegiatan berlangsung.
2. Tahap Pelaksanaan
a. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 11 November 2021. Sebelum pelaksanaan
kegiatan penyuluhan yang diajukan kepada lansia RT 12/ 08 Kelapa Dua Wetan say
a sudah menyiapkan media leaflet dan Power Point sebagai bahan penyampaian
materi terkait Diabetes Melitus.
b. Acara dimulai pada pukul 11.00, penyuluhan ini dilihat oleh Ibu Indah Kurniawati
mewakili dosen pembimbing
c. Jumlah audiens yang hadir 98% sebanyak 9 audiens lansia RT 12/08 Kelapa Dua
Wetan
d. Panitia penyuluhan sebanyak 6 orang diantaranya adalah Fasilitator, Narasumber,
Observer dan Moderator. Panitia menjalankan tugas sesuai dengan jobdesk masing-
masing.
e. Acara penyuluhan yang bertema “Diabetes Melitus” dibuka oleh Moderator (Vina
Nada Karanina, S.Kep), dan diisi oleh Pemateri (Suryandini Hermawan, S.Kep).
f. Audiens berperan aktif menjawab dan bertanya
g. Audiens mengikuti penyuluhan dari awal sampai akhir
h. Pemateri dapat menghidupkan suasana ketika audiens mulai bosan
i. Posisi pemateri baik saat melakukan penyuluhan tidak membelakangi audiens,
Reinforcement ada dari pemateri.

3. Tahap Evaluasi
a. Evaluasi Struktur
1. Materi yang ingin disampaikan harus sudah siap 1 hari sebelum pelaksanaan
penyuluhan
2. Tempat dilaksanakannya penyuluhan telah dipersiapkan
3. Satuan acara penyuluhan dan proposal kegiatan telah dipersiapkan dan di print
4. Alat dan bahan yang diperlukan pada saat kegiatan telah dipersiapkan
5. Panitia berperan sesuai dengan jobdesk masing-masing

b. Evaluasi Proses
1. Moderator membuka acara dengan baik, memperkenalkan diri dan
memperkenalkan semua anggota kelompok (panitia)
2. Peserta aktif dalam diskusi dan memperhatikan materi dengan baik
3. Terdapat 6 peserta aktif dalam proses penyuluhan
4. Setelah penyuluhan peserta selesai semua peserta melanjutkan kembali aktivitas di
rumah masing-masing

d. Evaluasi Hasil
98% lansia RT 12/08 hadir dalam acara penyuluhan setelah diberikan penyuluhan
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan 100% peserta :
a. Menyebutkan pengertian Diabetes Mellitus
b. Menyebutkan penyebab Diabetes Mellitus
c. Menyebutkan factor risiko Diabetes Mellitus
d. Menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Mellitus
e. Menyebutkan komplikasi/ dampak Diabetes Mellitus jika tidak ditangani
f. Menjelaskan pencegahan Diabetes Mellitus
g. Mendemontrasikan tentang senam kaki diabetes

G. Penutup
Demikian proposal ini, semoga dalam pelaksanaan kegiatan kegiatan ini dapat berjalan
dengan lancar dan bermanfaat bagi kita semua terutama lansia di warga RT 02 RW 08
Kelapa dua wetan ciracas

Jakarta, 11 November 2021

Mengetahui,
Preceptor Akademik Ketua/PJ/Koordinator Kegiatan,

(Ns. Andriaty Reny, S.Kep,. MKM) (Suryandini Hermawan, S.Kep)


KEGIATAN
Kegiatan penyuluh Kegiatan audiens/sasaran Media dan Alat
Pembukaan (5 menit) Speaker/Mic
a) Co-Leader memberikan salam a) Menjawab salam

b) Co-Leader memperkenalkan b) Mendengarkan dan


diri sendiri dan anggota menyimak
penyuluh

c) Co-Leader menjelaskan c) Mendengarkan dan


tentang topik penyuluhan menyimak

d) Co-Leader membuat kontrak d) Mendegarkan dan


waktu serta tujuan penyuluhan menyimak

e) Menanyakan masalah e) Mengemukakan


Diabetes Melitus yang permasalahan (jika ada)
dirasakan saat ini kepada
audiens
f) Mendengarkan dan
f) Mendiskusikan masalah menyimak
mengenai Diabetes Melitus
yang terjadi pada audiens
Penyajian (50 menit) Lembar balik, spea
a) Mengkaji pengetahuan audiens a) Mengemukakan ker/mic, video
tentang apa itu Diabetes pendapat dan menyimak senam kaki, kertas
Mellitus wajik
b) Memberi reinforcement (+) b) Mendengarkan dan
menyimak

c) Menjelaskan tentang c) Mendengarkan dan


pengertian Diabetes Mellitus menyimak

d) Mengkaji pengetahuan audiens d) Mengemukakan


tentang penyebab Diabetes pendapat dan menyimak
Mellitus

e) Memberikan reinforcement (+) e) Mendengarkan dan


menyimak

f) Menjelaskan tentang penyebab f) Mendengarkan dan


Diabetes Mellitus menyimak

g) Mengkaji pengetahuan audiens g) Mengemukakan pendap


tentang factor risiko Diabetes at dan menyimak
Mellitus

h) Memberikan reinforcement (+) h) Mendengarkan dan


menyimak

i) Menjelaskan tentang factor risi i) Mendengarkan dan men


ko Diabetes Mellitus yimak

j) Mengkaji pengetahuan audiens j) Mengemukakan


tentang tanda dan gejala pendapat dan menyimak
Diabetes Mellitus
k) Memberikan reinforcement (+) k) Mendengarkan dan
menyimak

l) Menjelaskan tentang tanda dan l) Mendengarkan dan men


gejala Diabetes Mellitus yimak

m) Mengkaji pengetahuan audiens m) Mengemukakan


tentang komplikasi/dampak pendapat dan menyimak
Diabetes Mellitus jika tidak
ditangani dengan baik

n) Memberi reinforcement (+) n) Mendengarkan dan


menyimak

o) Menjelaskan tentang komplika o) Mendengarkan dan


si/ dampak Diabetes Mellitus menyimak
jika tidak ditangani dengan
baik

p) Megkaji pengetahuan audiens t p) Mengemukakan pendap


entang pencegahan Diabetes at dan menyimak
Mellitus
q) Mendengarkan dan
q) Memberikan reinforcement (+) menyimak

r) Mendengarkan dan
r) Menjelaskan tentang pencegah menyimak
an Diabetes Mellitus
s) Mendengarkan dan
s) Mendemonstrasikan senam kak menyimak
i diabetes
t) Me re-demonstrasi
t) Re-demonstrasi senam kaki dia senam kaki diabetes
betes

Penutup (5 menit) Sound/mic, leaflet


a) Mengevaluasi audiens dan a) Menjawab pertanyaan
memberi pertanyaan kepada co-leader dan
audiens serta memberikan memberikan pertanyaan
kesempatan audiens untuk
bertanya

b) Memberi reinforcement (+) b) Mendengarkan dan


menyimak

c) Bersama audiens c) Bersama moderator


menyimpulkan materi menyimpulkan

d) Membagikan d) Menerima
leaflet/selembaran

e) Menutup dengan salam e) Menjawab salam

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


Bidang Studi : Stase Keperawatan Komunitas dan Keluarga
Topik : Diabetes Mellitus Type II
Sasaran : Lansia di RT 012/08, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas Jakarta Timur
Tempat : Kantor secretariat RW 08, KDW Jakarta Timur
Hari/tanggal : Kamis, 11 November 2021
Waktu : 11.00- 11.40 WIB

A. LATAR BELAKANG
Diabetes Melitus (DM) pada saat ini merupakan salah satu masalah kesehatan yang
berdampak pada produktivitas dan menurunkan mutu sumber daya manusia. Salah satu faktor
resiko diabetes melitus terkait dengan perubahan gaya hidup seperti stress, pola makan/jenis
makanan yang di konsumsi dengan gizi yang tidak seimbang menyebabkan obesitas,
berkurangnya aktivitas fisik serta olahraga. Latihan fisik yang teratur dapat meningkatkan
kualitas pembuluh darah dan memperbaiki semua aspek metabolik, termasuk meningkatkan
kepekaan insulin serta memperbaiki toleransi glukosa (Kurniawaty, 2016).

Diabetes melitus menyumbang angka kesakitan dan kematian yang tinggi di Indonesia.
Penderita diabetes melitus diseluruh dunia sebesar 318 juta orang, 6,7% diantaranya adalah
orang dewasa yang diperkiraakan memiliki gangguan toleransi glukosa (IDF, 2015). Pada
tahun 2015 penyakit diabetes melitus dengan usia 20-79 tahun mencapai 8,8% dan
diperkiraan akan meningkat pada tahun 2040 menjadi 10,4 % (IDF, 2015). Menurut WHO
(2016) jumlah penderita Diabetes Melitus tahun 2014 terdapat 96 juta jiwa mengalami
diabetes melitus di 11 negara di wilayah regional asia tenggara dan meningkat pada tahun
2015 menjadi 415 juta jiwa.

Diabetes Melitus dapat berkembang menjadi penyakit komplikasi yang dapat menimbulkan
berbagai komplikasi mikrovaskuler dan makrovaskuler serta pada masalah kesehatan lainnya
dapat menimbulkan pengaruh buruk terhadap kualitas hidup penderitanya (Puspasari, 2017).
Hal ini dikarenakan penyakit diabetes melitus yang tidak ditangani menimbulkan komplikasi
yaitu hiperglikemi yang dapat menyebabkan kerusakan sistem tubuh terutama pembuluh
darah, meningkatnya resiko penyakit jantung, stroke, neuropati, dan retinopati diabetikum
(Kemenkes, 2013). Penyakit diabetes melitus juga kurang mendapat perhatian khusus dari
masyarakat, maka diperlukannya pemahaman penyakit terkait diabetes melitus.

B. TUJUAN
a. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan lansia mampu mengetahui tentang
penyakit Diabetes Mellitus Type II.
b. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan lansia mampu :
a. Menyebutkan pengertian Diabetes Mellitus
b. Menyebutkan penyebab Diabetes Mellitus
c. Menyebutkan factor risiko Diabetes Mellitus
d. Menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Mellitus
e. Menyebutkan komplikasi/ dampak Diabetes Mellitus jika tidak ditangani
f. Menjelaskan pencegahan Diabetes Mellitus
g. Mendemontrasikan tentang senam kaki diabetes
C. MATERI (Terlampir)
D. PELAKSANAAN
a. Topik
Diabetes Mellitus Type II pada Lansia.
b. Sasaran atau target
Lansia yang berisiko mengalami Diabetes Mellitus di RT 12/08 Kelurahan Kelapa Dua
Wetan, Ciracas Jakarta Timur
c. Metode
a. Ceramah
b. Diskusi
c. Demonstrasi
d. Re-demontrasi
e. Tanya dan Jawab
d. Media dan Alat
a. Leaflet
b. Speaker dan musik pengiring senam
c. Microphone
d. Kursi
e. Proyektor dan layar proyektor
e. Waktu dan Tempat
Hari : Senin
Tanggal : 11 November 2021
Jam : 11.00- 11.40 WIB
Tempat : Kantor secretariat RW 08 Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas
Jakarta Timur
f. Pengorganisasian
a. Leader/pemateri : Suryandini Hermawan, S.Kep
b. Co-Leader : Vina Nada Karanina, S.Kep
c. Fasilitator : Dian Indah Putri Arti, S.Kep
Maretha Huda Pratiwi, S.Kep
Saeful, S.Kep
d. Observer : Cahyany Prayitno, S.Kep

g. Setting Tempat
h. L
C

S S S S S

F
S S S S S

F O
D
Keterangan :
L : Leader
C : Co-Leader
S : Peserta
O : Observer
F : Fasilitator
D : Dosen pembimbing

h.Uraian tugas
a. Leader
 Mempresentasikan materi yang akan diberikan
 Mengevaluasi peserta tentang materi yang akan diberikan
 Memberikan reinforcement (+)
b.Co-Leader
 Pada acara pembukaan
- Mengucapkan salam
- Membuka acara
- Memperkenalkan mahasiswa
- Menjelaskan topik serta tujuan penyuluhan
- Menanyakan yang suka / sering makan sayur siapa aja
- Menjelaskan kontrak waktu
- Menjelaskan sesi tanya jawab di akhir materi
- Memfokuskan peserta pada acara penyuluhan tersebut
 Kegiatan inti (isi)
- Co-Leader melakukan demonstrasi tentang cara membuat jus jambu biji
- Meminta peserta memberikan pertanyaan atas penjelasan yang tidak
dipahami
- Memberikan kesempatan pada peserta atas jawaban yang diajukan
untuk menjawab
 Pada acara penutup
- Menyimpulkan serta menutup diskusi
- Mengucapkan salam
c. Fasilitator
 Memotivasi peserta agar tetap aktif/ berperan aktif
 Membuat absensi penyuluhan
 Mengantisipasi suasana yang dapat mengganggu kegiatan penyuluhan
d. Observer
 Mengawasi proses pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir/ mengatur
waktu saat penyuluhan
 Membuat laporan penyuluhan yang telah dilaksanaan

E. KEGIATAN PENYULUHAN

Kegiatan penyuluh Kegiatan audiens/sasaran Media dan Alat


Pembukaan (5 menit) Speaker/Mic
a. Co-Leader memberikan salam a. Menjawab salam

b. Co-Leader memperkenalkan diri b. Mendengarkan dan


sendiri dan anggota penyuluh menyimak

c. Co-Leader menjelaskan tentang c. Mendengarkan dan


topik penyuluhan menyimak

d. Co-Leader membuat kontrak d. Mendegarkan dan


waktu serta tujuan penyuluhan menyimak

e. Menanyakan masalah Diabetes e. Mengemukakan


Melitus yang dirasakan saat ini permasalahan (jika ada)
kepada audiens
f. Mendiskusikan masalah f. Mendengarkan dan
mengenai Diabetes Melitus yang menyimak
terjadi pada remaja
Penyajian (50 menit) Lembar balik,
a. Mengkaji pengetahuan audiens a. Mengemukakan pendapat speaker/mic, video
tentang apa itu Diabetes Mellitus dan menyimak senam kaki, kertas
wajik
b. Memberi reinforcement (+) b. Mendengarkan dan
menyimak
c. Menjelaskan tentang pengertian c. Mendengarkan dan
Diabetes Mellitus menyimak

d. Mengkaji pengetahuan audiens t d. Mengemukakan pendapat


entang penyebab Diabetes Mellitus dan menyimak

e. Memberikan reinforcement (+)


e. Mendengarkan dan
menyimak
f. Menjelaskan tentang penyebab
Diabetes Mellitus f. Mendengarkan dan
menyimak
g. Mengkaji pengetahuan audiens t
entang factor risiko Diabetes g. Mengemukakan pendapat
Mellitus dan menyimak

h. Memberikan reinforcement (+)


h. Mendengarkan dan
menyimak
i. Menjelaskan tentang factor risiko
Diabetes Mellitus i. Mendengarkan dan menyi
mak
j. Mengkaji pengetahuan audiens te
ntang tanda dan gejala Diabetes j. Mengemukakan pendapat
Mellitus dan menyimak

k. Memberikan reinforcement (+)


k. Mendengarkan dan
l. Menjelaskan tentang tanda dan g menyimak
ejala Diabetes Mellitus l. Mendengarkan dan menyi
m. Mengkaji pengetahuan audiens mak
tentang komplikasi/dampak m. Mengemukakan pendapat
Diabetes Mellitus jika tidak dan menyimak
ditangani dengan baik

n. Memberi reinforcement (+)


n. Mendengarkan dan
menyimak
o. Menjelaskan tentang komplikas
i/ dampak Diabetes Mellitus jika o. Mendengarkan dan
tidak ditangani dengan baik menyimak

p. Megkaji pengetahuan audiens te


ntang pencegahan Diabetes
Mellitus p. Mengemukakan pendapat
dan menyimak
q. Memberikan reinforcement (+)

q. Mendengarkan dan
r. Menjelaskan tentang pencegahan menyimak
Diabetes Mellitus
r. Mendengarkan dan
s. Mendemonstrasikan senam kaki menyimak
diabetes
s. Mendengarkan dan
t. Re-demonstrasi senam kaki diab menyimak
etes
t. Me re-demonstrasi senam
kaki diabetes
Penutup (5 menit) Sound/mic, leaflet
a. Mengevaluasi audiens dan a. Menjawab pertanyaan co-
memberi pertanyaan kepada leader dan memberikan
audiens serta memberikan pertanyaan
kesempatan audiens untuk
bertanya

b. Memberi reinforcement (+) b. Mendengarkan dan


menyimak

c. Bersama audiens menyimpulkan c. Bersama moderator


materi menyimpulkan

d. Membagikan leaflet/selembaran d. Menerima

e. Menutup dengan salam e. Menjawab salam

F. EVALUASI
A. Evaluasi struktur
 SAP sudah dikonsultasikan dengan dosen pembimbing
 Leaflet sudah dikonsultasikan dengan dosen pembimbing
 Materi terlampir SAP sudah dikonsultasikan dengan dosen pembimbing
 Sudah kontrak dengan pihak RT terkait pelaksanaan penyuluhan Kesehatan tentang
Diabetes Mellitus di Kantor Sekretariat RW 08 KDW, Jakarta Timur.
 Alat dan media sudah tersusun sesuai rencana dan berfungsi dengan baik seperti
(Microphone, sound system dan proyektor)

B. Evaluasi proses
 Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang direncanakan
 Media, alat dan sarana dapat berfungsi dengan baik
 Peserta penyuluhan mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
 Kegiatan berjalan dengan lancar dan pelaksanaan kegiatan kondusif
 Peserta berperan aktif dalam jalannya penyuluhan
 Ruangan serta tempat penyuluhan nyaman dan tidak panas
 Peran dan fungsi masing-masing sesuai yang direncanakan

C. Evaluasi hasil
b) 100% lansia hadir dalam acara penyuluhan
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan semua lansia mampu :
h. Menyebutkan pengertian Diabetes Mellitus
i. Menyebutkan penyebab Diabetes Mellitus
j. Menyebutkan factor risiko Diabetes Mellitus
k. Menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Mellitus
l. Menyebutkan komplikasi/ dampak Diabetes Mellitus jika tidak ditangani
m. Menjelaskan pencegahan Diabetes Mellitus
n. Mendemontrasikan tentang senam kaki diabetes

DAFTAR PUSTAKA
KEMENKES. (2021). Remaja Sehat Komponen Utama Pembangunan SDM Indonesia.
Kurniawaty. (2016). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe
II. Jurnal Majority, 27-31.
Puspasari. (2017). Gambaran Karakteristik Pasien Komplikasi Diabetes di Rumah Sakit Kristen
Ngesti Waluyo Parakan. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 107-112.

