Anda di halaman 1dari 20

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.

D
DENGAN DHF (Dengue Hemorrhagic Fever)
DI RUANG FLAMBOYAN RSUD SOREANG

A. PENGKAJIAN
- Tanggal masuk : 03/11/2021
- Tanggal pengkajian : 04/11/2021
- No register : 560043
- Diagnosis Medis : DHF (Dengue Hemorrhagic Fever)

1. Identitas Klien
Nama : NY. D
Jenis kelamin :P
Usia : 37
Pendidikan terakhir : SMA
Pekerjaan : IRT
Status perkawinan : menikah
Suku bangsa : Sunda
Agama : Islam
Alamat : Kp. Sindang Sari Lio, Kel. Mekarmaju, Kab. Bandung
Peanggung jawab
Nama : Tn. H
Pekerjaan : Buruh
Alamat : Kp. Sindang Sari Lio, Kel. Mekarmaju, Kab. Bandung
Hubungan dengan klien : Suami

2. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan Utama : pada saat dikaji klien mengeluh sakit kepala
b. Riwayat Penyakit Sekarang : Pada saat dikaji klien mengelu sakit kepala
terutama di sebelah kiri, nyeri sperti ditusuk tusuk, nyeri dirasakan sejak 5 hari
,sebelum masuk RS, disertai demam ± 3 hari SMRS. Selain itu klien juga
mengalami mual dan muntah 1x sebelum masuk RS. Nyeri yang dirasakan
bertambah ketikan sedang mengunyah makanan. Selain itu klien mengatakan
nyeri pada ulu hati.
c. Riwayat Penyakit Dahulu : pada saat dikaji klien mengatakan tidak pernah
mengalami penyakit seperti sekarang.
d. Riwayat Penyakit Keluarga : Pada saat dikaji klien mengatakan keluarganya
tidak memiliki penyakit menurun seperti hipertensi, diabetes melitus, dll.
e. Genogram : tidak terkaji
3. Riwayat Psikososial-Spiritual
a. Support system : Keluarga mensupport dengan selalu mendampingi Ny.
D selama di RS
b. Komunikasi : sebelum sakit Ny. D sering mengobrol dengan
masyarakat di lingkungannya, namun saat sakit Ny. D hanya mengobrol dengan
orang yang menjenguknya, dan tenaga medis
c. System nilai kepercayaan : Ny. D mengaku sulit untuk menjalankan sholat karena
rasa sakit di bagian abdomen.
d. Konsep diri : tidak terkaji.

