Anda di halaman 1dari 8

1.

a) Peran pemerintah dalam proses AMDAL adalah menyusun dokumen


AMDAL. AMDAL adalah singkatan dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.
Penyusunan AMDAL merupakan upaya untuk meminimalisir dampak negatif dari
kegiatan industri.
b) Peran Lembaga swasta dalam proses AMDAL

Menurut Pasal 26 UUPPLH tentang perlibatan masyarakat dalam penyusunan


AMDAL.

(1) Dokumen amdal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 disusun oleh pemrakarsa
dengan melibatkan masyarakat.
(2) Pelibatan masyarakat harus dilakukan berdasarkan prinsip pemberian informasi
yang transparan dan lengkap serta diberitahukan sebelum kegiatan dilaksanakan.
(3) Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. yang terkena dampak;


b. pemerhati lingkungan hidup; dan/atau
c. yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses amdal.

(4) Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat mengajukan keberatan
terhadap dokumen amdal.

Penjelasan Pasal 26 Ayat (1) Pelibatan masyarakat dilaksanakan dalam proses


pengumuman dan konsultasi publik dalam rangka menjaring saran dan tanggapan.

Lebih lanjut kemudian dalam Bab VI PP Amdal tentang KETERBUKAAN


INFORMASI DAN PERAN MASYARAKAT

Pasal 33
(1) Setiap usaha dan/atau kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat
(2) wajib diumumkan terlebih dahulu kepada masyarakat sebelum pemrakarsa
menyusun analisis mengenai dampak lingkungan hidup.
(2) Pengumuman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh instansi yang
bertanggung jawab dan pemrakarsa.
(3) Dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kerja sejak diumumkannya rencana usaha
dan/atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), warga masyarakat yang
berkepentingan berhak mengajukan saran, pendapat, dan tanggapan tentang akan
dilaksanakannya rencana usaha dan/atau kegiatan.
(4) Saran, pendapat, dan tanggapan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diajukan
secara tertulis kepada instansi yang bertanggung jawab.
(5) Saran, pendapat, dan tanggapan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) wajib
dipertimbangkan dan dikaji dalam analisis mengenai dampak lingkungan.
(6) Tata cara dan bentuk pengumuman sebagaimana dimaksud pada ayat (1), serta tata
cara penyampaian saran, pendapat, dan tanggapan sebagaimana dimaksud pada ayat
(3) ditetapkan oleh Kepala instansi yang ditugasi mengendalikan dampak lingkungan.

Pasal 34
(1) Warga masyarakat yang berkepentingan wajib dilibatkan dalam proses
penyusunan kerangka acuan, penilaian kerangka acuan, analisis dampak lingkungan
hidup, rencana pengelolaan lingkungan hidup, dan rencana pemantauan lingkungan
hidup.
(2) Bentuk dan tata cara keterlibatan warga masyarakat sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) ditetapkan oleh Kepala instansi yang ditugasi mengendalikan dampak
lingkungan.

Pasal 35
(1) Semua dokumen analisis mengenai dampak lingkungan hidup, saran, pendapat,
dan tanggapan warga masyarakat yang berkepentingan, kesimpulan komisi penilai,
dan keputusan kelayakan lingkungan hidup dari usaha dan/atau kegiatan bersifat
terbuka untuk umum.
(2) Instansi yang bertanggung jawab wajib menyerahkan dokumen sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) kepada suatu lembaga dokumentasi dan/atau kearsipan
2. A. Pendekatan oleh pemerintah dalam pembangunan suatu proyek dalam
musrenbang.

Ahli-ahli teori perencanaan publik mengemukakan beberapa proses perencanaan (1)


perencanaan teknokrat; (2) perencanaan partisipatif; (3) perencanaan top-down; (4)
perencanaan bottom up (Wrihatnolo dan Dwidjowijoto, 1996).