MATERI PENYULUHAN LANSIA


DIABETES MELLITUS TYPE II
A. Pengertian diabetes mellitus
Menurut American Diabetes Associatian, (2012) Diabetes Melitus (DM) sebagai suatu
kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena
kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Sedangkan Menurut
Wijayaningsih, (2013) Diabetes mellitus adalah penyakit herediter (diturunkan) secara
genetis resesi berupa gangguan metabolisme KH yang disebabkan kekurangan insulin
relative atau absolut yang dapat timbul pada berbagai usia dengan gejala hiperglikemia,
glikosuria, poliuria, polidipsi, kelemahan umum, dan penurunan berat badan.

Menurut Black dan Hawks, (2014) Diabetes mellitus adalah penyakit kronis progresif
yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk melakukan metabolism karbohidrat,
lemak, dan protein, mengarah kepada hiperglikemia (kadar glukosa tinggi). Hiperglikemi
jangka panjang dapat berperan menyebabkan komplikasi mikrovaskular kronik (penyakit
ginjal dan mata) dan komplikasi neuropatik. Diabetes juga dikaitkan dengan peningkatan
insidensi penyakit makrovaskular, seperti penyakit arteri coroner (infark miokard),
penyakit sebrovaskular (stroke), dan penyakit vascular perifer (Brunner & Suddarth,
2013).

Diabetes mellitus adalah penyakit gangguan metabolisme kronis yang disebabkan oleh
banyak factor yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah sebagai akibat dari
gangguan fungsi insulin. Diabetes adalah penyakit kronis yang kompleks dan
memerlukan perawatan medis berkelanjutan dengan strategi pengurangan risiko multi-
faktor diluar kendali glikemik (Marasabessy, N. B, 2020).

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab
kematian tertinggi di dunia, penyakit ini juga menjadikan penderitanya berkurang
produktivitas kerja yang berdampak pada berkurangnya pendapatan serta kualitas
hidupnya. Diabetes mellitus type II merupakan penyakit seumur hidup dimana tubuh
tidak mampu memproduksi atau menggunakan insulin dengan cara yang benar.
Gula dari makanan yang masuk melalui mulut dicernakan di lambung kemudian diserap
oleh usus, masuk kedalam aliran darah. Glukosa ini merupakan sumber energi utama bagi
sel tubuh di otot dan jaringan. Agar dapat melakukan fungsinya, gula membutuhkan
teman yang disebut sebagai insulin. Hormone insulin ini diproduksi oleh sel beta di pulau
Langerhans (Islets of Langerhans) dalam pancreas. Setiap kali kita makan maka pancreas
memberikan respons dengan mengeluarkan insulin ke dalam aliran darah, ibaratkan kunsi
insulin merupakan kunci yang akan membuka pintu sel agar glukosa masuk ke dalam sel
kemudian dialirkan ke alirah darah dan membentuk energi. Dengan demikian, kadar
glukosa didalam darah dapat menurun/ stabil.

Hati merupakan tempat penyimpanan sekaligus pusat pengolahan gula. Pada saat kadar
insulin meningkat seiring dengan makanan yang masuk ke dalam tubuh, hati akan
menimbun glukosa, yang nantinya akan dialirkan ke sel-sel tubuh bilamana dibutuhkan.
Ketika kita lapar dan tidak makan, insulin dalam darah rendah, timbunan gula dalam hati
(glikogen) akan diubah menjadi glukosa Kembali dan dikeluarkan ke aliran darah menuju
sel tubuh untuk dijadikan sebagai energi.

Pada penderita diabetes mellitus, ada gangguan keseimbangan antara transportasi gula ke
dalam sel, gula yang disimpan di hati, dan gula yang dikeluarkan oleh hati. Akibatnya,
kadar gula dalam darah meningkat. Dan kelebihan ini dikeluarkan melalui urine, oleh
karena itu keluaran urine menjadi banyak dan mengandung gula. Penyebab keadaan ini
hanya dua, pertama karena pancreas tidak mampu lagi memproduksi insulin dan yang
kedua sel tidak memberikan respon pada kerja insulin sebagai kunci untuk membuka
pintu sel sehingga gula tidak dapat masuk ke dalam sel untuk dialirkan ke aliran darah.

B. Penyebab diabetes mellitus


Diabetes melitus tipe II (NIDDM, Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus) diabetes
mellitus yang tidak tergantung pada insulin. Diabetes mellitus tipe II terjadi akibat
penurunan sensitivitas terhadap insulin (resistensi insulin) atau akibat penurunan
produksi insulin. Faktor risiko yang berhubungan dengan proses terjadinya diabetes tipe
II adalah sebagai berikut : usia (resistensi insulin cendrung meningkat pada usia diatas 65
tahun), obesitas, kelompok etnik, gaya hidup, merokok, riwayat dan keluarga.
C. Faktor risiko diabetes mellitus
Terdapat beberapa factor risiko terjadinya diabetes mellitus type II menurut Marasabessy,
N. B, 2020 adalah sebagai berikut:
1. Keturunan/ genetic
2. Ras atau etnis
3. Obseitas (kelebihan lemak akan memblokir kerja insulin, sehingga gula tidak dapat
terangkut kedalam sel)
4. Metabolic syndrome (mereka yang memiliki kelainan seperti tekanan darah
tinggi >140/90 mmHg, dan obseitas)

D. Tanda dan gejala diabetes mellitus


Menurut Black dan Hawks (2014) seseorang dapat dikatakan menderita diabetes melitus
ketika mengalami tanda dan gejala sebagai berikut :
1. Poliuria (sering BAK) : hal ini terjadi karena air tidak diserap kembali oleh tubulus
ginjal sekunder untuk aktivitas osmotik glukosa, mengarah kepada kehilangan air,
glukosa, dan elektrolit
2. Polidipsi (rasa haus berlebihan) : terjadi karena dehidrasi sekunder terhadap polyuria
menyebabkan rasa haus yang berlebihan
3. Pilifagi (rasa lapar berlebihan) : kelaparan sekunder terhadap katabolisme jaringan
menyebabkan rasa lapar.
4. Penurunn berat badan : kehilangan awal sekunder terhadap penipisan simpanan air,
glukosa, dan trigliserid, kehilangan kronis sekunder terhadap penurunan masa otot
karena asam amino dialihkan untuk membentuk glukosa dan keton
5. Pandangan kabur : terjadi karena paparan kronis retina dan lensa mata terhadap cairan
hiperosmolar
6. Lemah, letih, dan puisng : penurunan isi plasma mengarah pada postural hipertensi,
kehilangan kalium dan katabolisme protein berkontribusi terhadap kelemahan.
7. Ketonuria : ketika glukosa tidak dapat digunakan untuk energy oleh sel tergantung
insulin, asam lemak digunakan untuk energy : asam lemak dipecah menjadi keton
dalam darah dan disekresikan oleh ginjal. Pada DM tipe II insulin cukup untuk
menekan berlebihan penggunan asam lemak tapi tidka cukupp untuk penggunaan
glukosa.
8. Kadar glukosa darah pada waktu puasa lebih dari 120 mg/dl
9. Kadar glukosa darah dua jam sesudah makan lebih dari 200 mg/dl

E. Komplikasi/ dampak
Adapun beberapa komplikasi atau dampak dari penyakit diabetes mellitus jika tidak
tertangani dengan baik atau tidak terkontrol menurut (Maria. I, 2021) adalah sebagai
berikut:
1. Hipoglikemia
Bila kadar glukosa darah turun terlalu rendah dalam batas 20-50 mg/ 100 ml lebih dari
beberapa menit, akan menimbulkan gejala syok hipoglikemik ditandai oleh iritabilitas
progresif yang menyebabnkan pingsan, kejang, dan koma. Gejala hipoglikemik juga
ditandai dengan adrenergic yaitu berdebar, banyak keringat, gemetar,dan rasa lapar
2. Hiperglikemia
Akibat glukosa tidak dapat diangkut kedalam sel karena kuragnya insulin. tanpa
tersedianya karbohidrat untuk bahan bakar sel, hati mengubah simpanan glikogen
kembali ke glukosa (glikogenesis). Respon ini memperberat situasi dengan
meingkatnya kadar glukosa darah bahkan lebih tinggi (Black & Hawks, 2014).
Komplikasi kronis diabetes mellitus: klien/pasien dengan Diabetes Mellitus yang
hidup lebih lama, dengan peningkatan risiko untuk komplikasi kronis yaitu:
1. Komplikasi Makrovaskular yaitu penyakit seperti arteri coroner, penyakit
serebrovaskuler, hipertensi, penyakit pembuluh darah serta infeksi.
2. Komplikasi mikrovaskuler yaitu seperti retinopati (kerusakan pada mata), nefropati
(kerusakan pada ginjal), ulkus tungkai dan kaki (luka basah pada DM).

F. Pencegahan diabetes mellitus


Tindakan promosi Kesehatan:
1. Mengelola obesitas
2. Menjaga BB ideal
3. Olahraga
4. Tidak merokok
Tindakan pemeliharaan Kesehatan:
1. Pengenalan cepat dan pengobatan hiperglikemi (ketika gula darah meningkat) dengan
olahraga dan minum obat
2. Periksa Kesehatan secara teratur
3. Skrining klien dengan risiko tinggi (mereka dengan Riwayat keluarga DM)
Tindakan pemulihan Kesehatan
1. Melakukan pemeriksaan rutin Gula Darah Sewaktu (PGDS) untuk mempermudah
mengikuti perkembangan manifestasi
2. Mengendalikan factor risiko
3. Tekankan kepatuhan pengobatan dan tindak lanjut
Pencegahan diabetes mellitus dengan Teknik nonfarmakologi:
1. Latihan gerak 150 menit dalam seminggu (minimal 21 menit/ 30 menit dalam satu
hari)
2. Senam diabetes mellitus

DAFTAR PUSTAKA
KEMENKES. (2021). Remaja Sehat Komponen Utama Pembangunan SDM Indonesia.
Maria, I. (2021). Asuhan Keperawatan Diabetes Mellitus dan Stroke. Sleman: Depublish
Publisher.
Marasabessy, N. B. (2020). Pencegahan Penyakit Diabetes Mellitus Type II. Jakarta: NEM.
Tandia, H. (2017). Segala Sesuatu yang Harus Diketahui Tentang Diabetes Mellitus Type II.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
LAPORAN EVALUASI KEGIATAN PENYULUHAN LANSIA DENGAN TOPIK
DIABETES MELLITUS
KAMIS, 11 NOVEMBER 2021

A. TAHAP PERSIAPAN
Mahasiswa sudah menyiapkan media seperti Power Point, Leaflet, SAP sebelum kegiatan
berlangsung.

B. TAHAP PELAKSANAAN
1. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 11 November 2021. Sebelum pelaksanaan kegi
atan penyuluhan yang diajukan kepada lansia RT 12/ 08 Kelapa Dua Wetan saya suda
h menyiapkan media leaflet dan Power Point sebagai bahan penyampaian materi
terkait Diabetes Melitus.
2. Acara dimulai pada pukul 11.00, penyuluhan ini dinilai dan dilihat langsung oleh ibu
Indah Kurniasari yang mewakili dosen pembimbing .
3. Jumlah audiens yang hadir 98% sebanyak 9 audiens lansia RT 12/08 Kelapa Dua
Wetan
4. Panitia penyuluhan sebanyak 6 orang diantaranya adalah Fasilitator, Narasumber,
Observer dan Moderator. Panitia menjalankan tugas sesuai dengan jobdesk masing-
masing.
5. Acara penyuluhan yang bertema “Diabetes Melitus” dibuka oleh Moderator (Vina
Nada Karanina, S.Kep), dan diisi oleh Pemateri (Suryandini Hermawan, S.Kep).
6. Audiens berperan aktif menjawab dan bertanya
7. Audiens mengikuti penyuluhan dari awal sampai akhir
8. Pemateri dapat menghidupkan suasana ketika audiens mulai bosan
9. Posisi pemateri baik saat melakukan penyuluhan tidak membelakangi audiens,
Reinforcement ada dari pemateri.
C. TAHAP EVALUASI
a. Evaluasi struktur
a) Materi yang ingin disampaikan harus sudah siap 1 hari sebelum pelaksanaan
penyuluhan
b) Tempat dilaksanakannya penyuluhan telah dipersiapkan
c) Satuan acara penyuluhan dan proposal kegiatan telah dipersiapkan dan di print
d) Alat dan bahan yang diperlukan pada saat kegiatan telah dipersiapkan
e) Panitia berperan sesuai dengan jobdesk masing-masing

b. Evaluasi proses
a) Moderator membuka acara dengan baik, memperkenalkan diri dan memperkenalka
n semua anggota kelompok (panitia)
b) Peserta aktif dalam diskusi dan memperhatikan materi dengan baik
c) Terdapat 6 peserta aktif dalam proses penyuluhan
d) Setelah penyuluhan peserta selesai semua peserta melanjutkan kembali aktivitas di
kelas.
c. Evaluasi hasil
98% lansia RT 12/08 hadir dalam acara penyuluhan setelah diberikan penyuluhan
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan 98% peserta :
a. Menyebutkan pengertian Diabetes Mellitus
b. Menyebutkan penyebab Diabetes Mellitus
c. Menyebutkan factor risiko Diabetes Mellitus
d. Menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Mellitus
e. Menyebutkan komplikasi/ dampak Diabetes Mellitus jika tidak ditangani
f. Menjelaskan pencegahan Diabetes Mellitus
g. Mendemontrasikan tentang senam kaki diabetes

D. FAKTOR PENDUKUNG
Factor pendukung pada saat melakukan kegiatan penyuluhan Kesehatan lansia mengenai di
abetes melitus di RT 02 RW 08 Kelapa Dua Wetan, Ciracas Jakarta Timur ialah panitia ya
ng aktif dalam membantu persiapan alat, penjemputan audiens, serta periapan tempat kegia
tan penyuluhan. Selain itu, terkait dana yang bersumber dari mahasiswa itu sendiri menjadi
salah satu faktor pendukung dalam kesuksesan acara. Dengan adanya dana kelompok (pani
tia) sehingga dapat mempersiapkan doorprize, snack untuk para audiens serta kelancaran a
cara.
E. FAKTOR PENGHAMBAT DAN SOLUSI
Terdapat faktor penghambat yang dapat membuat kondisi kegiatan menjadi kurang fokus a
dalah:
a) Kondisi tempat kegiatan yang kurang memadai karena bising dan sempit. Sehingga
pada saat proses berjalannya kegiatan terdapat beberapa audiens tampak bosan dan
kepanasan.
Solusi yang diberikan dalam permasalahan ini adalah membuka semua pintu dan
jendela agar tidak terlalu panas.
b) Kondisi tempat kegiatan yang berada dipinggir jalan, sehingga berisiko untuk para
lansia (audiens) dalam menuju tempat kegiatan.
Solusi yang diberikan adalah semua panitia ikut menjemput dan mengantar lansia
menyeberang jalan.

Jakarta, 11 November 2021

Koordiantor Pelaksana,

Suryandini Hermawan, S.Kep


ABSENSI KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN DIABETES MELITUS
PENYULUHAN KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN DIABETES MELITUS
PROPOSAL ACARA PENYULUHAN HIPERTNESI
LANSIA DI RT 12 RW 08 KEULURAHAN KELAPA DUA WETAN KECAMATAN CI
RACAS JAKARTA TIMUR
TANGGAL 08 NOVEMBER 2021

Disusun oleh:

Dian Indah Putri Arti, S,Kep (202015005)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


INSTITUT KESEHATAN DAN TEKNOLOGI PKP DKI JAKARTA
JAKARTA TIMUR
2021

PROPOSAL KEGIATAN PENYULUHAN DIABETES MELLITUS


RW08 Kel. Kelapa Dua Wetan Kec. Ciracas
Tgl 08 November 2021
A. Latar Belakang
Diabetes mellitus adalah penyakit gangguan metabolisme kronis yang disebabkan oleh ba
nyak factor yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah sebagai akibat dari ganggua
n fungsi insulin. Diabetes adalah penyakit kronis yang kompleks dan memerlukan perawa
tan medis berkelanjutan dengan strategi pengurangan risiko multi-faktor diluar kendali gli
kemik.
Berdasarkan hasil pegumpulan data yang dilakukan di RW 08 bahwa lansia perlu mendap
atkan penyuluhan terkait Diabetes Mellitus yang bertujuan untuk peningkatan kesadaran
kesehatan masyarakat dan menurunkan angka kesakitan masyarakat. Kegiatan penyuluha
n ini akan dilakukan oleh mahasiswa STIKes Jayakarta di RW 08 Kelurahan Kelapa Dua
Wetan Kec. Ciracas
B. Tujuan Kegiatan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan lansia pada Rt/Rw 12/08 di kantor secretariat Rw 08
Kelurahan Kelapa Dua Wetan dapat mengetahui tentang Diabetes Mellitus dan cara p
enanganannya.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan lansia pada Rt/Rw 12/08 Kelurahan Kelapa Dua
Wetan:
a. Menyebutkan pengertian Diabetes Mellitus
b. Menyebutkan penyebab Diabetes Mellitus
c. Menyebutkan faktor resiko Diabetes Mellitus
d. Menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Mellitusi
e. Menyebutkan Pencegahan Diabetes Mellitus
f. Mendemontrasikan tentang senam kaki diabetes

C. Rencana Kegiatan
a. Topik Materi : Diabetes Mellitus Type II
b. Sasaran Kegiatan : Lansia di RT 02/08, Kelurahan Kelapa Dua Wetan,
Ciracas Jakarta Timur
c. Metode : Ceramah, diskusi, Demonstrasi, Re-demonstrasi dan
Tanya Jawab
d. Media dan Alat : Leaflet, Speaker, Music Pengiring Senam, Microphone,
Proyektor, Kursi dan Layar Proyektor
e. Waktu : Kamis, 04 November 202, Pukul 10.00 – 10.40 WIB
f. Tempat : Kantor sekretriat RW 08 Kelapa Dua Wetan, Ciracas
Jakarta Timur
D. Pengorganisasian/Kepanitiaan
Pembimbing : Ns.Andriati Reny, S.Kep., MKM
Leader : Dian Indah Putri Arti, S.Kep
Co- leader : Suryandini Hermawan,
Moderator : Vina Nada Karlina,S,Kep
Fasilitator : Maretha Huda Pratiwi, S.Kep
Saeful, S.Kep
Observer : Cahyany Prayitno, S,Kep
E. Rencana Anggaran
Keterangan Uraian Jumlah
Print Proposal 1 rangkap Rp. 10.000
Print Satuan acara penyuluhan 1 rangkap Rp. 10.000
Print Absensi 2 @ Rp. 1.000 Rp. 2.000
Print Liflet 1 rangkap Rp. 5.000
Foto copy liflet 15 lembar Rp. 5.000
Dorprise 2 box Rp. 40.000
Scnakc peserta 10 box @ 7.000 Rp. 70.000
Total Pengeluaran Rp. 142.000