4. Lingkungan
a. Rumah
 Kebersihan : Ny. D mengatakan kebersihan di lingkungannya bersih
dan terawat
 Polusi : Ny. D mengatakan di sekitar lingkungannya jarang
sekali mendapat polusi udara dan suara
 Bahaya : Ny. D mengatakan di lingkungannya tidak terdapat
bahaya
b. Pekerjaan
 Kebersihan :-
 Polusi :-
 Bahaya :-
5. Pola kebiasaan sehari-hari sebelum dan saat sakit
Kebiasaan/aktifitas Sebelum masuk RS Saat Sakit Ket
1. Pola Nutrisi
a. Asupan (√) Oral (√) Oral
(…) Enternal (…) Enternal
(…) TPN (…) TPN
b. Frekuensi makan 3x/Hari 3x/Hari
c. Nafsu Makan (√) Baik (√) Sedang
Alasannya karena merasa
mual
d. Diet
e. Makanan Tambahan
f. Makanan alergi/tidak Tidak ada alergi makanan Tidak ada alergi
boleh makanan
g. Perubahan BB dalam 3 (…) bertambah…Kg (…) Bertambah….Kg
bulan terakhir (…) Tetap (…) tetap
(…) berkurang…Kg (…) berkurang…Kg
2. Pola Cairan
a. Asupan Cairan (√) Oral (√) Oral
(…) Parenteral (√) Parenteral
b. Jenis Air mineral Air mineral & RL
c. Frekuensi > 8 x/hari <8 gelas x/hari
d. Volume …cc/hari 1500cc/hari
3. Pola eliminasi
BAK
a. Frekuensi 2x/hari 3x/hari
b. Jumlah out put …x/hari …x/hari
c. Warna Kuning jernih Kuning pekat
d. Bau Khas urine Khas urine
e. Keluhan - -
BAB
a. Frekuensi 2x/hari - /hari
b. Warna normal
c. Bau Khas peses
d. Konsistensi Lembek berbentuk
e. Keluhan
f. Pemakaian pencahar
4. Insensible water lose
5. Pola personal hygiene
a. Mandi 2x/hari 1x /hari
b. Oral hygiene
√Frekuensi 2x/hari 1/hari
√Waktu Pada saat mandi Pada saat mandi
c. Cuci rambut 2-6x/mgg, tergantung -
kondisi
6. Pola istirahat dan
tidur
a. Lama tidur 9 jam/hari <8 jam/hari
b. Waktu
√Siang 2jam 1jam
√Malam 7jam 5jam
c. Kebiasaan sebelum Tidak menggunakan obat Meminum obat
tidur tidur Main hp
√Pengguanaan obat Menonton tv, main hp
tidur
√Kegiatan lain
d. Kesulitan dalam tidur Ny. D mengatakan sering
√Menjelang tidur terbangun pada saat tidur
√Sering terbangun karena gerah, bisa 2-3x
√Merasa tidak nyaman terbangun pada saat tidur
setelah bangun di malam hari
tidur(jelaskan
alasannya)
7. Pola aktivitas dan
Latihan
a. Kegiatan dalam
pekerjaan
b. Waktu bekerja 8 jam/hari Tidak bekerja
c. Kegiatan waktu luang Istirahat -
d. Keluhan dalam ny. D sering mengeluh
beraktivitas nyeri pada tangan yang
terpasang infus
e. Olahraga
√Jenis Jalan, jogging -
√Frekuensi Jalan setiap hari, jogging
jarang

f. Keterbatasan dalam
hal : 3x/ hari
√Mandi Mandiri
√Menggunakan pakaian mandiri Dibantu orang lain
√Berhias
8. Pola kebiasaan yang
mempengaruhi
kesehatan
a. Merokok (√) ya
(…) tidak
√Frekuensi Sering Tidak merokok
√Jumlah 2-3 btg/hari
√lama pemakaian ny. D sudah lama merokok
b. Minuman Keras (…) Ya
(√) tidak
Tidak minum minuman
√Frekuensi
keras
√Jumlah
√Lama pemakaian
c. Ketergantungan obat (…) ya
Tidak ketergantungan
(√) tidak
6. Pengkajian Fisik
1) Pemeriksaan Umum
a. Kesadaran : 15 GCS : E4 V5 M6
b. Tekanan darah : 120/80
c. Nadi : 95x/menit
d. Pernafasan : 22x/menit
e. Suhu : 37,7ºC
f. SPO2 : 99%
g. TB/BB
√Sebelum masuk RS : 83 kg
√Saat dirawat di RS : …kg
2) Pemeriksaan fisik per system
a. Sistem penglihatan
√Posisi mata : (√) Simetris
√Kelopak mata : mata berair
√Pergerakan bola mata : normal dapat mengikuti perintah (spontan)
√Konjungtiva : hiperemia
√Kornea :-
√Sklera : putih
√Pupil
Ukuran :-
Reaksi terhadap cahaya : Foto pobia
√Lapang Pandang : nomal
√Ketajaman Penglihatan : VOD (6/20) VOS (6/20)
√Tanda-tanda radang : tidak ada tanda-tanda radang
√Pemakaian alat bantu lihat : tidak memakai alat bantu penglihatan
√Keluhan lain :-
b. Sistem Pendengaran
√Kesimetrisan : Simetris
√Seruman : warna kekuningan, kering, bau
(warna, konsistensi, bau)
√Tanpa Radang :-
√Cairan dari telinga : tidak terdapat cairan
√Fungsi pendengaran : normal
√Pemakaian alat bantu : tidak memakai alat bantu pendengaran
√Test garpu tala :-
c. Sistem wicara
√Kesulitan/gangguan wicara : tidak terdapat gangguan wicara
d. Sistem pernafasan
√Jalan nafas : tidak ada sumbatan/masalah
√RR : 22x/menit
√Irama : teratur
√Kedalaman : (√) Dalam
(…) Dangkal
√Suara nafas : tidak terdapat kelainan suara
√Batuk : (…) ya
: (√) tidak
Jika Ya, : - Warna Sputum
: - Konsistensi
: - Terdapat darah
√Penggunaan otot bantu nafas : -
√Penggunaan alat bantu nafas :-
√WSD (tipe, undulasi, karakteristik cairan, jumlah cairan, tanda ifeksi, dll)
e. Sistem Kardiovaskular
Sirkulasi perifer
√Nadi :95x/mnt
Irama : (√) teratur
(…) tidak teratur
Denyut : (…) Lemah
: (√) Kuat
√Distensi vena jugularis : -
√Temperatur kulit : (√) hangat
(…) dingin
√Warna kulit : (√) Pucat
(…)Sianosis
(…) Kemerahan
√CRT : <3 detik
√Flebitis : pada tangan terpasang infus
√Varises :-
√Edema (lokasi dan derajat) : -

