Anda di halaman 1dari 3

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, senantiasa kami mengucapkan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa


Ta’ala atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan suatu amanah
program Masyarakat Sadar Gizi 2021 (MSG 2021) yang telah berjalan dari bulan Maret hingga
September tahun 2021, bertempat di Puskesmas Kom Yos Sudarso, Kota Pontianak, Kalimantan
Barat. Kegiatan ini merupakan manifestasi dari suatu pemikiran terkait pentingnya kesehatan
dalam rangka pembangunan peradaban dan ilmu khususnya di negara kita tercinta, Indonesia.
Persiapan sumber daya manusia diupayakan sejak dini, dari mulai perencanaan pernikahan, masa
kehamilan, hingga persalinan dan proses perkembangan dan pertumbuhan anak. Pembangunan
kesehatan diarahkan untuk mendorong terwujudnya kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
agar dapat tercipta generasi unggul di masa mendatang. Program Masarakat Sadar Gizi
merupakan satu di antara bentuk aksi nyata sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan
pengetahuan masyarakat terkait pentingnya gizi seimbang serta dampak apabila tidak terpenuhi
dengan baik.
Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada dr. Muhammad Riedha, MSc
selaku pembina Negeri Putih, Aksi Cepat Tanggap, Masyarakat Relawan Indonesia,
Pemerintahan Daerah Kota Pontianak, Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Puskesmas Kom Yos
Sudarso Pontianak dan pihak-pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu telah banyak
membantu untuk kelancaran pelaksanaan program ini, semoga amal ibadah kita menjadi
kebaikan dan dibalas dengan kebaikan yang berlimpah.
Kami menyadari segala kekurangan dari pelaksanaan program ini dengan berbagai
keterbatasan dan kondisi yang jauh dari bentuk kesempurnaan. Kami mengharapkan segala
bentuk saran dan kritik membangun yang dapat memberikan manfaat untuk kita semua.

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mendorong terwujudnya kemandirian masyarakat
untuk hidup sehat agar dapat tercipta generasi unggul di masa mendatang. Di masa Pandemi
COVID-19 yang mulai dideklarasikan sebagai pandemi oleh WHO sejak 9 Maret 2020, berbagai
upaya penanggulangan mulai dilakukan. Di Indonesia, khususnya di Kota Pontianak, Kalimantan
Barat, penanganan pandemi menjadi isu utama dan prioritas dalam kurun waktu terakhir ini,
sehingga program kesehatan lain tidak berjalan optimal untuk menghindari perkumpulan massa
dan konsentrasi nakes dalam menghadapi pandemi. Satu di antaranya adalah program gizi, yang
sebetulnya pemenuhan gizi optimal sangat diperlukan dalam menjaga kesehatan dan imunitas,
termasuk pada masa pandemi ini. Sehingga, optimalisasi program gizi di masyarakat perlu untuk
dilakukan dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan yang berlaku.
Menurut laporan dari global Nutrition tahun 2014 Indonesia termasuk ke dalam 17 negara
yang mengalami beban ganda permasalahan gizi. Hal ini diperkuat dengan hasil Riset
Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Kemenkes RI yang menunjukkan proporsi status gizi sangat
pendek (stunting) dan pendek pada balita di Indonesia adalah sebesar 30.8% sedangkan target
RPJMN 2024 adalah menurunkan angka tersebut menjadi 19% pada 2024 mendatang. Di
Kalimantan Barat sendiri pada tahun 2018 proporsi status gizi sangat pendek dan pendek
(stunting) pada balita adalah 33.5%. Selain itu, data Riskesdas 2018 juga menunjukkan proporsi
anemia ibu hamil di Indonesia mengalami peningkatan menjadi 48.9% yang sebelumnya pada
2013 adalah sebesar 37.1%.
Agar mencapai tujuan SDGs yang kedua terkait ketahanan pangan dan gizi serta tujuan
SDGs yang ketiga terkait kesehatan pada tahun 2030 maka perlu dilakukan intervensi dimulai
sejak dini. Kebutuhan akan energi, protein, dan zat gizi mikro perlu menjadi perhatian. Gizi dan
kesehatan juga memiliki peranan penting dalam meningkatkan prestasi akademik pelajar.
Intervensi sejak dini memiliki manfaat yang akan dirasakan saat ini dan di masa yang akan
datang serta keturunan mereka nantinya.
Negeri Putih yang merupakan gerakan di bidang kesehatan.mendukung upaya Pemerintah
mempersiapkan mereka menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, salah satunya melalui
peningkatan literasi gizi dan kesehatan remaja melalui edukasi gizi seimbang dan perilaku hidup
bersih dan sehat.
Kegiatan ini bertempat di Kelurahan Kom Yos Sudarso, Kota Pontianak. Pemilihan tempat
ini didasarkan pada beberapa pertimbangan yang telah ditentukan sebelumnya oleh anggota
Negeri Putih, yaitu ketercapaian lokasi, tenaga kesehatan yang kurang dan adanya masalah
kesehatan terutama terkait gizi.

Tujuan dan Manfaat


Meningkatkan pengetahuan kader dan masyarakat terkait gizi serta meningkatkan kualitas
pertumbuhan balita dengan permasalahan gizi khususnya pada cakupan wilayah Puskesmas Kom
Yos Sudarso, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Program ini juga menekankan terkait peran
kebersihan lingkungan yang juga menjadi faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan anak.

REALISASI PROGRAM (Agung, Abidah)


Pelatihan Kader
a. Metode
b. Hasil
c. Diskusi
Intervensi Paket Gizi
a. Metode
b. Hasil
c. Diskusi
Lingkungan Bersih
a. Metode
b. Hasil
c. Diskusi
EVALUASI KENDALA PELAKSANAAN PROGRAM (K Shanty)
LAPORAN KEUANGAN (Widi)
KESIMPULAN (Albert)
LAMPIRAN (Jona, Irma)
Lampiran 1. Susunan Kepanitiaan (Albert)
Lampiran 2. Dokumentasi Kegiatan Pelatihan Kader (Jona, K Shanty)
Lampiran 3. Dokumentasi Kegiatan Intervensi Paket Gizi (Jona, K Shanty)
Lampiran 4. Dokumentasi Kegiatan Lingkungan Bersih (Jona, K Shanty)
Lampiran 5. Data Penilaian Pengetahuan Kader (Abidah, Agung)
Lampiran 6. Data Antropometri Target Program (Agung, Abidah)
Lampiran 7. Dokumentasi Bukti Keuangan (Widi)