F. Strategi Pelaksanaan Kegiatan


1. Tahapan Persiapan
a. Kolaborasi dengan ibu Rt12 dalam melakukan penyuluhan terkait penyakit
Diabetes Mellitus
b. Kolaborasi dengan kelompok untuk mempersiapan alat-alat apa yang di butuhkan
2. Tahapan Pelaksanaan
a. Pembukaan oleh moderator
b. Penyajian pemateri oleh pemateri
c. Demonstrasi dan Redemostrasi
d. Tanya jawab
e. Penutup oleh moderator
G. Tahapan Evaluasi Pelatihan Kader Kesehatan
a. Evaluasi struktur
1) Proposal sudah disiapkan 3 hari sebelum pelaksanaan
2) SAP dan materi disiapkan 3 hari sebelum pelaksanaan
b. Evaluasi proses
1. Semua lansia Rt 012 Rw 08 Kelurahan
Kelapa Dua Wetan mampu hadir dan mengikuti kegiatan penyuluhan
2. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan sesuai
dengan waktu yang ditetapkan
3. Ruangan yang digunakan untuk penyuluhan
nyaman dan kondusif
4. Alat dan media yang telah disiapkan dapat
digunakan dengan baik
5. Seluruh lansia di Rt 12 Rw 08 Kelurahan
Kelapa Dua Wetan mengikuti kegiatan penyuluhan dari awal hingga akhir
6. Lansiadi Rt 12 Rw 08 Kelurahan Kelapa
Dua Wetan berperan aktif dalam jalannya diskusi.
c. Evaluasi hasil
a. Menyebutkan pengertian Diabetes Mellitus
b. Menyebutkan penyebab Diabetes Mellitus
c. Menyebutkan faktor resiko Diabetes Mellitus
d. Menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Mellitus
e. Menyebutkan Pencegahan Diabetes Mellitus
f. Mendemontrasikan tentang senam kaki diabetes

H. Penutup
Demikian proposal ini, semoga dalam pelaksanaan kegiatan kegiatan ini dapat berjalan
dengan lancar dan bermanfaat bagi kita semua terutama lansia di warga RT12 RW 08
Kelepa dua wetan ciracas.
Jakarta, 08 November 2021
Mengetahui,
Proceptor Akademik Penyaji penyuluhan

Ns. Andriati Reny, S,Kep, MKM Dian Indah Putri Arti , S,Kep,

LAMPIRAN SUSUNAN ACARA

Kegiatan penyuluh Kegiatan audiens/sasaran Media dan Alat


Pembukaan (5 menit) Speaker/Mic
a) Co-Leader memberikan salam a) Menjawab salam

b) Co-Leader memperkenalkan b) Mendengarkan dan


diri sendiri dan anggota menyimak
penyuluh
c) Co-Leader menjelaskan c) Mendengarkan dan
tentang topik penyuluhan menyimak

d) Co-Leader membuat kontrak d) Mendegarkan dan


waktu serta tujuan penyuluhan menyimak

e) Menanyakan masalah e) Mengemukakan


Diabetes Melitus yang permasalahan (jika ada)
dirasakan saat ini kepada
audiens
f) Mendengarkan dan
f) Mendiskusikan masalah menyimak
mengenai Diabetes Melitus
yang terjadi pada audiens
Penyajian (50 menit) Lembar balik, spea
a) Mengkaji pengetahuan audiens a) Mengemukakan ker/mic, video
tentang apa itu Diabetes pendapat dan menyimak senam kaki,
Mellitus bangku, kertas
wajik
b) Memberi reinforcement (+) b) Mendengarkan dan
menyimak

c) Menjelaskan tentang c) Mendengarkan dan


pengertian Diabetes Mellitus menyimak

d) Mengkaji pengetahuan audiens d) Mengemukakan


tentang penyebab Diabetes pendapat dan menyimak
Mellitus

e) Memberikan reinforcement (+) e) Mendengarkan dan


menyimak

f) Menjelaskan tentang penyebab f) Mendengarkan dan


Diabetes Mellitus menyimak

g) Mengkaji pengetahuan audiens g) Mengemukakan pendap


tentang factor risiko Diabetes at dan menyimak
Mellitus

h) Memberikan reinforcement (+) h) Mendengarkan dan


menyimak

i) Menjelaskan tentang factor risi i) Mendengarkan dan men


ko Diabetes Mellitus yimak

j) Mengkaji pengetahuan audiens j) Mengemukakan


tentang tanda dan gejala pendapat dan menyimak
Diabetes Mellitus

k) Memberikan reinforcement (+) k) Mendengarkan dan


menyimak

l) Menjelaskan tentang tanda dan l) Mendengarkan dan men


gejala Diabetes Mellitus yimak

m) Mengkaji pengetahuan audiens m) Mengemukakan


tentang komplikasi/dampak pendapat dan menyimak
Diabetes Mellitus jika tidak
ditangani dengan baik

n) Memberi reinforcement (+) n) Mendengarkan dan


menyimak
o) Menjelaskan tentang komplika o) Mendengarkan dan
si/ dampak Diabetes Mellitus menyimak
jika tidak ditangani dengan
baik

p) Megkaji pengetahuan audiens t p) Mengemukakan pendap


entang pencegahan Diabetes at dan menyimak
Mellitus
q) Mendengarkan dan
q) Memberikan reinforcement (+) menyimak

r) Menjelaskan tentang pencegah r) Mendengarkan dan


an Diabetes Mellitus menyimak

s) Mendengarkan dan
s) Mendemonstrasikan senam kak menyimak
i diabetes

t) Me re-demonstrasi
t) Re-demonstrasi senam kaki dia senam kaki diabetes
betes

Penutup (5 menit) Sound/mic, leaflet


a) Mengevaluasi audiens dan a) Menjawab pertanyaan
memberi pertanyaan kepada co-leader dan
audiens serta memberikan memberikan pertanyaan
kesempatan audiens untuk
bertanya

b) Memberi reinforcement (+) b) Mendengarkan dan


menyimak

c) Bersama audiens c) Bersama moderator


menyimpulkan materi menyimpulkan

d) Membagikan d) Menerima
leaflet/selembaran

e) Menutup dengan salam e) Menjawab salam


DAFTAR PUSTAKA

KEMENKES. (2021). Remaja Sehat Komponen Utama Pembangunan SDM Indonesia.


Kurniawaty. (2016). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe
II. Jurnal Majority, 27-31.
Puspasari. (2017). Gambaran Karakteristik Pasien Komplikasi Diabetes di Rumah Sakit Kristen
Ngesti Waluyo Parakan. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 107-112.
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Bidang Studi : Stase Keperawatan Komunitas dan Keluarga


Topik : Diabetes Mellitus Type II
Sasaran : Lansia di RT 12/08, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas Jakarta Timur
Tempat : Kantor secretariat RW 08, KDW Jakarta Timur
Hari/tanggal : Kamis, 11 November 2021
Waktu : 10.00- 10.40 WIB

1. LATAR BELAKANG
Diabetes Melitus (DM) pada saat ini merupakan salah satu masalah kesehatan yang
berdampak pada produktivitas dan menurunkan mutu sumber daya manusia. Salah satu faktor
resiko diabetes melitus terkait dengan perubahan gaya hidup seperti stress, pola makan/jenis
makanan yang di konsumsi dengan gizi yang tidak seimbang menyebabkan obesitas,
berkurangnya aktivitas fisik serta olahraga. Latihan fisik yang teratur dapat meningkatkan
kualitas pembuluh darah dan memperbaiki semua aspek metabolik, termasuk meningkatkan
kepekaan insulin serta memperbaiki toleransi glukosa (Kurniawaty, 2016).

Diabetes melitus menyumbang angka kesakitan dan kematian yang tinggi di Indonesia.
Penderita diabetes melitus diseluruh dunia sebesar 318 juta orang, 6,7% diantaranya adalah
orang dewasa yang diperkiraakan memiliki gangguan toleransi glukosa (IDF, 2015). Pada
tahun 2015 penyakit diabetes melitus dengan usia 20-79 tahun mencapai 8,8% dan
diperkiraan akan meningkat pada tahun 2040 menjadi 10,4 % (IDF, 2015). Menurut WHO
(2016) jumlah penderita Diabetes Melitus tahun 2014 terdapat 96 juta jiwa mengalami
diabetes melitus di 11 negara di wilayah regional asia tenggara dan meningkat pada tahun
2015 menjadi 415 juta jiwa.

Diabetes Melitus dapat berkembang menjadi penyakit komplikasi yang dapat menimbulkan
berbagai komplikasi mikrovaskuler dan makrovaskuler serta pada masalah kesehatan lainnya
dapat menimbulkan pengaruh buruk terhadap kualitas hidup penderitanya (Puspasari, 2017).
Hal ini dikarenakan penyakit diabetes melitus yang tidak ditangani menimbulkan komplikasi
yaitu hiperglikemi yang dapat menyebabkan kerusakan sistem tubuh terutama pembuluh
darah, meningkatnya resiko penyakit jantung, stroke, neuropati, dan retinopati diabetikum
(Kemenkes, 2013). Penyakit diabetes melitus juga kurang mendapat perhatian khusus dari
masyarakat, maka diperlukannya pemahaman penyakit terkait diabetes melitus.

2. TUJUAN
1) Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan lansia mampu mengetahui tentang
penyakit Diabetes Mellitus Type II.
2) Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan lansia mampu :
a. Menyebutkan pengertian Diabetes Mellitus
b. Menyebutkan penyebab Diabetes Mellitus
c. Menyebutkan factor risiko Diabetes Mellitus
d. Menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Mellitus
e. Menyebutkan komplikasi/ dampak Diabetes Mellitus jika tidak ditangani
f. Menjelaskan pencegahan Diabetes Mellitus
g. Mendemontrasikan tentang senam kaki diabetes

3. MATERI (Terlampir)

4. PELAKSANAAN
1) Topik
Diabetes Mellitus Type II pada Lansia.
2) Sasaran atau target
Lansia yang berisiko mengalami Diabetes Mellitus di RT 02/08 Kelurahan Kelapa Dua
Wetan, Ciracas Jakarta Timur
3) Metode
a) Ceramah
b) Diskusi
c) Demonstrasi
d) Re-demontrasi
e) Tanya dan Jawab
4) Media dan Alat
a) Leaflet
b) Speaker dan musik pengiring senam
c) Microphone
d) Kursi
e) Proyektor dan layar proyektor
5) Waktu dan Tempat
Hari : Senin
Tanggal : 12 November 2021
Jam : 11.00- 11.40 WIB
Tempat : Kantor secretariat RW 08 Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas
Jakarta Timur
6) Pengorganisasian
e) Leader/pemateri : Dian Indah Putri, S.Kep
f) Co-Leader : Suryandini Hermawan, S.Kep
g) Fasilitator : Vina Nada Karanina, S.Kep
Maretha Huda Pratiwi, S.Kep
Saeful, S.Kep
h) Observer : Cahyany Prayitno, S.Kep
i)
7) Setting Tempat
L
C

S S S S S

F
S S S S SS
F

F
O

D
Keterangan :
L : Leader
C : Co-Leader
S : Peserta
O : Observer
F : Fasilitator
D : Dosen pembimbing

8) Uraian tugas
a) Leader
 Mempresentasikan materi yang akan diberikan
 Mengevaluasi peserta tentang materi yang akan diberikan
 Memberikan reinforcement (+)
b) Co-Leader
 Pada acara pembukaan
- Mengucapkan salam
- Membuka acara
- Memperkenalkan mahasiswa
- Menjelaskan topik serta tujuan penyuluhan
- Menanyakan yang suka / sering makan sayur siapa aja
- Menjelaskan kontrak waktu
- Menjelaskan sesi tanya jawab di akhir materi
- Memfokuskan peserta pada acara penyuluhan tersebut
 Kegiatan inti (isi)
- Co-Leader melakukan demonstrasi tentang cara membuat jus jambu biji
- Meminta peserta memberikan pertanyaan atas penjelasan yang tidak
dipahami
- Memberikan kesempatan pada peserta atas jawaban yang diajukan
untuk menjawab
 Pada acara penutup
- Menyimpulkan serta menutup diskusi
- Mengucapkan salam
c) Fasilitator
 Memotivasi peserta agar tetap aktif/ berperan aktif
 Membuat absensi penyuluhan
 Mengantisipasi suasana yang dapat mengganggu kegiatan penyuluhan
d) Observer
 Mengawasi proses pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir/ mengatur
waktu saat penyuluhan
 Membuat laporan penyuluhan yang telah dilaksanaan
7. KEGIATAN PENYULUHAN

Kegiatan penyuluh Kegiatan audiens/sasaran Media dan Alat


Pembukaan (5 menit) Speaker/Mic,
a) Co-Leader memberikan salam a) Menjawab salam Laptop, Layar
Proyektor

b) Co-Leader memperkenalkan b) Mendengarkan dan


diri sendiri dan anggota menyimak
penyuluh

c) Co-Leader menjelaskan c) Mendengarkan dan


tentang topik penyuluhan menyimak

d) Co-Leader membuat kontrak d) Mendegarkan dan


waktu serta tujuan penyuluhan menyimak

e) Menanyakan masalah anemia e) Mengemukakan


yang dirasakan saat ini kepada permasalahan (jika ada)
audiens

f) Mendiskusikan masalah f) Mendengarkan dan


mengenai anemia yang terjadi menyimak
pada remaja
Penyajian (50 menit) PPT, speaker/mic,
a) Mengkaji pengetahuan audiens a) Mengemukakan
video senam lansia
tentang apa itu Diabetes pendapat dan menyimak
Mellitus

b) Memberi reinforcement (+) b) Mendengarkan dan


menyimak
c) Menjelaskan tentang c) Mendengarkan dan
pengertian Diabetes Mellitus menyimak

d) Mengkaji pengetahuan audiens d) Mengemukakan


tentang penyebab Diabetes pendapat dan menyimak
Mellitus

e) Memberikan reinforcement (+) e) Mendengarkan dan


menyimak

f) Menjelaskan tentang penyebab f) Mendengarkan dan


Diabetes Mellitus menyimak

g) Mengkaji pengetahuan audiens g) Mengemukakan pendap


tentang factor risiko Diabetes at dan menyimak
Mellitus

h) Memberikan reinforcement (+) h) Mendengarkan dan


menyimak

i) Menjelaskan tentang factor risi i) Mendengarkan dan men


ko Diabetes Mellitus yimak

j) Mengkaji pengetahuan audiens j) Mengemukakan


tentang tanda dan gejala pendapat dan menyimak
Diabetes Mellitus

k) Memberikan reinforcement (+) k) Mendengarkan dan


menyimak

l) Menjelaskan tentang tanda dan l) Mendengarkan dan men


gejala Diabetes Mellitus yimak

m) Mengkaji pengetahuan audiens m) Mengemukakan


tentang komplikasi/dampak pendapat dan menyimak
Diabetes Mellitus jika tidak
ditangani dengan baik

n) Memberi reinforcement (+) n) Mendengarkan dan


menyimak

o) Menjelaskan tentang komplika o) Mendengarkan dan


si/ dampak Diabetes Mellitus menyimak
jika tidak ditangani dengan
baik p) Mengemukakan pendap
p) Megkaji pengetahuan audiens t at dan menyimak
entang pencegahan Diabetes
Mellitus q) Mendengarkan dan
menyimak
q) Memberikan reinforcement (+)
r) Mendengarkan dan
r) Menjelaskan tentang pencegah menyimak
an Diabetes Mellitus
s) Mendengarkan dan
s) Mendemonstrasikan senam kak menyimak
i diabetes
t) Me re-demonstrasi
t) Re-demonstrasi senam kaki dia senam kaki diabetes
betes

Penutup (5 menit) Sound/mic, leaflet


a) Menjawab pertanyaan
a) Mengevaluasi audiens dan
co-leader dan
memberi pertanyaan kepada memberikan pertanyaan
audiens serta memberikan
kesempatan audiens untuk
bertanya

b) Memberi reinforcement (+) b) Mendengarkan dan


menyimak

c) Bersama audiens c) Bersama moderator


menyimpulkan materi menyimpulkan

d) Membagikan d) Menerima
leaflet/selembaran

e) Menutup dengan salam e) Menjawab salam

6.EVALUASI
1) Evaluasi struktur
 SAP sudah dikonsultasikan dengan dosen pembimbing
 Leaflet sudah dikonsultasikan dengan dosen pembimbing
 Materi terlampir SAP sudah dikonsultasikan dengan dosen pembimbing
 Sudah kontrak dengan pihak RT terkait pelaksanaan penyuluhan Kesehatan tentang
Diabetes Mellitus di Kantor Sekretariat RW 08 KDW, Jakarta Timur.
 Alat dan media sudah tersusun sesuai rencana dan berfungsi dengan baik seperti
(Microphone, sound system dan proyektor)

2) Evaluasi proses
 Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang direncanakan
 Media, alat dan sarana dapat berfungsi dengan baik
 Peserta penyuluhan mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
 Kegiatan berjalan dengan lancar dan pelaksanaan kegiatan kondusif
 Peserta berperan aktif dalam jalannya penyuluhan
 Ruangan serta tempat penyuluhan nyaman dan tidak panas
 Peran dan fungsi masing-masing sesuai yang direncanakan

3) Evaluasi hasil
98% lansia hadir dalam acara penyuluhan. Setelah diberikan penyuluhan diharapkan
semua lansia mampu :
a. Menyebutkan pengertian Diabetes Mellitus
b. Menyebutkan penyebab Diabetes Mellitus
c. Menyebutkan factor risiko Diabetes Mellitus
d. Menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Mellitus
e. Menyebutkan komplikasi/ dampak Diabetes Mellitus jika tidak ditangani
f. Menjelaskan pencegahan Diabetes Mellitus
g. Mendemontrasikan tentang senam kaki diabetes
DAFTAR PUSTAKA
KEMENKES. (2021). Remaja Sehat Komponen Utama Pembangunan SDM Indonesia.
Kurniawaty. (2016). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe
II. Jurnal Majority, 27-31.
Puspasari. (2017). Gambaran Karakteristik Pasien Komplikasi Diabetes di Rumah Sakit Kristen
Ngesti Waluyo Parakan. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 107-112.
MATERI PENYULUHAN LANSIA
DIABETES MELLITUS TYPE II

A. Pengertian diabetes mellitus


Menurut American Diabetes Associatian, (2012) Diabetes Melitus (DM) sebagai suatu
kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena
kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Sedangkan Menurut
Wijayaningsih, (2013) Diabetes mellitus adalah penyakit herediter (diturunkan) secara
genetis resesi berupa gangguan metabolisme KH yang disebabkan kekurangan insulin
relative atau absolut yang dapat timbul pada berbagai usia dengan gejala hiperglikemia,
glikosuria, poliuria, polidipsi, kelemahan umum, dan penurunan berat badan.

Menurut Black dan Hawks, (2014) Diabetes mellitus adalah penyakit kronis progresif
yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk melakukan metabolism karbohidrat,
lemak, dan protein, mengarah kepada hiperglikemia (kadar glukosa tinggi). Hiperglikemi
jangka panjang dapat berperan menyebabkan komplikasi mikrovaskular kronik (penyakit
ginjal dan mata) dan komplikasi neuropatik. Diabetes juga dikaitkan dengan peningkatan
insidensi penyakit makrovaskular, seperti penyakit arteri coroner (infark miokard),
penyakit sebrovaskular (stroke), dan penyakit vascular perifer (Brunner & Suddarth,
2013).

