Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

Analisis Tinjauan Keuangan


PT ASURANSI BINA ARTA
Tbk

Disusun Oleh :
1. Dina Mardianti 20101021087
2. Luluk Khoirunnisa 20101021095
3. Nella Sahary Putri 20101021002
4. Shofi Marfuah N H 20101021080
5. Siti Dinda Nur A 20101021029
6. Yoga Pamungkas 20101021081

UNIVERSITAS WAHID HASYIM


SEMARANG
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya
sehingga makalah dengan judul “Analisis Tinjauan Keuangan” ini dapat tersusun
hingga selesai. Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi nilai tugas
dalam mata kuliah Manajemen Keuangan. Selain itu, pembuatan makalah ini
juga bertujuan agar menambah pengetahuan dan wawasan bagi para pembaca.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman maka kami yakin masih
banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu, kami sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi
kesempuraan makalah ini.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat berguna bagi para pembaca.

Semarang , 25 Desember 2021

 Latar Belakang
B B1
A PENDAHULUAN
Pertumbuhan perekonomi sebuah negara tidak lepas dari adanya peran penting sebuah
lembaga keuangan seperti halnya peran penting perusahaan asuransi dalam
mengurangi risiko di Indonesia. Industri jasa asuransi sendiri merupakan salah satu
pilar keuangan, gunanya untuk memproteksi usaha dari segala macam bentuk
kecelakaan yang tidak diinginkan. Usaha asuransi sebagai salah satu keuangan
perbankan yang menghimpun dana masyarakat, semakin penting peranannya sebagai
sumber modal untuk investasi diberbagai bidang. Usaha asuransi mengambil alih
berbagai risiko dari pihak lain sehingga perusahaan asuransi menjadi padat risiko
apabila tidak dikelola dengan baik. Jumlah dan polis asuransi yang digunakan untuk
menutup risiko usaha sangat banyak, Dengan demikian perusahaan-perusahaan
asuransi yang utamanya adalah yang memberikan perlindungan kepada perusahaan-
perusahan lain telah menjadi suatu institusi ekonomi yang mempunyai peranan yang
tidak kecil. Tanpa asuransi, kemajuan ekonomi yang ada ini mustahil tercapai.
Asuransi kesahatan adalah memastikan seseorang yang menderita sakit akan
mendapatkan pelayanan yang dibutuhkannya tanpa harus mempertimbangkan tingkat
ekonominya. Ada pihak yang menjamin atau 2 menanggung biaya pengobatan atau
perawatannya. Menurut(Thabrany, 2001)asuransi merupakan jawaban atas sifat
ketidakpastiian dari kejadian sakit dan kebutuhan pelayanan kesehatan. Untuk
memastikan bahwa kebutuhan pelayanan kesehatan dapat dibiayai secara memadai,
maka seseorang atau kelompok kecil orang melakukan transfer resiko kepada pihak
lain yang disebut insurer / asuradur, ataupun badan penyelenggara jaminan. Setiap
orang berhak mendapat pelayanan kesehatan. Hampir semua penderita berbagai
penyakit ( burden disease ) tinggal di negara berkembang. Sedang kontribusi
pembiayaan kesehatan negara berkembang hanya sekitar 12% dari total pembiayaan
kesehatan dunia.

Dalam melakukan penjaminan kesehatan, Asuransi ABDA memiliki bagian / divisi


analis klaim yang bertugas dalam menganalisis klaim yang datang dari peserta
asuransi ataupun rumah sakit, oleh karena itu divisi analis klaim dibagi menjadi dua
bagian yaitu analis klaim reimbursment dan analis klaim provider. Analis klaim
reimbursment bertugas menganalisis klaim yang datang dari peserta dimana peserta
telah melakukan pembayaran untuk 3 pengobatannya dengan menggunakan uang
pribadi terlebih dahulu kemudian peserta tersebut mengajukan klaim secara reimburs
kepada asuransi guna mendapatkan penggantian biaya.