1. Perencanaan teknokrat
Menurut Suzetta (2007) adalah proses perencanaan yang dirancang berdasarkan data
dan hasil pengamatan kebutuhan masyarakat dari pengamat professional, baik
kelompok masyarakat yang terdidik yang walau tidak mengalami sendiri namun
berbekal pengetahuan yang dimiliki dapat menyimpulkan kebutuhan akan suatu
barang yang tidak dapat disediakan pasar, untuk menghasilkan perspektif akademis
pembangunan. Pengamat ini bisa pejabat pemerintah, bisa non-pemerintah, atau dari
perguruan tinggi.
Menurut penjelasan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004, tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional, “perencanaan teknokrat dilaksanakan dengan
menggunakan metoda dan kerangka pikir ilmiah oleh lembaga atau satuan kerja yang
secara fungsional bertugas untuk itu”.
2. Perencanaan partisipatif
Menurut Wrihatnolo dan Dwidjowijoto (1996) adalah proses perencanaan yang
diwujudkan dalam musyawarah ini, dimana sebuah rancangan rencana dibahas dan
dikembangkan bersama semua pelaku pembangunan (stakeholders). Pelaku
pembangunan berasal dari semua aparat penyelenggara negara (eksekutif,legislatif,
dan yudikatif), masyarakat, rohaniwan, dunia usaha, kelompok profesional,
organisasi-organisasi non-pemerintah.
Menurut Sumarsono (2010), perencanaan partisipatif adalah metode perencanaan
pembangunan dengan cara melibatkan warga masyarakat yang diposisikan sebagai
subyek pembangunan.
Menurut penjelasan UU. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional: “perencanaan partisipatif dilaksanakan dengan melibatkan semua pihak
yang berkepentingan terhadap pembangunan. Pelibatan mereka adalah untuk
mendapatkan aspirasi dan menciptakan rasa memiliki”. Dalam UU No. 25 Tahun
2004, dijelaskan pula “partisipasi masyarakat” adalah keikutsertaan untuk
mengakomodasi kepentingan mereka dalam proses penyusunan rencana
pembangunan.
3. Perencanaan top down
Menurut Suzetta (1997) adalah proses perencanaan yang dirancang oleh
lembaga/departemen/daerah menyusun rencana pembangunan sesuai dengan
wewenang dan fungsinya.
4. Perencanaan bottom up
Menurut (www.actano.com) adalah planning approach starting at the lowest
hierarchical level and working upward (pendekatan perencanaan yang dimulai dari
tingkatan hirarkis paling rendah menuju ke atas).
Selain itu, menurut penjelasan UU 25 Tahun 2004, pendekatan atas-bawah (top down)
dan bawah-atas (bottom up) dalam perencanaan dilaksanakan menurut jenjang
pemerintahan. Rencana hasil proses diselaraskan melalui musyawarah yang
dilaksanakan di tingkat Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa.
B.

Perencanaan yang dilakukan oleh pemerintah saat ini merupakan perencanaan yang
telah dijalankan dengan menggunakan mekanisme Musyawarah Perencanaan
Pembangunan Daerah (Musrenbang) baik di tingkat kelurahan, kecamatan,
kabupaten/kota maupun di tingkat provinsi. Implementasi perencanaan yang berbasis
pada partisipasi masyarakat didasarkan pada Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004
tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

3. Aspek- aspek analisis Manajemen Suatu Proyek

Aspek-aspek analisis :

Aspek Hukum/Yuridis yang dinilai dalam aspek ini adalah masalah


legalitas badan usaha serta izin-izin yang dimiliki perusahaan yang
mengajukan kredit. Penilaian dimulai dari meneliti keabsahan dan
kesempurnaan akte pendirian perusahaan, sehingga dapat diketahui
siapa-siap pemiliknya dan besarnya modal masing-masing pemilik.
Kemudian juga diteliti keabsahannya dari dokumen atau surat-surat
penting lainnya seperti:

a. Surat izin usaha industri (S.I.U.I) untuk sektor industri.

b. Surat izin usaha perdagangan (S.I.U.P) untuk sektor


perdagangan.

c. Tanda daftar perusahaan (TDP).

d. Nomor pokok wajib pajak (NPWP)

e. Keabsahan surat-surat yang dijaminkan misalnya sertifikat


tanah dan sertifikat deposito.

f. Serta dokumen-dokumen yang dianggap penting lainnya seperti


KTP.

Aspek ini dalam analisis kredit mempunyai posisi penting dan


strategis, karena aspek hukum kurang diperhatikan dan belum sempurna
akan melemahkan posisi aspek-aspek lain, walaupun feasibility-nya
sudah cukup. Misal, antara bank dan applicanttelah dibuat perjanjian
kredit, tetapi aspek hukum kurang sempurna, maka perjanjian kredit
tersebut dapat gugur atau tidak berfungsi, yang kemudian dapat
merugikan bank sendiri dalam menyelesaikan kredit tersebut.

Aspek Pasar dan Pemasaran Dalam aspek ini yang kita nilai adalah
besar kecilnya permintaan terhadap produk yang dihasilkan sekarang
ini dan dimasa yang akan datang, sehingga diketahui prospek pemasaran
produk tersebut. Yang perlu diteliti dalam aspek ini adalah:

a. Hasil penjualan atau produksi minimal tiga bulan yang lalu


atau tiga tahun yang lalu

b. Rencana penjualan dan produksi minimal 3 bulan atau tiga


tahun yang akan datang.
c. Peta kekuatan pesaing yang ada seperti market share yang
diketahui.

d. Prospek produk secara keseluruhan.