Diabetes mellitus adalah penyakit gangguan metabolisme kronis yang disebabkan oleh
banyak factor yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah sebagai akibat dari
gangguan fungsi insulin. Diabetes adalah penyakit kronis yang kompleks dan
memerlukan perawatan medis berkelanjutan dengan strategi pengurangan risiko multi-
faktor diluar kendali glikemik (Marasabessy, N. B, 2020).

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab
kematian tertinggi di dunia, penyakit ini juga menjadikan penderitanya berkurang
produktivitas kerja yang berdampak pada berkurangnya pendapatan serta kualitas
hidupnya. Diabetes mellitus type II merupakan penyakit seumur hidup dimana tubuh
tidak mampu memproduksi atau menggunakan insulin dengan cara yang benar.
Gula dari makanan yang masuk melalui mulut dicernakan di lambung kemudian diserap
oleh usus, masuk kedalam aliran darah. Glukosa ini merupakan sumber energi utama bagi
sel tubuh di otot dan jaringan. Agar dapat melakukan fungsinya, gula membutuhkan
teman yang disebut sebagai insulin. Hormone insulin ini diproduksi oleh sel beta di pulau
Langerhans (Islets of Langerhans) dalam pancreas. Setiap kali kita makan maka pancreas
memberikan respons dengan mengeluarkan insulin ke dalam aliran darah, ibaratkan kunsi
insulin merupakan kunci yang akan membuka pintu sel agar glukosa masuk ke dalam sel
kemudian dialirkan ke alirah darah dan membentuk energi. Dengan demikian, kadar
glukosa didalam darah dapat menurun/ stabil.

Hati merupakan tempat penyimpanan sekaligus pusat pengolahan gula. Pada saat kadar
insulin meningkat seiring dengan makanan yang masuk ke dalam tubuh, hati akan
menimbun glukosa, yang nantinya akan dialirkan ke sel-sel tubuh bilamana dibutuhkan.
Ketika kita lapar dan tidak makan, insulin dalam darah rendah, timbunan gula dalam hati
(glikogen) akan diubah menjadi glukosa Kembali dan dikeluarkan ke aliran darah menuju
sel tubuh untuk dijadikan sebagai energi.

Pada penderita diabetes mellitus, ada gangguan keseimbangan antara transportasi gula ke
dalam sel, gula yang disimpan di hati, dan gula yang dikeluarkan oleh hati. Akibatnya,
kadar gula dalam darah meningkat. Dan kelebihan ini dikeluarkan melalui urine, oleh
karena itu keluaran urine menjadi banyak dan mengandung gula. Penyebab keadaan ini
hanya dua, pertama karena pancreas tidak mampu lagi memproduksi insulin dan yang
kedua sel tidak memberikan respon pada kerja insulin sebagai kunci untuk membuka
pintu sel sehingga gula tidak dapat masuk ke dalam sel untuk dialirkan ke aliran darah.

B. Penyebab diabetes mellitus


Diabetes melitus tipe II (NIDDM, Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus) diabetes
mellitus yang tidak tergantung pada insulin. Diabetes mellitus tipe II terjadi akibat
penurunan sensitivitas terhadap insulin (resistensi insulin) atau akibat penurunan
produksi insulin. Faktor risiko yang berhubungan dengan proses terjadinya diabetes tipe
II adalah sebagai berikut : usia (resistensi insulin cendrung meningkat pada usia diatas 65
tahun), obesitas, kelompok etnik, gaya hidup, merokok, riwayat dan keluarga.

C. Faktor risiko diabetes mellitus


Terdapat beberapa factor risiko terjadinya diabetes mellitus type II menurut Marasabessy,
N. B, 2020 adalah sebagai berikut:
1. Keturunan/ genetic
2. Ras atau etnis
3. Obseitas (kelebihan lemak akan memblokir kerja insulin, sehingga gula tidak dapat
terangkut kedalam sel)
4. Metabolic syndrome (mereka yang memiliki kelainan seperti tekanan darah
tinggi >140/90 mmHg, dan obseitas)

D. Tanda dan gejala diabetes mellitus


Menurut Black dan Hawks (2014) seseorang dapat dikatakan menderita diabetes melitus
ketika mengalami tanda dan gejala sebagai berikut :
1. Poliuria (sering BAK) : hal ini terjadi karena air tidak diserap kembali oleh tubulus
ginjal sekunder untuk aktivitas osmotik glukosa, mengarah kepada kehilangan air,
glukosa, dan elektrolit
2. Polidipsi (rasa haus berlebihan) : terjadi karena dehidrasi sekunder terhadap polyuria
menyebabkan rasa haus yang berlebihan
3. Pilifagi (rasa lapar berlebihan) : kelaparan sekunder terhadap katabolisme jaringan
menyebabkan rasa lapar.
4. Penurunn berat badan : kehilangan awal sekunder terhadap penipisan simpanan air,
glukosa, dan trigliserid, kehilangan kronis sekunder terhadap penurunan masa otot
karena asam amino dialihkan untuk membentuk glukosa dan keton
5. Pandangan kabur : terjadi karena paparan kronis retina dan lensa mata terhadap cairan
hiperosmolar
6. Lemah, letih, dan puisng : penurunan isi plasma mengarah pada postural hipertensi,
kehilangan kalium dan katabolisme protein berkontribusi terhadap kelemahan.
7. Ketonuria : ketika glukosa tidak dapat digunakan untuk energy oleh sel tergantung
insulin, asam lemak digunakan untuk energy : asam lemak dipecah menjadi keton
dalam darah dan disekresikan oleh ginjal. Pada DM tipe II insulin cukup untuk
menekan berlebihan penggunan asam lemak tapi tidka cukupp untuk penggunaan
glukosa.
8. Kadar glukosa darah pada waktu puasa lebih dari 120 mg/dl
9. Kadar glukosa darah dua jam sesudah makan lebih dari 200 mg/dl

E. Komplikasi/ dampak
Adapun beberapa komplikasi atau dampak dari penyakit diabetes mellitus jika tidak
tertangani dengan baik atau tidak terkontrol menurut (Maria. I, 2021) adalah sebagai
berikut:
1. Hipoglikemia
Bila kadar glukosa darah turun terlalu rendah dalam batas 20-50 mg/ 100 ml lebih dari
beberapa menit, akan menimbulkan gejala syok hipoglikemik ditandai oleh iritabilitas
progresif yang menyebabnkan pingsan, kejang, dan koma. Gejala hipoglikemik juga
ditandai dengan adrenergic yaitu berdebar, banyak keringat, gemetar,dan rasa lapar
2. Hiperglikemia
Akibat glukosa tidak dapat diangkut kedalam sel karena kuragnya insulin. tanpa
tersedianya karbohidrat untuk bahan bakar sel, hati mengubah simpanan glikogen
kembali ke glukosa (glikogenesis). Respon ini memperberat situasi dengan
meingkatnya kadar glukosa darah bahkan lebih tinggi (Black & Hawks, 2014).
Komplikasi kronis diabetes mellitus: klien/pasien dengan Diabetes Mellitus yang
hidup lebih lama, dengan peningkatan risiko untuk komplikasi kronis yaitu:
3. Komplikasi Makrovaskular yaitu penyakit seperti arteri coroner, penyakit
serebrovaskuler, hipertensi, penyakit pembuluh darah serta infeksi.
4. Komplikasi mikrovaskuler yaitu seperti retinopati (kerusakan pada mata), nefropati
(kerusakan pada ginjal), ulkus tungkai dan kaki (luka basah pada DM).
F. Pencegahan diabetes mellitus
Tindakan promosi Kesehatan:
1. Mengelola obesitas
2. Menjaga BB ideal
3. Olahraga
4. Tidak merokok
Tindakan pemeliharaan Kesehatan:
1. Pengenalan cepat dan pengobatan hiperglikemi (ketika gula darah meningkat) dengan
olahraga dan minum obat
2. Periksa Kesehatan secara teratur
3. Skrining klien dengan risiko tinggi (mereka dengan Riwayat keluarga DM)
Tindakan pemulihan Kesehatan
1. Melakukan pemeriksaan rutin Gula Darah Sewaktu (PGDS) untuk mempermudah
mengikuti perkembangan manifestasi
2. Mengendalikan factor risiko
3. Tekankan kepatuhan pengobatan dan tindak lanjut
Pencegahan diabetes mellitus dengan Teknik nonfarmakologi:
1. Latihan gerak 150 menit dalam seminggu (minimal 21 menit/ 30 menit dalam satu
hari)
2. Senam diabetes mellitus
DAFTAR PUSTAKA

KEMENKES. (2021). Remaja Sehat Komponen Utama Pembangunan SDM Indonesia.


Maria, I. (2021). Asuhan Keperawatan Diabetes Mellitus dan Stroke. Sleman: Depublish
Publisher.
Marasabessy, N. B. (2020). Pencegahan Penyakit Diabetes Mellitus Type II. Jakarta: NEM.
Tandia, H. (2017). Segala Sesuatu yang Harus Diketahui Tentang Diabetes Mellitus Type II.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
LAPORAN EVALUASI KEGIATAN PENYULUHAN LANSIA DENGAN TOPIK
DIABETES MELLITUS
KAMIS, 11 NOVEMBER 2021

A. TAHAP PERSIAPAN
Mahasiswa sudah menyiapkan media seperti Power Point, Leaflet, SAP sebelum kegiatan
berlangsung.

B. TAHAP PELAKSANAAN
1. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 11 November 2021. Sebelum pelaksanaan kegi
atan penyuluhan yang diajukan kepada lansia RT 12/ 08 Kelapa Dua Wetan saya suda
h menyiapkan media leaflet dan Power Point sebagai bahan penyampaian materi
terkait Diabetes Melitus.
2. Acara dimulai pada pukul 11.00, penyuluhan ini dinilai dan dilihat langsung oleh ibu
Indah Kurniasari yang mewakili dosen pembimbing .
3. Jumlah audiens yang hadir 98% sebanyak 9 audiens lansia RT 12/08 Kelapa Dua
Wetan
4. Panitia penyuluhan sebanyak 6 orang diantaranya adalah Fasilitator, Narasumber,
Observer dan Moderator. Panitia menjalankan tugas sesuai dengan jobdesk masing-
masing.
5. Acara penyuluhan yang bertema “Diabetes Melitus” dibuka oleh Moderator (Vina
Nada Karanina, S.Kep), dan diisi oleh Pemateri (Dian Indah Putri Arti, S.Kep).
6. Audiens berperan aktif menjawab dan bertanya
7. Audiens mengikuti penyuluhan dari awal sampai akhir
8. Pemateri dapat menghidupkan suasana ketika audiens mulai bosan
9. Posisi pemateri baik saat melakukan penyuluhan tidak membelakangi audiens,
Reinforcement ada dari pemateri.
C. TAHAP EVALUASI
a. Evaluasi struktur
a) Materi yang ingin disampaikan harus sudah siap 1 hari sebelum pelaksanaan
penyuluhan
b) Tempat dilaksanakannya penyuluhan telah dipersiapkan
c) Satuan acara penyuluhan dan proposal kegiatan telah dipersiapkan dan di print
d) Alat dan bahan yang diperlukan pada saat kegiatan telah dipersiapkan
e) Panitia berperan sesuai dengan jobdesk masing-masing

b. Evaluasi proses
a) Moderator membuka acara dengan baik, memperkenalkan diri dan memperkenalka
n semua anggota kelompok (panitia)
b) Peserta aktif dalam diskusi dan memperhatikan materi dengan baik
c) Terdapat 6 peserta aktif dalam proses penyuluhan
d) Setelah penyuluhan peserta selesai semua peserta melanjutkan kembali aktivitas di
kelas.
c. Evaluasi hasil
98% lansia RT 12/08 hadir dalam acara penyuluhan setelah diberikan penyuluhan
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan 98% peserta :
a. Menyebutkan pengertian Diabetes Mellitus
b. Menyebutkan penyebab Diabetes Mellitus
c. Menyebutkan factor risiko Diabetes Mellitus
d. Menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Mellitus
e. Menyebutkan komplikasi/ dampak Diabetes Mellitus jika tidak ditangani
f. Menjelaskan pencegahan Diabetes Mellitus
g. Mendemontrasikan tentang senam kaki diabetes

D. FAKTOR PENDUKUNG
Factor pendukung pada saat melakukan kegiatan penyuluhan Kesehatan lansia mengenai di
abetes melitus di RT 02 RW 08 Kelapa Dua Wetan, Ciracas Jakarta Timur ialah panitia ya
ng aktif dalam membantu persiapan alat, penjemputan audiens, serta periapan tempat kegia
tan penyuluhan. Selain itu, terkait dana yang bersumber dari mahasiswa itu sendiri menjadi
salah satu faktor pendukung dalam kesuksesan acara. Dengan adanya dana kelompok (pani
tia) sehingga dapat mempersiapkan doorprize, snack untuk para audiens serta kelancaran a
cara.
E. FAKTOR PENGHAMBAT DAN SOLUSI
Terdapat faktor penghambat yang dapat membuat kondisi kegiatan menjadi kurang fokus a
dalah:
a) Kondisi tempat kegiatan yang kurang memadai karena bising dan sempit. Sehingga
pada saat proses berjalannya kegiatan terdapat beberapa audiens tampak bosan dan
kepanasan.
Solusi yang diberikan dalam permasalahan ini adalah membuka semua pintu dan
jendela agar tidak terlalu panas.
b) Kondisi tempat kegiatan yang berada dipinggir jalan, sehingga berisiko untuk para
lansia (audiens) dalam menuju tempat kegiatan.
Solusi yang diberikan adalah semua panitia ikut menjemput dan mengantar lansia
menyeberang jalan.

Jakarta, 11 November 2021

Koordiantor Pelaksana,

Dian Indah Putri Arti , S.Kep


ABSENSI KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN DIABETES MELITUS
DOKUMENTASI KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN DIABETES MELITUS
LAPORAN KEGIATAN
PENYULUHAN KESEHATAN KESEHATAN JIWA PADA
REMAJA DI WILAYAH RT 12 RW.08
KELAPA DUA WETAN
13 NOVEMBER 2021

Disusun Oleh:
Saeful, S.Kep

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


INSTITUT KESEHATAN DAN TEKNOLOGI JAKARTA
JAKARTA
2021
PROPOSAL KEGIATAN
PENYULUHAN KESEHATAN KESEHATAN JIWA PADA REMAJA DI WILAYAH
RW.08 KELAPA DUA WETAN
(AGREGAT REMAJA)
Sabtu, 13 November 2021

A. LATAR BELAKANG
Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat secar
a fisik, psikologis maupun intelektual. Sifat khas remaja mempunyai rasa keingintahuan yang
besar, menyukai, petualangan dan tantangan serta cenderung berani menanggung risiko atas p
erbuatannya tanpa didahului oleh pertimbangan yang matang. Apabila keputusan yang diambi
l dalam menghadapi konflik tidak tepat, mereka akan jatuh kedalam perilaku berisiko dan mu
ngkin harus menanggung akibat jangka pendek dan jangka panjang dalam berbagai masalah k
esehatan fisik dan psikososial. Sifat dan perilaku berisiko pada remaja tersebut memerlukan k
etersediaan pelayanan kesehatan peduli remaja yang dapat memenuhi kebutuhan kesehatan re
maja termasuk pelayanan untuk kesehatan reproduksi (KEMENKES RI, 2015).
RISKESDAS 2013 melakukan penilaian gangguan mental emosional pada penduduk Indonesi
a seperti pada RISKESDAS 2007. Gangguan mental emosional adalah istilah yang sama deng
an distress psikologik. Kondisi ini adalah keadaan yang mengindikasikan sesoerang sedang m
engalami perubahan psikologis. Berbeda dengan gangguan jiwa berat psikosis dan skizofrenia
gangguan mental emosional adalah gangguan yang dapat dialami semua orang pada keadaan
tertentu, tetapi dapat pulih seperti semula. Gangguan ini dapat berlanjut menjadi gangguan ya
ng lebih serius apabila tidak berhasil ditanggulangi (Riskesdas, 2013).
Gangguan mental emosional penduduk Indonesia berdasarkan RISKESDAS 2007 adalah 11,6
persen dan bervariasi dianatara provinsi dan kabupaten/kota. Pada RISKESDAS tahun 2013,
prevalensi gangguan mental emosional dinilai kembali dengan menggunakan alat ukur serta m
etode yang sama. Gangguan mental emosional diharapkan tidak berkembang menjadi lebih se
rius apabila orang yang mengalaminya dapat mengatasi atau melakukan pengobatan sedini mu
ngkin kepusat pelayanan kesehatan atau berobat ke tenaga kesehatan yang kompeten (Riskesd
as, 2013).
Prevalensi penduduk yang mengalami gangguan mental emosional secara nasional adalah 6,0
% (31.728 orang dari subyek yang dianalisis). Provinsi dengan prevalensi gangguan mental e
mosional tertinggi adalah Sulawesi Tengah (11,6%), sedangkan yang terendah di Lampung (1,
2%). Prevalensi gangguan mental emosional berdasarkan karakteristik individu dan cakupan
pengobatan seumur hiudp serta 2 minggu terakhir terdapat pada laporan Riskesdas 2013 dala
m Angka (Riskesdas, 2013).
Prevalensi gangguan jiwa berat pada penduduk Indonesia 1,7 per mil. Gangguan jiwa berat ter
banyak di Daerah Istimewa Yogyakarta, Aceh, Sulawesi Selatan, Bali dan Jawa Tengah. Prop
orsi RT yang pernah memasang ART gangguan jiwa berat 14,3 persen dan terbanyak pada pe
nduduk yang tinggal dipedesaan (18,2%), serta pada kelompok penduduk dengan kuintil inde
ks kepemilikan terbawah (19,5%). Prevalensi ganggual mental emosional pada penduduk Ind
onesia 6,0 persen. Provinsi dengan prevalensi gangguan mental emosional tertinggi adalah Sul
awesi Tengah, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Timur (Risk
esdas, 2013).
B. TUJUAN KEGIATAN
a. Tujuan umum
Untuk meningkatkan pengetahuan tentang Kesehatan jiwa pada agregat remaja di RW 08
Kelurahan Kelapa Dua Wetan Kecamatan ciracas Jakarta Timur
b. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan peserta mampu:
a) Memahami pengertian remaja
b) Memahami pengertian kesehatan jiwa
c) Memahami dan menyebutkan ciri-ciri sehat jiwa
d) Memahami tentang tugas perkembangan remaja
e) Memahami dan menjelaskan masalah yang sering dialami oleh remaja
f) Memahami dan menjelaskan kembali tentang stress, penyebab stress dan bagaimana
cara menangani stress
g) Memahami dan menyebutkan upaya mengembangkan emosi
h)
C. RENCANA KEGIATAN
a. Topik materi : Kesehatan jiwa
b. Sasaran kegiatan : Anak Remaja awal-akhir
c. Target peserta : 15 orang
d. Metode : - Ceramah
- Video
- Diskusi
e. Media dan alat : - Video
- Leaflet
- Proyektor
- Mic
- Sound sistem
- Laptop
f. Waktu : Pukul 13.00 s/d selesai
g. Tempat : Kediaman ibu RT 12

