Anda di halaman 1dari 10

1

MAKALAH NI CIVIC

SOSIALISME
INDONESIA
OLEH : DESAK GEDE PREMA WAHINI

UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2010

Sosialisme , pada hakikatnya berpangkal dari kepercayaan diri manusia,

melahirkan kepercayaan pula bahwa segala penderitaan dan kemelaratan yang

dihadapi dapat diusahakan melenyapkannya. Sedangkan, Sosialisme Indonesia

adalah suatu ajaran dan gerakan tentang tata masyarakat adil dan makmur

berdasarkan Pancasila.
2

BAB I

LATAR BELAKANG

Inti permasalahan dari makalah ini adalah membahas tentang Sosialisme

Indonesia. Namun sebagai latar belakang, saya paparkan sedikit pengertian

Sosialisme itu sendiri.

Sosialisme, pada hakikatnya berpangkal dari kepercayaan diri manusia,

melahirkan kepercayaan pula bahwa segala penderitaan dan kemelaratan yang

dihadapi dapat diusahakan melenyapkannya. Penderitaan dan kemelaratan yang

diakibatkan pembajakan politik dan ekonomi dimana penguasa dan pengusaha

dengan semangat liberal dan kapitalnya, memiliki kekuatan penuh mengatur kaum

kebanyakan warga Negara, dengan segala keserakahan yang didasarkan

rasionalisme dan individualism itu, mendorong sebagian orang mencari cara baru

guna pemecahan masalah social tersebut tanpa harus dilakukan dengan

kekerasan1.

George Lansbury, pemimpin Partai Buruh, menulis dalam bukunya My

England (1934), dijelaskannya :

“Sosialisme, berarti cinta kasih, kerjasama, dan persaudaraan dalam setiap

masalah kemanusiaan merupakan satu-satunya perwujudan dari Iman Kristiani.

Saya sungguh yakin, apakah orang itu tahu atau tidak, mereka yang setuju dan

menerima persaingan dan pertarungan satu denganyang lain sebagai jalan untuk

memperoleh roti setiap hari, sungguh melakukan pengkhianatan dan tidak

menjalankan Kehendak Allah”2

1
Firdaus Syam. 2007. PEMIKIRAN POLITIK BARAT, Sejarah, Filsafat,Ideologi dan
Pengaruhnya Terhadap Dunia Ke-3. Jakarta : PT Bumi Aksara, h. 265.
2
Ibid, h. 266.
3

Selain pengertian-pengertian diatas, masih banyak ahli yang memberikan

pengertian-pengertian berbeda untuk Sosialisme ini, karena memang Sosialisme

adalah suatu hal yang sangat kompleks. Berikut beberapa pendapat lain tentang

pengertian Sosialisme ini.

Sosialisme adalah suatu bentuk masyarakat dimana laki-laki dan wanita

tidak dibagi-bagi menjadi kelas-kelas ekonomi yang saling berlawanan,

melainkan hidup bersama-sama dalam keadaan ekonomi dan social yang sama,

dimana alat-alat yang dimilikinya digunakan bersama guna memajukan

kesejahteraan masyarakat3.

Menurut Prof. Cole :

Suatu masyarakat yang menolak dan menyingkirkan pembedaan-

pembadaan kelas, suatu system social dimana tidak ada yang lebih kaya atau lebih

miskin daripada tetangganya4.

Menurut Prof. Arthur Lewis :

Sosialisme adalah kesamaan dimana kesamaan tersebut tidak hanya berarti

kesamaan kesempatan seperti di Amerika, akan tetapi berarti kesamaan status

dalam arti yang seluas-luasnya, baik subyektif maupun obyektif5.

Dalam pemikiran paham sosialisme, Negara harus melakukan, yaitu :

1. Tidak bijaksana untuk membiarkan orang-orang berjuang mati-matian dalam

kondisi “struggle for life and survival of the fittest” untuk hidup layak dan

memperoleh kekayaan. Untuk mengatasinya, perlu ada pendistribusian yang

dilakukan secara terpusat oleh Negara, agar orang-orang mendapatkan hak serta

3
Soetrisno P.H. 1992. Kapita Selekta Ekonomi Indonesia (Suatu Studi). Yogyakarta : Andi Offset,
h. 226
4
Soetrisno P.H, loc. cit.
5
Soetrisno P.H, loc. cit.
4

kesempatan secara adil. Tentunya, dalam hal ini adalah keadilan distributive

(justifikasi distributiva) yang diutamakan walau tanpa mengecilkan arti keadilan

komutatif.

