Anda di halaman 1dari 4

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

PEMANTAUAN BALITA RESIKO TINGGI

a. PENDAHULUAN
Undang undang no. 23 tahun 2002 tenytang perlindungan
Anak dan Undang Undang no 36 tentang kesehatan,
menegaskan bahwa seorang anak berhak hidup , tumbuh
dan berkembang secara optimal, terhindar dari kekerasan
dan diskriminasi .
Dalam hal kematian Ibu dan Bayi di Indonesia yang masih
cukup Tinggi , pemerinah mempunyai komitmen untuk
mencapai sasaran Millenium Development Goals ( MDG’s)
untuk mengurangi jumlah penduduk yang miskin dan
kelaparan serta menurunkan Angka Kematian Bayi dan
Balita .
Sumberdaya manusia sangat menentukan kemajuan dan
keberhasilan suatu Negara Terbentuknya sumberdaya
manusia yang sehat, bugar dan produktif.
b. LATAR BELAKANG
Banyaknya permasalahan pada Bayi baru lahir
berhubungan dengan gangguan kegagalan penyesuaian
biokimia dan faali yang di sebabkan oleh prematuritasa,
kelaianan anatomic dan lingkungan yang kurang baik
dalam kandungan pada persalinana maupun setelah
lahir.
Ibu dan Anak terutama Bayi Baru Lahir merupakan
kelompok masyarakat yang perlu mendapatkan
perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat ,
karena masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan
Angka Kematian Bayi ( AKB )
c. TUJUAN
TUJUAN UMUM
Meningkatkan cakupan pamantauan Balita Resiko Tinggi ,
menilai kemampuan ibu dan keluarga untuk merawat Balita

1
dengan resiko tinggi sehingga balita mendapatkan
perawatan yanag optimal.
TUJUAN KHUSUS
1. Menurunkan Angka Kematian Balita
2. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan Ibu dan
Keluarga dalam penangana balita resiko tinggi sakit di
rumah
3. Meningkatkan target capaian balita resiko tinggi oleh
tenaga kesehatan
d. TATA NILAI PROGRAM
1. Profesional
Kegiatan dilaksanakan secara professional oleh SDM
yanag kompeten sesuai profesi dan bekerja secara
profesional
2. Ikhlas
Kegiatan dilaksanakan dengan penuh keikhlasan
3. Inisiatif dan Inovatif
Dalam pelaksanakaan kegiatan diperlukan inisiatif dan
inovatif petugas pelaksana untuk keberhasilan
pelaksanaan kegiatan
4. Kerjasama Tim
Kegiatan ini dilaksanakan secara tim
5. Empati
Petugas memahami kondisi yang sedang diderita atau
dirasakan oleh pasien/ pengunjung puskesmas

e. TATA HUBUNGAN KERJA


Lintas Program
- Gizi : Konseling dan pemantauan status Gizi Bayi
- P2 : Immunisasi, HIV/Aids
- Lab : Pemeriksaan Lab

Lintas Sektor
- Kepala Desa : Data, Penggerakan Masyarakat
- Camat : Penggerakan masyarakat, Pengambil

2
- TP PKK : Berperan serta dalam pemantauan Balita
Resti
f. KEGIATAN POKOK/ RINCIAN KEGIATAN
1. Rencana Pelaksanaan Pemantauan Bayi Resti
2. Pelaksanaan kegiatan pemantauan
3. Pencatatan dan Pelaporan Hasil Kegiatan
4. Analisis dan rekomendasi hasil pelaksanaan
kegiatan
g. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN
Metode Pelaksanaan :
- Penemuan Kasus
- Pemantauan
- KIE Keluarga tentang tatacara perawatan Balita
Tahapan Kegiatan :
- Persiapan petugas dan sasaran
- Pelaksanaan kegiatan
- Pencatatan dan Pelaporan

h. SASARAN
- Balita dengan Resiko Tinggi
i. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
N Kegiatan BULAN KET
1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 11 12
o
0
1. Perencanaan √
kegiatan
pemantauan
Resti Balita
2. Pelaksanaan √ √ √ √
Kegiatan
Resti Balita
3. Pencatatan √ √ √ √
dan
Pelaporan
hasil
Kegiatan

3
j. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN
Evaluasi dilaksanakan setiap akhir bulan dalam bentuk
rekapitulasi hasil kegiatan,selanjutnya akan
dikonsultasikan kepada kepala puskesmas dan
dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kab. Brebes dalam
bentuk Laporan Bulanan dan menjadi bahan diskusi
dalam Lokmin yang diselenggarakan di Puskesmas.
Evaluasi dilaksanakan setiap triwulan sesuai dengan
jadwal yang ditentukan dengan pelaporan hasil kegiatan
yang dicapai.

k. PENCATATAN PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


Pencatatan dilakukan di Register Kohort Bayi kemudian
dilakukan Rekapitulasi hasil kegiatan yang akan
dilaporkan pada tanggal 7 bulan berikutnya ke Dinas
Kesehatan Kabupaten dn didistribusikan kepada pihak
terkait untuk ditindaklanjuti.

Anda mungkin juga menyukai