Sirkulasi jantung
√Kecepatan denyut apical : …x/menit
Irama : (…) Teratur
: (…) tidak teratur
√Bunyi jantung :…
√Keluhan :…
(…) Lemah
(…) Lelah
(…) Palpitasi/berdebar
(…) Keringat dingin
(…) Gemetaran
(…) Kesemutan
(…) Kaki dan tangan dingin
(…) Nyeri dada
(…) Ictus Cordis
(…) Kardiomegali
f. Sistem Neurologi
√Glascow Coma Scale : E4 V5 M6
√Tanda-tanda peningkatan TIK
Nyeri kepala hebat : terdapat nyeri kepala hebat
Penurunan kesadaran : tidak
Muntah Proyektil : tidak
Papil eodema :-
Lain-lain :-
√Gangguan Neurologis : -
(N1 s/d N XII)
√Pemeriksaan reflek patologis
R. Oppenheim :-
R. Hoffman :-
R. Chaddock :-
Babinski :-
Lain-lain :-
R. Fisiologis
R. Bisep :-
Brachioradial :-
Pattela :-
Achilles :-
Lain-lain :-
√Rangsang meningen :-
√Kaku kuduk :-
√Kernig sign :-
√Lasegue sign :-
√Brudzinski 1 :-
√Brudzinski 2 :-
√Kekuatan otot :-
g. Sistem pencernaan
√Keadaan Mulut : anemis, tidak ada lesi, tidak ada kelainan
√Kesulitan menelan : tidak ada kesulitan menelan
√Muntah : muntah
√Nyeri daerah perut : nyeri pada daerah ulu hati
√Bising Usus : 13x/mnt
√Massa pada abdomen : tidak ada
√Ukur lingkar perut : tidak ada
√Asites : tidak ada
√ Palpasi Hepar :-
√Nyeri tekan : terdapat nyeri tekan pada ulu hati
√Nyeri lepas : tidak ada
√Colostomy : tidak ada
√Penggunaan NGT : tidak ada.
h. Sistem imunologi
√Pembesaran kelenjar getah bening : tidak ada
i. Sistem endokrin
√Nafas bau keton : (…) ya
: (√) tidak
√Luka : (…) ya
: (√) tidak
Kondisi luka :…
√Exopthalmus : (…) ya
: (…) tidak
√Tremor : (…) ya
: (√) tidak
√Pembesaran klj. Thyroid: (…) ya
: (√) tidak
√Tanda peningkatan gula darah
(…) Polidipsi
(…) Polipagia (…) Poliuria
j. Sistem urogenital
√Distensi kandung kemih : tidak ada
√Nyeri tekan : tidak ada
√Nyeri perkusi : tidak ada
√Urine
(…) Anuria (…) Hematuria
(…) Disuria (…) Nocturia
(…) Oliguria
√Penggunaan kateter : Tidak menggunakan kateter
√Keadaan Genital : tidak terkaji
k. Sistem integument
√Keadaan rambut
Kekuatan : tidak rontok
Warna : Hitam
Kebersihan : bersih
√Keadaan kuku : bersih
Kekuatan : Baik
Warna : Merah muda
Kebersihan : Baik
√Tanda radang : tidak ada
√Keadaan kulit
Turgor : baik
Warna : kuning langsat
Kebersihan : baik
Tanda radang : tidak ada
Dekubitus : pasien mengatakan tidak ada luka lecet pada
tubuh bagian belakang
Pruritus : tidak ada
Tanda Perdarahan : tidak ada
Diaforesis : tidak ada
√Luka bakar : tidak terdapat luka bakar
l. Sistem Muskuloskeletal
√Keterbatasan gerak, deformitas : pasien dapat bergerak bebas
√Rentang gerak :…
√Sakit pada tulang dan sendi : tidak ada
√Tanda-tanda fraktur : tidak ada
Lokasi : tidak ada
√Kontraktur pada sendi ekstremitas : tidak ada
√Tonus otot/kekuatan otot :5
√Kelainan bentuk tulang/otot : tidak ada
√Tanda radang sendi : tidak ada
√Penggunaan alat bantu : Kekuatan otot normal, gerakan penuh
yang normal melawan gravitasi dan melawan tahanan penuh
√Penggunaan traksi, gips, spalk, ORIF/EP, PSSW : -
II. Pemeriksaan penunjang
 Hemoglobin 20.4
 Leukosit 3900
 Hematokrit 59
 Trombosit 67000
 Basoli 0
 Eosinofil 1
 Neutrofil Batang 0
 Neutrofil Segment 40
 Limfosit 45
 Monosit 14
III. Penatalaksanaan medis
1) Tindakan medis yang sudah dilakukan : rencana operasi laparatomi
2) Pemberian Obat
- RL 1500cc / 24Jam
- keterolak 2 x 1 amp
- paracetamol 3x1 tab
- ondansentron 3x1
- dexamethason 3x1
- analsik 3x1
- omeprazole 1x1

