Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

KEPERAWATAN MATERNITAS
ANATOMI PANGGUL, BIDANG HODGE, BENTUK
PANGGUL

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 5
ANJELIA NOVRIANI 21118059
INDRIANA EKA 21118074
KHOTIBUL UMAM 21118076
NUR ANISYAH 21118087
SULISSIA 21118098
MIFTAHUL JANNAH 21118107

DOSEN PEMBIMBING : Markiyah Tamar, M.Kep

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH


PALEMBANG
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
TAHUN AJARAN 2019/2020
KATA PENGANTAR

Assalamualikum Warohmatullahi Wabarokatu,


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat,
Karunia, serta Taufik dan Hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah
tentang Anatomi Panggul, Bidang Hodge,dan bentuk panggul ini dengan baik
meskipun banyak kekurangan didalamnya, dan juga kami berterima kasih pada
Bapak selaku Dosen Mata Kuliah Keperawatan Maternitas STIKes
Muhammadiyah Palembang yang telah memberikan tugas ini kepada penulis.
Penulis sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita.
Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, penulis berharap adanya
kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah penulis buat di masa
yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang
membangun. Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi
penulis sendiri maupun orang yang membacanya. Akhir kata penulis mohon maaf
apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan penulis memohon
kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu
yang akan datang.

Palembang, September 2019

Pemakalah

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................i
DAFTAR ISI..........................................................................................................ii
BAB I.......................................................................................................................1
Pendahuluan...........................................................................................................1
1.1 Latar Belakang...............................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah..........................................................................................2
1.3 Tujuan.............................................................................................................2
BAB II.....................................................................................................................3
Kajian Pustaka.......................................................................................................3
2.1 Definisi...........................................................................................................3
2.2 Bidang Diameter Panggul..............................................................................4
2.3 Bidang Hodgen...............................................................................................6
2.4 Bentuk-Bentuk Panggul.................................................................................8
2.5 Kondisi Janin dalam Persalinan.....................................................................9
BAB III Penutup..................................................................................................13

ii
BAB I
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang


Setiap wanita mempunyai panggul,yang merupakan sebuah cincin tulang
yang ditemukan di antara tulang punggung dan tungkai bawah dalam tubuh. Ini
melindungi organ bagian dalam panggul dan isi rongga perut.  Otot kaki, otot
punggung, dan otot perut melekat pada panggul. Tulang panggul terdapat sendi
putar yang menempel pada tulang paha dan tulang kaki. Ini menjaga tubuh tetap
tegak, menekuk, dan memuntir serta membantu seseorang untuk dapat berjalan
atau berlari. Panggul wanita berukuran lebih lebar dan lebih rendah daripada pria,
hal ini sebenarnya sesuai dengan kebutuhan wanita selama kehamilan dan
persalinan. Tulang panggul terdiri dari tiga tulang yang menyatu, yaitu tulang
pinggul, sakrum, dan tulang ekor.
Pada panggul dengan ukuran normal, apapun jenis pokoknya, kelahiran
pervaginam janin yang berat badan yang normal tidak akan mengalami kesukaran.
Akan tetapi pengaruh gizinya, lingkungan atau yang lain, ukuran-ukuran panggul
dapat menjadi lebih kecil dari standar normal, sehingga bisa menjadi kesulitan
dalam persalinan pervaginam. Terutama kelainan pada panggul android dapat
menimbulkan distosia yang sulit diatasi. klasifikasi panggul yang masih
digunakan hingga saat ini. Klasifikasi Caldwell-Molloy didasarkan pada
pengukuran diameter transversal terbesar di pintu atas panggul dan pembagiannya
menjadi segmen anterior dan posterior. Bentuk segmen-segmen ini menentukan
klasifikasi panggul menjadi: panggul ginekoid, anthropoid, android, ataupun
platipeloid. Karakter segmen posterior menentukan tipe panggulnya, dan karakter
segmen anterior menetukan kecenderungannya

1
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah gambar Anatomi Panggul?
2. Bagaimanakah pembagian panggul?
3. Bagaimanakah bentuk-bentuk panggul?
4. Apa itu bidang Hodge pada panggul?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini ialah untuk memenuhi tugas yang
diberikan Dosen Mata Kuliah Keperawatan Maternitas kepada penulis, juga untuk
mengetahui Anatomi Panggul,bidang hodge dan Bentuk Panggul, dan juga untuk
menjadi sumber ilmu bagi penulis dan Pembaca.

