Anda di halaman 1dari 4

Jakarta, 19 April 2019

Perihal : Lamaran Pekerjaan


Kepada Yth.
Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik
DKI Jakarta
Jalan Medan Merdeka Selatan 8-9
Blok G Lt. 3 dan 3 – Jakarta

UP. Jakarta Smart City


Dengan hormat,
Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari website Jakarta Smart City, tentang Pengumuman
Penerimaan Tenaga Ahli Unit Pengelola Jakarta Smart City. Dengan surat lamaran ini saya
mengajukan diri untuk melamar pekerjaan di Jakarta Smart City pada bagian Ahli Database
( ADB_LITBANG ).
Berikut ini adalah biodata singkat saya :

Nama : Hafis Raid Khairi


Tempat / tgl. Lahir : Jakarta, 05 Oktober 1994
Jenis Kelamin : Laki - Laki
Pendidikan Terakhir : S1 Sistem Informasi
Alamat : Komplek LIPI No. 4, RT.004/RW.007, Kel. Duren Tiga, Kec.
Pancoran, Jakarta Selatan 12760
Telepon (HP) : 081314591412

Saya dalam keadaan sahat baik jasmani dan rohani. Selain itu saya juga sangat menjunjung tinggi
kejujuran dalam bekerja. Saya pun menguasai beberapa software untuk menunjang dalam pekerjaan.
Sebagai bahan pertimbangan saya juga melampirkan beberapa berkas untuk kelengkapan data diri
sebagai berikut:

 Curiculum Vitae ( CV )
 KTP dan NPWP
 Ijazah dan Transkrip Nilai
 SKCK
 Sertifikat Keahlian
 Surat Keterangan Gaji
 Bukti Setor Pajak Tahun Terakhir
 BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan

Saya mengaharapkan kesempatan wawancara untuk dapat menjelaskan lebih detail tentang potensi
yang saya miliki.

Demikian surat lamaran ini saya beritahukan, atas perhatian srta kerjasamanya saya ucapkan
banyak terima kasih

