Anda di halaman 1dari 16

IRFA KHOIRUN NASHIQA 20101021013

FILA ELKARIA 20101021010


NAMA KELOMPOK
YOGA PAMUNGKAS 20101021081
MUHAMMAD ZUHRON AFIFUDHIN 20101021094
Jurnal Peneliti dan instansi

PENGARUH INFLASI, TINGKAT SUKU BUNGA SBI,


DAN NILAI TUKAR TERHADAP PENANAMAN Nabilla Mardiana Pratiwi,
MODAL ASING DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI Moch.Dzulkirom AR, Devi Farah Azizah
INDONESIA (Tahun 2004-2013)

Pengaruh Inflasi dan Suku Bunga Terhadap Harga


Saham Pada Perusahaan Perbankan Yang Yuni Rachmawati
Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA, INFLASI DAN
Ni Kadek Suriyani, Gede Mertha
NILAI TUKAR TERHADAP RETURN SAHAM DI
Sudiartha
BURSA EFEK INDONESIA

PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA, NILAI TUKAR


RUPIAH, LEVERAGE DAN PROFITABILITAS PADA I Gede Agus Angga Saputra, Ida Bagus
Dharmadiaksa
RETURN SAHAM

MODEL KAUSALITAS ANTARA TINGKAT INFLASI,


SUKU BUNGA DAN NILAI KURS DOLLAR AS
Aminar Sutra Dewi , Vira Yulia Viska
TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN
PADA BURSA EFEK INDONESIA
PENGARUH INFLASI, SUKU BUNGA, DAN NILAI
Nadi Hernadi Moorcy , Mahfud Alwi ,
TUKAR TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM
Tamzil Yusuf
GABUNGAN DI BURSA EFEK INDONESIA

PENGARUH INFLASI, SUKU BUNGA DAN NILAI Erina Permaysinta, Aristha Purwanthari
TUKAR RUPIAH TERHADAP RETURN SAHAM Sawitri

PENGARUH INFLASI, SUKU BUNGA, KURS, DAN


PERTUMBUHAN PDB TERHADAP INDEKS HARGA Suramaya Suci Kewal
SAHAM GABUNGAN
Vol. dan Tahun Variabel
Tingkat Inflasi, Tingkat Suku Bunga,
Nilai Tukar, PMA, Tingkat Pertumbuhan
Ekonomi

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 26


No. 2 September 2015

Jurnal Media Akuntansi, Vol. 1, No.1,


Inflasi, Suku bunga
September 2018 : 66-79
E-Jurnal Manajemen Unud, Vol. 7, No. 6, tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar,
2018: 3172-3200 dan return saham

E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana tingkat suku bunga, leverage, dan


Vol.16.2. Agustus (2016): 1007-1033 profitabilitas

Indeks Harga Saham Gabungan, Tingkat


Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol. 15.
Inflasi, Suku Bunga dan Nilai Tukar dari
No. 1, Maret 2018: 50-56
Dollar AS
Jurnal GeoEkonomi ISSN-Elektronik (e):
inflasi, Suku Bunga, dan Nilai Tukar, dan
2503-4790 | ISSN-Print (p): 2086-1117
Indeks Harga Saham Gabungan.
Volume 12 Nomor 01 Maret 2021

Inflasi, Suku Bunga, Nilai Tukar Rupiah,


Jurnal Neraca,Vol 5 No.1,Juni 2021:41-47 Return Saham

Jurnal economia, Volume 8, Nomor 1, April


Variabel Makroekonomi, IHSG
2012
Hipotesis
H1 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara inflasi terhadap PMA. H2 : Terdapat
pengaruh yang signifikan antara tingkat suku bunga terhadap PMA. H3 : Terdapat
pengaruh yang signifikan antara nilai tukar terhadap PMA. H4 : Terdapat pengaruh
yang signifikan antara inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi. H5 : Terdapat
pengaruh yang signifikan antara tingkat suku bunga terhadap pertumbuhan ekonomi.
H6 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara nilai tukar terhadap pertumbuhan
ekonomi. H7 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara PMA terhadap
pertumbuhan ekonomi

H1: Inflasi berpengaruh positif terhadap harga saham, H2: Suku bunga berpengaruh
positif terhadap harga saham, H3: Inflasi dan Suku bunga berpengaruh positif
terhadap harga saham
H1. tingkat Suku bungaberpengaruh negatif terhadap return saham ; H2. inflasi
berpengaruh negatif terhadap return saham ; H3. Nilai tukar berpengaruh negatif
terhadap return saham

H1: Tingkat suku bunga berpengaruh negatif pada return saham. H2: Nilai tukar
rupiah berpengaruh negatif pada return saham. H3: Leverage berpengaruh positif
pada return saham. H4: Profitabilitas berpengaruh positif pada return saham.