D. PENGORGANISASIAN/KEPANITIAAN
a. Leader/pemateri : Saeful, S.Kep
b. Co leader : Vina Nada Karanina, S.Kep
c. Fasilitator : Maretha Huda Pratiwi, S,Kep
Cahyani Prayitno, S.Kep
Dian Indah Putri A, S.Kep
d. Observer : Suryandini Hermawan, S.Kep

E. RENCANA ANGGARAN
No Jenis Anggaran Jumlah
.
1. Pemasukkan Kegiatan :
a. Dana kas kelompok
(Rp.25.000 x 6 Individu) Rp. 150.000 + Rp. 150.000 = Rp.
b. Dana kas gabungan kelompok 300.000
(Rp.30.000 x 5 Individu)
2. Pengeluaran Kegiatan Rp. 35.000 + Rp. 60.000 + Rp. 140.000
a. Print Leaflet (35 x Rp.1.000)
b. Doorprize (4 x Rp. 15.000)
c. Snack Konsumsi (20 x Rp. 7.000)
Total Rp. 235.000 (Dana Terpakai)
Rp. 65.000 (Dana Tersisa)

F. STRATEGI PELAKSANAAN KEGIATAN


1. Tahap Persiapan
a) Peran Moderator :
a. Membuka dan menutup acara
b. Memperkenalkan Diri
c. Menetapkan tata tertib acara penyuluhan
d. Menjaga kelancaran acara
e. Memimpin diskusi
b) Peran Penyuluh :
1) Menyajikan materi penyuluhan
2) Bersama fasilitator menjalin kerja sama dalam acara penyuluhan
c) Peran Obsever :
1) Mengamati jalannya kegiatan
2) Mengevaluasi kegiatan
3) Mencatat perilaku verbal dan non verbal peserta kegiatan
d) Peran Fasilitator :
1) Bersama moderator menjalin kerjasama dalam menyampaikan materi
penyuluhan ke remaja
2) Motivasi peserta kegiatan dalam bertanya
3) Menjadi contoh dalam kegiatan
e) Persiapan Alat dan Media :
1) Peroyektor dan Layar Proyektor dipersiapkan 2 hari sebelum penyuluhan
2) Leaflet diprint sesuai peserta, dilebihkan 2-3 leaflet
3) Konsumsi peserta sudah disiapkan H-1
4) PPT sudah dibuat sesuai materi SAP
5) Pastikan dan konfirmasi kembali jumlah peserta yang akan hadir
6) Speaker dan MIC diperiksa kembali H-1
7) Kondisi tempat (kursi) jaga jarak dan sesuai protokol kesehatan
8) Laptop sudah dipersiapkan 2 jam sebelum acara berlangsung
9) Sound sudah diperiksa H-1
10) Pastikan terdapat tempat cuci tangan atau handsanitizer dilokasi penyuluhan
2. Tahap Pelaksanaan
No Kegiatan Punyuluh Kegiatan Audien/peserta Media dan
Alat
1. Pembukaan 13.00-16.05 (5 menit)
(Moderator) Speaker, mic.
a) Moderator memberikan salam a) Audiens menjawab salam
pembuka
b) Moderator memperkenalkan b) Mendengarkan dan menyimak

mahasiswa dan dosen


pembimbing
c) Mendengarkan dan menyimak
c) Moderator menjelaskan tentang
topik penyuluhan
d) Mendegarkan dan menyimak
d) Menyampaikan tujuan yang
ingin dicapai baik TIU maupun
TIK
e) Mengemukakan permasalahan
e) Moderator membuat kontrak
(jika ada)
waktu serta tujuan penyuluhan
f) Apersepsi peserta
f) Mendengarkan dan menyimak
g) Mendiskusikan masalah
2. Penyajian 13.05-13.25 (20 menit)
(Leader) Speaker, mic,
a) Mengkaji pengetahuan audiens a) Mengemukakan pendapat proyektor,
tentang pengertian remaja tentang pengertian remaja laptop, LCD
b) Memberi reinforcement (+) b) Mendengarkan dan
menyimak
c) Menjelaskan pengertian sehat c) Mendengarkan dan
jiwa menyimak
d) Mengkaji pengetahuan audiens d) Mengemukakan pendapat
mengenai ciri-ciri sehat jiwa mengenai ciri-ciri sehat jiwa
e) Memberi reinforcement (+) e) Mendengarkan dan
menyimak
f) Menjelaskan tentang tugas dan f) Mendengarkan dan
perkembangan remaja menyimak
g) Mengkaji pengetahuan tentang g) Mengemukakan pendapat
masalah yang sering dialami mengenai tugas dan
oleh remaja perkembangan remaja
h) Memberi reinforcement (+) h) Mendengarkan dan
i) Menjelaskan tentang stress, menyimak
penyebab stress, dan bagaimana i) Mendengarkan dan
cara menangani stress menyimak
j) Mengkaji pengetahuan audiens j) Mengemukakan pendapat
bagaimana cara mengenai penyebab stress
mengembangkan emosi dan bagaimana cara
menangani stress
k) Memberi reinforcement (+) k) Mendengarkan dan
menyimak
l) Memberi kesempatan untuk l) Audiens menyampaikan
audiens bertanya pertanyaan
m) Menjawab pertanyaan audiens m) Mendengarkan dan
menyimak
3. Penutup 13.25-13.30 (5 menit)
Moderator dan Fasilitator
a) Mengevaluasi audiens dan a) Audiens menjawab Mic, sound, l
memberi pertanyaan kepada pertanyaan eaflet, Snack,
audiens hadiah
b) Memberi reinforcement (+) b) Mendengarkan dan
menyimak
c) Memberikan hadiah untuk c) Menerima hadiah
penjawab pertanyaan
d) Bersama audiens menyimpulkan d) Aktif menyimpulkan
materi
e) Fasilitator Membagikan leaflet e) Menerima leaflet
dan Snack
f) Menutup dengan salam f) Menjawab salam

3. Tahap Evaluasi
a) Evaluasi Struktur
1) Materi yang ingin disampaikan harus sudah siap 5 hari sebelum pelaksanaan p
enyuluhan
2) Undangan kegiatan penyuluhan sudah jadi dan disebarkan 3 hari sebelum pen
yuluhan berlangsung
3) Tempat yang ingin digunakan untuk penyuluhan sudah di survey 2 hari sebelu
m dilaksanakan penyuluhan
4) Satuan Acara Pelaksanaan (SAP) sudah disiapkan 3 hari sebelum penyuluhan
5) Waktu penyuluhan sudah harus dipersiapkan bersamaan dengan SAP
6) Alat dan media sudah direncanakan dan di persiapkan sebelum acara penyuluh
an dilaksanakan
7) Peran dan fungsi masing-masing pengorganisasian sesuai dengan yang direnca
nakan
b) Evaluasi Proses
1) 50 % undangan yang diundang hadir
2) Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang direncanakan
3) Ruangan yang digunakan untuk penyuluhan nyaman dan kondusif
4) Alat dan media yang telah disiapkan dapat digunakan dengan baik
5) Peserta penyuluhan mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir
6) Peserta berperan aktif dalam jalannya diskusi

c) Evaluasi Hasil
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan 60% peserta:
1) Mampu menjelaskan pengertian remaja
2) Mampu menjelaskan pengertian kesehatan jiwa
3) Mampu menjelaskan ciri-ciri sehat jiwa
4) Mampu menyebutkan tentang tugas perkembangan remaja
5) Mampu memahami dan menjelaskan masalah yang sering dialami oleh remaj
a
6) Mampu memahami dan menjelaskan Kembali tentang stress, penyebab stress,
dan bagaimana cara menangani stress
7) Mampu memahami dan menyebutkan upaya mengembangkan emosi

A. Penutup

Mengetahui, Jakarta, 13 November 2021


Preceptor Akademik Koordinator Kegiatan

(Ns. Andriaty Reny, S.Kep,. MKM) (Saeful, S.Kep)


SATUAN ACARA PENYULUHAN

Judul penyuluhan : Kesehatan Jiwa Pada Remaja


Hari/ Tanggal : Sabtu, 13 November 2021
Waktu : 30 menit
Sasaran : Remaja awal-akhir
Tempat : Rumah ibu RT 12
Penyuluh : Saeful, S.Kep

A. Tujuan
1. Tujuan Umum :
Setelah mengikuti penyuluhan remaja dapat mengetahui tentang kesehatan jiwa
secara umum, masalah yang sering terjadi pada kesehatan jiwa remaja serta cara
meningkatkan kesehatan jiwa.

2. Tujuan Khusus :
Setelah mengikuti penyuluhan anggota remaja mampu :
g. Menyebutkan pengertian remaja
h. Menyebutkan klasifikasi remaja
i. Menyebutkan pengertian jiwa secara umum
j. Menyebutkan pengertian kesehatan jiwa
k. Menyebutkan kriteria sehat jiwa
l. Menyebutkan prinsip dalam kesehatan jiwa
m. Menyebutkan masalah/ gangguan kesehatan jiwa yang sering terjadi pada remaja
n. Menyebutkan cara meningkatkan kesehatan jiwa pada remaja

B. Pokok bahasan penyuluhan


1. Pengertian remaja
2. Klasifikasi remaja
3. Pengertian jiwa
4. Pengertian kesehatan jiwa
5. Kriteria sehat jiwa
6. Prinsip dalam kesehatan jiwa
7. Masalah/ gangguan kesehatan jiwa yang sering terjadi pada remaja
8. Cara meningkatkan kesehatan jiwa pada remaja

C. Metode Penyuluhan
1. Ceramah
2. Tanya jawab/diskusi
3. Demonstrasi

D. Media Penyuluhan
Media penyuluhan yang digunakan :
1. Laptop
2. MIC
3. Speaker
4. Infokus
5. Layar Infokus

E. Materi (terlampir)

F. Waktu dan tempat


Hari : Sabtu
Tanggal : 13 November 2021
Jam : 13.00 s/d 13.30
Tempat : Rumah RT 12

G. Pengorganisasian
1. Leader : Saeful
2. Moderator : Suryandini Hermawan
3. Fasilitator : Dian Indah Putri A
Cahyany Prayitno
Maretha Huda Pratiwi
4. Observer : Vina Nada Karanina

H. Setting Tempat

Pemateri

Moderator

Fasilotator

Observer/Dokumentasi

I. Uraian tugas
a) Leader
 Mempresentasikan materi yang akan diberikan
 Mengevaluasi peserta tentang materi yang akan diberikan
 Memberikan reinforcement (+)
b) Co-Leader
 Pada acara pembukaan
- Mengucapkan salam
- Membuka acara
- Memperkenalkan mahasiswa dan dosen pembimbing
- Menjelaskan topik serta tujuan penyuluhan
- Menjelaskan kontrak waktu
- Menjelaskan sesi tanya jawab di akhir materi
- Memfokuskan peserta pada acara penyuluhan tersebut
c) Fasilitator
a. Memfasilitasi penyuluhan dari awal hingga akhir
b. Memperhatikan peserta pada saat berjalannya penyuluhan
d) Observer
a. Mengevaluasi kegiatan penyuluhan dari awal hingga akhir

J. Kegiatan Belajar Mengajar/ penyuluhan

No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Media


1. 5 menit Pembukaan: 1. Menjawab Mic ,speaker,
1. Mengucapkan salam 2. Menjawab PPT
2. Melakukan 3. Menyetujui
evaluasi/validasi kontrak
3. Menjelaskan/ membuat 4. Menyimak
kontrak topik, waktu dan penjelasan
tempat penyuluhan 5. Menjawab
4. Menjelaskan tujuan pertanyaan yang
penyuluhan. diajukan oleh
5. Menggali pengetahuan penyuluh
awal responden tentang
kesehatan jiwa
2. 20 menit Pelaksanaan : 1. Menjawab Mic ,speaker
1. Menggali pengetahuan pertanyaan yang PPT
responden tentang diajukan
remaja pembicara
2. Menjelaskan pengertian 2. Menyimak
remaja penjelasan
3. Menjelaskan klasifikasi 3. Menyimak
remaja penjelasan
4. Menjelaskan pengertian 4. Menyimak
jiwa penjelasan
5. Menjelaskan pengertian 5. Menyimak
kesehatan jiwa penjelasan
6. Menjelaskan kriteria 6. Menyimak
sehat jiwa penjelasan
7. Menjelaskan prinsip 7. Menyimak
dalam kesehatan jiwa penjelasan
8. Menggali pengetahuan 8. Menjawab
responden tentang pertanyaan yang
masalah/ gangguan diajukan oleh
kesehatan jiwa yang pembicara
sering terjadi pada 9. Menyimak
remaja penjelasan
9. Menjelaskan masalah/ 10. Menyimak
gangguan kesehatan jiwa penjelasan
yang sering terjadi pada 11. Bertanya
remaja 12. Responden
10. Menjelaskan cara termotivasi
meningkatkan kesehatan
jiwa
11. Memberikan kesempatan
untuk responden
bertanya
12. Memberikan
reinforcement positif
3. 5 menit Penutup 1. Menyimak Mic, speaker
1. Mengevaluasi materi penjelasan
yang telah disampaikan. 2. Menyimak
2. Menyimpulkan materi penjelasan
yang telah disampaikan. 3. Menyimak
3. Membuat kontrak yang penjelasan
akan datang (topik, 4. Menjawab
waktu dan tempat) salam
4. Mengucapkan salam.

K. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Remaja menghadiri penyuluhan
b. Alat dan media disiapkan dan berfungsi sesuai dengan rencana
c. Peran dan fungsi masing-masing anggota sesuai dengan yang telah direncanakan
2. Evaluasi Proses
a. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang direncanakan
b. Remaja yang diberikan penyuluhan mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
c. Remaja berperan aktif dalam jalannya penyuluhan dan pada saat diskusi berjalan
3. Evaluasi Hasil
Setelah diberikan pendidikan kesehatan/ penyuluhan mengenai kesehatan jiwa pada
remaja terjadi peningkatan pengetahuan dan dapat memahami dengan baik sebanyak
70%.

Materi penyuluhan
A. Pengertian remaja
Remaja adalah adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan dewasa
yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir
belasan tahun atau awal dua puluhan tahun (Keliat, 2014).

B. Klasifikasi remaja
1. Remaja awal (Early adolescence) – 10-13 tahun
Pada tahap ini remaja masih terheran-heran akan perubahan-perubahan yang terjadi
pada tubuhnya sendiri dan dorongan-dorongan yang menyertai perubahan-perubahan
itu.
2. Remaja tengah (Middle adolescence) – 14-16 tahun
Pada tahap ini remaja sangat membutuhkan kawan-kawan.
3. Remaja akhir (late adolescence) – 17-19 tahun
Pada tahap ini biasanya remaja memiliki minat yang mantap, egosentrisme
(memusatkan perhatian pada diri sendiri) serta memiliki dinding untuk memisahkan
diri dari masyarakat/ sosial.

C. Pengertian jiwa
Jiwa adalah unsur manusia yang bersifat nonmateri, tetapi fungsi dan manifestasinya
sangat terkait pada materi. Hal ini karena jiwa memang bukan berupa benda, melainkan
sebuah sistem perilaku, hasil olah pemikiran, perasaan, persepsi, dan berbagai pengaruh
lingkungan sosial. Semua ini merupakan manifestasi sebuah kejiwaan seseorang.

D. Pengertian kesehatan jiwa


Sehat (health) adalah konsep yang tidak mudah diartikan sekalipun dapat kita
rasakan dan diamati keadaannya. Orang ‘gemuk’ dianggap sehat dan orang yang
mempunyai keluhan dianggap tidak sehat. Faktor subjektifitas dan kultural
mempengaruhi pemahaman dan pengertian orang terhadap konsep sehat. World Health
Organization (WHO) merumuskan sehat dalam arti kata yang luas, yaitu keadaan yang
sempurna baik fisik, mental maupun social, tidak hanya terbebas dari penyakit atau
kelemahan/cacat.
Kesehatan jiwa bagi manusia berarti terwujudnya keharmonisan fungsi jiwa dan
sanggup menghadapi problem, merasa bahagia dan mampu diri. Orang yang sehat jiwa
berarti mempunyai kemampuan menyesuaikan diri dengan diri sendiri, orang lain,
masyarakat, dan lingkungan. Manusia terdiri dari bio, psiko, sosial, dan spiritual yang
saling berinteraksi satu dengan yang lain dan saling mempengaruhi.
Jiwa yang sehat didefinisikan dengan tepat meskipun demikian ada beberapa
indikator menilai kesehatan jiwa. Karl Menninger mendefinisikan orang yang sehat
jiwanya adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri, serta
berintegrasi dan berintraksi dengan baik, tepat dan bahagia. Michael Kirk Patrick
mendefinisikan orang yang sehat jiwa adalah orang yang bebas dari gejala gangguan
psikis, serta dapat berfungsi optimal sesuai apa yang ada padanya. Clausen mengatakan
bahwa orang yang sehat jiwa adalah orang yang dapat mencegah gangguan mental akibat
berbagai stressor, serta dipengaruhi oleh besar kecilnya stressor, intensitas, makna,
budaya, kepercayaan, agama dan sebagainya

E. Kriteria sehat jiwa


Seseorang yang sehat mental menurut WHO mempunyai ciri sebagai berikut:
1. Menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan
2. Memperoleh kepuasan dari usahanya
3. Merasa lebih puas memberi daripada menerima
4. Saling tolong menolong
5. Menerima kekecewaan untuk pelajaran yang akan datang
6. Mengarahkan rasa bermusuhan pada penyelesaian yang kreatif dan konstruktif
7. Mempunyai kasih sayang.

F. Cara meningkatkan kesehatan jiwa


1. Asertif
Jujur, mengatakan apa adanya tanpa menyinggung perasaan orang lain.
2. Solitude
Introspeksi diri, merenung untuk berpikir dan mengoreksi diri.
3. Kesehatan fisik umum
Menjaga kesehatan fisik dengan olahraga, nutrisi yang sehat/adekuat dan periksa
kesehatan rutin.
4. Mekanisme Koping
Melatih mekanisme koping yang positif (adaptif/konstruktif) dan berusaha
menghilangkan mekanisme koping yang negative (maladaptive/destruktif).