IV. Data Fokus


1) Data Subjektif
- Pasien mengatakan nyeri kepala sebelah kiri
- Skala nyeri 4
- Frekuensi nyeri kadang-kadang/hilang timbul, dan sering terjadi di
malam hari
- Nyeri serasa ditusuk-tusuk
- Pasien mengatakan demam ± 3 hari SMRS
- Pasien mengatakan nyeri ulu hati
- Pasien mengatakan mual dan muntah1x
- Klien mengatakan mata sakit ketika melihat cahaya

2) Data Objektif
- TD 120/80
- Nadi 95x/menit
- Pernafasan 22x/menit
- Suhu 37,7ºC
- Mata berair
- Terdapat hiperemia pada konjungtiva
- Trombosit 67000

B. Analisa data
Sumber: Hidayat (2013), SDKI (2016)

No SYMPTOMS ETIOLOGI PROBLEM


.

1 DS : Virus dengue terdapat Hipertermi


pada nyamuk aedes
DO : aegypti

- TD. 120/80 Nyamuk menggigit


- S :37.7 manusia
- N : 95x/mnt
- RR :22x/mnt Masuk ke aliran
- Kulit merah darah, virus bereaksi
- Akral terasa hangat dengan antibodi
Terbentuk kompleks
virus antibodi

Viremia

Renjatan (proses
imunologi)

Ke pembuluh darah
dan ke otak melalui
aliran darah

Virus berkembang
biak dalam darah

Hipertermi

2 DS : Risiko
- Terdapat pendarahan di Virus dengue terdapat perdarahan
gusi pada nyamuk aedes
aegypti
DO:
Nyamuk menggigit
- Terdapat petekhie manusia
- Penurunan jumlah
trombosit Masuk ke aliran
darah, virus bereaksi
dengan antibodi

Terbentuk kompleks,
virus antibodi

Viremia
Komplemen antigen
dan antigen antibodi
meningkat

Pembebasan histamin

Peningkatan
permeabilitas dinding
pembuluh darah

Kebocoran plasma
Trombositopeni

Pendarahan ekstra
seluler

Resiko perdarahan

3 DS : Virus dengue Defisit Nutrisi


- Klien mengeleuh tidak terdapat pada
nafsu makan nyamuk aedes
- Klien mengeluh mual aegypti
saat makan
DO: Nyamuk menggigit
- Porsi makan tidak habis manusia
- Klien mual dan muntah
- Penurunan berat badan Masuk ke aliran
- Membran mukosa pucat darah, virus
bereaksi dengan
antibodi