2
BAB II
Kajian Pustaka

2.1 Definisi
Pelvis (panggul) tersusun atas empat tulang: sakrum, koksigis, dan dua
tulang inominata yang terbentuk oleh fusi ilium, iskium, dan pubis. Tulang-tulang
inominata bersendi dengan sakrum pada sinkondrosis sakroiliaka dan bersendi
dengan tulang inominata sebelahnya di simfisis pubis.Panggul dibagi menjadi dua
regio oleh bidang imajiner yang ditarik dari promontorium sakrum ke pinggir atas
simfisis pubis, yaitu:
a. Panggul palsu
Terletak di atas bidang, berfungsi untuk menyokong intestinum.
b. Panggul sejati
Terletak di bawah bidang, memiliki dua bukaan yaitu: arpertura pelvis
superior (pintu atas panggul) dan arpetura pelvis inferior (pintu bawah panggul).
Selama proses kelahiran pervaginam, bayi harus dapat melewati kedua
pembukaan panggul sejati.

Gambaran anteroposterior panggul normal wanita dewasa. Digambarkan diameter


anteroposterior (AP) dan Transversal (T) pintu atas panggul.

3
2.2 Bidang Diameter Panggul
Panggul memiliki empat bidang imajiner:
a. Bidang pintu atas panggul (apertura pelvis superior).
Bentuk pintu atas panggul wanita, dibandingkan dengan pria, cenderung
lebih bulat daripada lonjong. Terdapat empat diameter pintu atas panggul yang
biasa digunakan: diameter anteroposterior, diameter transversal, dan diameter
oblik. Diameter anteroposterior yang penting dalam obstetrik adalah jarak
terpendek antara promontorium sakrum dan simfisis pubis, disebut sebagai
konjugata obtetris. Normalnya, konjugata obstertis berukuran 10 cm atau lebih,
tetapi diameter ini dapat sangat pendek pada panggul abnormal. Konjugata
obsteris dibedakan dengan diameter anteroposterior lain yang dikenal sebagai
konjugata vera. Konjugata vera tidak menggambarkan jarak terpendek antara
promontorium sakrum dan simfisis pubis. Konjugata obstetris tidak dapat diukur
secara langsung dengan pemeriksaan jari. Untuk tujuan klinis, konjugata obstetris
diperkirakan secara tidak langsung dengan mengukur jarak tepi bawah simfisis ke
promontorium sakrum, yaitu konjugata diagonalis, dan hasilnya dikurangi 1,5-2
cm.

Gambaran tiga diameter anteroposterior pintu atas panggul: konjugata vera,


konjugata obstetris dan konjugata diagonalis yang dapat diukur secara klinis.

4
Diameter anteroposterior panggul tengah juga diperlihatkan. (P = promontorium
sakrum; Sim = simfisis pubis).
b.Bidang panggul tengah (dimensi panggul terkecil).
Panggul tengah diukur setinggi spina iskiadika, atau bidang dimensi
panggul terkecil. Memiliki makna khusus setelah engagement kepala janin pada
partus macet. Diameter interspinosus, berukuran 10 cm atau sedikit lebih besar,
biasanya merupakan diameter pelvis terkecil. Diameter anteroposterior setinggi
spina iskiadika normal berukuran paling kecil 11, 5cm.

Panggul wanita dewasa yang memperlihatkan diameter anteroposterior dan


transversal pintu atas panggul serta diameter transversal (interspinosus) panggul
tengah. Konjugata obstetris normalnya lebih dari 10 cm.
c. Bidang pintu bawah panggul (apertura pelvis inferior).
Pintu bawah panggul terdiri dari dua daerah yang menyerupai segitiga.
Area-area ini memiliki dasar yang sama yaitu garis yang ditarik antara dua
tuberositas iskium. Apeks dari segitiga posteriornya berada di ujung sakrum dan
batas lateralnya adalah ligamentum sakroiskiadika dan tuberositas iskium.
Segitiga anterior dibentuk oleh area di bawah arkus pubis. Tiga diameter pintu
bawah panggul yang biasa digunakan yaitu: anteroposterior, transversal, dan
sagital posterior.