 Tujuan Penelitian
Mengetahui gambaran input (SDM, Anggaran, SOP, Sarana & Prasarana).
 Manfaat Penelitian
Mendapatkan gambaran mengenai sistem akuntansi Keuangan di PT. Asuransi Bina
Dana Arta. Serta untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang dunia
kerja khususnya dalam bidang Manajemen Keuangan.
BAB 11
PEMBAHASAN

 Berdirinya PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk

Didirikan dan berkedudukan di Jakarta sesuai dengan Akta Notaris Kartini Mulyadi,
S.H. No. 78 tertanggal 12 Oktober 1982, fokus usaha Asuransi ABDA adalah
memberikan perlindungan terhadap risiko kerugian, dengan berbagai jenis
pertanggungan: Kebakaran, Kendaraan Bermotor, Rekayasa, Tanggung Gugat,
Pengangkutan, Peralatan Berat, Kesehatan, Aneka, dan lain-lain. Dalam
perjalanannya, Perusahaan telah mengalami beberapa kali pergantian nama. Nama PT
Asuransi Bina Dharma Arta yang disandang pada saat pendirian Perusahaan diubah
menjadi PT Dharmala Insurance pada tahun 1994. Lima tahun kemudian, pada tahun
1999, nama itu berganti menjadi PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk, yang juga dikenal
sebagai ABDA Insurance atau Asuransi ABDA, dan masih menjadi identitas
Perusahaan sampai sekarang.

Para pemegang saham memiliki hak untuk memberhentikan dan/atau mengganti


anggota Direksi dan Dewan Komisaris sewaktu-waktu sebelum berakhirnya masa
jabatan, melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Berdasarkan
Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Asuransi
Bina Dana Arta Tbk No. 61 tanggal 29 Juli 2020 yang dibuat oleh Kumala Tjahjani
Widodo, S.H., M.H., M.Kn, notaris di Jakarta dan telah diterima dan dicatat oleh
Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.03-
0351781 pada tanggal 16 Januari 2020.
 Tinjauan Keuangan
a. Premi Bruto

Pada tahun 2020, Perusahaan membukukan penurunan premi bruto sebesar 25,82%
atau turun sebesar Rp199,35 miliar dari sebesar Rp772,20 miliar pada tahun 2019
menjadi Rp572,85 miliar pada tahun 2020. Perolehan premi bruto masih sebagian
besar diperoleh dari perusahaan pembiayaan untuk jenis asuransi kendaraan bermotor
dan sebagian besar lagi dari pialang asuransi untuk jenis asuransi aneka terutama pada
jenis asuransi kesehatan.

b. Pendapatan Premi

Neto Perusahaan pada tahun 2020 membukukan penurunan pendapatan premi neto
sebesar 16,35% atau menurun sebesar Rp148,67 miliar dari sebesar Rp909,23 miliar
pada tahun 2019 menjadi Rp760,56 miliar pada tahun 2020. Pendapatan premi neto
adalah premi bruto dikurangi dengan premi reasuransi dan perubahan bersih liabilitas
premi.

C. Hasil Investasi

Pada tahun 2020, perolehan hasil investasi mengalami penurunan sebesar Rp40,84
miliar atau 22,22% menjadi sebesar Rp142,98 miliar dibandingkan tahun 2019 sebesar
Rp183,82 miliar.

D. Beban Klaim Neto Perusahaan

pada tahun 2020 telah membukukan beban klaim neto sebesar Rp327,34 miliar,
menurun sebesar 39,91% atau sebesar Rp217,39 miliar jika dibandingkan dengan
beban klaim neto pada tahun 2019 yaitu sebesar Rp544,73 miliar. Beban klaim neto
adalah klaim bruto dikurangi dengan klaim reasuransi dan perubahan bersih estimasi
liabilitas klaim. Untuk antisipasi meningkatnya beban klaim yang terjadi sehubungan
dengan meningkatnya perolehan premi, maka Perusahaan akan lebih meningkatkan
pengawasan klaim sehingga proses penyelesaian klaim dapat diselesaikan dengan
optimal. Salah satu bentuk tindak lanjut yang telah dilakukan oleh Perusahaan adalah
dengan membentuk Satuan Kerja Klaim Terpadu yang dipusatkan pada satu lokasi.