H1 :inflasi mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap probabilitas


yang diproxy oleh IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan. H2 : Nilai koefisien regresi
untuk variabel Suku Bunga yang diproxy oleh IHSG (Indeks Harga Saham
Gabungan) sebesar -246,2072 bertanda negatif dengan nilai probability 0.0485 <
0,05 yang berarti bahwa suku bunga mempunyai pengaruh negatif signifikan
terhadap IHSG (Indeks Harga Saham gabungan ). H3 : Nilai koefisien regresi untuk
variabel Nilai Kurs yang diproxy oleh IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan)
0.217184 bertanda positif dengan nilai probability 0.0001 < 0,05 yang berarti
bahwa nilai kurs mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG (Indeks
Harga Saham Gabungan). Dengan demikian dapat disimpulkan hipotesis ketiga
diterima.
H1 : pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel Inflasi (X1) terhadap
Indeks Harga Saham Gabungan (Y) dimana nilai thitung 2,040 > 2,037 dan nilai
signifikansi 0,050 < 0,05. Dari hasil uji t diketahui bahwa Inflasi (X1) dengan Indeks
Harga Saham Gabungan (Y) memiliki hubungan positif, artinya semakin tinggi nilai
Inflasi maka Indeks Harga Saham Gabungan akan naik, dan sebaliknya jika Inflasi
menurun maka Indeks Harga Saham Gabungan akan menurun. H2 : pengaruh yang
positif dan signifikan antara variabel Inflasi (X1) terhadap Indeks Harga Saham
Gabungan (Y) dimana nilai thitung 4,737 > 2,037 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05

Variabel inflasi dan suku bunga secara parsial tidak berpengaruh terhadap return
saham, sedangkan variabel nilai tukar rupiah secara parsial berpengaruh terhadap
return saham.

Tingkat inflasi, suku bunga sertifikat Bank Indonesia, kurs, dan
tingkat pertumbuhan GDP terhadap IHSG diBursa Efek Indonesia.Teknik analisis yan
g digunakan adalah regresi berganda. Hasil  penelitian  menemukan  bahwa  hanya 
kurs  yang  berpengaruh 
secara signifikan terhadap IHSG, sedangkan tingkat inflasi, suku
bunga SBI dan pertumbuhan PDB tidak berpengaruh terhadap IHSG.
Hasil
1. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel Inflasi (X1) berpengaruh negatif dan signifikan
terhadap PMA (Y1) 2. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel tingkat suku bunga(X2)
berpengaruh positif dan signifikan terhadap PMA (Y1) 3. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel
nilai tukar rupiah(X3) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap PMA(Y1) 4. Hasil penelitian
menunjukan bahwa variabel Inflasi(X1) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan
ekonomi (Y2) 5. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel Tingkat suku bunga (X2) berpengaruh
positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (Y2 6. Hasil penelitian menunjukan bahwa
variabel nilai tukar (X3) rupiah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi
(Y2) 7. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel PMA berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi (Y2) ini

Inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham pada perusahaandengan taraf
signifikan 5% dan nilai signifikasi (0,011) lebih kecil dari tarafsignifikansi (0,05). Suku bunga
berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham dengan taraf signifikan 5% dan nilai
signifikasi (0,000) lebih kecil dari taraf signifikansi (0,05). Inflasi dan suku bunga secara simultan
berpengaruh dan signifikan terhadap harga saham ditunjukkan dengan nilai signifikansi (0,000) lebih
kecil dari taraf signifikansi.
investor maka investor perlu memprediksikan agar dapat mengetahui seberapa besar pengembalian
yang akan diperolehnya Jika expected return suatu saham lebih besar dari required return saham
tersebut, maka saham tersebut mengalami undervalued, dan apabila expected return lebih kecil dari
required return-nya, maka saham tersebut overvalued (Bodie et al., 2008) Singkatnya return adalah
keuntungan yang diperoleh investor dari dana yang ditanamkan pada suatu investasi Tingkat return
yang diperoleh investor dipengaruhi oleh banyak faktor Tingkat bunga yang terlalu tinggi akan
mempengaruhi nilai sekarang (present value) aliran kas perusahaan, sehingga kesempatan-
kesempatan investasi yang ada tidak akan menarik lagi Tingkat bunga yang tinggi juga akan
meningkatkan biaya modal yang akan ditanggung perusahaan dan juga akan menyebabkan return
yang diisyaratkan investor dari suatu investasi akan meningkat (Wismantara, 2017) Beberapa bukti
empiris juga membuktikan bahwa pengaruh tingkat suku bunga terhadap return saham menunjukkan
hasil yang berbeda-beda Tingkat inflasi dapat berpengaruh positif maupun negatif tergantung pada
derajat inflasi itu sendiri Inflasi yang tinggi akan menjatuhkan harga saham di pasar, sedangkan
tingkat inflasi yang sangat rendah akan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi menjadi sangat
lamban, dan pada akhirnya harga saham juga akan bergerak dengan lamban (Samsul, 2006) Stabilnya
nilai tukar rupiah terhadap nilai tukar mata uang asing akan menjaga kestabilan terhadap harga-
harga barang dan jasa yang tercermin pada inflasi