2. Negara diperlukan guna membina dan mengkoordinasikan kebersamaan, serta

mengelola dan mendistribusikan sumber daya. Adanya bentuk kebersamaan

berupa Negara untuk dapat menetapkan aturan yang bersifat memaksa, diperlukan

guna menjamin koordinasi dan distribusi sumber daya bersama itu. Sosialisme

juga diperlukan guna menggalang kebersamaan di antara kelompok atau suku

bangsa yang hidup bersama di satu wilayah atau suatu Negara6.

Dalam perjuangan untuk mencapai cita-citanya, sosialis menggunakan

cara-cara yang demokratis. Pertama, Sosialisme menolak terminology Ploletariat

yang menjadi bagian konsep Komunisme. Kedua, pemilikan alat-alat produksi

oleh Negara harus diusahakan scara perlahan-lahan atau secara bertahap. Ketiga,

Kaum Sosialis menuntut pendirian umum yang demokratis bahwa pencabutan hak

milik warga Negara harus melalui proses hokum dan warga Negara tersebut harus

mendapatkan kompensasi. Keempat, kaum sosialis menolak pengendalian

kekuasaan oleh sekelompok minoritas yang mengatasnamakan kekuatan

revolusioner. Kelima, tidak sependapat bahwa dalam demokrasi hanya ada dua

pilihan antara liberalis-kapitalis atau komunis7.

BAB II

MASALAH

6
Efriza S.IP. 2008. ILMU POLITIK, Dari Ilmu Politik sampai Sistem Pemerintahan. Bandung :
Alfabeta, h.99.
7
Firdaus Syam. 2007. PEMIKIRAN POLITIK BARAT, Sejarah, Filsafat,Ideologi dan
Pengaruhnya Terhadap Dunia Ke-3. Jakarta : PT Bumi Aksara, h. 271.
5

Masalah yang akan dibahas pada makalah ini adalah tentang pengertian

Sosialisme Indonesia dan beberapa factor kehidupan Berbangsa dan Bernegara di

Indonesia yang telah mengambil cirri-ciri Paham Sosialisme ini. Namun

Sosialisme yang dijalankan di Indonesia ini memiliki praktek nyata yang rancu.

Seperti pendapat yang saya kutip dari buku The Idea of Indonesia berikut.

Sosialisme tak jelas, sosialisme ala Indonesia, demikian namanya, upaya

menggabungkan kaidah-kaidah sosialis dengan budaya Indonesia,yang dirancang

sebagai sarana perbaikan ekonomi tetaplah tidak jelas. Soekarno menyatakan

bahwa “Aku memakai istilah Sosialisme sebagai nama untuk semua cara berpikir

yang menginginkan masyarakat ‘sama rasa, sama rata’. Yang terjadi bukanlah

Sosialisme murni, melainkan ekonomi yang makin berpusat pada Negara dan

diatur Negara, dengan dalih meninggalkan “system produksi liberal”8.

BAB III

PEMBAHASAN

Sosialisme Indonesia merupakan hal yang sangat lama sekaligus juga

merupakan hal yang baru. Sangat lama jika kita melihat kegotong royongan

masyarakat Indonesia dan hal yang baru jikakita melihat Dekrit Presiden 5 Juli

19599.

Menurut Depernas :

Sosialisme Indonesia adalah suatu ajaran dan gerakan tentang tata

masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila10.

8
R.E Elson. 2008. The Idea of Indonesia. Jakarta : PT Serambi Ilmu Semesta, h. 159
9
Soetrisno P.H. 1992. Kapita Selekta Ekonomi Indonesia (Suatu Studi). Yogyakarta : Andi Offset,
h. 228
10
Soetrisno P.H, loc. cit.
6

Sosialisme Indonesia adalah suatu ajaran,suatu doctrine, suatu dogma,

suatu prinsip yang berdasarkan suatu teori yang harus dilaksanakan, harus

diwujudkan di dalam kenyataan, harus diwujudkan di dalam praktek hidup

sendiri-sendiri11.