Hormat Saya,

Hafis Raid Khairi


1. Komponen yang Ditampilkan dalam Sebuah Proposal, sebagai berikut :
a) Masalah
Masalah pada dasarnya merupakan kesenjangan antara apa yang ada dan yang
seharusnya ada. Masalah yang ditulis harus berkaitan dengan kegiatan atau penelitian
yang akan dilakukan serta sesuai dengan latar belakang pada proposal. Penulisan
masalah biasanya menggunakan sistem penulisan 5W+1H dimana kalimat pertama
penulisan masalah menggunakan kata-kata berikut yaitu apa (what), kapan (when),
mengapa (why), siapa (who), dimana (where), bagaimana (how). Masalah yang ditulis
dalam bagian perumusan masalah selanjutnya akan dibahas pada bagian pembahasan
atau isi. Masalah yang biasanya terkait dengan tujuan yang ingin dicapai dengan
terpecahkannya masalah tersebut. masalah dan tujuan dapat saling dipertukarkan
dalam proposal yang kita buat.
b) Tujuan
Tujuan merupakan apa yang akan kita capai melalui kegiatan yang diusulkan. Oleh
karena itu dalam tujuan biasanya dinyatakan kondisi yang di inginkan. Tujuan adalah
tindakan yang dilakukan agar maksud kegiatan atau penelitian dapat terwujud. Tujuan
tersebut dibuat dengan meyakinkan agar pembaca setuju dengan program kegiatan
yang diusulkan. Akan tetapi, tujuan kegiatan tidak boleh dilebih-lebihkan.
c) Ruang Lingkup
Ruang lingkup membatasi cakupan kegiatan dengan aspek-aspek atau komponen
kegiatan dari satu kegiatan. Dengan membangun batasan tersebut maka dikemukan
apa yang akan dilakukan dan apa yang tidak akan dilakukan.
d) Metode/Prosedur
Merupakan jalan yang kita usulkan untuk memecahkan masalah atau menjalankan
kegiatan. Ada banyak metode yang bisa dipilih untuk melakukan pemecahan masalah.
Salah satunya dengan pendekatan sistem, yang memilah satu sistem ke dalam
komponennya.
e) Material/Perlengkapan
Dalam proposal teknis, biasanya tercantum perlengkapan atau peralatan yang
digunakan untuk mendukung tujuan proposal. Dan dijelaskan pula mana yang
merupakan material dan peralatan milih sendiri dan pihak lain yang digunakan dengan
menyewa.
f) Personalia
Akan dicantumkan dalam proposal mengenai daftar nama dan keahlian masing-
masing orang yang akan terlibat dalam kegiatan. Daftar tersesbut juga bisa berupa
daftar kepanitian. Susunan panitia berisikan darftar orang-orang yang terlibat secara
langsung dalam kegiatan atau penelitian yang diajukan dalam proposal.
g) Tindak Lanjut/Evaluasi
Dicantumkan rencana untuk mengembangkan kegiatan sehingga keberlanjutan bisa
terjamin. Dalam proposal dicantumkan rencana evaluasi dan indikator yang akan
dipergunakan untuk menilai tingkat keberhasilan program.
h) Biaya/Anggaran
Dalam biaya atau anggaran ini dicantumkan komponen-komponen biaya yang pada
umumnya mencakup biaya belanja SDM, belanja perlatan dan biaya operasional.
Anggaran berisikan rincian biaya keseluruhan yang diperlukan dalam kegiatan dari
awal hingga akhir. Anggaran juga wajib ditulis secara rinci dan detail agar kegiatan
dalam proposal lebih terpercaya dan profesional.
i) Rangkuman dan lampiran-lampiran
Pada bagian akan dilampirkan berbagai dokumen yang menunjang kegiatan. Bisa
berupa CV, gambar-gambar yang berkaitan dengan kegiatan dan lain sebagainya.
2. Sistematika Umum dalam Menyusun Pesan untuk Presentasi
a) Pendahuluan
Pada bagian ini digunakan untuk mencairkan suasana diisi dengan memperkenalkan
diri atau menyampaikan guyonan. Pada bagian ini penulis berusaha memotivasi orang
untuk mengikuti presentasi sesuai dengan tujuan presentasi kita. Di bagian ini Anda
harus mampu membuat audiens tertarik dan termotivasi untuk mendengarkan Anda.
Manfaatkan waktu sepuluh menit pertama untuk merebut atensi audiens. Karena Ini
akan menjadi momentum penting dari keseluruhan presentasi yang akan Anda
sampaikan. Berikut ini beberapa hal yang disampaikan pada pendahuluan :
1) Perkenalan diri
2) Pentingnya materi
3) Manfaat yang diperoleh audiens
4) Konsekuensi apabila tidak ikut presentasi
b) Isi
Isi merupakan bagian yang paling penting yang berisi pokok bahasan. Ini adalah tahap
di mana Anda harus menyajikan topik pembicaraan secara mendetail namun efisien.
Artinya Anda harus mampu memilih mana-mana informasi yang harus Anda
sampaikan dan mana yang tidak perlu. Jangan sampai Anda terjebak untuk membahas
semua   hal secara panjang lebar. Sekiranya menentukan pokok bahasan terlebih
dahulu agar presentasi tidak cenderung melantur. Kenapa tidak boleh panjang lebar,
bukankah itu bagus, jadi audiens bisa mendapatkan banyak informasi yang
bermanfaat. Itu benar, namun Anda harus sadar bahwa audiens memiliki keterbatasan,
yaitu tidak mungkin mampu menyerap informasi yang sangat banyak dalam satu kali
waktu pertemuan. Selain masalah keterbatasan penerimaan audiens, masalah waktu
juga harus kita perhatikan.
c) Penutup
Bagian ini berisi kesimpulan dan ucapan terimakasih. Selain itu juga bisa berisi
imbauan dan ajakan untuk bertindak. Sama halnya dengan pembuka, bagian penutup
juga memiliki peran yang sangat penting dalam presentasi. Penutup yang baik harus
berkesan. Artinya Anda harus meninggalkan sesuatu yang benar-benar melekat dalam
pikiran audiens. Di sinilah saat Anda harus memastikan apakah tujuan presentasi
Anda berhasil tercapai atau tidak. Rentang ingatan audiens terbatas. Maka, Anda
harus dapat meringkas esensi presentasi Anda dalam satu kalimat saja, untuk Anda
sampaikan. Jika ringkasan ini berhasil diingat oleh audiens, maka presentasi Anda
adalah presentasi yang berhasil, meskipun mungkin mereka melupakan isi presentasi
yang lainnya.