G. Prinsip dalam kesehatan jiwa


Prinsip kesehatan jiwa dalam upaya memelihara dan meningkatkan kesehatan jiwa, serta
mencegah terjadinya gangguan jiwa meliputi:
1. Kesehatan dan penyesuaian jiwa tidak terlepas dari kesehatan fisik dan integritas
organisme. Untuk memelihara kesehatan jiwa dan penyesuaian yang baik, perilaku
manusia harus sesuai dengan sifat manusia sebagai pribadi yang yang bermoral,
intelektual, religius, emosional dan social.
2. Kesehatan dan penyesuaian jiwa memerlukan integrasi dan pengendalian diri yang
meliputi pemikiran, imajinasi, hasrat, emosi dan perilaku.
3. Dalam pencapaian pemeliharaan kesehatan dan penyesuaian jiwa, diperlukan
perluasan pengetahuan tentang diri sendiri.
4. Kesehatan jiwa memerlukan konsep diri yang sehat yang meliputi penerimaan diri
dan usaha yang realistis terhadap status atau harga dirinya sendiri.
5. Pemahaman diri dan penerimaan diri harus ditingkatkan untuk mencapai kesehatan
dan penyesuaian jiwa.
6. Stabilitas jiwa dan penyesuaian yang baik memerlukan pengembangan terus menerus
dalam diri seseorang mengenai kebijakan moral yang tinggi meliputi

H. Masalah/gangguan kesehatan jiwa yang sering terjadi pada remaja


1. Kecemasan
Suatu perasaan santai yang tidak samar-samar karena ketidaknyamanan atau rasa takut
yang disertai suatu respons.
Tingkatan ansietas:
a. Ansietas ringan
Seringkali berhubungan dengan ketegangan sehari-hari dan menyebabkan
seseorang menjadi waspada dan memperluas pandangan persepsi. Ansietas ringan
memiliki aspek positif yaitu memotivasi individu untuk belajar dan menghasilkan
serta meningkatkan pertumbuhan dan kreativitas.
b. Ansietas sedang
memungkinkan seseorang untuk memusatkan pada hal yang penting dan
mengesampingkan yang lain, sehingga seseorang mengalami perhatian yang
selektif namun dapat melakukan sesuatu yang lebih terarah.
c. Ansietas berat
Pada ansietas berat pasien lapangan persepsi pasien menyempit. Seseorang
cendrung untuk memusatkan pada sesuatu yang terinci, spesifik dan tidak dapat
berfikir tentang hal lain.
d. Tingkat panik
Perilaku yang tampak pada pasien dengan ansietas tingkat panik adalah pasien
tampakketakutan dan mengatakan mengalami teror, tidak mampu melakukan
sesuatu walaupun dengan pengarahan serta disorganisasi kepribadian.
2. Gangguan citra tubuh
Citra tubuh adalah sikap seseorang terhadap tubuhnya secara sadar dan tidak sadar
termasuk persepsi dan perasaan tentang ukuran dan bentuk fungsi, penampilan dan
potensi tubuh saat ini dan masa lalu.
3. Kehilangan
Kehilangan adalah suatu keadaan individu berpisah dengan sesuatu yang sebelumnya
ada, kemungkinan menjadi tidak ada, baik terjadi sebagian atau
keseluruhan.Kehilangan merupakan pengalaman yang pernah dialami oleh setiap
individu selama rentang kehidupan cenderung mengalami kembali walaupun dalam
bentuk berbeda.

Tipe kehilangan:
a. Kehilangan aktual atau nyata.
Kehilangan ini sangat mudah dikenal atau diidentifikasi oleh orang lain, seperti
hilangnya anggota tubuh sebahagian, amputasi, kematian orang yang sangat
berarti / di cintai.
b. Kehilangan persepsi.
Kehilangan jenis ini hanya dialami oleh seseorang dan sulit untuk dapat
dibuktikan, misalnya; seseorang yang berhenti bekerja / PHK, menyebabkan
perasaan kemandirian dan kebebasannya menjadi menurun.
Rentang respon kehilangan:
Denial —–> Anger —–> Bergaining ——> Depresi —— > Acceptance
1) Fase denial
a) Merupakan reaksi pertama pada fase ini adalah syok, tidak mempercayai
kenyataan
b) Ungkapan verbal pada fase ini biasanya individu mengatakan itu tidak
mungkin, saya tidak percaya itu terjadi .
c) Perubahan fisik; letih, lemah, pucat, mual, diare, gangguan pernafasan, detak
jantung cepat, menangis, gelisah.
2) Fase anger / marah
a) Individu mulai menyadari akan kenyataan yang terjadi
b) Timbul respon marah diproyeksikan pada orang lain
c) Reaksi fisik yang timbul adalah; muka merah, nadi cepat, gelisah, susah tidur,
tangan mengepal, serta perilaku agresif.
3) Fase bergaining / tawar- menawar
a) Ungkapan secara verbal pada fase ini adalah; kenapa harus terjadi pada saya?,
kalau saja yang sakit bukan saya,seAndainya saya hati-hati .
4) Fase depresi
a) Menunjukan sikap menarik diri, tidak mau bicara atau putus asa.
b) Gejalapada fase ini individu menolak makan, mengeluh suslit tidur, letih,
dorongan libido menurun.
5) Fase acceptance
a) Pikiran pada objek yang hilang mulai berkurang.
b) Ungkapan verbal pada fase ini adalah” apa yang dapat saya lakukan agar saya
cepat sembuh, yah, akhirnya saya harus operasi”
LAPORAN KEGIATAN PENYULUHAN
KESEHATAN JIWA
(KAMIS, 13 NOVEMBER 2021)

A. TAHAP PERSIAPAN
Tahap persiapan satu minggu sebelum diadakannya penyluhan Kesehatan Jiwa. Panitia
sudah mempersiapkan segala sesuatunya diantaranya pembuatan proposal Kesehatan
Jiwa, membuat satuan acara penyuluhan, konsultasi dengan pembimbing akademik,
mempersiapkan lembar balik, mempersiapkan leaflet, mempersiapkan konsumsi,
mempersiapkan media dan alat seperti speaker aktif, microphone dan infocus,
mempersiapkan daftar hadir/absensi kegiatan, kemudian melakukan konfirmasi waktu da
tempat dengan ibu ketua RT 12 RW 08 Kelurahan kelapa dia wetan.

B. TAHAP PELAKSANAAN
Pada har pelaksanaan penyuluhan (kamis, 13 november 2021), panitia melakukan setting
tempat untuk penyuluhan, Remaja yang hadir mengisi daftar hadir kemudian menerima
konsumsi/snack yang sudah disediakan panitia. Remaja dilakukan setting tempat untuk
penyuluhan, kegiatan penyuluhan Kesehatan Jiwa yang dimulai pukul 13.00 WIB s.d.
13.30 WIB dengan peserta yang hadir berjumlah 17 orang.

C. TAHAP EVALUASI
1. Evaluasi tahap persiapan
a. Materi yang ingin disampaikan harus sudah siap 1 hari sebelum pelaksanaan
penyuluhan
b. Tempat yang ingin digunakan untuk penyuluhan sudah siap 1 hari sebelum
dilaksanakan penyuluhan
c. Satuan Acara Pelaksanaan (SAP) sudah disiapkan 2 hari sebelum penyuluhan
d. Waktu penyuluhan sudah harus dipersiapkan bersamaan dengan SAP
e. Alat dan media sudah di rencanakan dan di persiapkan sebelum acara
penyuluhan di laksanakan
f. Peran dan fungsi masing-masing pengorganisasian sesuai dengan yang
direncanakan
2. Evaluasi tahap pelaksanaan
a. Moderator membuka acara sesuai dengan tugas yang diberikan
b. Peserta aktif dalam diskusi dan memperhatikan materi dengan baik
c. Setelah penyuluhan peserta selesai semua peserta melanjutkan kembali aktivitas
di kelas.
3. Evaluasi tahap hasil/evaluasi

- Remaja yang hadir sebanyak 17 orang


- Semua panitia hadir tepat waktu
- Target pencapaian 100%
- Media dan alat dapat digunakan secara optimal selama pelaksanaan kegiatan
- Kegiatan dapat berjalan lancar sesuai perencanaan

D. FAKTOR PENDUKUNG
1. Adanya kerjasama/kordinasi antara panitia dengan ketua RT 12 RW 08 Kelurahan
Kelapa Dua Wetan
2. Tersedianya tempat, media dan alat penyuluhan
3. Sasaran target peserta adalah Remaja

E. FAKTOR PENGHAMBAT DAN SOLUSI


1. Kesulitan menentukan jumlah peserta yang hadir. Solusinya yaitu melebihkan jumlah
konsumsi dan media (leaflet) untuk mengantisipasi jumlah yang kurang

Jakarta, 16 November 2021


pelaksana kegiatan,
Saeful, S.Kep
DAFTAR PUSTAKA
KEMENKES RI 2015. “Situasi Kesehatan jiwa pada remaja”. Diakses pada 29 Juni 2015. file:///
C:/Users/Home/Downloads/infodatin%20reproduksi%20remaja-ed.pdf
RISKESDAS 2013. RISET KESEHATAN DASAR. Diakses pada 1 Desember 2013. http://ww
w.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%202013.pdf
LAMPIRAN ABSENSI KEGIATAN PENYULUHAN
LAMPIRAN DOKUMENTASI KEGIATAN PENYULUHAN

n
LAPORAN KEGIATAN PENYULUHAN MEROKOK

DI RT 12 RW 08 KELURAHAN KELAPA DUA WETAN


CIRACAS JAKARTA TIMUR

2021

DISUSUN OLEH:

MARETHA HUDA PRATIWI, S.KEP

202015010

MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


INSTITUT KESEHATAN DAN TEKNOLOGI DKI JAKARTA

Jl. Raya PKP Kelapa Dua Wetan, Ciracas – Jakarta Timur

Tlp: (021) 8724191, (021) 8720626


PROPOSAL KEGIATAN PENYULUHAN REMAJA
RW 08 KELURAHAN KELAPA DUA WETAN KECAMATAN CIRACAS JAKARTA
TIMUR

SABTU, 13 NOVEMBER 2021

A. Latar Belakang
Merokok merupakan kegiatan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh karena menurut WHO
(World Health Organization), rokok merupakan zat aditif yang memiliki kandungan kurang lebih
4000 elemen, dimana 200 elemen di dalamnya berbahaya bagi kesehatan tubuh. Merokok
merupakan salah satu bentuk perilaku yang berisiko terhadap kesehatan seseorang, dimana pada
sekarang ini semakin berkembang dan menjadi kebiasaan di kalangan anak muda dan remaja.
Merokok merugikan kesehatan namun jumlah perokok justru semakin bertambah. Di Indonesia,
perilaku merokok dianggap sebagai kebiasaan yang sangat wajar. Perilaku merokok tidak pernah
surut karena merupakan perilaku yang masih dapat ditolerir oleh masyarakat (Agustina, Fitriani
2017).
Indonesia mengalami peningkatan terbesar perilaku merokok yang cenderung dimulai pada usia
yang semakin muda. Pada usia 10 -14 tahun, terdapat 2,0% remaja yang merokok, 0,7% di
antaranya merokok setiap hari dan 1,3% perokok kadang-kadang dengan rerata konsumsi 10
batang rokok perhari. Proporsi penduduk menurut usia mulai merokok untuk kelompok usia
muda (5 – 9 tahun) yang tertinggi adalah di Papua (3,2%), sekitar 30 kali lebih besar
dibandingkan dengan angka nasional (0,1%). Sebuah fakta baru yang diperoleh bahwa Indonesia
menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan jumlah perokok terbanyak dengan angka
61,4 juta perokok aktif atau seperempat jumlah penduduk Indonesia GATS (Global Adult
Tobbaco Survey) (TCSC, 2012). The Asean Tobacco Control Atlas (2014) meneliti bahwa lebih
dari 30% penduduk Indonesia yang merokok mulai mengonsumsi rokok sebelum mencapai umur
10 tahun dan Indonesia berada pada urutan 1 dari 10 negara ASEAN yang jumlah perokok laki-
laki dengan umur 13-15 tahun mencapai 41% (Agustina, Fitriani 2017).
Merokok dapat mengurangi daya tahan, membuat gelisah, menurunkan daya lihat dan koordinasi
gerak tubuh, respon mental menjadi lebih lambat karena daya ingat dan konsetrasi terganggu.
Merokok dapat merusak pemikiran dan tubuh serta dapat menimbulkan gejala yang kurang enak
seperti gelisah, konsentrasi terganggu, gangguan daya tangkap, gangguan fungsi prikomotor dan
stress. Rokok mengandung lebih dari empat ribu zat-zat dan dua ratus diantaranya telah
dinyatakan berdampak tidak baik bagi kesehatan. Zat yang paling berbahaya sekaligus racun
utama pada rokok adalah tar, nikotin dan karbon monoksida (CO) (Agustina, Fitriani 2017).
Bahaya merokok bagi remaja diantaranya dapat meningkatkan resiko kanker paru-paru dan
penyakit jantung di usia yang masih muda. Selain itu kesehatan kulit tiga kali lipat lebih beresiko
terdapat keriput di sekitar mata dan mulut. Kulit akan menua sebelum waktunya atau biasa
disebut dengan penuaan dini. Merokok di usiadini menyebabkan impotensi dan mengurangi
jumlah sperma pada pria dan mengurangi tingkat kesuburan pada wanita (Karyo, 2012 dalam
dalam Utari, Dewi Tri 2018).

B. Tujuan kegiatan
1. Tujuan umum
Setelah dilakukan penyuluhan, diharapkan Remaja RT.12 RW.08 dapat memahami
mengenai bahaya merokok dan menghindari perilaku merokok

2. Tujuan Khusus
1) Remaja mampu menjelaskan pengertian dari rokok
2) Remaja mampu menjelaskan faktor penyebab merokok
3) Remaja mampu menjelaskan tanda dan gejala seorang perokok
4) Remaja mampu menjelaskan kandungan dari rokok
5) Remaja Remaja mengetahui gambaran paru-paru seorang perokok dari tayangan video
6) Remaja mampu menjelaskan jenis-jenis perokok
7) Remaja mampu menyebutkan dampak dari perokok aktif dan pasif
8) Remaja mampu menjelaskan cara-cara berhenti merokok
9) Remaja mampu menjelaskan keuntungan dari tidak merokok

C. Rencana kegiatan
a. Topik Materi : Bahaya Merokok Pada Remaja
b. Sasaran Kegiatan : Remaja Putra dan Putri RT.12 RW.08 Kel. Kelapa Dua Wetan
c. Metode : Ceramah, tanya jawab, penanyangan video
d. Media dan Alat : Leaflet, Speaker, Sound, MIC, Laptop, LCD, Video
e. Waktu : Sabtu, 13 November 2021, Pukul 13.00 – 13.20
f. Tempat : Rumah Ketua RT.12 RW.08 Kel. Kelapa Dua Wetan

D. Pengorganisasian/ Kepanitian
a) Leader/pemateri : Maretha Huda Pratiwi, S.Kep
b) Co-Leader : Suryandini Hermawan, S.Kep
c) Fasilitator : Dian Indah Putri Arti, S.Kep
Saeful, S.Kep
d) Observer : Vina Nada Karanina, S.Kep

E. Rencana Anggaran

No. Anggaran Quantity Total


1 Doorprize 1 18.500
2 Snack 15 Pcs 60.000
3 Leaflet 8 7.000
4 Print SAP dan Proposal 2 23.000
Total 26 108.500

F. Strategi Pelaksanaan Kegiataan


1. Tahap Persiapan
Mahasiswa sudah menyiapkan media seperti Power Poin, Leaflet, SAP sebelum
kegiatan berlangsung.

2. Tahap Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB. Kegiatan dibagi menjadi dua bagian,
pertama penyampaian materi penyuluhan tentang Bahaya Merokok Pada Remaja dan
kegiatan tanya jawab. Kegiatan ini diawali oleh pembukaan selama 5 menit oleh
pembawa acara yang menjelaskan tujuan dan kontrak waktu serta perkenalan
mahasiswa dan pembimbing, jam 13.05 sampai 13.55 WIB. Pemberian materi dan
pemutaran video tentang Bahaya Merokok oleh pemateri selama 40 menit dari pukul
13.05 sampai 13.45 WIB. Selanjutnya diteruskan dengan diskusi tentang penyuluhan
selama 10 menit, dari pukul 13.45 sampai 13.55. Pada pukul 13.55-14.00 WIB
dilakukan penyimpulan hasil penyuluhan, menyampaikan rencana tindak lanjut (RTL),
memberikan leaflet, serta membagikan snack dan doorprize.

3. Tahap Evaluasi
a. Evaluasi Struktur
1) Materi yang ingin disampaikan harus sudah siap 1 hari sebelum pelaksanaan
penyuluhun
2) Tempat dilaksanakannya penyuluhan telah dipersiapkan
3) Satuan acara penyuluhan dan proposal kegiatan telah dipersiapkan dan di print
4) Alat dan bahan yang diperlukan pada saat kegiatan telah dipersiapkan
5) Panitia berperan sesuai dengan jobdesk masing-masing

b. Evaluasi Proses
1) 90 % undangan yang diundang hadir
2) Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang direncanakan
3) Ruangan yang digunakan untuk penyuluhan nyaman dan kondusif
4) Alat dan media yang telah disiapkan dapat digunakan dengan baik
5) Peserta penyuluhan mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir
6) Peserta berperan aktif dalam jalannya diskusi

c. Evaluasi Hasil
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan 90% Remaja :
1. Remaja mampu menjelaskan pengertian dari rokok
2. Remaja mampu menjelaskan faktor penyebab merokok
3. Remaja mampu menjelaskan tanda dan gejala seorang perokok
4. Remaja mampu menjelaskan kandungan dari rokok
5. Remaja mengetahui gambaran paru-paru seorang perokok dari tayangan video
6. Remaja mampu menjelaskan jenis-jenis perokok
7. Remaja mampu menyebutkan dampak dari perokok aktif dan pasif
8. Remaja mampu menjelaskan cara-cara berhenti merokok
9. Remaja mampu menjelaskan keuntungan dari tidak merokok

G. Penutup
Demikian proposal kegiatan penyuluhan “Bahaya Merokok Pada Remaja”. Besar harapan
kami agar Bapak/Ibu Ketua RT.12 RW.08 dapat menyetujui dan mendukung terlaksananya
kegiatan ini dengan baik dan semoga sesuai dengan maksud dan tujuan yang telah
ditetapkan, semoga Tuhan Yang Mahas Esa memberikan petunjuk dan meridhoi segala amal
baik kita dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini.