Maka dapat disimpulkan bahwa depresiasi mata uang suatu negara cenderung meningkatkan PDB
negara tersebut dan kenaikan PDB ini dapat mendorong kenaikan investasi di dalam negeri, sehingga
hal ini juga dapat mendorong kenaikan IHSG. Kenaikan tingkat kurs juga dapat mendorong kenaikan
tingkat harga. Menurut Case dan Fair (2007) kenaikan mata uang suatu negara cenderung
meningkatkan tingkat harganya. Ada dua alasan efek ini terjadi. Pertama, ketika mata uang suatu
negara lebih murah, produknya lebih kompetitif di pasar dunia, sehingga ekspor naik.
Bagi perusahaan diharapkan untuk senantiasa meningkatkan kinerja terutama dalam peningkatan
rasio pasar saham, sehingga memberikan keyakinan bagi investor untuk melakukan perdagangan
saham dan meningkatkan indeks harga saham gabungan. Kedua, Bagi investor yang ingin melakukan
investasi di pasar modal harus benar-benar mampu membaca pergerakan saham melalui indikator
indeks harga saham gabungan sehingga para investor dapat mengambil keputusan yang tepat dalam
berinvestasi. Ketiga, Bagi penelitian selanjutnya, penelitian ini hanya menggunakan variabel inflasi,
suku bunga dan nilai tukar. Sehingga bagi peneliti selanjutnya lebih baik menambah beberapa
variabel baru, dan menambah periode pengamatan karena penelitian ini diperlukan pembaharuan
agar dapat menggambarkan kondisi pergerakan pada saat pengamatan

Kesimpulan hasil uji nilai tukar rupiah menunjukkan nilai tukar rupiah berpengaruh terhadap return
saham. Pada saat nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing melemah berdampak pada penurunan
pasar ekuitas dan pasar ekuitas menjadi tidak punya daya tarik dari investor mengakibatkan investor
akan lebih cenderung menyimpan uang dalam bentuk mata uang asing (dolar AS). Investor tidak
mempertimbangkan perubahan inflasi dan suku bunga dalam pengambilan keputusan investasi
sedangkan perubahan nilai tukar dianggap informasi yang bermanfaat bagi investor untuk
menentukan return yang akan diterimanya.

Tingkat  inflasi, suku bunga SBI dan pertumbuhan PDB  tidak  memiliki  pengaruh  yang  signifikan 


terhadap  IHSG,  sedangkan  kurs  rupiah  berpengaruh negatif dan signifikan terhadap 
IHSG. Riset ini membuktikan bahwa variabel  kurs  rupiah  mempengaruhi  secara  negatif  signifikan 
terhadap  IHSG  yang  artinya  semakin  kuat  kurs  rupiah  terhadap  US  $  (rupiah  terapresiasi) 
maka  akan  meningkatkan harga saham, dan sebaliknya. 
Hal ini memberikan implikasi teoretis bahwa  secara  empiris  temuan  ini  semakin  memperkuat 
teori  menguatnya  kurs  mata  uang  suatu  negara  memberikan  sinyal 
positif bagi perekonomian negara tersebut.
Metode
Penelitian Explanatory Research dengan pendekatan
Kuantitatif.

Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear


sederhana dan analisis regresi berganda
Metode penentuan sampel yang digunakan adalah
menggunakan sampel jenuh. Analisis data yang digunakan
yaitu uji regresi linear berganda

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah


pendekatan kuantitatif dalam bentuk asositaif yang
menunjukkan hubungan antar variabel yang ada dalam
penelitia

Jenis penelitian yang ada dalam penelitian ini adalah


penelitian kuantitatif. Jenis data yang digunakan peneliti
dalam penelitian ini adalah data kuantitatif time seris
( runtut waktu) yang bersumber dari data sekunder, yaitu
data yang diperoleh secara tidak langsung atau melalui
informasi yang yang didapatkan dari buku, dokumen,
maupun situs lembaga tertentu
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah data sekunder yaitu data yang mengacu
pada informasi yang dikumpulkan dari sumber yang telah
ada baik data internal maupun eksternal organisasi dan data
yang dapat diakses melalui internet, penelusuran dokumen
atau publikasi informasi. Data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah Pengumpulan data dalam penelitian ini
diperoleh dari hasil publikasi Bank Indonesia berupa data
bulanan Bank Indonesia meliputi inflasi, suku bunga, nilai
tukar rupiah terhadap dollar Amerika selama periode 2018-
2020

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah


jenis kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah
perusahaan sub sektor properti & real estate yang tercatat
di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan data
sekunder yaitu data dokumentasi berupa data inflasi, tingkat
suku bunga, nilai tukar rupiah, dan return saham

Jenis data penelitian termasuk ke dalam  data  kuantitatif 


dengan  periode 
pengamatan dari tahun 2000 sampai tahun 
2009. Sumber data yang digunakan dalam 
penelitian ini adalah data sekunder berupa  data  yang 
mendukung  variabel  penelitian.