5
Pintu bawah panggul dengan diameter-diameter yang penting. Perhatikan bahwa
diameter anteroposterior dapat dibagi menjadi diameter sagital anterior dan
posterior.
d. Bidang dengan dimensi panggul terbesar (tidak memiliki arti klinis).

2.3 Bidang Hodgen


Bidang-bidang Hodge adalah bidang khayal untuk menentukan seberapa
jauh bagian depan anak turun kedalam rongga panggul :
1.    HODGE I = bidang horizontal yang melalui PAP dan tepi
atas  symphisis.
2.    HODGE II = sejajar dengan PAP dan Hodge I melalui tepi bawah
symphisis.
3.    HODGE III  = sejajar dengan PAP, Hodge I dan Hodge II dan melalui
spina ischiadica
4.    HODGE IV = sejajar dengan PAP, Hodge I, Hodge II, Hodge III dan
melalui ujung os. Coccygeus.
Jenis-jenis pokok panggul seperti yang telah dijelaskan diatas yang lebih
sering ditemukan ialah pangul-panggul dengan ciri-ciri jenis yang satu di bagian
belakang dan ciri-ciri jenis yang lain dibagian depan. Berhubung dengan pengaruh
faktor-faktor ras dari sosial ekonomi, frekuwensi dan ukuran-ukuran jenis-jenis

6
panggul berbeda-beda diantara berbagai bangsa. Dengan demikian standar
panggul normal pada seseorang wanita eropa berlainan dengan standar deangan
wanita asia tenggara.
Pada panggul dengan ukuran normal, apapun jenis pokoknya, kelahiran
pervaginam janin yang berat badan yang normal tidak akan mengalami kesukaran.
Akan tetapi pengaruh gizinya, lingkungan atau yang lain, ukuran-ukuran panggul
dapat menjadi lebih kecil dari standar normal, sehingga bisa menjadi kesulitan
dalam persalinan pervaginam. Terutama kelainan pada panggul android dapat
menimbulkan distosia yang sulit diatasi. Disamping- panggul-panggul sempit
karena ukuran-ukuran pada 4 jenis pokok tersebut kurang dari normal, terdapat
pula panggul-panggul sempit yang lain, yang umumnya juga disertai perubahan
dalam bentuknya. Menurut klasivikasi yang dianjurkan oleh Munro Kerr yang
diubah sedikit, panggul-panggul yang terakhir ini dapat digolongkan sebagai
berikut:
1)      Perubahan bentuk karena kelainan pertumbuhan intra uterin:
a.    PanggulNaigele;
b.   Panggul Robert
c.    Spilt pelvis
d.   PanggulAsmilasi
2)      Perubahan bentuk karena penyakit pada tulang-tulang panggul dan
sendi panggul:
a.    Rakitis
b.   Osteomalasia
c.    Neoplasma
d.   Fraktur
e.    Atrovi, Karies, Nekrosis;
f.    Penyakitpadasendisacroiliacadansendisacrococsigea
3)      Perubahan bentuk karena tulang belakang:
a.    Kifosis
b.   Skoliosis
c.    Spodilolistesis

7
4)      Perubahan bentuk karena penyakit kakai:
a.    Koksitis
b.   Luksasiococsa
c.    Atrosiataukelumpuhansatu kaki
Panggul naegele hanya mempunyai sebuah sayap pada sacrum, sehingga
panggul tumbuh sebagai panggul miring. Pada panggul robert kedua sayap scrum
tidak ada sehingga panggul sempit dalam ukuran melintang. Pada split palvis
penyatuan tulang-tulang panggul pada simpisis tidak terjadi sehingga panggul
terbuka didepan.

2.4 Bentuk-Bentuk Panggul


Caldwell dan Moloy mengembangkan suatu klasifikasi panggul yang masih
digunakan hingga saat ini. Klasifikasi Caldwell-Molloy didasarkan pada
pengukuran diameter transversal terbesar di pintu atas panggul dan pembagiannya
menjadi segmen anterior dan posterior. Bentuk segmen-segmen ini menentukan
klasifikasi panggul menjadi: panggul ginekoid, anthropoid, android, ataupun
platipeloid. Karakter segmen posterior menentukan tipe panggulnya, dan karakter
segmen anterior menetukan kecenderungannya. Kedua hal ini ditentukan karena
kebanyakan panggul bukan merupakan tipe murni, melainkan campuran,
misalnya, panggul ginekoid dengan kecenderungan android berarti panggul
posteriornya berbentuk ginekoid dan panggul anteriornya berbentuk android.