Jakarta, 12 November 2021

Mengetahui,
Preceptor Akademik Ketua/PJ/Koordinator Kegiatan

(Ns. Andriaty Reny, S.Kep,.MKM) (Maretha Huda Pratiwi, S.Kep)

 Lampirkan Susunan Acara


LAMPIRAN SUSUNAN ACARA

No Kegiatan Penyuluh Kegiatan Audien/peserta Media dan Alat

1. Pembukaan 13.00-13.05 (5 menit)


(Moderator)
Speaker, mic.
1. Moderator memberikan salam 1. Audiens menjawab salam
pembuka
2. Moderator memperkenalkan 2. Mendengarkan dan menyimak
mahasiswa dan dosen
pembimbing
3. Mendengarkan dan menyimak
3. Moderator menjelaskan tentang
topik penyuluhan
4. Moderator membuat kontrak 4. Mendegarkan dan menyimak
waktu serta tujuan penyuluhan 5. Mengemukakan permasalahan
5. Apersepsi peserta (jika ada)
6. Mendiskusikan masalah 6. Mendengarkan dan menyimak

2. Penyajian 13.05-13.55 (50 menit)


(Leader)
1. Mengemukakan pendapat Speaker, mic,
1. Mengkaji pengetahuan audiens tentang pengertian rokok proyektor,
tentang pengertian rokok laptop, LCD
2. Memberi reinforcement (+) 2. Mendengarkan dan
3. Menjelaskan pengertian rokok menyimak
4. Mengkaji pengetahuan audiens 3. Mendengarkan dan
mengenai factor penyebab menyimak
merokok 4. Mengemukakan pendapat
5. Memberi reinforcement (+) mengenai factor penyebab
6. Menjelaskan pengetahuan merokok
audiens mengenai factor 5. Mendengarkan dan
penyebab merokok menyimak
7. Mengkaji pengetahuan audiens 6. Mendengarkan dan
tentang tanda gejala seorang
perokok menyimak
8. Memberi reinforcement (+)
9. Menjelaskan tentang tanda
gejala seorang perokok 7. Mengemukakan pendapat
10. Mengkaji pengetahuan audiens mengenai tanda gejala
tentang kandungan yang ada di seorang perokok
dalam rokok 8. Mendengarkan dan
11. Memberi reinforcement (+) menyimak
12. Menjelaskan tentang 9. Mendengarkan dan
kandungan yang ada di dalam menyimak
rokok
13. Mengkaji pengetahuan audiens 10. Mengemukakan pendapat
tentang gambaran paru-paru mengenai kandungan yang
seorang perokok ada di dalam rokok
14. Memberi reinforcement (+) 11. Mendengarkan dan
15. Menayangkan dan menjelaskan menyimak
Video demonstrasi perumpaan 12. Mendengarkan dan
paru-paru yang terpapar asap menyimak
rokok
16. Mengkaji pengetahuan audiens 13. Mengemukakan pendapat
mengenai jenis perokok aktif mengenai gambaran paru-
dan pasif paru seorang perokok
17. Memberi reinforcement (+) 14. Mendengarkan dan
18. Menjelaskan tentang jenis menyimak
perokok aktif dan pasif 15. Mendengarkan dan
19. Mengkaji pengetahuan audiens menyimak
mengenai dampak yang timbul
dari perokok
20. Memberi reinforcement (+) 16. Mengemukakan pendapat
21. Menjelaskan tentang dampak mengenai jenis perokok
yang timbul dari perokok aktif dan pasif
22. Mengkaji pengetahuan audiens 17. Mendengarkan dan
mengenai cara berhenti menyimak
merokok 18. Mendengarkan dan
23. Memberi reinforcement (+) menyimak
24. Menjelaskan tentang cara 19. Mengemukakan pendapat
berhenti merokok mengenai dampak yang
25. Mengkaji pengetahuan audiens timbul dari perokok
tentang keuntungan tidak 20. Mendengarkan dan
merokok menyimak
26. Memberi reinforcement (+) 21. Mendengarkan dan
27. Menjelaskan tentang menyimak
keuntungan tidak merokok
28. Memberi kesempatan untuk 22. Mengemukakan pendapat
audiens bertanya cara berhenti merokok
29. Menjawab pertanyaan audiens 23. Mendengarkan dan
menyimak
24. Mendengarkan dan
menyimak

25. Mengemukakan pendapat


ttg keuntungan tidak
merokok
26. Mendengarkan dan
menyimak
27. Mendengarkan dan
menyimak

28. Audiens menyampaikan


pertanyaan
29. Mendengarkan dan
menyimak
3. Penutup 13.55-14.00 (5 menit)
Moderator dan Fasilitator
1. Audiens menjawab
1. Mengevaluasi audiens dan
pertanyaan Mic, sound,
memberi pertanyaan kepada
leaflet, Snack,
audiens
2. Mendengarkan dan hadiah
2. Memberi reinforcement (+)
menyimak
3. Memberikan hadiah untuk
3. Menerima hadiah
penjawab pertanyaan
4. Bersama audiens
4. Aktif menyimpulkan
menyimpulkan materi
5. Fasilitator Membagikan leaflet
5. Menerima leaflet
dan Snack
6. Menutup dengan salam
6. Menjawab salam
DAFTAR PUSTAKA
Agustina, F. (2017). Hubungan Umur dan Prilaku Merokok Siswa Kelas I SMP Terhadap
Prestasi Belajar. Cendekia Medika, 2(2), 106-116.

Ambarwati, A., Umaroh, A. K., Kurniawati, F., Kuswandari, T. D., & Darojah, S. (2014). Media
Leaflet, Video Dan Pengetahuan Siswa Sd Tentang Bahaya Merokok (Studi Pada Siswa Sdn 78
Sabrang Lor Mojosongo Surakarta). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(1), 7-13.

Fajar, r. (2011). Bahaya Merokok. Jakarta: Sarana Bangun Pustaka

Hasanah. (2012). Hubungan Antara Konsep Diri dan sikap terhadap Perilaku Merokok pada
Remaja. Naskah publikasi,12.

Horax, M., Santoso, L. W., & Gunadi, K. (2017). Media Interaktif Tentang Bahaya Merokok
Bagi Pelajar. Jurnal Infra, 5(1), 310-314.

Intodatin. (2015). Perilaku Merokok Masyarakat Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI

Joewana, S. (2008). Gangguan Mental dan Perilaku Akibat gangguan Zat Psikoaktif. Jakarta:
Gramedia

Kesehatan, D. (2009). Undang-undang Republik Indonesia Nomer 36. Depkes.go.id

Kesehatan, K. (2012). Aliansi bupati/walikota dalam pengendalian masalah kesehatan akibat


tembakau dan penyakit tidak menular. Depkes RI

Kumalasari, I. & (2012) KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK MAHASISWA KEBINAAN DAN


KEPERAWATAN. Jakarta: Salemba Medika

Kusmirah, E. (2014). Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika

Kusumawati, Y., Astuti, D., S., Wijayanti, A. C., & Setiyadi, N. A. (2015). Model
Pemberdayaan Konseling Peer Education dalam Upaya Membentuk Perilaku Berhenti Merokok
pada Mahasiswa.

Utari, D. T., & Masnina, R. (2018). Hubungan antara Pengatahuan Remaja tentang Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah dengan Kebiasaan Merokok di SMPN 7 Samarinda.
SATUAN ACARA PENYULUHAN
( SAP )

Mata Kuliah : Keperawatan Komunitas


Topik : Bahaya Merokok Pada Remaja
Sasaran : Remaja Lingkungan RT 12 RW 08 Kel. Kelapa Dua Wetan
Tempat : Rumah RT.12
Hari / Tanggal : Sabtu, 13 November 2021
Waktu : 13:00 – 14:00 WIB
Penyuluh : Maretha Huda Pratiwi, S.Kep

A. Latar Belakang
Merokok merupakan kegiatan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh karena menurut WHO
(World Health Organization), rokok merupakan zat aditif yang memiliki kandungan kurang lebih
4000 elemen, dimana 200 elemen di dalamnya berbahaya bagi kesehatan tubuh. Merokok
merupakan salah satu bentuk perilaku yang berisiko terhadap kesehatan seseorang, dimana pada
sekarang ini semakin berkembang dan menjadi kebiasaan di kalangan anak muda dan remaja.
Merokok merugikan kesehatan namun jumlah perokok justru semakin bertambah. Di Indonesia,
perilaku merokok dianggap sebagai kebiasaan yang sangat wajar. Perilaku merokok tidak pernah
surut karena merupakan perilaku yang masih dapat ditolerir oleh masyarakat (Agustina, Fitriani
2017).
Indonesia mengalami peningkatan terbesar perilaku merokok yang cenderung dimulai pada usia
yang semakin muda. Pada usia 10 -14 tahun, terdapat 2,0% remaja yang merokok, 0,7% di
antaranya merokok setiap hari dan 1,3% perokok kadang-kadang dengan rerata konsumsi 10
batang rokok perhari. Proporsi penduduk menurut usia mulai merokok untuk kelompok usia
muda (5 – 9 tahun) yang tertinggi adalah di Papua (3,2%), sekitar 30 kali lebih besar
dibandingkan dengan angka nasional (0,1%). Sebuah fakta baru yang diperoleh bahwa Indonesia
menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan jumlah perokok terbanyak dengan angka
61,4 juta perokok aktif atau seperempat jumlah penduduk Indonesia GATS (Global Adult
Tobbaco Survey) (TCSC, 2012). The Asean Tobacco Control Atlas (2014) meneliti bahwa lebih
dari 30% penduduk Indonesia yang merokok mulai mengonsumsi rokok sebelum mencapai umur
10 tahun dan Indonesia berada pada urutan 1 dari 10 negara ASEAN yang jumlah perokok laki-
laki dengan umur 13-15 tahun mencapai 41% (Agustina, Fitriani 2017).
Merokok dapat mengurangi daya tahan, membuat gelisah, menurunkan daya lihat dan koordinasi
gerak tubuh, respon mental menjadi lebih lambat karena daya ingat dan konsetrasi terganggu.
Merokok dapat merusak pemikiran dan tubuh serta dapat menimbulkan gejala yang kurang enak
seperti gelisah, konsentrasi terganggu, gangguan daya tangkap, gangguan fungsi prikomotor dan
stress. Rokok mengandung lebih dari empat ribu zat-zat dan dua ratus diantaranya telah
dinyatakan berdampak tidak baik bagi kesehatan. Zat yang paling berbahaya sekaligus racun
utama pada rokok adalah tar, nikotin dan karbon monoksida (CO) (Agustina, Fitriani 2017)
Bahaya merokok bagi remaja diantaranya dapat meningkatkan resiko kanker paru-paru dan
penyakit jantung di usia yang masih muda. Selain itu kesehatan kulit tiga kali lipat lebih beresiko
terdapat keriput di sekitar mata dan mulut. Kulit akan menua sebelum waktunya atau biasa
disebut dengan penuaan dini. Merokok di usiadini menyebabkan impotensi dan mengurangi
jumlah sperma pada pria dan mengurangi tingkat kesuburan pada wanita (Utari, Dewi Tri 2018).

B. Tujuan
I. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan, diharapkan Remaja dapat memahami mengenai bahaya merokok
dan menghindari perilaku merokok.
II. Tujuan Khusus
1. Remaja mampu menjelaskan pengertian dari rokok
2. Remaja mampu menjelaskan faktor penyebab merokok
3. Remaja mampu menjelaskan tanda dan gejala seorang perokok
4. Remaja mampu menjelaskan kandungan dari rokok
5. Remaja mengetahui gambaran paru-paru seorang perokok dari tayangan video
6. Remaja mampu menjelaskan jenis-jenis perokok
7. Remaja mampu menyebutkan dampak dari perokok aktif dan pasif
8. Remaja mampu menjelaskan cara-cara berhenti merokok
9. Remaja mampu menjelaskan keuntungan dari tidak merokok
C. Materi ( Terlampir)
D. Pelaksanaan Kegiatan
a. Topik : Bahaya Merokok Pada Remaja
b. Sasaran/target : Remaja Lingkungan RW 08
c. Metode : a. Ceramah
b. Tanya jawab
c. Penayangan Video
d. Media : 1. Leaflet
2. Mic
3. Sound
4. Materi dalam Power Point
5. Laptop
6. Speaker
7. LCD
E. Waktu dan tempat :
Hari / Tanggal : Sabtu, 13 November 2021
Pukul : 13.00-.14.00 WIB
Tempat : Rumah RT.12/08 Kel.Kelapa Dua Wetan
F. Pengorganisasian:
a. Leader/Pemateri : Maretha Huda Pratiwi, S.Kep
b. Moderator : Suryandini Hermawan, S.Kep
c. Fasilitator : Dian Indah Putri Arti, S.Kep
Saeful S.Kep

d. Observer : Vina Nada Karanina, S.Kep

G.
Setting Tempat:

Keterangan:

: Fasilitator : Observer : Moderator

: Remaja : Penyaji

H. Uraian Tugas :
f) Peran Moderator :
a. Membuka dan menutup acara
b. Memperkenalkan Diri
c. Menetapkan tata tertib acara penyuluhan
d. Menjaga kelancaran acara
e. Memimpin diskusi
g) Peran Penyuluh :
a. Menyajikan materi penyuluhan
b. Bersama fasilitator menjalin kerja sama dalam acara penyuluhan
h) Peran Obsever :
a. Mengamati jalannya kegiatan
b. Mengevaluasi kegiatan
c. Mencatat perilaku verbal dan non verbal peserta kegiatan
i) Peran Fasilitator :
a. Bersama moderator menjalin kerjasama dalam menyampaikan materi
penyuluhan ke remaja
b. Motivasi peserta kegiatan dalam bertanya
c. Menjadi contoh dalam kegiatan
I. Kegiatan Penyuluhan :

No Kegiatan Penyuluh Kegiatan Audien/peserta Media dan Alat

1. Pembukaan 13.00-13.05 (5 menit)


(Moderator)
Speaker, mic.
1. Moderator memberikan salam 1. Audiens menjawab salam
pembuka
2. Moderator memperkenalkan 2. Mendengarkan dan
mahasiswa dan dosen menyimak
pembimbing
3. Moderator menjelaskan
3. Mendengarkan dan
tentang topik penyuluhan
menyimak
4. Moderator membuat kontrak
waktu serta tujuan penyuluhan
5. Apersepsi peserta 4. Mendegarkan dan
6. Mendiskusikan masalah menyimak
5. Mengemukakan
permasalahan (jika ada)
6. Mendengarkan dan
menyimak

2. Penyajian 13.05-13.55 (50 menit) 1.


(Leader)
2. Mengemukakan pendapat Speaker, mic,
1. Mengkaji pengetahuan audiens tentang pengertian rokok proyektor,
tentang pengertian rokok laptop, LCD
2. Memberi reinforcement (+) 3. Mendengarkan dan
menyimak
3. Menjelaskan pengertian rokok 4. Mendengarkan dan
4. Mengkaji pengetahuan audiens menyimak
mengenai factor penyebab 5. Mengemukakan pendapat
merokok mengenai factor penyebab
5. Memberi reinforcement (+) merokok
6. Menjelaskan pengetahuan 6. Mendengarkan dan
audiens mengenai factor menyimak
penyebab merokok 7. Mendengarkan dan
7. Mengkaji pengetahuan audiens menyimak
tentang tanda gejala seorang
perokok
8. Memberi reinforcement (+) 8. Mengemukakan pendapat
9. Menjelaskan tentang tanda gejala mengenai tanda gejala
seorang perokok seorang perokok
10. Mengkaji pengetahuan audiens 9. Mendengarkan dan
tentang kandungan yang ada di menyimak
dalam rokok 10. Mendengarkan dan
11. Memberi reinforcement (+) menyimak
12. Menjelaskan tentang kandungan
yang ada di dalam rokok 11. Mengemukakan pendapat
13. Mengkaji pengetahuan audiens mengenai kandungan yang
tentang gambaran paru-paru ada di dalam rokok
seorang perokok 12. Mendengarkan dan
14. Memberi reinforcement (+) menyimak
15. Menayangkan dan menjelaskan 13. Mendengarkan dan
Video demonstrasi perumpaan menyimak
paru-paru yang terpapar asap
rokok 14. Mengemukakan pendapat
16. Mengkaji pengetahuan audiens mengenai gambaran paru-
mengenai jenis perokok aktif dan paru seorang perokok
pasif 15. Mendengarkan dan
17. Memberi reinforcement (+) menyimak
18. Menjelaskan tentang jenis 16. Mendengarkan dan
perokok aktif dan pasif menyimak
19. Mengkaji pengetahuan audiens
mengenai dampak yang timbul
dari perokok 17. Mengemukakan pendapat
20. Memberi reinforcement (+) mengenai jenis perokok
21. Menjelaskan tentang dampak aktif dan pasif
yang timbul dari perokok 18. Mendengarkan dan
22. Mengkaji pengetahuan audiens menyimak
mengenai cara berhenti merokok 19. Mendengarkan dan
23. Memberi reinforcement (+) menyimak
24. Menjelaskan tentang cara
berhenti merokok 20. Mengemukakan pendapat
25. Mengkaji pengetahuan audiens mengenai dampak yang
tentang keuntungan tidak timbul dari perokok
merokok 21. Mendengarkan dan
26. Memberi reinforcement (+) menyimak
27. Menjelaskan tentang keuntungan 22. Mendengarkan dan
tidak merokok menyimak
28. Memberi kesempatan untuk
audiens bertanya 23. Mengemukakan pendapat
29. Menjawab pertanyaan audiens cara berhenti merokok
24. Mendengarkan dan
menyimak
25. Mendengarkan dan
menyimak

26. Mengemukakan pendapat


ttg keuntungan tidak
merokok
27. Mendengarkan dan
menyimak
28. Mendengarkan dan
menyimak

29. Audiens menyampaikan


pertanyaan
30. Mendengarkan dan
menyimak

3. Penutup 13.55-14.00 (5 menit)


Moderator dan Fasilitator
1. Mengevaluasi audiens dan 1. Audiens menjawab
memberi pertanyaan kepada pertanyaan Mic, sound,
audiens leaflet, Snack,
2. Memberi reinforcement (+) hadiah
3. Memberikan hadiah untuk 2. Mendengarkan dan
penjawab pertanyaan menyimak
4. Bersama audiens 3. Menerima hadiah
menyimpulkan materi
5. Fasilitator Membagikan leaflet 4. Aktif menyimpulkan
dan Snack
6. Menutup dengan salam 5. Menerima leaflet

6. Menjawab salam

J. Evaluasi
a. Evaluasi Struktur
1. Materi yang ingin disampaikan harus sudah siap 5 hari sebelum pelaksanaan
penyuluhan
2. Undangan kegiatan penyuluhan sudah jadi dan disebarkan 3 hari sebelum
penyuluhan berlangsung
3. Tempat yang ingin digunakan untuk penyuluhan sudah di survey 2 hari sebelum
dilaksanakan penyuluhan
4. Satuan Acara Pelaksanaan (SAP) sudah disiapkan 3 hari sebelum penyuluhan
5. Waktu penyuluhan sudah harus dipersiapkan bersamaan dengan SAP
6. Alat dan media sudah direncanakan dan di persiapkan sebelum acara penyuluhan
dilaksanakan
7. Peran dan fungsi masing-masing pengorganisasian sesuai dengan yang
direncanakan

b. Evaluasi Proses
1. 90 % undangan yang diundang hadir
2. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang direncanakan
3. Ruangan yang digunakan untuk penyuluhan nyaman dan kondusif
4. Alat dan media yang telah disiapkan dapat digunakan dengan baik
5. Peserta penyuluhan mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir
6. Peserta berperan aktif dalam jalannya diskusi

c. Evaluasi Hasil
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan 90 % peserta:
1. Mampu menjelaskan pengertian bahaya rokok
2. Mampu menjelaskan factor penyebab merokok
3. Mampu menjelaskan tanda dan gejala seorang perokok
4. Mampu menyebutkan kandungan dari rokok
5. Mengetahui gambaran paru-paru seorang perokok dari tayangan video
6. Mampu menjelaskan jenis-jenis perokok
7. Mampu menyebutkan dampak dari perokok aktif dan pasif
8. Mampu menjelaskan cara-cara berhenti merokok
9. Mampu menjelaskan keuntungan dari tidak merokok

K. Daftar Pustaka

Agustina, F. (2017). Hubungan Umur dan Prilaku Merokok Siswa Kelas I SMP Terhadap
Prestasi Belajar. Cendekia Medika, 2(2), 106-116.