E. Hasil Underwriting

Hasil underwriting yang dibukukan pada tahun 2020 adalah sebesar Rp365,22 miliar
atau naik sebesar 44.63% dibandingkan dengan hasil underwriting tahun 2019 yaitu
sebesar Rp252,52 miliar. Peningkatan hasil underwriting terutama disebabkan oleh
peningkatan pendapatan premi neto dari jenis Asuransi Kendaraan Bermotor dan
Kesehatan. Hasil underwriting diperoleh dari pendapatan premi neto dikurangi beban
Klaim neto dikurangi dengan beban komisi neto dikurangi lagi dengan beban
underwriting lainnya.
 Laporan Keuangan

Berikut adalah Laporan Keuangan Triwulan 1 konsilidasi dan laporan


keuangan Tahunan dari PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. Yang
terbaru sesuai data yang diambil dari sumber. Berikut file terbaru
tahun 2021 laporan keuangan dibawah ini:
PT ASURANSI BINA DANA ARTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(dalam jutaan Rupiah)
Laporan Posisi Keuangan Per 30 Jun 2021
A. Aset
I. Investasi 1,664,127
II. Bukan Investasi 850,840
Jumlah Aset 2,514,967

B. Liabilitas Dan Ekuitas


III. Liabilitas 1,108,016
IV. Ekuitas 1,406,951
Jumlah Liabiltas Dan Ekuitas 2,514,967

Laporan Laba / Rugi Komprehensif Per 30 Jun 2021


1 Pendapatan Underwriting 342,616
2 Beban Underwriting (147,821)
3 Hasil Underwriting 194,795
4 Hasil Investasi 66,412
5 Beban Usaha (166,359)
6 Laba Usaha Asuransi 94,848
7 Hasil (Beban) Lain (2,308)
8 Laba Sebelum Pajak 92,540
9 Pajak Final (9,836)
10 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 82,704
11 Beban Pajak (8,957)
12 Laba Setelah Pajak 73,747
13 Penghasilan Komprehensif lain (12,438)
14 Jumlah Laba Komprehensif 61,309

Laporan Tingkat Solvabilitas Per 30 Jun 2021

A. Tingkat Solvabilitas
Aset yang diperkenankan 2,472,797
Liabilitas (kecuali Pinjaman Subordinasi) 1,118,116
Jumlah Tingkat Solvabilitas 1,354,681

B. Jumlah MMBR (Modal Minimum Berbasis Risiko) 256,096


C. Kelebihan (Kekurangan) Batas Tingkat Solvabilitas 1,098,585
D. Rasio Pencapaian Solvabilitas (dalam % ) 529%
PT ASURANSI BINA DANA ARTA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(dalam jutaan Rupiah)
Laporan Posisi Keuangan Per 31 Mar 2021
A. Aset
I. Investasi 1,133,098
II. Bukan Investasi 1,393,770
Jumlah Aset 2,526,868

B. Liabilitas Dan Ekuitas


III. Liabilitas 1,122,729
IV. Ekuitas 1,404,139
Jumlah Liabiltas Dan Ekuitas 2,526,868

Laporan Laba / Rugi Komprehensif Per 31 Mar 2021


1 Pendapatan Underwriting 178,028
2 Beban Underwriting (83,564)
3 Hasil Underwriting 94,464
4 Hasil Investasi 33,747
5 Beban Usaha (82,739)
6 Laba Usaha Asuransi 45,472
7 Hasil (Beban) Lain (667)
8 Laba Sebelum Pajak 44,805
9 Pajak Final (5,026)
10 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 39,779
11 Beban Pajak (3,144)
12 Laba Setelah Pajak 36,635
13 Penghasilan Komprehensif lain (19,732)
14 Jumlah Laba Komprehensif 16,903

Laporan Tingkat Solvabilitas Per 31 Mar 2021

A. Tingkat Solvabilitas

Aset yang diperkenankan 2,480,464


Liabilitas (kecuali Pinjaman Subordinasi) 1,131,530
Jumlah Tingkat Solvabilitas 1,348,934

B. Jumlah MMBR (Modal Minimum Berbasis Risiko) 256,063


C. Kelebihan (Kekurangan) Batas Tingkat Solvabilitas 1,092,871
D. Rasio Pencapaian Solvabilitas (dalam % ) 527%