Anda di halaman 1dari 44

TATALAKSANA PASIEN PASCA

KRANIOTOMI
KRANIOTOMI
SUATU TINDAKAN PEMBEDAHAN TULANG KEPALA
UNTUK MENDAPATKAN JALAN MASUK KE
BAGIAN INTRACRANIAL GUNA:

1. MENGANGKAT TUMOR
2. MENGHILANGKAN/MENGURANGI PENINGKATAN TIK
3. MENGEVAKUASI BEKUAN DARAH
4. MENGHENTIKAN PENDARAHAN
(BRUNNER AND SUDDARTH).
CRANIOTOMY

1/23/2020
CRANIOTOMIES
NAMED FOR THE BONE
BEING REMOVED.

üFRONTOTEMPORAL

üPARIETAL

üTEMPORAL

üSUBOCCIPITAL 1/23/2020
WHAT ARE THE RISKS?

NO SURGERY IS WITHOUT RISKS.


GENERAL COMPLICATIONS OF ANY SURGERY
§ BLEEDING,
§ INFECTION,
§ BLOOD CLOTS, AND
§ REACTIONS TO ANESTHESIA

1/23/2020
POST OPERATIVE NURSING CARE

• MANAJEMEN ASUHAN KEPERAWATAN YANG AKURAT


• PENCEGAHAN KOMPLIKASI POST OPERATIVE

1/23/2020
TUJUAN

1. MEMPERTAHANKAN / MENINGKATKAN PERFUSI


SEREBRAL
2. DETEKSI DINI PENINGKATAN TIK
3. MENGONTROL FAKTOR RESIKO PENINGKATAN TIK
4. MENCEGAH DAN MENGENAL DINI KOMPLIKASI
5. PEMBERIAN PERAWATAN SUPORTIF
6. SUPORT EMOSI PASIEN DAN KELUARGA
7. REHABILITASI DINI
MANAJEMEN KEPERAWATAN

1/23/2020
ASSESS NEUROLOGIC STATUS AND
VITAL SIGNS FREQUENTLY
A. PEMANTAUAN HEMODINAMIK

1. PEMANTAUAN TEKANAN DARAH

MONITOR VITAL SIGN :


•SETIAP 15 MENIT PADA 4 JAM PERTAMA
•SETIAP 30 MENIT 4 JAM BERIKUTNYA
•SETELAH PEMANTAUAN 30 MENIT PADA 4 JAM KEDUA,
PEMANTAUAN DILAKUKAN SETIAP 1 JAM DI RUANGAN ICU
MAP

TEKANAN ARTERIAL RATA-RATA (MEAN ARTERIAL PRESURE/MAP)


MERUPAKAN BACAAN TEKANAN RATA-RATA DIDALAM SISTEM ARTERIAL
( GARRESTON 2005)

MAP = SISTOLE + 2 DIASTOLE


3

PERTAHANKAN MAP 90-110 MMHG


2. PENILAIAN PERFUSI CEREBRAL
CEREBRAL PERFUSSION PRESSURE(CPP) ADALAH JUMLAH ALIRAN DARAH
DARI SIRKULASI SISTEMIK YANG DIPERLUKAN UNTUK MEMBERI OKSIGEN
DAN GLUKOSA YANG ADEKUAT UNTUK METABOLISME OTAK.

CPP = MAP – ICP (TIK)

PERTAHANKAN :
CPP = 70 – 100 MMHG
MAP = 90-110 MMHG
ICP = ≤20 MMHG
3. PENILAIAN DENYUT JANTUNG
PERTAHANKAN HEART RATE 70-90 X / MENIT
KAJI ADANYA NYERI, KETIDAKSEIMBANGAN CAIRAN DAN
PENINGKATAN TIK BILA DITEMUKAN NILAI ABNORMAL.

4. PENILAIAN SUHU
PERTAHANKAN SUHU NORMAL
# COOLING BLANKET
5. PENGUKURAN
CENTRAL VENOUS PRESURE
(CVP)
FUNGSI PEMASANGAN VENA SENTRAL:

1.MEMBERIKAN CAIRAN INTRAVENA


2.MEMBERIKAN OBAT ABATAN IV
PERTAHANKAN CVP : 3.PEMBERIAN PARENTERAL NUTRISI
8-12 CMH20 / 4-10 MMHG 4.PEMANTAUAN HEMODINAMIK: CVP
5.INTERAKSI TERAPI
6.PENGAMBILAN SAMPEL DARAH

14
6. PENILAIAN LAJU PERNAPASAN

PASIEN DENGAN GCS < 8 PERTAHANKAN JALAN NAPAS.

