Anda di halaman 1dari 14

OPERASI BARIS ELEMENTER

(1911-A JBR-S01-02)
TUJUAN PEMBELA JARAN
Setelah mempelajari bagian ini,
Anda diharapkan telah mampu:

Menggunakan operasi baris elementer


(elementary row operations) untuk
menyelesaikan sistem persamaan linear.

1911AJBR01
MATRIKS AUGMENTED
3

Setiap baris pada matriks augmented menyatakan sebuah


persamaan pada sistem persamaan linear.

𝑎 11𝑥 1 + 𝑎 12𝑥 2 + … + 𝑎 1𝑛𝑥𝑛 = 𝑏 1


𝑎 21𝑥 1 + 𝑎 22𝑥 2 + … + 𝑎 2𝑛𝑥𝑛 = 𝑏 2 𝑎11 𝑎12 ⋯ 𝑎1𝑛 𝑏1
. . . . . ⋮ ⋮ ⋱ ⋮ ⋮
. . . . .
. . . . . 𝑎 𝑚1 𝑎 𝑚2 ⋯ 𝑎 𝑚𝑛 𝑏𝑚
𝑎 𝑚1𝑥 1 + 𝑎𝑚 2𝑥 2 + … + 𝑎 𝑚𝑛𝑥 𝑛 = 𝑏 𝑚

𝑎11 ⋯ 𝑎1𝑛 𝑏1
Matriks ⋮ ⋱ ⋮ dinamakan matriks koefisien dan vektor ⋮
𝑎 𝑚1 ⋯ 𝑎 𝑚𝑛 𝑏𝑚
disebut vektor konstanta.
1911AJBR01
OPERASI BARIS ELEMENTER (1)
4

Tujuan dari operasi baris elementer adalah untuk mengubah


matriks augmented menjadi matriks identitas dan vektor solusi.

𝑎11 ⋯ 𝑎1𝑛 𝑏1 1 0 … 1 𝑠1
⋮ ⋱ ⋮ 0 1 … 0 𝑠2

⋮ … ⋱ ⋮ ⋮
𝑎 𝑚1 ⋯ 𝑎 𝑚𝑛 𝑏𝑚 … 𝑠𝑚
0 0 1

1 ⋯ 0 𝑠1
Matriks ⋮ ⋱ ⋮ dinamakan matriks identitas dan vektor ⋮
0 ⋯ 1 𝑠𝑚
disebut vektor solusi.

1911AJBR01
OPERASI BARIS ELEMENTER (2)
5

Tiga operasi baris elementer (elementary row operations) yang


bisa diaplikasikan pada matriks apapun, yaitu:
1. Kali digunakan untuk mengalikan sebuah baris dengan
sebuah konstanta tak nol.
2. Tukar digunakan untuk menukar dua baris.
3. Tambah digunakan untuk menambahkan sebuah baris
dengan kelipatan baris lain.

1911AJBR01
6

CONTOH OPERASI BARIS ELEMENTER (1)


Tentukan solusi dari sistem persamaan linear berikut:
−4𝑥1 + 5𝑥2 + 9𝑥3 = −9
2𝑥2 − 8𝑥3 = 8
𝑥1 −2𝑥2 + 𝑥3 = 0

Penyelesaian

1 Ubah sistem persamaan linear menjadi matriks augmented.

−4𝑥1 + 5𝑥2 + 9𝑥3 = −9 −4 5 9 −9


2𝑥2 − 8𝑥3 = 8 0 2 −8 8
𝑥1 −2𝑥2 + 𝑥3 = 0 1 −2 1 0
1911AJBR01
7

CONTOH OPERASI BARIS ELEMENTER (2)

2 Tukarkan baris pertama dan baris ketiga.

−4 5 9 −9 𝟏 −𝟐 𝟏 𝟎
0 2 −8 8 0 2 −8 8
1 −2 1 0 −𝟒 𝟓 𝟗 −𝟗

𝟏 𝟏
3 Kalikan baris kedua dengan ×(operasi × 𝐑 𝟐 ).
𝟐 𝟐

1 −2 1 0 1 −2 1 0
𝟎 𝟐 −𝟖 𝟖 𝟎 𝟏 −𝟒 𝟒
−4 5 9 −9 −4 5 9 −9

1911AJBR01
8

CONTOH OPERASI BARIS ELEMENTER (3)

4 Tambahkan baris ketiga dengan empat kali baris


pertama (𝐑 𝟑 + 𝟒𝐑 𝟏 ).
1 −2 1 0 1 −2 1 0
0 1 −4 4 0 1 −4 4
−𝟒 𝟓 𝟗 −𝟗 𝟎 −𝟑 𝟏𝟑 −𝟗

5 Tambahkan baris ketiga dengan tiga kali baris


kedua (𝐑 𝟑 + 𝟑𝐑 𝟐 ).
1 −2 1 0 1 −2 1 0
0 1 −4 4 0 1 −4 4
𝟎 −𝟑 𝟏𝟑 −𝟗 𝟎 𝟎 𝟏 𝟑
1911AJBR01
9

CONTOH OPERASI BARIS ELEMENTER (4)

6 Tambahkan baris kedua dengan empat kali baris


ketiga (𝐑 𝟐 + 𝟒𝐑 𝟑 ).

1 −2 1 0 1 −2 1 0
𝟎 𝟏 −𝟒 𝟒 𝟎 𝟏 𝟎 𝟏𝟔
0 0 1 3 0 0 1 3

7 Kurangi baris pertama dengan baris ketiga (𝐑 𝟏 − 𝐑 𝟑 ).

𝟏 −𝟐 𝟏 𝟎 𝟏 −𝟐 𝟎 −𝟑
0 1 0 16 0 1 0 16
0 0 1 3 0 0 1 3
1911AJBR01
10

CONTOH OPERASI BARIS ELEMENTER (5)

8 Tambahkan baris pertama dengan dua kali baris


kedua (𝐑 𝟏 + 𝟐𝐑 𝟐 ).
𝟏 −𝟐 𝟎 −𝟑 𝟏 𝟎 𝟎 𝟐𝟗
0 1 0 16 0 1 0 16
0 0 1 3 0 0 1 3

Jadi, sistem persamaan linear: −4𝑥1 + 5𝑥2 + 9𝑥3 = −9


2𝑥2 − 8𝑥3 = 8
𝑥1 −2𝑥2 + 𝑥3 = 0

mempunyai solusi 𝒙 𝟏 = 𝟐𝟗, 𝒙 𝟐 = 𝟏𝟔, dan 𝒙 𝟑 = 𝟑


1911AJBR01
11

CONTOH OPERASI BARIS ELEMENTER (6)

Tahapan operasi baris elementer tidak harus


dimulai dengan pertukaran baris, bisa
dimulai dengan perkalian atau penjumlahan
baris dengan baris lain selama mengikuti
aturan operasi baris elementer.

1911AJBR01
🔑 DAFTAR PUSTAKA
Anton, H., & Rorres, C. (2010). Elementary linear algebra (10 th ed.).
USA: John Wiley & Son.

1911AJBR01
© KREDIT
Lecturer
Della Maulidiya, S.Si., M.Kom.

Subject Matter Expert


Arfika Nurhudatiana, Ph.D.

Instructional Design Reviewer


Joko Sutaryo, S.Kom.

Content Developer
Serin Imsa Arizuni, S.Si.

1911AJBR01