Terbentuk
kompleks virus
antibodi

Viremia

Mekanisme tubuh
untuk melawan
virus

Peningkatan asam
lambung

Anoreksia

Mual dan muntah

Nutrisi kurang dari


kebutuhan

C. Diagnosa Keperawatan
1. Hipertermi berhubungan dengan proses penyakit (infeksi) dibuktikan dengan suhu
tubuh diatas nilai normal, kulit merah, dan kulit terasa hangat.
2. Risiko perdarahan dibuktikan dengan terdapat petekhie, dan gangguan koagulasi
(trombositopenia).
3. Defisit nutrisi berhubungan dengan faktor psikologis (keengganan untuk makan
mual muntah) dibuktikan dengan berat badan menurun, porsi makan tidak habis,
mual dan muntah, membrane mukosa pucat.

D. Rencana Asuhan Keperawatan

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


Nama Pasien : Ny. D Nama Mahasiswa : Lucky Putra Pamungkas
Ruang : Flamboyan NPM : 321017
No. MR : 560043
Diagnosa
N Tujuan dan kriteria
keperawatan dan Tindakan Rasional
o hasil
data penunjang
1 Setelah dilakukan Manajemen hipertermi 1. Sebagai
Hipertermi asuhan keperawatan (SIKI 2018 I.15506) indikator awal
berhubungan selama 2 x 24 jam Observasi dalam
dengan proses diharapkan menentukan
penyakit (infeksi) 1) Identifikasi penyebab
termogulasi membaik intervensi
dibuktikan dengan kriteria hasil : hipertermi (mls. berikutnya
dengan suhu 1. Suhu tubuh Dehidrasi, terpapar 2. Untuk
tubuh diatas nilai membaik lingkungan panas, mengetahui
normal, kulit 2. Suhu kulit penggunaan indikator) lokasi,
merah, dan kulit membaik 2) Monitor suhu tubuh karakteristik,
terasa hangat. 3. Pengisian kapiler durasi,
3) Monitor kadar
membaik frekuensi,
elektrolit
4. Ventilasi kualitas nyeri,
membaik 4) Monitor keluaran urin skala nyeri
5. Tekanan darah 5) Monitor komplikasi 3. Agar dapat
membaik akibat hipertermi mengetahui
nyeri korban
Terapeutik 4. Agar dapat
SLKI, 2018 1) Sediakan lingkungan mengetahui
factor yang
yang dingin
memperberat
2) Longgarkan atau dan
lepaskan pakaian memperingan
3) Basahi dan kipasi 5. Membantu
permukaan tubuh pasien
4) Berikan cairan oral mengurangi
5) Ganti linen setiap hari nyeri
6. Agar tidak
atau lebih sering jika
memperberat
mengalami nyeri pasien
hyperhidrosis 7. Agar dapat
(keringat berlebih) memberikan
6) Lakukan pendinginan strategi
eksternal (mis. terbaik
Selimut hipotermi 8. Agar pasien
dapat
atau kompres dingin
mengetahui
pada dahi, leher, dada, penyebab,
abdomen, aksila) periode, dan
7) Berikan oksigen, jika pemicu nyeri
perlu 9. Agar pasien
dapat
Edukasi mengerti cara
mengurangi
1) Anjurkan tirah baring
nyeri
10. Agar pasien
Kolaborasi dapat
1) Kolaborasi pemberian mengurangi
cairan dan elektrolit nyeri tanpa
intravena bantuan
8) Pemberian antipiretik
11. Apabila
teknik non-
(SIKI, 2018 I.17458)
farmakologis
kurang efektif
maka dapat
diberikan obat
analgetic
untuk
membantu
mengurangi
nyeri.
2 Setelah di lakukan Pencegahan perdarahan 1. Hubungan
Risiko asuhan keperawatan (SIKI 2018 I.02067) saling percaya
perdarahan selama 2 x24 jam Observasi adalah dasar
dibuktikan hubungan
dengan terdapat tingkat perdarahan 1) Monitor tanda dan
terpadu yang
petekhie, dan menurun dengan gejala perdarahan mendukung
gangguan kriteria hasil : 2) Monitor nilai klien dalam
koagulasi 1. Kelembaban hematoktit/hemogl mengatasi
(trombositopenia) membrane obin sebelum dan perasaan
. mukosa sesudah cemas.
meningkat kehilangan darah 2. perasaan
adalah nyata
2. Kelembaban 3) Monitor tanda-
dan membantu
kulit meningkat tanda vital pasien untuk
3. Hemoglobin ortostatik terbuka
membaik 4) Monitor koagulasi sehingga dapat
mendiskusikan
4. Hematocrit (mis. Prothrombin
dan
membaik time (PT), partial menghadapiny
5. Tekanan darah thromboplastin a.
membaik (PTT), fibrinogen, 3. Dapat
(SLKI, 2018) degradasi fibrin mengurangi
dan/ atau platelet). rasa cemas
Terapeutik pasien akan
penyakitnya
1) Pertahankan bed
4. Ketidaktahuan
rest Selama dan kurangnya
perdarahan pemahaman
2) Batasi tindakan dapat
invasif, jika perlu menyebabkan
3) Hindari timbulnya
pengukuran suhu ansietas
rektal
Edukasi
- Jelaskan tanda dan
gejala perdarahan
- Anjurkan
menggunakan
kaus kaki saat
ambulasi
- Anjurkan
meningkatkan
asupan cairan
untuk
menghindari
konstipasi
- Anjurkan
menghindari
aspirin dan
antikoagulan
- Anjurkan
meningkatkan
makanan dan
vitamin K
- Anjurkan segera
melapor jika terjai
perdarahan
Kolaborasi
- Kolaborasi
pemberian obat
pengontrol
perdarahan, jika
perlu
- Kolaborasi
pemberian produk
darah, jika perlu