PERTAHANKAN OKSIGENASI YANG ADEKUAT:


# PO2 > 90 MMHG
# SPO2 > 95 %
# PCO2 : 35-45MMHG
7. SUCTIONING

§ PERFORM GENTLE (120MMHG) SUCTION


- AVOID INCREASED INTRACRANIAL PRESSURE

1/23/2020
B. STATUS NEUROLOGI

1. GCS

2. PUPIL

3. KEKUATAN OTOT
C. INTERVENSI LAINNYA...

ü Pengaturan posisi dimulai


dari pasien ditansfer ke dari
OK ke ruang ICU.
üPerhatikan posisi saat
perpindahan pasien atau
1. Positioning
serah terima pasien
üHead up 30 derajat
üPada pasien post craniotomi
supratentorial ; Posisi supinasi
Infratentorial ; Posisi Lateral
1/23/2020
POSITION
POSITION
§Elevate head end of the bed to 30
degrees
§Maintain head and neck in neutral
alignment.
§Change the position slowly with proper
support to the head and neck.

1/23/2020
HEAD AND NECK IN NEUTRAL ALIGNMENT
üKaji gag reflex, kemampuan batuk,
kemampuan menelan sebelum
memeberikan nutrisi
üNutrisi di berikan sesegera mungkin
2. Nutrisi setelah dipastikan bising usus positif
üPastikan tidak ada mual & muntah
üDapat diberikan clear fluid
üNaik bertahap sesuai toleransi

üObservasi Intake dan Output pasien


üMonitor kadar elektrolit dan
osmolaritas darah
3. Cairan dan Elektrolit üJika operasi di area hipotalamus
monitor adanya tanda-tanda diabetes
insipidus
1/23/2020
ü Pantau balance cairan tiap
jam
4. Eliminasi
üCegah valsava manuver
üKolaborasi pemberian obat
pencahar

1/23/2020
CONSTIPATION
COMMON PROBLEM AFTER SURGERY –
§ ANESTHESIA
§ INACTIVITY
§ PAIN MEDICATIONS.

INCREASE WATER,
FRESH FRUITS VEGETABLES
FIBER
5. Manajemen Nyeri

üKolaborasi pemberian Analgetik

üPada 24 jam pertama dibuka untuk


memonitor adanya perdarahan atau
adanya kebocoran cairan
6. Perawatan Luka cerebrospinal, monitor insisi,
kemerahan,drainase dan tanda infeksi
(Hickey, 2014)
1/23/2020
INCISION AND WOUND CARE

Ø Incisions are with staples or sutures.


Ø The wound should be left covered for 48 hours
ØEvidence of bleeding or blood clot at the wound
edges - clean the wound - redress the incision
with a new dressing.
Ø Keep the scalp wound clean and dry (no wet
towels on forehead for fever).
Ø After 48 hours, leave open to air and clean any
dried blood scab on the wound edges.
Ø Sutures/staples will remain in place will need to
be removed 7 to 10 days after surgery.
Drain pada operasi Craniotomi

1.External Ventricular Drainage


2.Sub Dural Drainage
3.Epidural Drainage

Yang harus diperhatikan :


7. Drain 1.Produksi drain
2.Aliran drain
3.Jumlah&warna cairan

1/23/2020
KOMPLIKASI
(HICKEY, 2014)

1/23/2020
1. CEREBRAL HEMORRHAGE
# PTIK, PENINGKATAN DRAINASE DARAH YANG SANGAT CEPAT
DARI DRAIN EVD ATAU SUBDURAL DRAIN
# CT SCAN KONTROL

2. PENINGKATAN TEKANAN INTRAKRANIAL

3. PNEUMOCEPHALUS
MASUKNYA UDARA KE DALAM RUANG SUBDURAL, EKSTRADURAL,
SUBARACNOID, INTRACEREBRAL ATAU INTRAVENTRICULAR.
DAPAT TERJADI SEGERA DALAM 24 JAM POST OP ATAU PALING
LAMBAT1 MNGGU POST OP.
4. HYDROCEPHALUS
TERJADI KARENA GANGGUAN ABSOBSI CSF KARENA
TERSUMBATNYA VILLI ARACNOID.