8
Empat tipe panggul dengan Garis yang melintasi diameter transversal terlebar
membagi pintu atas menjadi segmen posterior dan anterior.
Panggul ginekoid dianggap sebagai panggul normal wanita, sementara
panggul android merupakan varian dari panggul pria. Panggul android lebih
sering ditemukan pada wanita dengan akitvitas fisik yang berat selama masa
remaja. Panggul android juga ditemukan pada wanita yang mengalami
keterlambatan dalam posisi tegak, yaitu setelah usia 14 bulan, sementara panggul
platipeloid lebih sering ditemukan pada wanita yang memiliki kemampuan posisi
tegak sebelum umur 14 bulan

2.5 Kondisi Janin dalam Persalinan


Terdapat 6 variabel penting pada janin yang mempengaruhi proses
melahirkan:
a. Ukuran janin
Ukuran janin dapat ditentukan secara klinis melalui palpasi abdomen atau
melalui pemeriksaan ultrasonografi, namun kedua pemeriksaan memiliki derajat
kesalahan yang tinggi. Makrosomia fetus berkaitan dengan kegagalan trial of
labor.

9
b. Letak janin
Letak janin menyatakan aksis janin relatif terhadap aksis longitudinal uterus.
Letak janin dapat bervariasi yaitu: longitudinal, transversal, atau oblik. Pada
kehamilan tunggal, hanya janin dengan letak longitudinal yang dapat selamat
melalui persalinan pervaginam.
c. Presentasi janin
Presentasi merupakan bagian terbawah janin yang paling dekat dengan jalan
lahir. Janin dengan letak longitudinal memiliki presentasi wajah atau bokong.
Presentasi campuran menyatakan bahwa terdapat lebih dari satu bagian tubuh
janin pada pintu atas panggul. Presentasi funik menyatakan presentasi tali pusat,
jarang terjadi. Fetus dengan presentasi kepala diklasifikasikan berdasarkan bagian
dari tulang tengkorak yang tampak yaitu oksiput (veteks), sinsiput, wajah, atau
dahi. Malpresentasi menunjuk pada presentasi selain verteks, dan hal ini terjadi
pada sekitar 5% persalinan.

Gambar Letak memanjang, presentasi kepala. Perbedaan sikap tubuh janin pada
presentasi (A) verteks, (B) sinsiput, (C) wajah, (D) dahi.
d. Sikap atau postur janin
Sikap menyatakan posisi kepala dalam hubungan dengan tulang belakang
janin (derajat fleksi/ ekstensi kepala janin). Fleksi kepala penting dalam
engagement kepala fetus pada panggul ibu. Jika dagu fetus mengalami fleksi
optimal hingga mencapai dada, diameter suboksipitobregmatikus tampil pada

10
pintu atas panggul. Hal ini merupakan diameter terkecil yang dapat muncul pada
presentasi kepala. Diameter yang muncul pada pintu atas panggul meningkat
sejalan dengan derajat ekstensi (defleksi) kepala. Hal ini dapat menyebabkan
kegagalan kemajuan persalinan. Arsitektur dinding pelvis bersama dengan
peningkatan aktivitas uterus dapat memperbaiki derajat defleksi pada tahap awal
persalinan.
e. Posisi janin
Posisi janin menyatakan hubungan antara titik acuan pada bagian terbawah
janin dengan sisi kanan atau kiri jalan lahir. Hal ini dapat ditentukan melalui
pemeriksaan vagina. Pada presentasi kepala, oksiput menjadi acuan penilaian. Jika
oksiput mengarah secara langsung ke anterior, posisi menjadi oksiput anterior
(OA). Jika oksiput mengarah ke sisi kanan ibu, posisi menjadi oksiput anterior
kanan (ROA). Pada presentasi oksiput, variasi posisi janin dapat disingkat dengan
membentuk arah jarum jam.

