Anda di halaman 1dari 25

AUDIT SIKLUS PRODUKSI

DAN JASA PERSONALIA


KELOMPOK 1
• ZAINAL RUSDI (20181220041)
• LUBABA IZZATUL AFIDA (20181220041)
• RICO BIMA PERMADI (20181220041)
• M. SABILLUDIN (20181220041)
Paruh pertama bab ini Paruh kedua bab ini
SIKLUS berhubungan dengan berhubungan dengan
PRODUKSI audit atas siklus produksi. audit atas siklus jasa
personalia.
• Sistem pengendalian
DAN internal yang berkaitan • Sistem pengendalian
dengan transaksi internal untuk transaksi
JASA pabrikasi. penggajian.
PERSONALIA • Pengujian substantive
atas saldo persediaan
• Pengujian substantive
atas saldo akun
(persediaan yang terkait.
dibuat maupun
persediaan yang dibeli).
Merencanakan Audit atas Siklus Produksi

Siklus produksi berhubungan dengan konversi bahan baku menjadi bahan


jadi. Siklus ini meliputi :
1. perencanaan serta pengendalian produksi dari jenis-jenis dan kuantitas
barang yang akan diproduksi,
2. tingkat persediaan yang akan dipertahankan
3. serta transaksi dan peristiwa yang berkaitan dengan proses parikasi
Merencanakan Audit atas Siklus Produksi

Siklus produksi saling berkaitan deangan tiga siklus lain berdasarkan


1. Siklus pengeluaran dalam pembelian bahan baku dan pembayaran berbagai
biaya overhead pabrik
2. Siklus jasa personalia dalam pembayaran biaya tenaga kerja
3. Siklus pendapatan dalam penjualan barang jadi.
Merencanakan Audit atas Siklus Produksi

Tujuan audit spesifik tertentu untuk Siklus Produksi

Kategori Asersi Tujuan audit atas Kelompok Transaksi Tujuan Audit atas Saldo Akun
Keberadaan atau keterjadian Transaksi produksi Sediaan pisik
HPP
Kelengkapan Seluruh transaksi Seluruh Sediaan
Hak dan Kewajiban Sediaan -> transaksi produksi Legal title
Penilaian atau alokasi Jurnal, ikhtisar, posting LCOM
Konsistensi
Penyajian dan pengungkapan
Materialitas, Risiko Inhern, dan Prosedur Analitis

Materialitas
Pertimbangan utama dalam mengevaluasi alokasi materialitas adalah Penentuan
besarnya salah saji yang akan memengaruhi keputusan pemakai laporan keuangan
yang berakal sehat
Pertimbangan sekunder adalah hubungannya dengan biaya untuk mendeteksi
kesalahan.
Materialitas, Risiko Inhern, dan Prosedur Analitis

Risiko Inheren
Risiko inheren dari terjadinya salah saji dalam laporan keuangan yang disebabkan oleh transaksi
persediaan pada jaringan hotel atau distrik relative rendah, karena persediaan bukan bagian
yang material dan proses inti entitas itu.
Namun untuk pabrikan , pedagang grosir, atau ecer , persediaan dapat dinilai sebesar atau
mendekati maksimum karena alasan berikut.
• Volume transaksi pembelian, pabrikasi dan penjualan
• Permasalahan identifikasi, pengukuran dan alokasi biaya
• Sangat beragamnya jenis persediaan
• Persediaan seringkali disimpan di berbagai lokasi
• Persediaan sangat rentan terhadap pembusukan dan factor-factor lain
Materialitas, Risiko Inhern, dan Prosedur Analitis

Prosedur Analitis
• Jumlah hari perputaran persediaan
• Pertumbuhan Sediaan dengan pertumbuhan Penjualan
• Barang jadi yang selesai dibuat dengan pemakaian bahan baku
• Barang jadi yang selesai dibuat dengan tenaga kerja langsung
• Produk rusak per juta
Dengan pengujian subtantif atas persediaan
barang dagang yang dibeli dan di simpan oleh
pedagang grosir maupun pedagang eceran dan
juga persediaan bahan baku, barang dalam
PEMERIKSAAN proses, serta barang jadi yang dimiliki pabrikan.
Audit atas saldo persediaan memerlukan
SUBSTANTIF perencanaan yang cermat dan invertasi waktu,
ATAS SALDO biaya, dan upaya audit.
Guna memastikan bahwa pemeriksaan ini
PERSEDIAAN efesien dan efektif dalam mendapatkan bukti
kompeten yang mencukupi, dan harus
dipertimbahkan secara cermat penentuan
tingkat resiko deteksi yang dapat diterima
dalam perencanaan pengujian substantif yang
sesuai untuk arsersi persediaan.
Akun Persediaan Memperbesar Akun Memperkecil Akun
persediaan barang pembelian penjualan
dagang
bahan baku pembelian tansaksi pabrikasi yang
mentransfer biaya