5. KEJANG
IRITASI PADA KORTEKS CEREBRI
MANAJEMENT KEJANG : OKSIGENASI YANG ADEKUAT, CEGAH
ASPIRASI, CEGAH INJURI AKIBAT AKTIFITAS MOTORIK, MONITOR TTV,
PEMBERIAN DIAZEPAM.

36
6. KEBOCORAN CSF
ADANYA CELAH PADA DURAMATER KE ARAH SUBARACNOID.

MONITOR ADANYA : OTORRHEA, RHINORRHEA

7. MENINGITIS
KONTAMINASI SAAT OPERASI, KONTAMINASI DARI EVD, ATAU DRAI SUBDURAL,
ATAU KONTAMINASI DARI DRESSING PADA LUKA POST OPERASI.
8. INFEKSI PADA LUKA

9.DEEP VEIN TROMBOSIS


KARENA WAKTU OPERASI YANG LAMA, POSISI SAAT OPERASI,
COAGULOPATI, BEDREST.

10. INBALANCE ELEKTROLIT


DIABETIK INSIPIDUS
SIADH 38
KASUS
TANGGAL 20 SEPTEMBER 2016 ( PK : 00.15)
• SEORANG PASIEN LAKI LAKI 63 TAHUN, DIBAWAKE IGD DENGAN KELUHAN
PENURUNAN KESADARAN SEJAK PUKUL 15.00, MENURUT KELUARGA SEBELUMNYA
PASIEN MENGELUH NYERI KEPALA, MUAL DAN MUNTAH SERTA KEJANG 3 KALI SELAMA
1-3 MENIT. KELUARGA MENGATAKAN PASIEN MEMILIKI RIWAYAT HIPERTENSI DAN ASMA.
SAAT DILAKUKAN PEMERIKSAAN DIDAPATKAN TD: 143/67MMHG, HR: 84X / MENIT,
SPO2: 96%, RR: 20 X/MNT, SH: 36 ̊
GCS E2M4V2.
HASIL CT SCAN : PERDARAHAN INTRAPARENKIM DILOBUS FRONTAL KANAN, DISERTAI
PERIFOKAL EDEMA. PERDARAHAN INTRASECEBRAL, PERGESERAN GARIS TENGAH KE SISI
KIRI.

• DILAKUKAN OPERASI CRANIOTOMI EVAKUASI HEMATOM DI RUANG OK.


MASUK ICU (PK : 10.15)
GSC DPO DENGAN MIDAZOLAM 2MG/JAM, TERINTUBASI
DENGAN VENTILATORE MODE SIMV TV 500, PS 12, RR 12,
PEEP 5, FIO2 50 % , TD 174/84 MG HR 88X/MENIT,
TERPASANG DRAIN SUBDURAL.

• APASAJA YANG MENJADI FOKUS PADA SERAH TERIMA PASIEN POST OPERASI
KRANIOTOMI DARI RUANG OPERASI?
• GCS ? ...
• HEMODINAMIK ? ... MAP ? ...
• PEMERIKSAN PENUNJANG ? ...
INSTRUKSI POST OPERASI :
1. HEAD UP 30 ̊
2. OBSERVASI GCS DAN TTV
3. TERAPI ANTIBIOTIK CEFTRIAXONE 2X2MG
4. OMZ 2X40MG
5. PARACETAMOL 3 X 1GR
6. TRANSAMIN 3 X 500MG
7. VIT K 3X 1 AMP

PK. 12.25
GCS E2M4VT , TD 170/84MMGHG, HR 78 X/MENIT, RR 12 ON VENTILATOR .
INSTRUKSI DOKTER : PERDIPIN 1MCQ/KGBB/JAM
PK. 13.25
SAAT PERAWAT OBSERVASI HEMODINAMIK, DIDAPATKAN KONDISI PASIEN :
TD 181/91MMGHG, HR 52 X/MENIT, RR 12 ON VENTILATOR , GCS
E1M1VT PUPIL AN ISOKOR 4/2, REFLEK CAHAYA LAMBAT.

APAKAH ADA TANDA PENINGKATAN TIK? SEBUTKAN?

KOMPLIKASI ?
• DILAKUKAN CT KONTROL
HASIL CT SCAN : PERDARAHAN INTRAPARENKIM DILOBUS FRONTAL
KANAN DISERTAI PERIFOKAL EDEMA BERTAMBAH.

PK.18.30
DILAKUKAN OPERASI RECRANIOTOMI EVAKUASI HEMATOMA DAN
PEMASANGAN EVD.

YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA PEMASANGAN DRAIN?