Anda di halaman 1dari 14

BENTUK ESELON BARIS

(1911-A JBR-S01-03)
TUJUAN PEMBELA JARAN
Setelah mempelajari bagian ini,
Anda diharapkan telah mampu:

Menentukan bentuk eselon baris


(row echelon form) dan eselon baris
tereduksi pada matriks.

1911AJBR01
BENTUK ESELON BARIS DAN 3

ESELON BARIS TEREDUKSI (1)

Bentuk Eselon Baris Bentuk Eselon Baris Tereduksi

Keterangan:
 Entry leading (∎) memuat nilai tidak nol.
 Entry (∗) dapat memuat nilai apa pun termasuk nol.

1911AJBR01
BENTUK ESELON BARIS DAN 4

ESELON BARIS TEREDUKSI (2)


Tiga kondisi matriks memenuhi syarat dari bentuk eselon baris, yaitu:

1 Jika sebuah baris tidak semuanya memuat nol maka


bilangan tak nol pertama pada baris adalah 1 (entry leading).

2 Jika terdapat sejumlah baris yang seluruhnya memuat nol


maka semua baris tersebut diletakkan pada bagian
bawah matriks.

3 Dua baris berurutan yang tidak seluruhnya terdiri dari nol,


angka 1 di baris paling bawah terletak lebih jauh ke kanan
dibandingkan angka 1 di baris paling atas.
1911AJBR01
CONTOH MENGUBAH ESELON BARIS 5

MENJADI ESELON BARIS TEREDUKSI (1)


2 −3 2 1
Ubahlah matriks eselon baris 0 1 −4 8 menjadi matriks
5
0 0 0
2
eselon baris tereduksi menggunakan operasi baris elementer.

PENYELESAIAN
Matriks eselon baris akan dirubah menjadi matriks eselon baris tereduksi
sesuai dengan aturan, seperti di bawah ini.

2 −3 2 1
1 0 ∗ 0
0 1 −4 8
5 0 1 ∗ 0
0 0 0 0 0 0 1
2
1911AJBR01
CONTOH MENGUBAH ESELON BARIS 6

MENJADI ESELON BARIS TEREDUKSI (2)


1 Leading 1 (baris pertama kolom pertama) pada matriks eselon
baris tereduksi harus bernilai 1 maka baris pertama matriks
𝟏
eselon baris dikalikan dengan .
𝟐

𝟑 𝟏
2 −3 2 1 𝟏 − 𝟏
0 1 −4 8 𝟐 𝟐
5 menjadi 0 1 −4 8
0 0 0 5
2 0 0 0
2

1911AJBR01
CONTOH MENGUBAH ESELON BARIS 7

MENJADI ESELON BARIS TEREDUKSI (3)


2 Baris pertama kolom kedua harus bernilai nol karena nilai di
atas angka 1 harus sama dengan nol (0) maka jumlahkan baris
𝟑
pertama dengan baris kedua.
𝟐

3 1 25
1 − 1 1 𝟎 −5
2 2 2
0 1 −4 8 menjadi 0 1 −4 8
5 5
0 0 0 0 0 0
2 2

1911AJBR01
CONTOH MENGUBAH ESELON BARIS 8

MENJADI ESELON BARIS TEREDUKSI (4)


3 Dua baris berurutan yang tidak seluruhnya terdiri dari
nol, angka 1 pada baris paling bawah diletakkan lebih ke
kanan daripada angka 1 di baris atas maka kalikan baris
𝟐
ketiga dengan baris kedua.
𝟓

25
1 0 −5 25
2 1 0 −5
0 1 −4 8 menjadi 2
5 0 1 −4 8
0 0 0 𝟎 𝟎 𝟎 𝟏
2

1911AJBR01
CONTOH MENGUBAH ESELON BARIS 9

MENJADI ESELON BARIS TEREDUKSI (5)


4 Nilai di atas angka 1 harus sama dengan nol (0) maka
jumlahkan baris kedua dengan -8 kali baris ketiga dan
𝟐𝟓
kurangi baris pertama dengan kali baris ketiga.
𝟐

25
1 0 −5 𝟏 𝟎 −𝟓 𝟎
2 menjadi 𝟎 𝟏 −𝟒 𝟎
0 1 −4 8
0 0 0 1
0 0 0 1

1911AJBR01
SOLUSI UMUM SISTEM 10

PERSAMAAN LIEAR (1)


Jika sebuah sistem persamaan linear memiliki himpunan
persamaan parameter dari semua solusi maka himpunan
pernyataan tersebut dapat dinyatakan sebagai solusi umum
sistem (general solution of the system).

CONTOH

Diberikan matriks bentuk eselon baris tereduksi dari matriks


1 −5 1 4
augmented sistem persamaan linear 0 0 0 0 dengan
0 0 0 0
variabel 𝑥 1, 𝑥 2 dan 𝑥 3 . Tentukan solusi sistem persamaan linearnya.
1911AJBR01
SOLUSI UMUM SISTEM 11

PERSAMAAN LIEAR (2)


PENYELESAIAN
1 −5 1 4
0 0 0 0
0 0 0 0

 Solusi sistem persamaan linear dalam persamaan dalam bentuk


persamaan relevan adalah 𝒙 𝟏 – 𝟓𝒙 𝟐 + 𝒙 𝟑 = 𝟒 atau 𝒙 𝟏 = 𝟓𝒙 𝟐 − 𝒙 𝟑 + 𝟒
 Persamaan parameter 𝒙 𝟏 = 𝟓𝒓 − 𝒔 + 𝟒 di mana
nilai 𝑥 2 = r dan 𝑥 3 = s
 Jika ditetapkan nilai r = 0 dan s = −1 maka
𝒙 𝟏 = 𝟓, 𝒙 𝟐 = 𝟎, 𝐝𝐚𝐧 𝒙 𝟑 = −𝟏
1911AJBR01
🔑 DAFTAR PUSTAKA
Anton, H., & Rorres, C. (2010). Elementary linear algebra (10 th ed.).
USA: John Wiley & Son.

1911AJBR01
© KREDIT
Lecturer
Della Maulidiya, S.Si., M.Kom.

Subject Matter Expert


Arfika Nurhudatiana, Ph.D.

Instructional Design Reviewer


Joko Sutaryo, S.Kom.

Content Developer
Serin Imsa Arizuni, S.Si.

1911AJBR01