Sosialisme Indonesia adalah suatu gerakan. Ini berarti bahwa Sosialisme

Indonesia adalah cita-cita Bangsa Indonesia yang harus kita usahakan dengan

sekeras-kerasnya agar dapat tercapai12.

Menurut pandangan Sri Edi Swasonon(1990), Sosialisme Indonesia

menurut Hatta dicirikan oleh 3 hal :

1. Sosialisme Indonesia muncul karena dorongan etnis agama yang menghendaki

adanya persaudaraan dan tolong menolong antar sesama.

2. Sosialisme Indonesia merupakan ekspresi dari jiwa berontak Bangsa Indonesia

yang memperoleh perlakuan yang sangattidak adil dari penjajahan

3. Hatta yang kurang menerima pandangan Marxisme, mencari sumber-sumber

Sosialisme dalam masyarakat Indonesia sendiri. Hatta menegaskan bahwa dasar-

dasar Sosialisme Indonesia terdapat pada masyarakat desa yang kecil, yang

bercorak kolektif yang sedikit banyaknya masih bertahan sampai sekarang13.

Salah satu sifat Paham Sosialisme yang diterapkan di Indonesia, adalah

pada bidang Ekonomi, yaitu dengan diterapkannya Ekonomi Sosialis Indonesia.

Ekonomi Sosialis Indonesia atau lebih lengkapnya Sistem Ekonomi Sosialis

11
Soetrisno P.H. 1992. Kapita Selekta Ekonomi Indonesia (Suatu Studi). Yogyakarta : Andi
Offset, h. 228
12
Soetrisno P.H, loc. cit.
13
Yohanes Harsoyo, dkk. 2006. Ideologi Koperasi Menatap masa Depan. Yogyakarta : Pustaka
Widyatama, h. 12
7

Indonesia adalah sistem perekonomian yang dipraktekkan oleh Sosialisme

Indonesia14.

Pokok pikiran tentang ekonomi sosialis Indonesia yang paling pokok

adalah :

1. Self-supporting bahan-bahan kebutuhan pokok

2. Distribusi dengan cepat, merata dan murah

3. Export ditujukan pada barang jadi

4. Import ditujukan untuk bahan-bahan mentah dan barang-barang capital

5. Memulai pembangunan industri dasar15

Bung Hatta melihat bahwa system ekonomi yang bisa dipercaya untuk

mengeluarkan rakyat Indonesia dari masalahnya, menurutnya hanyalah system

ekonomi sosialis. Tetapi system ekonomi sosialis yang diintrodusir Hatta tidaklah

sama dengan system ekonomi sosialisme yang ada di Barat. Sistem ekonomi

sosialis Indonesia yang merupakan paduan dari 3 unsur yaitu Sosialisme Barat,

Islam dan dari Khazanah budaya Bangsa Indonesia sendiri. Pokok-pokok pikiran

dari system ekonomi oleh Hatta sudah dimasukkan ke dalam konstitusi Indonesia,

khususnya terdapat dalam Pasal 33,34, dan 27 dari UUD 1945. Dari pasal-pasal

tersebut tampak bahwa untuk terciptanya kesejahteraan ekonomi rakyat, rakyat

Indonesia dan atau Negara harus membangun system ekonominya sendiri, yaitu

14
Soetrisno P.H, loc. cit.
15
Soetrisno P.H. 1992. Kapita Selekta Ekonomi Indonesia (Suatu Studi). Yogyakarta : Andi
Offset, h. 228
8

system ekonomi sosialis Indonesia yang bukan Smithian (kapitalisme) dan bukan

Marxian (sosialisme Marxian)16.

Selain dalam bidang Ekonomi, penerapan Paham Sosialisme inipun pernah

dimasukkan sebagai ideology oleh Bung Sjahrir.