PEMERIKSAAN bahan ke produksi

SUBSTANTIF barang dalam proses tansaksi pabikasi


yang mentranfer
tanskasik pabikasi
yang mentranser dari
ATAS SALDO biaya bahan, tenaga
kerja, dan over head
biaya dari akun ini ke
akun barang dalam
PERSEDIAAN dalam proses lainya proses barang jadi
lainnya
barang jadi transaksi pabrikasi penjualan
yang mentransfer
biaya prosuksi yang
sudah selesai ke
barang jadi
Merancang pengujian subtantif
Pengujian subtantif yang mungkin dilakukan terhadap
asersi-asersi saldo persediaan dan tujuan audit atas saldo
kususnya berhubungan dengan asersi itu..
Prosedur awal
PEMERIKSAAN Salah satu prosedur awal yang penting menyangkut
usaha untuk mendapatkan pemahaman tentang bisnis
dan industri suatu entitas guna menetapkan kontres
SUBSTANTIF untuk mengevaluasi prosedur analitis dan pengujian
rincian.
ATAS SALDO Prosedur analitis
Penerapan prosedur analitis pada persediaan seringkali
PERSEDIAAN bersifat ekstensif, pentingnya mengembangkan ekspetasi
yang akan di gunakan dalam mengevaluasi data anilitis
bagi klien.
Penguji rincian transaksi
Pengujian ini melibatkan prosedur pemeriksaan
dokumen pendukung penelusuran untuk mendapatkan
bukti tentang pemosesan setiap transaksi yang
mempengaruhisaldo persediaan
Pengujian ayat jurnal atas akun persediaan
Sebagian atau semua jenis pengujian ini dapat
dilakukan sebagai bagian dari pengujian bertujuan
ganda selama melaksanakan pekerjaan intrem.
Contoh vouching ayat jurnal yang tercatat dalam
PEMERIKSAAN akun persediaan
Ayat jurnal debit dalam persediaan barang dagang
SUBSTANTIF atau bahan baku ke faktur penjul, laporan
penerimaan, dan pesanan pembelian
ATAS SALDO Ayat jurnal debit dalam persediaan barang dalam
PERSEDIAAN proses atau barang jadi kecatatan biaya pabrikasi
dan laporan produksi
Ayat jurnal kredit pada persediaan barang dagang
dan barang jadi ke dokumen dan catatan penjualan
Ayat jurnal kredit pada persediaan bahan baku dan
barang dalam proses kecatatan biaya pabrikasi dan
laporan produksi
Pengujian pisah-batas transaksi pembelian, pabrikasi dan
penjualan
Pengujian rincian saldo
Mengamati perhitungan persediaan fisik klien
Penetapan waktu dan luas pengujian
PEMERIKSAAN Rencana perhitungan persediaan
Persediaan yang ditentukan dengan sampel statik
SUBSTANTIF Pengamatan persediaan awal
Dampak terhadap laporan auditor
ATAS SALDO Aplikabilitas pada asersi
PERSEDIAAN Pengujian klerikal atas akurasi daftar persediaan
Pengujian penetapan harga persediaan
Pengujuan harga pokok persediaan yang diproduksi
Mengkonfirmasi persediaan pada lokasi-lokasi diluar entitas
Memeriksa perjanjian kontrak konsinyasi
Pengujian rincian saldo: estimasi akuntasi
Perbandingan laporan dengan GAAP
JASA- JASA
BERNILAI Manajemen persedian merupakan proses inti
yang harus dikelola dengan baik oleh setiap
TAMBAH perusahaan pabrikasi, pedagang grosir, serta
DALAM SIKLUS pengecer agar dapat mencapai tujuan
profitabilitas
PRODUKSI
Siklus jasa personalia (personnel service cycle)
MERENCANAKAN suatu entitas menyangkut peristiswa dan aktivitas
AUDIT ATAS yang berhubungan dengan kompensasi eksekutif
serta karyawan. Jenis-jenis kompensasi ini berupa
SIKLUS JASA gaji, upah per jam dan insentif (borongan), komisi
PERSONALIA bonus, opsi saham, dan tunjangan karyawan
(misalnya asuransi kesehatan dan uang cuti).
Kelompok transaksi yang utama dalam siklus ini