Marketing and business development harus menjadi pusat pemikiran


manajemen usaha karena aspek ini merupakan salah satu variable yang
dominan, yang mempengaruhi peran cashflow yang menjamin kelangsungan
hidup perusahaan

Aspek keuangan Aspek yang dinilai adalah sumber-sumber dana yang


dimiliki untuk membiayai usahanya dan bagaimana penggunaan dana
tersebut. Disamping itu hendaknya dibuatkan cash flow keuangan
perusahaan. Dari cash flow ini akan terlihat pendapatan dan biaya-
biaya sehingga dapat dinilai layak atau tidak usaha tersebut,
termasuk keuntungan yang diharapkan. Penilaian bank dari segi aspek
keuangan biasanya mencakup antara lain: a) Rasio likuiditas b) Rasio
solvabilitas c) Rasio remabilitas d) payback period e) Net Present
Value (NPV) f) Profitability index (PI) g) Internal Rate of Return
(IRR) h) Dan Break Even Point (BEP)

Aspek teknis/Operasi Merupakan aspek yang membahas masalah yang


berkaitan dengan produksi, lokasi dan lay out, seperti kapasitas
mesin yang digunakan. Masalah lokasi usaha seperti kantor pusat,
cabang atau pergudangan.Demikian pula dengan masalah lay out mesin-
mesin termasuk jenis mesin dan teknologi yang digunakan.10 Dalam
aspek produksi/tenis, yang perlu diketahui oleh bank dalam analisis
kredit dalam sektor pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan
yaitu sebagai berikut: a) Rencana produksi atau pembelian. Jenis
produksi atau pembelian, kualitas atau kuantitas produksi pembelian,
tempat penimbunan, jangka waktu, harga pokok produksi atau pembelian
dan lain-lain. b) Proses produksi: plant pabrik atau lahan, bahan
baku atau bibit, lama proses, produk final, produk semi-final, atau
bahan baku industri hilir dan cara penggudangan hasil, dan lain-lain.
c) Bahan baku atau pembantu: lokal atau impor, jenis, ukuran, jumlah,
daya tahan dan lain-lain. d) Tenaga kerja dan sumbernya: jumlah,
keahlian, dalam atau diluar negeri, sulit atau mudah mendapatkannya,
dan lainlain. e) Teknisi atau suku cadang atau pengadaannya: lokal
atau impor, sulit atau mudah pengadaannya, dan lain-lain. f) Tambahan
alat produksi atau pembelian: cara-cara pengadaan dan pembelian, dan
lain-lain. g) Realisasi tonase atau kg: berapa unit atau ukuran
panjang km/m, dan lain-lain.

Aspek manajemen Aspek ini digunakan untuk menilai struktur organisasi


perusahaan, sumber daya manusia yang dimiliki serta latar belakang
pendidikan dan pengalaman sumberdaya manusianya. Pengalaman
perusahaan dalam mengelola berbagai proyek yang ada juga menjadi
pertimbangan lain.1

Aspek sosial/ekonomi Aspek sosial ekonomi adalah menganalisis


dampaknya yang ditimbulkan akibat adanya proyek terhadap perekonomian
masyarakat dan sosial masyarakat secara umum, seperti: a. Mengurangi
ekspor barang atau sebaliknya mengurangi ketergantungan terhadap
impor, b. Mengurangi pengangguran, c. Meningkatkan pendapatan
masyarakat, d. Tersedianya sarana dan prasarana, e. Membuka isolasi
daerah tertentu.

Aspek Analisi Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Amdal terhadap


lingkungan baik darat, air, udara termasuk kesehatan manusia apabila
proyek tersebut dijalankan. Analisis ini dilakukan secara mendalam
sebelum kredit tersebut disalurkan, sehingga proyek yang dibiayai
tidak akan mengalami pencemaran lingkungan disekitarnya. Pencemaran
yang sering terjadi antara lain terhadap: a. Kesehatan manusia
terganggu. b. Tanah/darat menjadi gersang, erosi. c. Air menjadi
limbah berbau busuk, berubah warna atau rasa, dan menyebabkan banjir.
d. Udara mengakibatkan polusi, berdebu, bising, dan panas. e. Merubah
tatanan adat istiadat setempat
4. Manfaat aspek yuridis pada pernjanjian kredit

Salah satu hal yang dipersyaratkan bank sebagai kreditur dalam


pemberian kredit yaitu adanya protection atau perlindungan berupa
jaminan yang harus diberikan debitur guna menjamin pelunasan utangnya
demi keamanan dan kepastian hukum, khususnya apabila setelah jangka
waktu yang diperjanjikan, debitur tidak meluasi hutangnya atau
melakukan wanprestasi.