Sosialisme kerakyatan sebagai ideology adalah upaya untuk meneruskan

dan melanjutkan apa yang bibitnya telah ditanamkan oleh Bung Sjahrir. Sjahrir

menganggap Sosialisme kerakyatan adalah sifat khusus Sosialisme yang sangat

cocok bagi Indonesia, baik sebagai masyarakat maupun sebagai bangsa, dan

bukan ideology lain seperti fasisme, komunisme ataupun nasionalisme yang pada

permulaan revolusi Indonesia memenuhi dengan sesak seluruh udara politik

Indonesia17.

Pokok-pokok Sosialisme kerakyatan Sjahrir adalah kemanusiaan,

kebebasan, demokrsi, dan penghormatan setinggi-tingginya terhadap Hak Asasi

Manusia. Yang khusus dari Sosialisme Kerakyatan ialah focus perjuangan kepada

mengangkat nasib, martabat dan harkat orang kecil, orang miskin dan lemah18.

Sekarang ini, baik Partai Sosialis Indonesia maupun partai komunis

Indonesia tidak ada lagi. Komunisme dinyatakan sebagai ideologi yang terlarang.

Sosialismekerakyatan tidak hadir lagi sebagai ideology tersendiri. Tetapi dalam

Pancasila terdapat sila Kerakyatan dan Sila Pancasila. Istilah Sosialisme religious

juga sering terdengar19.

BAB IV

KESIMPULAN
16
Anwar Abbas. 2010. Bung Hatta dan Ekonomi Islam. Jakarta : PT Kompas Media Nusantara, h.
343
17
Sarbini Sumawinata. 2004. Politik Ekonomi Kerakyatan. Jakarta : PT Gramedia Pustaka, h. 221
18
Sarbini Sumawinata, loc. cit.
19
Rosihan Anwar. 2010. Mengenang Sjahrir : Seorang Toko Pejuang Kemerdekaan yang
Tersisihkan dan Terlupakan. Jakarta : PT Gramedia Pustaka, h. 247
9

Sosialisme adalah suatu bentuk masyarakat dimana laki-laki dan wanita

tidak dibagi-bagi menjadi kelas-kelas ekonomi yang saling berlawanan,

melainkan hidup bersama-sama dalam keadaan ekonomi dan social yang sama,

dimana alat-alat yang dimilikinya digunakan bersama guna memajukan

kesejahteraan masyarakat.

Sosialisme Indonesia adalah suatu ajaran,suatu doctrine, suatu dogma,

suatu prinsip yang berdasarkan suatu teori yang harus dilaksanakan, harus

diwujudkan di dalam kenyataan, harus diwujudkan di dalam praktek hidup

sendiri-sendiri.

Di Indonesia, penerapan sifat-sifat Ideologi Sosialisme ini dapat terlihat

pada Sistem Ekonomi Sosialis Indonesia dan pada pokok-pokok Sosialisme

Kerakyatan yang telah tercantum di dalam sila Pancasila.

DAFTAR PUSTAKA

1. Abbas, Anwar. 2010. Bung Hatta dan Ekonomi Islam. Jakarta : PT

Kompas Media Nusantara

2. Anwar,Rosihan. 2010. Mengenang Sjahrir : Seorang Toko Pejuang

Kemerdekaan yang Tersisihkan dan Terlupakan. Jakarta : PT Gramedia

Pustaka

3. Elson, R.E. 2008. The Idea of Indonesia. Jakarta : PT Serambi Ilmu

Semesta

4. P.H, Soetrisno. 1992. Kapita Selekta Ekonomi Indonesia (Suatu Studi).

Yogyakarta : Andi Offset

5. S.IP, Efriza. 2008. ILMU POLITIK, Dari Ilmu Politik sampai Sistem

Pemerintahan. Bandung : Alfabeta


10

6. Sumawinata, Sarbini. 2004. Politik Ekonomi Kerakyatan. Jakarta : PT

Gramedia Pustaka

7. Syam, Firdaus. 2007. PEMIKIRAN POLITIK BARAT, Sejarah,

Filsafat,Ideologi dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Ke-3. Jakarta : PT Bumi

Aksara

8. Yohanes Harsoyo, dkk. 2006. Ideologi Koperasi Menatap masa Depan.

Yogyakarta : Pustaka Widyatama