adalah transaksi penggajian (payroll transactions).
Waktu dan upaya audit yang dicurahkan untuk siklus
jasa personalia akan bervariasi dari satu industry ke industry
lainnya. Audit jasa personalia merupakan hal yang sangat
MENGGUNAKAN penting bagi keberhasilan audit atas sebuah sekolah, karena 80%
PEMAHAMAN hingga 90% dari anggaran tahunanya mungkin dihabiskan untuk
jasa dan tunjungan personalia.
TETTANG BISNIS pentingnya jasa personalia mungkin bervariasi bagi
DAN INDUSTRI pabrikan, pedagang grosir, dan pedagang eceran. Beberapa
industry mungkin sangat berbeda dari segi intensivitas tenaga
UNTUK kerja dalam melaksanakan proses pabrikasinya.
MENGEMBANGKAN sebelum melanjutkan audit atas jasa personalia, adalah
STRAREGI AUDIT penting bagi auditor untuk memahami :
a. Pentingnya jasa personalia bagi keseluruhan entitas.
b. Sifat kompensasi, karena kompensasi perjam memerlukan
sistem pengendalian yang berbeda dengan kompensasi gaji.
c. Pentingnya berbagi paket kompensasi seperti bonus, opsi
saham dan hak apresisasi saham, serta perjanjian pension.
Materialistis
untuk perusahaan perangkat lunak dan perushaan jasa seperti
bank. Perusahaan asuransi, dan kantor professional, jasa personalia
MATERIALITAS, merupakan beban utama. Untuk sekolah, jasa personalia mungkin
menjadi pengeluaran yang utama.
RESIKO Risiko inheren
INHEREN DAN auditor jarang memperhatikan asersi kelengkapan dalam
siklus gaji dan upah karena sebagian besar karyawan akan segera
PROSEDUR menuntut majikan mereka jika tidak dibayar. Akan tetapi, penipuan gaji
dan upah (keberadaan atau keterjadian) telah menjadi perhatian utama
ANALISTIS auditor.
Prosedur analitis
auditor biasanya akan melakukan prosedur analitis ketika
memulai audit atas siklus jasa personalia karena prosedur ini efektif dari
segi biaya. Prosedur analitis berguna dalam mengidentifikasi potensi
kecurangan seperti apabila gaji dan upah kotor per karyawan melebihi
ekspektasi auditor. Jenis prosedur ini dianggap paling efektif jika auditor
bsa menggunakan perangkat lunak audit yang umum, memilh karyawan
menurut kategori, dan kemudian mengevaluasi rata-rata pembayaran
menurut kategori karyawan itu.
PERTIMBANGAN
seperti untuk kelompok transaksi utama lainya,
KOMPONEN kelima komponen pengendalian internal dianggap relevan
dengan siklus jasa personalia. Beberapa factor lingkungan
PENGENDALIAN pengendalian mempunyai relevansi yang bersifat langsung.
Keseluruhan tanggung jawa atas masalah personalia
INTERNAL seringkali diserahkan oleh wakil direktur hubungan industry
atau tenaga kerja, atau kepada manajer sumber daya
manusia atau personalia
Dokumen dan catatan yang umum
Dokumen dan catatan berikut ini penting dalam
melaksanakan serta mencatat transaksi penggajian:
• Otoritas personalia
AKTIVITAS • Kartu absen (clock card)
• Tiket waktu (time ticket)
PENGENDALIAN
• Register penggajian
TRANSAKSI • Rekening bank untuk penggajian imprest
PENGGAJIAN • Cek gaji
• Ikhtisar distribusi biaya tenaga kerja
• SPT pajak gaji dan upah
• File personalia karyawan
• File induk data personalia
• File induk pengendalian karyawan
Fungsi-fungsi dan pengendalian terkait
pemrosesan transaksi penggajian melibatkan fungsi-
fungsi penggajian berikut ini :
Memulai transaksi penggajian mencakup:
AKTIVITAS • Mengangkat karyawan
PENGENDALIAN • Mengotorisasi perubahan gaji dan upah
TRANSAKSI Penerimaan jasa, mencakup:

PENGGAJIAN • Menyiapkan data kehadiran


Pencatatan transaksi penggajian, yang mencakup:
• Menyiapkan daftar serta mencatat gaji dan upah
Pembayaran gaji upah, yang mencakup:
• Membayar gaji dan upah serta menjaga upah yang belum
diambil.
• Menyerahkan SPT pajak gaji dan upah.
prosedur yang digunakan untuk memperoleh dan
mendokumentasikan pemahaman tentang komponen
struktur pengendalian internal untuk transaksi penggajian
MEMPEROLEH sama seperti untuk kelompok transaksi utama lainya. Kita
harus mengingat kembali bahwa prosedur-prosedur ini
PEMAHAMAN mencakup pengajuan pertanyaan, penelaahan dokumentasi,
pengamatan, serta pertimbangan pengalaman sebelumnya
DAN MENILAI dengan klien.
RESIKO dalam menilai risiko pengendelian, auditor
menyadari bahwa salah saji yang terjadi dalam daftar gaji dan
PENGENDALIAN upah mungkin timbul akibat kesalahan yang tidak disengaja
atau kecurangan. Disini yang menjadi perhatian khusus
adalah risiko lebih saji gaji dan upah melalui hal-hal berikut:
• Pembayaran kepada karyawan fiktif
• Pembayaran kepada karyawan actual untuk jam-jam kerja
yang tidak dilakukan
• Pembayaran kepada karywan actual dengan tariff yang
lebih tinggi daripada yang diotorisasi
dua pengujian pendelian yang berhubungan dengan
risiko pengendalian untuk asersi keberadaan dan keterjadian
MEMPEROLEH adalah :
PEMAHAMAN 1. Pengujian atas karyawan yang sudh berhenti
2. Menyaksikan pembagian gaji dan upah.
DAN MENILAI Dalam menyaksikan pembagian gaji itu, auditor mengamati
RESIKO bahwa:

PENGENDALIAN • Ada pemisahan tugas antara penyusunan daftar serta


pembayaran gaji upah.
• Setiap karyawan hanya menerima satu cek
• Setiap karyawan di identifikasi dengan kartu identitas
laryawan
• Terdapat pengendalian dan disposisi yang tepat atas crk-
cek yang belum diambil.
Pengujian Substantive Atas Saldo Gaji
Upah Biasanya Dilaksanakan Pada, Atau
Saat Menjelang Tanggal Neraca.

1. Menentukan resiko deteksi PENGUJIAN


Bukti atas keefektiffan pengendalian atas resiko-
resiko ini dalam banyak kasus akan memungkinkan
SUBSTANTIF
penilaian resiko pengendalian yang rendah,
sehingga menghasilkan tingkat deteksi resiko yang
ATAS SALDO
sedang dan tinggi untuk sebagian besar atau
seluruh asersi gaji dan upah.
GAJI DAN
Akibatnya, pengujian substantif atas saldo-saldo
gaji dan upah sering kali dibatasi pada penerapan
UPAH
prosedur analitis atas akun-akun beban dan pos-
pos akrual yang terkait, serta pengujian rincian
yang terbatas.
Pengujian Substantive Atas Saldo Gaji
Upah Biasanya Dilaksanakan Pada, Atau
Saat Menjelang Tanggal Neraca.

Nah apabila tidak terungkap fluktuasi yang tidak PENGUJIAN


diduga oleh prosedur ini,auditor sudah memperoleh
bukti yang mendukung tujuan audit yang berkaitan SUBSTANTIF
dengan asersi eksistensi/keberadaan atau
keterjadian,kelengkapan,serta penilaian atau alokasi. ATAS SALDO
Penjelasan tentang pengujian subtantif yang spesifik
atas saldo-saldo gaji dan upah dibatasi pada GAJI DAN
prosedur-prosedur berikut ini :
• Menghitung kembali jumlah-jumlah akrual
• Mengaudit tunjangan karyawan dan program
UPAH
pensiun
• Mengaudit opsi saham dan hak apresiasi saham
• Memverifikasi kompensasi pejabat
JASA BERNILAI TAMBAH DALAM SIKLUS
PERSONALIA

Para akuntan public biasanya memiliki PENGUJIAN


keterampilan dalam mengembangkan cara agar
pusat pusat pertanggung jawaban bertanggung
jawab atas penggunaan sumberdaya mereka
SUBSTANTIF
dalam hal ini, sumberdaya yang dimaksud adalah
gaji dan upah. Akuntan public dapat membantu
ATAS SALDO
klien dengan :
Menyarankan ukuran prokduktivitas karyawan
GAJI DAN
yang tepat.
Mengidentifikasi langkah langkah yang diambil UPAH
klien untuk meningkatkan prokdutifitas karyawan.
Contoh : prusahaan pabrikasi dapat memantau
jumlah unit yang diproduksi perkryawan.