3 Setelah di lakukan Manajemen nutrisi (SIKI 1. adanya


Defisit nutrisi asuhan keperawatan 2018 I.03119) peningkatan
berhubungan selama …x24 jam Observasi suhu
dengan faktor menunjukkan
psikologis diharapkan status 1) Identifikasi status
adanya tanda-
(keengganan nutrisi membaik nutrisi tanda infeksi.
untuk makan dengan kriteria hasil: 2) Identifikasi alergi 2. untuk
mual muntah) 1. Berat badan dan intoleransi mencegah
dibuktikan membaik makanan kontaminasi
dengan berat 2. Indeks masa 3) Identifikasi kuman masuk
badan menurun, ke luka insisi
tubuh (IMT) makanan yang
porsi makan tidak sehingga
habis, mual dan membaik disukai
menurunkan
muntah, 3. Frekuensi 4) Identifikasi resiko
membrane makan kebutuhan kalori terjadinya
mukosa pucat. membaik dan jenis nutrient infeksi.
4. Nafsu makan identifikasi 3. untuk
membaik perlunya menurunkan
5. Bising usus penggunaan terjadinya
penyebaran
membaik dari selang nasogatrik
organisme
6. Tebal lapisan 5) Monitor asupan
kulit trisep makanan
membaik 6) Monitor berat
7. Membrane badan
mukosa 7) Monitor hasil
membaik pemeriksaan
8. laboratorium
Terapeutik
1) Lakukan oral
hygine sebelum
makan, jika perlu
2) Fasilitasi
menentukan
pedoman diet
(mis. Piramida
makanan)
3) Sajikan makanan
secara menarik
dan suhu yang
sesuai
4) Berikan makanan
tinggi serat untuk
mencegah
konstipasi
5) Berikan makanan
tinggi kalori dan
tinggi protein
6) Berikan suplemen
makanan, jika
perlu
7) Hentikan
pemberian
makanan melalui
selang nasogatrik
jika asupan oral
dapat ditoleransi
Edukasi
1) Anjurkan posisi
duduk, jika
mampu
2) Anjurkan diet
yang
diprogramkan
Kolaborasi
1) Kolaborasi
pemberian
medikasi makan
(mis. Pereda nyeri,
antiemetik), jika
perlu
2) Kolaborasi dengan
ahli gizi untuk
menentukan
jumlah kalori dan
jenis nutrient yang
dibutuhkan, jika
perlu
E. Catatan tindakan dan evaluasi