Ambarwati, A., Umaroh, A. K., Kurniawati, F., Kuswandari, T. D., & Darojah, S. (2014). Media
Leaflet, Video Dan Pengetahuan Siswa Sd Tentang Bahaya Merokok (Studi Pada Siswa Sdn 78
Sabrang Lor Mojosongo Surakarta). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(1), 7-13.

Fajar, r. (2011). Bahaya Merokok. Jakarta: Sarana Bangun Pustaka

Hasanah. (2012). Hubungan Antara Konsep Diri dan sikap terhadap Perilaku Merokok pada
Remaja. Naskah publikasi,12.

Horax, M., Santoso, L. W., & Gunadi, K. (2017). Media Interaktif Tentang Bahaya Merokok
Bagi Pelajar. Jurnal Infra, 5(1), 310-314.

Intodatin. (2015). Perilaku Merokok Masyarakat Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI

Joewana, S. (2008). Gangguan Mental dan Perilaku Akibat gangguan Zat Psikoaktif. Jakarta:
Gramedia

Kesehatan, D. (2009). Undang-undang Republik Indonesia Nomer 36. Depkes.go.id

Kesehatan, K. (2012). Aliansi bupati/walikota dalam pengendalian masalah kesehatan akibat


tembakau dan penyakit tidak menular. Depkes RI

Kumalasari, I. & (2012) KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK MAHASISWA KEBINAAN DAN


KEPERAWATAN. Jakarta: Salemba Medika

Kusmirah, E. (2014). Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika

Kusumawati, Y., Astuti, D., S., Wijayanti, A. C., & Setiyadi, N. A. (2015). Model
Pemberdayaan Konseling Peer Education dalam Upaya Membentuk Perilaku Berhenti Merokok
pada Mahasiswa.
Utari, D. T., & Masnina, R. (2018). Hubungan antara Pengatahuan Remaja tentang Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah dengan Kebiasaan Merokok di SMPN 7 Samarinda.
MATERI

A. Pengertian Rokok

Rokok adalah lintingan atau gulungan tembakau yang digulung / dibungkus dengan kertas, daun,
atau kulit jagung, sebesar kelingking dengan panjang 8-10 cm, biasanya dihisap seseorang
setelah dibakar ujungnya. Rokok merupakan pabrik bahan kimia berbahaya. Hanya dengan
membakar dan menghisap sebatang rokok saja, dapat diproduksi lebih dari 4000 jenis bahan
kimia. 400 diantaranya beracun dan 40 diantaranya bisa berakumulasi dalam tubuh dan dapat
menyebabkan kanker (Widyawati, 2014). Rokok juga termasuk zat adiktif karena dapat
menyebabkan adiksi (ketagihan) dan dependensi (ketergantungan) bagi orang yang
menghisapnya. Dengan kata lain, rokok termasuk golongan NAPZA (Narkotika, Psikotropika,
Alkohol, dan Zat Adiktif) (Satya Joewana, 2008).
B. Faktor penyebab merokok
Faktor penyebab merokok pada remaja (Hasanah, U. 2012). Ada beberapa faktor yang
mendorong remaja untuk merokok, di antaranya:

1. Faktor orangtua dan keluarga

Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari
rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya
dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-
anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia. Selain itu, anak-anak yang
mempunyai orang tua perokok, lebih rentan untuk terpengaruh dan mencontoh orang tuanya.
2. Teman merokok
Banyak fakta membuktikan bahwa remaja perokok, kemungkinan besar teman-temannya juga
perokok, dan sebaliknya. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang-
kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok.
3. Memenuhi tantangan dari teman.
Terkadang, teman yang tidak baik itu menantang anda untuk melakukan hal-hal yang
menyimpang. Alasan mereka sebenarnya “untuk membuktikan diri“. Apabila anda termakan
hasutan semacam ini artinya hidup anda bergantung dari ujung lidah orang lain. Ini menandakan
mindset yang salah. Sebab bukan kata-kata orang yang menentukan harga diri anda melainkan
sikap (perilaku & perbuatan) yang diekspresikanlah yang menentukannya.
4. Pribadi

Ada yang mencoba merokok hanya karena alasan ingin tahu. Mungkin juga karena ingin
mengobati rasa sakit fisik maupun jiwa, mengusir bosan. Selain alasan tersebut, pengaruh sosial
juga menjadi pemicu..
5. Iklan rokok
Iklan-iklan di berbagai media yang memberikan gambaran bahwa perokok adalah lambang
keglamouran, cowok banget, memicu remaja untuk ikut berperilaku seperti itu.
C. Tanda dan Gejala Seorang Perokok
Adapun ciri-ciri seorang perokok (Susanto A, Dkk, 2011) adalah sebagai berikut :
1. Kulit keriput
2. Peradangan pada kulit yang sangat gatal
3. Jari-jari pucat
4. Bibir terlihat hitam
5. Sering batuk-batuk
6. Terlihat lebih kurus
7. Gigi berwarna kekuningan dan gusi terlihat lebih hitam
8. Tubuh bau asap rokok
9. Mata merah dan berair
10. Jam tidur tidak teratur
D. Kandungan di dalam rokok
Berikut adalah beberapa kandungan di dalam rokok (Sriamin, 2008).
1. Nikotin : Cairan berminyak tidak berwarna. Zat ini bisa menghambat rasa lapar. Jadi
menyebabkan seseorang merasa tidak lapar karena mengisap rokok.
2. TAR : Cairan kental berwarna coklat tua atau hitam didapatkan dengan cara distilasi kayu
dan arang juga dari getah tembakau. Tar itu sendiri mengandung banyak bahan beracun
ke dalam tubuh. Ini adalah substansi, tebal lengket, dan ketika menghirup itu melekat
pada rambut-rambut kecil di paru-paru. Organ ini melindungi paru-paru dari kotoran dan
infeksi, tapi ketika tertutup tar organ ini tidak dapat melakukan fungsinya. Tar juga
melapisi dinding sistem respirasi secara keseluruhan, mempersempit tabung yang
transportasi udara (yang bronchioles) dan mengurangi elastisitas paru-paru. Yang pada
akhirnya menyebabkan kanker paru-paru dan penyakit pernafasan kronis.
3. Karbon Monoksida : Gas yang tidak berbau. Karbon monoksida adalah bahan kimia
beracun ditemukan dalam asap buangan mobil. Hal inilah yang kemudian bisa
menurunkan jumlah oksigen dalam darah dan menghalangi semua kinerja organ pensuply
oksigen di dalam tubuh. Karena tubuh kurang oksigen membuat jantung mengalami
penebalan dan bekerja lebih keras memompa darah. Inilah penyebab utama seorang
perokok bisa mengalami serangan jantung secara mendadak. Zat ini dihasilkan dari
pembakaran yang tidak sempurna dari unsur zat karbon. Jika karbon monoxida ini masuk
ke dalam tubuh dan dibawa oleh hemoglobin ke dalam otot-otot tubuh. Satu molekul
hemoglobin dapat membawa empat molekul oksigen. Apabila didalam hemoglobin itu
terdapat karbon monoxida, berakibat seseorang akan kekurangan oksigen.
4. Amonia : Bahan pelarut yang biasa dipakai untuk pembersih toilet dan kaca jendela.
Amonia berfungsi menyerap nikotin sehingga lebih cepat larut dalam paru-paru
penghisapnya dan otak pun mendapat dosis nikotin jauh lebih tinggi.
5. Kadmium : Dalam industri zat ini dipakai untuk baterai, lapisan logan, dan bahan baku
plastik. Efek pada tubuh ketika zat ini terhisap adalah merusak ginjal dan melukai
pencernaan.
6. Benzena : Secara alami zat kimia ini diproduksi gunung berapi. Dalam porsi buatan zat
ini diproduksi dari reaksi kimia batubara dan minyak untuk membuat plastic, deterjen,
dan pestisida. Jika dihisap dari rokok, maka akan menyebabkan leukemia.
7. Formaldehida : Bahan baku perekat dalam produk kayu dan pengawet dalam cat. Reaksi
jika tubuh dimasuki zat ini adalah mata berair, panas pada mata, hidung, dan
tenggorokan, mual, batuk, sesak napas, ruam kulit, dan alergi.
8. Nikel : Nama lain perak atau logam putih keras. Zat kimia ini penyebab bronchitis,
berkurangnya fungsi paru-paru, dan infeksi saluran pernapasan.
9. Lead atau Timbal : Dipakai sebagai bahan dasar amunisi, atap, bensin, cat, dan keramik.
Timbal mempengaruhi semua sistem tubuh dengan gejala paling rentan pada sistem
syaraf pusat, terutama pada anak-anak, selain merusak kekebalan tubuh dan ginjal.
Paparan asap rokok yang mengandung timbal pada perokok pasif menyebabkan kelahiran
premature, penurunan kemampuan mental, kesulitan belajar, dan menghambat
pertumbuhan anak.
10. Aseton : Zat kimia produk buangan asap kendaraan bermotor. Orang yang tinggal dalam
udara tercemar aseton biasanya iritasi pada hidung, tenggrokan, paru-paru, mata, sakit
kepala, tremor, gelisah, pusing, pingsan bahkan hingga koma. Pada perempuan aseton
penyebab utama gangguan siklus menstruasi. Maka bayangkan jika zat ini dihisap secara
sengaja dari sebatang rokok.
E. Jenis-jenis perokok
Berdasarkan jenisnya perokok dibedakan menjadi :
1. Perokok aktif : Mereka telah terbiasa dan nyata menghisap rokok dan menanggung
sendiri akibatnya.
2. Perokok pasif : Mereka sebenarnya tidak merokok namun karena ada orang lain yang
merokok didekatnya maka ia terpaksa harus ikut menghisap asap rokok dengan segala
akibatnya.

F. Dampak dari Perokok Aktif dan Pasif


1. Dampak Perokok Aktif
Banyak penyakit yang dapat terjadi akibat dari merokok (Amin, Zulkifli 2017) diantaranya :
a. Aterosklerosis (yang berkembang menjadi infark miokard yaitu penyumbatan otot
jantung, stroke, dan penyakit pembuluh darah perifer),
b. kanker paru, pankreas, kandung kemih, uterus, laring, esophagus, payudara dan
kolon, ginjal, leher rahim
c. Penyakit Paru Obstruksi Kronis (emfisema, bronkitiskronik)
d. Diabetes Militus
2. Dampak Perokok Pasif
Ada beberapa dampak yang dapat terjadi pada perokok aktif (Fajar, 2011) :
Perokok pasif dapat mengalami gejala seperti pembentukan lendir yang berlebihan pada saluran
napas, batuk, iritasi paru-paru, nyeri dada dan ada rasa tidak nyaman di dada. Perokok pasif juga
bisa merasa iritasi pada hidung, mata dan tenggorokan. Bila perokok pasif mengalami nyeri
dada, hal tersebut bisa dijadikan indikator bahwa seseorang terkena penyakit jantung.
Secara umum, adapun beberapa dampak dari terpaparnya tubuh karena asap rokok (Fajar,2011) :
a. Kerusakan saluran pernapasan
b. Impotensi
c. Gangguan kehamilan dan janin
d. Menghambat aliran darah
e. Mengganggu sistem jantung
f. Penurunan ketahanan fisik
g. merusak pemikiran dan tubuh
h. gelisah, konsentrasi terganggu,
i. gangguan daya tangkap,
j. gangguan fungsi prikomotor
k. stress

G. Cara Berhenti Merokok


Cara berhenti merokok merupakan bagian yang penting, (Susanto A, Dkk, 2011) Ada 2 cara
berhenti yaitu :
a) Cara 1: Berhenti seketika Hari ini anda masih merokok, besok anda berhenti sama
sekali. Untuk kebanyakan orang, cara ini yang paling berhasil. Untuk perokok berat,
mungkin dibutuhkan bantuan medis untuk mengatasi efek ketagihan
b) Cara 2: Berhenti bertahap
 2a. Penundaan Menunda saat menghisap rokok pertama, 2 jam setiap hari dari
hari sebelumnya. Jumlah rokok yang dihisap tidak dihitung. Misalnya
kebiasaan menghisap rokok pertama rata-rata 07.00 pagi, berhenti merokok
direncanakan dalam 7 hari. Maka rokok pertama ditunda waktunya, yaitu : Hari
1 : jam 09.00
Hari 2 : jam 11.00
Hari 3 : jam 13.00
Hari 4 : jam 15.00
Hari 5 : jam 17.00
Hari 6 : jam 19.00
Hari 7 : jam 21.00
 2b. Pengurangan Jumlah rokok yang dihisap setiap hari dikurangi secara
berangsur-angsur dengan jumlah yang sama sampai 0 batang pada hari yang
ditetapkan. Misalnya rata-rata menghisap 28 batang rokok per hari. Berhenti
merokok direncanakan dalam 7 hari.
Hari 1 : 24 batang
Hari 2 : 20 batang
Hari 3 : 16 batang
Hari 4 : 12 batang
Hari 5 : 8 batang
Hari 6 : 4 batang
Hari 7 : 0 batang
Ada beberapa cara untuk berhenti merokok (Kusumawati, Yuli 2017) :
1. Niat
2. Melakukan aktifitas olahraga
3. Menjalankan hobi
4. Mengganti rokok dengan permen atau makanan ringan
5. Meminta dukungan orang sekitar
6. Menabung uang yang biasa dibeli untuk merokok
7. Melakukan aktivitas kerohanian
H. Keuntungan tidak merokok
Adapun keuntungan dari tidak merokok (Hasanah, U. 2012) :
1. Hidup lebih lama dan sehat : Merokok dapat mengurangi 7 menit waktu hidup.Secara
keseluruhan, 7 sampai dengan 13 tahun waktu hidup hilang karena penyakit akibat
merokok
2. Menghindari 4000 bahan kimia beracun
3. Mencegah 40 jenis penyakit
4. Kesehatan meningkat
5. Kebersihan pribadi dan penampilan yang lebih baik (mencegah kerutan di wajah)
6. Gigi lebih bersih
7. Nafas lebih segar
8. Kulit lebih sehat
9. Rambut dan pakaian tidak lagi berbau busuk
10. Menghemat pengeluaran
11. Menjadi teladan yang baik kepada kawan-kawan
12. Keluarga terlindung dari penyakit
LAPORAN EVALUASI KEGIATAN PENYULUHAN LANSIA DENGAN TOPIK
DIABETES MELLITUS

SENIN, 15 NOVEMBER 2021

A. TAHAP PERSIAPAN
Mahasiswa sudah menyiapkan media seperti Power Point, Leaflet, SAP sebelum kegiatan
berlangsung.

B. TAHAP PELAKSANAAN
1. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 13 November 2021. Sebelum pelaksanaan
kegiatan penyuluhan yang diajukan kepada remaja RT 12/ 08 Kelapa Dua Wetan saya
sudah menyiapkan media leaflet dan Power Point sebagai bahan penyampaian materi
terkait Merokok.
2. Jumlah audiens yang hadir 100% sebanyak 10 audiens lansia RT 12/08 Kelapa Dua
Wetan
3. Panitia penyuluhan sebanyak 6 orang diantaranya adalah Fasilitator, Narasumber,
Observer dan Moderator. Panitia menjalankan tugas sesuai dengan jobdesk masing-
masing.
4. Acara penyuluhan yang bertema “Merokok” dibuka oleh Moderator (Suryandini
Hermawan, S.Kep), dan diisi oleh Pemateri (Maretha Huda Pratiwi, S.Kep).
5. Audiens berperan aktif menjawab dan bertanya
6. Audiens mengikuti penyuluhan dari awal sampai akhir
7. Pemateri dapat menghidupkan suasana ketika audiens mulai bosan
8. Posisi pemateri baik saat melakukan penyuluhan tidak membelakangi audiens,
Reinforcement ada dari pemateri

C. TAHAP EVALUASI
a. Evaluasi Struktur
a) Materi yang ingin disampaikan harus sudah siap 1 hari sebelum pelaksanaan
penyuluhan
b) Tempat dilaksanakannya penyuluhan telah dipersiapkan
c) Satuan acara penyuluhan dan proposal kegiatan telah dipersiapkan dan di print
d) Alat dan bahan yang diperlukan pada saat kegiatan telah dipersiapkan
e) Panitia berperan sesuai dengan jobdesk masing-masing

b. Evaluasi Proses
a) Moderator membuka acara dengan baik, memperkenalkan diri dan
memperkenalkan semua anggota kelompok (panitia)
b) Peserta aktif dalam diskusi dan memperhatikan materi dengan baik
c) Terdapat 6 peserta aktif dalam proses penyuluhan
d) Setelah penyuluhan peserta selesai semua peserta melanjutkan kembali
aktivitas di kelas.

c. Evaluasi Hasil
100% Remaja RT 12/ 08 hadir dalam acara penyuluhan setelah diberikan
penyuluhan. Setelah diberikan penyuluhan diharapkan 100% peserta :
a. Mampu menjelaskan pengertian bahaya rokok
b. Mampu menjelaskan factor penyebab merokok
c. Mampu menjelaskan tanda dan gejala seorang perokok
d. Mampu menyebutkan kandungan dari rokok
e. Mengetahui gambaran paru-paru seorang perokok dari tayangan video
f. Mampu menjelaskan jenis-jenis perokok
g. Mampu menyebutkan dampak dari perokok aktif dan pasif
h. Mampu menjelaskan cara-cara berhenti merokok
i. Mampu menjelaskan keuntungan dari tidak merokok

D. FAKTOR PENDUKUNG
Factor pendukung pada saat melakukan kegiatan penyuluhan Kesehatan Remaja
mengenai merokok di RT 12 RW 08 Kelapa Dua Wetan, Ciracas Jakarta Timur ialah
panitia yang aktif dalam membantu persiapan alat, penjemputan audiens, serta periapan
tempat kegiatan penyuluhan. Selain itu, terkait dana yang bersumber dari mahasiswa itu
sendiri menjadi salah satu faktor pendukung dalam kesuksesan acara. Dengan adanya
dana kelompok (panitia) sehingga dapat mempersiapkan doorprize, snack untuk para
audiens serta kelancaran acara.

E. FAKTOR PENGHAMBAT DAN SOLUSI


Terdapat faktor penghambat yang dapat membuat kondisi kegiatan menjadi kurang fokus
adalah:
a. Kondisi tempat kegiatan yang kurang memadai karena bising dan sempit.
Sehingga pada saat proses berjalannya kegiatan terdapat beberapa audiens tampak
bosan dan kepanasan.Solusi yang diberikan dalam permasalahan ini adalah
membuka semua pintu dan jendela agar tidak terlalu panas.

Jakarta, 15 November 2021

Koordinatoor Pelaksana,

Maretha Huda Pratiwi, S.Kep


ABSENSI KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN REMAJA MEROKOK
DOKUMENTASI KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN REMAJA MEROKOK