Pada persalinan sungsang, sakrum menjadi acuan penilaian. Pada


presentasi verteks posisi dapat ditentukan dengan palpasi sutura janin. Sutura
sagitalis merupakan sutura yang paling mudah dipalpasi. Biasanya kepala janin
memasuki pintu atas panggul dalam posisitransversal, dan pada persalinan
normal, kepala mengalami rotasi menjadi posisi OA. Kebanyakan bayi dilahirkan
dengan posisi OA, ROA, ataupun LOA. Malposisi menunjukkan persalinan
dengan posisi selain OA, ROA, ataupun LOA.

11
f. Station
Station merupakan pengukuran turunnya bagian janin melalui jalan lahir.
Standar klasifikasi dinyatakan dalam derajat -5 sampai dengan +5. Penentuan ini
didasarkan pada pengukuran kuantitatif dalam sentimeter pada tepi awal tulang
dari spina iskiadia. Titik tengah (station 0) didefinisikan sebagai bidang spina
iskiadika ibu. Spina iskiadika ibu dapat dipalpasi pada pemeriksaan vagina, kira-
kira searah jam 8 ataupun jam 4.
g. Distosia
Secara harafiah, distosia berarti persalinan sulit yang ditandai oleh terlalu
lambatnya kemajuan persalinan. Suatu persalinan juga dianggap mengalami
hambatan jika bagian presentasi janin tidak mengalami kemajuan melewati jalan
lahir, walaupun dengan kontraksi uterus yang adekuat.

12
BAB III
Penutup

3.1 Kesimpulan
Pelvis atau yang disebut juga panggul adalah bagian tubuh dengan bentuk
menyerupai baskom (basin) dengan tepi yang melebar pada kedua sisi.
Tulang panggul, terdiri dari 4 buah tulang :
·         Os. Coxae : 2 buah ( tulang pangkal paha)
·         Os. Sacrum : 1 buah ( tulang selangkangan )
·         Os. Coccygis : 1 buah ( tulang ekor, 3-4 ruas )

BIDANG HODGE adalah bidang khayal untuk menentukan seberapa jauh


bagian depan anak turun kedalam rongga panggul :
1.    HODGE I = bidang horizontal yang melalui PAP dan tepi
atas  symphisis.
2.    HODGE II = sejajar dengan PAP dan Hodge I melalui tepi bawah
symphisis.
3.    HODGE III  = sejajar dengan PAP, Hodge I dan Hodge II dan melalui
spina ischiadica
4.    HODGE IV = sejajar dengan PAP, Hodge I, Hodge II, Hodge III dan
melalui ujung os. Coccygeus.

Bentuk panggul :
a.  PanggulGynecoid : bentukpanggul ideal, bulatdanmerupakan jenis
panggultipikal wanita
b.  PanggulAndroid :bentuk PAP seperti  segitiga,
merupakanjenis jenispanggul tipikalpria.
c. PanggulAntropoid :bentuk PAP  seperti elips, agaklonjong seperti  
telur.
d. PanggulPlatipeloid :bentuk PAP  seperti kacangatauginjal, picak,
menyempitarah mukabelakang.

13
Terdapat 6 variabel penting pada janin yang mempengaruhi proses
melahirkan: ukuranjanin, letakjanin, presentasijanin, sikapatauposturjanin,
posisijanin, station, distosia.

3.2 Saran
  Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua dan kami sebagai
mahasiswi/mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai
Anatomi panggul, Bentuk panggul dan Bidang Hodgen,. Serta bermanfaat bagi
institusi/perawat sebagai bahan pertimbangan untuk perbandingan dalam
meningkatkan pelayanan asuhan keperawatan.

14
DAFTAR PUSTAKA

Mitayani. 2009. Asuhan Keperawatan Maternitas. Salemba Medika Jakarta.


Nugroho, Taufan. 2011.Buku Ajar Obstretri.yogjakarta:Nuha Medika.
Green,C. J and J. M. Wilkinson. 2012. Rencana Asuhan Keperawatan Maternal
& Bayi Baru Lahir. Jakarta : EGC.
Wilkinson, Judith M & Ahern, Nancy R. 2011. Buku Saku Diagnosis Keperawatan
Edisi 9 Nanda Nic Noc. Jakarta : EGC.

15

Anda mungkin juga menyukai