TINDAKAN KEPERAWATAN EVALUASI

Tgl No. No. Tindakan Paraf SOAP Paraf


Dx. Urut & &
Kep Tinda Nama Nama
kan
Observasi
1. 1) Mengidentifikasi S:
penyebab - Klien mengatakan
badan terasa
hipertermi demam
2) Memonitor suhu - Klien mengatakan
tubuh tempat tidur
3) Memonitor nyaman
keluaran urin
4) Memonitor O:
- Suhu : 38oC
komplikasi akibat
- Akral teraba
hipertermi
hangat
- Kulit kemerahan
Terapeutik
- keluaran urin
1) Memberikan
sedikit
cairan oral
- Demam berkurang
2) Mengganti linen
A:
3) Melakukan
- masalah teratasi
pendinginan sebagian
eksternal P:
kompres hangat intervensi dilanjutkan
di dahi dan leher - Identifikasi
penyebab
Edukasi hipertermi (mls.
1) menganjurkan Dehidrasi, terpapar
tirah baring lingkungan panas,
penggunaan
Kolaborasi indikator)
1) Memonitor - Monitor suhu
pemberian cairan tubuh
intravena RL 42 - Monitor kadar
cc/jam elektrolit
2) Melakukan - Monitor keluaran
pemberian urin
antipiretik
Terapeutik
Paracetamol ¼ - Longgarkan atau
tablet lepaskan pakaian
- Basahi dan kipasi
permukaan tubuh
- Berikan cairan oral
- Lakukan
pendinginan
eksternal (mis.
Selimut hipotermi
atau kompres
dingin pada dahi,
leher, dada,
abdomen, aksila)
- Berikan oksigen,
jika perlu

Kolaborasi
- Kolaborasi
pemberian cairan
dan elektrolit
intravena
- Pemberian
antipiretik (PCT)

Observasi
2 1) Memonitor tanda S:
dan gejala - Klien mengatakan
gusi tidak ada
perdarahan tanda berdarah
2) Memonitor nilai - Klien mengatakan
hasil mengetahui tanda
pemeriksaan gejala perdarahan
laboratorium O:
3) Memonitor - Hemoglobin : 20,7
g/dl
koagulasi
- Hematokrit : 63%
- Leukosit : 5.200
Terapeutik g/dl
1) Mempertahankan - Trombosit : 68.000
bed rest selama g/dl
perdarahan
A: masalah teratasi
Edukasi
1) Menjelaskan P:
tanda dan gejala intervensi dilanjutkan
perdarahan - Monitor tanda dan
2) Menganjurkan
meningkatkan gejala perdarahan
asupan cairan - Monitor nilai
hematoktit/hemogl
3) Meganjurkan obin sebelum dan
meningkatkan sesudah
makanan vit K kehilangan darah
4) Menganjurkan - Monitor koagulasi
segera melapor (mis. Prothrombin
jika terjadi time (PT), partial
thromboplastin
perdarahan
(PTT), fibrinogen,
degradasi fibrin
dan/ atau platelet).

Edukasi
- Anjurkan
meningkatkan
makanan dan
vitamin K
- Anjurkan segera
melapor jika
terjadi perdarahan

Kolaborasi
- Kolaborasi
pemberian obat
pengontrol
perdarahan, jika
perlu
- Kolaborasi
pemberian produk
darah, jika perlu
Observasi
3 1. Mengidentifikasi S:
status nutrisi - Klien mengeluh
mual
2. Mengidentifikasi - Klien mengatakan
intoleransi nafsu makan
makanan menurun
3. Memonitor - Klien mengatakan
asupan makanan makan tidak habis
4. Memonitor berat
O:
badan
- Terdapat sisa
makanan pada
Terapeutik meja klien
1) Memfasilitasi
menentukan - BB 83
pedoman diet A: masalah teratasi
sebagian
2) Memberikan P:
makanan tinggi Intervensi dilanjutkan
serat - Identifikasi status
Edukasi nutrisi
1) Menganjurkan - Identifikasi
diet yang intoleransi
makanan
diprogramkan
- Monitor asupan
makanan
- Monitor berat
badan
- Berikan makan
tinggi serat